Good Boy vs Bad Boy
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie
Genre : Drama and Friendship
Warning : This is Yaoi (BL) , Author Newbie, Maaf kalau Typo berserakan,
= Happy Reading =
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Jongin terlihat gelisah, dia berdiri mematung berjarak 5 meter dari tempat ayahnya berdiri. Jongin melirik sekilas kepada yeoja yang bernama Krystal, dia tidak menjawab sapaan gadis cantik itu
Ayah jongin mendekati anaknya, dia melangkah perlahan dan menampilkan senyum wibawa sebagai seorang ayah,
"Jongin, appa ingin bicara" kata ayah Jongin kepada anaknya
Jongin tidak menanggapi perkataan ayahnya, dia memandang ke pintu kamar kontrakannya yang masih terkunci dengan Kyungsoo didalamnya
"bagaimana appa bisa tahu jika aku disini?" Tanya Jongin sedikit heran, dia tidak merasa pernah dibuntuti oleh seseorang. Apakah Chanyeol yang memberitahu? Sepertinya tidak mungkin, Chanyeol tidak mengenal keluarganya
"appa ini seorang Polisi, Jongin" hanya itu jawaban dari ayah Jongin, jawaban singkat yang sudah menjelaskan semuanya
Jongin mendesah pendek, ayahnya memang bisa saja menemukannya sedari dulu, dan kini mungkin sudah saatnya dia harus menghadapi kenyataan
"appa ingin bicara" ulang ayah Jongin kalem,
"tapi berdua saja, yeoja itu tidak boleh ikut" tukas Jongin, dia melirik sekilas Krystal
"baiklah, kita bicara di café diseberang jalan dan Soo Jung akan menunggu dimobil" balas ayah Jongin lagi, dia tersenyum karena anaknya tidak keras kepala lagi
Jongin menatap bungkusan ditangannya,
"tunggu dulu, aku akan menyimpan ini, appa tunggu disini saja" seru Jongin, dia lalu bergegas melewati ayahnya dan segera membuka pintu kamar penginapannya, jongin masuk dan mengunci kembali pintu itu dari dalam, dia tidak ingin ayahnya melihat Kyungsoo dikamar
Jongin meletakkan bungkusan hadiah darinya untuk Kyungsoo tepat disamping kanan namjanya itu, kyungsoo masih tertidur, dia menggeliat pelan dan lucu
Jongin mendudukkan dirinya sejenak disamping Kyungsoo, dia membelai lembut rambut jatuh Kyungsoo yang sangat halus dan lembut,
"My Kyungie, aku akan menyelesaikan masalah ini secepatnya dan aku akan kembali" gumam Jongin pelan, dia mengecup dahi namjanya itu
Jongin menepuk-nepuk singkat bungkusan hadiahnya untuk kyungsoo, lalu dia beranjak berdiri dan keluar untuk menemui ayahnya lagi
Jongin memberikan isyarat kepada ayahnya untuk bersama-sama pergi sekarang. Dan beberapa saat kemudian ayah jongin, Krystal dan Jongin sudah berada didalam mobil menuju café tempat mereka akan membicarakan hal yang serius
Babak baru segera dimulai
.
.
"apa yang ingin appa bicarakan?" Tanya Jongin, setelah dia dan ayahnya sudah berada didalam sebuah café yang lumayan besar, Krystal menungu sendirian di Mobil
"appa ingin membicarakan kelangsungan hubunganmu dengan pemuda yang bernama Kyungsoo"
Jongin mencoba mencerna kalimat ayahnya itu,
"aku tahu, pasti appa ingin aku berpisah dengan Kyungsoo, asal appa tahu saja… sampai mati aku tidak akan berpisah dengan Kyungsoo, tidak akan.." seru Jongin lantang, suaranya mengagetkan pengunjung café, dia tidak peduli
"kecilkan suaramu Jongin, jangan terbawa emosi, semua bisa dibicarakan dengan baik-baik" ujar ayah Jongin menenangkan anaknya
"appa jangan lakukan itu, aku tidak ingin berpisah dengan Kyungsoo.." jongin kembali frustrasi
Ayah jongin menggeleng pelan, dia belum membuat pernyataan apa-apa, anaknya sudah stress begitu
"asal kamu tahu, appa sedari dulu menyetujui hubunganmu dengan pemuda itu" ucap ayah Jongin pelan, nyaris tidak terdengar
"apa?" jongin membelalak tidak percaya
"appa merestuimu" ayah Jongin tersenyum
Jongin merasa ada bunga sakura yang jatuh didalam ruangan café itu, hatinya sangat senang dan bahagia. Dia tidak menyangka bahwa ayahnya akan merestui hubungan terlarangnya dengan Kyungsoo
"apa appa serius?"
"iya, appa tidak pernah main-main"
Jongin mendesah lega, dia betul-betul yakin tidak salah dengar, ayahnya memang merestui hubungannya dengan Kyungsoo
"tapi kenapa appa begitu mudah memberikan restu?" jongin bertanya pertanyaan yang tidak penting, dia hanya ingin tahu saja
"appa paham perasaanmu, sangat paham" jelas ayah Jongin, dia meminum seduhan mocca didepannya
"semudah itu?"
"sebenarnya ini bukan perkara yang mudah Jongin, tapi appa tahu bagaimana perasaanmu, kamu mencintai pemuda itu dan tidak ingin dipisahkan… appa mencoba berada diposisimu"
Jongin mengangguk singkat, dia tidak bertanya lagi.
"tapi ada satu masalah lagi Jongin" lanjut ayah Jongin,
Jongin yang ingin menyeruput kopinya, perlahan meletakkan gelas kopi itu, wajahnya kembali tegang
"masalah apa appa?" Tanya Jongin cepat
"ini mengenai ommamu…" jawab ayah jongin lesu
"ada apa dengan omma?" jongin bertanya, dan matanya memandang keluar ruangan café, siapa tahu saja ibunya sudah ada diluar dan mengintainya
Ayah jongin sedikit ragu untuk menjelaskan, dia mengetuk-ngetuk pelan meja, tanda dia mencoba mencari kata-kata yang tepat
"ommamu menyetujui hubunganmu dengan Kyungsoo…" ayah Kyungsoo mengucapkan kalimat itu dengan nada ragu yang kentara
"menyetujui? Benarkah? Itu bukan masalah appa? Itu malah kabar gembira.. aku sangat senang" ujar Jongin memotong kalimat ayahnya, dia ingin bersorak gembira, namun…
"tunggu, appa belum menyelesaikan kalimat appa, kamu sudah memotongnya duluan.."
"…"
"ommamu menyetujui hubunganmu dengan Kyungsoo, dengan syarat…" lanjut ayah Kyungsoo
Jongin ternganga, dia mendengar kata 'dengan syarat', dua kata itu bukanlah pertanda yang bagus untuknya
"syarat? Apa syaratnya appa?"
Ayah Jongin menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan, dia kembali berujar
"dengan syarat kamu harus menikahi Krystal dan memberikannya keturunan" tukas ayah Jongin lagi, dia tertunduk mendengar kalimatnya sendiri
Jgeerr…..
"apa? menikahi yeoja itu?" jongin kaget, langit seakan mau runtuh dan bumi berguncang. Dunianya seakan gersang dan kosong, syarat yang diajukan oleh ibunya sangatlah berat
"apakah appa tidak bisa berbuat sesuatu, aku tidak mungkin bisa menikahi yeoja itu, terlebih lagi memberikannya keturunan.." rutuk Jongin, dia mengusap wajahnya dengan kasar, dia ingin sekali melempar gelas kopi dihadapannya, dia sangat kesal sekarang
"maaf.. appa sudah mencoba, tapi ommamu sangat keras kepala, dia mengajukan syarat itu"
"appa, aku sudah mempunyai Kyungsoo"
"…"
"aku tidak mungkin bisa menikahi dan memberikan anak untuk yeoja itu"
Ayah Kyungsoo berpikir sejenak,
"bisa saja Jongin, jika kamu membuat pilihan dan memilih untuk menikahinya, kamu pasti bisa memberikannya anak, appa yakin.." ayah Jongin berujar mantap, namun ada nada sedih dalam kalimatnya
"dimana appa tahu jika aku bisa melakukan itu? Aku hanya mencintai kyungsoo seorang"
"appa tahu, karena appa mengalaminya sendiri" upss, ayah Jongin kelepasan bicara,
"mengalai sendiri? Maksud appa?" Tanya Jongin tidak mengerti,
"maksud appa, appa mengalami sendiri saat-saat membuat pilihan sulit Jongin, jika kita sudah membuat pilihan, maka ada jalan yang terbuka lebar dibalik pilihan itu" ayah Jongin berusaha beralibi dan mengelak dari pernyataannya semula, dia tidak ingin anaknya itu tahu mengenai orientasinya yang juga seperti anaknya
"jadi aku memilih untuk tidak menikah dengan yeoja itu" tukas Jongin geram, dia melupakan kalimat ayahnya tadi,
"jadi kamu ingin tetap ada tembok penghalang hubunganmu dengan pemuda itu?"
"appa, menyuruhku menikah dan mempunyai anak dari yeoja itu adalah jelas-jelas tembok penghalangnya. Appa seharusnya sadar"
"jongin, appa sudah mengusahakan segala cara, ommamu yang meminta ini semua, dia yang melahirkanmu kedunia ini dan tidak ada salahnya kamu memenuhi permintaan ommamu itu sebelum dia menjadi gila untuk selamanya" gumam ayah jongin, matanya sedikit berkaca-kaca, tanda ada sesuatu yang sangat serius dari kata-katanya,
"gila? Omma gila?" jongin tidak mengerti,
"belum sepenuhnya, appa juga belum yakin..."
Flashback On:
3hari yang lalu di kediaman Keluarga Kim,
Piring, gelas dan perabotan berhamburan dilantai, pecahan beling dan kaca menghiasi lantai marmer keluarga Jongin,
Pelaku pengrusakan barang-barang pecah belah itu adalah ibu Jongin, dia melempar segala macam benda yang ada didekatnya, lemari kaca ruang keluarga sudah pecah karena lemparan vas bunga oleh ibu jongin
Ayah jongin yang baru pulang dari tugas kepolisiannya tidak bisa berbuat apa-apa, 3 orang pembantunya juga tidak bisa mencegah tingkah gila nyonya Kim itu
"ini ada apa?" tukas ayah Jongin cepat, dia menghindar dari lemparan remote TV yang nyaris menghantam pelipisnya
"dasar laknat, kamu suami pembohong.." balas ibu Jongin, dia mencoba melempar tempat kaset DVD diruang keluarga,
Ayah jongin memberikan aba-aba kepada ketiga pembantunya untuk masuk kedapur dan membereskan kekacauan didapur, ketiga pembantu itu membungkuk pergi
Ayah jongin mencoba menghentikan aksi anarkis yang mirip demo penolakan kenaikan BBM itu. Dia mendekati isterinya sekaligus menghindari lemparan-lemparan keras
"ini ada apa sebenarnya? Jelaskan" ucap ayah Jongin lagi, dia berhasi memegang lengan isterinya yang mencoba mengangkat LCD TV yang ukurannya lumayan besar,
"lepaskan.. menjauh dariku…" ronta ibu Jongin, keadaan penampilannya sudah tidak elegan lagi seperti biasa, rambut palsunya sudah lepas sedari tadi, menyisakan rambut asli yang sangat tipis dan beruban
"tidak, sebelum kamu menjelaskan kenapa kamu mengamuk seperti ini sayang.."
Ibu jongin perlahan menghentikan rontaannya dari sang suami, dia terduduk di depan TV. Dia kemudian menangis tersedu-sedu,
"ada apa? katakanlah" ayah jongin kembali bertanya, dia masih belum paham dengan sikap isterinya itu
"kamu harus jujur.."
"jujur untuk?"
"kamu harus janji akan jujur, jangan menyangkal… jika tidak.." tukas ibu jongin, dia mencoba beranjak lagi dan berusaha menggapai reket nyamuk yang berjarak 2 meter didekatnya
"baiklah…baiklah… aku akan jujur, katakanlah.." ayah Jongin lagi-lagi mengalah dengan isterinya itu
Ibu jongin terisak tertahan, dia mencoba menahan tangisnya, kemudian dia mengambil sesuatu yang tertindih oleh MAP disamping kakinya,
"jelaskan mengenai foto ini? Semuanya…" seru Ibu Jongin seraya memperlihatkan selembar foto ukuran sedang tepat didepan mata suaminya
Mata ayah Jongin membelalak kaget, dia seperti tersambar kilat disiang bolong
Difoto itu terpampang nyata sosok ayah Jongin yang masih muda, dengan seorang pria seusianya, mereka berciuman dengan keadaan dada yang masing-masing telanjang, walaupun foto itu terlihat kusam termakan waktu, namun untuk mengenali siapa sosok difoto itu tidaklah sulit,
"i..ini…" gagap ayah Jongin, dia tersungkur lemas
"jelaskan.." mata ibu Jongin berkilat,
"i..ini.. ini memang fotoku, tapi foto ini sudah sangat lama sayang.." jelas ayah Jongin kemudian, dia mencoba mencari kalimat yang tepat untuk menjelaskan kepada isterinya
"Ya Tuhan… jadi semua itu benar, jadi semua yang dikatakan Ibu anak yang membawa kabur Jongin itu benar, kamu memang seorang pria abnormal"
"sayang.."
"aku tidak tuli dan tidak bodoh, kamu kira aku begitu saja melupakan perkataan wanita itu" tukas ibu Jongin keras,
"sayang, ini masa laluku, semua itu sudah lama berlalu"
"jadi katakan untuk apa kamu menikahiku? Untuk apa?"
"karena aku mencintaimu.."
"bohong.. kamu pembohong besar yang ulung, bertahun-tahun kamu pura-pura mencintaiku dan aku tidak sadar, betapa bodohnya aku"
"memang, aku sudah jujur, aku berusaha mencintaimu sayang… Jongin dan Jon soo adalah bukti bahwa aku menikmati peranku sebagai suamimu"
"kebetulan, kebetulan saja kedua anak itu lahir. Kamu hanya berusaha menjalankan tugasmu sebagai seorang suami dan sekarang.. kamu lihat sekarang, Jongin mengikuti jejakmu.." rutuk ibu jongin, dia kembali terisak dan tersedu-sedu, hatinya remuk dan hancur. Dia merasa dibohongi selama 22 tahun.
"sayang, aku…" ayah Jongin tidak bisa melanjutkan kalimatnya, pikirannya buntu. Isterinya sudah tahu semua masa lalunya, orientasi seksnya yang sudah menyimpang sejak muda, dan kelakuannya yang selalu bergonta-ganti namja saat muda dulu
"jadi aku harus bagaimana sayang, aku sudah jujur padamu dan mengakui semuanya. Aku minta maaf.." gumam ayah jongin mencoba menarik simpati isterinya
"ceraikan aku.."
"apa?"
"ceraikan aku… aku tidak ingin tidur besama lelaki sepertimu"
"tidak sayang.. aku tidak akan menceraikanmu.."
Ibu jongin memegang rambutnya kasar, dia merasa bagai korban keadaan dari suaminya itu,
"dan sikapmu terhadap hubungan Jongin dengan pemuda itu?" ibu jongin berujar lagi, dia sedikit melupakan kalimat cerai yang tadi meluncur dibibir tuanya
"tetap sama sayang, aku merestui hubungan jongin dengan pemuda itu"
"aku sudah menduga.. karena kalian sama saja, sama-sama menyimpang"
Ayah jongin tidak menanggapi hinaan dari isterinya, dia mencoba menormalkan suasana yang sangat panas tersebut
10 menit penuh kebisuan,
Ibu jongin beranjak, ayah jongin waspada dengan isterinya, siapa tahu saja isterinya itu hendak melemparkan sesuatu lagi,
Ibu jongin memutar bola matanya cepat, dia seperti terkena penyakit ayan. Dia berputar-putar tidak tentu arah, dia mengusap wajahnya kasar
"ah.. suami dan anakku sama-sama gila…" gumam ibu Jongin nyaris tidak kentara,
"anakku yang lain, dimanakah kamu? Omma merindukanmu sayang… ambil omma bersamamu.." gumaman ibu jongin berlanjut
Ayah jongin masih memperhatikan tingkah aneh isterinya tersebut, dia masih dalam posisi waspada
"Soo Jung, ah.. gadis itu.. dimanakah gadis itu? Aku akan menikahkanmu dengan Jongin-ku.. yeaahh, pikiran yang bagus… yeaahh… benar.." ibu Jongin meracau tidak jelas, dia memegang horden jendela dan memelintirnya
Ayah jongin khawatir melihat tingkah aneh isterinya, jangan-jangan isterinya itu sudah gila. Jangan sampai itu terjadi, masalah dalam keluarga sudah terlalu banyak
"aku… aku akan menyetujui hubungan Jongin dengan pemuda itu, asal… asal Jongin mau menikahi Soo Jung dan memberikannya keturunan" ibu Jongin berbalik memandang suaminya, tingkahnya kembali serius dan normal secara tiba-tiba
"apa?"
"aku tidak akan mengulangi perkataanku.. aku sudah berbaik hati, kurang apa lagi. Aku adalah omma yang terbaik yang pernah ada, kamu tahu itu.. hah.." kata ibu Jongin lagi, matanya menyipit
"tapi sayang… tidak mungkin…"
"apanya yang tidak mungkin, kamu bisa melakukan hubungan seks dengan sesamamu, Jongin bisa mencintai pemuda sialan itu… semua mungkin didunia ini, cepat cari Jongin dan katakan hal ini kepadanya… jika tidak, mungkin dia tidak akan melihat ommanya untuk selama-lamanya.. aku tidak main-main" ancam Ibu Jongin, dia kemudian melangkahkan kakinya sedikit berlari untuk mengambil pisau buah diatas kulkas ruang keluarga,
Dengan cepat ayah jongin menghalangi tingkah nekat isterinya, dia berhasil memegang tangan isterinya, namun dia sedikit terlambat, karena pisau itu sudah menyambar lengan isterinya
"baiklah sayang, aku akan mencari Jongin secepatnya dan menyampaikan permintaanmu.."
Ayah Jongin panik, dia memanggil acak ketiga pembantunya untuk menghubungi ambulance, isterinya perlu mendapat pertolongan lanjutan,
'ya tuhan..' desah ayah Jongin
Flashback off
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Sehun menuju ke kampusnya pagi ini dengan lesu. Dia melangkahkan kakinya gontai dan tidak bersemangat. Dia tadi singgah membeli bubble tea dan meminumnya sendiri, dan sekarang dia mendudukkan dirinya di bangku taman kampus
"jangan melamun begitu" seru sebuah suara yang mengagetkan Sehun,
"hyung" Sehun memandang namja yang mengagetkannya dan setelah itu dia kembali termenung
"ada apa?" Tanya namja itu
"tidak ada apa-apa" jawab sehun pelan
Namja tersebut adalah Baekhyun, namja yang sering bereyeliner tebal, namun akhir-akhir ini dia jarang memakai lagi eyelinernya
"oh, yah sudah jika tidak ingin cerita" ucap baekhyun santai,
"hyung, bagaimana hubungan hyung dengan Taeyeon noona?" Tanya Sehun tiba-tiba
Baekhyun mendesah panjang,
"entahlah, aku juga masih bingung dengannya.."
"bingung kenapa?"
"hubungan kami jalan ditempat, yah mirip-mirip dengan gerakan baris berbaris" kata Baekhyun bercanda,
"kalian bertengkar?" Tanya Sehun lagi, dia belum mendapatkan jawaban yang memuaskan,
"dia mengunfollow instagramku, mungkin dia sudah menemukan namja lain diluar sana" kata Baekhyun pelan, dari nada suaranya dia terdengar santai saja
"oh, itu hanya masalah teknis hyung… seharusnya noona itu bersyukur, dengan usia yang tua seperti itu Taeyeon noona harus bangga karena bisa pacaran dengan hyung, yang masih muda dan tampan" seru Sehun asal,
Baekhyun tertawa singkat mendengar perkataan sehun itu
"tapi memang sepertinya kisah cinta Noona-Dongsaeng sekarang lagi trend di korea" lanjut Sehun lagi, dia sebenarnya berharap ada tren percintaan Namja vs namja, tapi itu tidak mungkin
"jadi apakah hyung akan mencari noona yang lain?"
"jangan bicara macam-macam, aku belum putus dengannya. Asal kamu tahu saja, aku mengikuti nasehatmu yang pernah mengatakan bahwa hanya ada satu cinta dalam satu waktu, jadi sebelum aku putus dengannya, aku tidak akan mencari yang lain" ungkap Baekhyun sambil tersenyum
"kalau begitu hyung putuskan saja dia" saran Sehun, dia tertawa evil,
"saranmu akan kupertimbangkan" balas Baekhyun, dia memang sedang memikirkan kemungkinan itu
Sehun dan Baekhyun tertawa bersama, dan kemudian muncul seorang yeoja, yeoja yang beda fakultas dengan Sehun dan Baekhyun
"maaf oppa, apa oppa tahu namja yang bernama Kyungsoo?" Tanya yeoja itu sambil tersenyum manis, manis yang dibuat-buat
"Kyungsoo sepertinya sudah lama tidak masuk kampus, ada apa?" Baekhyun yang menjawab
"tidak, oh begitu.. baiklah oppa, terima kasih" tutup yeoja itu, lalu dia lekas beranjak dan pergi,
Sehun menggumam mengejek, matanya mendelik
"siapa dia?" Tanya Sehun, matanya memandang punggung yeoja itu yang sudah menjauh
"dia namanya Sojin, teman Minah" jawab baekhyun santai
"yeoja yang mencari Kyungsoo hyung lagi.. sepertinya dalam sebulan ini sudah ada 5 yeoja centil yang mencarinya.." kata Sehun menerawang
"begitulah.."
"Kyungsoo hyung walaupun pendek begitu, tapi ada juga yeoja yang mau dan selalu mencarinya… aku kenapa tidak ada yang mencariku?" sehun bertanya tidak penting, jiwa anak SMPnya keluar lagi
"kamu ini bodoh atau stupid? Kyungsoo dicari oleh para yeoja itu karena kyungsoo tidak ada disini, kalau kamu juga tidak ada disini, aku yakin pasti banyak yang mencarimu"
"…"
"tapi kamu senang dicari oleh yeoja?" Tanya Baekhyun evil,
"tidak, aku lebih senang dicari oleh Namja" balas Sehun sambil tertawa masum
"sepertinya ada tanda bahwa kamu akan selingkuh dari namja china yang bernama Luhan itu.." seru Baekhyun menebak asal
"aku hanya bercanda, aku tetap setia kepada Luhan hyung, selamanya.. walaupun akhir-akhir ini dia tidak pernah memberikanku jatah harian atau jatah bulanan, tapi aku akan tetap mencintainya" seru Sehun sambil mengepalkan tangan berlebihan,
Baekhyun menelungkup wajahnya dengan telapak tangan, rupanya sedari tadi Sehun galau dan kalut karena tidak diberikan jatah oleh Luhan. Baekhyun menggeleng pelan
Kisah cinta yang aneh,
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
ibu Kyungsoo sedang berada dipusat perbelanjaan, dia datang sendiri tanpa ditemani oleh suaminya. Rutinitasnya sebagai seorang guru membuatnya perlu sekali-sekali menyegarkan otak, terlebih lagi masalah keluarganya yang belum menemui titik temu
ibu Kyungsoo berjalan melihat-lihat permainan anak-anak untuk usia 3 hingga 6 tahun. Ada perosotan plastik, arena mandi bola dan permainan khusus anak-anak lainnya. Dia menatap seorang anak kecil yang digendong oleh seorang yeoja kira-kira berumur 17 tahun, yeoja itu adalah salah satu pekerja yang bertugas menjaga dan bermain bersama anak-anak ditempat itu
"omma, aku suka noona itu, bisakah aku menikah dengan noona itu?" ujar anak lelaki yang digendong tadi, kalem. Dia menunjuk yeoja yang tadi menggendongnya
"sayang, kamu masih kecil. Nanti jika kamu sudah besar, baru boleh…" jawab omma anak tersebut, lembut dan bersahaja
"benarkah omma..? aku sangat senang.." seru anak lelaki itu girang, dia melompat-lompat senang
"iya, apapun permintaanmu, akan omma kabulkan sayang.. " kata omma anak itu lagi
"… dengan siapapun kamu ingin menikah, asal kamu bahagia sayang" lanjut omma anak itu lalu memeluk anaknya dengan pelukan kasih seorang ibu
Ibu kyungsoo yang melihat moment bahagia ibu-anak itu entah mengapa matanya berkaca-kaca, dia teringat anak semata wayangnya, Kyungsoo… kyungsoonya yang sudah terusir
Mata ibu Kyungsoo semakin berair, dan tidak lama, air matanya jatuh tidak terbendung lagi, dia terisak-isak ditengah hiruk pikuk orang-orang dipusat perbelanjaan itu
Dia tidak pernah mau mendengar isi hati anaknya, dia tidak pernah bisa mengerti bagaimana perasaan Kyungsoo. Bagaimana anak itu mencoba melawan perasaannya terhadap sesamanya, perasaan yang sulit untuk dibohongi,
Dan kemudian, ibu Kyungsoo segera pulang, dia sudah tidak ingin berlama-lama lagi dikeramaian
.
.
.
Ibu Kyungsoo sampai dirumahnya 15 menit kemudian, dia lalu masuk kesebuah ruangan dilantai 2, ruangan baru, ruangan yang seharusnya sekarang dihuni oleh anaknya, Kyungsoo
Diruangan itu hanya ada tempat tidur dan sebuah lemari besar. Disamping lemari terdapat 2 kardus besar barang-barang, itu adalah barang-barang yang dibawa oleh ayah Kyungsoo dari rumah lama, barang-barang kepunyaan Kyungsoo
Ibu Kyungsoo untuk pertama kalinya memegang kardus itu, dia membuka perlahan tutup kardus dan melihat isinya, isi kardus didominasi oleh buku-buku novel dan misteri. Ibu Kyungsoo mengangkat isi kardus itu, lalu dibagian paling bawah, dia melihat kaset DVD film, yang rata-rata adalah film asia
Kaset DVD itu bukanlah kaset porno yang pernah ditemukan oleh Jin Young didalam kamar Kyungsoo, melainkan kaset film biasa. Tercantum banyak judul, yang rata-rata menceritakan cinta 'yang tidak biasa'
Ibu Kyungsoo tertegun, dia melihat secarik kertas yang diselipkan didalam kaset film bergenre keluarga dari Thailand, kertas itu menarik perhatian ibu Kyungso
Dengan gerakan yang cepat, ibu Kyungsoo menarik kertas itu, membukanya, lalu membacanya
'omma, appa… maafkan aku, jika mungkin suatu hari omma dan appa mengetahui jika aku berbeda dengan anak lainnya, aku mohon omma dan appa bisa mengerti. Aku juga tidak tahu kenapa bisa sampai seperti ini. Aku mungkin akan mengecewakan keluarga… sekali lagi aku minta maaf, omma…appa.' Ada bekas bulat di kertas itu, mirip bekas tetesan air mata, yang jelas saja tetasan air mata Kyungsoo, air mata kesedihan dan pengharapan
Ibu Kyungsoo terhenyuk, dia terduduk dilantai dan membaca berulang-ulang kalimat yang ditulis beberapa bulan yang lalu oleh anaknya itu,
Tanpa disadari oleh ibu Kyungsoo, air matanya mengalir membasahi pipi tuanya. Dia terlambat menyadari bahwa anaknya begitu tersiksa dan tertekan dengan 'perbedaan'nya itu.
Ibu Kyungsoo teringat perkataan keponakannya, Luhan: 'ketidaknormalan itu muncul sejak lahir dan tidak ada yang pernah memintanya'…dia juga teringat perkataan ayah Jongin : 'pikirkanlah sebelum semuanya terlambat'
Kuncinya adalah dirinya, diri ibu Kyungsoo, bagaimana dia menyikapi 'perbedaan cinta' anaknya sebelum semuanya terlambat,
Yah, sebelum semuanya terlambat….
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Kyungsoo terbangun dari tidurnya, dia mengucek-ngucek mata besarnya lucu. dia memandang kesana kemari mencari sosok Jongin, matanya menangkap bungkusan yang tepat disamping kepalanya tadi
Kyungsoo membuka bungkusan itu, matanya membulat ketika melihat kue besar dengan hiasan indah dan dua buah lilin, lilin itu berdampingan, namja dan namja
Kyungsoo tersenyum senang, dia melihat sebuah pesan yang dituliskan oleh Jongin disebuah kertas untuknya, kyungsoo membacanya :
'selamat hari jadi Jongin love Kyungsoo bulan pertama… aku yakin cinta kita berdua akan kekal abadi'
Kyungsoo kembali tersenyum dan menampilkan bibir lovenya, hatinya berbunga-bunga, rupanya Jongin membeli kue ini untuk merayakan hari jadian mereka yang baru sebulan. Perayaan yang aneh, namun sangat romantis bagi Kyungsoo
Dan tidak lama kemudian, Jongin muncul dibalik pintu dengan tergesa-gesa dan langsung mendekati Kyungsoo,
"jongin ah" sambut Kyungsoo,
Jongin tanpa komando lalu memeluk erat Kyungsoo, sangat erat, seakan-akan dia tidak ingin melepaskan namja kecilnya itu,
"ini ada apa? kenapa tiba-tiba.." ucap Kyungsoo terheran,
Jongin masih mengeratkan pelukannya, matanya terpejam. Kyungsoo membalas pelukan Jongin dengan menyilangkan tangannya dipunggung tegap namjanya itu,
"ada apa?" Kyungsoo kembali bertanya tidak mengerti,
"bukan apa-apa, aku hanya ingin memelukmu.." jawab Jongin singkat,
Kyungsoo tersenyum, mungkin namjanya itu ingin bermanja-manja dengannya.
"eratkan pelukanmu Kyungsoo ya.." kata Jongin pelan, kyungsoo tanpa bertanya lekas mengeratkan pelukannya ke Jongin, entah apa yang terjadi dengan namjanya itu, namun dia sangat senang sekarang
"cium aku.." tukas Jongin, setelah dia melepaskan pelukannya, wajahnya menyiratkan sesuatu yang sulit diartikan,
"sekarang..?" Kyungsoo bertanya kikuk,
"iya, sekarang" balas Jongin penuh harap
Kyungsoo menatap bibir seksi namjanya itu, dia pernah merasakan bibir Jongin, bibir pertama yang mengambil ciuman pertamanya
Dengan gerakan slow motion, kyungsoo memajukan bibir tebal merahnya dibibir seksi Jongin, dan beberapa detik kemudian, kedua bibir namja berbeda umur setahun itu saling bersentuhan, saling berpagut, saling menghangatkan, saling menyatu dan saling melumat.
Entah siapa yang memulai, lidah mereka saling serang dan mencoba masuk untuk mengabsen gigi dan rongga masing-masing.
Mereka berdua larut dalam ciuman yang awalnya lembut dan lama kelamaan menjadi panas dan bergairah,
10 menit menikmati ciuman yang langka itu, Kyungsoo sudah kehabisan nafas, dia memberikan aba-aba kepada Jongin untuk berhenti sejenak,
Ciuman mereka terputus dan menyisakan saliva keduanya dimasing-masing bibir. Kyungsoo menarik nafas dalam-dalam, begitu juga dengan Jongin
"peluk aku lagi.." tukas Jongin kemudian, dia lalu dengan cepat memulai pelukannya, seperti tadi dia mengeratkan pelukannya ditubuh mungil Kyungsoo,
Kyungsoo yang masih mencoba menghirup udara, kembali gelagapan, jongin memeluknya lagi dan otomatis Kyungsoo juga membalas pelukan itu,
"jongin ah, kamu kenapa? Katakanlah… tidak biasanya" kata Kyungsoo yang masih dalam pelukan Jongin,
"tidak apa-apa, aku hanya ingin saja" jawab Jongin pelan, nyaris tidak terdengar
"pasti ada sesuatu? Apakah kamu akan pergi untuk selamanya?" Tanya Kyungsoo menebak asal, pelukan jongin untuknya seperti pelukan terakhir yang tidak akan pernah dia rasakan lagi
"…"
"jawablah, ada apa?" kyungsoo semakin memaksa, tangannya masih menyilang dipunggung namjanya itu
Jongin terdiam, matanya terpejam,
Dilema menguasainya, apakah dia harus jujur atau tidak?
.
.
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Chapter 15 update, mudah-mudahan konflik di chap ini tidak membuat reader semua mencak-mencak dan bosan, plotnya sudah seperti itu dan sulit diubah. aku berjanji akan menyelesaikan semua konflik yang ada. Mungkin ada tambahan 1 chap lagi, dari chap terakhir yang sudah direncanakan…he…he… banyak yang minta Happy ending ya.. ehm… ehm… nanti diliat ya, he..he…
Terima kasih untuk Review tanpa akun : me1214, miss leeanna, shineexo, aku adalah aku, Me, f … yang selalu tahu kapan update, he…he… aku membaca review kalian, terutama yang review tiap chapter, sangat membuat semangat.
Terima kasih juga tidak terkira kepada Reader yang punya akun, yang selalu memberikan Review dan tanggapannya ditiap chapter: kimyori95, Insooie baby, .58, Gyurievil, thelostisland35, KaiSooLovers, humaira9394, nisakaisa, dekaeskajei, SognatoreL, Huang Zi Lien, mrblackJ, BangMinki, blackjackcrong, ZeeKai, dyopororo, Metacho137, Kyungra26, Maple fujoshi2309, Taeminho597, SFA30, bimbimbab, lovely autumn, damean, Daiirere, Soo Kyung, Guest, JonginDO, dan semua Reader FF ini… salam
