Good Boy vs Bad Boy
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie
Genre : Drama and Friendship
Warning : This is Yaoi (BL) , Author Newbie, Maaf kalau Typo berserakan,
= Happy Reading =
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Jongin melepaskan pelukannya, dia menatap mata bulat Kyungsoo,
"kamu tidak akan pergi kan? Aku.." Kyungsoo bertanya, perasaannya terlalu sensitif,
"aku tidak akan pernah pergi, kamu bicara apa.." balas Jongin, dia tersenyum, senyum yang menyiratkan sesuatu
"apa kamu suka dengan kue itu?" lanjut Jongin, dia mengalihkan pembicaraan dan perhatian Kyungsoo, dia menunjuk Kue besar dengan hiasan boneka namja dari lilin
Kyungsoo masih mengharapkan jawaban jujur dari Jongin, namun dia memutuskan untuk tidak memaksa namjanya itu, Kyungsoo tersenyum, dia mengangguk tanda dia sangat suka dengan kue itu,
"baiklah, mari kita potong.." ucap Jongin lagi, dia beranjak dan mengambil pisau dapur
Kyungsoo memperhatikan tingkah dan gerak Jongin yang sepertinya aneh dan ngambang, tidak biasanya, dia merasakan ada sesuatu yang disembunyikan namjanya itu
Jongin memotong kue itu dengan perlahan, potongan pertama jelas untuk Kyungsoo, kyungsoo membuka mulutnya menerima dengan senang hati potongan kue dari Jongin, dia sangat bahagia. Kemudian balas Kyungsoo yang memotong kue itu, dia memberikan potongan yang lumayan besar tersebut ke Jongin, dan mereka bersama-sama menikmati kue tersebut
"hiasan lilinnya sangat lucu.." gumam Kyungsoo seraya mengambil satu boneka lilin namja itu, dia mengamatinya, lilin itu seperti tokoh pangeran dicerita Cinderella, dan lilin satunya lagi entah tokoh kartun mana, boneka itu hanya memakai jas berwarna hitam
"aku memilihnya sendiri, khusus untuk kita berdua.." kata Jongin sambil tersenyum, senyuman hambar, pikirannya masih dipenuhi hal-hal yang lain
Kyungsoo juga ikut tersenyum, senyuman love lips sedikit banyak membuat Jongin melupakan masalah perihal ommanya dan semua keinginannya, jongin memang sangat menyukai senyuman bentuk hati dari bibir Kyungsoo itu, senyuman langka yang dimiliki oleh seorang namja
"aku punya hadiah untukmu.." ucap Jongin, dia mengeluarkan sesuatu dari sakunya, sesuatu yang dibungkus dengan kertas kado
"bukalah.." lanjut jongin lagi, dia menyuruh Kyungsoo untuk membuka sendiri kado itu,
"aku tidak sedang berulang tahun Jongin ah, kenapa pakai kado begini.." balas Kyungsoo, dia hanya sekedar bertanya, padahal dalam hatinya dia sangat senang
"kado ini sebenarnya untuk kita berdua Kyungsoo ya" jawab Jongin pendek, dia tersenyum lagi
Kyungsoo dengan cepat membuka kado itu, dan sepasang cincin berwarna silver yang polos menyambut mata Kyungsoo
"ini cincin couple.." jelas Jongin, dia memang sengaja memilih cincin pasangan itu khusus untuk mereka berdua
"aku suka, warnanya bagus Jongin ah.." girang Kyungsoo, dia terus mengamati cincin tersebut
Jongin mengambil alih satu cincin itu, dia memasangkannya di jari manis Kyungsoo, sesuai dugaannya cincin itu pas di jari namjanya itu, cincin itu menyatu bersama jari kyungsoo yang putih
Kyungsoo juga balas memasangkan cincin yang tersisa, dan ukurannya juga pas dengan jari Jongin,
"selama kita memakai cincin ini, kita akan selalu menyatu dan tidak terpisahkan" ucap Jongin kalem, matanya menatap mata Kyungsoo
"jadi ketika cincin ini terlepas, kita akan berpisah?" Tanya Kyungsoo, Tanya-tanyaan,
"tidak akan, cincin ini hanya simbol saja Kyungsoo ya, hati dan cinta kita akan tetap menyatu walau secara fisik cincin ini terlepas" jawab Jongin,
"iya, aku tahu… kita tidak akan pernah berpisah" tambah Kyungsoo, memperjelas dan menekan kalimat terakhir Jongin untuknya
Jongin kembali memeluk Kyungsoo untuk ketiga kalinya, entah mengapa dia ingin terus melakukan itu, kyungsoo kembali gelagapan, namun dia berusaha untuk tidak bertanya, karena percuma saja, kyungsoo membalas pelukan Jongin seperti dua pelukan sebelumnya, pelukan itu masih tetap hangat dan lembut, pelukan yang penuh cinta
"iya, kita tidak akan terpisahkan.. tidak akan Kyungsoo ya… tidak akan.." jongin mengulang-ulang kalimatnya, suaranya bergetar hebat, dia terisak dan tersedu, jiwa mellow-nya keluar
Kyungsoo bingung harus berkata apa, sangat jelas sekali bahwa namjanya itu ingin menyampaikan sesuatu kepadanya. Untuk kedua kalinya dia melihat sendiri seorang Kim Jongin yang cool tiba-tiba menjadi melankolis seperti ini, seseorang memang bisa saja mengeluarkan sisi lain dari dirinya, jika keadaan sudah memaksa
"aku tahu kamu ingin menyampaikan sesuatu yang penting, katakan saja Jongin ah, jangan ragu… tolonglah" tukas Kyungsoo masih dalam pelukan namjanya,
Jongin membalas kalimat kyungsoo dengan cegukan pendek, sedari tadi jongin menyembunyikan reaksi fisiknya yang bergetar hebat
"aku.. aku…" jongin galau,
"katakan saja…" ujar Kyungsoo memberikan dorongan, dia tidak ingin Jongin menjadi tersiksa karena menyimpan sendiri sesuatu yang mungkin akan menjadi masalah
Jongin melepaskan pelukannya, dia memegang pipi Kyungsoo, menatap mata bulat Kyungsoo, dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan, Jongin siap untuk memberitahu Kyungsoo,
"baiklah… aku akan mengatakannya, sekarang.." ucap Jongin mantap,
"…"
"ommaku… ommaku menginginkan aku untuk menikah dengan seorang yeoja yang bernama Krystal" jujur Jongin, dia menundukkan kepalanya,
Jdeeerrrr….
Kalimat dari Jongin tadi seperti 10 karung beras yang ditimpakan kepada Kyungsoo ketika tertidur, perumpaan yang berlebihan memang. kalimat dari Jongin itu bagaikan sebuah bencana dan air bah yang datang tiba-tiba,
Kyungsoo membisu, dia tidak bisa memberikan komentarnya, dia tahu bahwa jongin sedang dalam posisi terjepit dan sulit
"jadi kamu setuju?" Tanya Kyungsoo akhirnya, bibirnya bergetar menanyakan hal tersebut
"aku belum memberikan keputusan kepada appa. Appa yang memberitahuku semua ini, omma sakit" ungkap Jongin, jongin juga menjelaskan dengan singkat bahwa ayahnya tadi datang bersama yeoja yang bernama Krystal itu
"bagaimana keadaan ommamu?" kyungsoo kembali bertanya, nadanya datar
"kata appa, omma sedang berada dirumah sakit. Rumah sakit biasa… tapi sepertinya omma akan dibawa dirumah sakit jiwa" jelas jongin lagi
"rumah sakit jiwa?"
"iya, omma menunjukkan gejala stress dan depresi hebat. Appa sangat khawatir dengan keadaannya" jongin mengusap wajahnya kasar, masalah datang bertubi-tubi. Andai saja diantara mereka ada yang yeoja, masalah ini tidak akan serumit ini… begitulah perjuangan 'cinta unik dan beda' antara kyungsoo dan Jongin
Kyungsoo juga tertunduk, dia tidak tahu harus berkata apa. dia mencoba berpikir dengan kepala dingin,
"aku tidak ingin menikah dengan yeoja itu Kyungsoo ya.. kamu pasti tahu itu" ucap Jongin, dia berkata seperti itu karena takut jika namjanya menganggap bahwa dia ingin mengabulkan permintaan ibunya
Kyungsoo masih berpikir keras, mencoba mencari solusi
"ikuti saja keinginan ommamu Jongin ah.." kata Kyungsoo, nadanya menyiratkan kesedihan
"apa?"
"ikuti apa mau ommamu, ommamu sudah tua dan sekarang dirawat dirumah sakit karena menginginkan kamu menikah dengan gadis pilihannya. Ingat, dia yang melahirkanmu, ingat semua perhatiannya, ommamu masih menginginkanmu menjadi anaknya… jadi.." kalimat Kyungsoo terputus, dia mengingat ibunya sendiri, ibu yang mengusirnya, ibu yang sudah tidak ingin menganggapnya anak lagi
"tapi Kyungsoo ya, itu tidak mungkin, omma menginginkan aku menikah dengan yeoja itu dan memberikannya anak, apa kamu mau aku melakukan 'hal' itu dengan orang lain?" tukas Jongin tidak terima, dia kesal karena Kyungsoo malah menyuruhnya mengikuti kemauan ibunya
"tentu tidak, aku tidak rela.. tapi kita tidak bisa berbuat apa-apa. aku tahu perasaan appamu, dia pasti takut ommamu tambah depresi dan berakhir… maaf…" kyungsoo tidak melanjutkan kalimatnya, mungkin lanjutan kalimatnya itu akan membuat Jongin semakin khawatir
Jongin menarik nafas dan menghembuskannya kasar, dia resah, galau, kalut dan pusing
"apa kamu rela benihku ditanam dirahim yeoja itu?" jongin kembali bertanya,
"jika aku ditanya seperti itu, jelas aku akan menjawab tidak akan rela, tapi… ommamu…" kyungsoo juga bimbang,
"aku juga tidak ingin kyungsoo ya.. apakah tidak ada cara untuk tetap mempertahankan hubungan kita tanpa aku harus menikahi dan memberikan anak yeoja itu?"
Kyungsoo memikirkan berbagai kemungkinan, dia membayangkan jongin-nya memakai jas dan bergandengan tangan dengan seorang yeoja, mengucapkan janji suci dialtar, mencium yeoja itu dan saat malam tiba jongin melaksanakan tugasnya sebagai seorang suami, memberikan nafkah bathin untuk pertama kalinya untuk yeoja itu.. tidak… tidak, kyungsoo mencoba menghilangkan pikiran dan bayangan tersebut
"jongin ah, apakah ommamu hanya ingin mempunyai cucu saja?" Tanya Kyungsoo, mungkin saja ada jalan keluar lain
"tidak, omma ingin aku menikahi yeoja itu dan memberikannya anak. Tidak salah satunya saja, omma ingin aku melakukan 2 syarat itu dan omma akan merestui hubungan kita, begitu kalimat dari appa tadi" jelas Jongin, dia tadi berpikir akan membuat bayi tabung saja, atau menyewa lelaki lain untuk membuat hamil Krystal, namun itu sia-sia saja, karena ibunya ingin Jongin menikah dengan yeoja itu, Jongin menikah dan Krystal hamil… paket lengkap
Kyungsoo lesu, dia menyandarkan tubuh mungilnya didinding, dia menekuk lututnya dan memegang lutut dengan kedua tangannya, kebiasaan yang sering dilakukannya saat cemas dan gelisah
"jadi kapan appamu ingin mendengar keputusanmu?" Tanya Kyungsoo, dia masih dalam posisi duduknya
"secepatnya Kyungsoo ya.." jawab Jongin singkat
"jongin ah, aku mengikuti semua keputusanmu, apapun yang kamu putuskan, aku akan menerimanya.. jangan khawatirkan perasaanku, ini demi ommamu juga. Asalkan hati dan cintamu tetap untukku, aku pasti akan merelakan ragamu untuk orang lain, walau itu sakit…" pernyataan Kyungsoo yang masih bercabang-cabang itu membuat Jongin terhenyuk,
Jongin semakin mencintai namjanya itu, dia harus berbuat sesuatu, sesuatu yang membuat tidak ada yang tersakiti, terutama Kyungsoo. Kyungsoo sudah rela pergi bersamanya dan meninggalkan pendidikannya, semua demi dirinya. Jongin tidak akan mengecewakan Kyungsoo-nya, dia akan mencari jalan keluar
Seperti prinsipnya, harapan itu masih tetap ada
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Sehun muncul lagi di rumah keluarga Kyungsoo dimana Luhan berada. Dia tidak bertingkah aneh-aneh lagi, sehun mencoba bersabar untuk tidak berbuat mesum bersama Luhan, dia harus mengerti posisi Luhan yang hanya dititipkan dirumah ini, setelah Luhan selesai dengan kuliahnya, Luhan akan segera kembali ke China berkumpul dengan keluarganya, Ibunya, adiknya dan… ayahnya.. ah entah bagaimana nasib ayah tirinya itu
"Sehun ah, ayo turun, omma Kyungsoo memanggil kita untuk makan bersama..." ajak Luhan, dia sudah rapi dan bersiap untuk bersantap bersama keluarga Do
"terima kasih hyung, tapi aku sudah makan, hyung turun saja" balas sehun, dia menelungkup diranjang Luhan, asyik dengan gadget milik Luhan
"benar kamu tidak ingin turun makan bersama?" ulang Luhan
"iya hyung" kata Sehun,
"baiklah.. aku turun dulu, dan ingat jangan pakai tissu berlebihan, 2 hari ini tissuku cepat habis dan itu karena ulahmu" kata Luhan, dia masih ingat dengan tumpukan tissunya yang sudah kotor ditempat sampah, entah Sehun menggunakannya untuk apa, Luhan tidak ingin membayangkan yang macam-macam
"baik hyung" tukas sehun sembil menampilkan huruf V dengan jarinya,
Luhan hendak keluar kamar, namun Sehun kembali memanggilnya,
"hyung… ponsel hyung canggih juga, beberapa detik saja bisa mendownload video ukuran 200mb" tukas Sehun seraya memperlihatkan video hasil downloadnya, video itu sudah diplay
Luhan memicingkan matanya untuk memperjelas penampakan video itu, lalu Luhan dengan cepat menghambur kearah Sehun, dia mencoba mengambil kembali gadgetnya
"Sehun, kenapa kamu mendownload videop porno seenaknya, bagaimana jika ada orang lain yang tahu jika aku menyimpan video seperti itu diponsel" geram luhan, masih berusaha merebut ponselnya itu
"hyung berlebihan, ini cuma video porno biasa. Semua orang dewasa menyimpan video seperti ini diponselnya, itu fakta hyung.." elak Sehun tidak mau kalah,
"bukan begitu Sehun ah, masalahnya itu bukan video porno biasa, itu video porno yaoi, kemarikan ponselku" Luhan semakin naik pitam, karena gagal menggapai dan mendapatkan ponselnya lagi
"hyung turun makan dulu, setelah itu nanti aku kembalikan ponsel ini" Sehun yang lihai menghindar mencoba beraegyo untuk Luhan, aegyo gagal tentunya
"terserah" tukas Luhan, dia menyerah
"begitukan lebih baik hyung" Sehun terkekeh
"mana tali? Mana tali?" Luhan meracau tidak jelas
"untuk apa hyung?" sehun meladeni racauan Luhan
"aku mau gantung diri" tutup Luhan, dia kesal. Sehun tertawa evil
Luhan akhirnya keluar kamar dan lekas turun ke lantai satu, ruang makan keluarga
.
.
.
"temanmu tidak ikut?" Tanya ayah Kyungsoo, ketika dia melihat Luhan hanya turun sendiri
"tidak ajuhsi, katanya dia sudah makan dan tidak lapar.." jawab Luhan singkat, dia mendudukkan dirinya di kursi kosong yang ada, dia masih kesal dengan sehun
"benarkah temanmu tidak lapar?" kali ini Ibu Kyungsoo yang bertanya, dia bertanya dengan tidak bersemangat, karena beban pikirannya
"iya ajuhma, dia tadi bilang tidak lapar dan.." kalimat Luhan terhenti karena…
"wah, makanan buatan ajuhma sepertinya enak.." rupanya Sehun muncul, dia seperti berteleportasi dan muncul mendadak di ruang makan itu
Luhan memandang sehun dengan pandangan jengkel, dia tadi memanggil namjanya itu untuk turun, namun Sehun menolak, dan sekarang Sehun datang tak diundang pulang tak diantar (ini sudah berlebihan alias lebay), sehun muncul tiba-tiba dan mengagetkan Luhan, ingin rasanya Luhan memasukkan Sehun kedalam karung dan melemparkannya kelaut
"ayo makan.." tukas Ibu Kyungsoo sambil tersenyum kepada Sehun, ayah Kyungsoo juga melakukan hal demikian
"ayam ini enak, aku suka.." Sehun menggumam sambil mengunyah, dia mendahului tuan rumah untuk makan, ayah dan ibu Kyungsoo hanya tersenyum melihat tingkah Sehun itu
Sedangkan Luhan ingin rasanya dia membidik sehun dengan ketapel, tingkah anak kecil Sehun sudah meruntuhkan image Luhan yang sabar dan pendiam, karena Luhan mempunyai prinsip teman adalah cerminan diri, dia tidak ingin ibu dan ayah Kyungsoo menganggap dia mempunyai teman yang begajulan dan tidak tahu aturan
"maaf tuan, nyonya Min datang.." salah satu pembantu dikediaman Kyungsoo memberitahukan tuan rumah bahwa ada tamu,
"suruh kesini saja, ikut bersama kami untuk makan" ayah Kyungsoo yang menyahut,
Tidak lama kemudian, muncul ahjuma-ahjuma tua gendut dengan dua orang anak gadis kecil dan satu namja pendek di sampingnya, Luhan mengenali kedua anak kecil itu adalah anak yang sama memergokinya dikamar bersama Sehun,
"Kyungsoo..." Ibu Kyungsoo berujar, dia menatap namja yang datang bersama nyonya Min itu,
"itu bukan Kyungsoo sayang.." ayah Kyungsoo meralat panggilan istrinya tadi,
Ibu Kyungsoo mendesah, rupanya dia salah lihat, namja itu bukan anaknya, dia sepertinya berhalusinasi dan mengira namja itu adalah Kyungsoo
Dan kemudian…
"ah, oppa.. oppa yang main kuda-kudaan kemarin bersama oppa yang disanakan?" tukas salah satu anak gadis itu, dia tersenyum senang,
Luhan pucat seketika, mudah-mudahan keluarga Do tidak salah mengartikan kata 'main kuda-kudaan' dari yeoja kecil itu. Ayah Kyungsoo memandang Luhan dengan pandangan sulit diartikan, sepertinya dia paham dengan kalimat anak kecil itu
"kuda-kudaan?" ibu Kyungsoo bertanya pelan, dia tidak serius bertanya, dia hanya ingin menyapa anak kecil itu dengan menanggapi kalimatnya
"kuda-kudaan, oppa itu melakukan… " kalimat anak kecil itu terhenti karena melihat Luhan yang memberikan kode dengan jari kelingkingnya, yeoja kecil itu ingat bahwa dia sudah berjanji tidak akan mengatakan kepada siapapun apa yang dia lihat dikamar Luhan
Kode jari kelingking Luhan berhasil, yeoja kecil itu menghentikan kalimatnya dan tidak berkata yang macam-macam, yeoja kecil itu tertunduk malu karena baru saja hampir mengingkari janjinya
Sehun tidak sadar dengan keadaan, dia terus saja menggilas habis ayam goreng dimeja makan, sesekali dia tersenyum bodoh saat ayah Kyungsoo memandang kearahnya, ayah Kyungsoo hanya bisa tersenyum geli
Dan akhirnya mereka semua makan dengan lahap bersama-sama, walau Sehun mencuri start makan duluan, namun dia yang paling terakhir menghabiskan makanannya, seakan-akan perutnya yang bidang dan datar itu terbuat dari karet
Pendekatakan garing versi Sehun kepada keluarga baru Luhan sepertinya berhasil… sepertinya (maybe yes, maybe no..)
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Minah dan Jiyoon duduk bersama dibangku taman samping perpustakaan kampus, tempat tersebut salah satu tempat favorit mereka untuk bergosip, membicarakan fashion terbaru korea, film yang jadi box office, drama gagal idol Kpop, lagu hits Kpop, isu terkini boyband dan girls band yang hengkang dari grup, hingga membicarakan namja unyu dan jadi incaran dikampus
"jadi kamu sudah menyerah?" Tanya Jiyoon kepada Minah, dia memelintir genit rambutnya seperti biasa, kali ini temannya yang bernama Hyuna tidak pernah lagi bersamanya, temannya itu kapok sejak kejadian memalukan dirumah Minah
"sepertinya begitu..." jawab Minah galau, dia stress dengan hukuman yang jatuhkan oleh Ibunya. Imagenya sebagai gadis polos dan bersih sudah tercoreng didepan ibunya,
"kamu yakin? Aku pernah mendengar perkataanmu yang mengatakan bahwa kamu sangat mencintai namja yang bernama Kyungsoo, dan tidak akan menyerah untuk mendapatkan cintanya" tukas jiyoon mengintimidasi, bakatnya memang disitu
"aku memang mengatakan demikian, aku akan mendapatkan cintanya, cintanya… bukan tubuhnya. Sepertinya usaha yang selama ini kita lakukan adalah untuk mendapatkan tubuh namja itu saja" balas Minah lagi, dia tertunduk lesu
"cinta dan tubuhnya sama saja…"
"tidak sama, aku ingin Kyungsoo mencintaiku juga, bukan hanya aku yang mencintainya. Setelah dia mencintaiku, tubuhnya akan ikut dan menjadi bonus bagiku" kata Minah
"argumen yang munafik, bonus… apa itu, dasar.. B*tch" cibir Jiyoon, dia memandang meremehkan kearah Minah
"terserah, yang perlu kamu tahu bahwa cinta Kyungsoo kepada seseorang yang bernama Kim Jongin itu sangat kuat, aku tidak bisa meruntuhkannya… mereka saling mencintai" Minah berkata galau
"Kyungsoo dan Jongin? mereka?" Jiyoon membelalakkan mata sipit jeleknya, seakan-akan dia baru mendengar kabar bahwa payudaranya mengerut, merosot dan melorot 1 cm tiap minggu
Minah mendengus, dia meragukan pengalaman Jiyoon yang katanya sudah malang-melintang didunia Namja-yeoja, Berita seperti itu saja yeoja genit itu tidak tahu, Minah menampilkan pandangan merendahkan, dia membalas Jiyoon
"pantas saja dia tidak datang saat aku mengajaknya 'main ranjang' di hotel tempo hari, dengan bayaran tentunya… rupanya itu alasannya" Jiyoon bergumam sendiri, dia menerawang
Minah mendelik, dia tidak suka dengan kalimat erotis dan vulgar Jiyoon.
Seorang yeoja datang menghampiri Minah dan Jiyoon. Yeoja itu mendudukkan dirinya disamping Minah, wajahnya lesu
"gagal.." ucap yeoja itu, seperti kehilangan hidup
"sudah kuduga, kamu tidak becus… sudahlah, aku juga menyerah, percuma saja.. namja itu tidak akan doyan dengan yeoja… itu sama saja kita memberikan makan kucing dengan daun kering, kucing tidak akan mau memakannya" ujar jiyoon berfilosofi
Yeoja itu tidak mengerti dengan kalimat Jiyoon, dia mengernyitkan dahinya,
"jadi bagaimana?" Tanya yeoja itu
"sudahlah Sojin, aku tadi bilang sudah menyerah, tapi jika kamu masih ingin mencari dan menjerat namja itu, terserah… aku tidak akan ikut lagi, aku akan mencari sasaran lain" tukas Jiyoon menjelaskan panjang lebar
Yeoja yang bernama Sojin itu tetap tidak mengerti, seniornya itu mendadak menyerah untuk mencari namja yang bernama Kyungsoo
"Minah bagaimana pendapatmu?" Tanya Jiyoon kepada Minah,
"pendapat apa?" Minah bertanya balik,
"pendapat bagaimana dampak kenaikan harga BBM bagi Negara tetangga kita… ahh… ya pendapat mengenai misi kita, misi sebagai pemburu namja imut dan unyu" Jiyoon kesal dan melantur kemana-mana, padahal melantur sana-sini bukan stylenya.
"pendapatku adalah : kita menyerah, titik… stop… end… tidak ada lanjutan lagi" jawab Minah, kata menyerah kini sudah ada dilist kamusnya, menyedihkan
"bagaimana denganmu?" Tanya Jiyoon kepada Sojin, yeoja lambat loading itu mencoba mencerna kalimat seniornya
"aku ikut dengan kalian saja, tanpa dukungan kalian aku tidak bisa berbuat apa-apa" kata Sojin, padahal dia juga mulai suka dengan sosok Kyungsoo, sudah sejak lama sebelum Kyungsoo mencoba merubah penampilannya agar terkesan Bad Boy, dan akhirnya Sojin bergabung dalam kelompok Bitchy, kelompok yeoja genit dan haus seks yang digawangi oleh Jiyoon, yang merangkap mentor sekaligus pelaku utama.
"bagus-bagus, seharusnya kalian memang menghentikan aktivitas yang meresahkan itu" suara namja tiba-tiba menginterupsi ketiga yeoja itu,
"iya, betul..betul..betul.." tukas namja yang lebih tinggi disebelahnya, meniru suara upin-ipin
Jiyoon memandang malas kedua namja yang baru saja mengagetkan mereka, namja itu adalah Baekhyun dan Sehun. Dua sejoli yang berbeda tipe ideal…
"aku mengapresiasi keinginan kalian untuk menghentikan semua aksi kalian yang sangat merugikan namja dikampus ini" ujar Baekhyun, walau dia bukan salah satu incaran atau korban, tapi sebagai namja yang lurus, dia memahami bagaimana perasaan namja-namja yang terkena jerat setan yeoja-yeoja kelompok Jiyoon
"iya betul, kalian akan terkena undang-undang transaksi dan penggerayangan tidak menyenangkan" tambah Sehun asal, tidak jelas dan melantur. Dia merasa kalimatnya sudah tepat sasaran,
Baekhyun tidak menanggapi kalimat Sehun, dia hanya fokus kepada Jiyoon sebagai otak dan pemimpin genk cabul itu
"iya, kami mengerti, kamu tenang saja… aku sudah menyerah" tukas Jiyoon mendesah pelan, kalimatnya ditujukan untuk Baekhyun, dia menyerah untuk mengincar Kyungsoo, namun dia tidak bisa menjamin bahwa dia tidak akan mengincar namja lain yang juga unyu dikampus ini
Minah dan Soojin mengangguk mengiyakan, mereka berdua sebagai anggota tertinggi yang dekat dengan Jiyoon sudah seharusnya setuju dengan keputusan kepala suku,
Sehun tersenyum, dia teringat namjanya. Apakah namjanya itu juga menyerah? Menyerah untuk menahan hasrat yang menggebu-gebu, hingga akhirnya mereka berdua bisa melakukan 'itu'… ya, Sehun akan berusaha lagi
Sehun mengepalkan tangannya…
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Luhan berjalan perlahan kearah ruang kerja ayah Kyungsoo, sepertinya ayah Kyungsoo sedang ada diruangan itu, pekerjaannya sebagai Manager Hotel mewah milik jaringan mendiang orangtuanya membuat ayah Kyungsoo harus membagi waktu antara keluarga dan tanggung-jawab pekerjaannya
Luhan mengetuk pintu ruangan itu, dia memang ingin membicarakan sesuatu yang serius kepada ayah Kyungsoo selaku tuan rumah
"masuk" suara ayah Kyungsoo dari dalam, Luhan tersenyum senang, dia diperbolehkan masuk
Luhan mendorong pintu itu, lalu segera masuk dan menutupnya lagi
"ah, Luhan.. silahkan duduk, ada apa?" sapa ayah Kyungsoo ramah, dia bisa menebak bahwa ada sesuatu yang sangat penting yang ingin dibicarakan oleh Luhan, karena Luhan tidak biasanya ingin masuk dan berbicara empat mata seperti ini,
"terima kasih ajuhsi, ahjuma dimana?" Tanya Luhan setelah dia mendudukkan dirinya manis dikursi
"oh, isteriku sedang keluar, baru saja" jawab ayah Kyungsoo, masih menampilkan ekspresi wibawanya
"aku ingin membicarakan sesuatu yang penting" gumam Luhan pelan, dia sebenarnya agak takut, namun tekadnya sudah bulat untuk berbicara
"katakanlah.." ayah Kyungsoo tersenyum lembut, menyuruh Luhan berbicara
Luhan menggesekkan kakinya dilantai, tangannya mengepal dan berkeringat tanda dia sangat gugup
"bicaralah" ulang ayah Kyungsoo lagi,
"begini ajuhsi, aku… aku…"
"…"
"aku sama seperti anak ajuhsi, Kyungsoo… namja yang sering datang kekamarku adalah… adalah pacarku ajuhsi" terang Luhan, dia akhirnya bisa jujur, jujur untuk pertama kalinya, bukan kepada ibu atau ayahnya, namun kepada ayah Kyungsoo, yang hanya mempunyai status sebagai pamannya,
Ayah Kyungsoo menarik nafas nyaris tidak kentara, wajahnya datar, namun beberapa detik kemudian dia tersenyum,
"rupanya dugaanku selama ini tidak salah" ucap ayah Kyungsoo masih tersenyum
"maksud ajuhsi?" Luhan tidak mengerti,
"aku memang merasa bahwa kamu mempunyai orientasi seperti anakku, sejak kedatanganmu bersama temanmu itu" jelas ayah Kyungsoo,
Luhan tertunduk malu, dia masih menggesekkan kakinya kelantai, ada rasa lega dalam hatinya karena sudah jujur dan mengaku
"aku salut dengan kejujuranmu… " ujar ayah Kyungsoo, dia memang sudah mempunyai clue tentang orientasi seks Luhan, ayah Kyungsoo pernah memergoki Luhan berpelukan hangat dengan Sehun didepan pintu depan, dia juga pernah mendengar salam cinta dari Sehun untuk Luhan, dia juga pernah menemukan 1 pack kondom baru yang sepertinya dijatuhkan oleh Sehun yang ceroboh didekat tangga, dan kemarin dia mendengar kata 'kuda-kudaan' yang ditujukan untuk Luhan dan Sehun
"jadi ajuhsi tidak marah dan mengusirku?" Luhan bertanya, dia takut akan bernasib sama dengan Kyungsoo
"tidak akan, aku tidak seperti itu. Kamu bebas menentukan pilihanmu sendiri, asal tidak merugikan orang lain" kata ayah Kyungsoo bijak, dia berdiri dan berjalan pelan mengitari ruangannya
"ini bukan soal pilihan ajuhsi, aku tidak bisa memilih" ucap Luhan, dia tidak terima jika orang-orang mengatakan bahwa dia bisa memilih, dia tidak mempunyai pilihan, walau dia pernah berpacaran dengan banyak yeoja, namun selama proses itu hanya kekosongan yang dia rasakan, no feel
"aku tahu… aku tahu… maaf jika aku salah bicara, aku mungkin tidak akan bisa mengerti perasaanmu Luhan, tapi aku mencoba memahami.. seperti aku memahami keadaan anakku sendiri, kamu pasti sudah tahu mengenai Kyungsoo kan?"
"iya, aku tahu ajuhsi…" Luhan berujar dan mengangguk
"aku sudah memberikan restu kepada anakku, asal dia bahagia… aku tidak ingin menjadi orangtua yang egois. Dan sekarang aku berusaha memberikan pengertian kepada isteriku"
"…"
"aku harap kamu tidak menceritakan hal ini kepada isteriku, isteriku phobia dengan hal-hal tabu seperti ini… tapi aku yakin waktu bisa mengubah segalanya, demi keutuhan keluargaku Luhan" tutup ayah Kyungsoo, dia mendudukkan dirinya dikursi lagi, Luhan mengangguk pelan,
Luhan bersyukur, ayah Kyungsoo bisa memahaminya
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Hari Libur nasional Korea membuat rata-rata penghuni dipenginapan Kyungsoo dan Jongin kosong, banyak diantara mereka pulang kekeluarga atau mengunjungi teman.
Kyungsoo terduduk lesu diteras depan penginapannya. Hatinya kalut dan galau, dia terus menerus memikirkan keinginan ibu Jongin untuk menikahkan Jongin dengan seseorang yang bernama Krystal, memikirkan hal itu saja serasa membuat kepalanya ingin pecah
Kyungsoo berdiri dan menghirup udara dalam-dalam, memberikan oksigen untuk otaknya
Dan tidak terduga, seseorang memeluknya dari belakang, itu namjanya, Jongin
"Jongin ah" kata Kyungsoo sambil tersenyum,
"jangan berpikir yang macam-macam, aku berjanji akan menyelesaikan masalah ini" tukas Jongin dibelakang Kyungsoo, posisi tangannya memeluk dan mendekap Kyungsoo dari belakang, dia menaruh dagunya diantara ceruk leher dan pundak sempit Kyungsoo
"aku tidak memikirkannya Jongin ah" balas Kyungsoo, dia berbohong
"maafkan aku" jongin minta maaf, dia merasa telah gagal menjadi namja yang baik untuk Kyungsoo,
"aku tahu, cepat atau lambat hal seperti ini akan terjadi Jongin ah, jangan salahkan dirimu… kamu sama sekali tidak salah. Ommamu sangat wajar jika menginginkan putranya menikah.. hubungan kita ini memang sulit" gumam Kyungsoo pelan, dia mengarahkan tangannya untuk mendekap tangan Jongin diperutnya
Semua orang yang melihat pemandangan intim Kyungsoo-Jongin pasti akan iri, kedua namja itu seperti pasangan serasi yang sudah ditakdirkan bersama oleh Tuhan, namun kenyataannya tidak demikian, rintangan dan batu kerikil harus mereka lewati, demi mempertahankan 'cinta unik dan beda' mereka
"jongin ah, apa tidak akan ada orang yang melihat kita seperti ini?" kata Kyungsoo, dia risih dipeluk dari belakang, mereka tidak sedang berada dikamar, siapa saja bisa melihat adegan mesra mereka itu
"tenang saja Kyungsoo ya, penghuni penginapan ini rata-rata sedang pergi"
"tapi.."
"aku tidak peduli Kyungsoo ya, terserah dengan anggapan mereka, mungkin mereka akan jijik atau mencaci kita dalam hati, tapi mereka sama sekali tidak tahu perasaan kita… mereka yang mengatakan diri mereka normal tidak akan pernah bisa mengerti" tukas jongin lagi, dia menggerak-gerakkan dagunya dileher Kyungsoo,
Kyungsoo terdiam, jongin benar, jangan terlalu memperdulikan anggapan orang lain, mereka hanya bisa mencibir dan menghina saja
Kyungsoo menyatukan jari mereka yang masing-masing tersemat cincin silver couple, masih dengan posisi semula, kyungsoo menggenggam tangan Jongin
Menit-menit penuh cinta dan moment antara Jongin dan Kyungsoo,
Lalu… seseorang muncul, seorang namja jangkung, membuyarkan moment Kaisoo didepan umum itu
"maaf mengganggu kalian, tapi…" ujar namja itu tiba-tiba, namja itu tersenyum ala pepsodent, namun kali ini tersirat rasa bersalah dalam senyumannya itu,
"Chan.. Chanyeol.." gagap Kyungsoo, dia yang pertama melihat kemunculan namja itu, yang ternyata adalah Chanyeol, tetangga kamar dan rekan kerja Kyungsoo dulu
"sekali lagi maaf, aku tidak bermaksud mengganggu kalian.." Chanyeol berujar gugup
Jongin dan Kyungsoo terdiam, mereka sudah menghentikan adegan saling peluk, namun posisi Jongin masih dibelakang Kyungsoo, dagunya juga masih dipundak Kyungsoo
"maaf, aku tidak bermaksud membocorkan tempat tinggal kalian, tapi… tapi sepertinya seseorang berhak tahu… aku minta maaf…" gumam Chanyeol terus menerus minta maaf,
Kyungsoo dan Jongin tidak mengerti dengan kalimat Chanyeol,
"kenapa? Ada apa?"
Chanyeol menggeser tubuh besar dan jangkungnya, dan dari jauh terlihat seorang wanita tua paruh baya. Wanita itu tersenyum, senyuman yang tulus, senyuman seorang ibu untuk anaknya
"om.. omma.." gagap Kyungsoo, dia melihat ibunya, ya… itu memang ibunya, dia tidak salah lihat
Beberapa detik Ibu dan anak itu saling pandang,
Ibu Kyungsoo berlari mendekati anaknya, begitu pula dengan Kyungsoo, moment ibu anak itu terasa manis dan mengharukan, tidak lama kemudian… Kyungsoo dan ibunya berpelukan, menggugurkan rasa rindu yang selama ini dirasakan oleh keduanya, untuk pertama kalinya sejak pengusiran Kyungsoo oleh ibunya… akhirnya ibunya itu memeluknya,
"Kyungsoo, anakku…" isak ibu Kyungsoo, dia menangis, tangis haru dan bahagia
"omma" balas Kyungsoo pelan, dia juga bahagia, sangat bahagia
Chanyeol yang menyaksikan moment manis itu tersenyum lega, Chanyeol sudah tidak merasa bersalah lagi karena memberitahukan tempat Kyungsoo dan Jongin. dia yang juga mencintai Kyungsoo dengan tulus, hanya bisa menyimpan sendiri cinta itu, Chanyeol tidak ingin mengganggu kisah kasih Kyungsoo-Jongin, biarlah cintanya itu terpendam dan mungkin akan berlabuh kepada yang lain.
Kyungsoo dan ibunya masih berpelukan, pelukan ibu dan anak yang hangat,
Jongin yang juga melihat moment Kyungsoo dan ibunya, matanya berkaca-kaca, dia sangat terharu, akhirnya namjanya itu diterima kembali oleh ibunya. Jongin bahagia… tapi rasa bahagianya tergilas oleh suatu masalah. Masih ada batu dan kerikil pengganjal, batu itu adalah keinginan ibunya dan kerikilnya adalah Krystal.
Ibu Kyungsoo beberapa menit kemudian melepaskan pelukannya dari Kyungsoo, dia memegang pipi anaknya itu singkat, lalu dia mengarahkan pandangannya kearah Jongin, jongin mematung
Ibu kyungsoo mendekati Jongin dengan langkah pelan, dilain pihak Kyungsoo menahan nafasnya, entah apa yang akan terjadi kemudian, lalu…
"terima kasih, karena kamu sudah menjaga anakku dengan baik.." ucap ibu Kyungsoo tiba-tiba, ucapan yang tulus dari hatinya, dia tersenyum
Hening… !
.
.
.
.
.
.
.
TO BE CONTINUED
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Tidak terasa sudah tepat sebulan sejak Chapter 1 FF sederhana ini dipublish, aku tidak henti-hentinya berterima kasih kepada Reader yang terus mengikuti FF ini dan memberikan sepatah-kata tanggapan lewat Reviewnya… sejauh ini Chapter 16 adalah chapter terpanjang dalam sejarah (lebay..)
Sepertinya tinggal 1 Chapter lagi (dan kemungkinan akan menjadi Chapter paling panjang sebagai penutup) dan FF ini menemui Klimaksnya. Seperti di Episode-episode pendek Drama Korea yang hanya 16 Episode plus 1 Episode tambahan. FF ini selalu update cepat karena Review dan semangat dari Reader
Sampai jumpa di Chapter terakhir, Review lagi chingu…
Thanks For Review :
nisakaisa, hanhyewon357, Metacho137, me1214, SognatoreL, miss leeanna, lovely autumn, mrblackJ, shineexo, .58, aku adalah aku, Me, f, kimyori95, Insooie baby, Gyurievil, thelostisland35, KaiSooLovers, humaira9394, dekaeskajei, Huang Zi Lien, BangMinki, blackjackcrong, ZeeKai, dyopororo, Kyungra26, Maple fujoshi2309, Taeminho597, SFA30, bimbimbab, damean, Daiirere, Soo Kyung, Guest, JonginDO, dan semua Reader FF ini …
