.
.
.
.
.
"Sungmin-sshi, kau sudah merasa nyaman ,mulai mengantuk..."
"Baiklah, nyamankan dirimu tidurlah dengan nyaman. "
"Apa kau sedang bermimpi, apa yang kau mimpikan Sungmin-sshi?"
"...Minhyun-ah..."
"Apa yang ingat tentang Minhyun, puterimu?"
"Minhyun! Dia tidak bisa bernafas. KYUHYUN! eodiga, Sshhht gwanchana sayang eomma disini eh, Minhyun mau kemana sayang jangan pergi nak!Kyuh, eodiga ? Minhyun jangan pergi!"
"ne Ming aku disini , aku disini sayang di sampingmu!"
" Sungmin-sshi tenanglah!kemana Minhyun pergi?"
"Molla! Eomma membawanya pergi !eommma!kembalikan Minhyunku eomma kembalikan puteriku"
Sungmin histeris dengan mata terpejam tangannya memberontak mengais- ngais udara seperti ingin merebut sesuatu. Yesung mencoba menenangkan kembali. Kyuhyun menegrti dan langsung mengambil boneka kelinci Minhyun.
Sungmin mendekapnya erat, sangat erat sesekali ia mencium kening Minhyun-boneka kelinci dengan sayang. Kyuhyun hanya dapat mentap wajah terpejam istrinya itu dengan miris...
"Dimana Minhyun sekarang Sungmin-sshi?"
"digendonganku, jangan berisik ia sedang tidur. Aigoo kyeopta! dia diam saja!, eh, kenapa Minhyun diam saja, ia tidak bicara, ataupun bergerak, ia hanya menatap ku kosong!"
"sshhht gwanchana Min,gwanchana."
"Andwe! Bagaimana aku bisa bisa tenang jika puteriku tidak merespon ku!, pasti ada yang salah iah Minhyun apakah sakit nak? Jawab eomma!, KYUHYUN!, eodiga? Uri Minhyun sakit, dia tidak bergerak , diia dia tidak bernafas , KYUHYUN eodiga?, Minhyunie jantungnya berhenti berdetak, shireo!, andwe, MINHYUN! Jangan tinggalkan eomma! MINHYUN!"
"gwanchana Sungmin-sshi, gwanchana!"
"Khyhyun!"
.
.
.
.
Snow white
3
Written by hye jin park 2014©
Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.
Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|
Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment
Cast's: Kyumin
Genre : romance tragedy
Leght : chaptered
Rate : M
Happy Reading
.
.
.
.
.
-flash back-
'GAME OVER'
Kyuhyun melempar stick pspnya asal. Dihempaskannya tubuh jangkung i tu di sandaran sofa ruang tamu apartementnya. Lapar perutnya meminta diisi sekarang. Ia melirik jam dinding yang menggantung , sudah hampir jam makan malam pantas saja dia lapar. Manik stoicknya tertuju pada pintu kamar bercat putih.
"apa dia masih marah padaku? Tapi aku lapar aigo! Apa aku ketuk saja ya!, eh tapi kalo dia masih marah bagaimana? "
'kruyukkkk'
"tapi aku lapar!, ketuk sajalah"
Kyuhyun dengan was-was berdiri di depan pintu kamar Sungmin. Jari-jari tangannya mengembang dan mengepal berniat mengetuk lalu mengurungkan lagi niatnya itu. namun bunyi perutnya tidak bisa diajak kompromi. Ia hanya mau masakan Sungminnya sekarang. jika gadis itu masih marah toh ia dapat dengan mudah mendiamkannya lagi, tapi ini sudah tiga jam ia mengurung diri dikamar itu artinya dia benar-benar marah .
'glup!'
Kyuhyun menelan air liurnya dengan susah payah. Saat tiba-tiba pintu itu terbuka dan menampakkan Sungmin disana. Jujur ia ketakutan...
"ada apa?aku sedang tidak bertenaga untuk berdebat denganmu!"
"yah! Siapa yang mau berdebat aku, aku lapar cepat siapkan makanan!"
"arasseo ! " Meskipun harus menghela nafas panjang Sungmin melangkah kedapur untuk menyiapkan makan malam mereka. Karena sebenarnya Sungmin juga lapar.
Sungmin dan Kyuhyun mereka memutuskan untuk hidup bersama menuruti keinginan orang tua terutama ayah Sungmin. Dan ini sudah dua tahun mereka bersama. tidak ada penyesalan sama sekali bagi mereka toh, Sungmin masih bisa bersekolah dan melakukan apa yang remaja seusianya lakukan. Dan begitupun Kyuhyun. mereka tampak kompak menjalani peran masing-masing.
Dan Kyuhyun, ia tetap menjaga eksistensinya untuk menjahili Sungmin sampai sekarang. Ia menganggap Sungmin itu lucu jika sudah kesal dan itu membuat Kyuhyun ketagihan untuk selalu menggoda kelinci putihnya itu.
Menyembunyikan tugas-tugas sekolah Sungmin, menakuti gadis itu di dalam kamar mandi, mematikan lampu , dan masih banyak lagi kejahilan aneh seoarang Cho Kyuhyun untuk Cho Sungmin.
"makanannya sudah siap!" Pekik Sungmin dari arah dapur.
.
.
.
.
.
.
Ini hari sabtu dan Sungmin tidak libur ia harus mencari bahan karya ilmiahnya di perpustakaan. Sudah sejak tadi pagi ia meninggalkan Kyuhyun sendirian dirumah.
Hanya sebuah note merah muda yang tertempel di kulkas yang ia tinggalkan untuk Kyuhyun
Panaskan soupnya jika mau makan aku akan terlambat pulang
Ps, jangan menjemputku aku pulang bersama Eunhyuk,
_Sungmin_ ^^.
Kyuhyun hanya dapat mendengus sebal. Dengan mempoutkan bibir tebalnya yang sama sekali tidak ada imut-imutnya, ia duduk memandang jendela menunggu soupnya selesai dipanaskan di macrowave.
Jika sudah begini hanya psp malang lah yang menjadi pelampiasan kesalnya hari ini.
Hari sudah hampir gelap tapi Sungmin belum pulang. Kyuhyun yang masih fokus dengan level permainnanya tidak sadar jika akan cuaca yang mendung.
Sungmin menggigil ketakutan sendirian menunggu bus yang tidak kunjung datang. Kilatan kilat merah terlihat menyambar di langit yang kelabu. Sungmin terpekik, ia mengutuk dirinya sendiri kenapa tidak mau ikut pulang bersama Eunhyuk tadi. Hanya karena tidak mau mengganggu kemesraan Eunhyuk dan Donghae di mobil , ia menjadi keakutan begini.
Jika saja ponselnya tidak ketinggalan ia pasti sudah menghubungi Kyuhyun untuk menjemputnya.
'Jedderrrr'
"eommmma!"
Sungmin yang ketakutan berlari sekencang mungkin tanpa menghiraukan bus dari arah belakang yang sebentar lagi akan berhenti di halte tempatnya tadi . Sungmin begitu ketakutan sehingga ia hanya ingin cepat sampai sampai dirumah.
"eh, hujan!" desis Kyuhyun saat melihat hujan turun dengan deras dari kaca jendela.
"kemana gadis itu"
.
_Snow White_
.
Sungmin masuk ke dalam lift dengan baju basah kuyup. Rambut sebahunya sudah lepek bercampur keringatnya dan air hujan. Sepatunya juga sudah penuh terisi air. Untung saja tugasnya ia titipkan pada Eunhyuk kalau tidak pasti tugas-tugas itu sudah lenyap sekarang.
"hatchim"
Tetasan air dari rambut dan baju Sungmin menetes membasahi lantai gedung apartement mewah itu. dengan tangan bergetar ia menekan kode kunci rumah mereka.
"yah! Mati kau hahhhhhhhhhh!"
Pekikan kyuhyun yang mengumpat musuh- musuh di game nya menyambut Sungmin di depan pintu masuk.
"hatchim"
"eh, kau berani bersin padaku! oh, lihat saja kau berani melawan CHO Kyu... eh bersin kenapa bersin apa ini rusak?"
"SUNGMIN!"
Pekik Kyuhyun sadar saat menegok ke belakang dan mendapati Sungmin berdiri sambil terus bersin.
Ia langsung menuju kamar mandi mengambil handuk tebal dan memberikannya ke Sungmin. Melepaskan sepatu gadis itu dan jaket pink tipis yang sudah sangat basah.
"yah kenapa bisa kehujannan begini, kalian bermain hujan-hujanan?"
"ania, Eunhyk di jemput Donghae oppa!, hatchim aku takut mengganggu jadi aku pulang sendiri. Ponselku ketinggalan makanya aku tidak menelpon ke rumah. Saat aku menunggu bus kilatnya besar sekali jadinya aku berlari sampai ke rumah" Ucap Sungmin dalam satu tarikan nafas...
"arasseo!, mandilah kupanaskan soupnya dan minum obatmu kau mulai demam"
.
.
.
.
.
.
Sungmin bergerak gelisah dalam tidurnya, keringat dingin membanjiri sekitar pelipis dan dahi mulus gadis itu. Demamnya memang sudan berangsur turun namun tampkanya gadis itu asih betah menggigil.
Bahkan persediaan selimut di lemari sudah terpakai semua untuk menyelimuti Sungmin tapi gadis itu masih saja kedinginan. Kyuhyun yang panik teringat akan sebuha cara lama untuk mengusir dingin.
Entahlah tanpa mempertibangkan efeknya pada tubuh mereka nantinya. Dengan lembut Kyuhyun melepaskan helai demi helai piyama Sungmin yang sudah basah akan keringat. Dimulai dari kancing pink gadis itu. Gundukkan putih nan kenyal menyambut mata Kyuhyun seketika. Sungmin memang terbiasa idur tanpa bra jadi wajar saja jika pemandangan itu yang Kyuhyun lihat pertama kaii.
Menepis itu semua Kyuhyun kembali melanjutkan pekerjaannya menurunkan celana panjang ungmin dan kembali ia disuguhi oleh kemolekan tubuh istrinya itu.
Kyuhyun menelan ludah gugup tidak menepis jika ia tengah menegang sekarang namun ia sadar jika ini belum waktunya untuk mereka. Sungmin bersandar dengan nyaman di dada telanjang Kyuhyun. ia tidak lagi menggigil seperti tadi.
Sungmin semakin mengeratkan pelukannya pada Kyuhyun dangat erat hingga milik mereka tidak sengaja bergesekan. Tidak tahukah Sungmin jika Kyuhyun sudah menhannya sejak tadi tapi sayangnya gadis itu masih dalam pengaruh obat penurun demamnya untuk beberapa jam ke depan.
Kini Kyuhyun yang menggigil menahan hasratnya. Keringatnya mengucur deras saat bibir plum gadis itu tidak sengaja mengenai lehernya. Mengeratkan pelukan hingga pinggul bagian bawah mereka bertemu dan...
"ouh"
Kyuhyun melenguh ia terjerat akan hasratnya sendiri ia sudah tidak tahan lagi di angkatnya dagu gadis itu lalu kecupnya bibir plum Sungmin .Lama kelamaan ciuman itu semakin menuntut. Lidahnya yang basah dan licin begitu lihai menjelajahi rongga mulut Sungmin yang baru pertama ia jelajahi. Kecupan yang sejak tadi terus berkecipak itu kini beralih ke samping leher Sungmin. Sungmin melenguh merasakan tanda yang Kyuhyun buat pertama kali untuknya. Entah gadis itu sadar atau sudah sama –sama terangsang... mereka melakukannya malam ini .
.
_Snow white_
.
Kyuhyun mendesah tertahan miliknya sudah semakin menegang dan mengeras. Ditariknya kembali bibir Sungmin yang sudah basah akan saliva mereka sementara pinggulnya merapat ke pinggul Sungmin. Menyatukan tubuh mereka untuk yang pertama kali.
"kkyuhyun –ah, appo" Sungmin merintih dan menjambak rambut ikal Kyuhyun namun tampaknya Kyuhyun yang sedang berusaha itu tidak mendengar rintihan Sungmin hingga,
"ahhh" desah mereka bersama . Kyuhyun masuk sepenuhnya . Kyuhyun mendiamkannya sebentar membuat Sungmin nyaman. Dibisikannya kata –kata menenagkan untuk Sungmin. Ia hanya bisa pasrah sekarang dan menuruti permainan Kyuhyun selanjutnya.
Kyuhyun mulai memompa pelan tubuhnya Sungmin sedikit terhenyak mereka menggeram tertahan. Semakin lama semakin cepat dan cepat... ranjang King size mereka mulai berderit
Sungmin kembali melenguh menyembunyikan kepalanya di dada hangat Kyuhyun . Peluh Kyuhyun mulai bergulir, terkadang giginya bergemeretak menahan nikmat yang menjalari tubuhnya. Diraihnya sebelah betis Sungmin kemudian ia lingkarkan di pinggangnya. Gerakannya mulai tak terkendali, kadang cepat kemudian lambat dan menghentak. Ditanamkannya semakin dalam pangkal tubuhnya hingga akhirnya sebuah sengatan hebat mendera dirinya, membuatnya mendesah dan mengerang.
"Kyuhyun! "
"Ming!"
Deru nafas yang saling menyahut saat benih Kyuhyun dengan kencang membasahi rahim Sungmin, mereka terkulai lemas. Merasakan sisa-sisa kenikmatan yang baru saja mendera mereka.
Sungmin terpekur mata rubahnya seakan membeo mengurut tentang peristiwa yang baru saja ia alami. Sementara kyuhyu masih mengusap jutaan peluh di dahi mulus gadis itu.
"Kyu, yang tadi itu apa?"
Tanya Sungmin dengan polosnya.
.
.
.
.
.
"CHO KYUHYUN PABO!"
Sungmin mengerinyit di pelukan Heechul. Ini sudah dua minggu sejak malam itu Kyuhyun yang sempat gelapan di berondong oleh pertanyaaan Sungmin kembali dirundung duka dan kebingungan pasalnya gadis itu kini tengah marah lagi padanya.
Mereka baru pulang dari dokter dan Sungmin dinyatakan positif hamil . Terkejut, sangat terkejut namun tdka untuk Cho Heechul ia malah bersorak girang begitu mendengar berita itu. tentu saja ini kabar bahagia dan pasangan ini tidak menampikh al itu namun Sungmin masih kesal dengan Kyuhyun. ia bingung harus bagaimana sekarang. Bukan ia tidak menerima kehamilannya tapi bingung harus berbuat apa sekarang.
"CHO KYUHYUN PABO!" ulang Sungmin lagi masih dalam dekapan lembut Heechul.
"ya sayang, KYUHYUN iti memang pabo! sudah ne, kita istirahat dikamar tidak baik untuk kau dan baby berlama-lama melihat bocah setan itu kkaja"
"ya! Eommaaa! Aku puteramu dan Sungmin serta baby anak dan istriku!jinnja!" sungut Kyuhyun.
"eomma, bagaimana dengan sekolahku? Dan appa jangan beritahu dia dulu tentang ini, aku takut jika dia akan memarahiku eomma." Cicit Sungmin mengadu pada Heechul.
"tenanglah, appamu akan mengurus semuanya kau jangan khawatir ne. Tentang appamu kami sudah memberitahunya dann tampaknya Kangin sangat senag dengan kabar ini dia tidak akan memarahimu tenaglah chagi..."
"jeongmal?"
"jeongmallo!, gwanchana Sungmin harus menjaga baby dengan baik ne, janngan buat dirimu tertekan jika bocah setan itu menjahilimu lagi bilang pada eomma hm.."
"eomma, dia suamiku bagiamana kalau baby dengar perkataan eomma barusan..."
"ara!kalian sama saja. Aigo aku akan menjadi nenek sebentar lagi ! gomawo Sungmin-ah" pekik Hee Chul melonjak senang memeluk erat menantunya itu.
Kyuhyun tersenyum sendiri di balik pintu kamar mereka. Ada perasaan hangat yang menggertarkan hatinya saat itu. ia bahagia sungguh bahagia tidak ada rasa penyesalan baginya dan Sungmin hanya tinggal menjalani dan menjaga garis takdir yang sudah Tuhan berikan pada mereka.
.
_Snow White
.
Hari-hari berat itu dilewati mereka dengan ringan. Tidak ada keluhan atau amukan yang berarti. Semuanya mereka jalani dengan bahagia. Mulai dari Sungmin yang selalu mengalami morning sickness, mengidam hingga marah marah tidak jelas pada Kyuhyun terlewati begitu cepat hingga kandungan Sungmin yang ke delapan bulan.
Kyuhyun memasangkan sabuk pengaman pada Sungmin, terdengar bunyi klik dan Kyuhyun tersenyum. Hari ini mereka berencana untuk memeriksakan kandungan Sungmin. Pasalnya sejak semalam gadis itu merasa kurang enak badan. Maka dari itu hari ini mereka pergi ke rumah sakit.
"Omma akan menyusul kita nanti setelah menjemput Minho dari sekolahnya" ucap Kyuhyun menstrater mobilnya. Sungmin mengangguk , "eh, kapan ommanya Minho pulang?"
"Molla, kau tahu sendiri eonniku itu Min, paling-paling ia akan pulang saat natal nanti atau tahun baru. Aishh.. mereka itu berbuat sesuka hati. Kadang juga aku kasihan dengan Minho yang jarang bertemu dengan orang tuanya."
Gerutu Kyuhyun sembari mengelus perut bunci Sungmin pelan. Sungmin mengangguk mendengarkan ucapan Kyuhyun. "Kyu, jika nanti aegya lahir kau mau memberinya nama apa?" tanya Sungmin tiba-tiba.
Terlihat Kyuhyun tengah menyatukan alisnya dalam pose berfikir, sementara tangan kirinya masih mengelus perut buncit Sungmin dan tangan tangannya tengah mengemudikan mobil.
"apa ya?dia perempuan kan…molla nanti sajalah toh ya masih satu bulan lagi" jawabnya.
Sungmin mendengus lalu menyingkarkan tangan Kyuhyun dari perutnya. "aishh, kau ini bagaimana bisa tidak tahu mau menamainya apa Kyu!" sungut Sungmin.
Kyuhyun kemudian menaruh lagi tangannya di perut Sungmin, "ya, habis aku bingung Min. nanti sajalah tunggu sampai lahir nde"
Kyuhyun pun menggaruk tengkukunya yang tidak gatal saat Sungmin kembali menatapnya jengah, mungkin mood swingnya kumat, batin Kyuhyun.
'drt,drt,drt'
Ponsel Kyuhyun berdering saat Kyuhyun akan mobil di depannya berhenti mendadak, untung saja Kyuhyun sigap mengerem sehingga tidak terjadi apa-apa. Ponselnya jatuh, dan kembali berdering.
Sungmin yang susauh untuk membungkuk untuk mengambil ponsel itu terlihat kepayahan, dan akhirnya Kyuhyun yang mengambil alih untuk itu. sedikit ia membungkukkan tubuhnya dalam keadaan menyetir.
Naas, tanpa mereka sadari terdapat mobil pick up yang melaju kencang tidak terkendali dari arah kiri. Dalam hitungan detik, mobil mereka terguling, bagai adegan slow motion. Waktu berlanjut dan menit terbuang, suara sirine polisi dan ambulance datang ke tempat kejadian.
Sungmin digotong ke ambulance dengan luka parah di kepala dan darah segar yang mengalir dari selangkangannya. Sedangkan Kyuhyun, entah mendapat mukjijat dari mana, ia masih dapat berdiri tanpa luka yang berarti, hanya lecet dan memar lebam . Pria berdiri mematung, memekik saat melihat tubuh Sungmin….
Bayi prematur itu diberi nama Cho Minhyun. Dia sangat persis dengan Kyuhyun bahkan tatapannya pun sama. Tubuh mungilnya menggeliat rapuh dalam incubator. Selang sehari setelah kejadian itu, dan Sungmin telah sadar. Bersyukur jika tidak ada hal yang terlalu serius pada dirinya.
Tapi puterinya, untuk bernafas saja sangat sulit. Tubuh kecil itu menggeliat tidak nyaman, karena selang-selang yang menancap di tubuhnya. Sendirian ia dalam ruang NICU. Heechul dan Sungmin yang masih duduk di kursi roda, hanya dapat melihatnya dari batas kaca, dan menangis sedih.
Kyuhyun, sepertinya ia masih shock dengan apa yang terjadi. Ia hanya duduk diam dan tidak mau bicara ataupun bergerak sejak kemarin. Sungguh ia meruntuki kebodohannya sekarang, jika saja ia lebih wapada waktu itu, dan jika saja.
Tiba-tiba…
Bayi itu menangis, Minhyun menangis ...
Dokter dan perawat datang memberi tanggapan selama beberapa menit namun sayang puterinya telah pergi.
Tidak terima dengan hal tersebut ,Sungmin dengan cepat mengambil Minhyun dari mereka, mendekap puterinya dengan sayang mencium kening dan pipinya yang masih merah dan rapuh.
"Mianhe kami tidak bisa membantu banyak Sungmin terlambat di bawa ke mari hingga bayinya meminum terlalu banyak air ketuban dan ada sedikit benturan dari ibunya dan berakibat fatal pada bayinya. Kami sudah berusaha Tuhan yang menentukan." Sesal mereka.
_ flash back end_
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
Terimaksih sudah membaca^^.Yang berminat silahkan review^^
Sign
Hye jin park.
.
