Good Boy vs Bad Boy

By Fan_dio

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie

Genre : Drama and Friendship

Warning : This is Yaoi (BL) , Author Newbie, Maaf kalau Typo berserakan,

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

"ada apa ini? Apa yang kalian bicarakan?" Tanya ayah Kyungsoo tidak sabar, dia pusing mendengar isterinya berteriak

"ya, tolong jelaskan kenapa anda berkata demikian, suamiku normal… buktinya dia bisa memberikanku anak. Mungkin anda sudah gila" tukas Ibu jongin cepat, dia tidak terima jika suaminya dihina seperti tadi

"apa kalian berdua saling kenal?" ayah kyungsoo kembali bertanya, dia memandang bergantian antara isterinya dan ayah jongin, pandangan ingin tahu

"tidak, mungkin isteri anda salah lihat. Maaf, kami permisi…" ucap ayah Jongin akhirnya, dia menarik lengan isterinya untuk segera pulang

"tapi… anak kita jongin, kita belum menemukan kepastian, aku tahu pasti jongin dibawa kabur oleh anak keluarga ini…" tahan Ibu jongin, dia menahan tubuhnya dari tarikan suaminya

"kita cari ditempat lain, ayo" seret ayah jongin,

Akhirnya suami isteri keluarga jongin itu pulang tanpa mendapat infomasi apa-apa. didalam perjalanan ibu jongin terus-menerus mengoceh. Dia masih yakin dengan pernyataannya semula

.

.

"jelaskan perkataanmu tadi? Aku tidak tuli" ucap ayah Kyungsoo setelah suami isteri keluarga Jongin pulang. bagaikan seorang hakim yang ingin memvonis. Ibu kyungsoo menatap suaminya lekat-lekat, dia bimbang namun dia akhirnya bersedia untuk bercerita,

"pria yang tadi adalah mantan tunanganku beberapa tahun yang lalu" jelas ibu Kyungsoo, dia mendesah perlahan

"jadi? Lelaki itu?"

"iya, dia lelaki yang pernah kuceritakan, yang menjadi trauma masa laluku. Aku tidak bisa melupakan semua penghianatannya dan ternyata kini dia sudah menikah" lanjut ibu Kyungsoo lagi

Ayah kyungsoo terduduk lesu. Dia masih ingat cerita isterinya tempo hari. Dia tidak terlalu ambil pusing dengan masa lalu isterinya, yang dia takutkan adalah sikap berlebihan istrinya dalam menyikapi masalah, sekarang mantan tunangannya hadir lagi dalam kehidupan mereka dan bukan tidak mungkin hal itu bisa membuka luka lama atau membuat luka baru

Ibu kyungsoo juga mendudukkan dirinya. Dia menatap ke pintu rumahnya tempat dimana dia tadi bercakap-cakap dengan tamunya.

Tiba-tiba ponsel ibu kyungsoo bergetar, tanda ada pesan yang masuk,

'tolong Yeom Ah, temui aku di taman samping universitas seoul, sejam dari sekarang... ini sangat penting dan setelah itu aku tidak akan muncul lagi dalam kehidupanmu, aku janji' ibu kyungsoo membaca pesan itu berulang kali, tertulis nama Nam gil di akhir pesan itu

Ibu kyungsoo ragu dan bimbang, dia tidak ingin lagi berhubungan dengan orang tersebut, namun setelah membaca janjinya yang mengatakan bahwa dia tidak akan diganggu lagi, akhirnya ibu kyungsoo sejam kemudian beranjak dan menuju ke taman yang dimaksud, sendirian tentunya

.

.

"dari mana kamu mengetahui nomor ponselku?" Tanya ibu kyungsoo dengan nada ketus setelah dia melihat kemunculan seorang yang bernama Kim Nam Gil alias ayah Jongin,

"aku memperolehnya dari pemilik rumah lamamu" jawab ayah Jongin sekenanya

"…"

"Yeom ah, maaf jika aku kembali hadir dikehidupanmu, aku benar-benar tidak menyangka akan bertemu lagi setelah bertahun-tahun, kamu tetap tidak berubah masih cantik seperti yang dulu" tutur ayah jongin yang diselipi pujian tulus

"langsung keintinya saja, untuk apa kamu ingin menemuiku disini?" seru ibu Kyungsoo masih dengan nada ketus dan tidak bersahabat

"aku ingin membicarakan mengenai anak kita, anakmu dan anakku"

"membicarakan anak? Ternyata kamu bisa menghasilkan anak juga, aku kira kamu hanya bisa melakukan 'itu' hanya sesama pria saja" ujar ibu Kyungsoo sadis

"jangan membahas masa lalu itu lagi" ayah Jongin mencoba meluruskan

"aku tidak akan mungkin lupa, tidak akan. Aku ingin tahu kenapa kamu memutuskan untuk menikah dengan seorang wanita. Kasihan wanita yang menjadi isterimu…"

"aku menikah karena aku menginginkannya"

"tapi kamu itu gay, sudah dua kali aku memergokimu melakukan 'hal itu' sesamamu, dan sekarang kamu menikah, apakah kamu sudah sembuh dari 'sakit'mu?" tukas ibu Kyungsoo kali ini dia memandang wajah ayah jongin, pandangan meremehkan

"aku tidak sakit yeom ah, aku tidak mengidap penyakit apapun"

"tapi nafsumu dengan sesama pria?"

"itu bukan penyakit…. Yah, perasaan itu tetap masih ada yeom ah, tapi aku memilih untuk menahannya. Hidup adalah pilihan, dan sekarang pilihanku adalah menikah dan punya anak. Aku mencoba mencintai isteriku yang sekarang dan memberikannya nafkah lahir dan batin, walau awalnya sulit, tapi akhirnya aku bisa.. terbukti aku bisa memberikan dua anak kepada isteriku" jelas ayah jongin, dia menjelaskan dengan gaya polisinya

"tapi tetap saja, kamu masih…."

"terserah yeom ah, aku tidak ingin membahas itu lagi…" potong ayah jongin

"… aku meminta maaf jika dulu aku pernah menghianatimu, aku menyesal… aku harap ini bukan karma buatku" lanjut ayah jongin lagi, dia mendesah dan kembali berucap

"aku ingin membicarakan masalah anakku, Jongin dan anakmu yang bernama kyungsoo" ayah jongin memulai inti dari pertemuannya ini

"ada apa dengan mereka?"

"sepertinya mereka berdua kabur, entah siapa yang mengajak, tapi setahuku anakmu dan anakku kini bersama-sama dan memperjuangkan cinta mereka" ungkap ayah jongin

"kabur? Memperjuangkan cinta? cinta yang mana? mereka sesama pemuda"

"kamu pasti sudah tahu mengenai orientasi anakmu kan?"

Ibu kyungsoo sontak berdiri, dia membelalak kaget, wajahnya resah.

"dimana kamu tahu?" ibu kyungsoo bertanya was-was, dia memandang kesegala arah, siapa tahu saja ada orang mendengar kalimat ayah jongin barusan

"tidak penting aku tahu dari mana. Yang pasti aku merestui semua keputusan anakku, asal dia bahagia.." ayah jongin mengangguk mantap,

"merestui? Apa kamu sudah gila, appa macam apa kamu? Merestui hubungan sejenis anaknya… ya tuhan… aku tidak mengerti semua ini" rutuk ibu kyungsoo, dia menjambak rambutnya sendiri, dia geram

"aku tidak peduli, yang penting Jonginku bahagia, dia anakku satu-satunya sekarang setelah saudaranya meninggal 8 tahun lalu"

"Kyungsoo juga anakku satu-satunya" jelas ibu kyungsoo tidak mau kalah

"oh, ternyata kamu masih menganggap kyungsoo anakmu, setelah kamu mengusirnya dari rumah, hanya karena orientasi seksualnya yang berbeda. Seharusnya kamu mempertanyakan dirimu, omma macam apa kamu itu.." balas ayah jongin tepat sasaran, kata-katanya bagaikan anak panah yang tepat menembus jantung

Ibu kyungsoo kembali terkaget, dia tidak menyangka ayah jongin dihadapannya mengetahui bahwa dia sudah mengusir anaknya sendiri karena dianggap menyimpang

"di..dimana kamu tahu…" ibu Kyungsoo tergagap kaku

Ayah jongin tidak menjawab pertanyaan dari ibu kyungsoo, dia beranjak dari tempat duduknya,

"baiklah… aku harap ini pertemuan terakhir kita, itu yang kamu harapkan bukan? Pikirkanlah baik-baik… Sebelum semuanya terlambat Yeom Ah… selamat tinggal" tutup ayah Jongin, dia tersenyum tulus dan kemudian berbalik, meninggalkan ibu kyungsoo yang mematung

Ibu kyungsoo menghela nafas panjang, dia pusing. hari yang buruk untuknya

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Luhan berada dikamar, sehun masih ada bersamanya. Dia memegang ponselnya, agak ragu untuk menghubungi seseorang, dia menatap sehun sekilas dan berujar

"sehun, sebaiknya kamu pulang, pasti omma dan appamu mencari" ujar Luhan kepada sehun,

"hyung mengusirku?" kata sehun

"bukan begitu, hanya saja besok kamu kuliahkan..? ingat kamu baru semester kedua" Luhan mengingatkan,

"hyung alasan saja, bilang saja hyung sudah bosan denganku" sehun cemberut

"bosan? Memangnya kita sudah pacaran selama 10 tahun. Kita baru pacaran hampir dua hari"

"aku masih ingin bersama hyung. Hyung sudah menjadi pacarku sekarang" gumam sehun manja, dia mengedipkan matanya lebay

"sehun, aku takut kamu jadi khilaf dan menerkamku disini. Aku tidak ingin tingkahmu membuat heboh dirumah keluarga Kyungsoo"

"keluarga kyungsoo? Rumah ini kepunyaan kyungsoo" sontak sehun mendudukkan dirinya,

"kemana saja kamu? Ini rumah kyungsoo, teman kampus kamu" jelas Luhan singkat

Sehun berpikir sejenak, dia akhir-akhir ini tidak melihat kyungsoo dikampus dan dirumah ini dia juga tidak melihat batang hidung kyungsoo, sehun sangat heran

"tapi kyungsoo hyung dimana? Dia tidak terlihat"

"sudahlah sehun, kyungsoo sedang keluar kota sepertinya.. sebaiknya kamu pulang" Luhan menjawab asal, dia kembali menyuruh sehun pulang, dan akhirnya dengan berat hati sehun bersedia untuk pulang, dengan satu syarat…

"aku akan pulang, asal…"

"asal apa?" Luhan ingin tahu

"asal hyung menciumku dibibir, dan hyung membuka mulut hyung lebar-lebar dan mengeluarkan lidah" pinta sehun yang terdengar sangat berlebihan

Luhan mengeryitkan dahinya, sial. Apa dia tidak salah dengar, pacar macam apa dia itu, pacar labil dan stress

"apa? aku tidak mau"

"ya sudah, kalau begitu aku akan tetap disini"

"ok..ok.. baiklah.." luhan menuruti permintaan mesum sehun

Luhan membuka mulutnya membentuk huruf O, sehun tertawa senang, dia cepat-cepat beranjak dan mendekati namjanya itu. Sehun sudah akan memulai aksinya, dia berencana akan menyedot bibir dan saliva luhan,

"tunggu, pintunya masih belum terkunci" luhan menginterupsi, lalu mengunci pintu

Sehun sedikit kecewa, dia sudah bernafsu. Tapi beberapa detik kemudian, Luhan sudah siap kembali, mulutnya terbuka, siap untuk dicumbu. Sehun mendekatkan bibirnya lagi,

"tunggu, jendelanya masih terbuka. Aku tidak ingin ada yang melihat kelakuan kita" potong luhan lagi, dia melewati sehun dan menutup jendela itu

Sehun jadi kesal, luhan lagi-lagi memotong nafsunya, sial.

Luhan sudah kembali siap untuk ketiga kalinya. Kali ini sehun tidak ingin di interupsi lagi. Dia memegang pipi luhan,

"tunggu.. plafon.." luhan kembali berucap, namun sehun masih lebih cepat. Dia langsung menenggelamkan bibirnya dibibir luhan yang sudah terbuka oleh tindihan tangan sehun dipipinya. Sehun mengisap kuat-kuat bibir dan mulut luhan. Tidak ketinggalan dia menyedot lidah luhan dengan keras. Luhan melenguh erotis, dia keenakan akhirnya

Sehun masih bergerilya hebat dibibir luhan, menikmati setiap inci bibir pasangannya. 10 menit berlalu dengan cepat, suara kecipakan saliva terdengar jelas dikamar itu, nafsu sudah memuncak diubun-ubun

Sehun memegang selangkangan luhan yang masih tertutupi celana. Sontak luhan memegang tangan sehun, dia mencegahnya. Dia berusaha melepaskan bibirnya dari sehun

"jangan sampai kesitu, tolong… cukup untuk hari ini" ujar luhan akhirnya, dia menghirup nafas panjang, nafasnya memburu, dia akhirnya bisa melepaskan diri dari terkaman ciuman maut seorang Oh Sehun

Sehun mengangguk mengiyakan setelah ciumannya tersebut selesai, dia tersenyum kembali

"terima kasih hyung atas jatah untukku"

"sekarang pulang… sebelum kamu bertindak terlalu jauh" kata Luhan lagi

Sehun tersenyum evil, dia mengambil jaketnya di atas ranjang, meraih tangan luhan dan menciumnya, setelah itu dia benar-benar keluar kamar, untuk pulang

Luhan mengantar sehun hingga depan gerbang. Dia bersikap biasa terhadap sehun kali ini, dia takut jika mereka terlalu kentara dan ketahuan telah berhubungan dan pacaran, yah.. begitulah sulitnya namja vs namja dalam memadu kasih

Setelah kepergian sehun, luhan memencet tombol ponselnya, mencari nomor kontak ibunya, yang sedang berada di China,

"halo omma, bagaimana keadaan omma? Baik-baik?" kata Luhan dalam bahas china, setelah penggilannya diangkat oleh ibunya

"omma baik-baik saja. Bagaimana dengan appamu? Appamu jadi berangkat hari ini?" Tanya ibu Luhan disebarang telefon

"jadi omma. Maaf omma, omma belum memberikan alamat rumah omma disana kan?" Tanya Luhan sangat serius

"belum, memangnya kenapa sayang?"

"tidak omma, biar aku saja yang memberikan alamat omma kepada Jin Young, maksudku kepada appa"

"baiklah"

"omma, bagaimana keadaan Fei?"

"masih seperti yang dulu, adikmu itu masih trauma dan tidak bisa bicara" ibu Luhan terdengar gundah

"omma harus terus membersarkan hatinya, dukungan dari kita semua sangat Fei butuhkan"

"iya sayang, omma akan berusaha"

"…"

"baiklah kalau begitu, omma titip salam kepada keluarga Do, yang sudah mau menerimamu bersama mereka"

"iya omma, nanti salam omma akan aku sampaikan"

"baiklah sayang. Jaga kesehatan, belajar dengan baik, karena sebentar lagi kamu lulus"

"iya omma" tutup Luhan, dia menyimpan cepat ponsel disakunya

Hari ini dia akan menjalankan rencananya untuk memberikan pelajaran kepada appa barunya, Jin Young alias paman Kyungsoo.

Setelah meminta izin kepada ibu Kyungsoo, Luhan bergegas menuju rumahnya tempat dimana ayahnya sedang bersiap-siap untuk menuju bandara, ke China tentunya

.

.

Luhan mengendap-endap menuju kamar ayahnya. dia mendengar suara air didalam kamar mandi. Ayahnya itu memang terbiasa tidak mengunci kamar. Luhan dengan leluasa masuk dalam kamar dan mengambil ponsel ayahnya, dia mencari nomor kontak ibunya dan mengeditnya dengan nomor asal-asalan. Dia juga mengedit banyak nomor kontak penting tanpa merubah nama dikontak itu

'kena kau Jin Young sialan' gumam Luhan dalam hati, rencana pertamanya berhasil

Luhan dengan cepat keluar dari kamar dan menuju kamarnya sendiri. Dia kembali menghubungi seseorang lewat ponselnya,

"halo Tao, kamu sudah ada dichina kan?" Tanya Luhan,

"iya, aku sudah 2 hari disini? Ada apa" jawab seseorang yang bernama lengkap Huang Zi Tao itu,

"sebentar lagi Jin Young kesana, aku sudah menghapus nomor kontak ommaku diponselnya. Dan aku sudah mengiriminya sms palsu mengenai alamat rumah omma disana, aku yakin ajuhsi sialan itu tidak akan sadar" tukas Luhan, sambil bersmirk

"bagus, kamu memberikan alamat tempat protitusi yang tempo hari sudah kita bicarakan kan?"

"yap, aku mengiriminya alamat itu"

"good..good.. aku tidak sabar ingin membalas dendam kepada Jin Young itu, adikku lumpuh dan bisu karena ulah ajuhsi laknat itu"

"aku juga tidak akan melupakan kelakuan buruknya, adikku juga adalah korbannya. Tapi aku serahkan semua ini kepadamu, buat dia menderita dan membayar perbuatannya. Aku ingin dia dihukum secara fisik dan setelah itu mendekam dipenjara untuk waktu yang lama" harap Luhan dengan sangat

"baiklah, pantau terus si Jin Young itu, jangan sampai rencana kita gagal untuk membawanya ketempat prostisusi disini"

"tenang saja, baiklah… selamat menjalankan rencana" tutup luhan kemudian, rencana kedua sepertinya berhasil, dia akan menjalankan rencana selanjutnya

.

.

"baiklah appa akan berangkat sekarang, ingat pesan appa… bermanis-manislah dihadapan keluarga Do, jangan sia-siakan kesempatan emas ini, mereka keluarga yang kaya" tukas paman kyungsoo alias ayah Luhan. Dia kini berada didepan rumah, siap-siap berangkat ke bandara, Karena jadwal pesawatnya sejam lagi

"aku mengerti appa" jawab Luhan sekenanya, rencananya lancar sejauh ini. Appanya tidak curiga dengan alamat palsu yang dikirimkan lewat pesan message

"appa akan memakai mobil ini, kamu sudah mengatakan tidak mau ikut. Jadi appa harap kamu mengambil mobil ini di parkiran bandara sejam dari sekarang" jelas paman Kyungsoo sembari masuk kedalam mobilnya, barang-barangnya tidak banyak, hanya tas sedang dan sebuah koper

"iya appa" balas Luhan dengan nada malas,

Paman kyungsoo sudah melajukan mobilnya. Luhan tidak melambaikan tangannya kepada ayahnya itu, karena dikedua tangannya yang berada dipunggungnya sudah ada segepok uang ayahnya, mata uang won yang sudah ditukar jadi yuan. Luhan mengambil diam-diam uang yang jumlahnya lumayan itu ditas appanya tadi. Hari yang buruk untuk Jin Young sepertinya… rencana ketiga sukses besar

'selamat bersenang-senang ajuhsi sialan' batin luhan senang

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Jongin dan Kyungsoo masih berada digubuk tidak terurus, cuaca sudah lumayan cerah. Mereka berdua merencanakan akan pergi dari tempat itu

Jongin menatap kyungsoo yang masih terbaring, kyungsoo tidak tidur hanya saja tubuhnya sangat lelah dan perlu istirahat, demamnya belum reda, namun sudah tidak tinggi lagi

"kyungsoo ya, kamu pasti lapar?" Tanya Jongin, dia resah

Kyungsoo menggeleng, dia berbohong, dia sehari full belum makan, tidak mungkin tidak lapar

"maafkan aku kyungsoo ya, membawamu dalam situasi yang sulit seperti ini.." ujar Jongin dengan mimik wajah meminta maaf

"jangan meminta maaf terus jongin ah, kamu tidak salah"

"aku mengingkari permintaanku sendiri untukmu, aku pernah memintamu untuk tidak membolos kuliah dan sekarang kamu tidak masuk kuliah, karena aku. Kamu memilih pergi bersamaku dan meninggalkan pendidikanmu kyungsoo ya.."

"tidak, aku tidak menyesali itu. Pendidikan bisa kukejar nanti, tapi cintaku? Inilah saat yang tepat untuk memperjuangkan cintaku" balas Kyungsoo pelan

"tapi kyungsoo ya.."

"sama saja denganmu jongin ah, kamu juga mengorbankan pendidikanmu. Kamu malah sudah terlalu jauh, mengabaikan ommamu yang masih menyayangimu demi aku" kyungsoo berujar, matanya berkaca-kaca, dia teringat ibunya, ibu yang tidak bisa menerima 'perbedaannya'.

"terima kasih kyungsoo ya.. aku janji akan selalu menjagamu, kita akan bersama-sama memperjuangkan cinta kita hingga akhir, walau nyawa taruhannya sekalipun" jelas Jongin dengan wajah serius, dia bersumpah dalam hatinya

Kyungsoo tersenyum mendengar kalimat jongin. dia tahu bahwa namja berkulit eksotis dihadapannya itu memang bersungguh-sungguh

"jongin ah, sampai kapan kita seperti ini? Maksudku sampai kapan pelarian ini menemui akhirnya?" Tanya kyungsoo tiba-tiba,

"entahlah… mungkin sampai ommaku sadar dan merestui hubungan kita"

Kyungsoo terdiam, andai ibu jongin merestui hubungan mereka, bagaimana dengan ibunya? Ibu kyungsoo sudah mengusir kyungsoo dan pintu restu untuk hubungan sejenis ini sangat jelas tidak akan pernah terbuka

"sepertinya kita harus pergi dari sini, kita mencari makan terlebih dahulu" seru jongin sambil duduk, dia memang sedari tadi ingin mencari makanan untuk kyungsoo, tapi dia tidak mungkin meninggalkan namja kecilnya itu sendirian

Jongin menatap motornya yang terparkir lumayan jauh dari tempatnya berteduh. Memang kemarin malam jongin hanya melajukan motornya tidak tentu arah dan tujuan, hujan sangat deras, dan tahu-tahu mereka sudah sampai di sebuah kawasan konservasi pertanian dipinggir kota, kawasan yang asri dan masih murni, sejauh mata memandang hanya ada petak sawah dan tanaman perkebunan yang berkotak rapi.

Kyungsoo beranjak dan mendudukkan dirinya, dia memegang dahinya yang masih sedikit panas. Dia mendesah pelan, mudah-mudahan dia kuat, dia sudah berjanji akan menjadi namja yang kuat dan tegar

"mudah-mudahan ada apotik terdekat disebelah sana kyungsoo ya, aku khawatir panasmu semakin tinggi jika kamu nanti naik motor" gumam jongin sambil membelai rambut halus kyungsoo

"…"

"naik kepunggungku kyungsoo ya… aku akan mengendongmu sampai dimotor"

"tidak usah, aku bisa jalan, lagi pula jarak dari sini kesana dekat" tukas kyungsoo seraya menunjuk kearah motor jongin

"tidak, kamu masih terlihat lemah. Aku tidak akan memaafkan diriku jika kamu menjadi semakin sakit. Aku sudah berjanji akan menjagamu.. tolonglah.." ucap jongin, lalu mengarahkan punggungnya ke kyungsoo

Dengan ragu-ragu kyungsoo menggelayutkan tangan dan lengannya dileher jongin. jongin kemudian berdiri dengan kyungsoo yang sudah ada dalam gendongan punggungnya

Jongin kemudian mengambil tas miliknya dan tas kepunyaan kyungsoo, memegang kedua benda itu sambil menggendong kyungsoo dipunggung

Wajah bulat Kyungsoo memerah dipunggung jongin. dia seperti yeoja dalam drama-drama Korea. Dengan refleks kyungsoo menempatkan dagunya di ceruk leher jongin, mencoba mencari kehangatan dan kenyamanan, dilain pihak jongin tersenyum melihat tingkah kyungsoo yang seperti anak kecil, sangat imut.

Kyungsoo memejamkan matanya, dia masih dalam gendongan punggung jongin. ingin rasanya dia tetap dalam posisi seperti itu, andai saja waktu bisa dihentikan

Beberapa detik kemudian, mereka sudah sampai di tempat motor jongin. jongin memberikan isyarat bahwa mereka sudah sampai, namun kyungsoo yang keenakan, tidak sadar

"eh, sudah sampai… maaf-maaf.." kyungsoo malu sendiri, dia turun dengan wajah semerah bibir syahrini, Lupakan nama wanita yang disebut terakhir itu…

Jongin tersenyum, dia juga sebenarnya masih ingin menggendong namjanya itu, tapi keadaan tidak memungkinkan, mereka harus segera pergi dari tempat tersebut

"pegangan dengan kencang kyungsoo ya" ucap jongin saat dia sudah siap-siap melajukan motornya, kyungsoo sudah ada dibelakangnya, duduk manis

Beberapa saat kemudian, jongin menjalankan kuda besinya, namun dengan laju yang lambat, dia tidak ingin kyungsoo jadi masuk angin dan tambah sakit

"berpegangan kyungsoo ya.." seru jongin sambil membalikkan wajahnya kearah kyungsoo dibelakang

"…"

"peluk aku"

"…"

"jangan berpegangan di belakang motor, itu berbahaya"

Kyungsoo akhirnya memeluk jongin, sebenarnya dia malu jika memeluk seperti itu. Ini jalanan dan pastinya akan banyak orang yang akan melihat posisi romantis tangan kyungsoo itu

Sepanjang jalan masih terlihat petak sawah yang menghijau, tampaknya jalanan besar masih lumayan jauh. Mereka berdua kurang tahu nama kawasan yang mereka lewati

20 menit kemudian, jongin dan kyungsoo sudah sampai dijalan besar, suasana jalan sudah sangat ramai, berbagai kendaraan berlalu-lalang membelah jalan.

Kyungsoo semakin mempererat pelukannya diperut jongin, dia bisa merasakan ABS jongin yang teraba oleh telapak tangannya, kyungsoo mencuri-curi untuk mengelusnya pelan dan entah mengapa dia malu sendiri. Jongin yang merasakan bahwa perutnya diraba secara halus oleh kyungsoo hanya bisa tersenyum, dia senang kyungsoo bisa menikmati otot perutnya itu, dia milik kyungsoo seutuhnya sekarang, jadi tidak ada salahnya

Tiba-tiba dari belakang, sebuah mobil berwarna hitam terlihat seperti ingin menabrak motor yang dikendarai oleh jongin dan kyungsoo, kyungsoo merasakan itu, dia membalikkan pandangannya

"awas jongin ah, mobil dibelakang sepertinya menyuruh kita berhenti"

Jongin yang mendengar peringatan kyungsoo semakin memperlambat laju motornya, namun mobil dibelakangnya sepertinya memang ingin menabrak mereka

Dan sontak saja jongin yang ingin menepi tiba-tiba oleng, motor itu terjerembab disamping taman bunga yang berdaun lebat. Jongin dan kyungsoo terhempas tidak karuan, dibelakangnya terdengar suara ban berdecit

"kamu tidak apa-apa kyungsoo ya?" Tanya jongin, dia tidak memperdulikan kakinya yang sakit, dia hanya khawatir dengan kyungsoo

"tidak apa-apa" jawab kyungsoo, yang sakit hanya pantatnya saja, yang mencium tanah dengan tidak elit

Si pengemudi mobil yang ingin menabrak motor jongin itu menurunkan kaca mobilnya, dia tersenyum lalu tertawa terbahak-bahak,

"kyungsoo…kyungsoo…kyungsoo… surprise… aku tidak menyangka akan bertemu lagi denganmu, oh.. ternyata kamu bersama pemuda partner seksmu sewaktu di hotel. Kalian Pasangan yang serasi" tukas orang tersebut sadis, dia kembali tertawa girang

"ajuhsi.." seru kyungsoo tidak percaya

Rupanya orang tersebut adalah Paman kyungsoo alias Ayah Luhan alias Park Jin Young.

Paman kyungsoo masih tertawa mengejek, dia sangat senang karena berhasil membuat motor yang dikendarai Kyungsoo itu jatuh.

"jangan menatapku seperti itu bocah, aku masih ingat penghinaanmu tempo hari. Dengan gayamu yang sok jantan itu, aku sangsi kamu bisa bertahan, buktinya gaya dan penampilanmu kembali seperti yang dulu, bocah lemah dan tidak berdaya.." hina paman kyungsoo licik, dia menatap penampilan kyungsoo yang sudah kembali seperti dulu, bukan lagi gaya Bad Boy yang dipaksakan

"ajuhsi, aku harap ajuhsi tidak mengganggu kami. Aku tidak pernah mempunyai masalah dengan ajuhsi" tukas Kyungsoo, dia masih terduduk

"diam kamu… dasar bocah lemah"

"ajuhsi, jangan berbicara seperi itu kepada Kyungsoo.." kali ini Jongin yang berbicara, dia tidak terima jika namjanya terus menerus dikatakan lemah

"oh… kamu juga diam… aku harap appa dan ommamu menyesal telah melahirkan anak sepertimu, kamu sudah ketularan kyungsoo… dasar menjijikkan" balas paman kyungsoo kepada Jongin,

Jongin sontak mengepalkan tangannya geram, dia ingin beranjak dan meninju wajah sialan paman kyungsoo, tapi lengannya ditahan oleh kyungsoo... kyungsoo memberikan isyarat agar tidak usah meladeni orang tersebut, jongin akhirnya mengalah, demi kyungsoo tentunya

"baiklah… aku takut terlambat sampai bandara gara-gara kalian. Ambil ini, cari penginapan terdekat dan kalian bisa saling mengocok penis dengan bebas" hina paman Kyungsoo sambil membuang selembar uang won yang hanya cukup untuk memberli sekerat roti saja, itu jelas penghinaan untuk kyungsoo dan jongin

Mata jongin berkilat melihat tingkah paman kyungsoo yang keterlaluan. Tapi dia masih bisa menahan dirinya, semua demi kyungsoo

Paman kyungsoo tertawa mengejek untuk terakhir kalinya, dia menaikkan kaca mobilnya dan setelah itu melajukan mobil tersebut menuju bandara

Jongin dan kyungsoo berdiri, mereka menepuk-nepuk pasir yang melekat dipakaian mereka. Jongin menegakkan motornya, dia meneliti apakah motornya tersebut lecek dan untung saja motor itu masih bisa digunakan, dia lega

"ayo naik Kyungsoo ya.. kita cari makan dan obat, setelah itu kita cari penginapan. Kita tidak mungkin mencari tempat berteduh di pinggir jalan lagi, aku takut hal tersebut akan membuatmu bertambah sakit.." ujar Jongin kemudian,

Kyungsoo hanya mengangguk, dia segera naik

Pikirannya kacau, dia tidak enak dengan Jongin. dia berdoa semoga pamannya membayar semua penghinaan tadi, dan sepertinya beberapa jam kemudian doa Kyungsoo itu akan terkabul

Cerita tetap berlanjut,

.

.

Jongin dan Kyungsoo mendapatkan penginapan murah di daerah kawasan Samsungdong. Yang pasti wilayah itu sangat jauh dari kediaman keluarga jongin dan keluarga Kyungsoo, jadi sangat sulit untuk keluarga masing-masing menemukan mereka berdua

Mereka berdua makan disebuah warung sederhana samping penginapan yang mereka sewa. Jongin sebenarnya tidak terbiasa, namun demi kyungsoo dia harus membiasakan dirinya untuk makan makanan sederhana, maklum saja, ibu jongin selalu memberikan makanan mahal untuk jongin, dan kini pasti ibunya itu sangat khawatir mengenai anaknya

Kyungsoo jelas mempunyai uang, uang pemberian jongin tempo hari di hotel. Jongin juga mempunyai uang, Bisa dikatakan uang simpanan atau tepatnya uang yang dulu sering dia abaikan, uang yang menurutnya tidak terlalu bernilai. Jongin sering meletakkan uangnya asal, di atas meja, kantong baju, di atas lemari, laci dan sebagainya, singkatnya dia tidak memperdulikan uang tersebut. Tapi kini dia mencari uangnya itu sebagai bekal untuknya kabur, dia tidak mungkin meminta uang kepada ibunya

"minum obat ini dan setelahnya kamu tidur Kyungsoo ya.." pinta jongin sembari menyodorkan obat tablet dan segelas air kepada Kyungsoo. Mereka berdua beberapa menit yang lalu sudah masuk kembali kedalam kamar penginapan mereka, kamar itu cukup lengkap dengan berbagai perabot dan peralatan dapur, namun ranjangnya hanya ada satu

Kyungsoo menerima obat itu, menelannya, meneguk air dan kemudian membaringkan dirinya

"sampai kapan kita seperti ini?" lagi-lagi pertanyaan itu yang terlontar dari bibir love Kyungsoo,

"aku tidak tahu kyungsoo ya… seperti yang sudah kejelaskan, sampai keadaan membaik.. itu saja" jawab jongin pelan, dia juga ikut berbaring disamping kyungsoo,

"sepertinya aku harus mencari pekerjaan Kyungsoo ya… dengan uang yang sekarang, kita tidak mungkin bisa membayar sewa penginapan ini untuk waktu yang lama" lanjut jongin, dia meletakkan tangannya dibawah kepala dan memandang langi-langit kamar, dia resah

"kerja apa?" Tanya kyungsoo kemudian, dia teringat pekerjaannya sebagai pegawai café yang hanya berjalan 3 hari saja, dia rindu rekan kerjanya sekaligus tetangganya, Chanyeol. Si Chanyeol pasti sudah sadar bahwa dia sudah pergi,

"mungkin aku akan menjadi namja pemuas nafsu yeoja-yeoja yang haus lelaki tampan, lumayankan, aku bisa dibayar perjam atau permalam, tergantung pesanan… " jawab Jongin, dia melirik Kyungsoo, dia hanya bercanda, jongin tertawa pelan

"kamu menyindirku.." kyungsoo cemberut, namun dia kembali tersenyum, dia tahu bahwa jongin hanya main-main

"aku tidak akan melakukan itu kyungsoo ya, aku hanya milikmu dan tidak boleh ada orang lain yang bisa menyentuhku selain kamu… you are my destiny Kyungsoo ya…" terang jongin, dia langsung memeluk kyungsoo dengan sangat erat,

Kyungsoo gelagapan dipeluk secara mendadak oleh jongin, seperti biasa tingkah jongin akan berlebihan terhadapnya karena jongin sangat mencintai dan menyayangi Kyungsoo, begitupun sebaliknya,

Kyungsoo merasakan sesuatu dibagian bawahnya, ada yang menonjol dan menusuk-nusuk,

"jongin ah, 'adik'mu sepertinya bangun.." gumam Kyungsoo malu-malu, entah mengapa nafasnya memburu, dia sedikit terangsang

"oh.. maaf.. adikku itu adalah adikmu juga, dia sekarang bangun… dan sepertinya dia butuh belaian untuk membuatnya kembali tertidur Kyungsoo ya…" ujar Jongin bernada mesum, dia tersenyum evil

Dan kemudian…

'tok… tok… tok…'

Bunyi ketukan pintu membuyarkan semuanya

Jongin kecewa…

.

.

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Terima kasih, aku terharu karena Review reader yang masih suka dengan FF ini… chap ini adalah chapter terpanjang, lebih dari 4.000 karakter… semoga chap 11 ini bisa dinikmati ya… yang mempunyai akun, aku selalu balas Revienya, cek di PM masing-masing… aku selalu balas Review pas udah update chapter baru… maaf yang tidak berkenan dengan balasan PM ku yang selalu ada ditiap chapter (lewat PM tentunya)…he…he… FF ini akan selalu Update cepat jika reader masih meminta dan menginginkan FF ini lanjut… Review? Masih ditunggu ya…

Thanks For Comment :

dekaeskajei, humaira9394, me1214, me, SognatoreL, nisakaisa, mrblackJ, BangMinki, Insooie baby, ZeeKai, dyopororo, Metacho137, Kyungra26, Maple fujoshi2309, Huang Zi Lien, .58, SFA30, bimbimbab, lovely autumn, damean, Daiirere, Soo Kyung, goeeesss, Guest, Gyurievil, JonginDO, aku adalah akuu, Dairee and All Reader…