.

.

.

.

.

Snow white

4

Written by hye jin park 2014©

Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.

Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|

Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment

Cast's: Kyumin

Genre : romance tragedy

Leght : chaptered

Rate : M

Happy Reading

Kyuhyun, mata pria itu tidak pernah lepas dari Sungmin yang sedang tertidur. Bibir gadis itu mengantup rapat seirama dengan foxy eyesnya yang dulu berwarna dan kini suram. Hidungnya yang tinggi dan wajahnya yang kini pucat.

Dipijitnya kaki jenjang Sungmin dengan frekuensi lembut takut jika gadisnya itu kelelahan. Sesekali juga Kyuhyun memeriksa keningnya takut kalau-kalau dia demam.

Tidak ada kata darinya. Kyuhyun hanya merasakan keheningan bukan ini bukan keheningan tapi kemirisan namun terasa sangat tenang malam ini tanpa celotehan atau teriakan Sungmin .

Sungmin melenguh berganti posisi tidur. Ia tampak seperti bayi saat tidur jika saja Minhyun masih bersama mereka barangkali Kyuhyun sulit membedakan yang mana bayi dan yang mana ibu. Sungmin tidak ubahnya seperti bayi sekarang ,tunggu! bukankah dari dulu Sungmin sudah menjadi bayi besar seorang Cho Kyuhyun. Pemuda berwajah stoick itu tersenyum kala mengingatnya...

Kyuhyun bergerak naik ke atas ranjang king size mereka mensejajarkan posisi ternyaman untuknya dan Sungmin memeluk gadis itu dengan penuh sayang.

Ia menggenggam tangan lemas itu lalu menciumnya cukup lama entah kenapa Sungmin tersenyum dalam mata terpejamnya. Kyuhyun pun terkikik geli di buatnya.

Mata gadis itu masih terlihat bengkak, jejak-jejak air mata masih terasa asin di pipinya bahkan hidungnya pun masih memerah atau kini warnanya mendekati pink pucat(?) molla.

Selalu seperti ini setiap selesai terapi. Sungmin akan menangis hebat atau histeris dan berujung pada tidur dengan mata yang masih sembab dan bengkak.

Ini sudah hampir empat tahun namun belum ada hasil yang significant dalam perkembangannya.

Ini sudah masalah jiwa, alam bawah sadar dan fikiran yang terganggu bukan soal sakit semestinya. Obatnya hanya satu yaitu diri sendiri namun mungkin Sungmin belum mau melepaskan Minhyunnya begitu saja ia masih butuh proses dan itu berlanjut sampai sekarang.

Sungmin baru saja dua puluh satu tahun seharusnya di usia seperti ini ia melewatinya dengan ceria sesuai dengan gadis seusianya ah maaf seharusnya kita tidak menyebut ia gadis lagi bagimana kalau kita ganti dengan wanita muda aku rasa itu lebih cocok, oke kembali ke Sungmin.

Dua puluh satu tahun dimana wanita muda seusianya sedang asyik-asyiknya dengan tugas kuliah, salon,jalan-jalan atau bahkan berkencan di club dengan pria seusia mereka, menikmati indahnya rajutan asmara dalam roman picisan. Namun tidak untuk Sungmin diusianya sekarang ia bahkan telah di tinggal pergi anaknya, mengalami gangguan psikologis akibat trauma dan tekanan batin ,menjadi seorang istri sejak usianya belia enam belas tahun.

Jangan simpatik pada Sungmin, Kyuhyun juga demikian kok. Menjadi seorang suami di usia sembilan belas tahun, meninggalkan impian masa mudanya dimana usia saat itu adalah golden age bagi Kyuhyun , Ia diberi tanggung jawab yang besar, merawat Sungmin dengan penuh kasih dan kesabaran. Siapa sangka diusianya yang menginjak dua puluh satu tahun ia harus menerima pil pahit saat tingginya masih terus tumbuh puterinya justru harus berhenti tumbuh...

Minhyun, ia kehilangan dia bayi kecil nan rapuh itu memilih untuk pergi sebelum melihat wajah tampan sang ayah. Jika Kyuhyun dapat bersikap dewasa saat itu dan menemui nya mungkin Minhyun akan berfikir dua kali untuk tidak pergi dan memilih tinggal untuk terus tumbuh.

Empat tahun sudah berlalu kini ia pemuda dengan fikiran matang dan Kyuhyun dua puluh lima tahun seorang pewaris tunggal yang lebih memilih menghandle pekerjaanya di rumah demi sang istri. Itu faktanya , Kyuhyun beralih fungsi ganda sebagai bapak rumah tangga sejak empat tahun yang lalu.

"empat tahun ya! Apa Minhyun senang disana nak, kau punya banyak teman ? ah, appa baru sadar tidak pernah membelikan mainan untukmu. Besok saat hari peringatan Minhyun ya," monolog Kyuhyun saat melihat boneka kelinci Minhyun yang masih di dekap erat oleh Sungmin. Batinnya teriris mendapati puterinya tidak lagi disini.

.

.

.

.

.

.

"SUNGMIN!"

Kyuhyun terlonjak dalam tidurnya keringat dan nafas tersengal yang pertama menderanya begitu ia terlonjak tadi. Ia menengok ke samping dan kosong, Sungmin tidak ada. Ia pun berlari mencari dan memanggil –manggil Sungmin . Namun bukan sosok Sungminlah yang terlihat olehnya, tapi ibunya Cho Heechul yang sedang menahan tangis.

"omma" panggil Kyuhyun parau. Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat Sungmin disana.

Perih, sakit, miris, marah, dan bersalah pada dirinya sendiri. Sungguh ia tidak sanggup ketika harus menyaksikan pemandangan ini lagi. Pemandangan pada saat kondisi Sungmin yang drop.

Jika sudah kambuh ia akan bersikap seolah –olah boneka kelinci itu adalah Minhyun. Seperti sekarang.

Sungmin terlihat sedang menimang-nimang boneka itu di gendongannya. Melantunkan lagi lullaby dan mengusap punggung boneka itu. dan yang lebih parahnya lagi, seakan ia tidak mengenali orang-orang yang berada disampingnya.

Heechul tidak kuat, tangisnya pecah saat melihat gerakan halus Sungmin membelas kepala boneka kelinci itu.

"ottokhae,otthokahe,hiks,hiks… apa yang harus aku katakan pada appa Sungmin nanti Kyuhyun-a. ottokhae,kenapa kenapa jadi seperti ini…" Heechul yang biasanya tegar kini melemah. Air mta kesedihannya yang ia bendung selama empat tahun ini sudah tidak bisa lagi tertampung.

Melihat Sungmin seperti itu sungguh membuat hatinya remuk redam.

Pagi tadi Heechul datang bermaksud untuk mengantarkan kimchi ke apartement mereka. Dan adegan pertama yang dilihatnya adalah Sungmin yang bersikap seperti orang gila.

Gadis itu bercengkrama dengan boneka kelinci yang dianggapnya Minhyun-puterinya. Ia bahkan sempat akan menyusui Minhyun namun Sungmin urungkan ketika melihat siluet tubuh Heechul dari daun pintu.

Gadis itu hanya diam menatapnya. Tidak ada sambutan manis seperti biasanya. Sungmin diam seraya memeluk 'Minhyun' erat.

Sampai Kyuhyun datang dan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan ibunya.

.

.

.

.

.

.

Sungmin kembali histeris,saat Kyuhyuun berusaha melepaskan boneka kelinci itu darinya.

"CHO SUNGMIN SADARLAH DIA BUKAN URI MINHYUN!" pekik Kyuhyun yang sudah sangat kalut. Tanpa sadar ia menatap tajam istrinya itu dan mengguncangkan bahunya.

Jeda sesaat

Hingga pegangan Kyuhyun di bahunya melemah. Gadis itu masih diam menatap kosong ke lantai.

Heechul diam tidak bergeming menyaksikan itu semua. ia hanya menangis pilu sembari memuku-mukul dadanya sendiri.

Sadar jika ia larut dalam emosi. Kyuhyun mengusap wajahnya kasar lalu merunduk menatap sendu gadis itu, dan meminta maaf.

Namun yang ia dapat dari reaksi Sungmin hanyalah sebuah tatapan kosong. Sungmin hanya diam seribu bahasa.

.

_Snow white_

.

"apa sebaiknya tidak kita bawa saja ke rumah sakit Kyu. Kondisi Sungmin sudah tidak bisa kita tangani olehmu sendiri Kyu" jelas Yesung pelan-pelan.

"andwe hyung!tidak akan pernah." Tolak Kyuhyun .

Kemudian Hanggeng datang menengahi dan berusaha bersikap bijak namun lagi-lagi usul mereka itu ditolak mentah –mentah olehnya.

Kyuhyun terlonjak, ia berkacak pinggang, sembari menahan emosi. Susah payah ia bertahan selama ini. Ia menghembuskan nafasnya kasar.

"Sungminku tidak gila, ia tidak gila. Dan lagi pula ia itu istriku. Tidak ada seorang pun yang berhak mengatur mau dibawa kemana istriku. Hyung, jika sudah tidak mau menangani Sungmin lagi, ya sudah aku masih kok cari dokter lain. Appa , omma mengapa kalian bersikap begini, bukankah dulu kalian yang dengan sengaja menikahkan kami, tapi sekarang! Kenapa mau memisahkanku dengan Sungmin. Jeongmal, michin aniya!. Pulanglah ini sudah malam, aku dan istriku mau beristirahat"

Putus Kyuhyun secara sepihak meninggalkan ketiga orang disana dengan raut cemas, dan rasa bersalah juga.

Sungmin tersenyum saat melihat Kyuhyun masuk ke kamar mereka. Sebisa mungkin pria penyuka star craft itu membalas senyuman Sungmn semanis mungkin. Ia menghampiri Sungmin yang tidur menyamping dengan 'minhyun' yang masih ia peluk.

"uri Minhyun tidur?" tanya Kyuhyun lembut.

Sungguh ia tidak kuat untuk menagis lagi saat bertanya hal itu, tapi mau bagaimana lagi Cuma cara ini yang ampuh untuk membuat Sungmin kembali tenang. Berpura-pura menganggap jika boneka kelinci yang sedang di peluk istrinya itu adalah seoarang bayi.

"eung" angguk Sungmin.

Gadis itu kembali melanjutkan delusinya lagi. Sedangkan Kyuhyun ia hanya diam memeluk pinggang ramping Sungmin dan menyandarkan kepalanya pada bahu Sungmin.

"aku akan selalu mencintaimu Min, sebanyak apapun dan selama apapun itu. Kau tenang saja pasti akan ada cara untukmu agar bisa kembali menjadi Sungminku yang dulu. Aku berjanji padamu tidak akan menyerah sampai batasku sekalipun. Jangan takut Min, aku disini ,aku aka nada disini tidak aka nada yang bisa membawamu untuk pergi ketempat mengerikan itu. Aku akan menjadi obat untukmu. Minimi saranghae." monolog Kyuhyun berharap penuh yakin akan hal itu.

.

.

.

.

.

.

Tbc

.

.

.

.

.

.

Yang berminat silahkan review^^ dan Terimakasih sudah membaca^^

Sign

Hye jin park

.