Good Boy vs Bad Boy
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie
Genre : Drama and Friendship
Warning : This is Yaoi (BL) , Author Newbie, Maaf kalau Typo berserakan,
= Happy Reading =
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
"tapi Jongin, aku…"
"ayo kita lakukan sekarang dan semuanya selesai sampai disini"
Entah karena memang ingin atau tidak ada pilihan, Kyungsoo dan Jongin setengah jam kemudian sudah berada di sebuah ruangan, kamar Hotel. Yang jelas bukan hotel tempat dimana Jiyoon kini menunggu Kyungsoo dengan tidak sabar
Kyungsoo dan Jongin saling diam, tidak ada yang berkata sejak dari masuk kamar hingga mereka duduk di masing-masing tepi ranjang King size milik hotel. Kyungsoo gemetar lumayan hebat, ini kali pertama dia sekamar dengan orang yang sangat dia sukai, moment ini benar-benar langka.
"lakukan Kyungsoo ya.." ujar Jongin memecah kebisuan, dia memandang punggung Kyungsoo, kyungsoo berbalik melihatnya
"…"
Dan entah setan dari mana, Kyungsoo berdiri dan mendekati Jongin. dia duduk di samping jongin. mata mereka berdua saling beradu, intens. Kyungsoo masih bergetar hebat, sedangkan Jongin terlihat lebih tenang dan santai
Kyungsoo mengangkat tangannya, dia membelai singkat pipi Jongin. jongin tidak menolak atau bereaksi atas tingkah Kyungsoo ini. Tangan kyungsoo kemudian turun menuju kancing atas kemeja Jongin, dengan tangan yang masih gemetar dia mencoba membuka kancing atas itu
Ini jelas kesempatan untuk Kyungsoo, sudah sejak lama dia sangat menyukai jongin, dan hari ini seseorang yang disukainya itu ada dihadapannya, merelakan dirinya untuk dipuaskan. Ibarat makanan, Jongin adalah daging lezat yang tidak mungkin dan sulit terlewatkan oleh penyantapnya.
Kyungsoo bergulat hebat dengan pikiran dan perasaannya. Banyak bisikan-bisikan muncul dibenaknya, 'ini kesempatanmu Kyungsoo, kesempatan tidak datang dua kali', 'jangan sia-siakan waktumu, puaskan dia, itu yang kamu inginkan sedari dulu', 'dia sudah merelakan dirinya, tunggu apa lagi'… dan berbagai bisikan lain yang bernada sama.
Kyungsoo berhasil membuka satu kancing bagian atas kemeja Jongin, tangannya semakin bergetar, sedangkan Jongin masih terdiam, dia memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi Kyungsoo untuk melakukan apapun malam ini
Kyungsoo mengarahkan tangannya ke kancing kedua… jemari tangannya diam sangat lama di kancing itu, bagian bawah leher jongin sudah tampak
Dan…
Hening,
"maaf Jongin ah, aku seharusnya tidak melakukan ini" kata Kyungsoo tiba-tiba, dia menjatuhkan tangannya dan mengepalkan jari-jarinya
Jongin membuang nafas panjang, sedari tadi dia memang menahan nafasnya karena aksi kyungsoo tadi,
"kenapa?" Tanya Jongin hati-hati
Kyungsoo berpikir, dia sudah melewatkan kesempatan emas. Kesempatan untuk menikmati tubuh sang pujaan hati
"ini tidak wajar jongin ah" jawab kyungsoo sekenanya, hanya itu jawaban yang dirasanya cukup pantas
"jadi kamu tidak akan menerima uang dariku?"
"…"
"lakukan saja Kyungsoo ya, dengan melakukan itu kamu bisa menerima uangku dengan tidak gratis lagi, karena aku membayarmu, bukan memberikan uang itu cuma-cuma" ujar jongin lagi,
"maaf Jongin ah, aku bukan pelacur" ketus kyungsoo tiba-tiba
"aku tidak pernah menyebutmu pelacur, kata-kata itu hanya cocok untuk wanita yang menjajakan dirinya, sedangkan kamu adalah laki-laki, dan.."
"sama saja, kata-kata itu tersirat di kalimatmu barusan" kyungsoo memotong kalimat Jongin,
Jongin menggeleng,
"jadi, dengan mengunjungi dan menerima penawaran seseorang yang bernama Jiyoon itu kamu tidak merasa sudah menjajakan diri? Dan aku menawarimu penawaran juga, dengan imbalan yang sama, yaitu uang. Apakah aku salah? Kamu tidak terima dengan perkataanku barusan, tapi apakah kamu tidak peka bahwa aku juga tidak terima jika kamu menerima kejutan dari Jiyoon dan itu memerangkapmu, apakah kamu tidak berpikir" ungkap Jongin panjang lebar
Kyungsoo mencoba mencerna kalimat jongin barusan, dia malu sendiri. Dia tidak terima dengan kalimat menyinggung dari jongin tadi, tapi secara tidak langsung dia membenarkan semua kalimat itu dengan datang dan menerima pesan Jiyoon. Kyungsoo merasa menjadi orang yang munafik
"maafkan aku.." guman Kyungsoo lirih
"maaf untuk apa? aku yang seharusnya minta maaf karena mencampuri urusanmu" balas jongin tidak kalah lirih
"kamu tahu dari mana kalau aku akan datang ke hotel tadi? Tentang Jiyoon dan semua yang kamu tahu, tolong jelaskan" ujar Kyungsoo serius
Jongin berpikir, dia berusaha menjawab pertanyaan kyungsoo itu tanpa harus terkesan ikut campur
"maaf kyungsoo ya, aku tidak sengaja membaca pesan kertas dari gadis yang bernama Jiyoon untukmu, dalam pesan itu memang tidak jelas apa penawaran gadis itu, tapi setelah melihat isi tasmu tempo hari aku jadi tahu bahwa penawaran gadis itu ada kaitannya dengan uang.. dan… seks" ucap jongin mengecilkan kata terakhirnya
"dan kenapa kamu mau sebagai pengganti penawaran itu? Aku bukan siapa-siapamu" Tanya Kyungsoo lagi, masih penasaran
"aku.. aku hanya peduli kepadamu. Sebagai teman aku tidak ingin kamu terjerumus terlalu dalam, terlebih lagi dengan perubahan penampilan dan sikapmu akhir-akhir ini, aku jadi takut kamu akan berubah jadi bad boy dan mengkencani banyak wanita. Itu tidak bagus untuk masa depanmu Kyungsoo ya" jelas jongin
Kyungsoo diam, kalimat jongin lagi-lagi menamparnya, dia malu
"aku tahu kamu orang yang baik"
"…"
"sejak melihatmu selalu dibully oleh senior, aku merasa bahwa kamu anak pendiam yang selalu kalah oleh keadaaan, si senior mengerjaimu karena mereka melihat bahwa kamu tidak pernah melawan, kamu hanya menerima semua perlakuan mereka. Tapi kini, dengan perubahan yang kamu pilih sendiri, semua menjadi tidak lebih baik, mungkin orang-orang yang selalu membullymu juga sadar bahwa kamu sudah beda dan tidak pantas lagi menjadi objek pembullian, namun seiring dari proses itu timbul masalah lain, kamu terseret oleh arus dan mudah terpancing oleh bujuk dan rayu seseorang, dan itu berakar dari sesuatu yang bernama uang"
"…"
"aku tahu, pasti dalam sakumu sudah ada Kondom yang kamu persiapkan. Tapi asal kamu tahu, kamu merusak dirimu dengan menyerahkan keperjakaanmu untuk gadis yang tidak baik. Orang baik seharusnya mendapatkan pasangan yang baik juga, bukan sebaliknya. Kamu orang yang baik dan percayalah masih banyak gadis baik diluar sana yang pantas mendapatkanmu seutuhnya" tutur Jongin kembali, dia menatap keluar jendela kamar hotel
Kyungsoo terhenyuk, jongin begitu peduli kepadanya. Matanya sudah berkaca-kaca tanda sesuatu yang bening memaksa keluar. Dia teringat keluarganya, keluarga yang mengusirnya dan tidak memperdulikannya, dan malah jongin yang bukan siapa-siapanya yang selalu memperhatikan dan mengingatkannya
"sekarang belum terlambat Kyungsoo ya…"
"…"
Jongin mengeluarkan kembali uang dari sakunya,
"terima ini, aku anggap kamu sudah melakukan tugasmu dan kamu pantas menerima imbalan"
"…"
"tolonglah"
"baiklah" akhirnya Kyungsoo mau menerima uang pemberian Jongin
Kyungsoo mengulurkan tangannya dan menerima amplop berisi uang itu, entah mengapa dia tetap merasa bahwa dia bagaikan seorang pelacur yang dibayar, walau jongin tidak menganggapnya demikian.
Jongin tersenyum tulus, dia merapatkan jarak ke Kyungsoo.
"maaf Kyungsoo ya, kalau boleh tahu orang tuamu dimana?" Tanya Jongin kembali dengan nada hati-hati
Kyungsoo diam, dia gelagapan jika ada yang bertanya mengenai dimana orang tuanya.
"orang tuaku.. aku.." gagap Kyungsoo,
Jongin menunggu jawaban Kyungsoo, wajahnya serius, dia menangkap ada kegundahan yang dalam di kata-kata kyungsoo barusan,
"orang tuaku… pergi"
"pergi? Pergi kemana?"
"aku.. aku di usir oleh ommaku" akhirnya kyungsoo bisa jujur juga, dia tidak tahan jika terus menyembunyikan perihal masalah keluarganya
"di usir? Kenapa? Ada masalah apa?" Tanya Jongin cepat, rasa ingin tahunya semakin dalam,
"yang jelas ini masalah keluarga Jongin ah, aku tidak sanggup menceritakan penyebab aku terusir dari keluargaku" ungkap Kyungsoo, air matanya meleleh, dia rapuh
"oh baiklah.. jangan menangis Kyungsoo ya" ucap Jongin lembut, dia menyesal telah bertanya dan memaksa Kyungsoo untuk jujur
Jongin secara otomatis merangkul Kyungsoo yang ada disampingnya. Dia membelai lembut lengan kyungsoo dan menyandarkan dahi Kyungsoo di dadanya, dia mencoba menenangkan Kyungsoo
Kyungsoo kembali gemetar, degup jantungnya kembali kencang. Ini kali pertama dia dipeluk oleh sesorang yang sangat dia cintai, perasaannya mendadak menghangat, dia menyukai perlakukan jongin itu
"jadi, sekarang kamu tinggal dimana?" Tanya Jongin lagi, dia masih khawatir
"aku menyewa kontrakan" jawab kyungsoo pendek, dia menghirup wangi tubuh Jongin sedekat ini
"kalau begitu, kamu tinggal saja dirumahku kyungsoo ya, aku punya banyak kamar dan ibuku mungkin tidak akan keberatan" tukas jongin memberikan solusi
"terima kasih Jongin ah, kamu sudah baik padaku. Tapi aku lebih nyaman di kontrakan saja, aku tidak ingin merepotkan orang lain lagi" balas kyungsoo lirih
"tapi, bagaimana dengan sewa kontrakan? Kuliahmu? Kebutuhan sehari-hari?"
"tenang saja, besok aku sudah mulai bekerja, aku akan mendapatkan uang dengan cara yang benar"
"tapi kyungsoo ya.."
"tidak apa-apa jongin ah. Aku akan baik-baik saja, lagi pula kamu sudah membantuku dengan memberikan uang, itu sangat berguna untukku" ucap Kyungsoo
"baiklah-baiklah.. aku tidak akan memaksa lagi" jongin masih membelai lembut lengan Kyungsoo. Dia bagaikan sosok kakak yang menenangkan adiknya yang habis menangis
Tidak lama, mereka berdua sibuk dengan pikiran masing-masing
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Senin yang cerah,
Baekhyun dan Sehun mengobrol diperpustakaan kampus. Mereka memilih tempat membaca itu karena dinilai sejuk dan nyaman.
"Hyung, Kyungsoo hyung belum masuk juga ya?" Tanya Sehun kepada rekannya,
"iya, lagi-lagi dia tidak masuk. Dia melewatkan banyak kuis dan ujian mingguan dan dapat dipastikan nilainya banyak yang Error" jawab baekhyun sambil menghembuskan nafasnya pelan
"apa dia punya masalah?"
"aku juga tidak tahu, aku cuma 2 kali kerumahnya dan aku rasa keluarganya baik-baik saja, dia anak tunggal, jadi kemungkinan dia sangat disayang oleh kedua orang tuanya" tebak Baekhyun asal, dia menopang dagunya
Sehun mengangguk mengerti. Mudah-mudahan semua kemungkinan terburuk tidak akan terjadi, batin sehun.
Sehun mengalihkan pikirannya, dia merogoh sesuatu dari sakunya dan memperlihatkan sesuatu itu kepada baekhyun, sebuah foto
"eh hyung, aku mau minta pendapat hyung, apa aku cocok dengan seseorang difoto ini?" Tanya sehun, meminta pendapat
Baekhyun menatap foto yang disodorkan oleh sehun, dia mengamati. Ada tiga orang digambar itu, dua namja dan satu yeoja. Baekhyun meneliti wajah si yeoja, dia mengangguk-angguk pelan
"boleh juga pilihanmu, dia cantik. Dia cocok untukmu" ujar baekhyun memberikan pendapatnya, dia tersenyum
"hah.. cantik, memang banyak yang mengatakannya cantik, tapi menurutku dia tampan" timpal sehun keras,
"tampan? Gadis secantik ini kamu bilang tampan? Matamu sudah expired atau apa" balas baekhyun tidak mau kalah
"gadis? Maksudku namja yang dipinggir ini, bukan yeoja yang ditengah" kata sehun meluruskan kesalahpahaman dari rekannya
"namja.. maksud kamu namja yang ini" seru baekhyun tidak kalah keras, dia menunjuk namja yang mempunyai warna rambut sedikit pirang dan bertampang Chinese. dia terheran, mungkin kupingnya salah dengar
"iya, yang itu. Namja itu, bagaimana?"
"ya tuhan, apa kamu sudah gila. Kamu.. kamu suka.. suka dengan Namja? Apa aku tidak salah dengar.." seru baekhyun sangat keras,
"diam… ini perpustakaan, bukan pasar loak" seru sebuah suara, suara itu berasal dari meja paling ujung dekat pintu masuk, saem Amber, sang penjaga perpustakan. Dia menatap galak sehun dan baekhyun
"maaf.." kata Baekhyun otomatis, dia tadi tidak sadar bahwa nada suaranya bertambah beberapa oktaf
Sehun terkekeh geli. Dia memandang malu-malu wajah rekannya itu
"kamu suka dengan namja?" ulang baekhun, kali ini suaranya direndahkan
"iya, hyung.. kenapa?"
"shitt..B**ch" umpat baekhyun sambil menggeleng, sehun hanya tersenyum mendengar umpatan baekhyun
"di dunia ini banyak yeoja, yang tentunya cantik. Apa kamu tidak kasihan kepada mereka, mereka akan kekurangan lelaki, jika semua namja itu seperti kamu" tukas baekhyun, dia bergidik ngeri
"ah hyung, jangan berlebihan. Hyung kan bukan yeoja, jadi mana tahu perasaan mereka" timpal sehun santai, dia mencorat-coret buku kuliahnya
"bukan begitu sehun. Segala sesuatu didunia ini diciptakan berpasangan. Itu sudah kodrat yang ditentukan oleh tuhan. Jika kamu melanggarnya, berarti kamu melanggar hukum tuhan" jelas baekhun, dia berceramah
"itu aku sudah tahu hyung, tapi mau bagaimana lagi. Perasaan tidak bisa dibohongi. Aku hanya bisa mencintai namja saja. Mungkin itu sudah bawaan lahir. Dan perlu hyung tahu, orientasiku ini bukan hasil ciptaan lingkungan, aku bukannya namja yang awalnya straight dan karena lingkungan tiba-tiba aku menjadi seperti sekarang ini, bukan. Ini sudah dari sananya" jelas sehun, dia menerawang
Baekhyun menghela nafasnya, dia betul-betul tidak sadar bahwa selama ini temannya, teman yang selalu bersamanya ternyata penyuka sesama jenis
"jadi hyung menyesal berteman dengan orang sepertiku?" Tanya sehun, mimik wajahnya berubah sangat serius
"ya tidaklah sehun. Kamu tetap temanku. Orientasimu tidak akan merubah apapun" jawab baekhyun, dia memaksakan dirinya tersenyum
"terima kasih hyung. Hyung adalah orang kedua yang kuberitahu"
"jadi orang tuamu?"
"tidak, mereka sama sekali belum tahu. Aku tidak ingin ommaku jantungan saat mendengar anaknya sudah jatuh cinta dengan seorang namja. Itu bukan impian semua orang tua, aku tahu itu" gumam sehun, dia mendadak lesu
"apa kamu sudah mencoba merubah diri? Maksudku, mencoba berkencan dengan yeoja, mungkin saja secara tiba-tiba kamu bisa tertarik dan menjadi normal"
"sudah, aku sudah pernah mencoba. Beberapa bulan yang lalu aku mencoba berkencan dengan yeoja yang lebih tua, tapi semua terasa hambar dan sia-sia, aku hanya membohonginya saja. Aku tidak mau seperti itu" jawab sehun terus terang
Baekhyun mengangguk paham, dia berpikir untuk menanyakan sesuatu yang lebih privasi
"apakah..apakah kamu sudah melakukan 'you know' dengan sesama namja" baekhyun bertanya dengan hati-hati, takut melukai perasaan sehun, walau baisanya baekhyun tidak akan peduli dengan semua perkataannya terhadap sehun, namun kali ini dia harus bisa memilih kata-kata
"tidaklah hyung, aku tidak serendah itu. Jika mungkin aku normal, kemungkinan sudah banyak yeoja yang hamil. Tapi karena aku melenceng seperti ini, jadi sebisa mungkin hasrat itu aku tahan. Aku belum pernah melakukan itu, aku masih suci dan perjaka tentunya" papar sehun, dia bangga mengucapkan kata perjaka
"jadi kondom yang kamu ambil di tas kyungsoo kemarin, itu untuk apa?"
"kan sudah aku bilang, aku cuma iseng saja. Itu bukan untuk apa-apa. kondom itu masih ada didompetku, masih utuh" jawab sehun enteng, dia nyegir
"tapi kalau ada kesempatan, pasti kamu akan melakukannya kan?" baekhyun mencecar sengit, nadanya masih dipelankan, takut saem Amber yang tomboy meneriaki mereka lagi
"kan tidak akan ada yang hamil hyung" jawab sehun, bercanda
"berarti kamu memang menginginkannya?
"semua orang pasti menginginkan hal itu, baik yang straight atau yang unik sepertiku. Tapi itu tergantung dan kembali kepada pribadi masing-masing. Aku mungkin akan melakukannya jika saatnya sudah tiba" kata sehun, dia kembali mencoret bukunya
Baekhyun mengangguk lemah,
"siapa namja yang kamu sukai ini?" Tanya baekhyun lagi sembari menunjuk foto yang tadi diperlihatkan oleh sehun
"dia anak kampus sebelah, sudah semester enam kalau tidak salah"
"siapa namanya?"
"namanya Luhan, dia orang China"
"sudah berapa lama kamu berpacaran dengannya"
"kami belum berpacaran, kami hanya teman biasa. Tapi aku akan terus mencoba menunjukkan perasaanku kepadanya"
"kamu sudah mencobanya"
"sudah, aku sudah memberikan beberapa macam sinyal, mudah-mudahan dia sadar"
"kalau kamu ditolak, bagaimana?"
"aku tidak tahu, aku belum pernah merasakan yang namanya penolakan. Mungkin aku akan bunuh diri"
"kamu berlebihan, masih banyak namja lain diluar sana, kamu bisa mencari yang lain"
"tidak hyung, aku tipe orang yang setia dan hanya menyukai satu orang dalam satu waktu, tidak lebih"
"untunglah, berarti kamu tidak menyukaiku. Aku bisa bernafas lega" canda baekhyun
"maaf hyung, aku tidak mungkin menyukai hyung. Aku lebih suka namja yang tinggi" balas sehun, dia tertawa pelan
"sialan" baekhyun menjitak kepala sehun pelan. Sehun membalas dengan menonjok lengan baekhun. Mereka saling serang dan tentunya hanya bercanda
"KELUAR kalian sekarang juga, dasar pemuda labil.. Keluarrr" bentak saem Amber tiba-tiba,
Sehun dan Baekhyun otomatis menghentikan aksi anak TK mereka. Dan beberapa detik kemudian mereka sudah berlari untuk keluar dari perpustakaan. Dasar tomboy, umpat sehun dan baekhyun dalam hati
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Chanyeol mondar-mandir gelisah di depan kamar kontrakan kyungsoo. Dia sedari tadi menunggu kepulangan kyungsoo. Sejak semalam, kyungsoo tidak kembali dikontrakannya dan hari ini seharusnya kyungsoo sudah pergi ke Yoshi caffe untuk memulai pekerjaannya sebagai bartender asisten Chanyeol
Chanyeol masih khawatir, jika kyungsoo tidak segera pulang dan berangkat bersamanya, bisa-bisa sang pemilik café akan memecat Kyungsoo sebelum bekerja, dia tidak ingin itu terjadi,
Beberapa saat kemudian, seorang muncul dan menuju ke depan pintu kamar Kyungsoo, chanyeol menoleh kearah orang itu, dia tidak mengenalnya
"maaf, apa kamu kenal seseorang yang bernama Kyungsoo di tempat ini?" Tanya orang itu,
"iya benar. Tapi kyungsoo tidak ada dikamarnya" jawab chanyeol seraya menunjuk kearah pintu kamar Kyungsoo yang tertutup rapat
"kira-kira dia kemana?" Tanya orang itu lagi, wajahnya serius
"aku juga tidak tahu, sejak semalam dia belum pulang"
"apa sehari-harinya kyungsoo seperti ini?" lagi-lagi orang itu bertanya
"tidak, ini baru kali pertama. Aku orang baru di kontrakan ini, jadi aku belum tahu semua kebiasaan orang-orang disini" kata Chanyeol kalem
"oh begitu"
"kalau boleh tahu, anda siapanya kyungsoo?" kali ini ganti Chanyeol yang bertanya
"perkenalkan, namaku Luhan, aku sepupunya Kyungsoo" kata seseorang yang ternyata Luhan itu, dia membungkuk dan chanyeol balas membungkuk juga
"sayang sekali kyungsoo tidak ada. Apakah kamu ingin menunggunya? Atau ada pesan yang harus kusampaikan?" tawar chanyeol, dia tersenyum singkat
"tidak ada, katakan saja bahwa aku mencarinya. Besok atau lusa aku kemungkinan datang lagi"
"baiklah"
"terima kasih, kalau begitu aku pergi dulu" tutup Luhan, dia berbalik dan bergegas untuk pergi,
Chanyeol mengangguk, dia tersenyum
Sepeninggal Luhan, chanyeol kembali mondar mandir gelisah, kyungsoo belum juga pulang dan ini adalah suatu masalah
'dimana kamu kyungsoo ya, kamu melewatkan hari pertama bekerjamu' batin Chanyeol suram
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Kyungsoo dan Jongin yang sejak semalam masih berada di kamar hotel. Entah mengapa tidak ada satupun dari mereka mengucapkan kata untuk pulang. Jadi mereka berakhir dikamar itu, tidur berdua dalam satu ranjang
Sejak semalam, jantung Kyungsoo terus berdegup dengan kencang. Bagaimana tidak Jongin yang ada disampingnya tidur tanpa menggunakan baju. Hal itu membuat Kyungsoo semakin kepanasan, walau ruangan itu di aliri dengan AC, tetap saja suhu tubuh Kyungsoo tidak bisa kompromi
Kyungsoo menatap wajah jongin yang masih terlelap dengan damai. Dia mengamati setiap inci wajah orang yang sangat dicintainya itu. Itu bukan mimpi, dia sedekat ini dengan sang pujaan hati. Kyungsoo bisa saja semalam merabah atau mengusap-usap setiap jengkal tubuh jongin, namun Kyungsoo sadar bahwa perbuatan seperti itu bukan sesuatu yang baik, jongin sudah baik terhadapnya, kyungsoo tidak ingin menodainya dengan bertingkah bitchy
Kyungsoo memandang jam yang tegantung didinding kamar hotel, sudah pukul 10 pagi, Mereka sudah sehari penuh dikamar hotel. Dia beralih menatap ponsel Jongin yang berbunyi sudah berapa kali, Kyungsoo tahu bahwa itu panggilan telefon dari ibu Jongin.
Kyungsoo mencoba untuk memejamkan matanya lagi, dia lupa bahwa hari ini dia harus segera pulang dan berangkat bersama Chanyeol untuk memulai hari pertamanya bekerja. Kyungsoo melupakan semua itu, ini efek dari kehadiran Jongin yang semalam penuh bersamanya, jelas saja mereka tidak berbuat apa-apa. mereka hanya mengobrol biasa, lalu tidur, hanya itu, tidak lebih
10 menit kemudian, Kyungsoo berhasil memejamkan matanya kembali, dia tidak sadar bahwa tangannya sudah berada di dada Jongin, dada yang telanjang sejak semalam
15 menit,
20 menit,
30 menit berlalu
Dan tiba-tiba, pintu kamar menjeblak terbuka, tiga orang muncul dibalik pintu yang terbuka itu,
"maaf, kenyamanan anda tergganggu. kami dari pihak hotel bekerja sama dengan pihak kepolisian. Kami akan menggeledah anda semua, mohon barang-barang anda dikeluarkan, kami akan.." kata-kata orang yang mewakili penggeledahan itu mendadak berhenti, dia memandang dua pemuda yang masih tertidur di ruangan kamar hotel tersebut. Dia mengenal salah satunya
Hatinya mencelos, dia shock. Dia memandang posisi salah satu pemuda, tepatnya posisi tangan Kyungsoo yang memeluk tubuh Jongin yang telanjang dada. Jongin dan Kyungsoo terkesan sudah melakukan 'sesuatu'
Mata orang yang mengawal komando, penertiban dan penggeledahan itu membulat, dia menggeleng pelan,
'Kyungsoo anakku, ternyata kata ommamu benar, kamu bukan anak yang baik, appa menyesal sudah membelamu' batin orang itu, yang ternyata adalah ayah Kyungsoo. Sang Manager Hotel
.
.
.
.
.
To Be Continued
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Chapter 6 update, mudah-mudahan ini udah cepat ya.. memang aku tidak suka update lama-lama, takutnya reader yang mengikuti kisah FF ini mendadak lupa dan bosan karena update yang terlalu lama. Maaf juga, rate FF ini adalah T, jadi tidak mungkin ada adegan yang 'iya-iya'…he…he… bikin kecewa mungkin ya… dan tidak ada bosan-bosannya, aku meminta Pendapat dan Komentar kalian lewat kotak Review di bawah ini, reader yang baik pasti akan memberikan Reviewnya. Dan yang sudah komentar di chap yang lalu-lalu, aku balas di PM masing-masing, kecuali yang tidak punya akun. Terima kasih ya… semoga kalian sehat selalu… salam… dukung Exo Di MAMA 2014
