Good Boy vs Bad Boy
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie
Genre : Drama and Friendship
Warning : This is Yaoi (BL) , Author Newbie, Maaf kalau Typo berserakan,
= Happy Reading =
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Jongin melepaskan ciumannya dengan terpaksa dibibir tebal Kyungsoo. Dia mengalihkan pandangannya kesal kearah ponselnya yang berdering dan meng-cut kenikmatan ciuman yang baru saja dia rasakan. Sedangkan Kyungsoo juga dengan enggan melepaskan pagutan bibirnya, setetes saliva terlihat disudut bibirnya, dia mengusapnya dengan tangan. Wajah Kyungsoo memerah, baru kali ini dia berciuman dan itu dengan Jongin, namja pujaan hatinya. Entah mengapa demamnya sedikit mereda, mungkin karena dia mengeluarkan energi panas secara berlebihan saat dia bercumbu dengan Jongin, mungkin saja
"siapa?" Tanya Kyungsoo pelan,
"omma" jawab jongin malas
"angkat saja" kyungsoo menyuruh jongin mengangkat telefon dari ibunya, setelah melihat gelagat malas dan enggan dari Jongin
"tapi.."
"dia tetap ommamu" tukas Kyungsoo meyakinkan
Akhirnya Jongin memencet tombol terima diponselnya,
"halo omma.. ad.." kalimat jongin terhenti karena teriakan ommanya diseberang telefon yang memekakkan telinga,
"Jongin.. kamu dimana? Katakan? Kamu pergi tanpa sepengetahuan omma, cepat katakan dimana posisimu, omma akan segera kesana menjemputmu.." cecar Ibu jongin lantang,
"tidak omma, aku tidak ingin pulang, aku tidak ingin ke jepang"
"bicara apa kamu, ini sudah kesepakatan omma dan appamu. Tidak ada bantahan"
"baiklah, kalau begitu siap-siap saja omma akan kecewa, aku tidak akan kembali"
"jongin, jangan keras kepala.. atau jangan-jangan kamu bersama pemuda itu? Jongin, sadarlah… kamu sudah salah pergaulan, dia pemuda gelandangan dan omma tidak akan pernah setuju kamu bersama pemuda seperti itu"
"tap.. tapi aku mencintai Kyungsoo omma.." ungkap jongin. kyungsoo terbelalak, dia mendengar secara langsung pembicaraan jongin dan ibunya, namanya disebut, dia terlibat.
"siapapun namanya, omma tidak perduli… jangan bercanda, omma tidak akan percaya cinta yang seperti itu, sesama namja, tidak akan pernah. Kamu hanya salah pergaulan dan salah arah sayang… tinggalkan dia, dan kamu akan menemukan jati dirimu kembali Jongin, percaya pada omma"
Jongin menggeleng sambil tetap memegang ponsel, ibunya tetap tidak akan mengerti, dia mencintai Kyungsoo dengan sangat dan tulus, cinta yang sejati
"omma, pembicaraan ini terlihat alot, percuma saja. Aku akan kembali jika omma sudah berubah pikiran dan bisa menerima keputusanku untuk bersama Kyungsoo.." ucap Jongin seraya menekan tombol merah ponselnya, tanda dia memutuskan panggilan. Dia dengan cepat menonaktifkan ponsel itu. Dia tidak ingin fitur GPS diponselnya akan membuat posisinya diketahui oleh keluarganya.
"sial.." rutuk jongin, dia mengusap wajahnya kasar,
Kyungsoo yang sedari tadi memperhatikan percakapan antara jongin dan ibunya, menerawang. Dia memikirkan banyak hal, berbagai kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi. Kyungso sudah membuat keputusan untuk ikut kabur bersama Jongin, dia sudah melakukannya dan tidak mungkin akan mundur
"jongin ah, tolong jelaskan kenapa ommamu tahu tentang aku? Aku tidak pernah berkunjung kerumahmu, aku juga baru sekali bertemu dengan ommamu saat malam itu" Tanya Kyungsoo tidak sabar, dia harus memperoleh jawaban segera
"baiklah, aku akan menjelaskannya Kyungsoo ya.." kata jongin, dia memperbaiki posisi duduknya, ponselnya tergeletak disampingnya
"omma tahu sesuatu. Omma tahu jika aku mencintaimu Kyungsoo ya… aku sudah mengakui itu, semuanya kepada omma" jongin bertutur pelan, wajahnya sendu
"ba..bagaimana bisa?"
"omma membaca tulisanku tentangmu kyungsoo ya. Disemua buku catatan kuliah dan buku les privatku, semua aku tulis tentangmu, tanpa kecuali. 22 bukuku itu, semuanya ada catatan tentangmu" jelas jongin lagi
Kyungsoo membulat, dia tidak menyangka bahwa selama ini jongin banyak menulis tentangnya, dia belum begitu paham jongin menulis apa tentangnya, namun penuturan jongin tadi jelas membuat kyungsoo berbunga-bunga,
"tapi semudah itu? Tidak mungkin ommamu langsung beranggapan yang bukan-bukan, pasti ada sesuatu bukti lain yang membuatnya yakin.." kyungsoo berargumentasi asal, dia sedikit janggal dengan semua penuturan jongin, hanya karena beberapa tulisan saja
"iya, bukan hanya tulisan. Tapi aku menyertakan fotomu kyungsoo ya.. " kata jongin sembari merogoh saku kecil di tasnya, mengeluarkan 3 lembar foto ukuran kecil dari sana,
Kyungsoo kembali ber O_O ria, dia menatap ketiga foto itu, yang semuanya adalah dirinya.
"foto ini, kamu ambil dari mana?" Tanya Kyungsoo kaget, dia tidak pernah merasa di jepret oleh seseorang selama ini,
"aku mengambil ini saat diruang UKS tempo hari kyungsoo ya, aku memfotomu saat kamu tertidur di atas ranjang ruang UKS" ungkap jongin sambil tersenyum genit,
"jadi.. yah.. kamu tidak tidur saat itu..?"
"awalnya memang aku tidak tidur, aku menunggumu terlelap terlebih dahulu, dan setelah aku puas mengambil gambarmu akhirnya aku juga tertidur" tambah jongin semakin sumringah. Andai saja dia tidak tidur setelahnya, mungkin saat itu dia bisa melihat penjaga kampus yang mengunci pintu saat itu dan mereka tidak akan capek-capek memecahkan kaca jendela untuk keluar dari ruangan UKS, jongin membayangkan moment itu, moment bersama Kyungsoo
Kyungsoo juga tersenyum, ternyata bukan hanya dia yang hobi mengambil foto jongin, ternyata jongin juga bersifat demikian, kyungsoo kemudian merogoh sakunya dan mengeluarkan foto lusuh satu-satunya yang dia punya, foto jongin dalam keadaan shirtless
"aku juga punya ini" pamer kyungsoo ceria, dia memperlihatkan foto itu kepada jongin dan sontak saja jongin meraih foto itu,
"ini..ini fotoku? Dimana kamu mengambilnya?"
"aku mengambil gambarmu diruang ganti basket" ungkap kyungsoo sambil tertawa, dia merasa menang karena bisa mengambil gambar jongin tanpa baju.
Jongin cemberut, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Sejenak dia melupakan masalahnya,
"andai aku tahu, mungkin aku telanjang saja ya.." gurau jongin, dan seketika kyungsoo memerah, dia membayangkan bagaimana bentuk jongin saat telanjang, ah.. lupakan yang itu
Kyungsoo kembali teringat cerita jongin tadi, ceritanya belum tuntas, masih banyak pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab,
"jongin ah, ommamu mengambil sikap apa setelah membaca dan melihat fotoku?" Tanya kyungsoo lagi,
Raut wajah jongin berubah sendu lagi, dia menerawang, menarik nafas dan menghembuskannya kasar
"omma mencecarku dengan berbagai pertanyaan dan akhirnya aku mengakui semuanya didepan omma. Aku mengaku bahwa aku memang mencintaimu… omma awalnya kaget namun setelah itu dia tertawa, menganggapku bercanda dan hanya main-main, dia menganggap pengakuanku adalah akibat darah muda yang masih dalam tahap pubertas. Namun setelah kejadian yang terjadi di hotel tempo hari yang harus melibatkan appa untuk membebaskanku, omma semakin yakin, omma tidak terlalu mempermasalahkan heroin serbuk yang ditemukan, Omma tahu jika aku sama sekali bukan pecandu atau apa. tapi omma tidak terima dengan 2 kondom itu, kondom milikmu kyungsoo ya… omma mengatakan bahwa aku sudah salah arah dan pergaulan, kondom itu sebagai bukti bahwa aku kemungkinan sehari-hari ber-seks bebas dengan yeoja dan namja. aku jelas tidak terima, aku tidak pernah melakukan itu. Setelah hari yang melelahkan dan cecaran omma, omma terus mengawasiku, dan terakhir dia mengambil keputusan untuk membawaku ke Jepang dengan harapan aku melupakanmu dan mengubur semua yang berhubungan tentangmu, yang kata omma membawa pengaruh buruk" jelas jongin sangat panjang lebar, Kalimat terpanjang yang terucap dari bibirnya untuk kyungsoo.
Kyungsoo diam membisu, dia tidak tahu harus menanggapi apa, rupanya masalah ini sudah sangat jauh dari perkiraannya. Kyungsoo mengapresiasi kejujuran jongin kepada ibunya dan ibu jongin tidak mengambil tindakan yang langsung merugikan jongin anaknya, berbeda dengan ibu Kyungsoo yang sejak tahu orientasi anaknya dan langsung mengusirnya detik itu juga tanpa harus mendengar penjelasan
"aku juga ingin omma tahu bahwa aku bukan anak kecil lagi, selama ini omma selalu protektif dan berlebihan" lanjut jongin,
"dengan kabur seperti ini, apakah tidak dikatakan seperti anak kecil?" kyungsoo menggumam dan menyinggung jongin
"beda kyungsoo ya, pelarian ini bukan pelarian anak playgrup yang tidak diberikan permen oleh orang tuanya, pelarian kita ini lebih kompleks dan rumit. Aku ingin memberikan pelajaran kepada omma atas kepergianku, aku harap omma bisa berpikir dengan tenang dan membuka hatinya" tutup jongin, dia mengakhiri penuturannya dan kembali berbaring
Kyungsoo tidak bertanya lagi. Dia mengikuti jejak jongin, menidurkan dirinya disamping jongin. dia berinisiatif memeluk jongin, walau tangannya tidak cukup panjang untuk melingkar total di pinggang jongin
Jongin tersenyum melihat namjanya itu memeluknya, dia balas memeluk balik kyungsoo. Dan akhirnya terjadilah moment saling berpelukan yang sangat sweet. Malaikat cinta tersenyum melihat mereka
Semua akan baik-baik saja, mungkin…
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Luhan memegang bibir merahnya, dia tidak pernah terpikir bahwa bibirnya itu akan menjadi santapan bibir namja, namja bernama Sehun. Luhan masih menerawang tidak jelas, dan dia dikagetkan oleh seseorang, dia hampir saja terpeleset di tepi danau
"hyung, jangan melamun seperti itu. Jangan-jangan hyung melamunkan aku ya.." ucap namja yang mengagetkan Luhan,
"Sehun, sialan... kamu bikin aku spot jantung, untung saja aku tidak langsung mati" umpat Luhan kesal, ternyata namja yang mengagetkannya adalah sehun, namja yang sudah menjadi pacarnya, baru sehari
"maaf hyung, ini bubble tea-nya" kata sehun, sambil menyodorkan minuman tea kepada Luhan,
"terima kasih" luhan menerima minuman itu, dia sudah tidak kesal lagi
"ada apa hyung melamun? Ada masalah?" sehun bertanya serius,
"tidak ada.. hanya saja, nanti malam aku akan pindah rumah, pindah kerumah saudara Jin Yo.. maksudku saudara appaku.." Luhan hampir saja menyebutkan nama appanya, dia refleks, saking bencinya dia dengan orang tersebut, dia tidak ingin menganggap orang itu sebagai appa, tidak akan
"pindah? Memangnya rumah hyung mau di jual?"
"tidak, appaku besok akan ke China, kerumah omma. Dan aku tidak boleh ikut, aku dititipkan dirumah ajuhma, saudara appa" jelas Luhan kalem
"masalahnya dimana?"
"entahlah, hanya saja.. aku.." luhan menghentikan kalimatnya, dia teringat sepupunya Kyungsoo, dia akan tinggal dirumah kyungsoo dan menjadi penggantinya
Sehun menyedot bubble teanya, dia tidak berkomentar. Dia mengerti dengan keadaan namja yang sudah menjadi pacarnya itu. Dilain pihak luhan mencoba mengalihkan pikirannya, dia teringat sesuatu hal,
"sehun, apa kamu berpikir aku betul-betul menerimamu sebagai pacarku?" Tanya Luhan lugas dan lantang, dia menatap sehun serius
"ma..maksud hyung?" gagap sehun tidak mengerti,
"malam itu, aku tidak mungkin menolakmu, kamu memberikan pilihan jika aku menolakmu maka aku bisa memilih tepung dan menyiramkannya dikepalamu. Aku tidak setega itu, terlebih dihadapan banyak orang. Jadi aku terpaksa menerimamu.." tukas luhan dengan mimik wajah super serius
Sehun gelagapan, dia menaruh minumannya asal. Raut wajahnya berubah, wajahnya tegang dan kecewa, dia menyikapi pernyataan luhan secara berlebihan,
"jadi, jadi hyung menerima coklat itu karena tidak tega menyiramku dengan tepung dihadapan orang banyak? Begitu?" ujar sehun, raut wajahnya masih belum berubah
"begitulah. Aku ini straight.. tidak mungkin aku semudah itu menerima cinta seorang namja. aku sudah 6 kali berpacaran, semuanya dengan yeoja yang lebih tua dariku"
"hyungg…"
"jadi, jangan harap kita bisa berpacaran. Lebih baik kamu pulang dan melupakan semua mimpimu.." ujar Luhan sambil berdiri, dia tidak memperdulikan lagi minuman yang dibawakan oleh sehun tadi
"hyung.. tidak, kenapa jadi seperti ini" rintih sehun, dia memegang tangan luhan, luhan lantas menepisnya.
"pulang sana.." bentak Luhan,
Sehun semakin kaget, dia dibentak oleh luhan dengan keras. Dia dibentak oleh namja yang baru sehari menjadi pacarnya, klaim dia tentunya
"hyung, aku… tolonglah…" sehun semakin merintih,
Luhan yang menatap ekspresi wajah sehun, ekspresi wajah yang seperti yeoja ketika mengetahui pertumbuhan buah dadanya terhambat. Luhan seketika itu juga tertawa kencang, dia tertawa sekeras-kerasnya, terpingkal-pingkal karena sudah mengerjai Sehun
"hyung…" sehun mendongak, dia tidak paham
"sehun, aku hanya bercanda. Kamu berlebihan menyikapi candaanku, maaf-maaf…" tukas Luhan lagi, dia masih tertawa dan memegangi perutnya
Sehun yang terlambat sadar sudah dikerjai, mendudukkan dirinya lesu. Dia lega bahwa Luhan hanya main-main, pacar sialan
"hyung keterlaluan"
Luhan menjawab kekesalan sehun dengan tertawa. Dia senang bisa mengerjai pacarnya itu. Luhan tidak akan mungkin menolak sehun, dia nyaman dan tentram bersama namja berkulit putih itu.
Luhan masih ingat saat bertemu dengan Luhan pertama kalinya saat acara musik antar kampus, luhan tahu bahwa sehun adalah anak baru dikampusnya, sehun berpartisipasi dalam event itu karena sehun bisa dance, dancenya bagus. Pertemuan mereka tidak spesial, hanya bertukar nomor antar sesama panitia dan anggota event. Luhan sebagai panitia dan sehun sebagai salah satu anggota yang ambil bagian
Luhan sejak saat itu setiap hari mendapatkan pesan dari sehun. Luhan masih ingat isi pesan sehun seperti pesan standar yang biasa dikirimkan oleh namja kepada yeoja : 'jangan lupa makan hyung', 'bagaimana tugas kuliahnya? Semangat ya', 'sarapannya sudah siap, jangan lupa makan yang banyak hyung', 'jangan tidur larut hyung', 'bulu kaki hyung sudah dicukur belum?' lupakan yang terakhir, itu sudah berlebihan
Awalnya Luhan agak risih dikirimkan pesan seperti itu, dia bukan yeoja labil yang harus terus diingatkan, namun seiring berjalannya waktu luhan menikmati semua itu, dia merasa harinya belum lengkap saat tidak ada pesan dari sehun
Pertemuan kedua mereka terjadi saat acara ramah-tamah Korea-China disebuah universitas ternama di korea, dalam acara itu hadir perwakilan kampus yang beretnis korea dan etnis china, acara tersebut intinya mempererat persaudaraan sesama rumpun Asia Timur. Selain Luhan, hadir pula teman luhan, yaitu Kris, Lay dan Tao. Yang semuanya adalah warga china dan china campuran
Dalam kesempatan itu, sehun memberikan hadiah sebuah boneka Rusa kepada Luhan, luhan merasa aneh, dia tidak berulang tahun, tapi dia menerima saja hadiah itu. Kata sehun dia mendapatkan hadiah itu dari pamannya di Thailand, dan dia tidak begitu menyukai boneka, jadi dia berikan saja boneka itu ke Luhan. Luhan masih meragukan pernyataan sehun itu sampai saat ini, modus
Dan pertemuan ketiga terjadi di café kemarin. hari itu adalah hari yang bersejarah untuk luhan dan sehun. Sehun menembak Luhan dan luhan menerimanya tanpa berpikir lama-lama, bukan tanpa alasan, luhan juga hampir tiap malam memimpikan sehun, hingga suatu pagi dia bangun dengan celana yang basah, sial dia bermimpi sedang making love dengan namja dan namja itu adalah sehun.
Dan sekarang mereka berdua sedang berada ditepi danau. Danau yang sering dikunjungi oleh Namja dan yeoja untuk memadu kasih.
Luhan mendudukkan dirinya disamping Sehun yang masih terlihat shock. Dia melingkarkan lengannya dipinggang sehun, memberikan rasa tenang dan nyaman. Sehun refleks menempatkan kepalanya dibahu Luhan, luhan tersenyum. Tidak jelas sekarang siapa yang Seme dan Uke, mereka tidak peduli dengan istilah tersebut, mereka berdua hanya tahu bahwa mereka saling mencintai dan tidak akan ada yang bisa memisahkan mereka
Love…love…love
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Di kediaman Keluarga kyungsoo yang baru,
Ibu kyungsoo termenung murung di taman belakang rumahnya. Dia menatap hiasan tanamannya yang tersusun rapi. Ada sesuatu yang hilang pada dirinya, sebagai ibu dari seorang anak dia merasa hampa
"sayang, ada apa? kamu terlihat tidak sehat.." sapa ayah Kyungsoo sedikit mengagetkan, dia membawakan secangkir susu untuk isteri tercintanya
"tidak apa-apa" sahut ibu kyungsoo pelan. Dia menerima cangkir susu dari suaminya, menggumamkan terima kasih lalu kembali menatap tanamannya
"sayang, aku tahu kamu pasti memikirkan anak kita, kyungsoo kan? Sudah lebih sebulan kita tidak melihatnya" tebak ayah kyungsoo, dia tidak memberitahukan isterinya bahwa seminggu yang lalu dia sudah bertemu anaknya di hotel dengan suasana yang tidak tepat
"ah, bagaimana denganmu? Tamu hotel sedang banyak kan?" Tanya ibu kyungsoo mengalihkan pembicaraan,
"sayang, jangan alihkan pembicaraan, berceritalah"
"tidak ada yang bisa diceritakan, aku hanya ingin sendiri"
Ayah kyungsoo menghela nafasnya, dia tahu bahwa isterinya sedang memikirkan kyungsoo. Namun sebagai ayah, dia juga kecewa dengan anaknya itu, sejak kejadian dihotel dia perlahan mensugestikan dirinya bahwa anaknya memang tidak pantas dibela, tapi nalurinya sebagai ayah tidak bisa dipungkiri, dalam hati kecilnya dia merindukan anaknya dan berharap anaknya itu kembali ke jalan yang benar, menjadi namja yang normal, bisa menikah dan mempunyai keturunan dari isterinya kelak
Tiba-tiba bel pintu rumah berbunyi, ibu kyungsoo lekas beranjak,
"itu pasti Luhan.." kata ibu kyungsoo senang,
Ayah kyungsoo mengikuti isterinya ke depan, hari ini memang hari yang dikatakan oleh Jin Young bahwa luhan akan datang dan tinggal dirumahnya
Pembantu keluarga kyungsoo membukakan pintu, dia menunduk sejenak dan pergi masuk kedapur karena sudah ada ayah dan ibu kyungsoo yang menyambut kedatangan orang itu
Ternyata yang datang memang Luhan, dia datang bersama pacarnya sehun.
"selamat sore ajuhma, ajuhsi." sapa luhan sambil membungkuk beri hormat,
"selamat sore juga Luhan, masuklah, ajak temanmu juga" balas ibu kyungsoo ramah, dia mempersilahkan luhan dan sehun untuk masuk
Luhan menenteng koper besarnya dan membawanya keruang tamu. Ayah kyungsoo menawarkan untuk membawa, tapi luhan menolak dan mengatakan bahwa koper itu ringan, tidak usah repot-repot
"maaf ajuhma, aku kemari bersama temanku sehun, Jin young.. maksudku appaku tidak bisa datang, dia sedang beres-beres dirumah" ucap Luhan setelah dia mendudukkan dirinya di sofa empuk ruang tamu. Sehun membungkuk memberi hormat dan ibu serta ayah kyungsoo membalas bungkukan sehun
Luhan dan sehun menatap interior rumah keluarga kyungsoo, sangat mewah dan semuanya terkesan masih baru. Maklum saja keluarga kyungsoo menjual rumahnya yang dulu dan membeli rumah baru dengan gaya arsitektur yang berbeda
"kalau begitu langsung kekamarmu saja dilantai 2, kami sudah mempersiapkan dan membereskan kamar itu" kata ibu kyungsoo
"terima kasih ajuhma"
Luhan beranjak bersama sehun, dengan ditemani salah satu pembantu keluarga kyungsoo. Luhan masuk kedalam kamarnya yang lumayan besar. Kamar itu masih baru, jadi dia yang pertama kali akan menempati kamar itu dan entah mengapa dia teringat sepupunya, kyungsoo
Sehun duduk ditepi ranjang, dia memainkan kasur empuk dan menepuk-nepuknya seperti anak TK, luhan tersenyum melihat tingkah sehun, dasar anak kecil.
Luhan meninggalkan sehun, dia beranjak turun, dia ingin berbicara empat mata bersama ibu kyungsoo, Luhan ingin tahu kenapa Kyungsoo diusir dari rumahnya. Luhan memang sudah mendengar pengusiran Kyungsoo, tapi sebab pengusirannya belum dia tahu pasti
Luhan menghentikan langkahnya ditangga, dia mendengar sedikit percakapan antara ibu dan ayah kyungsoo,
"aku senang Luhan ada disini, sepertinya dia anak yang baik. Aku harap dia bisa menggantikan kyungsoo dalam keluarga kita" ucap ibu kyungsoo,
"sayang, posisi kyungsoo tidak bisa digantikan, kyungsoo adalah anak kandung kita. Walau memang dia sudah tidak seperti yang dulu, kyungsoo tetap anak kita" tukas ayah kyungsoo, dia menatap isterinya dengan pandangan sulit diartikan
"aku tidak ingin berdebat tentang masalah anak itu. Yang pasti sebagai omma, aku sangat kecewa, tidak ada seorangpun ibu yang mengharapkan anak laki-lakinya mencintai sesama pria, jika pun ada pasti dia adalah ibu yang gila.." seru ibu kyungsoo keras
"kecilkan suaramu, aku tidak ingin para pembantu dan Luhan tahu masalah ini" gumam ayah kyungsoo lagi, dia tidak ingin membela anaknya lagi. Dia juga kecewa dengan Kyungsoo
Luhan yang mendengar percakapan itu mendadak membatu, ternyata kyungsoo diusir karena orang tuanya tidak terima dengan orientasi seksnya yang berbeda. Luhan sedikit merosot, dia sama dengan Kyungsoo, Kasihan kyungsoo.
Luhan dengan cepat kembali naik ke kamarnya, dia menemukan sehun sudah terlentang dengan posisi seksi didalam kamar,
"hyung, naik kesini ya.. " desah sehun menggoda, dia melirik nakal luhan yang baru muncul dipintu,
Luhan menutup pintu dan menguncinya,
"jangan aneh-aneh sehun, ini bukan rumahku. Jadi tahan nafsumu. Kamu tidak inginkan jika kita berdua diarak dan dirajam oleh masyarakat disini.."
"jangan berlebihan, hyung keseringan nonton drama, terutama drama Indonesia… disini tidak ada hal-hal seperti itu hyung…disini Kota Hyung, bukan desa yang main lempar dan main rajam" jelas sehun santai, dia masih mempertahankan posisi seksinya
"whatever.." tukas Luhan
Dia tidak ingin ayah dan ibu kyungsoo tahu bahwa dia sama dengan Kyungsoo, sama-sama mempunyai cinta yang unik, cinta sesama namja. bisa-bisa dia bernasib sama dengan kyungsoo yang diusir.
Luhan galau…
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Jiyoon dan temannya Hyuna mondar mandir tidak jelas didepan fakultas ekonomi. Mereka mencari seorang namja, yang beberapa hari ini tidak pernah tampak sosoknya dikampus
"sial, namja itu kemana?" rutuk Jiyoon tidak sabar, mata sipitnya terus menjelajah mencari namja pendek incarannya
"mungkin namja yang bernama Kyungsoo itu sudah DO, yeah.. mungkin saja" tukas Hyuna dengan ekpresi sok imut
"DO? Do kyungsoo maksudnya.."
"Drop Out, dasar.. sepertinya dipikiranmu hanya seks saja, sampai-sampai istilah seperti itu saja kamu tidak tahu" seru Hyuna sambil terkikik
"diam, jangan berkata seperti itu disini, ini kampus bukan hotel. Aku masih ingin jaga image disini" balas jiyoon tidak terima, dia mendengus kesal
"lupakan, bagimana kalau kita bertanya kepada namja bereyeliner tebal disana, sepertinya dia teman Kyungsoo" ajak hyuna, jiyoon mengangguk setuju
Mereka berdua mendekati namja tersebut,
"hei oppa.. tahu tidak namja yang bernama Kyungsoo? Akhir-akhir ini dia tidak kelihatan" tanya Jiyoon to the point, dia memelintir genit rambutnya
"jangan panggil aku oppa, kalian lebih tua dariku. Maaf ya.. aku tidak akan waktu, aku ada kencan dengan seseorang, Byee…" tukas namja itu, yang ternyata adalah Baekhyun, dia cepat berlalu, tidak ingin berhubungan dengan kedua yeoja didepannya
"huh.. sial, paling-paling juga dia mau kencan dan berhubungan seks dengan yeoja yang bernama Taeyeon, namja sialan.." tukas hyuna kesal, dia merasa diacuhkan
Jiyoon hanya terdiam mendengar kalimat temannya itu, dia menggeleng, tahu dari mana si Hyuna bahwa namja tadi akan berkencan dengan Taeyeon. Temannya itu memang tahu banyak hal, terutama yang menyangkut skandal-skandal seks dikampus
Jiyoon membatin, dia harus menemukan Kyungsoo, bagaimanapun caranya… harus
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Ibu dan ayah jongin panik, terutama ibu jongin, sejak membuka kamar anaknya dan tidak menemukan sosok anak lelakinya itu, ibu jongin langsung naik pitam. Dia menyalahkan pemuda yang bernama Kyungsoo. Dia sudah tahu mengenai namja itu dari anaknya sendiri.
Ibu jongin datang ke kampus dan menyakan alamat tempat tinggal Kyungsoo dibagian tata usaha dan administrasi kampus. Ibu dan ayah jongin tidak tahu lagi bagaimana caranya mencari anak mereka, dan ibu Jongin yakin bahwa anaknya itu dibawa kabur oleh namja yang bernama Kyungsoo.
"sayang, tidak seharusnya kita menyalahkan namja itu, mungkin saja Jongin tidak bersamanya.." ucap ayah jongin, dia baru pulang dari tugasnya sebagai Polisi
"tidak, aku yakin bahwa anak kita dibawa kabur oleh namja itu" sahut ibu jongin sangat yakin.
Dan akhirnya suami isteri itu berada dalam satu mobil, menuju alamat rumah Kyungsoo yang mereka peroleh dari kampus Jongin.
.
.
"apa? Keluarga kyungsoo sudah pindah?" Tanya ibu jongin saat dia bertemu dengan pemilik baru rumah keluarga Kyungsoo, dia tidak percaya begitu saja,
"iya, ajuhma.. keluarga itu sudah lama pindah dan kami yang membeli rumah ini" jawab anak pemilik rumah, Minah. Rupanya minah baru tahu bahwa rumah yang sekarang mereka diami adalah rumah milik keluarga Kyungsoo, namja yang membuatnya patah hati dan galau
"kalau boleh tahu dimana alamat baru keluarga itu?" kali ini ayah Jongin yang bertanya, dia bertanya dengan nada kalem, sangat berbeda dengan isterinya yang meledak-ledak
"maaf ajuhsi, aku tidak tahu, tapi sepertinya ommaku tahu, sebentar" ujar minah sambil permisi berlalu masuk kerumahnya,
5 menit kemudian, dia keluar sambil membawa secarik kertas, alamat baru rumah keluarga kyungsoo.
"baiklah terima kasih atas informasinya, kami pergi dulu" tutup ayah Jongin sembari menerima carikan kertas alamat Keluarga Kyungsoo itu
Suami isteri itu kembali melajukan mobilnya, menempuh jarak 12 kilometer untuk sampai kerumah baru keluarga Kyungsoo
.
.
Ibu Jongin memencet bel rumah Kyungsoo dengan tidak sabar. Dia sudah yakin dengan alamat tersebut, semua nama jalan dan nomornya sama.
"iya, ada ap.." ayah Kyungsoo membuka pintu cepat dan dia disambut oleh teriakan keras dari orang dihadapannya,
"mana anakku? dimana Jongin? dimana anakmu Kyungsoo menyembunyikan anakku? Katakan' cecar ibu jongin tidak sabar, rambut palsunya merosot kekiri, dia tidak peduli
"maaf, anda bicara apa? aku tidak mengerti" tukas ayah Kyungsoo, dia betul-betul tidak mengerti,
"maaf, kami mencari anak kami yang bernama Jongin, Kim Jongin… dan menurut info terakhir, anak kami itu sedang bersama dengan anak anda, Kyungsoo.." kata ayah Jongin menjelaskan, dengan nada kalem, namun tegas. Sebagai polisi dia memang harus bersikap demikian,
"anakku Kyungsoo bersama anak anda?" ayah Kyungsoo masih tidak mengerti
Beberapa detik kemudian, ibu Kyungsoo muncul dengan dandanan yang rapi, karena sebentar lagi ada pertemuan antar Guru disekolah. dia mendengar dengan jelas semua kalimat dari tamunya itu, semuanya, dia mendengar nama anaknya disebut-sebut
"ada apa ini?" Tanya ibu Kyungsoo ingin tahu dan meyakinkan pendengarannya, dia menatap kedua tamunya satu persatu, dan matanya membelalak kaget,
"Nam..Nam gil?" gagap Ibu Kyungsoo tidak percaya, dia menatap wajah ayah jongin dihadapannya, orang yang pernah menjadi bagian masa lalunya
"Yeom ah.." ayah Jongin tidak kalah kaget, dia bertemu lagi mantan tunangannya beberapa tahun silam. Dilain pihak ayah kyungsoo dan ibu jongin saling memandang tidak mengerti
Ibu Kyungsoo dan ayah Jongin masih saling menatap, tatapan kaget dan tidak percaya. Terutama ibu Kyungsoo yang memang sudah tidak ingin lagi bertemu dan berhubungan dengan pria yang sudah menghianatinya dan berselingkuh dibelakangnya. ibu Kyungsoo tidak terima karena pria dihadapannya itu bukannya berselingkuh dengan wanita, tapi dengan pria.. ibu Kyungsoo tidak akan mungkin melupakan kejadian pahit itu
"pergi kalian dari rumah ini? Pergi" bentak ibu Kyungsoo keras, dia mengacungkan tangannya dan menunjuk keluar rumah
"kenapa sayang, mereka tamu kita, tidak seharusnya kita bersikap kasar" ayah Kyungsoo menenangkan isterinya yang marah, dia tidak enak dengan kedua tamunya
"anda tidak seharusnya bersikap demikian, yang harusnya marah itu aku, sebagai omma anakku, anak anda…" kalimat ibu jongin terhenti karena bentakan yang semakin keras dari ibu Kyungsoo,
"diam kamu… aku tahu, kamu pasti isteri lelaki sialan ini kan? Asal kamu tahu saja, suami kamu ini bukan suami yang normal, aku kasihan terhadapmu... kamu ditipu oleh lelaki seperti dia"
'yeom jung ah, jangan katakan semuanya, tolonglah…' batin ayah jongin sedih
Masalah semakin bertambah pelik dan panjang sepertinya
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Bertemu lagi..he…he… kayaknya Author note bakal panjang nih… aku minta maaf untuk reader yang meminta satu chapter full Kaisoo moment, sepertinya agak susah ya, takutnya reader yang lain tidak suka dan malah bosan, jadi harus ada juga cerita yang lain selain cast utama, Tapi dichap-chap depan porsi Kaisoonya akan diperbanyak, mian… minta maaf juga jika belum bisa menghadirkan adegan fluff, aku author newbie (bikin FF berchapter baru 2) jadi mungkin agak susah mewujudkannya, tapi aku akan coba usahakan ya… Hunhannya juga sudah dijelaskan awal mereka bertemu dan diakhir-akhir chap dibahas juga mengenai keluarga Kyungsoo dan lika-likunya. Untuk naik Rated kayaknya tidak yah, maaf… aku sudah konsisten bahwa FF ini hanya rate T saja, takutnya reader dibawah umur baca dan jadi kaget dichap-chap akhir yang malah udah ada sex scene yang vulgar..he…he…kayaknya perlu banyak minta maaf nih, sepertinya FF ini masih akan panjang, padahal dulu udah bilang akan tamat di chap 11, tapi setelah melihat perkembangan ceritanya, agak sulit kalau ditamatkan di chap 11…he…he… dan mian lagi jika Chap ini kurang bagus…hu…hu…
Tidak bosan-bosannya meminta pendapat dan tanggapannya dikolom Review ya, baik reader yang punya akun FFn maupun yang tidak. Salam sayang untuk kalian semua…
