Good Boy vs Bad Boy

By Fan_dio

Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie

Genre : Drama and Friendship

Warning : This is Yaoi (BL) , Author Newbie, Maaf kalau Typo berserakan,

= Happy Reading =

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Jongin berhasil membawa Kyungsoo bersamanya. Dia terlihat sangat senang. Tadi ayah Kyungsoo mengatakan padanya untuk menjaga Kyungsoo dengan sepenuh hati, Jongin mengiyakan dan berjanji. Jongin juga menolak secara halus uang pemberian dari ayah Kyungsoo, dia sudah bertekad akan menjadi tulang punggung bagi Kyungsoo, jongin akan berusaha sekuat tenaga, dia akan membuktikan bahwa dia adalah namja yang bisa dipercaya dan diandalkan

Jongin membawa kyungsoo menggunakan motornya, kyungsoo memeluk jongin dari belakang, melepas kerinduannya yang baru beberapa jam tidak bertemu dengan Jongin. tidak terasa air mata Kyungsoo menetes, air mata bahagia tentunya, dia berterima kasih kepada Tuhan yang sudah membuka pintu hati ayahnya, kyungsoo bersyukur

Kyungsoo sudah lumayan jauh dari rumahnya, matanya menangkap mobil putih yang melaju dengan kecepatan sedang, dia kenal dengan mobil itu, itu mobil ibunya

Kyungsoo memberikan aba-aba kepada Jongin untuk memperlambat laju motornya, jongin mengangguk dan memperlambat motornya, hingga akhirnya berhenti disamping sebuah pohon besar yang cukup terlindung

Kyungsoo menatap ibunya dari jauh, rasa rindu membuncah didadanya, ingin rasanya dia berlari dan menghamburkan dirinya kearah sang ibu. Tapi saat ini bukanlah waktu yang tepat, ayahnya tadi sudah berjanji akan berusaha memberikan pengertian kepada ibunya

'omma' batin Kyungsoo sendu, dia sangat merindukan dan ingin mendekap ibunya

Mobil ibu kyungsoo membelok dan masuk kedalam kawasan rumahnya, kyungsoo kecewa, dia hanya bisa melihat ibunya beberapa detik saja, kebetulan tadi kaca mobil ibunya sedang turun

Kyungsoo kembali memberikan isyarat kepada Jongin untuk kembali menjalankan motornya, dan beberapa saat kemudian, kendaraan yang mereka gunakan membelah jalan untuk menuju ke penginapan mereka yang lumayan jauh

"kyungsoo ya, kamu tidak menangiskan?" Tanya Jongin saat mendengar isakan tertahan dibelakangnya,

"ah, tidak.." jawab Kyungsoo singkat

"aku paham perasaanmu, kita berdoa saja semoga ommamu bisa bersikap seperti appamu" ujar Jongin memberikan semangat, dia teringat kedua orang tuanya juga

"iya, aku selalu berdoa jongin ah" Kyungsoo mengusap lembut pipinya, dia harus tegar dan kuat, sesuai janjinya kepada Jongin

Kyungsoo semakin mempererat pelukannya ditubuh Jongin,

Jongin tersenyum singkat, lalu dia ingat sesuatu,

"kyungsoo ya, kamu belum menceritakan kenapa kamu kembali kesana? maksudku itu tadi rumahmu kan?" jongin bertanya dengan hati-hati,

"iya, ini semua karena…" Kyungsoo menghentikan kalimatnya, dia mendesah pelan, kemudian melanjutkan

"karena Minah"

"Minah?" Tanya Jongin, dia sedikit terlupa dengan Yeoja itu. Jongin sedikit bertanya-tanya dimana yeoja itu sekarang,

"Minah melakukan sesuatu kepadaku, dia membawaku kerumahnya.. entah apa yang dia lakukan, tapi untung saja ommanya datang cepat dan berhasil menggagalkan rencana anaknya" kyungsoo menjelaskan dengan desahan panjang

Jongin dengan tiba-tiba menghentikan motornya, ban motor itu berdecit cukup keras

"yeoja itu melakukan apa kepadamu?" Tanya Jongin lagi, dia memalingkan wajahnya, namun dia tetap dimotor

"sepertinya dia belum melakukan apa-apa, yang aku tahu satu kancing bajuku terlepas" ungkap Kyungsoo sembari memegang lubang kancing bajunya yang kosong

"aku memang sudah curiga dengan yeoja itu sedari dulu, aku sering melihatnya menatapmu tidak berkedip, dia sepertinya terobsesi kepadamu" jongin berang,

"dia sudah menembakku, yeoja itu sudah dua kali mengatakan cinta kepadaku" Kyungsoo memutuskan jujur kepada Jongin, dia tidak ingin menutupi hal itu lagi, jongin berhak tahu

"kamu menerimanya?"

"mana mungkin aku menerimanya, aku hanya mencintaimu Jongin ah, aku sudah menjadi milikmu seutuhnya" kata Kyungsoo

Amarah Jongin mendadak mereda mendengar penuturan jujur Kyungsoo, dia sudah tahu pasti bahwa Kyungsoo tidak mungkin menerima cinta yeoja manapun, Kyungsoo hanya mencintainya

"terima kasih Kyungsoo ya"

"seharusnya aku yang berterima kasih, cintaku terbalas dan tidak bertepuk sebelah tangan" ucap Kyungsoo pelan, wajahnya memerah seperti yeoja,

Jongin mengangguk, dia kembali menjalankan motornya. Dia tidak ingin bertanya macam-macam lagi kepada Kyungsoo, namjanya itu sudah mengalami hari yang buruk dan perlu ketenangan,

Jongin mengarahkan tangan kirinya ke tangan Kyungsoo yang memeluknya, dia memberikan isyarat dengan tangannya itu agar Kyungsoo semakin mengeratkan pelukannya dan menyandarkan dada dan pipi kyungsoo dipunggungnya

Deru angin menjadi saksi bisu indahnya cinta 'unik' mereka

Cinta yang akan diperjuangkan hingga akhir

.

.

.

Jongin dan kyungsoo sampai dipenginapan setengah jam kemudian. Mereka berdua langsung masuk dan menemukan Chanyeol yang membaringkan diri di karpet bawah ranjang

"Kyungsoo ya… akhirnya kamu datang" sambut Chanyeol gembira, dia lekas mendudukkan dirinya dan tersenyum ceria seperti biasa

Kyungsoo dan Jongin tersenyum melihat tingkah Chanyeol itu,

Kyungsoo mendudukkan dirinya di dekat chanyeol sedangkan Jongin bergerak menuju pintu untuk menutupnya,

"kyungsoo ya… wajahmu pucat dan terlihat lelah, apa kamu baik-baik saja?" tannya Chanyeol Khawatir, dia semakin memperpendek jarak dengan Kyungsoo

"tidak apa-apa, aku baik-baik saja"

"kamu terlihat tidak baik-baik saja"

Chanyeol mengarahkan tangannya ke dahi dan pipi Kyungsoo, memeriksa keadaan dan suhu tubuh Kyungsoo,

Kyungsoo salah tingkah, dia melirik sekilas kearah Jongin yang sedari tadi memperhatikan perhatian dan perlakuan chanyeol kepadanya,

"aku tidak sakit yeol ah, jangan berlebihan" Kyungsoo mencoba menormalkan suasana

"sebaiknya aku membelikanmu makanan Kyungsoo ya" ucap Chanyeol lagi

"tidak, aku tadi sudah makan bersama Jongin" tolak Kyungsoo halus

Chanyeol tidak berkomentar lagi, dia memandang Kyungsoo dengan tatapan penuh cinta, lalu matanya berganti menatap Jongin yang masih berdiri didekat pintu, dia sadar bahwa Jongin cemburu melihatnya, dia tidak ingin membuat Kyungsoo tidak enak,

"baiklah Kyungsoo ya, istirahatlah… jaga kesehatanmu… aku pulang dulu" gumam Chanyeol nyaris tidak kentara

Kyungsoo mengangguk, dia masih tidak enak dengan Jongin

Jongin lalu mendekati Chanyeol, dia menampilkan ekspresi serius yang sangat dalam,

Kyungsoo menahan nafasnya, apakah namjanya itu akan membogem Chanyeol? Jangan sampai itu terjadi,

Jongin semakin dekat dengan chanyeol, dan…

"Yeol shi, tolong jangan katakan kepada siapapun jika kami berdua tinggal disini" pinta Jongin sesopan mungkin, dia tidak memilih menggunakan kata Shi dari pada hyung

Chanyeol tersenyum, kyungsoo juga tersenyum,

"iya, tenang saja, aku tidak akan memberitahu siapapun…"

"tapi minah sudah tahu tempat ini" kyungsoo menginterupsi cepat

Chanyeol langsung ingat dengan yeoja itu, dia tadi datang bersama Minah, dan sekarang Minah sudah pulang, dasar yeoja jalang tidak tahu diri

"kalau begitu, tidak ada jalan lain, sepertinya kami harus mencari tempat yang baru" ucap Jongin, baru sehari mereka ditempat ini dan akan segera pergi lagi sepertinya

Kyungsoo mendesah, jongin benar, mereka sepertinya harus segera pergi lagi

"jika kalian sudah pindah ketempat yang baru, tolong hubungi aku, aku janji tidak akan membocorkan tempat baru kalian" ucap Chanyeol penuh harap,

Kyungsoo kembali menatap Jongin sebagai pengambil kebijakan, jongin berikir sejenak dan kemudian mengangguk pelan

"iya, kami akan mengabarimu.." kata Kyungsoo, dia punya nomor ponsel Chanyeol dan mungkin akan mengabarkan namja itu lewat pesan singkat saja

"terima kasih" chanyeol tersenyum cerah ala pepsodent

Chanyeol segera beranjak, dia pamit kepada Kyungsoo dan jongin. tidak lupa dia memeluk Kyungsoo erat dan menjabat tangan Jongin

Chanyeol pulang dengan menggunakan bus,

'semoga kalian bahagia dan mendapatkan tempat baru yang nyaman..' batin Chanyeol, dia berdoa untuk kebahagiaan Kyungsoo.

Asal Kyungsoo bahagia, Chanyeol juga akan bahagia

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Luhan yang beberapa hari ini terus menerus dikamarnya, dia keluar kecuali ada perkuliahan. Dia betah dikamarnya karena hampir tiap hari namjanya, Sehun selalu mengunjunginya. Walau sehun selalu pervert dan mesum, namun Luhan yakin itu adalah tanda bahwa sehun memang mencintai dan sayang padanya

Kali ini luhan hendak keluar kamar, dia membuka pintunya dan mendadak kaget karena Sehun yang sudah muncul didepan pintu sambil tersenyum evil,

"hyung, mau kemana?" Tanya Sehun, dia memandang penampilan Luhan

"tidak, aku hanya mau berbicara dengan ajuhma, omma Kyungsoo" jawab Luhan singkat, dia kembali masuk kedalam kamar, diikuti oleh Sehun dibelakangnya

"kunci pintu" tukas Luhan

"hyung rupanya sudah tidak sabar ya" goda sehun bernada mesum, lagi-lagi

Luhan menggeleng, sepertinya dia salah bicara

"jangan mulai lagi, aku menyuruhmu untuk menutup pintu karena, siapa tahu saja…" Luhan tidak tahu harus memilih kata apa,

"itukan, hyung memang menginginkan itu" Sehun tersenyum mesum

Luhan mendesah pelan, rupanya sangat sulit menjelaskan segala sesuatu kepada namja di bawah umur, walaupun sehun sudah kuliah dan sudah masuk semester kedua, namun tetap saja dimatanya Sehun itu seperti anak SMP yang ingin selalu mencoba segala sesuatunya, ABG labil

"kamu tidak bawa kondom lagi kan?" Tanya Luhan, dia kembali mengingat kebiasaan Sehun 2 hari ini yang selalu menenteng kondom baru ditangannya

"tidak"

"kondom yang kemarin?"

"aku simpan dilaci hyung"

"ya… Tuhan, kenapa kamu simpan di laci, bagaimana jika omma Kyungsoo menemukannya, aku harus menjelaskan apa?" Luhan mencak-mencak gusar

"ya, katakan saja jika hyung mau memakai kondom itu untuk buat balon ulang tahun anak tetangga Kyungsoo hyung yang kemarin itu, bereskan.." tukas sehun enteng, dia merasa jawabannya sudah sangat brilian

Luhan tidak berkomentar mendengar jawaban asal sehun, ingin rasanya dia memasukkan dirinya di kulkas, menguncinya dan tidak keluar untuk selama-lamanya, dia stress

"baiklah-baiklah, aku akan membereskan kondom itu nanti, sekarang aku mau turun berbicara dengan omma Kyungsoo, kamu mau tetap disini atau mau pulang?" Luhan berujar kemudian, dia hendak keluar dari kamarnya

"aku disini saja, menunggu hyung kembali, jangan lama-lama.. aku sudah tidak tahan, eh maksudku aku tidak enak sendiri disini terlalu lama" sehun meralat kalimatnya, karena melihat pandangan Luhan yang sudah berubah lagi

"baiklah, aku kebawa dulu"

"tunggu hyung, aku mau main komputer, passwordnya apa?" Tanya sehun, dia sudah memencet tombol power, layar sudah menampilkan loading dan sedetik kemudian, muncul kolom password

"biar aku yang isikan" Luhan cepat beranjak menuju sehun

"tidak hyung, aku saja" sehun menghalangi Luhan mengambil alih tombol keyboard

Perang tangan dan saling sikut berjalan alot, luhan kalah tenaga, akhirnya dia mengalah dan memberitahu password komputernya

"passwordnya…"

"apa?"

"passwordnya…" luhan masih menggantung kalimatnya,

"apa hyung?" sehun tidak sabar,

"MYLOVE SEHUNNIE" ucap Luhan malu-malu, wajahnya memerah

Sehun tersipu juga, dia sebenarnya ingin menertawai Luhan, namun entah mengapa tawanya berganti dengan perasaan hangat, oh.. so sweet…

Luhan dengan gerakan ala ninja, dengan cepat segera keluar kamar, dia menyembunyikan rona wajahnya

Luhan turun kelantai satu,

.

.

.

Luhan menguping pembicaraan antara ibu dan ayah Kyungsoo, dia berdiri disamping kulkas ruang keluarga dan ayah ibu Kyungsoo berada 8 meter darinya,

"sayang, aku harap kamu bisa melunak terhadap anak kita Kyungsoo" ayah kyungsoo berkata dengan nada hati-hati kepada isterinya, dia sama sekali tidak bercerita jika tadi Kyungsoo pulang

"…"

Ibu kyungsoo diam membisu,

"anak kita itu sudah sering menderita, dia terusir dari rumah lebih sebulan… dan aku tidak tahu apakah dia mendapatkan kehidupan yang layak diluar sana" ayah Kyungsoo kembali menambahkan,

"…"

"banyak tetangga dan rekan yang menanyakan perihal Kyungsoo, aku tidak tahu harus menjawab apa" lanjut ayah Kyungsoo, sedangkan isterinya sendiri tidak berkomentar apa-apa

"…"

"kyungsoo adalah anak kita satu-satunya, kebahagiannya adalah kebahagian kita juga, tangisnya adalah tangis kita bersama, kamu sebagai ommanya pasti paham, karena kamu yang melahirkan Kyungsoo" kata ayah Kyungsoo tetap melanjutkan

Ibu Kyungsoo bukannya tidak mau menanggapi pernyataan suaminya, namun dibenaknya berputar banyak kata-kata, yang selalu terngiang tiap waktu, kata-kata yang masih membekas diingatnya adalah kata dari mantan tunangannya alias ayah Jongin, perkataan ayah jongin cukup menghantamnya sebagai seorang ibu. Ibu Kyungsoo merasa gagal menjadi omma yang baik bagi Kyungsoo, dia sudah mengusir anaknya. Dan entah apa yang terjadi dengan anaknya itu sekarang

"entahlah, aku pusing dengan semua ini…" akhirnya ibu Kyungsoo mengeluarkan suaranya, dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar

Luhan masih mendengarkan dan mengamati semua percakapan suami isteri Do itu.

Ayah Kyungsoo mendekati isterinya itu, dia memegang bahu isterinya dan mengusapnya pelan,

Ibu Kyungsoo menatap wajah suaminya, dan entah mengapa dia menjadi sangat sedih, mungkin semua tindakannya selama ini adalah salah

"aku tidak tahu… aku hanya tidak ingin anakku membelok seperti itu" ucap ibu Kyungsoo sambil terisak-isak, jiwa rapuhnya sebagai seorang ibu keluar

"tenang sayang…"

"aku tidak tahu harus berbuat apa, tidak ada seorang ibupun yang ingin anaknya berbeda seperti itu" dia kembali teringat adegan seks yang dilakukan oleh mantan tunganannya alias ayah jongin tepat didepan matanya, dia tidak ingin anaknya melakukan hal itu juga

"aku ingin anakku normal, mempunyai isteri dan mempunyai anak, sebagai penerus keluarga kita… jika seterusnya Kyungsoo seperti itu, kita tidak mungkin menimang cucu, dan garis keturunan kita akan terputus" ucap ibu Kyungsoo masih dengan isakan yang tertahan,

Luhan yang mendengar pernyataan ibu Kyungsoo menjadi merasa bersalah, semua yang dikatakan ibu Kyungsoo adalah harapan seorang ibu, itu tidak salah… luhan berkaca kepada dirinya, dia sama seperti anak dikeluarga ini. Dia harus mati-matian menyembunyikan jalinan cintanya kepada namja yang kini sedang berada dikamarnya, hal yang sulit dilakukan dalam waktu yang lama

Ayah Kyungsoo mendesah pelan, dia terus mencoba memberikan pengertian kepada isterinya. Namun memang semua yang dikatakan isterinya itu benar, semua orang tua pasti ingin anaknya tumbuh normal

"aku mengerti sayang… tapi bisakah kita memberikan kesempatan kepada Kyungsoo, aku yakin anak itu pasti menjalani hubungan cinta yang kini dipilihnya secara sehat. Aku percaya bahwa Kyungsoo bisa menahan dirinya dan tidak terjerumus" ujar ayah Kyungsoo, dia terus memberikan sugesti-sugesti kepada isterinya agar menerima keadaan anaknya secara terbuka

Ibu kyungsoo mencoba menghentikan tangis dan isakannya. Matanya menatap manik mata suaminya, mencoba mencari kemana arah pembicaraan suaminya itu, apakah suaminya sudah mendukung hubungan sejenis anaknya

"aku kekamar dulu.." tutup ibu Kyungsoo, dia beranjak dan meninggalkan suaminya

Luhan dengan cepat beranjak berpindah, dia menuju ruang tamu dan pura-pura melihat dan bermain bersama ikan-ikan di ruang tamu keluarga Kyungsoo

Luhan menatap ibu Kyungsoo yang ternyata tidak kekamarnya, namun dia ke taman belakang rumahnya

Luhan mengikuti ibu kyungsoo dari belakang

"bunga ajuhma sangat cantik…" Luhan menggumam, yang membuat ibu Kyungsoo sedikit terkaget,

"ah, Luhan…" ujar Ibu Kyungsoo tersenyum, dia menghapus cepat air matanya

Luhan balas tersenyum, dia mendudukkan dirinya di samping ibu Kyungsoo

"bagaimana kuliahmu?" Tanya Ibu Kyungsoo mencoba mencairkan suasana

"baik, ajuhma" jawab Luhan sekenanya

"bagus, belajarlah yang baik, jangan kecewakan omma dan appamu" tukas Ibu Kyungsoo tersenyum

Luhan tidak menanggapi nasihat ibu Kyungsoo, dia mencoba mengalihkan pembicaraan,

"sepertinya bunga ini mempunyai arti tersendiri bagi ajuhma?" Luhan berkata sambil memegang sebuah pot bunga berisi bunga berwarna merah yang indah

"iya, ini bunga kesayangan Kyungsoo, aku tidak bisa meninggalkannya di rumah yang dulu" balas ibu Kyungsoo, wajahnya memancarkan kesedihan yang mendalam

Luhan tersenyum, rupanya ibu Kyungsoo masih tetap mengingat anaknya,

"maaf, ajuhma... tapi apakah ajuhma masih menyayangi Kyungsoo?" Tanya Luhan ragu-ragu, dia takut pertanyaannya akan menyinggung perasaan ibu Kyungsoo

Diluar dugaan, ibu Kyungsoo tersenyum, dia berujar

"sebagai seorang ibu, aku pasti menyayangi anakku.. Kyungsoo satu-satunya anak kandungku"

"jadi bisakah ajuhma menerima kembali Kyungsoo dirumah ini?" Luhan kembali bertanya, dia semakin berani

Ibu Kyungsoo terdiam, dia ragu untuk menjawab pertanyaan tidak terduga dari luhan,

"maaf ajuhma, aku sudah tahu pokok permasalahan mengenai Kyungsoo. Aku sedikit tahu dari Jin Young, maksudku dari appaku itu"

"…"

"aku juga paham dengan perasaan ajuhma yang tidak ingin kyungsoo menyimpang, tapi apakah ajuhma sudah mencoba memahami perasaan Kyungsoo?" Luhan kembali berargumen,

"kamu tidak mengerti Luhan, kamu masih terlalu dini untuk memahami perasaan orang tua.."

"tidak ajuhma, aku mengerti… aku bisa mengerti, terutama perasaan Kyungsoo. Dia tidak ingin dirinya seperti itu, mungkin banyak orang diluar sana mengatakan bahwa orang seperti Kyungsoo menderita penyakit dan perlu disembuhkan, tidak ajuhma, itu bukan penyakit fisik, bukan pula penyakit jiwa atau kelainan psikologi ajuhma… ketidaknormalan itu muncul sejak lahir dan tidak ada yang pernah memintanya" jelas Luhan panjang lebar, secara tidak langsung dia curhat mengenai dirinya sendiri

Ibu Kyungsoo kembali terdiam membisu, dia mencoba mencerna semua kalimat dari keponakannya itu. Jujur saja dia sebenarnya sedikit setuju dengan pernyataan Luhan, namun trauma masa lalunya masih lebih berbicara, ibu Kyungsoo sudah pernah bersumpah tidak akan berhubungan dengan orang berkelainan seperti mantan tunangannya, dia juga sudah bersumpah bahwa tidak akan ada dari keluarganya yang 'terjangkit penyakit sejenis' seperti itu

"sudahlah Luhan, sebaiknya kamu kekamarmu, sepertinya temanmu yang bernama Sehun ada diatas sana.." tutup ibu Kyungsoo, dia berdiri meninggalkan Luhan sendiri. Kali ini Ibu Kyungsoo benar-benar masuk kedalam kamarnya

Luhan mendesah pelan, dia sudah berusaha semampunya, walaupun ibu Kyungsoo sama sekali tidak bergeming

"terima kasih Luhan, kamu mau memberikan pengertian kepada isteriku" tiba-tiba suara ayah Kyungsoo mengagetkan Luhan

"ajuhsi.."

"aku tadi mendengar percakapan antara kamu dan isteriku, aku salut dengan caramu memberikan rasa toleransi bagi isteriku" ujar ayah Kyungsoo lagi

"ah, bukan apa-apa ajuhsi, aku mengalami sendiri hal itu"

"mengalami sendiri?" ayah Kyungsoo mengernyitkan dahinya, dia tidak mengerti

"ah, maksudku… aku biasa membaca diberbagai artikel diinternet, aku mencoba mendalami dan menjelaskannya kepada ajuhma" Luhan tadi salah bicara,

Ayah Kyungsoo tersenyum, dia mengacak-acak lembut rambut Luhan, dia sudah menganggap Luhan sebagai anaknya juga

"aku berjanji ajuhsi, akan berusaha meyakinkan ajuhma untuk menerima kembali Kyungsoo dirumah ini" lanjut Luhan lagi

"bukan hanya menerima kembali Luhan, tapi juga merestui hubungan Kyungsoo dengan seseorang yang bernama Kim Jongin. aku sebagai appa mengharapkan dua hal tersebut menjadi kenyataan" tukas ayah Kyungsoo sembari tersenyum kalem

Luhan terpana, rupanya ayah Kyungsoo sudah merestui hubungan anaknya tersebut, terlebih lagi dia sudah tahu nama calon menantunya. Menantu? Ingin rasanya Luhan come out kepada ayah Kyungsoo, tapi sepertinya ini bukan saat yang tepat, terlebih tingkah namjanya yang terus menerus minta jatah, dia harus menjinakkan Sehun dulu

Harapan itu masih ada

.

.

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

Kyungsoo tertidur dengan pulas. Dia menjalani hari yang melelahkan dan memang butuh istirahat.

Jongin sedari tadi terus menatap Kyungsoo yang tertidur, dia sangat senang memandang wajah teduh dan imut Kyungsoo saat tertidur, jongin seperti melihat tokoh kartun Pororo

Jongin mengambil selimut dan menyelimuti tubuh Kyungsoo

Jongin berencana akan keluar sebentar, dia akan memberikan kejutan untuk namjanya itu.

Jongin mengambil kunci motor dan jaketnya, mengecup singkat pipi Kyungsoo lalu dengan cepat dia keluar. Tidak lupa jongin mengunci pintu dari luar, dia takut jika ada orang asing yang masuk dan menculik namja kecilnya itu

Jongin bersiul-siul senang, dia melajukan motornya kearah toko kue yang berjarak 3 kilo meter dari penginapannya

Jongin membeli sebuah kue yang besar, mirip kue ulang tahun, dengan hiasan yang sangat indah

"maaf tuan, anda ingin memasang dua boneka diatasnya?" Tanya penjual kue itu ramah, dia seorang yeoja yang berumur sedikit lebih muda dari Jongin

"boneka lilin?" Tanya Jongin antusias,

"iya, biasanya para pembeli kami membeli dua boneka lilin kecil untuk kuenya, kue yang special tentunya" jawab yeoja itu menjelaskan, dia tersenyum manis, semanis kue yang dia jual

"baiklah, kalau begitu berikan aku dua boneka lilin" kata Jongin lagi

"tuan ingin boneka lilin seperti apa?" yeoja itu memperlihatkan contoh berbagai jenis boneka lilin berpasang-pasangan, yeoja dan namja

"hmm…"

"apakah yang ini? Ini boneka yeojanya cukup cantik, salah satu tokoh Disney yang selalu menjadi favorit"

"tidak, aku ingin 2 boneka lilin namja"

"apa?" yeoja itu menggaruk kepalanya tidak paham,

"aku ingin semuanya boneka lilin namja, yang itu… pasangkan dengan yang ini" jongin menunjuk boneka lilin namja yang lebih tinggi, lalu dia juga menunjuk satu lagi boneka lilin namja yang lebih pendek

"tapi tuan, kami tidak bisa menjual boneka lilin satu-satu seperti itu, kami hanya menjual boneka lilin berpasangan, namja dan yeoja" terang yeoja itu, dia sedikit terkejut dengan permintaan Jongin

"tolonglah… aku ingin 2 boneka lilin najma" ujar jongin memelas

Yeoja itu kembali menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia berpikir, matanya kesana kemari mencari dimana pemilik resmi toko kue tempatnya berkerja, setelah dirasa aman, yeoja itu mengangguk

"baiklah, aku akan memberikan dua boneka lilin namja ini" akhirnya yeoja itu setuju

Jongin tersenyum senang

"sepertinya kue ini untuk orang yang sangat spesial?" Tanya yeoja itu sembari meletakkan kedua boneka lilin namja pesanan Jongin di atas kue tersebut

"sangat spesial"

"pasti dia sangat cantik?"

"tidak, dia sangat tampan" tutup jongin.

Yeoja itu shock, dia menerima uang dari jongin dan memberikan kembaliannya, dia lupa mengucapkan salam perpisahan dan ucapan untuk datang kembali berbelanja, saking shocknya

Jongin tersenyum singkat, dia tertawa dalam hati melihat ekspresi terkejut yeoja itu yang sangat kentara, jongin tidak peduli dengan tanggapan yeoja itu, dalam pikirannya saat ini hanya Kyungsoo… Kyungsooo dan Kyungsoo…

.

.

.

Jongin memarkirkan motornya disamping penginapan, dia sedari tadi tersenyum sendiri seperti orang gila, dia tidak sabar ingin memberikan kue yang tadi dibelinya kepada Kyungsoo, dan satu hadiah lagi yang sudah terbungkus kertas kado, hadiah surprise

Jongin melangkahkan kakinya, dia terus menerus menatap bungkusan yang ada ditangannya. Namun tiba-tiba langkah Jongin terhenti, karena melihat seseorang yang sudah berdiri manis didepan pintu kamar penginapannya

"ap…appa?"

Ternyata orang tersebut adalah ayah Jongin, ayah jongin tidak sendiri, namun dia bersama seorang lagi, tapi yang pasti bukan ibu Jongin, namun seorang yeoja

"halo oppa.." yeoja itu menyapa singkat

"Krystal…"

Jongin mendesah tertahan, yeoja itu muncul lagi dalam kehidupannya

.

.

.

.

.

TO BE CONTINUED

o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o

akhirnya FF ini bisa update lagi, maaf agak sedikit telat dari jadwal (jam publish) yang biasa. Di chapter 14 ini tidak ada konflik-konflik berat lagi, mudah-mudahan tidak membosankan ya… dan sepertinya sebentar lagi FF sederhana ini akan tamat, maunya sih di Chap 16, seperti di drama korea yang ber-episode pendek, he…he…he… tapi nanti dilihat bagaimana perkembangannya.

Terima kasih untuk pembaca yang selalu mengikuti FF ini (baik yang punya akun atau yang tidak / guest), terlebih lagi yang selalu menyempatkan diri menulis sepatah kata Komentar di kotak Review, aku sangat-sangat-sangat (lebay) berterima kasih… Review adalah penyemangat untuk tetap lanjut…he…he… akhir kata, Review lagi ya… salam kenaikan BBM..he..he…

Thanks For Comment :

Taeminho597, dekaeskajei, Gyurievil, humaira9394, nisakaisa, me1214, aku adalah aku, Me, SognatoreL, kimyori95, Huang Zi Lien, mrblackJ, BangMinki, Insooie baby, blackjackcrong, ZeeKai, dyopororo, Metacho137, Kyungra26, Maple fujoshi2309, .58, SFA30, KaiSooLovers, bimbimbab, lovely autumn, damean, Daiirere, Soo Kyung, Guest, JonginDO, f, and all favorite / follow