Good Boy vs Bad Boy
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie
Genre : Drama and Romance
Warning : This is Yaoi (BL) , Author newbie, maaf kalau Typo berserakan,
= Happy Reading =
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Kyungsoo membuka mata bulatnya, dia mengerjap lucu diatas tempat tidur ruang UKS, Jongin masih ada disampingnya, tetap dengan posisi kepala yang tidak berubah. Masih tertidur pulas.
Kyungsoo merasakan ada sesuatu yang aneh, mendadak suasana sekitarnya sunyi dan sepi, tidak terdengar suara mahasiswa atau para pengajar yang mengoceh. Kyungsoo beranjak dari tidurnya dengan pelan-pelan, dia tidak ingin membangunkan Jongin yang ada didekatnya
Keadaan dan suasana sepi membuat Kyungsoo sedikit bergidik, ada yang aneh, dia menatap keluar jendela, tidak ada seorangpun yang tampak. Kyungsoo mencoba membuka jendela itu untuk memastikan penglihatannya, namun jendela tersebut ternyata tidak bisa terbuka, jendela itu terkunci permanen.
Kyungsoo mengarahkan dirinya kepintu, dia menggoyang-goyangkan gagang pintu UKS, namun nihil, pintu terkunci dari luar. Kyungsoo mendadak panik, dia memandang kiri dan kanan, menggendor-gendor pintu, mencari celah.
Kyungsoo bergegas menuju kearah Jongin, bermaksud membangunkannya,
"Jongin, bangun. Ada yang aneh" erang kyungsoo sembari memegang lengan jongin, menggoyangkannya
Jongin beraksi, dia membuka matanya, rasa kantuk masih jelas terlukis di wajah tegasnya,
"ada apa Kyungsoo? Apa sudah pergantian jam mata kuliah?" Tanya Jongin, dia meregangkan ototnya yang sedikit kaku,
"sepertinya jam kuliah sudah lewat Jongin ah" seru Kyongsoo, dia mondar mandir panik
"lalu saem Victoria kemana? Apakah dia sudah kembali?"
"aku tidak melihatnya Jongin, sepertinya kita dalam masalah besar, kita terkunci Jongin" panik Kyungsoo
"terkunci?" Jongin menghampiri pintu dan melakukan adegan yang sama dilakukan kyungsoo tadi, Pintu itu memang terkunci dari luar
Jongin bergerak cepat menuju jendela, menggendornya keras, namun usahanya sia-sia
"ada apa ini? Victoria saem tidak kembali dan membangunkan kita, dan sekarang pintu malah terkunci" seru Jongin, dia masih bertanya-tanya
"sepertinya tidak ada yang mengetahui kita disini, dan penjaga sekolah menutup semua pintu, karena besok hari libur nasional Korea" kata Kyungsoo menerka-nerka, terkaan yang tepat
"tapi yang kuliah malam ada kan?"
"tidak, mulai kemarin jadwal kuliah malam di tiadakan sampai senin depan, itu yang aku dengar dari saem Luna"
"sial.." rutuk Jongin kesal
Suasana di luar ruangan sudah mulai gelap, senja mulai hilang dan berganti dengan pekatnya malam, jongin menyalakan sakelar lampu, namun nihil, sepertinya penjaga sekolah memutuskan aliran listrik di sakelar induk
Jongin merogoh ponselnya, dan sekali lagi Jongin mengumpat pelan, Ponsel itu kehabisan daya baterai, Kyungsoo yang melihat Jongin mengeluarkan Ponselnya mendadak merogoh sakunya juga, namun dia baru Ingat bahwa ponselnya itu tertinggal di kontrakan
"kita terperangkap di ruangan ini" guman jongin pelan, tidak mungkin mereka bisa tahan selama dua hari dalam ruangan UKS, tanpa makan, yang ada dalam ruangan itu hanya obat dan air mineral saja.
'siapapun diluar, tolong kami…" Jongin berteriak keras,
Kyungsoo diam, memperhatikan tingkah jongin yang berteriak seperti orang gila
"kalian-kalian yang diluar sana.." jongin kembali berteriak, dia memukul-mukul pintu ruangan UKS dengan brutal, hasilnya bisa ditebak, sia-sia
Jongin menghela nafas panjang, mencoba berfikir bagaimana caranya mereka bisa keluar dari ruangan ini, jongin melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan pukul 07.05 malam.
Dilain pihak Kyungsoo, berjongkok, dia memeluk lututnya seperti anak kecil. Kyungsoo was, was dan lebih parah lagi, perutnya keroncongan, dia lapar
"kamu lapar?" jongin yang mendengar kicauan perut Kyungsoo, mendadak bertanya dan mendekati Kyungsoo
Kyungso mengangguk lucu, dia malu
"tunggu, siapa tahu ada makanan di ruangan ini" Jongin secepat kilat membongkar lemari yang didominasi oleh obat-obatan generik, sirup, perban dan obat dalam bentuk botol, wajah jongin sumringah saat dia menemukan sekerat roti yang masih dalam bungkusan, masih layak makan
"aku cuma menemukan ini, makanlah, mudah-mudahan bisa menghilangkan sedikit rasa laparmu" Jongin membuka bungkus roti itu dan memberikannya kepada Kyungsoo,
"kita bagi dua" timpal Kyungsoo
"makan saja semuanya, ini sedikit, lagipula aku belum lapar" jawab Jongin sedikit berbohong
Kyungsoo menerima roti tersebut, tanpa melalui tangannya, namun langsung melalui mulutnya, anggaplah seperti scene suap-suapan antara Jongin dan Kyungsoo, yang hanya sepihak
Jongin tersenyum melihat cara makan Kyungsoo yang sangat lucu, Jongin membayangkan dirinya memberi makan seekor Pinguin kutub imut, oh tidak, Jongin tidak akan membandingkan Kyungsoo dengan binatang, paling tidak setelah tadi dia membayangkan demikian
20 menit penuh kebisuan yang dalam antara Jongin dan Kyungsoo. Terutama karena mereka sendiri baru beberapa jam yang lalu saling sapa setelah enam bulan kuliah di kampus yang sama, pertemuan tidak disengaja itu sangat membekas terutama oleh Kyungsoo, yang dua kali sudah ditolong oleh Jongin dan Kyungsoo sama sekali belum mengucapkan terima kasih
"baiklah, mari kita akhiri keterkurungan ini dan menjebolnya" seru Jongin semangat, dia sudah berpikir berbagai cara untuk keluar dari ruangan ini, dan cuma satu cara yang tepat, dia tidak ingin mati konyol bersama kyungsoo di ruangan yang berbau rumah sakit tersebut
Jongin mengangkat tabung oksigen ukuran sedang yang terletak di sudut ruangan, mendadak kyungsoo kaget dan menampilkan ekspresi burung hantunya,
"mau diapakan tabung berat itu?" Tanya Kyungsoo yang sebenarnya sudah tahu apa yang ingin dilakukan oleh Jongin
"memecahkan kaca sialan ini" jawab Jongin enteng
"jangan, kacanya bisa rusak dan pihak kampus pasti meminta pertanggung-jawaban" gumam Kyungsoo sedikit takut, dia mundur menjauh dari kaca
"kaca yang pecah berantakan masih lebih baik, jika dibandingkan dengan kepala sekolah botak yang menemukan kita besok lusa, sudah tidak bernyawa dan membusuk dengan tidak elitnya diruangan ini" jawab Jongin sedikit lebay dan panjang lebar
Kyungsoo tidak menanggapi, Kyungsoo sebenarnya ingin tertawa, namun keadaan seperti ini bukanlah saat yang tepat untuk nyengir lebar dan bergembira ria
Beberapa detik kemudian, Prangggg…. Kaca jendela berhamburan, serpihan-serpihannya berjejal kesegala penjuru
"ayo, kamu duluan" kata Jongin kepada Kyungsoo, dari tatapannya seakan dia mengatakan bahwa dia mempunyai prinsip 'ladies first', namun Kyungsoo bukanlah wanita yang harus didahulukan, tapi dalam hal ini Jongin ingin menjadi pelindung kyungsoo dan mendahulukannya
Kyungsoo dengan hati-hati merangkak naik melalui jendela yang sudah pecah berantakan, Jongin membantunya dari bawah, memegang pantatnya dan mengarahkannya ke area yang bebas dari serpihan kaca, setelah perjuangan yang melelahkan, akhirnya Kyungsoo bisa dengan selamat menginjakkan kakinya di tanah luar ruangan, bebas
"apakah sebaiknya aku memanggil bantuan?" tawar Kyungsoo, memandang Jongin dari luar jendela dan melihat kiri dan kanan, yang memang tidak ada seorangpun, sepi
"tidak usah, aku akan naik sendiri" timpal Jongin, dia menginjakkan kakinya ditabung oksigen dan melompat dengan gerakan yang cepat, dan tiba-tiba…
"ahh… uhh" erang Jongin tertahan, dia memandang kakinya yang terluka oleh serpihan kaca, hanya goresan, namun sangat perih
"kamu berdarah Jongin ah" kata Kyungsoo kembali panik, dia memegang kaki Jongin yang berdarah itu, melapnya dengan tangan
"tidak mengapa, ini hanya tergores, sebentar lagi juga darahnya akan beku" Jongin tersenyum memberikan tanda bahwa dia baik-baik saja, kyungsoo sedikit lega
"ayo kita pulang" seru Jongin, dia menarik lengan Kyungsoo, dan mengabaikan lukanya yang masih sakit itu
"arah pulangnya disana" kata Kyungsoo seraya menunjuk gerbang kampus yang berjarak 30 meter dari tempat mereka sekarang,
"kamu ingin memanjat gerbang itu, gerbang itu pasti terkunci Kyungsoo ya. Apakah kamu ingin kita terlihat masyarakat sekitar keluar dari kampus malam-malam begini, memanjat, dengan keadaan yang lusuh, mereka pasti mengira kita habis merampok kampus miskin ini" jelas Jongin kembali disertai lelucon garing,
"he..he.." Kyungsoo terkekeh kecil, dia salah tingkah
"disana ada lubang tikus, kita lewat sana" jelas jongin lagi,
"lubang tikus? Kita pasti tidak muat Jongin, itu kecil"
"bukan tikus dalam arti yang sebenarnya, lubang tikus itu semacam jalan rahasia, tempat mahasiswa membolos"
Kyungsoo memerah, dia tertunduk malu, sifat lugu dan polos kyungsoo tampak
Jongin tersenyum melihat tingkah kyungsoo
"eh, katamu tadi semacam jalan rahasia untuk membolos, setahuku ini kampus, bukan sekolah menengah. Jadi setiap mahasiswa yang ingin pulang tidak perlu mencari jalan alternatif, karena pintu gerbang akan senantiasa terbuka, satpam kampus tidak akan mencegah" tutur Kyungsoo sedikit bingung,
"fungsinya bukan untuk membolos sebenarnya, jalan itu digunakan oleh mahasiswa yang ingin bertemu dengan pacarnya dengan cepat, yang berbeda kampus tentunya, dan dibelakang sana ada sebuah bangunan tua, dan yah.. tahu sendirilah, mereka akan melakukan apa disana" jelas Jongin, dia tersenyum jahil
"jadi secara tidak langsung kamu menceritakan pengalamanmu" semprot Kyungsoo,
"tidak, aku mengetahuinya dari seorang teman, aku masih suci dan bersih"
"no coment"
Mereka berdua saling diam, tidak ada kata yang terucap saat mereka tiba dengan selamat di luar gedung kampus
.
.
"rumahmu dimana?" Tanya Jongin tiba-tiba, saat mereka berdua tiba di samping bangunan tua yang Jongin ceritakan tadi,
"lumayan dekat dari sini" jawab Kyungsoo sedikit berbohong, tempat kontrakannya masih lumayan jauh, dan sialnya sepeda bekas yang dia beli setengah harga sedang teronggok diparkiran sepeda motor kampus, mungkin tidak ada yang peduli dengan keberadaan sepeda butut itu
"tunggu disini, aku akan mencarikan makanan dan minuman" kata Jongin sambil menatap mata Kyungsoo,
"ta..tapi, tidak bisakah aku ikut denganmu" ucap Kyungsoo otomatis, matanya membulat lucu
Hening, Jongin berpikir, dia memandangi Kyungsoo sedemikian rupa
"tidak, kamu kelihatannya sangat lelah, aku tidak ingin kamu pingsan dijalan, tunggu disini saja" kata Jongin khawatir, bukan tanpa alasan, karena Jongin melihat Kyungsoo yang sangat lemah berjalan tadi, padahal baru beberapa langkah mereka keluar dari gedung kampus
"tidak, aku.."
"kamu terlihat lemah Kyungsoo ya" ujar Jongin cepat,
Kyungsoo terdiam, Jongin mengucapkan kata 'lemah', kata yang sudah sering disandangkan kepadanya, baik oleh keluarga maupun teman kampus sekelasnya. Bagaimana Jika Jongin tahu bahwa Kyungsoo bukan saja lemah, namun juga 'menyimpang'. Kyungsoo kembali teringat makian ibunya saat mengusirnya, Kyungsoo mendadak sesak
"duduk disini, tunggu aku disini, aku tidak akan lama" gumam Jongin sambil menunjuk kursi panjang yang terbuat dari semen, tidak jauh dari bangunan tua disamping mereka
Kyungsoo akhirnya duduk, dia tidak ingin dianggap penakut oleh Jongin. memutuskan untuk langsung pulang adalah pilihan yang buruk, karena Kyungsoo sendiri memang merasa lelah dan lemas.
"ingat, jangan kemana-mana, aku segera kembali" tutup Jongin, lalu dia dengan sigap dan sedikit berlari menembus pepohonan untuk mencari warung yang masih buka di ujung jalan
5 menit penuh kesunyian, sepi. Tempat sekitar Kyungsoo yang terkesan remang-remang sama sekali tidak ada orang, kata Jongin bangunan Tua disampingnya adalah tempat berkumpul anak muda yang kasmaran, namun ternyata tidak satupun batang hidung pemuda-pemudi yang terlihat oleh Kyungsoo
Kyungsoo menggigil kedinginan, dia mengusap-usap telapak tangannya untuk membuat efek hangat. Dan tiba-tiba dari jarak yang lumayan dekat, Kyungsoo samar-samar mendengar langkah seseorang yang mendekat, langkah yang terdengar sempoyongan dan tidak teratur
Kyungsoo berdiri, dia melihat kesana kemari, dan mata burung hantunya menampak sesosok pria yang berjalan kearahnya, dalam keadaan mabuk. Kyungsoo kembali panik, dia sendirian, tanpa Jongin
"hei bocah, sepertinya aku pernah melihatmu, tapi aku lupa.." orang itu bersuara, bau alkohol konsentrasi tinggi sangat jelas tercium oleh kyungsoo,
Kyungsoo tidak merespon kalimat orang itu,
"bocaahh… jangan diam saja"
"…"
"ah, aku ingat sekarang, wajahmu itu mirip dengan pemain drama di TV, siapa.. siapa namanya, yang tertindas oleh ayahnya.." racau orang itu semakin melantur, jaraknya dengan Kyungsoo sudah semakin dekat,
Orang itu membuang botol ditangannya, prangg…. Kyungsoo kaget bukan main, sepertinya dia sedang dalam masalah besar saat ini,
"hei bocah, siapa namamu? Pasti namamu Han Kang Woo, iya pasti itu namamu, marilah bersenang-senang denganku"
"…"
"aku bosan dengan wanita, mereka hanya menginginkan uangku saja… kesinilah bocah, nikmati malam denganku… ehek…ehekk…" orang itu cegukan, membuat Kyungsoo semakin takut dan sekaligus muak
Dan tanpa terduga, orang itu maju dan memeluk paksa Kyungsoo, kyungsoo otomatis memberontak, dia mendadak mual dengan bau alkohol orang itu,
"lepaskan…" erang Kyungsoo, dia kembali terduduk paksa
"sayang, sebentar saja, tidak lama. Bangunan disebelah sana bisa kita pakai.." racau orang itu lagi, sepertinya kehilangan akal sehat
Kyungsoo masih meronta-ronta, dia semakin lemas karena mengeluarkan tenaganya untuk melawan. Kyungsoo mengharapkan bantuan, siapapun itu, dan kemudian….
"hentikan… sialan…" seru suara yang tiba-tiba muncul, suara yang sangat Kyungsoo kenal
"jo..jongin.." rintih kyungsoo lemah
Jongin meletakkan acak makanan dan minuman yang sudah dia beli tadi, dan pukulan yang sangat keras melayang dari tangannya yang kokoh, tepat mengenai tengkuk orang yang ingin mencabuli Kyungsoo, orang itu terhuyung dan merintih kesakitan
"kamu ingin mati… jangan ganggu temanku sialan…" seru jongin kembali, dia menendang dengan keras perut orang itu yang sudah tersungkur kesakitan, menambah rasa sakit yang menderanya
Dan tanpa berlama-lama, dengan sisa tenaganya, orang mabuk itu lari sempoyongan, menahan rasa sakit dan mabuknya, dia tidak mengucapkan sepatah katapun, hanya erangan kesakitan yang terdengar
"Kyungsoo ya, kamu tidak apa-apa?" Tanya jongin, emosinya sudah kembali stabil
"aku...aku tidak apa-apa" jawab Kyungsoo lirih, matanya sudah berkaca-kaca, lagi-lagi nasib malang menimpanya dan Jongin yang menyelamatkannya lagi
"syukurlah, maafkan aku yang meninggalkanmu" kata Jongin merasa bersalah
"bukan salahmu" ujar kyungsoo tidak enak,
"makanlah kyungsoo, setelah itu aku akan menggendongmu keseberang sana, mencari bus yang akan membawa kita pulang" kata jongin kalem, sambil menunjuk makanan bungkusan yang tergeletak di dekat bangku semen yang Kyungsoo duduki
Kyungsoo belum sempat menanggapi kalimat Jongin, seberkas sinar tiba-tiba muncul di hadapannya, sepertinya itu adalah lampu sebuah mobil yang mendekat, mobil pertama yang Kyungsoo lihat selama dia ditempatnya ini,
Wanita paruh baya dengan pakaian rapi dan elegan turun dari mobil, model rambutnya seakan menegaskan bahwa wanita adalah wanita kelas atas yang terpandang,
"Jongin, seharian omma mencarimu, kamu kemana saja? Omma berputar-putar di sekeliling kampus ini, tapi omma tidak menemukanmu, ponselmu kenapa? Susah dihubungi. Ayo, naik kemobil, cepat" cerocos wanita itu cepat, tidak ada habisnya,
Jongin pusing harus menanggapi bagaimana kalimat ibunya itu, seperti biasa jongin dibuat kesal oleh tingkah ibunya yang berlebihan terhadapnya,
"tapi omma, aku.."
"tidak ada tapi-tapi, ini sudah malam, ayo.." potong ibu Jongin cepat, mulutnya seakan dirancang untuk berbicara cepat, dia menarik tangan anaknya, tidak memperdulikan bahwa ada pemuda yang bersama anaknya
"tunggu omma, kalau bisa ajak teman.."
"tidak ada alasan, cepat naik" kalimat kembali dipotong oleh ibu Jongin, lagi dan lagi
Tangan Kanan Jongin ditarik oleh ibunya kemobil, dan secepat kilat jongin menoleh kearah Kyungsoo, dia menampilkan ekspresi meminta maaf yang tulus, hatinya was-was meninggalkan Kyungsoo sendiri
"maafkan aku Kyungsoo ya, aku harus pergi, makanlah makanan yang aku beli tadi, dan kamu tinggal jalan membelok kearah sana dan akan menemukan bis yang bisa membawamu pulang.." kata Jongin dengan cepat, karena tangan dan tubuhnya terus ditarik dan dibawa ke mobil oleh ibunya, hingga akhirnya hanya kepala Jongin yang tampak sebelum pintu mobil tertutup,
"terima kasih atas semuanya.." akhirnya Kyungsoo mengucapkan kata itu juga, ucapan yang sudah lama ingin dia ucapkan
Jongin mengangguk tanda dia mendengar dan menerima ucapan terima kasih Kyungsoo, dan tidak lama mobil ibu Jongin menghilang, menembus kegelapan malam, menyisakan Kyungsoo yang terpaku sendiri
"terima kasih Jongin, terima kasih.." ucap Kyungsoo lagi, lebih kepada dirinya
Kyungsoo makan dengan cepat, dia ingin secepatnya meninggalkan tempat sialan itu, sebelum masalah baru menimpanya kembali.
Kyungsoo yang sudah mendapatkan tenaga lagi, tepogoh-pogoh membelok kearah yang dikatakan Jongin tadi.
Kyungsoo sedikit lega saat mendapatkan banyak mobil yang melintas tidak jauh didepannya, daerah yang ramai, pikir Kyungsoo, malam memang sudah semakin larut, dan aktifitas di pinggir kawasan seperti ini memang tidak seramai di pusat kota
Sebuah mobil berhenti tepat didepan Kyungsoo, mobil yang mirip taksi, andai itu memang benar taksi maka kyungsoo dengan senang hati menaikinya, dan membayarnya saat sampai di kontrakan nanti, biaya mahal tidak apalah, yang penting sampai dengan selamat
Kyungsoo menunduk dan mengarahkan wajahnya di kaca mobil, pintu depan mobil terbuka dan Kyungsoo kembali terkaget karena pikirannya tadi tidak sesuai dengan kenyataan..
"hei, manis.. jumpa lagi, mari kita bersenang-senang" seru orang tersebut dan menarik kerah baju Kyungsoo dan memaksanya masuk kemobil,
Kyungsoo terbekap, dia tidak mampu mengucapkan sepatah-katapun,
Kyungsoo meringkuk didalam mobil, air matanya jatuh berlinang, dia mendadak lemas kembali
'jongin, dimana kamu? Tolong aku…. Tolong aku Jongin ah….' Batin Kyungsoo
.
.
.
.
.
To Be Continued
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Chapter 2 Up, maaf jika dicerita yang masih awal-awal ini Kyungsoo selalu tersakiti atau ternistakan, tidak akan selalu begitu juga, itu sebagai pendukung cerita saja, Mudah-mudahan reader tidak kesal… he...he… terima kasih yang sudah memberikan reviewnya di chap 1 kemarin, sangat membuat semangat untuk lanjut dan update cepat. Review masih ditunggu kembali, gomawooo… salam EXO-L
