Good Boy vs Bad Boy

By Fan_dio

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie

Genre : Drama and Friendship

Warning : This is Yaoi (BL) , Author Newbie, Maaf kalau Typo berserakan,

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Jongin mencari Kyungsoo disamping penginapannya, namun nihil, Kyungsoo sama sekali tidak tampak. Dia menelusuri semua sudut di dekat penginapan, namun tetap saja sosok Kyungsoo tidak ada

Jongin memutuskan untuk mencari Kyungsoo dengan motor, perasaannya tidak enak, dia merasa telah terjadi sesuatu dengan namjanya itu

Jongin melajukan motornya pelan, dia terus menatap orang-orang dipinggir jalan, mencari sosok kecil Kyungsoo yang mungkin saja terhalangi oleh pandangannya

20 menit masih dalam pencarian, Jongin menangkap sosok seseorang yang sangat dia kenal, sosok paruh baya dengan pakaian yang selalu elegan, ibunya

Jongin menghentikan laju motornya, dia berbalik, rupanya dia tidak sadar telah sampai ke Butik milik ibunya, jongin membelok kearah kiri dan berharap ibunya tidak melihatnya tadi

"jongin…" seseorang berteriak kearah jongin, bukan suara ibunya, namun suara ayahnya

Ayah Jongin berlari dan mencoba mengejar anaknya itu. Dia terus memanggil-manggil nama anaknya tersebut,

"jongin, ini appa… tunggu... kita bisa bicara dengan baik-baik" seru ayah jongin.

Jongin semakin melajukan motornya, sial, rupanya ayahnya juga ada di dekat butik ibunya. Suara ayahnya masih mengiringi kecepatan motor jongin. jongin sebenarnya tidak tega, ayahnya sudah berlari mengejarnya, namun demi cintanya jongin tidak akan menyerah. Sebagai polisi, bisa saja ayah jongin menggunakan posisinya untuk mencari anaknya, namun ayah jongin tidak ingin masalah keluarganya menjadi konsumsi orang luar,

Jongin membalikkan wajahnya kebelakang, posisi ayahnya sudah sangat jauh. Dia akhirnya menurunkan kecepatan motornya, jongin merasa telah menjadi anak durhaka… tapi tekadnya sudah bulat, tanpa restu kedua orang tuanya dia tidak akan kembali kerumah

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Kyungsoo sudah berada diatas ranjang queen size di kamar Minah, dia masih dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Minah, Jiyoon dan Hyuna adalah ketiga yeoja yang menggotong Kyungsoo kekamar tersebut. Mereka bertiga terus memperhatikan Kyungsoo yang satu-satunya namja di kamar itu,

"oh, appa dan ommamu tidak ada… waktu yang baik buat kita ternyata" seru Jiyoon senang, dia memelintir genit rambutnya, kebiasaan yang sulit hilang

Minah dan Hyuna tidak berkomentar, mereka hanya terus memandangi wajah teduh Kyungsoo yang tidak berdaya,

Minah duduk disisi kiri ranjang tempat Kyungsoo, Jiyoon duduk disisi kanannya, sedangkan Hyuna berdiri di samping pintu kamar yang terbuka lebar, mereka bertiga merasa tidak perlu menutup pintu kamar itu, karena hanya mereka berempat saja dirumah tersebut

"kamu duluan" tukas Jiyoon kepada Minah,

"apa?" Tanya Minah tidak mengerti,

"kamu duluan, silahkan nikmati pertama tubuh Kyungsoo, sebagai bonus karena kamu yang pertama menemukan namja imut ini.." jawab Jiyoon santai, dia mengelus pelan daerah kaki Kyungsoo yang tertutup celana

Minah tidak berkomentar, dia hanya menelan ludah dengan sangat kentara, tanda dia sangat gugup dan gemetar. Ini baru kali pertamanya ingin menggerayangi seorang namja, terlebih namja itu adalah namja incarannya

Minah mengarahkan tangannya ke kemeja Kyungsoo, dengan tangan yang gemetar hebat dia membuka 3 kancing atas Kyungsoo, hingga tampaklah dada Kyungsoo yang putih mulus

"ha..ha.. tanganmu kenapa bergetar begitu?" kata Jiyoon sambil tertawa nista

"mungkin itu kali pertamanya ingin memegang seorang namja" yang menjawab adalah Hyuna, dia masih berdiri disamping pintu

"dasar yeoja polos… atau pura-pura polos.."

"…"

"zaman sekarang ini banyak hal sudah berubah, seorang yeoja tidak lagi harus menjadi objek namja, sekarang sudah seharusnya yeoja itu lebih agresif. Jika dulu pemerkosaan sering dilakukan oleh namja kepada yeoja, jadi sekarang bukan tidak mungkin yeoja yang memperkosa namja" tukas Jiyoon lagi, dia memang berpengalaman

"pernyataan yang ambigu" kata Hyuna lagi, sedangkan Minah masih membisu, tangannya berhenti di kancing ke empat Kyungsoo

"Hyuna sayang, sekarang ini jumlah yeoja lebih banyak dari namja… jadi kita sebagai yeoja yang pintar harus paham dengan situasi tersebut, jika tidak kita akan didahului oleh yeoja-yeoja yang lain" ucap Jiyoon menjelaskan

"…"

"dilihat dari penampakan dan wajahnya, namja ini sepertinya masih perjaka" lanjut Jiyoon lagi

"matamu sangat jeli Jiyoon" tambah Hyuna

"begitulah, aku sudah berpengalaman mengenai hal begini. Tapi sepertinya ada yang aneh dengan namja ini, jika diperhatikan entah mengapa dia terlalu dingin dengan yeoja, apa kira-kira namja ini menyimpang, atau dengan kata lain… ya taulah.."

"mungkin saja, seperti pernyataanmu tadi, jaman sekarang apapun bisa terjadi. Contohnya namja muda yang bernama Baekhyun yang pacaran dengan noona-noona tua bernama Taeyeon, jika sudah cinta apapun bisa terjadi" jelas Hyuna asal,

"ya, seperti girls band yang ada dikorea ini, aku sangsi mereka semua masih perawan, pasti banyak diantara mereka melakukan seks bebas, terutama sesama agensinya sendiri"

"sepertinya pembahasan kita sudah keluar dari tema" Hyuna berkata lagi, dia memberikan isyarat kepada Jiyoon bahwa Minah sudah membuka semua kancing baju Kyungsoo

"wah, sementara kami mengobrol kamu ternyata asyik dengan Kyungsoo sendiri, lanjutkan Minah…" ejek Jiyoon kepada Minah

Minah, Jiyoon dan Hyuna menatap dada dan perut Kyungsoo yang sudah terekspose sempurna,

"namja ini tidak punya otot perut ya.." ucap Hyuna,

"tapi perutnya rata, itu saja sudah bagus" balas Jiyoon

Minah mengelus singkat perut Kyungsoo, darahnya berdesir, dia tidak menyangka bahwa namja yang disukainya sudah ada dihadapannya dan sedikit lagi akan telanjang bulat

"cepat Minah, atau kamu mau kami yang duluan" hardik Jiyoon tidak sabar

"tidak, aku yang duluan" ucap Minah tiba-tiba, nadanya menaik, sifat polosnya sudah hilang, dia sudah tidak sabar ingin menikmati Kyungsoo, semuanya sudah kepalang tanggung, dia disuguhi daging gratis dan tidak mungkin menolaknya

Minah dengan cepat menaiki selangkangan Kyungsoo yang masih tertutupi celana, minah dengan erotis mencoba menggesek-gesekkan pantatnya diselangkangan Kyungsoo, berharap 'kepunyaan' kyungsoo bisa terbangun

"dasar bitchy…" umpat Jiyoon kepada Minah, minah tidak peduli, yang pasti dia tidak akan melewatkan kesempatan menikmati tubuh putih Kyungsoo

Jiyoon tidak tinggal diam juga, Dia meraih tangan Kyungsoo dan mencium tangan itu dengan bergairah,

Minah juga tidak mau kalah, dia mengangkat tengkuk Kyungsoo dan mencoba melepaskan baju kemeja Kyungsoo sepenuhnya, agar Kyungsoo bisa telanjang tanpa baju

Posisi Minah dan Jiyoon sudah sangat ekstrim terhadap Kyungsoo, mereka akan bertindak lebih jauh lagi, tangan Jiyoon sudah akan menarik ikat pinggang Kyungsoo dan tangan Minah sudah memegang pipi Kyungsoo, dia akan melayangkan ciuman mautnya yang pertama di bibir indah Kyungsoo,

Dan tanpa terduga, tiba-tiba…

"Minah sayang, omma lupa dimana… eh, apa yang kamu lakukan…?" sebuah suara membuyarkan moment erotis dikamar Minah, suara seorang tua yang sangat kaget

Minah membalikkan wajahnya, dia belum sempat melumat kyungsoo, posisinya masih menindih selangkangan Kyungsoo

"om..omma.." belalak Minah kaget, dia ketahuan sekarang

"Minah, apa yang kamu lakukan… siapa pemuda itu? Dan mereka ini siapa" seru ibu Minah tidak percaya,

Minah dengan cepat turun dari ranjang dan menghampiri ibunya, dia takut

"maafkan aku, omma.."

Ibu Minah menggeleng kasar, dia memandang bergantian antara Kyungsoo, anaknya dan Jiyoon serta hyuna

"omma tidak menyangka kamu seperti pelacur, katakan apa yang kamu ingin perbuat terhadap pemuda itu" hardik ibu minah sambil menunjuk Kyungsoo yang masih terbaring telanjang dada

"maaf omma, aku…" isak Minah,

Jiyoon dan Hyuna saling pandang, mereka kena sial.. ternyata ibu Minah datang dan kedatangannya itu sungguh tidak terduga dan bukan saat yang tepat. Sepertinya mereka dalam masalah besar sekarang

Ibu Minah sudah lupa dengan keperluannya tadi, dia menghampiri Kyungsoo, dia menarik selimut dan menutupi tubuh atas Kyungsoo yang telanjang, dia meneliti wajah Kyungsoo, dan berusaha mendengar detak jantung dan deru nafasnya,

"Minah, kamu lakukan apa terhadap pemuda ini, kamu membiusnya?" Tanya ibu Minah tidak sabar

Minah tidak menjawab, dia terisak tertahan, image polosnya seketika runtuh dihadapan ibunya sendiri

"keluar kalian semua dari kamar ini… cepatt" seru Ibu Minah lagi,

Ketiga yeoja itu akhirnya keluar, ibu Kyungsoo menutup pintu dan ikut keluar Juga, dia berharap pemuda tadi alias Kyungsoo bisa cepat sadar

Yeoja-yeoja haus seks tersebut diinterogasi di ruang keluarga. Minah, Jiyoon dan hyuna terduduk lesu, mereka seakan ada dalam ruangan sidang dan akan menanti vonis

"omma sungguh tidak menduga hal memuakkan seperti ini bisa terjadi.." kalimat itu berulang kali terucap dibibir ibu Minah, dia mondar mandir resah

"…"

"omma merasa gagal sebagai orang tua, jika appamu tahu hal ini, entah apa yang akan dia lakukan" ucap ibu Minah lagi, tidak ada tanggapan dari Minah

"dan kalian berdua, kemarikan ponsel kalian, aku akan menghubungi orang tua kalian" tukas ibu minah kepada Jiyoon dan Hyuna,

Kedua yeoja itu sontak saja menengadahkan wajahnya, mereka kaget,

"jangan ajuhma, tolonglah…" ucap hyuna, dia melirik Jiyoon, ini semua ide yeoja genit itu

"iya ajuhma, jangan hubungi orang tua kami… kami janji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi" Jiyoon menambahkan, dia stress sekarang

Ibu Minah tidak menanggapi pemohonan kedua yeoja itu. Dia kembali memandang anaknya Minah yang masih tertunduk

"omma kecewa terhadapmu" ungkap ibu Minah, dia detik ini juga membatalkan pertemuannya antar guru, ibu Minah memang berprofesi sebagai guru

"siapa pemuda itu? Dia tinggal dimana?" Tanya ibu Minah ingin tahu, dia menatap pintu kamar tempat dimana kyungsoo masih tertidur

"dia..dia.. bernama Kyungsoo" jawab Minah pelan, air matanya sudah menetes

"apa dia pacarmu?"

"bukan omma"

"jadi?"

"…"

"dia tinggal dimana? Dia anak siapa?" ibu Minah masih terus mengorek informasi,

"dia anak pemilik rumah ini sebelumnya" ungkap Minah sendu

Mata ibu Minah terbelalak kaget,

"ya.. Tuhan… dia anak pemilik rumah ini sebelumnya? Jadi anak itu adalah anak Yeom Jung Ah… kenapa jadi seperti ini.."

"memangnya kenapa omma?" Tanya Minah otomatis

"dia rekan omma, sesama Guru… omma sangat mengenalnya, oh ya Tuhan… apa yang kamu lakukan Minah, menculik anaknya dan hendak memperkosanya" rutuk Ibu Minah, dia mengusap wajahnya kasar, dia masih ingat dengan posisi awal anaknya tadi yang menindih Kyungsoo

Minah kembali tertunduk lesu,

Dan kemudian terdengar sebuah langkah masuk kerumah, langkah tegap dan berwibawa,

"appa.." minah berujar, ayahnya sudah datang dari kantor

"kamu sudah pulang?" ucap ibu Minah tiba-tiba, dia cepat beranjak dan mencegah suaminya masuk kedalam

"iya kenapa sayang, ini kenapa ramai begini?" dia bertanya karena Melihat ada orang lain dirumahnya, Jiyoon dan Hyuna

"itu teman Minah, ehm…"

"kenapa?" Tanya ayah Minah penasaran

"begini, angsuran kredit rumah kita di wilayah Geon masih bermasalah, tolonglah kamu ke bank dulu dan urus semuanya ya.. aku takut jika berlarut larut akan semakin sulit diselesaikan"

"sekarang, aku baru pulang sayang.."

"tolonglah, kamu masih rapi.. dan bisa langsung pergi" ucap ibu Minah penuh harap

"oh baiklah.. " ayah minah mengangguk setuju, dia melambaikan tangannya kepada Minah dan juga kedua tamu dirumahnya

"untunglah…" gumam Ibu minah lega, setelah mendengar suara Mobil suaminya keluar menjauh

Minah tahu bahwa ibunya itu tidak ingin ayahnya tahu mengenai masalah sekarang yang menimpanya, dia berterima kasih kepada ibunya yang mau menyembunyikan hal ini kepada ayahnya

"sekarang kalian berdua pulang, dan kalian harus janji tidak akan melakukan hal ini dan mengajak anakku" kata Ibu minah kepada jiyoon dan hyuna

Kedua yeoja itu mengangguk senang, akhirnya mereka bisa pulang dan tidak dilaporkan kepada kedua orangtuanya

Dengan cepat Hyuna dan Jiyoon beranjak, mereka membungkuk dan lekas keluar. Jiyoon tidak sengaja menjatuhkan kondom tepat dihadapan ibu Minah, dengan cepat Jiyoon memungut kondom itu, ibu Minah hanya menggeleng, untung saja dia datang tepat waktu, jika tidak entah apa yang terjadi dikamar anaknya, dia tidak ingin membayangkannya

"dan kamu, kamu harus mendapatkan hukuman, setelah dari kuliah kamu tidak boleh keluar rumah selama sebulan, jika ada tugas harus ada izin dari omma sendiri. Dan uang sakumu akan omma kurangi, omma takut kamu membeli barang yang seperti dijatuhkan temanmu tadi" kata Ibu Minah dengan ekspresi serius

Minah hanya bisa mendesah pelan saja, dia tidak mungkin membantah hukuman ibunya, dia sudah tertangkap tangan dan kini dia harus menerima semua konsekuensinya

"mudah-mudahan pemuda itu cepat sadar, omma akan mengantarnya sendiri kerumahnya" tutup Ibu Minah kemudian, dia mendudukkan dirinya disofa dan menunggu Kyungsoo sadarkan diri

What? Kyungsoo akan dibawa kerumahnya? Rumah dimana ibunya tidak menerimanya..

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Sehun berjalan perlahan menuju Toko obat, dia ingin membeli sesuatu. Sesuatu yang harus dipakainya untuk Luhan,

Sehun menghentikan langkahnya tepat didepan toko obat itu, dia agak sedikit ragu. Dia memandang yeoja penjaga toko itu, yeoja yang cantik

"hm… maaf, aku minta Kondom, satu saja" sehun menggumam, cadelnya nyaris tidak kentara

Si yeoja tersenyum singkat, dia memandang lekat-lekat Sehun

"sepertinya kemarin oppa baru saja membeli Kondom" komentar yeoja itu sambil tersenyum lagi, dia tersipu dengan kata kondom

"hm.. kemarin Kondomnya sepertinya terjatuh"

"oh.."

"berikan aku satu"

"tapi maaf, ditoko ini kami tidak menjual kondom perbuah, kondom yang dijual itu per pack dengan isi 3 kondom, oppa membeli kemarin juga satu pack kan" jelas Yeoja itu lagi

"iya, maksudku satu pack itu" sehun semakin berkeringat, dia agak malu dengan yeoja didepannya

"baiklah oppa, ukuran apa..? S, M, L, XL atau double alias King size"

"ukuran seperti yang kemarin.." sehun makin salah tingkah

"aku lupa, kecuali aku melihat sendiri ukuran oppa.. eh maksudku aku lupa… benar-benar lupa" yeoja itu kembali tersipu genit

"ukuran L saja, ukuran itu termasuk fleksibel" jelas Sehun, dia ingin cepat berlalu dari tempat itu

"baiklah" yeoja itu dengan cepat mengambil salah satu merk Kondom dengan ukuran sesuai pesanan sehun, sehun dengan cepat membayarnya dan mengatakan bahwa kembaliannya untuk yeoja itu saja, sehun lekas berlalu

Sepeninggal Sehun, pikiran yeoja itu kemana-mana, sepertinya dia harus menghubungi pacarnya, mudah-mudahan saja ukuran kepunyaan pacarnya bisa bertambah jadi L, seperti pesanan kondom dari Sehun tadi

Wajah yeoja itu memerah

.

.

.

Sehun langsung masuk kekamar Luhan, tidak lupa dia mengunci kamar itu dan menghampiri Luhan yang sedang bermain game dikomputernya

"aku sudah mengunci pintu hyung, tenang saja" ucap Sehun

"memang seharusnya begitu sehun ah" Luhan masih asyik memainkan gamenya

"hyung… berhenti bermain itu, kita 'bermain' yang lain saja… lebih seru" tukas Sehun kembali bernada mesum, dia tidak akan menyerah untuk mengajak Luhan melakukan 'hal' itu

"jangan mulai lagi.." balas Luhan, dia mengecek ponselnya singkat, dia menunggu kabar dari temannya, Tao

"hyung sekali ini saja, setelah itu aku tidak akan meminta jatah lagi" ucap sehun sembari melihat kondom ditangannya, kondom yang masih tersegel rapi

"sehun, kenapa di otakmu yadong semua, sejak kemarin kamu uring-uringan meminta jatah, memangnya aku ini namja pemuas nafsu apa" Luhan berbalik dan menatap tajam sehun

"bukan begitu hyung, hanya saja kita sudah resmi pacaran, kita hanya saling kiss dan hug saja… aku menganggap kita belum pacaran secara utuh, sebelum kita melakukan this and that" cadel sehun hilang mengucapkan tiga kata terakhirnya

"pikiran yang dangkal, sebaiknya kamu memikirkan bagaimana kuliahmu, bagaimana masa depanmu… jangan berpikiran yang bukan-bukan.."

Sehun berpikir sejenak, dia lalu berujar

"baiklah Hyung, aku akan memikirkan hal lain… misalnya bagaimana perkembangan harga Minyak dunia, atau betapa kurusnya presiden Indonesia yang baru, atau perkembangan Boyband EXO yang akan comeback januari 2015 mendatang.."

Luhan cengo' mendengar pernyataan melantur sehun,

"atau membahas film berjudul 'cart' dan 'back to 20' yang dibintangi 2 member EXO, atau berita mengenai salah satu membernya yang mendapatkan penghargaan untuk pertama kalinya lewat Drama 'its ok that love' di APAN Awards kemarin atau…"

"kalimatmu semakin kemana-mana dan tidak jelas.." Luhan menginteruspsi

Sehun tetap saja mengoceh, dia melanjutkan

"atau berita penemuan Kondom king size di dorm member boyband BTS…" lanjut sehun menerawang

"yah, ujung-ujungnya kondom lagi" Luhan menutup wajahnya dengan telapak tangan, bisa-bisa lama-lama dia stress dan gantung diri

"hyung kan ingin aku memikirkan hal lain, yang terpikir dipikiranku adalah yang tadi itu.." protes Sehun, dia kembali tersenyum evil

Luhan menghentikan aktivitas main gamenya, dia beranjak dan mendekati Sehun, dia mendekatkan jaraknya dengan Sehun

"Sehun ah, nanti akan tiba waktunya kita melakukan itu… aku harap kamu bisa bersabar.."

"sampai kapan?"

"sampai aku berumur 30"

"ahh…"

Sehun cemberut dan menidurkan dirinya di ranjang, dia kesal karena Luhan tidak pernah serius dan hanya terus menggodanya saja,

Ponsel Luhan berbunyi, menampilkan nama Tao dilayarnya, Luhan dengan cepat mengangkatnya

"halo, bagaimana?" sapa Luhan tidak sabar,

"beres, semua berjalan lancar, Jin Young itu sudah kami siksa terlebih dahulu, sekarang saja dia jalan terpincang-pincang dan wajahnya lebam. Aku gemas ingin terus memukulnya" ucap tao diseberang telefon

"bagus, akhirnya si tua itu mendapatkan karmanya juga" balas Luhan tersenyum penuh kemenangan, dia menatap Sehun yang sudah ada dibawahnya, meraba selangkangannya dengan penuh nafsu, Sehun mulai lagi rupanya

"tapi Luhan shi, aku takut jika tua Bangka itu melapor balik, dia sudah kami siksa dengan kejam, Bokongnya sudah jebol dengan tongkat. Aku takut dia melaporkan semua itu kepolisi.." ucap Tao dengan nada Khawatir,

"tenang saja Tao ya, si tua itu tidak akan melapor, aku tahu sifatnya.. dia tidak akan melapor bahwa dia disodomi dengan benda tumpul lain, ha…ha… dia pasti akan sangat malu, jadi kamu tenang saja"

"baguslah kalau begitu" Tao bernafas lega

"hess…ssssss..hm…ahhh…" Luhan mendesah

"kamu kenapa?" Tanya Tao setelah mendengar desahan luhan yang tidak biasa

"hm…ah.. eh, aku.. aku tidak apa-apa" jelas Luhan, celananya sudah dipolorotkan oleh Sehun sedari tadi, yang tersisa hanya underwear bermerk Calvin kleinnya saja

"tapi suara tadi.."

"ti..dak.. hem..ah.. tidak ada apa-apa, kalau begitu sudah dulu Tao ya, aku.. aku… sibuk"

"baiklah" tao menutup ponselnya dengan pikiran yang bertanya-tanya,

Sehun semakin menjadi saja, dia terus menerus menjilati celana dalam Luhan, tangan kirinya menelusup dikaos Luhan dan mencari puting Luhan,

"stop Sehun ah.. kamu sudah mulai lagi"

"kali ini saja hyung.."

Luhan menggeleng, dia tetap tidak mau di bobol oleh Sehun,

Dan sepertinya mereka berdua harus berakhir dengan cara oral saja. Luhan masih tetap gigih mempertahankan keperjakaannya, keperjakaan bagian belakangnya maksudnya

Sehun sangat kecewa, namun oral masih lebih baik daripada tidak sama sekali

Dilain waktu Sehun masih akan terus berusaha…. Semangat…

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

10 menit yang lalu Kyungsoo sudah sadar dari tidurnya, kepalanya masih pusing dan badannya terasa sangat lemah,

"ah, akhirnya kamu sudah sadar sepenuhnya.." ujar ibu Minah, dia sudah sedari tadi mengemudikan mobilnya dengan Kyungsoo yang ada disampingnya, Minah tidak diijinkan ikut. ibu Minah dan anaknya tadi memang bahu membahu membawa Kyungsoo ke mobil, untuk segera diantar pulang, sebelum ayah Minah kembali,

"aku dimana?" Tanya Kyungsoo untuk pertama kalinya pasca siuman

"kamu dimobilku, perkenalkan aku omma Minah.." jawab ibu Minah tulus, dia memandang wajah Kyungsoo disampingnya, wajah yang imut sekaligus tampan, wajar saja jika anaknya Minah bisa jatuh hati dan berbuat nekat

"ajuhma ingin membawaku kemana?" kyungsoo bertanya lagi,

"aku ingin mengantarmu kerumahmu, omma dan appamu pasti sangat khawatir sekarang"

"tapi, aku tidak.."

"jangan menolak, aku meminta maaf atas kelakuan anakku. Dia anak yang baik, tapi sepertinya dia terpengaruh teman-temannya. Sekali lagi aku sebagai omma Minah meminta maaf secara tulus.." kata Ibu Minah dengan sangat, dia tulus meminta maaf atas nama keluarganya

Kyungsoo mengangguk, dia memaafkan semua perlakuan Minah. Entah mengapa dia teringat Jongin, apa namjanya itu khawatir dan mencarinya? Dan juga Chanyeol yang masih ada dipenginapannya

Dan sekarang dia akan diantar kerumahnya, rumah yang baru ditinggali oleh kedua orang tuanya. Kyungsoo resah, dia sebenarnya sangat merindukan ayah dan ibunya… tapi, apakah kehadirannya masih diharapkan, ibunya sama sekali tidak pernah mencarinya. Kyungsoo berdoa semoga semuanya bisa baik-baik saja

Beberapa saat kemudian, mobil ibu Minah sudah sampai dipagar utama kediaman keluarga Kyungsoo,

Kyungsoo menatap rumahnya itu, ini kali pertamanya dia melihat dan menginjakkan kakinya dirumahnya, rumah baru

"ayo" ucap ibu Minah memecah kebisuan, dia turun dari Mobil

Kyungsoo dengan ragu turun, dia mencoba merapikan kancing bajunya, satu kancingnya lepas, mungkin tadi salah satu Minah menariknya kasar

Ibu Minah jalan duluan, dia sudah memikirkan kata-kata apa yang akan dia jelaskan kepada orang Tua Kyungsoo, dia juga sungguh cemas, mudah-mudahan saja kedua orang tua Kyungsoo bisa memahami

Ibu Minah memencet bel dengan cepat. Kyungsoo masih ada dibelakang, kepalanya masih sedikit pusing dan berkunang-kunang, mungkin efek bius yang masih ada

Seseorang pria paruh baya membuka pintu rumah keluarga Do, dia tersenyum ramah kepada Ibu Minah,

"maaf, anda pasti suami Yeom Jung ah, yeom Jung ada?" sapa ibu Minah kepada orang yang membukakannya pintu, yang ternyata adalah Ayah Kyungsoo

"isteriku sedari tadi berangkat pertemuan guru, tapi bukannya anda ini rekannya?" Tanya ayah Kyungsoo balik, dia belum melihat Kyungsoo dibelakang

"iya, aku membatalkan untuk pergi dipertemuan itu, aku kesini untuk…" kalimat ibu Minah terhenti, dia berbalik dan memandang Kyungsoo yang masih membantu dibelakangnya

"membawa anak anda kemari" lanjut Ibu Minah pelan

Mata ayah Kyungsoo membelalak, anaknya kembali,

Ayah Kyungsoo dengan cepat berlari, menghamburkan dirinya dan memeluk anaknya itu

Kyungsoo gelagapan dengan penyambutan ayahnya, dia tidak menyangka akan dipeluk, dia tadi membayangkan akan ada adegan pengusiran yang kali ini mungkin dilakukan oleh ayahnya atau ibunya lagi

"Kyungsoo, anakku.. appa sangat merindukanmu.."

"aku..aku juga merindukan appa" kyungsoo membalas pelukan ayahnya, air matanya seketika berlinang cukup deras, dia bahagia

Ibu Minah yang melihat adegan mengharukan itu, terlihat sedikit bertanya-tanya, apakah Kyungsoo sudah didesekap oleh Minah dan tidak pulang-pulang selama ini, separah itukah?

"terima kasih karena anda sudah membawa anakku.." paling ayah Kyungsoo kepada ibu Minah, dia tidak mempertanyakan dimana dia menemukan Kyungsoo, itu tidak penting lagi

"sama-sama, aku juga ingin meminta maaf, anak anda nanti akan menjelaskan… dan sepertinya aku harus pulang dulu, titip salam untuk Yeom Jung" pamit Ibu Minah,

"iya, sekali lagi terima kasih"

Ayah Kyungsoo bersyukur karena isterinya sedang tidak ada dirumah, jika tidak.. ceritanya mungkin akan lain

Ibu Minah melambaikan tangannya singkat khusus untuk Kyungsoo, dia berbalik dan menuju ke Mobilnya, ibu minah berpapasan dengan seorang namja, namja berkulit eksotis. Namja itu sedari tadi memperhatikan semua adegan keluarga tadi

Ibu Minah naik kemobilnya dan melajukan mobil itu dengan kecepatan sedang,

"ya Tuhan, akhirnya appa bisa melihatmu lagi…" ayah Kyungsoo sudah melepaskan pelukannya, dia memandang wajah sayu dan lelah anaknya

"omma dimana?" Tanya Kyungsoo pelan, matanya kesana-kemari mencari sosok ibunya,

"ommamu sedang keluar…" jawab ayah Kyungsoo singkat, dia sebenarnya ingin melanjutkan kalimatnya, namun ada seorang namja yang muncul dihadapannya..

"kamu..?" ayah Kyungsoo berkata dan memandang namja yang baru datang itu, dia ingat namja itu adalah namja yang sama dengan anaknya dihotel tempo hari

Kyungsoo membalikkan badannya, dia penasaran dengan apa yang dilihat oleh ayahnya,

"Jo..Jongin.." Kyungsoo membulat melihat namjanya muncul, terlebih dihadapan ayahnya lagi

"iya, ini aku… aku sangat khawatir terhadapmu, aku mencarimu kemana-mana Kyungsoo ya" jelas Jongin, dia memang sedari tadi mencari Kyungsoo tidak karuan, dia tidak mempedulikan panasnya cuaca diluar, dipikirannya hanya Kyungsoo saja

Jongin dengan cepat memeluk kyungsoo, dia tidak memperdulikan apa tanggapan ayah kyungsoo, yang ada dipikirannya hanya kelegaan karena namjanya itu tidak apa-apa

Ayah kyungsoo menampilkan ekspresi yang sulit diartikan. Dia menatap jongin dan Kyungsoo bergantian,

"untung saja omma Kyungsoo tidak ada, jika ada… mungkin…" ayah kyungsoo menghentikan kalimatnya dan mendesah,

"appa, ini jongin.. dia adalah.." kyungsoo tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi,

Jongin melepaskan pelukannya, dia berpikir keras, mendapat firasat yang tidak baik, dia tidak ingin berpisah dengan Kyungsoo-nya, tidak lagi

Jongin mendekati ayah Kyungsoo, dia kemudian berlutut dan mendongak, menatap dengan pandangan penuh harap

"aku mohon kepada ajuhsi, untuk membiarkan Kyungsoo bersamaku. Aku janji akan menjaganya dengan segenap hidupku, aku bersumpah… biarkan Kyungsoo pergi bersamaku" Jongin memohon,

"jangan berlutut seperti itu, lekas berdiri. Tidak enak dilihat tetangga.." ucap ayah Kyungsoo kikuk

"tidak ajuhsi, sampai ajuhsi mengijinkanku membawa Kyungsoo bersamaku" tukas jongin masih dengan posisi berlututnya

"ah.. kamu bicara apa.." ayah Kyungsoo mencoba membuat jongin berdiri, tapi nihil jongin masih tetap berlutut

Kyungsoo hanya bisa diam melihat usaha seorang Kim Jongin untuk tetap bersamanya. Dia tidak pernah terpikir namja cool seperti Jongin akan rela berlutut dihadapan ayahnya, demi dirinya

Ayah Kyungsoo berpikir keras, dia mengusap kasar wajahnya, mencoba menimbang-nimbang dan memikirkan semua kemungkinan dan keputusan,

Setelah lama berpikir, ayah Kyungsoo akhirnya berujar…

"aku tidak tahu ini benar atau salah, tapi… tapi aku mengijinkan kalian berdua untuk tetap bersama" kata itu meluncur lumayan mulus di bibir ayah kyungsoo, dia tersenyum penuh wibawa kepada Jongin dan Kyungsoo. Kali ini yang ada dipikirannya bukan keegoisan orang tua lagi, namun kebahagiaan untuk anak satu-satunya, Kyungsoo

"lekas kalian pergi, sebelum isteriku datang… aku tidak bisa menjamin keputusanku bisa tetap sama jika isteriku sudah ambil bagian"

Mentari seakan tersenyum tepat di atas Kyungsoo dan jongin, secercah harapan tetap masih ada.

Babak baru kisah ini masih akan terus berlanjut

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Chapter 13 update cepat Khusus buat reader setia yang masih menunggu kisah FF sederhana ini. Mohon maaf jika banyak kata-kata yang tidak senonoh… he…he… yang pasti FF ini tetap rated T. Tidak berpanjang-panjang lagi… Komentar, Tanggapan, Saran dan Kritiknya tetap dinantikan di kotak Review di bawah… Salam…

Thanks For Comment :

dekaeskajei, humaira9394, me1214, Me, SognatoreL, nisakaisa, kimyori95, Huang Zi Lien, mrblackJ, BangMinki, Insooie baby, blackjackcrong, ZeeKai, dyopororo, Metacho137, Kyungra26, Maple fujoshi2309, .58, SFA30, KaiSooLovers, bimbimbab, lovely autumn, damean, Daiirere, Soo Kyung, Guest, Gyurievil, JonginDO, f, aku adalah aku, and all favorite and follow this FF