Good Boy vs Bad Boy

By Fan_dio

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie

Genre : Drama and Friendship

Warning : This is Yaoi (BL) , Author Newbie, Maaf kalau Typo berserakan,

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Di Kediaman keluarga Kyungsoo,

Ayah Kyungsoo mondar mandir tidak jelas di ruangan keluarga, dia terus melirik isterinya yang merapikan berbagai barang, ya... mereka akan pindah, pindah kerumah baru yang lumayan jauh dari tempat mereka sekarang,

"sayang, pikirkan baik-baik, tidak seharusnya kita pindah dari rumah ini" ucap Ayah Kyungsoo kepada isterinya, tampang kalut jelas terpancar di wajah tuanya

"keputusanku sudah bulat" balas Ibu Kyungsoo tegas, dia masih merapikan berbagai barang

"dan untuk apa kamu membuang nomor ponselku? Disana ada nomor anak kita, Kyungsoo" cerca Ayah Kyungsoo lagi

"…"

"untuk apa?"

"sudah jelaskan, agar anak itu tidak menghubungi kita lagi" jawab Ibu kyungsoo enteng

"aku tidak habis pikir, Kyungsoo itu anak kita, kamu begitu tega mengusirnya dan menganggapnya sebagai orang lain" kata ayah Kyungsoo lagi, dia menggeleng lemah, merasa gagal sebagai Ayah

"alasannya sudah jelas" kata ibu Kyungsoo singkat

"hanya karena anak kita menyimpan kaset dan gambar porno?"

"itu bukan kaset dan gambar porno biasa, seandainya saja itu bukan kaset dan gambar.. ah.. sudahlah, aku muak membahasnya" terang Ibu kyungsoo, dia kembali gusar

"kyungsoo hanya menimpan kaset dan gambar, yah.. yang berkonten gay, tapi seharusnya sebagai orang tua kita memberikan pengajaran terlebih dahulu, dan tidak langsung mengusirnya seperti yang kamu lakukan"

"yang kita temukan cuma gambar dan kaset dan bukan tidak mungkin sehari-harinya anak itu melakukan seks bebas dengan seseorang atau beberapa orang yang berkelamin sama dengannya" tukas ibu Kyungsoo menampilkan ekspresi jijik dan mual

"kamu keterlaluan, aku yakin kyungsoo tidak melakukan hal itu" ayah kyungsoo menggelengkan kepalanya

Ibu kyungsoo mendadak berdiri, dia seperti naik pitam,

"aku punya alasan, trauma masa lalu dan itu masih menggangguku"

"trauma masa lalu?" Tanya ayah Kyungsoo ingin tahu,

"tapi sepertinya kamu tidak akan bisa mengerti, jadi percuma saja" ibu Kyungsoo kembali terduduk,

"ceritakan, aku ingin mendengar seberapa kuat alasanmu sehingga mengorbankan anak kita" paksa ayah Kyungsoo, dia menunggu isterinya untuk bercerita

Ibu Kyungsoo menghela nafas panjang, dan mulai bersuara, bercerita

"Beberapa tahun yang lalu sebelum aku mengenalmu, aku sudah mempunyai tunangan, dia seorang yang gagah dan penyayang, aku merasa bahwa dialah yang akan menjadi mendamping hidupku dan menjadi ayah dari anak-anakku kelak, namun suatu peristiwa mengacaukan semuanya, ternyata tunanganku itu hanya berkamufalse dan pura-pura mencintaiku, dia dipaksa oleh orang tuanya untuk segera menikah dan aku yang dipilihnya sebagai korban kepura-puraannya. Dan kemudian waktu membuktikan bahwa dia adalah seorang gay, yang sering bergonta-ganti pasangan…" ibu kyungsoo menghentikan kalimatnya, menarik nafas dan bercerita kembali,

"… aku memergokinya berhubungan seks disebuah hotel, di hotel milik orang tuanya, aku shock dan tidak bisa menerima, dia melakukan itu dengan pria lain, aku sungguh terkejut. Dia menjelaskan bahwa itu cuma salah paham dan dia ditipu oleh temannya, aku dengan bodohnya percaya, aku memaafkannya, namun peristiwa itu kembali terulang, aku kembali memergokinya melakukan hal laknat itu dirumahnya dan aku sudah tidak mau percaya semua penyangkalannya. Aku muak dan jijik. Aku membatalkan pertunangan dan berjanji kepada diriku tidak akan berhubungan dengan orang seperti itu lagi, aku membenci mereka dan aku juga berjanji bahwa tidak akan ada keluarga ataupun keturunanku yang 'membelok dan pesakitan' seperti itu. Tapi… anakku sendiri.. ahh.." ibu Kyungsoo tiba-tiba menangis, dia mengakhiri ceritanya dengan terisak-isak

Ayah Kyungsoo hanya bisa terdiam, dia tidak tahu harus berkomentar apa, dia memikirkan semua yang dikatakan oleh isterinya, mencernanya

Ibu Kyungsoo masih terisak-isak, saat bel rumah mereka berbunyi, ayah kyungsoo bergegas menuju pintu depan, karena pembantu mereka sudah mereka suruh beres-beres di rumah yang baru

Ayah kyungsoo membuka pintu dan mendadak espresinya tidak senang,

"Jin Young, ada apa kemari?" ayah Kyungsoo langsung bertanya ketika melihat saudara lelaki isterinya, paman Kyungsoo muncul

"aku ada urusan sedikit dengan saudaraku" kata paman Kyungsoo, nadanya terkesan meremehkan

"urusan apa?" Tanya ayah Kyungsoo lagi,

"Min Joon, tidak biasanya kamu bertanya seperti ini, baiklah aku masuk dulu" tutup paman Kyungsoo yang mempunyai nama lengkap Park Jin Young itu, mengabaikan pertanyaan ayah Kyungsoo, dia meloyor masuk

Ayah kyungsoo diam, dia melihat punggung saudara isterinya itu masuk kedalam kamar keluarga

.

.

Ayah Kyungsoo mencoba menguping pembicaraan isteri dan saudaranya,

"Yeom ah, sebentar lagi kamu akan pindah rumah kan?" Tanya paman Kyungsoo basa-basi

"iya, memangnya kenapa?" Tanya ibu kyungsoo, dia sudah menghapus air matanya sedari tadi

"begini, sebentar lagi aku akan berangkat ke China, tempat mendiang isteriku, kalau bisa aku ingin menitipkan anakku, bisakan?" kata paman kyungsoo dikalem-kalemkan

"anakmu yang mana?"

"anakku, Luhan… dia sebenarnya bukan anak dari darah dagingku, tapi setelah aku menikah dengan ibunya, terpaksa aku harus mengakuinya sebagai anak"

"aku tidak suka kata terpaksa di kalimatmu"

"oh, maaf..maaf.. itu tidak sengaja"

"akan aku pikirkan, dan aku akan membicarakan ini dengan suamiku dulu"

"jangan berpikir terlalu lama, anakmu Kyungsoo sudah tidak ada, maksudku dia sudah pergi entah kemana, jadi anggaplah Luhan sebagai pengganti Kyungsoo, aku tahu kamu mampu merawatnya, dia dua tahun lebih tua dari Kyungsoo" ucap paman Kyungsoo memaksa secara halus

Ayah Kyungsoo yang mendengar percakapan antara isteri dan paman anaknya hanya bisa diam, dia tidak keberatan jika seseorang yang bernama Luhan itu tinggal bersamanya, namun yang dia tidak suka cara penyampaian Jin Young yang terkesan bahwa Kyungsoo sudah mati dan tidak akan kembali lagi

Ayah Kyungsoo masih teringat kejadian 2 minggu yang lalu, saat Jin Young datang dan meminjam kamar Kyungsoo untuk istirahat, padahal ada ruang tamu yang masih kosong. dan tidak lama Jin Young keluar dan berteriak heboh sambil menunjukkan Sesuatu yang didapatnya di kamar Kyungsoo, kaset dan gambar porno gay, milik Kyungsoo

Ibu kyungsoo shock bukan main, dia tidak percaya bahwa anaknya menyimpan barang laknat dan sudah membelok seperti itu. Kyungsoo yang masih dikampusnya saat itu tidak bisa berbuat banyak, saat dia pulang, barang-barang ditas sudah tergeletak di depan pintu, dia tidak di berikan waktu untuk menjelaskan, dia diusir

Dan yang sulit diterima oleh ayah kyungsoo yaitu sikap Jin Young yang terus memojokkan kyungsoo, mengintimidasi keadaan dan memanas-manasi isterinya, sejak itu ayah Kyungsoo sudah kehilangan keramahan terhadap Jin Young

Harapan ayah kyungsoo semoga kedepannya, pikiran isterinya bisa lebih terbuka dan mengingat fakta bahwa Kyungsoo itu masih anaknya, darah dagingnya

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Di Kediaman Keluarga Jongin,

Jongin kembali kerumah dengan perasaan hampa, entah mengapa sejak membaca pesan kertas dari Jiyoon untuk Kyungsoo hatinya tidak bisa tenang, Jongin lumayan mengetahui sepak terjang Jiyoon, gadis itu setahun diatasnya dan menjadi seniornya di kampus, gadis bitchy yang labil

Jongin ingin membaca ulang kertas pesan dari Jiyoon, namun teriakan ibunya mengagetkannya,

"Jongin, kamu belum meminum susu mu" kata ibu Jongin di lantai bawah

Jongin mengumpat kesal, dia bukan anak kecil lagi, lagi pula dia punya pembantu yang biasa membawakan susu itu, ibunya memang selalu begitu

Jongin turun dan dia berencana bicara empat mata dengan ibunya, mencoba memberikan pengertian agar ibunya tidak over seperti itu,

"jongin, susunya sudah hampir dingin" sambut ibu jongin sembari menunjuk gelas berisi susu di meja, dia asyik mengupas buah apel, rambut palsunya sedikit merosot

"omma, aku ingin bicara"

"katakanlah"

"omma, aku sudah besar dan sudah kuliah, tidak sewajarnya omma selalu menganggapku anak kecil lagi"

"omma tidak mengerti jongin, omma tidak pernah menganggapmu anak kecil" tukas ibu Jongin santai, masih melanjutkan kegiatannya

"dengan sikap omma yang terlalu berlebihan ini, omma menunjukkan bahwa omma masih menganggapku anak TK" kata jongin serius

Ibu Jongin menghentikan kegiatan mengupas buahnya, dia menatap lekat-lekat anaknya itu,

"bagian mana yang kamu rasa terlalu berlebihan?" Tanya ibu Jongin mendadak serius

"banyak, diantaranya selalu mencek jadwalku, memaksaku selalu bersama supir, selalu mengingatkan ini dan itu, tidak membiarkanku bebas dan sebagainya" tukas Jongin, curhat

"omma rasa itu tidak berlebihan, sebagai ibu yang baik, omma akan selalu memberikan perhatian, terlebih lagi setelah kematian adikmu. Omma hanya punya kamu seorang" ungkap ibu Jongin, memberikan tatapan khas seorang ibu untuk anaknya

Hening,

Jongin tidak bisa berkomentar lagi, dia sedikit paham, sejak kematian adiknya 8 tahun yang lalu yang menyisakan duka mendalam, ibunya jadi berubah, selalu bersikap over terhadapnya. Namun seiring keadaan, yang Jongin rasakan adalah sikap ibunya itu sudah tidak ada sangkut pautnya dengan posisi jongin sebagai anak satu-satunya, tapi terlebih kepada ambisi ibunya untuk mempunyai anak yang bisa dipamerkan kepada semua orang,

Jongin meminum susunya yang sudah mulai dingin, dan entah mengapa dia teringat Kyungsoo, mungkin kulit kyungsoo yang putih mengingatkan Jongin saat melihat susunya

Jongin mendesah pelan, dia kembali galau.

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Sudah setengah jam yang lalu Kyungsoo kembali ke kontrakannya, dia memperhatikan kamar di sebelahnya, pintunya terbuka dan banyak karton berisi barang-barang tergeletak acak didepan pintu itu, sepertinya ada penghuni baru

Kyungsoo melangkahkan kakinya untuk kembali masuk ke kamar, namun langkahnya dihentikan oleh paman pemilik kontrakan,

"maaf, anak muda.. apa kamu sudah mempunyai uang untuk membayar sisa sewa kontrakan?" Tanya pemilik kontrakan

"maaf ajuhsi, beri aku waktu seminggu, aku akan melunasi sisanya, tolonglah" kata Kyungsoo penuh harap,

"oh baiklah, seminggu lagi aku akan menagih" ujar pemilik kontrakan, matanya mengamati penampilan Kyungsoo, dia sedikit heran dengan perubahan yang dia lihat, awal kyungsoo masuk dulu penampilannya tidak seperti ini, paman itu sedikit menggeleng

"terima kasih ajuhsi" ucap kyungsoo sopan,

Pemilik kontrakan pergi, menyisakan Kyungsoo yang harus berpikir ekstra keras bagaimana mendapatkan uang dalam waktu seminggu, dia mempunyai tawaran yang menggiurkan, namun kyungsoo mencoba menepisnya dan mencari alternatif pemecahan masalah keuangan ini

Dan entah mengapa, Kyungsoo teringat jongin, sudah sangat lama dia tidak melihat pemuda berkulit eksotis itu, kyungsoo sedikit rindu. Kyungsoo merogoh kantongnya dan mengeluarkan foto lusuh satu-satunya yang dia punya, foto jongin dalam keadaan shirtless.

Kyungsoo kembali mengingat saat dia mengambil foto itu secara diam-diam, saat semester pertama setelah ospek mahasiswa, dia mengikuti jongin sampai di ruang ganti eskul basket. Kyungsoo diam diam menjepret Jongin yang sedang berganti baju, dengan kamera canggih yang dia punya, Kyungsoo dapat menghasilkan gambar kualitas tinggi dan mencetaknya. Kyungsoo juga mempunyai 5 foto jongin hanya menggunakan celana dalam, saat jongin diruang ganti untuk eskul renang. Namun semua foto itu sudah tidak berbentuk lagi karena ulah tangan Ibu Kyungsoo, dia merobek foto-foto itu dan untungnya masih ada satu yang selamat

Kyungsoo memendam perasaannya selama ini, perasaan yang tidak wajar. Sejak pertama kali dia melihat Jongin yang menolongnya saat di kerjai oleh senior cewek, saat itu mereka belum saling sapa, namun benih cinta sudah tumbuh di hati Kyungsoo, dia selalu memperhatikan jongin, mengikuti Jongin ketika hendak berganti baju, ke kantin, ke WC, dan sebagainya. Berlebihan memang, tapi itulah cinta, Kyungsoo hanya sanggup memperhatikan dan memfoto tambatan hatinya itu, dia tidak mampu mengungkapkannya

Kyungsoo sebenarnya malu kepada dirinya sendiri, mengapa dia terlahir berbeda? Kadang, Kyungsoo membayangkan dia bisa berkencan dengan seorang gadis, berpelukan, berciuman, menonton ke bioskop, dan tidak perlu untuk malu dilihat orang. Namun semua itu hanya angan belaka, tidak ada ketertarikan kyungsoo secara seksual dengan perempuan. Kyungsoo tidak ingin membuat gadis yang pura-pura dikencaninya terluka, sangat tidak ingin. Jadi kyungsoo memutuskan tidak mengejar cintanya, biarlah rasa cinta itu tetap dalam dadanya, walau perih dan sakit, biarlah cintanya yang utuh hanya untuk seorang yang bernama Kim Jongin, walau sampai mati seorang Kim Jongin tidak akan tahu bahwa seorang Do Kyungsoo begitu mencintainya, 'Cinta Terlarang'.

.

.

Kyungsoo hendak keluar, mencoba mencari peruntungan, pekerjaan. Tapi langkahnya terhenti saat melirik ruangan tetangga kamarnya, kyungsoo mendapati seorang pamuda, jangkung, mungkin sejengkal lebih tinggi darinya.

Orang itu tersenyum menampakkan senyuman lima jari dengan gigi yang rapi dan teratur. Kyungsoo juga tersenyum, menampakkan senyuman bentuk hatinya,

"hai… aku penghuni baru disini, perkenalkan namaku Park Chanyeol, kamu bisa memanggilku Chanyeol saja" sapa tetangga baru Kyungsoo, yang bernama Chanyeol itu

"aku Kyungsoo, senang berkenalan denganmu" balas Kyungsoo, sebisa mungkin dia menampilkan ekspresi tegas dan datar, dia tidak ingin orang baru dihadapannya ini menganggapnya lemah, yah tahu sendirilah

Mereka saling membungkukkan badan, dan mulai berbasa-basi ria. Dan ternyata orang yang bernama chanyeol itu adalah orang yang peramah dan suka melucu, Kyungsoo yang awalnya jaga image, mendadak cair dan bercanda apa adanya

"wah, jadi kamu adalah bartender di Yoshi caffe?" Tanya Kyungsoo antusias

"yap, aku termasuk baru disana, baru 6 bulan. Dan aku memutuskan pindah tempat tinggal, aku tidak ingin tempat tinggalku dijadikan base camp oleh teman-temanku, jadi aku pindah ditempat yang sederhana ini" terang Chanyeol sumringah,

"kamu tidak sekolah? Atau mungkin kuliah?"

"tidak, aku tidak melanjutkan kuliah dan memutuskan untuk bekerja, aku jauh dari orang tua, jadi aku harus berusaha hidup mandiri" kata Chanyeol kalem

"prinsip yang bagus"

"kamu sendiri? Sekolah, kuliah, orang tua dimana?" rentet Chanyeol cepat

"aku kuliah, baru semester dua, orang tuaku… eh, orang tuaku jauh, aku mengatakan kepada mereka bahwa aku mau tinggal sendiri, ya begitulah" ujar Kyungsoo sedikit berbohong

"jadi kamu setiap waktu dikirimi uang oleh omma dan appamu?" Tanya Chanyeol mengulik

"eh.. itu.."

"apa kamu juga bekerja?"

"aku.. aku ingin bekerja, tapi aku tidak tahu jenis pekerjaan apaa yang cocok untukku" ungkap Kyungsoo jujur, dia malu sendiri berkata seperti itu kepada orang yang baru dikenalnya

"kebetulan sekali Kyungsoo ya, pemilik caffe tempatku bekerja membutuhkan pegawai baru, aku rasa kamu cocok, dengan wajah dan penampilanmu sekarang, kamu bisa diterima" ujar Chanyeol semangat, dia memandang wajah dan pakaian Kyungsoo

"ini…ini serius?" gagap Kyungsoo

"yah, ditempat itu penampilan para calon bartender adalah yang utama, mereka hanya mempekerjakan pemuda yang wajahnya diatas rata-rata" ungkap Chanyeol, mempertegas bahwa dia mempunyai wajah diatas rata-rata

"…"

"dan yang perlu aku ingatkan, pekerjaan seperti ini juga tidak mudah, ini berhubungan dengan dunia malam, dan selalu ada cap negatif terhadap dunia seperti ini, dan aku harap kamu bisa paham"

"iya, aku tahu" angguk Kyungsoo, dia menerawang

"gajinya lumayan besar, kamu akan digaji perminggu dan biasanya banyak Tip yang diperoleh dari para tamu"

"…"

"dan satu lagi, ini sangat penting, di caffe tempatku bekerja itu, sebenarnya tidak cocok dibilang caffe, tapi bar. banyak ruangan-ruangan yang biasa dijadikan tempat melakukan 'you know', tapi tenang saja, kamu tidak akan terseret kesana, kecuali kamu memang menginginkannya"

Kyungsoo kembali mengangguk, dia paham dengan peringatan yang diberikan oleh Chanyeol.

"mari aku bantu menata dan merapikan barang-barangmu ini" tukas Kyungsoo ceria, dia memang orang yang rapi dan teratur, bersih-bersih adalah salah satu keahliannya

"baiklah" ucap Chanyeol senang,

Dan tidak lama kedua pemuda yang baru saling kenal itu membersihkan, dan merapikan barang-barang diruangan tersebut

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Pagi-pagi sekali Kyungsoo sudah bergalau ria, uang pemberian ayahnya hanya cukup untuk 3 hari lagi, Kyungsoo yang saat ini berada didepan pintu kontrakannya melirik sekilas ruangan Chanyeol, tapi sepertinya Chanyeol itu masih tertidur, karena Chanyeol dapat shift malam

Kyungsoo berencana untuk meminjam uang kepada Chanyeol, namun kyungsoo juga masih sedikit malu, baru dua hari mengenalnya, masak sudah pinjam uang, jadi akhirnya Kyungsoo memutuskan tidak jadi mengutang

10 menit kemudian, Kyungsoo sudah ada di bus yang mengantarkannya hingga ke kawasan dimana rumah keluarganya berada, Kyungsoo turun dan diam sejenak, dia memandang rumah bercat putih yang megah cukup jauh dihadapannya, itu rumahnya, Kyungsoo sedikit ragu

Kyungsoo berjalan dengan pelan dan kembali menghentikan langkahnya, karena mendapati seorang gadis yang sepertinya dia kenal keluar dari rumahnya, gadis teman kampusnya, namun Kyungsoo sama sekali tidak akrab dengannya, untuk apa gadis itu kesini? Pikir Kyungsoo heran

Kyungsoo mendekati gadis itu,

"Kyungsoo oppa..?" sapa orang itu, tersentak namun sangat senang

"Minah?" kyungsoo menampilkan eskpresi O_O nya

"iya Oppa, aku minah… senang bertemu oppa disini" minah berteriak girang, entah mengapa sikap centilnya mendadak muncul

"sedang apa disini?" Tanya Kyungsoo, dia memandang bergantian antara Minah dan daun pintu dibelakangnya

"ini rumahku oppa, appa sudah membelinya 4 hari yang lalu dan hari ini aku pindah" jawab Minah sembari tetap menatap wajah tampan Kyungsoo, Minah terpesona

"rumahmu?" Tanya Kyungso, dia tidak percaya

"iya, oppa, kenapa?"

"oh, tidak ada apa-apa, jadi pemilik sebelumnya kemana?"

"aku tidak tahu, mereka sudah mengosongkan rumah ini 3 hari yang lalu oppa"

Hening,

Kyungsoo diam, ternyata keluarganya sudah pindah dan dia tidak tahu sama sekali, ayahnya juga tidak mengabarkan perihal kepindahan ini. Kyungsoo lesu, ternyata dia memang sudah tidak diharapkan dikeluarganya

"baiklah, aku pulang dulu" ucap kyungsoo datar

"yah, sebaiknya oppa masuk dulu, aku akan membuatkan minuman" kata minah sembari memegang tangan Kyungsoo, Kyungsoo membulatkan matanya, seharusnya ada desiran yang dia rasakan, namun pegangan dari minah itu tidak menimbulkan desiran apa-apa, ketidaknormalannya memang sudah tidak bisa diubah

"terima kasih Minah, tapi aku harus pulang" tutup kyungsoo, menarik lembut tangannya

Dengan terpaksa Minah mengangguk, dan detik itu juga bunga cinta sudah tumbuh dihati Minah, cinta yang hanya untuk Kyungsoo, cinta yang baru muncul saat penampilan dan gaya Kyungsoo sudah berubah. Entahlah, yang Minah tahu dia sudah jatuh dalam pesona seorang Do Kyungsoo.

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Besoknya,

Jongin mencari-cari Kyungsoo di kampus, dia sudah berkeliling banyak fakultas, namun belum menemukan sosok Kyungsoo. Jam sudah menunjukkan pukul 12.05 siang, hari ini jongin punya jadwal mata kuliah siang, jadi kemungkinan dia tidak bertemu Kyungsoo karena jadwal Kyungsoo yang sepertinya pagi

Jongin melihat seorang mahasiswa dengan wajah yang cemas, jongin mengenalnya sebagai teman sekelas Kyungsoo

"kamu Baekhyun kan?" Tanya Jongin, menghampiri orang itu

Pemuda yang bernama Baekhyun itu terkaget, tas yang dipegang didadanya nyaris merosot, dia gelisah, pandangannya tidak fokus

"i.. iya, aku baekhyun ada apa?" jawab baekhyun sambil berbalik bertanya

"kamu teman sekelas Kyungsoo kan? Tahu dimana dia?"

"dia.. dia pulang.. dia.. aku…"

"kamu kenapa?"

"kamu teman akrab Kyungsoo kan?" Tanya Baekhyun lagi, masih gelisah

"hanya teman biasa, kami baru saling kenal beberapa minggu yang lalu"

"oh, baiklah… tadi dia tergesa-gesa pulang dan menitipkan ini kepadaku, dan sepertinya dua lupa" terang baekhyun seraya mengangkat tas yang ada didadanya

"lalu?"

"aku pusing, sebentar lagi aku ada tes mingguan dan aku takut ada razia mendadak, jadi tolong ambil tas ini, tas kepunyaan Kyungsoo" gumam baekhyun, lalu menyerahkan tas milik kyungsoo kepada Jongin, jongin reflex menerimanya, dia bingung

"kenapa dengan tas ini?"

"aku tidak tahu, tas ini ku titipkan padamu, sebaiknya kamu langsung pulang saja"

"kenapa?"

"jangan tanya-tanya, bye.. dosenku sudah masuk, selamat tinggal" tutup Baekhyun lalu berlari dengan cepat menuju ruang kuliahnya, dia hanya melambaikan tangan singkat

Hening,

Jongin bingung dengan sikap teman Kyungsoo tadi, dia menatap tas milik Kyungsoo yang sudah berpindah ditangannya, ada apa dengan tas ini? Pikir Jongin

Jongin memberanikan diri untuk membuka zipper tas itu, sedetik… dua detik… dan dia terkejut bukan main,

Isi tas Kyungsoo adalah DVD Porno, Rokok dan… dan 2 pack Kondom baru,

Jongin shock,

Dengan masih terkejut, Jongin cepat-cepat menutup tas itu, meremasnya dan membuat ukuran tas itu menjadi kecil, dan kemudian di masukkan di tas kepunyaan Jongin sendiri. Jongin masih tidak percaya apa yang dilihatnya tadi

Cepat-cepat jongin merogoh kantongnya, mengeluarkan kertas pesan dari Jiyoon untuk Kyungsoo tempo hari, membaca ulang pesan itu :

'oppa, aku suka penampilan oppa yang baru, so hot. Aku tahu, pasti oppa juga sangat butuh uang, mungkin untuk bayar kontrakan atau yang lain. Aku punya penawaran yang menggiurkan, seminggu dari sekarang aku tunggu oppa di Grand Piece Hotel, jam sembilan malam, kamar 101. Oppa tidak akan menyesal'

Jongin melumat kertas itu, dia kesal. seminggu dari sekarang, berarti tinggal tiga hari lagi, pikir Jongin. perasaan galau muncul untuk kesekian kalinya, jongin menatap tas Kyungsoo yang isinya sungguh tidak terduga tadi

"Jangan sampai Kyungsoo mau… ya, tuhan.. tolong kembalikan Kyungsoo seperti yang dulu" guman Jongin pelan, penuh harap. Dia harus berbuat sesuatu

.

.

.

.

.

.

To Be Continued

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Akhirnya Chapter 4 bisa Update cepat, ini karena reader yang memberikan Komentar dan Semangat, terima kasih ya.. he...he… untuk yang tidak menyukai gaya dan penampilan Kyungsoo di FF ini, aku mohon maaf… itu harus demikian, tapi tenang saja, tetap pasti ada perubahan, sesuai alur dan plot juga. Komentar dan pendapatnya tetap di nantikan di kotak Review… gomawoo… salam EXO-L

Big Thanks :

Insooie baby, mrblackj, beng beng max, BangMinKi, Gyurievil, Chinen Yuuri, YeolSoo, SognatoreL, , Guest, aku adalah aku, nisakaisa, ZeeKai, and All Reader