It's Just Fanfiction

Pair : Kibum x Yesung

If You Don't Like Please Don't Read.

Warning : Boys Love, Typo (s), Super Crack Pair.

Buat anak Kecil gak disarankan untuk baca. Meskipun gak ada adegan Vulgar yang terlalu ekstrim tapi ff ini Ratenya tetap masuk M :p

~ Love So Perfect~

Enjoy ^^

Chapter Two

.

.

.

Ready

.

.

Cek it out :D

.

.

Selesai dengan segalanya Kibum Turun Ke Ruang Makan. Namja tampan itu hanya menggunakan Jubah Sutra berwarna keemasan untuk menutupi Tubuh Kekarnya. Sepertinya hari ini dia tak berniat kekantor sama sekali.

Menunggu. Yah dia menunggu Yesung yang tengah menyiapkan sarapan pagi untuknya. Tak lagi maid, bahkan dia berniat memecat maidnya karena masakan istrinya jauh lebih enak ketimbang masakan Maid yang ia bayar mahal. Tapi~~ ah dia memperistri namja itu bukan hanya untuk menyediakannya makanan enak. Tapi juga untuk melayaninya diatas Ranjang (?)

" Sarapan anda tuan" Yesung menyajikan apa yang telah ia siapkan.

Kibum memperhatikan penampilan istrinya yang terlihat rrrrr sedikit ekstrim. Hanya mengenakan Kemeja transparan kedodoran yang menutupi bagian atas lututnya saja.

Glup

Namja tampan itu meneguk ludah dengan susah payah. Namja ini benar-benar ingin membunuhnya dengan pesona sepertinya. Kibum menggeleng-gelengkan kepala, dia harus menahan diri. Tak boleh seperti ini dan~~ kenapa yesung harus berpakaian seperti ini sih.

Lihatlah beberapa pasang mata Bodyguardnya menatap yesung dengan tatapan lapar. " Ehem" Kibum berdehem keras lalu menghadiahi bodyguardnya satu persatu dengan deathglare yang seperti ingin menelan mereka hidup-hidup.

Seolah-olah tatapan itu mengatakan ' Apa yang kalian lihat? Sudah bosan hidup huh?' Kira-kira seperti itu membuat para bodyguard kembali ke posisi tegak mereka atau mereka ingin mati ditangan tuan besar mereka ini, ckckck.

" Kenapa harus berpakaian seperti ini huh?" Desis kibum.

" Huh?" Yesung mengerjab karena desisan kibum.

Namja tampan itu memutar malas bola matanya lalu ia mencengkran pergelangan tangan yesung dan menarik istri manisnya itu hingga yesung jatuh terduduk diatas pangkuannya.

" Tu-tuan" Wajah yesung merona hebat. Apa lagi ketika ia duduk sesuatu ia duduki seperti mengganjal dan itu benar-benar mengganggu.

Kibum mengendus leher yesung lalu ia kecup kecil leher yang sarat akan kelembutan dan wangi aroma terapi itu. Benar-benar harum dan menenangkan.

Yesung menggeliat geli karena kecupan kibum. Risih apalagi ketika bulu-bulu halus disekitaran dagu kibum menggelitik disekitar kulitnya.

" Kenapa berpakaian seperti itu sayang. Kau tidak lihat dari tadi mereka memperhatikan mu terus huh?" Bisik Kibum deduktif dan sedikit mendesah ~Chu~ "kau harusnya mengerti kalau semua ini milikku"

" Euhngggghhh" Yesung mendesah apa lagi tangan Kibum begitu asik membelai-belai pahanya.

Beberapa maid dan Bodyguard yang ada disana berusaha membutakan pandangan mereka jika tak ingin mendapat masalah. Ada yang terlanjur horny tapi berusaha tetap bertahan pada posisinya. Ada juga yang sudah sampai mengeluarkan keringat dingin.

Ah shit~~ Sepertinya Kibum harus membawa yesung kekamar atau mereka bisa saja kebablasan sampai melakukan this and that disini. Ck, bukankah itu sama saja memberi tontonan gratis pada seluruh rakyat jelata yang berada disini.

.

.

.

.

" Kibum-ie hyung mana?" Dengan meneteng tas besar namja mungil nan imut itu masuk ke istana milik Kibum.

Tanya kan siapa dia?

Dongsaeng Kibum tentunya. Namja imut bernama Kim Ryeowook itu baru saja menyelesaikan Studynya di german dan Kini ia kembali dan merindukan Hyung kesayangannya tentu saja.

" Tuan besar sedang berada dikamar dengan Istrinya, tuan muda" Sahut Kangin hormat.

Ryeowook mengernyit bingung. Kapan hyungku menikah, fikirnya. Tapi~~ bukankah itu artinya hyungnya tak lagi seperti dulu. Bukankah Kibum tak pernah menyukai pernikahan karena Orang tua mereka meninggalkan mereka karena bercerai. Dan~~ bukankah itu berarti pandangan Kibum tentang pernikahan sudah berubah?

" Ah~~ aku ingin melihat kakak iparku" Namja imut itu melempar asal kopernya lalu beringsut untuk segera kekamar kibum.

Kangin hendak mencegahnya tapi gerakan namja itu benar-benar cepat. Apa yang akan terjadi setelah ini? Kangin sama sekali tak ingin membayangkan hal itu.

.

.

.

.

.

Brakkkkkk

" Hyung aku pu~~lang" Ryeowook tercengang dengan mulut yang menganga lebar.

Ingin tau apa yang namja innocent itu lihatkah?

Posisi ekstrim hyung dan istri hyungnya tentu saja.

Yesung yang tengah berada dibawah Kibum dengan milik kibum yang sudah bersarang indah di hole istri namjanya tersebut.

" Omo~~ aku masih polos. Tuha~~n maafkan mereka." Celetuk namja imut itu asal seraya menutup mata dengan kedua tangannya.

" YA! Kim Ryeowook. Tak bisakah kau mengetuk pintu terlebih dahulu huh?" Kibum segera merubah posisinya seraya menutup seluruh tubuh telanjangnya beserta Yesung.

" Biasanya juga tak pernah mengetuk pintu" Gumam Ryeowook lirih " Hyung, aku masih polos. Cepat gunakan pakaianmu"

" Sudah! Buka matamu" Jawab Kibum.

" Huh! Aku hanya ingin melihat kakak iparku saja. Kau itu, masih pagi sudah berbuat mesum"

Kibum mendelik mendengar ucapan Frontal sang dongsaeng. Sedang yesung bersembunyi dibalik selimu karena malu. Yah, dia benar-benar malu sekarang.

" Ck! Dasar bodoh." Decak kibum kesal " Tunggu kami dibawah, dan kau harus menjelaskan padaku kenapa kau pulang tak memberi kabar apapun oke"

" Ha~~h arraseo!" Desah ryeowook malas lalu ia pun meninggalkan kamar Kisung dengan berat hati.

" Ma-maaf tuan. Saya ha-"

~Chu~

Ucapan Yesung terhenti ketika Kibum mengecup cepat bibir mungilnya " Dia dongsaengku. Nanti kuperkenalkan padamu dan~~ berhentilah memanggilku seperti itu karena aku suamimu"

Apa maksud Suaminya ini fikir yesung? Mungkinkah kibum menerimanya sebagai seorang istri! Bukan hanya sebagai budak sex pembayar Hutang lagi?

" Ta-tapi Tuan"

" Apapun ceritanya kau tetap istriku sekarang Yesung! Bukan pelayan seperti mereka, jadi berhenti memanggilku seperti itu" Kibum memutuskan turun dari ranjang lalu melangkah tanpa mengenakan pakaian menuju kamar mandi. Sepersekian detik kemudian langkah kibum terhenti lalu ia memutar tubuhnya " Ayo mandi bersama" Pintanya yang lebih ke arah perintah.

" N-ne" Sahut yesung yang terburu-buru mengikuti Kibum ke kamar mandi.

Sepertinya kita tak perlu tau apa yang mereka kerjakan didalam selain membersihkan diri -_- .

.

.

.

.

Ryeowook menatap Yesung intens. Memperhatikan tiap inchi lekuk mulai dari wajah hingga bentuk tubuh kakak iparnya ini (?)

" Sekarang jelaskan kenapa kau pulang tak memberi kabar"

Perhatian Ryeowook teralih pada Kibum yang tengah menatapnya dengan tatapan yang begitu sulit untuk ia artikan.

" Sebenarnya ada apa?"

Ryeowook mendesah seraya memperbaiki posisi duduknya " Harusnya aku masih harus pulang seminggu lagi. Tapi~~"

" Huh?" Kibum mengernyit " Ada apa?" Tanya nya selidik.

" Sungmin hyung akan menikah dengan Yeoja pilihan Orang tuanya dan aku harus mencegah itu"

" Sungmin?" Ulang kibum.

" Iya sungmin! Kekasihku sejak senior High School" Ryeowook lagi-lagi mendesah " Kau kan tau orang tuanya tak menyukai hubungan sesama jenis, makanya dia akan dinikahkan dengan yeoja pilihan mereka dan aku tak bisa tinggal diam hyung"

Yesung hanya diam memeprhatikan Hyung dan dongsaeng itu. Dia hanya orang luar bukan? Jadi tak boleh ikut campur sama sekali.

" Cih, seperti tidak ada yang lain saja! Kau itu lulusan luar negri jadi tak perlu takut tak mendapatkan jodoh sesuai keinginanmu Ryeowook-ie" Kibum berdecak angkuh dan Ryeowook yang sudah tau sifat hyungnya ini hanya menanggapinya dengan biasa saja " Sudah tak usah di"

" Tapi aku mencintainya hyung" Potong Ryeowook " Kau kan sudah menikah! Pasti kau tau rasanya mencintainya seseorang"

" Aku tidak tau dan tidak mau tau tentang sesuatu yang kau sebut cinta itu" Dan aku menikah juga bukan karena cinta tapi karena sesuatu yang kau sama sekali tak perlu tau itu untuk apa"

Nyeri hati yesung mendengar ucapan Kibum. Tapi~~ apa yang Kibum katakan memang benar bukan? Mereka menikah bukan karena Cinta akan tetapi karena sesuatu hal yang disebut hutang dan~~ yesung yang meminta Kibum menikahinya.

Ryeowook melihat itu. Melihat luka dimata yesung ketika namja itu melihat kepada suaminya dan terbesit rasa kasihan yang melingkupi Ryeowook dan mencoba mengerti akan situasi. Sepertinya persepsi awalnya tentang berubahnya sifat kibum itu masih jauh dalam kategori benar.

" Saya ke dapur dulu" pamit Yesung. Melangkah secepatnya menuju dapur meninggalkan Hyung dan dongsaeng itiu berdua saja disana.

" Kau tak seharusnya seperti itu hyung" Desis ryeowook " Kau tak berubah sama sekali! Bahkan pada istrimu pun kau tak bisa berbuat baik sama sekali"

" Bukan urusanmu" Balas Kibum santai dengan kedua tangan yang ia sidekapkan didada " Karena kau sudah disini. Mulai besok kau harus ikut denganku mengurusi perusahaan"

"Kau kan tau aku sama sekali tak berminat dengan perusahaan itu hyung"

" Lalu kau mau dirumah saja huh? Apa kau tak takut mati karena bosan?"

Ryeowook mengedikkan bahu " Molla! Aku bisa menemani istrimu kan sampai mendapat pekerjaan yang sesuai dengan keinginanku"

" Eh? Apa maksudmu?"

" Nan mollayo~~ Aku sedang galau jadi biarkan aku berekspresi dengan apa yang kuinginkan! Bukankah hyung bilang tak mencintainya. Ya sudah kita berbagi saja tidak masalahkan?" Sahut ryeowook cuek lalu ia pun melenggang pergi membiarkan Kibum yang terdiam dan berfikir matang-matang tentang apa yang baru saja ia dengar dari bibir dongsaengnya.

.

.

.

.

" Hyung istrimu mana?"

Kibum yang tengah membaca Majalah Asing langsung menoleh dan matanya melirik Ryeowook dengan tatapan yang terlihat sangat aneh.

" Aku bosan. Bolehkan aku mengajaknya bermain sebentar?"

Tatapan anehnya berubah jadi pelototan sebal. Apa maksud ryeowook bermain sebentar. Jangan katakan kalau kata berbagi yang tadi ia dengar dari mulut dongsaengnya ini (?)

" Apa? Kenapa melihatku seperti itu? Oh ayolah hyu~~ng. Apa salah nya berbagi dengan dongsaeng kesayangan mu ini huh?"

Yah, yah. Sesayang-sayangnya seorang hyung pada dongsaengnya apa mungkin dia rela berbagi istri?

" Haisshhh! Lama-lama kau terlihat seperti orang bodoh hyung. Ya sudahlah biar aku cari sendiri saja" Dengan santainya Ryeowook melenggang menuju kamar Kibum dan Yesung yang terletak dilantai dua. Namja imut itu tersenyum aneh dan sepertinya dia sangat puas mengerjai hyungnya sendiri seperti ini.

Namja sombong seperti kibum memang harus diberi pelajaran bukan?

.

.

.

.

' Apa? Bermain sebentar. Shit, walaupun dia adikku tapi untuk masalah ini apa harus berbagi juga? Hei dia istriku. Tapi~~ Istri (?). Ck, istri yang kubeli.'

Tak tahan akan fikiran buruknya kibum buru-buru naik kelantai dua. Dia penasaran akan apa yang dilakukan ryeowook dengan istrinya di kamar mereka.

Mana mungkin dia rela pualam itu disentuh orang lain selain dirinya meskipun orang itu saudara kandungnya sendiri.

" Yah, disitu hyung. Hem~~ agak keras sedikit yah..."

Saat hendak membuka knop pintu niatnya terhenti tatkala telinganya mendengar suara yang terdengar rrrr ekstrim dari dalam kamarnya. Tubuhnya mendadak bagai tersengat listrik. Dugaannya (?) apa iya mereka sedang melakukan hal yang iya-iya didalam sana.

" Seperti ini?"

Shit itu suara sexy istrinya. Matilah kau Kim Ryeowook karena sudah berani bermain dengan milik hyungmu.

" Ehm~~ keatas sedikit hyung. Ouh~~ Nikmat sekali"

Tangan Kibum terkepal erat hingga buku-buku jarinya memutih. Rahangnya mengeras. Sepertinya namja tampan itu tengah dibakar api cemburu sekarang.

Kalau tidak ingat saudara kandung mungkin kibum sudah berinisiatif untuk mengambil senapan dan menembak kepala Ryeowook sampai pecah.

" Kim Ryeowook!" Desisnya dan

Brakkkkkk

Didobraknya pintu kamar membuat dua namja yang sedang melakukan sesuatu di atas tempat tidur terlonjak.

Kibum terperangah melihat pemandangan itu. Ryeowook yang tidur telungkup dalam keadaan setengah toples dan yesung yang duduk disebelah kiri ryeowook sambil mengoleskan sesuatu yang terlihat seperti Krim Untuk memijat.

Yah, yesung memang sedang memijat punggung Ryeowook karena adik iparnya itu yang memintanya.

" Hei hyung. Kau mau dipijat juga ya?" Tanya ryeowook dengan tampang tak berdosa sama sekali " Wah! Pasti kau senang ya dipijat setiap hari oleh istrimu. Pijatannya benar-benar nikmat"

Wajah Kibum merah padam. Bukankah tadi dia sempat berfikiran yang iya-iya tentang Ryeowook dan Yesung. Tapi ini? Astaga~~ ingin sekali Kibum mencekik Ryeowook melihat tampang sok polosnya itu.

" Keluar sekarang dari kamar ku Kim Ryeowook!.." Desis Kibum geram. Matanya terlihat berkilat menahan amarah.

" Ah Hyung! Aku kan belum selesai. Kau ini mengganggu saja" Decak Ryeowook bangkit dari posisi tengkurapnya.

" Keluar sekarang!" Desisnya lagi dan Ryeowook tau persis dimana saat Hyung nya bisa diajak bercanda atau sedang serius. Sebaiknya dia cari aman saja.

" Ha~~h baiklah!" Desah Ryeowook malas dan segera ia raih Kemejanya yang tersampir di kepala ranjang " Dasar tidak asik" Cibirnya dan sesegera mungkin keluar dari kamar Kisung.

Blammmmm

Kibum menghampiri Yesung yang masih duduk diatas ranjang. Namja manis itu menatap Kibum heran. Apa lagi ekspresi itu terlihat begitu mengerikan dimata yesung. Tapi~~ sepertinya dia tidak melakukan kesalahan apa-apa hari ini.

Sreeettt

Kibum mencengkram tangan yesung yang terlihat lembab karena sisa krim untuk memijat tadi masih tersisa-sisa ditelapak tangannya " Ini? Berani menyentuh selain aku huh?" Desisnya seraya berbisik kejam ditelinga yesung.

" Ta-tadi adik anda memintaku untuk mmmmpphhhh"

Belum sempat yesung menyelesaikan ucapannya, Kibum sudah lebih dulu menyambar bibir pulm yang selalu membuatnya gila itu dengan bringas.

Ia menekan tubuh yesung, mendindih tubuh mungil itu dengan tubuh besarnya dan tak memberi yesung ruang untuk sekedar meronta kecil.

" Euh~~"

Tangan Kibum aktif memaksa untuk membuka kemeja Yesung tanpa berhenti melumat bibir istrinya tersebut karena amarahnya telah bercampur dengan birahi.

Yesung tak berniat meronta lagi. Dia mengikuti saja setiap permainan Kibum seperti biasa. Sudah kewajibannya melayangi sang suami bukan? Meskipun awalnya sempat tidak enak karena Kibum memaksa.

Namja manis itu menggelinjang ketika bibir Kibum merayap ke leher hingga ke dadanya. Lidahnya mulai aktif membasahi Niple yesung yang mulai mengeras, memberikan jejak saliva disana.

Sementara dibalik pintu ryeowook hanya mendesah malas. Katanya tidak cinta, tapi lihat saja tadi. Apa ada orang yang tidak mencintai bisa secemburu itu, bathinnya tak habis fikir.

Ryeowook harus mengakui kalau hyung nya itu benar-benar munafik.

.

.

.

.

" Pagi hyung! Wa~~h kau sexy sekali hari ini" Goda Ryeowook saat yesung menyiapkan sarapan untuknya dan Kibum " Bagaimana ya? Ah bahkan aku melupakan Sungmin karena setiap hari difikiranmu hanya ada Yesung hyung, Yesung hyung. Begitu."

Ckckck dan lagi-lagi sepertinya Ryeowook memang suka sekali membuat hati kibum meradang dan panas. Hei ini masih pagi Ryewook-sshi.

Yesung hanya tersenyum maklum karena beberapa hari bersama Ryeowook membuatnya nyaman. Karena baginya ryeowook itu sangat baik dan enak diajak bicara. Tidak sombong seperti suaminya.

" Ehem!" Deheman Kibum sontak membuat Yesung menoleh " Jaga sikapmu kalau kau tak ingin kukirim kembali ke German Ryeowook-ie ah" Ucap Kibum seraya membersihkan sisa makanan dimulutnya " Dan kau yesung! Ingat posisimu karena kau istriku mengerti"

Yesung hanya mengangguk faham sedang Ryeowook mendengus dengan mengerucutkan bibir mungilnya " Bukankah kemarin hyung bilang tidak mencintainya. Ya sudah ceraikan saja biar dia jadi istriku saja"

Tepat sasaran dan ingin sekali Kibum membenamkan wajah dongsaengnya ini kedalam tanah.

" Tidak semudah itu Kim Ryeowook!" Desis Kibum.

" Sudah jangan ribut terus!" Potong yesung. Ia pun beralih untuk membenarkan posisi Dasi Kibum yang sedikit bergeser dari tempatnya " Aku mengerti posisiku tuan, jangan khawatir. Selama menjadi istrimu aku tetaplah istrimu dan takkan pernah berubah sampai kau yang meminta untuk berpisah denganku"

Ucapan Yesung membuat Kibum tertegun. Kenapa dengan perasaannya sekarang? Kenapa dia tidak rela mendengar kata berpisah itu keluar dari bibir yesung.

" Kau membenciku?" Bisik Kibum sedikit merunduk agar yesung mendengar bisikannya.

Yesung mengedikkan bahu " Molla" Jawabnya santai " Sekarang waktunya Suamiku kekantor"

" Bolehkah aku memelukmu?" Pinta Kibum.

Dengan ekor matanya Ryeowook melirik pasangan suami istri itu dan sedikit membuatnya tersenyum karena sesungguhnya Kibum itu memiliki perasaan Khusus terhadap yesung. Tapi egonya terlalu tinggi untuk mengakui itu semua.

" Tentu saja boleh. Aku istrimu bukan?" Kekeh yesung.

Dan Kibum pun memeluk yesung. Menenggelamkan tubuh mungil itu, membiarkan wajah manisnya terbenam didada kibum. Nyaman~~ itu lah yang kibum rasakan.

' Tak pernah aku memeluk seseorang senyaman ini. Kenapa dengannya serasa berbeda. Bahkan dengan ibuku pun aku tak pernah senyaman ini' Kibum bermonolog.

Yesung pun merasakan kenyamanan yang sama. Meskipun hanya sementara biarlah ia merasa nyaman hidup dengan seseorang karena selama ini ia hanyalah anak panti asuhan yang yatim piatu.

.

.

.

.

Diruang kerjanya Kibum terlihat melamun. Tatapannya kosong, entah apa yang tengah ia fikirkan saat ini.

Foto pernikahan yang berada di mejanya sedikit bergeser karena sepertinya tadi kibum yang membuatnya berubah posisi. Bagaimana ini? Apa mungkin Kibum Jatuh Cinta pada namja itu? Tapi~~ mau ditaruh dimana harga dirinya jika iya?

Cih, membayangkannya saja ia tak pernah. Bagaimana bisa?

Namja tampan itu mengacak rambutnya frustasi. Aish~~ jinjja Kim Yesung kau membuatku gila.

.

.

.

.

" Yesung hyung! Kau menyukai hyungku tidak?"

" Auch!" Pertanyaan ryeowook membuat yesung terperanjat dan tak sengaja mengiris jemarinya sendiri karena namja manis itu tengah memotong sayur untuk menyiapkan makan malam

" Ya! Hyung...Berdarah. Arrggghh kau itu ceroboh sekali si Hyung" Omel ryeowook yang mampu membuat yesung mendengus kesal.

Ryeowook meraih jemari yesung dan memasukkan jemari mungil itu kedalam mulutnya. Hangat~~ yang malah membuat wajah yesung merona di perlakukan seperti itu.

" R-ryeowook-ie nan Gwenchana!" Gugup yesung.

" Kenapa wajahmu merah seperti itu hyung? A~~h jangan katakan kau meyukaiku?" Ryeowook mencolek dagu yesung setelah mengeluarkan jemari yesung dari dalam mulutnya.

" A-aniyo~~ mana mungkin" Tolek yesung seraya memukul pelan bahu ryeowook " Dan lagi pula kau punya namjachingu bukan? Mana mungkin aku menyukaimu babo" Namja manis itu tertawa kecil dan Ryeowook pun menyambut tawa yesung.

" Tapi aku tidak yakin hubungan kami masih akan berlanjut hyung"

" Huh?" Yesung memiringkan kepalanya karena ryeowook sedang merunduk sekarang.

" Dia sama sekali tak berusaha meyakinkan orang tuanya tentang kelangsungan hubungan kami. Malah aku yang selalu berusaha dan akhirnya aku juga yang kecewa karena dia tak melakukan apapun untuk hubungan kami"

" Tapi~~ kau mencintainya kan?"

" Sangat! Aku sangat mencintainya hyung"

" Maka perjuangkanlah" Yesung tersenyum sumringah dan tangan mungilnya membingkai wajah ryeowook agar membalas tatapannya " Yakinkan padanya! Jika kalian sudah sama-sama menyerah berarti kalian memang tidak berjodoh"

" Begitukah hyung?"

" Hem?" Yesung mengangguk semangat " Hwaiting!"

Ryeowook langsung berhambur memeluk yesung " Gomwo hyung!" Lirihnya " Aku seperti memiliki saudara perempuan hehehhe"

" Ish kau ini!"

Dan mereka pun tertawa bersama.

Kibum melihat itu. Melihat kedekatan Ryeowook dengan Yesung. Tidak, dia tidak cemburu karena ia mendengar semua percakapan Yesung dan Ryeowook yang malah membuat perasaannya menghangat " Aku mencintaimu Yesung" Lirihnya.

~ TBC~

Thanks For Review Chap Sebelumnya.

Cloud, lee minji elf, Maverick, ika. zordick , ajib4ff, Kim Eun Seob, rina afrida, Mylovelyyeye, zakurafrezee, Natsume Yuka, aisarang, Guest, YeShaSparkClouds, SasaClouds

Hehe thanks ya buat yang udah mau review….