Good Boy vs Bad Boy

By Fan_dio

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie

Genre : Drama and Romance

Warning : This is Yaoi (BL) , Author newbie, maaf kalau Typo berserakan,

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Jongin tiba dirumahnya yang mewah 15 menit kemudian, dia melihat mobil pribadi dengan supir yang biasa mengantarnya ke kampus. Ibunya dari tadi terus mengoceh perihal kenapa bisa anaknya itu telat pulang.

Ibu jongin menyuruh anaknya untuk mandi air hangat, Jongin hanya mengangguk, pikirannya bukan di rumahnya, tapi di tempat lain. Saat ibu jongin sudah masuk kedalam kamar, Jongin secepat kilat menghampiri supir pribadinya, meminta kunci dan bergegas mengeluarkan mobil itu dari bagasi, kemudian meluncur membelah malam, Jongin keluar rumah tanpa sepengetahuan ibunya

Jongin tiba lebih cepat 5 menit di tempat yang dia tuju, dia memang melajukan mobilnya sekencang mungkin, entah mengapa perasaannya was-was, khawatir akan seseorang

Jongin memarkirkan mobilnya dan turun secepat dia bisa, namun hatinya sedikit mencelos saat tidak menemukan orang yang dia cari

"Kyungsoo ya, apa kamu sudah pulang?" teriak Jongin

Jongin mengarahkan pandangannya kesegala arah, dan memang Kyungsoo sudah tidak tampak. Jongin rela kembali meninggalkan rumahnya demi Kyungsoo, dia sangat khawatir dengan keadaan Kyungsoo tadi, kyungsoo terlihat lemah.

Jongin mendudukkan dirinya di kursi semen tempat kyungsoo tadi menunggunya, dia melihat bungkusan makanan tergeletak dengan isi yang nyaris habis, Jongin sedikit lega, kyungsoo memakan makanan itu, paling tidak kyungsoo mendapatkan tambahan energi, pikir Jongin

Setelah agak lama duduk di tempat itu dan tidak ada tanda keberadaan Kyungsoo lagi, jongin akhirnya beranjak

"ah, pasti kyungsoo sudah pulang" gumam jongin kepada dirinya sendiri, mensugesti dirinya bahwa Kyungsoo baik-baik saja

Jongin melajukan mobilnya lagi, kembali kerumah, dia tidak peduli jika ibunya nanti akan menyemprotnya. Dan jongin berharap bisa beruntung, dia bisa sampai kekamarnya dengan tenang tanpa mendengar ocehan ibunya yang berlebihan

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Kyungsoo meringkuk di mobil yang berjalan dengan kencang. Dia terus menutup matanya dan berdoa dalam hati, semoga tidak ada hal-hal buruk yang terjadi kepadanya nanti

Dalam Mobil itu ada tiga pemuda, dan sekarang sudah berjumlah empat dengan adanya Kyungsoo.

"kamu belum mencium sepatuku" seru salah seorang dimobil tiba-tiba, kalimatnya sangat jelas ditujukan untuk Kyungsoo,

Kyungsoo masih diam dan menutup matanya. dia sudah tahu siapa orang yang berkata tersebut, namun Kyungsoo berusaha tidak menanggapinya. Dua pemuda lain yang duduk paling depan belum berbicara, kecuali yang duduk disamping kemudi yang sesekali melirik Kyungsoo dibelakangnya

"kamu kenapa? Kamu buta? Menutup mata seperti itu, dasar lemah" kata orang itu kembali, menekankan kata 'lemah' kepada kyungsoo

"bagusnya diapakan bocah ini? Kalian ada saran?" lanjut orang itu lagi, bertanya kepada dua rekannya didepan

"Kris, terserah kamu sajalah. Kami tidak ada urusan dengan pemuda itu" tukas seseorang disamping kemudi, dia menatap bergantian antara Kyungsoo dan rekannya yang ternyata adalah Kris, senior Kyungsoo dikampus

"Luhan, tidak biasanya kamu seperti ini. Ini kesempatan kita untuk bermain-main dengan bocah lemah seperti dia" ungkap Kris sadis sembari menunjuk kyungsoo dengan dagunya

"terserah kamu sajalah" kata orang yang bernama Luhan, pemuda bertampang imut, malas

"jujur saja, aku agak muak dengan orang Korea, apakah dia merasa wajah mereka itu sempurna. Aku sebagai warga China yang mayoritas di bumi ini selalu dinomor dua kan dalam segala hal. Di negeri ini hanya orang Korea saja yang selalu disanjung" Tutur Kris tidak jelas, entah mengapa dia curhat sendiri

"Kris, kamu bilang apa? aku tidak mengerti" kata Luhan lagi, mengernyitkan dahinya

"Luhan, kamu jugakan warga China, apakah kamu tidak merasa di nomor duakan oleh warga pribumi disini?"

"sedikit, tapi Negara ini adalah Negara mereka, kita hanya warga pendatang saja, jadi wajar jika warga korea harus mengutamakan ras mereka" tutur Luhan bijaksana

"Lay, bagaimana pendapatmu sebagai warga China?" Tanya Kris kepada si pembawa Mobil didepannya,

"…"

Seseorang yang bernama Lay itu hanya diam, dari tadi tidak ada komentar yang mengalir dari mulutnya, dia betah tidak berbicara dan hanya sibuk membawa mobil sesuai perintah Kris

"oh, sudahlah Kris, jangan bahas ini lagi, tidak ada hubungannya antara pemuda ini dan curhatmu mengenai Korea dan China" tukas Luhan kepada Kris,

Kris tidak berkomentar lagi, dia tidak sabar ingin mengerjai Kyungsoo yang ada disampingnya. Dia menatap wajah Kyungsoo yang imut, Kris berpikir akan menggagahi tubuh Kyungsoo, namun Kris bukanlah orang yang doyan sesamanya, dia masih normal, jadi bersenang-senang dalam hal ini adalah bukan dengan berhubungan badan dengan Kyungsoo,

"baiklah, aku akan memaksa bocah ini untuk minum" ujar Kris bersemangat, dia mengambil sebotol minuman keras di bawah jok mobilnya,

"buku mulutmu bocah.." kata Kris lumayan keras kepada Kyungsoo,

Kyungsoo tidak membuka mulutnya, dia hanya membuka matanya yang sedari tadi tertutup, dan tepat saat itu dia bertatapan mata dengan Luhan yang ada di kursi depan, Kyungsoo sedikit tersentak, dia kenal dengan Luhan, sangat kenal malah

"hei, jangan diam saja, buka mulutmu.. tegak minuman ini.. cepaaattt…" teriak kris lagi, membuyarkan pandangan dan ingatan Kyungsoo akan Luhan,

Kyungsoo belum bereaksi membuka mulutnya, dia hanya menatap minuman yang disodorkan oleh Kris, seumur hidupnya dia belum pernah menyentuh minuman keras, apalagi meminumnya

"oh, kamu membangkang, apakah kamu mau bokongmu aku masukkan benda ini?" kata Kris mengancam, dia memperlihatkan Dildo besar didepan hidung Kyungsoo, Kyungsoo otomatis bergidik ngeri,dia tidak ingin benda laknat itu menembus pantatnya

"Kris, sejak kapan kamu punya benda seperti itu?" Tanya Luhan, heran

"sudah sejak lama, benda ini sering aku gunakan kepada wanita-wanita haus seks yang ingin dipuaskan lebih" jawab Kris enteng, seakan pertanyaan Luhan adalah pertanyaan satu tambah satu hasilnya berapa,

"cepat, minum.." lanjut kris lagi, lebih keras kepada kyungsoo

Akhirnya, Kyungsoo dengan tangan gemetar, ragu-ragu dan takut mengambil botol yang disodorkan oleh Kris, dia memandang sejenak botol yang terus bergetar ditangannya

"minum.."

Sedetik, dua detik dan tidak ada pilihan, Kyungsoo meneguk minuman haram itu, dan dia memuntahkannya cepat, rasa pahit dan tidak terlukiskan meracuni tenggorokan Kyungsoo,

"enak saja, kamu memuntahkan minuman itu, itu minuman mahal. Lebih baik aku yang meminumkanmu manis" ujar Kris menyambar botol ditangan Kyungsoo,

Kris tanpa belas kasihan menjejalkan mulut botol ke mulut Kyungsoo, kyungsoo tersedak, namun karena kris yang terus memaksa dan memiringkan posisi botol dimulut Kyungsoo, akhirnya minuman racun itu masuk juga melalui tenggorokan Kyungsoo, dada Kyungsoo terasa panas, dia seperti ingin mati saja

"bagaimana? Enak kan?" kris kembali memaksa Kyungsoo, meneguk dan terus meneguk

Luhan hanya bisa melihat adegan pemaksaan yang dilakukan oleh Kris, sedangkan rekannya Lay tidak berkata apa-apa, seakan dia bisu dan tidak mau tahu apa yang terjadi dibelakangnya

"jangan ditumpahkan, atau dildo ini akan bersarang dibokongmu" ancam Kris lagi, dia terlihat puas telah bersenang-senang,

Sebotol minuman hampir habis, dengan hanya sedikit yang tertupah. Kyungsoo memaksakan dirinya untuk meminumnya.

Kyungsoo menderita, dia tidak sanggup lagi jika di suruh meminum botol kedua. Kyungsoo mendadak pusing dan mungkin sudah mabuk.

Tidak terasa air mata kyungsoo kembali mengalir, dia sedih dengan jalan hidupnya yang seperti ini, apakah dia selemah ini? Tidak bisa melawan. Dan detik ini kyungsoo berjanji akan membalas dendam atas semua perlakuan keji yang diterimanya, Kyungsoo bersumpah

"apakah kalian tidak ingin bermain-main dengan bocah lemah ini?" Tanya kris kepada Luhan dan Lay

"tidak" jawab Luhan cepat, dia kembali memandang keluar jendela, mobil yang mereka naiki hanya memutar-mutar saja, sesuai perintah Kris tentunya

"oh baiklah, tampaknya kalian tidak menikmati ini" kata Kris lagi kehilangan semangat, dia menatap Kyungsoo yang sudah teler dan cegukan

"hentikan mobil disini, aku akan membuang bocah ini disini saja" kata Kris cepat dan tidak lama mobil berhenti secara total, sangat kentara sekali bahwa Lay ingin segera adegan-adegan pemaksaan dibelakangnya terhenti

"hei, kamu menjejalkan apa di saku pemuda itu?" Tanya Luhan, dia melihat Kris menjejalkan bungkusan warna merah, yang isinya seperti serbuk di kantong Kyungsoo

"bukan apa-apa, aku hanya ingin tahu nasib anak ini jika seseorang menemukannya nanti, mabuk dan menyimpan narkoba illegal" jawab Kris enteng, mata angry bird nya berkilat licik

Dan tanpa berlama-lama lagi, Kris membuka pintu mobil dan mendorong Kyungsoo keluar dengan kasar, dan kembali memberikan aba-aba kepada Lay untuk melajukan mobil, membelah malam yang suram, meninggalkan Kyungsoo yang acak-acakan, lemah dan mabuk

Rasa sakit yang dirasakan disekujur tubuh Kyungsoo karena terhempas di jalanan yang berpasir dan berbatu kecil tidak sebanding dengan sakit hati yang kini dia rasakan, air matanya terus mengalir, maratapi nasibnya. Malam sudah semakin larut, Kyungsoo yang oleng mencoba berdiri, pandangannya kabur, dia memang mabuk, namun Kyungsoo masih menemukan kesadarannya, dia tidak ingin kalah oleh efek minuman Keras itu, kyungsoo akan membuktikan bahwa dia kuat, dia bukan orang yang lemah

Kyungsoo mengedarkan pandangan kesekelilingnya, dan dia sedikit senang, karena dia mengenal daerah tempatnya kini, yang dia harus waspadai adalah panjaga malam yang bisa saja menemukannya dalam keadaan mabuk seperti ini, bukan saat yang tepat tentunya.

Kyungsoo berterima kasih kepada tuhan karena dia hanya perlu berjalan 20 meter saja untuk sampai ke tempat kontrakannya, ternyata dia dibuang oleh Kris tepat didepan jalan menuju lorong kontrakannya.

Akhirnya setelah perjuangan berjalan sempoyongan, kyungso tiba dengan selamat di kontrakannya, dia langsung menidurkan dirinya tanpa membersihkan diri, kyungsoo sudah tidak sanggup lagi dan Kyungsoo berharap hari yang buruk ini tidak akan terulang kembali

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Sudah seminggu Kyungsoo tidak masuk ke kampusnya. Dia tidak peduli ketinggalan mata kuliah atau nilai mata kuliahnya jadi Error. Kyungsoo merenungkan banyak hal yang terjadi pada dirinya akhir-akhir ini. Kyungsoo juga jarang makan, uang pemberian dari ayahnya sudah hampir habis, kyungsoo mencoba menghubungi ayahnya lewat ponsel, namun tanpa terduga nomor ayahnya tidak aktif, bukan hanya sekali dua kali, tapi berkali-kali kyungsoo menghubungi ayahnya, tetap saja hasilnya nihil. Dan hampir 2 minggu lebih ayah kyungsoo tidak pernah menghubunginya, ayahnya telah berbohong.

Efek dari jarang makan, wajah bulat kyungsoo mendadak menjadi tirus, rahangnya juga menonjol semakin jelas. Kyungsoo menyadari perubahan dirinya secara fisik.

Kyungsoo kembali teringat masa-masa dia selalu dibully, diremehkan dan dianggap lemah. Hati kyungsoo mendadak sesak, dia harus berubah, tidak boleh ada yang meremehkannya lagi, selamanya

Kyungsoo beranjak dari pembaringannya, menatap kaca besar di dinding. Kyungsoo menatap pantulan wajahnya sendiri dikaca, memegang tiap inci wajahnya lembut, dan yakin bahwa dia bisa berubah

"Cukup sampai disini, kamu bisa Do Kyungsoo, kamu kuat, buktikan jika kamu tidak selemah yang dipikirkan orang" tukas kyungsoo pelan namun tegas kepada dirinya sendiri

"Hari ini adalah hari baru untukmu Do Kyungsoo" lanjut kyungsoo lagi

Dan hari itu juga Kyungsoo segera mandi dan berangkat ke pusat perbelanjaan, membeli baju dan perlengkapan lain dengan sisa uang dari ayahnya

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Di kediaman keluarga Jongin,

Keluarga Kim duduk manis diruang makan, beberapa menit yang lalu ayah Jongin sudah berangkat ke perusahaan. Jadi hanya tersisa jongin dan ibunya saja,

"Jongin, hari ini kamu ada jadwal kursus Dance dan Piano" kata ibu jongin sambil membaca jadwal kegiatan anaknya yang sudah tersusun rapi

"omma, tidak bisakah jadwal itu dibatalkan? Aku capek, sehabis kuliah langsung kursus lagi" protes Jongin kepada ibunya

"tidak jongin, kamu sudah sering tidak mengikuti jadwal ini, ini juga untuk masa depanmu"

"tapi aku lelah omma"

"lelah cuma alasanmu saja jongin, minggu lalu kamu kuliah dari Pagi dan keluyuran hingga malam dan setelah omma jemput ternyata kamu masih saja sempat keluar, jadi kata lelah bukan alasan kan?" ujar ibu Jongin lantang, dia merapikan rambut palsunya yang terlalu berat di kepalanya

Ibu jongin kembali menyinggung perihal jongin yang kembali mencari kyungsoo minggu lalu. Walaupun ibu jongin tidak memarahi anaknya karena sudah terlalu malam, namun ibu jongin selalu mengungkit-ungkitnya kembali, padahal malam itu Jongin tidak keluyuran, dia terkunci bersama kyungsoo diruang UKS kampusnya, tapi Jongin malas menceritakan kejadian sebenarnya

"dan jangan lupa, besok kamu ada jadwal Les bahasa Prancis dan Mandarin" kata ibu jongin, dia beranjak meninggalkan kursinya,

"dan omma lupa, jangan bawa mobil sendiri, omma sudah membayar mahal supir pribadi, jadi jangan buat supir pribadi itu makan gaji buta" tutup ibu jongin, lalu mengecup dahi anaknya. dia segera menuju ke mobilnya yang juga mempunyai supir pribadi, ibu jongin sudah siap berangkat ke butik mewahnya

Jongin sudah kehilangan selera makannya, hampir tiap hari ibunya akan mengoceh tentang kegiatan-kegiatan jongin, tapi yang pasti jongin sangat tahu bahwa ibunya itu hanya ingin mempunyai anak yang bisa dibanggakan kepada tetangga, teman dekat, kolega, rekan kerja ataupun siapalah.

Jongin yakin suatu saat ibunya pasti akan memamerkannya di acara arisan ibu-ibu 'lihatlah ini anakku, dia sangat pintar dance dan pandai memainkan piano', atau 'perkenalkan ini anak semata wayangku, dia pandai 5 bahasa, kalian akan terpukau saat melihatnya berbicara' atau 'ini dia anakku dia sangat pandai di ranjang', oh.. lupakan yang terakhir itu, itu hanya khayalan Jongin yang berlebihan saja

Lanjut mengenai tabiat ibunya, jongin merasa terbebani dan tidak bebas akibat sikap ibunya itu. Jongin ingin merasakan indahnya masa kuliah yang normal, tanpa harus disibukkan dengan jadwal yang memusingkan kepala

Dan beberapa menit kemudian, jongin dengan supir pribadinya berangkat ke kampus, karena jongin memang ada jadwal mata kuliah pagi

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Kyungsoo melangkahkan kakinya dikampus, setelah hampir dua minggu dia tidak memunculkan batang hidungnya. Kyungsoo berjalan dengan tegap dan cepat dan secara tidak terduga banyak bisik-bisik yang menyertai langkahnya,

"dia anak ekonomi kan? Sepertinya aku pernah melihatnya, tapi penampilannya berubah ya.." kata seorang mahasiswa dengan badan yang kecil,

"kalau tidak salah namanya kyungsoo, aku tidak menyangka penampilannya berubah begini" seru teman yang lain

"iya, aku juga kaget, setahuku pemuda itu sering kena bully oleh senior"

"tapi sekarang dia sungguh tampan.. ah, menggemaskan" kata teman yang satunya lagi sembari mengepalkan tangannya dan menampilkan eskpresi gemas, beraegyoo, namun hasilnya gagal alias jelek

Kyungsoo tidak peduli dengan bisik-bisik itu, yang jelas kyungsoo akan segera masuk keruangannya, karena sepertinya dosennya sudah masuk terlebih dahulu

Kyungsoo dengan cuek masuk ke kelas mata kuliahnya, statistika. Semua mata tetuju kepadanya, banyak yang bedecak heran dan tidak percaya dengan penampilan kyungsoo,

Kyungsoo memakai baju kaos hitam dan dilapisi oleh jaket kulit tipis warna senada dan menggunakan celana jins yang robek di bagian lutut kanannya. Penampilan kyungsoo sangat manly dan jauh dari kesan culun yang selama ini dia tampilkan

Kyungsoo memberikan efek gelap dimatanya dengan tambahan eyeliner di bagian bawah matanya yang sudah bulat.

Kyungsoo dengan santainya mendudukkan dirinya di kursi yang kosong di sudut. Mata semua mahasiswa masih tetap tertuju kepada kyungsoo, tidak terkecuali seseorang yang bernama Bang Minah, gadis sipit yang memandang Kyungsoo tidak berkedip

"sepertinya aku sudah pernah mengatakan bahwa dimata kuliahku, mahasiswa dilarang menggunakan baju kaos" seru dosen statistika, memecah kebisuan dari efek kyungsoo tadi

Kyungsoo langsung sadar bahwa dia yang dimaksud oleh dosen berperut tambun itu, dan tanpa berlama-lama kyungsoo beranjak dari kursinya

"aku akan keluar" gumam kyungsoo,

Kyungsoo melangkahkan kakinya santai, biasanya dia akan menampilkan ekspresi memelas jika di tegur oleh dosen, namun kali ini Kyungsoo cuek dengan semua itu, para mahasiswa di kelas masih terpana dengan perubahan sikap Kyungsoo

Kyungsoo merapikan rambutnya sambil jalan, model rambut kyungsoo yang biasanya berponi jatuh kini tidak terlihat lagi, yang ada sekarang adalah model rambut yang semua poninya dinaikkan keatas dan ditata dengan menggunakan gel, menampakkan alisnya yang hitam dan tebal

Kyungsoo mendudukkan dirinya dibangku taman tidak jauh dari ruang perpustakaan kampus, kyungsoo tidak peduli jika dosen tadi memberinya nilai error, yang sekarang dipikiran kyungsoo adalah mencari pekerjaan, uang pemberian ayahnya sudah nyaris habis dipakai untuk kebutuhan mendadak Kyungsoo, dia juga sudah lupa bahwa masih ada sepeda bekasnya terparkir di parkiran kampus

"Hai.." sapa seseorang yang tiba-tiba muncul, dia sedikit mengagetkan kyungsoo,

Namun kyungsoo menampilkan ekspresi cuek dan hanya tersenyum singkat

"perkenalkan namaku Jiyoon, oppa pasti mengenalku kan?" kata yeoja yang bernama Jiyoon itu sok akrab

"maaf, tapi aku tidak mengenalmu" tukas kyungsoo masih cuek

"ha..ha.. oppa ini lucu, aku kan sering terlihat di kampus ini, masak oppa tidak mengenaliku" kata Jiyoon sembari menepuk lembut lengan kyungsoo, kyungsoo hanya mengernyit saja

"kalau boleh tahu nama oppa siapa?" Tanya Jiyoon tidak tahu malu

"namaku Kyungsoo" jawab kyungsoo singkat,

Jiyoon menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sungguh tidak terduga bahwa usahanya untuk berkenalan dan menggaet Kyungsoo tidak mudah

"aku salah satu aktivis di kampus ini, aku banyak berurusan dengan organisasi dan memperjuangkan hak-hak warga kecil, aku juga pernah di wawancarai oleh sebuah stasiun televisi swasta, aku juga biasa terlibat sebagai panitia dalam event-event K-pop, dan ikut mengkoordinir penggemar K-pop diluar Korea" kata Jiyoon panjang lebar, menceritakan dirinya,

"hm..."

Tanggapan kyungsoo yang adem ayem dan datar seperti itu membuat jiyoon gerah juga, tapi ini baru permulaan, dia akan terus berusaha dan mungkin akan mengambil langkah yang ekstrim

"baiklah oppa, aku pergi dulu" tutup jiyoon, dia melangkah pergi, kesal

Kyungsoo hanya tersenyum singkat, ekspresi datarnya sulit ditebak. Kyungsoo berdiri dan memutuskan untuk pulang saja, namun langkahnya terhalangi oleh mahasiswa lain yang lebih tinggi darinya,

"wah..wah.. penampilanmu berubah bocah, apa efek dari minumanku yang membuatmu jadi seperti ini?" Tanya orang itu, dia Kris, dia memandang Kyungsoo dari atas sampai bawah, meneliti setiap inci penampakan kyungsoo

"bukan urusanmu Wu Yifan" tukas Kyungsoo lantang,

Kris terkaget, dia shock. Baru kali ini pemuda yang dijahilinya berkata dan membantahnya, terlebih lagi pemuda itu alias kyungsoo menyebutkan nama aslinya, dia sungguh tidak percaya

"lancang kamu berkata seperti itu" bentak Kris, wajahnya merah padam sekarang

"kenapa? Wajahmu sudah merah begitu, apakah kamu sudah tidak tahan ingin mengisap Penisku…" ujar Kyungsoo santai,

Jgerrr… Kris bertambah kaget, kris mengedarkan pandangannya kiri dan kanan, berharap tidak ada yang mendengar kalimat Kyungsoo tadi

"ka..kamu… bicara apa kamu…" gagap Kris, entah mengapa dia kehilangan sedikit suaranya

"apa kamu ingin serbuk haram kepunyaanmu itu di balurkan ke penisku dan kamu akan menjilatnya?" ujar Kyungsoo lagi, suaranya semakin keras, dia menyinggung bubuk haram yang di jejalkan Kris ke sakunya minggu lalu, Kyungsoo tidak akan lupa itu, dia masih menyimpannya dan akan membalas dendam

"ka.. kamu.." Kris naik pitam, dia mengarahkan tinjunya ke wajah Kyungsoo, Kyungsoo sudah siap-siap menghindar, namun…

"tenang Kris, jangan buat masalah dikampus, sebentar lagi kamu lulus, kamu tidak inginkan jika kelulusanmu bisa tertunda" ujar teman Kris, yang tiba-tiba muncul, memegang lengan Kris, memaksa menurunkannya, menepuknya singkat, menenangkannya

Dia Lay, si pembawa mobil rekan Kris dan Luhan. Dia menenangkan Kris yang wajahnya sudah semakin merah menahan amarah,

"aku akan ingat penghinaan ini" kata kris, matanya berkilat memandang Kyungsoo

"whatever" balas Kyungsoo cuek,

Kyungsoo memandang punggung Kris dan Lay yang sudah semakin menjauh, Kyungsoo mendengus singkat, Kyungsoo sedikit gemetaran, baru kali ini dia berbicara tidak senonoh seperti tadi, namun Kyungsoo sudah bertekad tidak akan menyerah dan memperlihatkan kepada dunia bahwa dia kuat dan tidak boleh ada yang meremehkannya

Dan tiba-tiba Jiyoon kembali muncul, dia menyerahkan secarik kertas kepada Kyungsoo, lalu tanpa berkata-kata dia meloyor pergi

Kyungsoo membuka lipatan kertas itu, membacanya dengan cepat, dia mengernyitkan dahinya, lalu meremas kertas itu, menimang-nimangnya ditangan, berpikir sejenak dan membuangnya ditempat sampah. Kyungsoo pergi, menuju gerbang kampus, untuk pulang

Dan tanpa sepengetahuan Kyungsoo, sedari tadi sejak awal Kyungsoo mendudukkan dirinya di kursi taman hingga terakhir Kyungsoo pergi, sudah ada sepasang mata yang memperhatikan Kyungsoo dari jarak jauh, dia adalah pemuda berkulit eksotis, Kim Jongin

Jongin bergegas menuju tempat sampah, dimana Kyungsoo tadi membuang kertas pesan dari Jiyoon, Jongin mengambil kertas itu, membukanya dengan cepat dan membacanya. Seketika Jongin mendadak galau, dia kembali khawatir

'Kyungsoo ya, kamu terlihat berubah… tolonglah, jangan ikuti kemauan yeoja gila itu, kamu akan terperangkap' batin Jongin sedih, dia terlihat takut jika memang benar-benar karakter bad boy yang ditampilkan tadi adalah karakter asli Kyungsoo, Jongin belum siap menerimanya.

.

.

.

.

.

To Be Continued

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Terima kasih untuk yang sudah mau memberikan Reviewnya di chap 1 dan 2, kalian memang pembaca yang baik, he…he… mudah-mudahan chap 3 ini sudah menjelaskan sesuai judul yang ada. Review lagi ya… salam Exo-L