.
.
.
Dua bulan sudah dan tidak terasa hari-hari dilalui oleh mereka dengan baik tanpa ada hal berat yang berarti kalau pun ada itu hanya bagaikan secuil kapas bagi Cho Kyuhyun.
Seperti hari ini, ia tengah bersiap untuk berangkat ke kantor. Sebenarnya sih pria itu malas untuk pergi kantor dan lebih memilih untuk bergelung dalam pelukan Sungmin. Tentulah itu menjadi hal yang menyenangkan. Tapi mau bagaimana lagi, mengingat urusannya sedang tidak bisa diwakili.
"Nanti omma akan datang kemari, jangan pergi tanpa ditemani oke" Sungmin mengangguk ,membetulkan ikatan dasi Kyuhyun yang sedikit miring. Kyuhyun senang melihat kelinci manisnya itu patuh.
Mengusap kepalanya lalu mengecup dahinya sekilas, "aku pergi ,jangan nakal arasseo" pintanya lagi.
"arasseo" Sungmin melambaikan tangannya bersandar di daun pintu, menunggui Kyuhyun hingga pintu lift tertutup.
.
.
.
Snow white
Written by hyejinpark 2014©
Disclaimers : the stories and characthers are originally from my mind but the casts in the fanfiction belong to God, their family, and themselves.
Warning : Gs|OOC|KyuMin|Typo|family_tragedy-hurt|Gaje|Bad dict| Don't like don't read|
Don't bash if you dont like this fanfiction, but you can leave a review or comment
Cast's: Kyumin
Genre : romance tragedy
Leght : chaptered
Rate : M
Happy Reading
.
.
.
Sungmin mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru ruangan di aprtementnya.
Sepi….
Sungmin sungguh merasa sangat kesepian, ia sendirian. Tangan halusnya tak sengaja meraba perut datarnya. Mengusapnya lembut, dan dahinya mengerinyit. Sungmin seperti telah melupakan sesuatu tapi entah apa itu.
Ada sesuatu yang kosong…
Sungmin pun tak sadar melangkahkan kakinya menuju ruangan yang terkunci rapat, di samping ruang kerja Kyuhyun. Benar juga, Sungmin ingat sekarang, dulu Kyuhyun pernah bilang jika ruangan itu dikunci karena banyak sekali barang tidak terpakai yang ditaruh disana.
Tapi, barang apa? Bukankah setiap barang yang sudah tidak terpakai akan langsung di bawa Kyuhyun ke pusat daur ulang atau di buang ke penampungan. Sungmin kembali penasaran, entah seperti ada yang mendorongnya untuk masuk ke dalam.
Jemari putihnya pun terhenti beberapa centi lagi untuk sampai ke gagang pintu. Namun ia urungkan kembali.
"Jangan masuk ke sana Min, disana kotor dan banyak tikus" tiba-tiba ucapan Kyuhyun terngiang di kepalanya.
"masuk tidak yah?" Sungmin menimbang-nimbang.
"tapi aku penasaran sekali" rengeknya seperti anak kecil.
Jika Kyuhyun dirumah sekarang dan melihat ekspresi wajah istrinya yangs edang merengek itu, barangkali lagi si kelinci putih ini tidak akan selamat karena dimangsa sang serigala lapar.
"uh" Sungmin mengehentakkan kakinya ke lantai, ia bahkan menggigit bibirnya sekarang.
"masuk tidak ya? Bagaimana jika tiba-tiba tikusnya keluar semua?" Sungmin bergidik ngeri.
"ishhhh, aku penasaran sekali ada apa didalam!"
Ucapnya lagi.
Sungmin menggeleng, memantapkan hatinya untuk membuka pintu yang sudah lama tertutup itu.
Jemari putihnya kembali terulur untuk membuka gagang pintu itu, "babota!" Sungmin menepuk kepala sendiri, ia lupa ia harus mencari kuncinya dulu.
Gadis bermanik rubah itupun masuk kedalam ruang kerja Kyuhyun, untuk mencari kunci yang dimaksud.
Ada banyak kunci dan Sungmin bingung memelih kunci yang benar.
Hampir setengah jam ia berkutat dengan kunci dan pintu. Hingga…
'klek'
Ia menemukan kunci yang benar.
"terbuka" soraknya riang , upayanya tidak percuma.
Sungmin pun masuk ke dalam ruangan yang ternyata sebuah kamar itu.
Agak meraba karena ruangannya gelap, Sungmin mencari saklar lampu.
'tek'
Ruangan yang sudah lama terkunci itu kini terang benderang. Pupil mata Sungmin mengecil kerena terkena silaunya cahaya lampu, ia agak mengerinyit dan membiasakan cahaya itu masuk ke dalam retina matanya dulu.
Hingga,
Sungmin terpekur, berdiri mematung di menatap ke seluruh penjuru ruangan.
"ini kamar bayi" lirihnya
Sebuah kamar yang cantik dengan wallpaper bergambar tokoh kartun pororo berwarna baby blue. Pada sudut jendela yang gorden pinknya tertutup rapat terdapat sebuah ranjang bayi berukuran sedang yang lengkap dengan segala pernak-pernik dan atributnya.
Sedangkan pada sisi kanan, terdapat sebuah lemari berwarna putih dengan tempelan gamar dan stiker-stiker warna-warni.
Ada juga sebuah rak-rak mini bertingkat tiga yang semuanya masih penuh terisi dengan segala perlengkapan kebutuhan bayi dan mainan lainnya.
Sungmin bergeming, ia berjalan kaku tanpa ekspresi melihat itu semua.
Nafasnya tercekat saat melihat isi dalam lemari yang penuh dengan stelan baju bayi berbagai model.
"aegya"
Ucap Sungmin tanpa sadar mengelus perutnya lagi.
Gerak bbibirnya gemetar saat teringat akan sesuatu, "MINHYUN"
Pekiknya berlari ke kamarnya dan Kyuhyun.
Sungmin terus merancau memanggil nama bayinya itu, nafasnya kembali tenang kala melihat sesuatu di balik selimutnya.
"Minhyunie-aa" panggil Sungmin, menyingkap selimut itu.
.
.
.
"Sungmin-a" Heechul yang baru datang dibuat bertanya-tanya di mana keberadaan menantunya itu. padahal ia sudah menekan bel tadi.
"apa dia tidur ya?" fikir Heechul setelah meletakkan kimchi yang dibawanya dari rumah di kulkas.
Tidak menemukan sahutan dari Sungmin, wanita yang masih terlihat sangat cantik diusianya yang sudah kepala empat lebih itu naik ke atas, mencari Sungmi di kamarnya.
"Sung…min"
Heechul terkejut saat melewati kamar disamping ruang kerja Kyuhyun terbuka lebar. Padahal ia tahu betul semenjak cucu pertamanya itu meninggal Kyuhyun telah mengunci ruangan tu rapat-rapat. Bahkan Sungmin pun tidak ingat sama sekali tentang ruangan itu.
Karena dulu Yesung menterapinya untuk melupakan peristiwa tersebut.
Heechul pu masuk kedalamnya, tidak ada hal yang kurang ternyata. Kamar itu masih sama seperti dulu saat ia dan Sungmin yang mendesainnya.
"andai uri Minhyun sekarang disini nak"
Heechul berkaca-kaca memeluk sebuah baju bayi kecil yang menggantung di dinding baby blue itu…
"omma"
Cicit Sungmin saat melihat ibu mertuanya itu didalam kamar bayinya.
Keduanya sama-sama diam, Heechul menatap Sungmin dengan tatapan sedih dan bingung. Ia tidak tahu harus berkata apa, harus menjelaskan apa…
Sedangkan Sungmin, seperti biasanya hanya menatap Heechul datar dan kosong. Tangannya mendekap hangat si boneka kelinci yang selama ini dianggapnya sebagai Minhyun nya.
"Minhyun sudah bangun?"
Tanya Heechul membuka percakapan saat melihat interaksi Sungmin dengan boneka kelinci itu.
Yang ditanya diam dan membuat Heechul semakin panik…
"Sungmin-a"
Panggil Heechul mendekat padanya namun langsung di cegah oleh teriakan Sungmin.
"jangan mendekat!" ucapnya tegas.
"ada apa? Sungmin kenapa?" bingun Heechul saat melihat kini manik rubah itu tidak lagi kosong seperti tadi, namun sudah berair,ada bulir-bulir air mata yang sudah siap akan meluncur jatuh darinya.
"jahat"
Hanya satu kata itu yang keluar dari bibir Sungmin sebelum gadis penyuka warna pink itu jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
.
.
.
_Snow White_
.
.
.
Kyuhyun berlari sekuat tenaga di lobi rumah sakit. Dengan nafas terengah pria bermanik onik itu menanyakan dimana keberadaan istrinya pada resepsionis.
"Kyuhyun!"
Panggil Ahra, kakak perempuanya yang sedang menggandeng Minho,keponakannya.
"nuna. Dimana Sungmin?" tanya Kyuhyun tidak sabar.
Ahra pun menujukkan dimana ruangan Sungmin sekarang.
Di sebuah bangsal khusus psychology. Terlihat Heechul hanya bisa diam menunduk menahan tangisnya saat melihat Sungmin duduk muram dari batas ruang terapi itu.
Kyuhyun mendekat dan langsung di sambut hangat oleh pelukan Heechul dan tangisannya yang sudah tidak terbendung lagi. Sedangkan Ahra sudah pamit sebelumnya karena harus mengantar Minho pulang ke rumah dulu.
"maafkan omma Kyu, maafkan omma. Omma tidak bisa menjaga uri Sungmin dengan baik "
Rancau Heechul lagi.
"omma apa yanag terjadi sebenarnya?"
Kyuhyun mulai emosi, tidak sadar mencengkram pundak ibunya sendiri karena sangking paniknya.
Namun hanya gelengan saja yang ia terima. Berserta tangis yang jarang Heechul keluarkan, tentunya.
'prang!'
Mata keduanya pun terfokus pada suara barang pecah itu. Rahang Kyuhyun mengeras, namun lututnya lemas. Sedangkan Heechul tidak kuasa untuk jatuh merosot.
Ulah Sungmin yang membanting sebuah vas bunga kecil yang ditaruh di meja. Hingga serpihannya tanpa sengaja mengenai tangannya sendiri sampai berdarah.
Perawat dan dokter yang tadinya sedang menterapinya langsung beringsut mundur saat menghindari pecahan beling lainnya.
'tes'
Darah Sungmin menetes, bagai adegan slow motion…. Manik rubahnya menatap datar tetesan demi tetesan cairan berbau karat itu jatuh mengotori lantai.
Memori yang sempat tersimpan dulu kini kembali terekam kembali. Bagai tayangan film yang terus berputar di kepalanya.
"Minhyun"
Sungmin ingat kembali peristiwa saat itu.
Saat bayinya yang baru terlahir beberapa jam harus pergi lagi, dan mengilang dari pandangannya. Saat Kyuhyun membawanya ke sebuah klinik hypnoterapi untuk memendam ingatannya yang lama.
Saat Yesung yang sebagai dokternya berulang kali menjejalinya terapi dan obat-obat kejiwaan. Dan saat akal sehat Sungmin tergantikan oleh sebuah ilusi dan khayalannya semata.
Serta tentang Minhyun, yang selama ini ia anggap ada…
"jahat!"
Lirih Sungmin meneteskan air mata.
Dokter dan perawat yang melihat darah Sungmin mengalir deras kemudian berusaha untuk mengobatinya namun, belum sempat mereka mendekat. Sungmin kembali memecahkan sebuah meja kaca yang ada didepannya. Membuat lukanya bertambah.
"kalian semua jahat!"
Pekik Sungmin histeris sambil merancau kalimat yang tidak jelas.
Tidak tahan dengan apa yang ada di hadapannya sekarang, Kyuhyunpun masuk meskipun ia harus dihadang oleh seorang perawat pria yang berkata jika berbahaya karena pasien sedang mengamuk.
Justru Kyuhyun langsung melayangkan bogem mentahnya kepada sang perawat karena telah berani menganggap Sungminnya gila.
Perawat bername tag Kim Yeon shik itu tersungkur, sudut bibirnya berdarah dan pipinya memar.
Kyuhyun langsung saja mendobrak pintu itu.
Berlari kearah Sungmin dan langsung memeluknya. Memberikan Sungmin ketenangan dengan terus mengusap-ngusap lembut punggungnya yang terus gemeta karena menangis sesunggukan.
Bahkan baju bagian belakang Kyuhyun sudah pernuh dengan warna merah ,kerena terkena noda darah dari telapak dan jari-jari tangan Sungmin.
"Gwancanha"
"uljima"
"kokjongmal, nega itchana (tenang saja, ada aku di sampingmu)"
"Saranghae"
Sungmin melemas, ucapan –ucapan Kyuhyun barusan terbukti ampuh membuat gadis itu tenang dan kini hanya ada isakan-isakan kecil saja yang keluar darinya.
Dokter dan perawat yang melihat adegan menyentuh itu tidak kuasa untuk terharu dan meneteskan air mata.
Merekapun mendekat ke Sungmin guna mengobati tangannya yang terluka, mencabut serpihan beling yang menancap di sana.
Membuat Sungmin meringis dalam pelukan Kyuhyun.
"appo?"
Kyuhyun berbisik lirih di telinga Sungmin saat melihat istrinya itu kesakitan. Ia sedikit tersenyum saat Sungmin merespon pertanyaannya barusan. Tanda jika Sungmin sekarang sudah baik-baik saja kan…
.
.
.
.
Kyuhyun menggenggam tangan Sungmin yang diperban dan mengecupnya berkali-kali. Merasa lebih tenang sekarang karena kelinci putihnya itu sedang tertidur akibat pengaruh obat bius dosis rendah yang disuntikkan padanya.
Terbesit ada rasa bahagia dalam hatinya kala dokter memeriksa keadaan Sungmin jika sekarang di dalam perut istrinya itu telah ada kehidupan baru yang bahkan usianya saja masih seminggu. Namun terbesit juga rasa sedih ketika melihat kondisi Sungmin yang seperti ini.
"Kyuhyun-ssi sebaiknya istri anda harus tetap diawasi dan tidak boleh ditinggal ini dikarenakan kondisi mental kejiwaanya belum siap menerima kenyataan yang tiba-tiba muncul kembali dalam ingatannya. Dan juga, sekarang Sungmin-ssi juga sedang hamil muda. Itu usia yang sangat rawan sekali mengingat emosionalnya yang labil"
Terngiang akan penjelasan dokter barusan dalam benak Kyuhyun.
Pria penggila game itupun beralih mengusap perut datar Sungmin, tersenyum sembari mengusap air matanya yang tidak kuasan jatuh.
"anyeong aegya. Ini appa sayang"
Ucapnya bahagia….
"Kyu"
Sungmin memanggil Kyuhyun dalam mimpinya.
"nde, gwancanha nega itchana"
Jawab Kyuhyun mengecup dan mengelus kening berkeringat istrinya itu.
Terngiang lagi percakapannya dengan Sungmin saat sebelum ia tertidur.
Saat Sungmin bilang jika ia merasa sangat marah karena telah dibohongi selama ini. Karena dirinya yang lemah, karena dirinya yang bisa-bisanya hilang akal hingga seperti itu. karena dirinya yang bodoh, karena dirinya yang ….
Kyuhyun tidak kuat untuk kembali mengingat semua rancauan Sungmin, yang menyalahkan dirinya sendiri.
"Kyuh…"
Panggil Sungmin lagi namun dengan masih matanya terpejam.
Kyuhyun hanya bisa menjawabnya lewat ucapan dan elusan lembut pada kening atau tangannya.
"minhae"
"omma jeongmal minhae Minhyunie-aa"
'deg'
Jantung Kyuhyun pun kembali mengeras saat Sungmin kembali meneteskan air matanya biarpun gadis itu masih dalam keadaan terpejam.
.
.
.
.
_snow white_
.
.
.
.
Tbc
.
Yang minat silahkan REVIEW^^ dan terimakasih sudah membaca^^. Mian for typo.
.
Sign
.hyejinpark.
