Good Boy vs Bad Boy

By Fan_dio

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie

Genre : Drama and Friendship

Warning : This is Yaoi (BL) , Author Newbie, Maaf kalau Typo berserakan,

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

"biar aku yang buka" kata Kyungsoo cepat, dia menyembunyikan wajahnya yang sudah memerah dan beranjak dari pembaringannya,

Jongin mengangguk mengiyakan, dia tidak mungkin berdiri membuka pintu dengan keadaan selangkangan yang menonjol seperti ini. Dia sedikit kesal karena ketukan pintu yang datang bukan saat yang tepat.

Kyungsoo membuka pintu kamar penginapannya, dan dia terkaget, melihat seorang namja jangkung dengan senyum pepsodent yang ceria

"Chan..Chanyeol.." kyungsoo membulatkan mata burung hantunya

"Kyungsoo… akhirnya kita bisa bertemu lagi" kata Chanyeol dengan wajah sangat ceria, dia dengan cepat memeluk Kyungsoo, terjadilah Chansoo moment yang sangat langka itu

Jongin yang sudah terduduk dari tadi, melihat kearah kyungsoo dan tamunya. Dia mendelik cemburu melihat namjanya dipeluk oleh orang asing

Kyungsoo yang dipeluk mendadak tidak bisa berbuat apa-apa. dia ingin sekali bertanya kenapa temannya itu bisa tahu keberadaannya

"Kyungsoo…aku sangat rindu padamu" ucap chanyeol lagi, belum melepaskan pelukannya

"sama, aku juga merindukanmu" balas Kyungsoo tulus

Jongin masih menampilkan ekspresi cemburu yang sangat kentara, dia berdeham lumayan keras sebagai tanda bahwa dia ingin moment pelukan ala teletubbies itu segera berakhir

Kyungsoo mencoba melepaskan diri, chanyeol juga sadar, dan beberapa detik kemudian pelukan itu akhirnya terlepas juga

"dimana kamu tahu aku disini Chanyeol ah?" Tanya Kyungsoo penasaran,

"aku tidak sengaja melihatmu makan di warung samping penginapan ini. Aku memperhatikanmu dari jauh, siapa tahu aku salah lihat, ternyata tidak.. itu benar-benar kamu Kyungsoo.. aku sangat senang" ungkap chanyeol sambil menampilkan senyum lima jarinya

"yakin, apa kamu memang tidak sengaja menemukanku?" kyungsoo masih ragu dengan jawaban awal Chanyeol,

"iya Kyungsoo… aku mau kerumah Suho, namun kubatalkan setelah aku melihatmu seperti yang kuceritakan tadi" jawab Chanyeol jujur,

"apa kamu sendiri?" kyungsoo kembali bertanya

"tidak, aku bersama.." jawab Chanyeol, dia menghentikan kalimatnya, dan menggeser perlahan tubuh jangkungnya dari pandangan Kyungsoo, dia memberikan isyarat bahwa ada seorang lagi yang bersamanya

"Min..Minah?" gagap Kyungsoo tidak percaya, dia tidak memperhatikan bahwa ada yeoja dibelakang Chanyeol, yeoja itu memang tertutupi oleh tubuh raksasa Chanyeol

"halo oppa" sapa minah sambil membungkukkan badan, minah terlihat manis dengan pakaian pink berpotongan pendek dibawahnya, dia memadukannya dengan pita warna senada

"kenapa kamu bisa bersama dia?" bisik Kyungsoo kearah Chanyeol,

"maaf Kyungsoo ya… dia saudara jauh Suho, salah satu pegawai café tempat kita bekerja. Tapi kemarin memang yeoja itu datang ke kontrakanmu.. aku sudah mengatakan bahwa kamu pergi dan mungkin agak lama baru kembali, dan tadi kebetulan dia datang lagi, dia kembali mencarimu… dia bersamaku karena dia ingin ikut kerumah Suho"

Kyungsoo ber-Oh pelan, dia tidak ingin kata-katanya menyinggung minah. Kyungsoo memang sudah berjanji dengan Jongin-nya bahwa dia tidak akan memaki, berkata kasar atau berbuat tidak baik kepada orang lain. Kyungsoo masih ingat perkataannya yang menyinggung hati minah tempo hari, dia sangat menyesal

"kyungsoo ya.. jangan dipintu saja, suruh temanmu itu masuk.." kata Jongin tiba-tiba, dia muncul dibelakang kyungsoo, dengan keadaannya yang normal tentunya

"oh iya, masuk dulu Chanyeol… Minah"

Chanyeol dan Minah segera masuk, mereka mendudukan dirinya di kursi kecil yang ada dikamar tersebut, kursi dan meja merupakan salah satu fasilitas yang ada dipenginapan mereka

"kyungsoo… ini gajimu selama 3 hari, tuan bos menitipkannya kepadaku. Dia berharap kamu bisa kembali bekerja kapanpun itu" ujar Chanyeol sambil menyodorkan amplop berisi uang kepada Kyungsoo,

"tidak usaha yeol ah… ambil saja. Aku tidak berhak dengan gaji itu, aku bekerja disana belum cukup seminggu" tolak Kyungsoo halus,

"tolong terima Kyungsoo, ini amanah untukku, aku akan sangat tersinggung jika kamu tidak menerima gajimu ini" tukas chanyeol, dia tersenyum

Kyungsoo beripikir sejenak, dia memandang jongin yang ada disampingnya, jongin mengangguk pelan

"baiklah, aku akan menerimanya… terima kasih" kyungsoo mengambil amplop uang tersebut

Chanyeol tersenyum lagi, akhirnya kyungsoo mau mengambil uang itu

Minah yang satu-satunya yeoja dikamar itu, terus menerus memandang Kyungsoo, dia tidak berkedip. Kyungsoo sadar akan pandangan minah itu, dia kikuk

"maaf, aku bisa bicara dengan Kyungsoo oppa? Empat mata saja" ucap minah tiba-tiba, ucapannya mengagetkan ketiga namja dikamar itu,

"bicara apa? bicara disini saja.." gumam Kyungsoo, dia melirik jongin yang mungkin saja cemburu dengan kalimat minah

"aku ingin bicara empat mata saja, disamping penginapan ini kalau bisa… tolonglah" pinta Minah dengan nada memelas dan manja, dia mencoba menampilkan ekspresi penuh harap tanpa terkesan bitchy.

Kyungsoo melirik jongin lagi, dia mencoba meminta persetujuan kekasihnya itu dengan pandangan. Dia tidak mungkin secara terang-terangan meminta hal tersebut, terlebih dihadapan Chanyeol yang tidak tahu apa-apa

Jongin lama berpikir, dia menangkap isyarat pandangan Kyungsoo, dan kemudian dia mengangguk singkat, nyaris tidak kentara

"baiklah" ucap kyungsoo akhirnya, dia setuju bicara empat mata dengan Minah

"maaf, chanyeol ah… kamu bicara dengan jongn dulu.. aku segera kembali" tutup kyungsoo, dia tersenyum penuh minta maaf kepada chanyeol, chanyeol paham. Kyungsoo akhirnya pergi keluar kamar, diikuti oleh Minah dibelakangnya

.

.

"kamu ingin membicarakan apa?" Tanya Kyungsoo, setibanya mereka di samping penginapan,

"kita bicara di dalam mobilku saja" tukas minah, dia segera menarik tangan Kyungsoo dan membawanya di mobilnya, kyungsoo pasrah saja, seperti biasa

Kyungsoo duduk dikursi samping kemudi, sedangkan Minah duduk dikursi kemudinya. Kyungsoo berpikir pasti Minah dan Chanyeol menggunakan mobil Minah ini karena setahunya Chanyeol belum memiliki mobil

"katakan apa yang kamu ingin bicarakan?" Tanya Kyungsoo tidak sabar

"aku… aku…" gagap Minah

"…"

"aku tidak peduli oppa itu gay… aku mencintai oppa dengan sangat, dan aku menginginkan oppa bisa menerimaku sebagai yeojachingu oppa" ucap Minah takut-takut, dia sebenarnya tidak ingin mengucapkan kata sensitive tadi, namun dia tidak tahu harus memilih kata apa

"maaf Minah, sudah aku katakan jauh-jauh hari, aku mencintai orang lain… aku tidak mungkin menerimamu"

"oppa, jadikan aku yang kedua…"

"…"

"aku tidak peduli jika oppa mencintai Jongin oppa… aku rela menjadi yang kedua, ketiga atau keberapapun… aku sangat mencintai oppa" ungkap Minah, matanya berkaca-kaca, dia memang sangat mencintai namja disampingnya itu

"tapi Minah, jangan keras kepala… aku sudah menjadi milik orang lain. Kamu tahu sendiri bahwa aku berbeda, aku tidak mungkin mencintaimu.."

"aku tidak peduli.." teriak Minah, dia kecewa, lagi-lagi ditolak

"aku…" Pisssttttt, tiba-tiba minah menyemprotkan sesuatu kewajah Kyungsoo, kyungsoo gelagapan, dia menghirup sesuatu, dan beberapa detik kemudian, Kyungsoo jatuh tertidur, tidak berdaya

"maaf oppa, ini jalan terakhirku untuk memiliki oppa seutuhnya… oppa tidak memberiku pilihan" gumam minah pelan, dia menyimpan spray bius di dalam tasnya. Dia memang sudah mempersipkan itu semua, sebagai jalan terakhir tentunya

Minah memandang wajah teduh kyungsoo yang tertidur, dia tidak melihat lagi penampilan Kyungsoo yang sudah berubah. Tidak ada lagi eyeliner menyeramkan, tidak ada lagi rambut yang ditata berdiri, tidak ada lagi baju kaos hitam ketat bergambar binatang bertaring, tidak ada lagi anting sebelah, tidak ada lagi celana jins robek dan sepatu kets mencolok. Semua terlihat normal sekarang… minah tetap menyukai penampilan Kyungsoo yang sudah kembali, dia sadar bahwa dia menyukai kyungsoo bukan karena penampilan, namun murni cinta dari yeoja kepada namja

Minah dengan gemetar mengecup singkat pipi kyungsoo, matanya tertuju ke bibir bentuk hati idamannya, sudah sejak lama dia ingin menikmati bibir merah tebal itu. Minah sadar bahwa bibir itu sudah dimiliki oleh orang lain, yang tak lain dan tak bukan Kim Jongin… namun minah tidak peduli,

Minah mendekatkan bibir kecilnya dibibir kyungsoo, seinci lagi bibir itu bisa dia nikmati, namun ponselnya mendadak meraung, menampilkan lagu girls day favoritnya…

"halo…" angkat Minah malas, dia kesal karena merasa diganggu

"halo Minah… bagaimana? Kamu tidak lupa dengan perjanjian kita… jangan nikmati kyungsoo sendiri, kamu harus membaginya bersama kami" ucap seorang yeoja diseberang telefon, dia tertawa seksi

"aku tidak lupa… dia sekarang bersamaku" balas Minah, dia melirik kyungsoo yang masih tertidur lelap,

"bagus… aku tidak menyangka hoobae sepertimu sangat tangkas dalam menemukan seorang namja. kami saja yang sudah berhari-hari tidak bisa menemukan namja itu" tukas yeoja itu lagi,

"sudahlah Jiyoon… jangan basa-basi"

"baiklah, aku memang tidak suka basa-basi, jadi kita bertemu dimana?" Tanya yeoja yang ternyata adalah Jiyoon itu, dia berseru girang ditelefon dan menyikut temannya, Hyuna

"dirumahku saja, omma dan appa tidak ada. Jadi kita bisa bebas disana.." balas Minah lagi, entah mengapa dia agak ragu kini, dia menatap lagi Kyungsoo yang ada disampingnya, dia tidak rela berbagi Kyungsoo. Namun Minah tidak punya pilihan

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Luhan kembali kedatangan Sehun. Sehun selalu bermanis-manis dihadapan kedua orang tua Kyungsoo, seakan-akan dialah yang akan menjadi anak baru dikeluarga tersebut. Luhan mendesah pelan, dia menunggu kabar dari temannya yang bernama Tao, dia ingin sekali mendengar kabar penderitaan ayah barunya, Park Jin Young

"hyung… aku tadi membeli kondom" ucap sehun, dia sedari tadi mendudukkan dirinya didepan komputer pribadi kamar Luhan,

"untuk?" Luhan menanggapi pernyataan konyol sehun, dia menggeleng pelan. Dia takut namjanya itu lagi ON dan tidak bisa menahan diri

"untuk pengaman hyung, masak untuk buat balon.." tukas sehun mesum, dia melirik Luhan yang masih membaringkan diri diranjang

"jangan aneh-aneh, kamu masih dibawah umur Sehun ah…" balas Luhan

"aneh-aneh kenapa, kita sudah dewasa hyung…"

Luhan tidak menanggapi pernyataan sehun itu. Luhan tidak habis pikir, yang ada diotak sehun hanya yadong saja

"itulah kelebihan hubungan seperti ini, tidak akan ada yang hamil dan tidak ada yang namanya nikah terpaksa karena sudah kebobolan" sehun berargumen sendiri, dia kembali melirik genit Luhan dibelakangnya. Sehun menangkap keseksian pose luhan yang sepertinya resah menanti sesuatu

'kamu pasti menantiku untuk menunggangimu hyung' batin sehun nista, dan tidak lama rudal kesayangannya menegang hebat, dia menggeliat kepanasan, dia butuh penyaluran

"maaf hyung… aku tidak tahan.." seru Sehun kemudian, dia berbalik dan menerkam Luhan. Luhan yang tanpa pertahanan, mendadak shock karena serangan sehun yang bagaikan singa lapar

Sehun menindih Luhan dengan ekstrim, dia menggesek-gesekkan selangkangannya yang sudah membentuk gunung itu diselangkangan luhan, dia melenguh erotis, lenguhan seperti di film-film BF

"sehun, tolong jangan… tahan nafsumu.." erang Luhan, lehernya diisap dengan kuat oleh sehun, sehun tidak peduli dengan semua kalimat memohon luhan, dia sedang bergairah dan memuncak sekarang

Sehun masih terus menghisap leher luhan, menyisakan cupangan yang memerah disana. Luhan akhirnya pasrah saja, dia menikmati juga. Tangan Sehun tidak tinggal diam, dia memelintir dada luhan yang hanya ditutupi kaos tipis you can see. Desahan dan erangan menggoda iman menghiasi panasnya kamar tersebut

"eh.. apa yang oppa lakukan…?" Dan tiba-tiba pintu mendadak terbuka, sebuah suara anak kecil menginterupsi adegan heboh luhan dan sehun

Sontak saja Luhan dan sehun gelagapan, mereka sangat kaget karena adegan ranjang mereka dipergoki oleh seseorang, bukan seseorang.. tapi dua orang dan itu anak-anak, keduanya perempuan

"ad..adik kecil, kami sedang main kuda-kudaan… eh bukan, maksud oppa kami sedang main berat-beratan" ucap sehun otomatis, menjawab pertanyaan salah satu anak kecil tersebut,

luhan dengan cepat menepis sehun yang masih bercokol diatasnya, dia lekas turun dan menghampiri kedua anak tersebut,

"adik kecil, oppa sedang latihan drama, adegannya seperti tadi, jadi jangan berpikir yang bukan-bukan ya.." kata Luhan sambil memegang tangan anak tersebut, dia tidak tahu apakah anak didepannya itu bisa paham atau tidak

"tapi, aku lihat oppa yang disana menggigit leher oppa… sepertinya oppa itu serius dan menikmatinya" balas anak tersebut,

"iya oppa, aku juga lihat… ajari kami adegan seperti tadi. Sepertinya menarik" ujar anak satunya lagi,

Luhan dan sehun saling pandang. Dia tidak mungkin mengajari anak dibawah umur kegiatan mesum yang telah mereka lakukan,

"kalian salah pengertian… oh, kalian ini sebenarnya mencari siapa?" Tanya Luhan mencoba mengalihkan perhatian kedua anak kecil itu,

"kami tetangga lamanya Kyungsoo oppa, kami datang bersama ajuhma… kami mencari kamar Kyungsoo, tapi sepertinya kami tersesat dan kami melihat kamar ini, mendorongnya, rupanya pintunya tidak terkunci" jelas salah satu anak perempuan itu

Luhan mendelik kearah sehun, lagi-lagi namjanya itu ceroboh. Tidak mengunci pintu dan seenaknya saja

"baiklah… oppa harap kalian tidak mengatakan kejadian yang kalian lihat tadi kepada siapapun..." gumam Luhan penuh harap

"memangnya kenapa oppa?"

"bukan apa-apa… turuti saja" kata Luhan sambil menyodorkan jari kelingkingnya kearah kedua anak itu, meminta kepastian bahwa kedua anak itu akan berjanji

Kedua anak tersebut mengangguk setuju, mereka juga membalas menyodorkan jari kelingkingnya dan mengaitkannya dijari kelingking Luhan, luhan tersenyum lega

"jadi jika ada yang bertanya mengenai apa yang kami lakukan, katakan saja bahwa kami hanya mengobrol biasa"

"iya oppa.."

Kedua anak tersebut berbalik, mereka turun ke lantai satu. Luhan akhirnya bisa bernafas lega, dia tidak ingin kedua anak kecil itu mencontoh kelakuan mereka, terlebih lagi menceritakannya kepada ayah dan ibu Kyungsoo… bisa-bisa dia tamat dirumah tersebut

"dan kamu Sehun… tahan libidomu, kalau tidak… aku akan memotong adikmu itu saat kamu tertidur lelap. Aku tidak main-main. Kamu tidak inginkan hartamu yang paling berharga itu berakhir dengan pisau dapur" tukas Luhan kepada sehun, tentunya hanya bercanda, dia tidak mungkin memotong belalai Sehun, dia hanya mengancam.

Sehun yang mendengar ancaman Luhan itu, dengan cepat memegang selangkangannya yang masih ditutupi celana, seperti biasa dia akan menanggapi candaan secara berlebihan

'jangan sunat aku hyung… karena kamu akan kehilangan lollipop kesukaanmu ini' batin Sehun lebay

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Ayah Luhan alias Paman Kyungsoo sudah sampai di China, dengan tepat waktu. Dia membaca kembali pesan singkat yang masuk ke ponselnya, alamat rumah isteri barunya tersebut.

Paman Kyungsoo merogoh tasnya, mencari uangnya yang sudah ditukar dengan mata uang China. Dia mencari-cari dengan cepat, tangannya menelusuri semua sudut tasnya, namun nihil dia tidak menemukan uangnya itu

"aneh.. perasaan aku sudah menyimpannya dikantong yang ini.." gumam paman Kyungsoo pelan, dia belum keluar dari bandara china.

Tidak lama, ponsel paman Kyungsoo itu berbunyi, nomor baru

"halo, dengan siapa?" angkap paman Kyungsoo malas, dia masih pusing karena uangnya belum ditemukan,

"halo… aku Nam Gil, maaf jika mengganggumu… bagaimana perkembangan keluarga yeom ah? Apa Yeom ah sudah mulai melunak terhadap anaknya Kyungsoo?" rupanya yang menelfon adalah Nam gil alias ayah Jongin

"Nam gil... aku tidak ada urusan dengan keluarga saudaraku itu. Yang pasti sikapnya akan tetap sama, anaknya belum kembali dan mungkin tidak akan kembali" tukas paman kyungsoo, dia sedikit heran karena nama Nam gil tidak muncul di ponselnya. Dia curiga ada seseorang yang mengutak atik nomor kontaknya

"semua info darimu ternyata memang benar, Yeom ah mengusir anaknya hanya karena orientasi seksualnya"

"bocah itu memang pantas diusir, sekarang saja dia sudah mempunyai pacar sebagai partner seksnya, entah bagaimana awalnya mereka bertemu, bocah itu memang menjijikkan…" umpat paman Kyungsoo, dia sama sekali tidak mengetahui bahwa teman Kyungsoo itu adalah Jongin, anak seseorang yang kini sedang berbicara lewat telefon dengannya

Kuping ayah jongin terasa panas mendengarnya, dia bisa merasakan sakitnya jika dihina seperti itu. Ayah jongin pernah merasakan posisi kyungsoo, terlahir berbeda dan hanya bisa mencintai namja saja.

"aku harap kamu tidak mengatakan hal kotor seperti itu lagi Jin Young" ujar ayah jongin memperingatkan, dia geram

"terserah… " tutup paman kyungsoo, dia mematikan sambungan telefon. Dia tidak peduli dengan masalah orang-orang terdekatnya, yang dia pikirkan saat ini adalah menemukan uangnya dan cepat pergi menuju kediaman isteri barunya

Setelah 15 menit mengobrak-abrik tasnya, akhirnya paman kyungsoo menyerah. Entah mengapa dia curiga dengan Luhan, anak itu adalah satu-satunya orang dirumah dan tidak ada orang lain,

"awas saja jika bocah China itu mengerjaiku.." umpat paman Kyungsoo sendiri,

Ponselnya kembali berdering… nomor baru kembali muncul,

"halo, ada apa lagi, aku sibuk.."

"maaf, perkenalkan aku Min Seok, aku ditugaskan oleh isteri anda untuk menjemput tuan dibandara, dimana posisi tuan saat ini?"

"oh… kebetulan sekali, cepat kemari, aku masih ada di room kedatangan, jangan pakai lama.." hardik paman kyungsoo ditelefon, dalam keadaan yang beginipun dia masih bisa bertingkah arogan,

"baik tuan, 10 menit lagi aku akan sampai" tutup orang tersebut

Doa Kyungsoo semakin mendekati untuk dikabulkan sepertinya

.

.

.

"ini dimana?" Tanya paman kyungsoo sedikit khawatir,

"ini jalan menuju kediaman isteri tuan" jawab Min seok, pemuda yang menjemput dan mengantar paman kyungsoo

Paman kyungsoo sedari tadi mnghubungi nomor ponsel isterinya, namun nihil, tidak tersambung, dia semakin aneh dengan semua yang terjadi dengannya

Paman kyungsoo tetap mengikuti langkah Min seok, mereka menyusuri lorong yang agak tersembunyi, hal ini semakin membuat paman kyungsoo bertanya-tanya, tidak mungkin isterinya tinggal dikawasan sempit seperti ini

"tunggu, mungkin kita salah jalan.." interupsi paman kyungsoo,

"tidak tuan, ini sudah jalan yang benar" balas Min seok santai

"tapi ini mencurigakan… aku merasa.." Bugghh… sebuah hantaman tepat mengenai tengkuk paman Kyungsoo, pukulan itu membuatnya tersungkur dan tidak berdaya

"bagus, akhirnya manusia cabul ini datang juga, dia masuk perangkap kita" seru orang yang memukul tengkuk paman kyungsoo itu, dia nyengir lebar dan berhigh five dengan Min seok, tanda bahwa rencana mereka berhasil,

Mereka berdua menyeret paman kyungsoo yang sudah tidak sadarkan diri kesebuah tempat prostitusi tersembunyi yang jaraknya sudah lumayan dekat

Doa Kyungsoo sedikit lagi akan terkabul…

.

.

Paman Kyungsoo terbujur tidak berdaya di sudut kamar remang-remang, dia dalam posisi tangan dan kaki terikat kuat. Selangkangannya dibuka lebar-lebar, namun dia belum ditelanjangi

Byuuurrr, siraman air yang sangat kasar mengenai sekucur tubuh paman Kyungsoo, dia tersadar dari pingsannya, matanya mengerjap tidak lucu, dia memandang kaget ketiga orang yang sudah ada dihadapannya,

"welcome to tiongkok tua Bangka.." sambut seseorang yang lebih tinggi dengan mata yang mirip panda,

"aku.. aku mau diapakan.." gagap paman kyungsoo, tubuhnya basah, dia sadar bahwa dirinya saat ini dalam masalah besar, dia merasakan dirinya yang terikat dan tidak bisa berbuat apa-apa

"kamu akan diadili atas perbuatan tidak senonohmu dimasa lalu Park Jin Young.."

"memangnya salahku apa? aku tidak kenal dengan kalian, aku..hemmmm" mulut bacot paman kyungsoo disumpal dengan lakban hitam, hal tersebut membuat suaranya menjadi redam, hatinya mencelos, dia sangat teraniyaya sekarang

"perkenalkan namaku Tao, kamu memang tidak mengenalku, tapi aku mengenalmu… aku muak dengan wajahmu yang sangat mirip pemilik JYP entertainment di korea, tampang mesum dan menyebalkan" orang tersebut memperkenalkan diri, dia Tao, teman Luhan

"hmm.."

"aku ingin meminta pertanggungjawabanmu atas semua dosa yang telah kamu lakukan" ucap Tao lagi, kedua temannya dibelakang hanya menonton saja, tidak ada yang berkomentar

Tao mengeluarkan ponsel layar lebarnya, dia memutar sebuah video yang membuat mata Jin Young terbelalak kaget

"lihat, aku sengaja menyimpan rekaman ini diponselku, supaya mudah memperlihatkannya kepadamu Tua Bangka.."

Layar ponsel itu menampilkan adegan paman Kyungsoo yang mencabuli seorang anak dibawah umur, disampingnya masih ada seorang anak perempuan lain dalam kondisi terikat. Paman kyungsoo menggauli anak gadis itu bergantian, jerit dan tangis anak itu tidak membuat nafsunya melorot, malah semakin tinggi saja.

"cukup, aku tidak tahan mendengar jerit tangis adikku" ucap Tao dengan bergetar, dia teringat adiknya yang kini lumpuh dan trauma, dia menghentikan pemutaran video itu

Plakkk…. Sebuah tamparan keras melayang diwajah paman Kyungsoo, dia sangat kaget dengan tamparan yang lebih mirip pukulan, tengkuknya masih sakit dan sekarang wajahnya juga ngilu

"itu untuk adikku.. itu baru permulaan…"

Bukkhh… sebuah tendangan lagi melayang diperut paman Kyungsoo, paman kyungsoo meringis tertahan, andai saja mulutnya tidak dilakban, mungkin dia akan berteriak menjerit seperti yeoja, karena terlalu sakitnya

"itu untuk adik Luhan…"

Dengan perut yang masih sangat sakit, paman kyungsoo mendongakkan wajahnya, dia tidak menyangka bahwa orang yang dihadapannya itu kenal dengan Luhan, apa ini salah satu rencana Luhan? Batin paman Kyungsoo

Dia masih belum habis pikir, dari mana Tao mendapatkan rekaman aksi bejatnya, dia merasa sudah melakukannya dengan bersih dan mulus, tidak ada jejak, kecuali jejak air alat kelaminnya yang tertinggal dimasing-masing anak gadis yang digagahinya

"kamu pasti bertanya-tanya dimana aku mendapatkan rekaman ini, maaf aku tidak akan mengatakannya, nanti dipengadilan kamu akan tahu sendiri… tapi sebelum itu kamu harus membayar sebagian perbuatanmu, disini…" seru Tao,

Tao menggunting celana paman Kyungsoo, tepat pada kain dibelahan pantat paman Kyungsoo. Dia dengan kasar menggunting dan membentuk huruf O sangat besar di celana itu.

"shiit, bokongmu sangat memuakkan… para pecinta sesama jenis tidak akan tertarik dengan bokong oplosan seperti bokongmu tua Bangka.." umpat Tao,

Lalu dengan cepat, Tao memasukkan tongkat panjang dan berukuran seperti lengan bayi kedalam bokong paman Kyungsoo,

"hmmmm….aaa….mmm…..hhmmmm….." paman Kyungsoo menjerit sekencang-kencangnya, namun jeritannya tertahan oleh lakban dimulutnya, dia merasakan rasa sakit yang baru kali ini dia rasakan, entah mengapa dia merasa bahwa semua ini adalah karma dari semua perbuatannya, penyesalan yang terlambat

Tao menggoyangkan kasar tongkat itu, dia tersenyum melihat paman Kyungsoo yang sangat kesakitan,

"jangan harapkan aku akan menyodomimu dengan Penis, itu tidak akan… benda ini adalah benda yang tepat untuk bersarang di bokongmu"

"hhhmmmmmmmmhhhhmmmm….." darah merembes di bokong paman Kyungsoo,

"bagaimana? Sakit bukan? Kamu melakukan ini kepada adikku dan adik Luhan" tukas Tao lagi, dia semakin mempercepat sodokan tongkat ditangannya

Plakk, sebuah tamparan lagi melayang di pipi kiri paman Kyungsoo,

Paman Kyungsoo semakin kesakitan, keringatnya sudah mengalir deras, air matanya keluar tanpa bisa dicegah, dia geram sekaligus menyesal… dia menyesal sudah melakukan hal itu dan sekarang adalah balasan buatnya

Akhirnya doa Kyungsoo terkabul,

"Min seok shi.. dua jam dari sekarang hubungi polisi, katakan bahwa pelaku pemerkosaan terhadap anak dibawah umur sudah tertangkap" ujar Tao kepada rekannya yang sedari tadi hanya menonton, Min seok mengangguk

Dan sepertinya penyiksaan lahir dan bathin yang menimpa Paman Kyungsoo masih akan berlangsung, mungkin selama dua jam, mungkin juga lebih.

Nikmatnya sebuah balasan

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Jongin dan Chanyeol sedari tadi menunggu kemunculan Kyungsoo, sudah sejam sejak Kyungsoo pamit dan pergi bersama Minah, namun mereka belum juga mencul

Jongin terlihat resah, matanya berulang kali melirik kearah pintu, mengharapkan Kyungsoo muncul disana dan tersenyum love untuknya, dia sangat khawatir sekarang

Chanyeol terus memperhatikan tingkah jongin, dalam sejam ini mereka hanya mengobrol biasa, saling membicarakan hobi dan kegemaran, jongin menceritakan jika dia hobi ngeDance dan Chanyeol terlihatan antusias menjelaskan kalau dia sangat mahir main gitar dan pernah sekali dia main gitar mengiringi Kyungsoo bernyanyi.

Jongin refleks beranjak, dia menuju arah pintu dan menatap sekelilingnya, siapa tahu saja kyungsoo ada disana, namun dia kecewa

Chanyeol juga ikut berdiri, dia sebenarnya penasaran ada hubungan apa Jongin dengan Kyungsoo. Chanyeol sudah berusaha secara halus mengorek informasi mengenai kepergian Kyungsoo bersama Jongin, namun nihil.. jongin tidak mau jujur dan selalu mengalihkan pembicaraan.

"sepertinya kamu terlihat khawatir dengan Kyungsoo, tenang saja mungkin dia dengan Minah sedang pergi belanja" ucap Chanyeol memecah kebisuan

Jongin hanya tersenyum simpul, dia tidak menanggapi kalimat Chanyeol dengan kata-kata, hatinya masih saja khawatir berlebihan, dia sudah berjanji akan menjaga Kyungsoo

"maaf Chanyeol… sepertinya aku akan menyusul Kyungsoo… aku akan berterima kasih jika kamu tetap disini, menunggu kami.. tolonglah.." ucap Jongin kemudian, nada bicaranya penuh harap

Chanyeol berpikir sejenak, dia mengangguk,

"baiklah…aku akan tetap disini, sampai kalian semua datang" Chanyeol meyakinkan

Jongin tersenyum, dia mengambil jaketnya serta kunci motor, dan beberapa saat kemudian, dia sudah menghilang dari kamar, meninggalkan Chanyeol sendiri

'ah, sepertinya kalian berdua memang saling mencintai… asal Kyungsoo bahagia, aku akan mengalah' batin Chanyeol, dia memandang amplop gaji untuk Kyungsoo tadi, kyungsoo memang meletakkan amplop gaji itu didekat tasnya. itu bukanlah gaji dari pemilik café, namun gaji Chanyeol sendiri, khusus untuk Kyungsoo

Chanyeol mendesah pelan…

.

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Tidak terasa sudah sampai Chapter 12 aja, padahal belum sebulan…he..he.. semua karena reader setia yang tetap memberikan komentarnya disetiap Chapter… aku sebagai author dadakan sangat berterima kasih sekali.

Mau meminta maaf lagi nih…he…he… mian jika konfliknya masih bertambah, memang cerita FF ini sudah diplot demikian, jadi susah diubah… maaf ya… Chanyeol atau Chansoo tidak akan menjadi penghalang di FF ini, tenang saja, Kaisoo masih jadi cast utama sesuai cerita awal…he…he… Chanyeol tidak akan menjadi peretak rumah tangga kok…he…he… untuk yang hanya suka Kaisoo dengan konflik ringan dan hanya romantis saja, aku mohon maaf karena sesuai pernyataanku diatas Plot cerita FF ini udah di Set dan sulit diubah lagi… dan tenang saja, semua konflik akan berakhir dan tidak akan ada yang gantung, aku janji.

Terima kasih untuk semua reader yang review, baik yang punya akun maupun yang tidak (guest).

Review? Tidak bosan-bosannya selalu dinantikan, salam…