.

.

.

.

Snow white

Written by hye jin park 2014©

Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.

Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|

Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment

Cast's: Kyumin

Genre : romance tragedy

Leght : chaptered

Rate : M

Happy Reading

.

.

.

.

.

.

Deras hujan yang turun siang itu tidak menyulutkan niat para pelayat untuk datang guna memberi penghormatan terakhir di sana.

Subuh tadi tepatnya pukul empat pagi waktu Amerika, Lee Kangin-ayah dari Sungmin dinyatakan meninggal dunia akibat kanker lambung yang sudah tujuh tahun terakhir ini di deritanya. Mungkin memang sudh jalannya seperti ini, ia akan segera menyusul istri tercintanya, Leeteuk.

Cho Hanggeng, pria keturunan China itu tampak menunduk menahan sedih atas kepergian besan sekaligus sahabatnya itu. Sedangkan Heechul, wanita cantik itu tampak setia mendampingi sang suami sembari sesekali mengusap bahunya guna memberi ketenangan.

Tampak beberapa pelayat yang datang dan ikut bergabung demi memberi penghormatan pada photo mendiang Kangin yang terpajang apik disana.

"tuan,semua telah siap" usik seorang berjas hitam, asisten Hanggeng. Ia membungkuk setelah mengabarkan jika persiapan pemakaman telah siap.

Mereka bangkit, Heechul tampak memegangi lengan suaminya itu.

"yeobo, Sungmin bagaimana keadaannya?" tanya Hanggeng yang cemas, pasalnya menantunya itu tengah tidak sadarkan diri akibat emosinya yang tidak stabil. Apalagi mengingat kondisi psikologis Sungmin, tentu hal tersebut membuat mereka cemas berkali lipat.

"Kyuhyun masih bersamanya ,jangan cemas uri Sungmin pasti akan baik-baik saja" jawab Heechul menenangkan.

Deretan payung-payung hitam tampak berbaris melingkar, jejeran karangan bunga ungkapan duka citapun terlihat rapih melingkar, mengelilingi peti jenazah. Langitnya mendung, suasana khidmat terasa saat seorang pendeta melantunkan doa yang kemudian diiringi oleh lagu pujian.

Tangis dari Hanggeng pecah saat peti itu diturunkan dan tertimbun kokoh. Sungguh ia merassa gagal karena merasa gagal untuk menjaga Sungmin sesuai dengan apa yang Kangin amanatkan padanya.

"apa yang harus aku lakukan Chulie-a… aku teman yang buruk, tidak bisa memenuhi permintaanya untuk menjaga Sungmin" lirihnya lagi.

Heechul hanya diam saja , bingung ingin menjawab apa. Sungguh ia juga merasakan hal yang sama. Tidak tahu apa yang akan ia katakan ,Heechulpun lebih memilih diam saja sembari terus mengusap lengan Hanggeng yang memang bersandar padanya.

Rintik gerimis membasahi tanah yang masih baru itu. Para pelayat juga sudah kembali ke mobil mereka. hanya tersisa Sungmin dan Kyuhyun yang masih berdiam diri di audi hitam itu.

Memang sejak tadi mereka tidak ikut keluar melihat jalannya proses pemakaman , mengingat kondisi emosi Sungmin yang belum stabil. Sungmin yang sudah sadar dari pingsannya hanya diam menatap dari kaca jendela mobil deretan pelayat yang beranjak pulang dari sana.

Wajahnya pucat dan sembab, kepalanya terasa pusing sehingga Kyuhyun bersikeras menyuruhnya untuk tetap tinggal didalam mobil, mengingat juga hari sedang hujan , Kyuhyun tidak mau jika istrinya kembali jatuh sakit.

"Kyuhyun-a" panggil Sungmin lirih, yang dipanggil menyahut lembut ,sembari menyelipkan anak rambut Sungmin ke belakang telinganya, " omma,appa,dan Minhyun pergi dihari yang sama. Apakah itu artinya aku juga demikian?"celetukkan Sungmin barusan membuat Kyuhyun terlonjak kaget. Ia menatap takut Sungmin, memegang kedua bahunya," jangan berkata begitu. Tidak boleh berkata begitu lagi, aku tidak suka" ucapnya gemetar.

Sungmin hanya diam menatapnya kosong, melihat Kyuhyun yang seperti itu entah kenapa membuat hatinya terasa pedih.

Kondisi Sungmin memang seperti itu. Disaat pikirannya terjaga dengan baik, ia akan bersikap normal dan sadar tentang hal yang terjadi padanya, termasuk kematian Minhyun-puterinya,ia dapat mengingatnya. Bahkan hal-hal yang lain juga. Tetapi disaat tertentu,jika kondisi emosionalnya sedang buruk, ia akan kambuh lagi.

"Appa" lirih Sungmin tidak sadar, "Kyu, aku ingin ikut appa" lanjutnya lagi.

"Andwe tidak boleh, kau harus tetap disini Min. Kau tidak boleh berkata begitu. Lihat aku , aku disini Kyuhyun disini jadi jangan pernah berkata itu lagi" Kyuhyun takut, mencengkram erat bahu Sungmin secara tak sadar. Merengkuhnya ke dalam pelukan posesif.

"jebal jangan katakan hal itu lagi, jebal" pintanya meratap.

.

_Snow White_

.

Ketiga orang itu tengah duduk mematung di ruang keluarga kediaman Cho. Asap teh yang tadinya mengepul kini sudah tidak lagi menandakan jika tehnya sudah dingin.

"aku tetap tidak setuju appa, aku tidak mau" memecah keheningan, Kyuhyun bangkit ia menatap lurus dan tajam mata ayahnya.

"ini demi kebaikan Sungmin ,Kyu" sela Heechul kemudian.

Kyuhyun memincing dan berdecih, ia dibuat sudah sangat kesal untuk yang kesekian kalinya. Sudah beribu kali ia menolak tegas usul orangtuanya untuk membawa Sungmin ke rumah sakit. Tidak , pria bermanik obsisian ini tentu saja menolak mentah-mentah usul itu. Yang benar saja, rehabilitasi? Memangnya istrinya gila apa, ia sudah berjanji untuk sehidup semati serta mendampingi Sungmin dalam keadaan apapun. Seperti janji pernikahan mereka dahulu.

"demi Tuhan Cho Kyuhyun! Appa mohon kita tidak bisa membiarkan Sungmin begitu terus. Kau ingin melihatnya kembali sehat kan. Appa mohon, sungguh Kyu. "

"Kyuhyun-a dengarkan apa kata appamu nak. Kau ingin Sungmin kembali sehat seperti dulu kan?" bujuk Heechul lagi.

Namun Kyuhyun tetap bersikuku tegas menolak semua permintaan orang tuanya. Kyuhyun bahkan mengusir mereka dari apartementnya.

"biarkan Sungmin bersamaku. Aku suaminya aku yang akan mengurusnya" ucapnya dengan suara parau. Heechul tahu jika puteranya itu tengah menahan tangis. Ia juga paham betul jika Sungmin bukanlah satu-satunya yang menderita dan kehilangan, tapi juga puteranya.

Tapi dibalik itu semua Heechul masih ada satu hal yang ia syukuri. Kyuhyunnya kini sudah menjadi pria dewasa yang bertanggung jawab. Benar, Heechul sangat bangga dengan hal itu.

Mereka pun pamit, setelah sebelumnya Kyuhyun mendapatkan pelukan hangat pemberi semangat dari orang tuanya. Sambil mengacak pelan surai Kyuhyun, Hanggeng berpesan agar menjaga menantunya dengan baik, terlebih yang Sungmin punya sekarang hanya mereka.

"pasti appa" mantap Kyuhyun.

Selepas orangtuanya pergi, Kyuhyun menuju dapur untuk membuatkan Sungmin coklat hangat. Agar gadis itu nyenyak tidurnya.

"Kyu…" panggil Sungmin tiba-tiba, Kyuhyun menengok dan mendapati Sungmin yang melipat tangannya ke depan dada. Bibirnya mengerucut imut, menambah kadar kemanisan gadis itu berkali lipat. Selesai, ia mengaduk coklatnya lalu menghampiri istrinya itu.

Membelai sayang wajah yang masih sembab dan pucat itu, Kyuhyun pun memangkunya. "Coklat hangat?" tawar Kyuhyun, istrinya mengangguk. langsung saja ia meneguk sedikit demi sedikit coklat hangat yang sebelumnya telah Kyuhyun tiupkan untuknya.

Terlihat mereka begitu menikmati kebersamaan mereka malam ini. Kyuhyun tahu jika di alam bawah sadar istrinya sekarang ia sangat merasa sedih. Maka dari itu ia tengah berusaha sebisa mungkin untuk membuat mood Sungmin baik.

"Ming, (Kyuhyun menghirup sensasi harum shampoo yang menguar di surai lembut Sungmin)" gadis itu berdehem tanda menjawab, mungkin karena ia terlalu sibuk dengan coklatnya.

Tangan Kyuhyun mulai nakal, merasuk naik ke dalam piyama Sungmin. Meraba apa saja yang ditemukannya. Sungmin yang merasa terganggu akhirnya dengan cepat menghabiskan coklat hangatnya. Sampai-sampai masih ada sisa noda coklat pada piltrumnya.

Ia mengerjap menengok ke belakang, berpapasan dengan manik obsidian suaminya itu.

Senyum mesum pria itu pun terkembang, tiba-tiba saja ad aide jahil terlintas di kepalanya," Aigoo, uri Sungmin kenapa blepotan begini minumnya?" dan 'cup' sebuah ciuman mendarat di bibir indahnya. Bukan hanya ciuman biasa tapi ciuman 'pembersihan' yang menuntut.

Cukup lama Sungmin mendongak dalam posisi itu, hingga lehernya pegal. Mengerti akan hal tersebut, Kyuhyunpun membalik posisi Sungmin. Mereka saling berhadapan. Lalu dengan gendongan koalanya Kyuhyun membawa Sungmin ke kamar mereka, tentu saja masih melanjutkan adegan yang tertunda tadi.

"Ming, ayo bermain game keluar dan masuk" desah Kyuhyun di telinga Sungmin.

Sungmin melenguh untuk yang kesekian kalinya. Rambutnya sudah sangat lembab akibat keringat yang terus keluar saat Kyuhyun memompa miliknya keluar masuk.

Biku-biku jari Sungmin memutih akibat terus meremas bed cover yang telah tidak berbentuk itu. Kyuhyun menggeram kembali untuk yang sekian kalinya.

Dengan nakal tangannya menangkup payudara sintal istrinya itu, memberikannya sebuah pijatan lembut yang membuatnya senang.

"Kyuhyun…." Pekiknya saat ia sampai,

Kyuhyun semakin cepat, namun ia masih bisa sadar tidak mau menyakiti Sungminnya, susah payah ia menjawab erangan itu, "tunggu, sebnetar lagi bersama nde" pintanya dengan gerakan yang konstan.

Tubuh Kyuhyun ambruk disamping Sungmin, sungguh ia merasa sangat senang sekarang. Tidak lupa ia mengecup kening berkeringat Sungmin. Menggumamkan kata cinta dan terimakasih. Menatap teduh wajah yang pulas akibat olah raga malam yang baru saja mereka lakukan.

Sudah pukul satu dini hari. Mereka tidak sadar jika sudah empat jam sudah mereka 'berolahraga'. Kyuhyun bangun mengambil celananya yang tercecer. Masuk ke kamar mandi dan membawa sebaskom air hangat dan handuk kecil. Dibaringkannya tubuh Sungmin ke posisi yang benar.

Kyuhyun pun membersihkan tubuh pliket Sungmin dengan gerakan sangat lembut, takut jika gadis itu akan bangun. Terlihat sekali jika Kyuhyun sangat berhati-hati saat mengelap tubuh istrinya itu.

Sambil tersenyum iapun mendendangkan lagu membuat tidur Sungmin semakin damai.

Selalu seperti ini, sehabis mereka bercinta Kyuhyun selalu memperlakukan Sungminnya dengan lembut.

Tinggal mengikat talinya, dan Kyuhyun selesai memakaikan gaun tidur ke tubuhnya. Ia tersenyum merasa puas melihat kondisi Sungmin yang sekarang sudah bersih . Ia taruh dulu baskom dan handuk kecil itu ke kamar mandi. Mencuci wajah dan mengganti bajunya. Baru setelah itu, ia pergi menyusul Sungminnya ke alam mimpi.

.

.

.

.

.

.

.

Tbc

.

.

.

.

.

.

.

Yang berminat silahkan REVIEW^^ dan terimakasih sudah membaca^^.

Mian for typo

.

Sign

.hyejinpark.

.