.
.
.
.
Snow white
2
Written by hye jin park 2014©
Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.
Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|
Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment
Cast's: Kyumin
Genre : romance tragedy
Leght : chaptered
Rate : M
Happy Reading
.
.
.
.
.
Malam yang masih dingin seperti malam –malam sebelumnya, mungkin musim dingin tahun ini kan berlansung lebih lama mengingat masih adanya tumpukan salju yang masih menggunung.
Manik tegasnya dengan teliti memeriksa setiap rincian angka yang tertera dalam grafik rumit berbentuk persegi itu. Sesekali diesapnya kopi hitam yang sudah tidak hangat lagi. Ini sudah pukul satu pagi dan pria itu belum tampak mengantuk sedikitpun.
Fikirannya terlalu fokus pada benda persegi di depannya, sesekali juga ia melirik tumpukan kertas-kertas yang tertumpuk di mejanya mencocokkannya dengan angka yang tertera menceklist atau membubuhi satu sampai empat tandatangan sekaligus.
"hoam!" menguap sebentar lalu kembali fokus dengan pekerjaanya,
Kyuhyun sudah terbiasa dengan hal itu sejak empat tahun lalu. Sejak Minyun pergi lebih tepatnya. Mengingat keadaan Sungmin yang tidak bisa di tinggal mengakibatkannya harus ada disaat –saat tertentu. Yah, walaupun Sungmin akan tetap bertingkah wajar namun siapa tahu ia akan kambuh disaat yang tidak terduga pula.
Seperti empat hari yang lalu misalnya, saat itu kyuhyun tidak sengaja meninggalkan Sungmin sendirian karena harus turun ke bawah untuk mengambil kiriman paket untuknya, dan apa yang ia dapat ketika ia masuk ke rumah mereka, ekspresi panik Sungmin yang mengahampirinya di depan pintu masuk...
"kyu!, Minhyun kyu dia belum bangun juga padahal aku sudah membangunkannya sejak tadi dan nafas tampaknya uri Minhyun sesak Kyu!" cicit Sungmin
Tertohok seketika jantung Kyuhyun saat itu dan kembali Sungmin harus berakhir dengan suntikan penenang jika sudah begitu.
Sebenarnya Sungmin dapat menjalani aktifitasnya dengan normal namun hanya disaat jika Sungmin bertatap muka dengan "Minhyun " ia kan begitu.
Karena itu juga Kyuhyun menghandle pekerjaannya di rumah dari pagi hingga Sungmin terlelap dia fokuskan untuk menjaga istrinya itu dan malam harinya ia gunakan untuk menyelesaikan pekerjaan yang menumpuk.
Tidak jarang pula Kyuhyun tertidur hingga bangun kesiangan lalu dibangunkan oleh sapaan lembut Sungmin.
"ahh!" lelahnya monolog kyuhyun seraya merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku. Diesapnya lagi sisa kopi di cangkir itu. "eh, jam dua !" lirih cekatan ia merapihkan kembali pekerjaannya tidak lupa menyimpannya.
.
_Snow white_
.
Sungmin melenguh dalam tidurnya, keringat dingin mengucur deras di pelipis serta dahi gadis itu. matanya terpejam kuat hingga kening dan alisnya saling bertaut nafasnya kian memburu seakan tercekat tangan rapuhnya mengais –ngais udara seakan menggapai sesuatu.
"SUNGMIN"
Pekik Kyuhyun saat mendapatinya seperti itu. Direngkuhnya tubuh gadis itu kemudian diusapnya peluh itu dengan tangan hangatnya seraya menenangkan Sungmin.
Sungmin tercekat, pupil matanya mengecil meraup cahaya, ia tersengal...
"Minhyun-ah" ucapnya terputus
"Sshhtt, gwanchana Ming, gwanchana!" ucap Kyuhyun lirih mengusap punggung sempit gadis itu.
Sungmin luluh diam tak bergerak merasa nyaman di dalam kungkungan Kyuhyun
"Minhyun Kyu!"
"Ne, ia sedang tidur sayang , kau juga harus tidur ne ini sudah hampir pagi!"
Ucap Kyuhyun lagi lirih dan menunjuk sebuah box bayi kecil di sudut ruangan kamar mereka. Sungmin bergeming, matanya masih belum bisa terpejam. Berkali-kali Kyuhyun pun mencoba untuk menenangkannya, hingga mata gadis itu terpejam perlahan.
Bukan hanya Sungmin yang sakit, tapi juga Kyuhyun. Pria itu juga merasakan rasa sakit yang amat dalam. Bayangkan saja diusia semuda itu ia sudah memegang tanggung jawab besar serta luka yang memilukan. Kehilangannya puteri yang bahkan belum sempat ia lihat, dan terlebih kondisi psikis Sungmin yang membuatnya sangat takut akan kehilangan gadis itu.
Ditatapnya lekat istrinya itu . Kyuhyun tanpa bosan mengusap sesekali mengecup kening dan pucuk kepala Sungmin lembut. Terlihat sekali jika cintanya amatlah besar untuk Sungmin. Jangan ragukan itu.
"tidur yang nyenyak nde yeobo"
.
.
.
.
.
Kyuhyun mengeluarkan smartphonenya, kemudian mendial nomor kontak yang sudah dihapalnya betul. Menunggu sampai panggilan tersambung, Kyuhyun sedikit menggeser lengannya untuk menyamankan posisi tidur Sungmin. Ia sempat terkekeh saat melihat bibir Sungmin yang sedikit terbuka menampakkan dua gigi seri kelincinya.
Kyuhyun berdehem saat panggilannya di jawab oleh sebuah suara parau.
"yeoboseyo!"
"Ya! Magnae evil kau kira ini jam berapa hah! Membangunkanku dijam begini kau tau tidak aku baru saja akan tidur !"Gerutu seseorang di line seberang- pria yang di telepon kyuhyun.
"hahhaa! Mian hyung! Ah aku lupa jika kau dan nuna habis saja berperang "kekeh Kyuhyun mencairkan suasana.
"yahhh! Eh, tapi ada apa cepat katakan"
"Hyung bisakah jadwal terapi Sungmin dipercepat , akhir-akhir ini dia menghawatirkan! Aku hanya takut hal yang..."
"ssstth ! gwanchana ini sudah malam Kyu istirahat ne! Besok hyung akankesana jaga Sungmin baik-baik ne!"
"pasti Hyung!, gomaw"
'tut...tut...tu..t.."
.
_Snow white_
.
Pagi kembali menjelang dengan jutaan kabut tipis yang melingkupi kaca-kaca jendela. Pagi ini Kyuhyun sudah berkutat dengan laptopnya menyelesaikan pekerjaanya yang tinggal sedikit lagi, hanya perlu mengirim e-mail untuk menyerahkan hasilnya pada sang ayah dan orang kepercayaannya saja. Kyuhyun duduk sambil menyesap kopi hitamnya lagi, ini bahkan sudah cangkir ke tiganya.
Benar juga ia baru ingat jika bibi Shin akan datang terlambat pagi ini. Pikirannya kemudian menerawang tentang rencananya pagi ini. "enaknya melakukan apa ya dengan Sungmin" benaknya menerawang beberapa hal yang menyenangkan. Hingga ia tidak sadar jika difikirkan sudah bangun dan sedang menuju padanya.
Kaki telanjang Sungmin menapaki lantai marmer rumah mereka. Ia masih mengenakan piyama baby soft pinknya berjalan mengendap dengan rambut yang disingkapnya ke samping sisi kiri bahunya.
'Hap'
Dengan sekali dekapan ia langsung dapat tempat dibahu Kyuhyun. Ia mendaki Kyuhyun lalu memeluk leher pria itu dari balik sofa.
"pagi!" sapa Sungmin dibarengi kecupan di pipi pucat Kyuhyun.
"pagi!" balas Khyun hangat.
Di pangkunya Sungmin seperti anak koala yang di gendong di depan lalu di perhatikan wajah gadisnya itu lekat-lekat. Ada sedesir perasaan miris mengingat kejadian semalam namun itu semua seakan hilang tergantikan dengan senyuman manis Sungmin.
" tidurmu nyenyak?"
"ani, aku mimpi buruk. Sangking buruknya aku jadi lupa mimpi apa, aku hanya ingat Kyuhyun yang memelukku"
"kau pasti belum cuci muka dan gosok gigi. Aigo istriku ini pemals sekali oh!, kkaja kita bersihkan bayi besarku yang satu ini" Ucap Kyuhyun membawa Sungmin kekamar mandi dengan menggendongnya di depan persih seperti anak koala...
Sungmin hanya dapat tertawa bahagia saat Kyuhyun memanjakannya seperti itu tanpa ia sadari atau bahakan ia ingat tentang keadaan yang sebenarnya.
"jangan pandangi aku begitu, kau seperti ajushi mesum tahu!" Sungmin mempoutkan bibirnya-sangat imut.
Jika sudah begini Kyuhyun hanya dapat menyerangnya , menghabisi sesuatu yangmemang sudah menjadi candu dalam hidupnya. Dan seperti biasa Sungmin hanya bisa pasrah menuruti apa –apa saja kemauan Kyuhyun, toh Kyuhyun suaminya kan. Dan kegiatan pagi mereka tampanya akan berlangsung lama seperti biasanya...
.
.
.
.
.
Kyuhyun memasangkan selimut di kaki Sungmin, menyetel lantunan lagu klasik,lalu menyalakan sebuah lilin aroma terapi. Semuanya demi membuat gadis itu tenang dan merasa nyaman.
Dan seperti biasa yang bisa gadis itu lakukan hanya diam dan manut saja. Terlebih ketika bibir nakal Kyuhyun menciumi pipi dan bibirnya gemas. Tak ayal hal itu membuat Sungmin bersungut dan kesal. Tapi Kyuhyun pria itu malah tersenyum bertambah gemas saja.
Hari ini adalah jadwal terapi Sungmin yang dilakukan rutin setiap dua kali sebulan. Kim Yesung dokter yang selama ini menangani Sungmin dan masih mempunyai hubungan sepupu jauh dengan Kyuhyun, yang selalu datang ke apartement mereka untuk menterapi Sungmin.
Dan saat ini, Kyuhyun duduk gelisah di samping Sungmin. Kini gadis itu tengah bersandar dengan posisi setengah berbaring dengan tangannya yang terus di genggam oleh Kyuhyun.
Mata gadis itu menatap kosong ke depan. Seorang pria dengan kaca mata minus stylishnya duduk dengan tenang di depan gadis orientalnya seakan menjadi sebuah pil tidur baginya.
_Yesung pov_
Sungmin-ah bayangkan jika kau sekarang berada dikamar tidurmu, kau sedang berbaring di ranjang empukmu itu, ada sebuah selimut hangat yang melindungi tubuhnmu dari suhu dingin. Ah, benar itu Ms. Pinky mu –Selimut,kau merasa sangat nyaman di situ, perlahan namun pasti matamu kian memberat dan kau mengantuk. Ada sebuah kehangatan yang merangkulmu untuk terlelap.
"tidurlah Min-ah, yah, tidurlah min"
Sekarang kau sedang bermimpi dan dalam mimipimu itu kau sedang bejalan di sebuah tempat yang kau sukai, lalu kau melihat sebuah pintu kau ingin masuk ke sana, dan saat kau buka ternyata pintu itu menghubungkanmu dengan sebuah tempat yang tidak asing bagimu,
"kamarku dan Kyuhyun, lalu ada ranjang kecil Minhyun..." jawab Sungmin.
"ne, Min! Apa yang kau lakukan disana ?"
"bermain bersama Minhyun"jawabnya polos sekali lagi.
"bermain?, bermain apa?"
"kami melakukan gwiyoumi"
"heheh, kalian pasti terlihat imut ne!, lalu apa respon Minhyun padamu?"
"dia diam saja!, eh, kenapa Minhyun diam saja, ia tidak bicara, ataupun bergerak, ia hanya menatap ku kosong!"
"sshhht gwanchana Min,gwanchana."
"Andwe! Bagaimana aku bisa bisa tenang jika puteriku tidak merespon ku!, pasti ada yang salah iah Minhyun apakah sakit nak? Jawab eomma!, KYUHYUN!, eodiga? Uri Minhyun sakit, dia tidak bergerak , diia dia tidak bernafas , KYUHYUN eodiga?, Minhyunie jantungnya berhenti berdetak, shireo!, andwe, MINHYUN! Jangan tinggalkan eomma! MINHYUN!"
"gwanchana Sungmin-sshi, gwanchana!"
"KYUHYUN"
_end POV yesung_
Sungmin berteriak –teriak mencari keberadaan Kyuhyun yang sebenarnya ada di dekatnya, namun matanya masih terpejam saat ini. Sementara Kyuhyun mencoba menengkan Sungmin. Yesung kembali memberikan terapi agar Sungmin kembali ke dunia nyata.
"hoek!"
Tiba –tiba Sungmin muntah , Kyuhyun yang sigap menampung muntahan Sungmin dengan tangannya. Sungmin lemas sekarang dia benar- benar lemas, matanya berat dan perlahan terpejam kembali.
Sementara Kyuhyun yang panik hanya bisa meneriaki nama Sungmin sembari mata pria itu berair karena takut jika hal buruk terjadi lagi pada istrinya itu.
.
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
.
.
.
Terimaksih sudah membaca. Yang berminat silahkan review^^
Sign
Hye jin park
.
Hyejin /Note: sesuai dengan permintaan kalian ff ini sudah saya rewrite lagi, ada beberapa perubahan dan penyesuaian ceritanya. Jujur saya juga merasa kalau cerita sebelumnya Gaje banget. Jadilah saya mencoba untuk membuat ini ulang. Semoga tidak kecewa dan terimakasih semangnya yang sudah pm saya untuk memperbaiki ff ini.
