Good Boy vs Bad Boy
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Exo member, Kpop, Kdrama and Kmovie
Genre : Drama and Friendship
Warning : This is Yaoi (BL) , Author Newbie, Maaf kalau Typo berserakan,
= Happy Reading =
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Ibu Kyungsoo beberapa menit kemudian melepaskan pelukannya dari Kyungsoo, dia memegang pipi anaknya itu singkat, lalu dia mengarahkan pandangannya kearah Jongin, jongin mematung
Ibu kyungsoo mendekati Jongin dengan langkah pelan, dilain pihak Kyungsoo menahan nafasnya, entah apa yang akan terjadi kemudian, lalu…
"terima kasih, karena kamu sudah menjaga anakku dengan baik.." ucap ibu Kyungsoo tiba-tiba, ucapan yang tulus dari hatinya, dia tersenyum
Jongin salah tingkah, ini kali pertamanya disapa oleh ibu Kyungsoo, sapaan sekaligus ucapan terima kasih untuknya,
"itu memang sudah menjadi kewajibanku, sebagai… sebagai temannya" balas Jongin, dia hampir saja mengucapkan kata pacar, situasi belum benar-benar kondusif, jadi dia harus selalu berusaha menjaga bicara
Chanyeol minta pamit, dia mengatakan banyak urusan di café tempatnya bekerja. Ibu Kyungsoo mengucapkan terima kasih kepadanya, karena sudah membawanya ketempat anaknya. Chanyeol juga pamit kepada Kyungsoo dan Jongin, dan tidak lama kemudian Chanyeol sudah meluncur membelah jalan dengan menggunakan motor barunya.
Ibu Kyungsoo masih tersenyum, dia berbalik memandang anaknya lagi. Rasa rindunya selama ini sudah terobati, anak lelaki satu-satunya itu terlihat sehat dan bahagia
Ibu Kyungsoo mendekati anaknya lagi,
"apakah kamu ingin pulang bersama omma?" Tanya ibu Kyungsoo tiba-tiba,
Kyungoo tertegun, dia tidak bisa menjawab pertanyaan dari ibunya, Kyungsoo dilemma
Kyungsoo berbalik memandang Jongin, dia memberikan isyarat harus bagaimana, Jongin mengerti, Jongin mengangguk pelan, tanda dia mengijinkan Kyungsoo untuk pulang, ini demi Kyungsoo juga, yang sudah diterima oleh orang tuanya
Kyungsoo memandang ibunya lagi, wajah ibunya penuh harap
"baiklah omma, aku akan pulang bersama omma" ucap Kyungsoo akhirnya, dia tersenyum, namun senyuman hambar, karena disatu sisi dia sangat bahagia untuk bisa lagi bersama kedua orang tuanya, namun disisi lain dia tidak ingin meninggalkan Jongin yang sebulan ini selalu bersama dan menjaganya
Jongin memberikan pandangan bahwa dia baik-baik saja, yang penting sekarang Kyungsoo bisa berkumpul lagi dengan keluarganya. Penerimaan oleh keluarga adalah sesuatu yang sangat diharapkan oleh Kyungsoo selama ini
Kyungsoo mendekati Jongin, dia meraih tangan namjanya itu, dia tidak mungkin mengucapkan kata pisah dan bermesra-mesraan, dia harus menjaga perasaan ibunya yang sudah melunak itu
Jongin balas menelungkupkan tangan kirinya ditangan Kyungsoo, dia mengangguk dan tersenyum tanda dia merelakan Kyungsoo untuk pulang bersama Ibunya. Kyungsoo juga tersenyum, tidak ada kata yang keluar dimasing-masing bibir mereka
Dan akhirnya, Kyungsoo dan Ibunya sudah berada didalam mobil mewah milik Ibu Kyungsoo. Ibu Kyungsoo terus menerus tersenyum bahagia didalam mobil sambil mengemudi,
Kyungsoo juga berusaha tersenyum, namun fikirannya terbagi dua, dia terus menerus menoleh kebelakang. Tiap beberapa detik dia terus melakukan hal itu, dia sebenarnya tidak sanggup untuk meninggalkan Jongin
Ibu Kyungsoo yang melirik dan memperhatikan tingkah anaknya itu, berpikir keras, dan setelahnya dia menghentikan mobilnya dipinggir jalan,
"omma paham kamu sangat mencintai pemuda itu, jadi turunlah dan kejar cintamu itu.." ujar ibu Kyungsoo tiba-tiba, kalimatnya itu mengagetkan Kyungsoo yang baru saja menoleh kebelakang lagi
"maaf omma, aku tidak bermaksud.."
"tidak sayang, omma tidak apa-apa… mungkin omma memang harus membuka hati omma dan berusaha menerima 'perbedaanmu' itu"
"tapi.." Kyungsoo tidak enak dengan ibunya,
"turunlah, atau kamu mau omma yang mengantarkanmu kembali kesana..?" kata Ibu Kyungsoo, dia tersenyum tulus,
Kyungsoo ragu, tapi kemudian dia mengangguk tanda dia akan turun dan kembali kepada namjanya
"omma tahu, pemuda itu bisa menjagamu, jadi omma tidak akan khawatir lagi. Omma akan menuliskan alamat baru kita, omma dan appa sudah pindah dirumah yang baru.."
"aku sudah tahu alamat baru rumah kita omma" tukas Kyungsoo, dia pernah sekali dibawa kerumah itu oleh Ibu Minah
Ibu Kyungsoo menampilkan ekspresi O kecil, dan setelah itu dia tersenyum, dia mengusap lembut rambut jatuh anaknya itu
"pintu rumah kita akan selalu terbuka untukmu… dan untuk pemuda itu, pulanglah kapanpun kamu mau sayang" gumam Ibu kyungsoo tulus,
Kyungsoo sangat bahagia mendengar kalimat ibunya itu, kalimat itu adalah kalimat yang telah lama Kyungsoo nantikan terucap dibibir Ibunya, dia refleks memeluk ibunya, rasa bahagianya semakin bertambah
Ibu Kyungsoo juga membalas pelukan anaknya, dia juga bahagia, walau dia tidak berhasil membawa anaknya kembali sekarang namun, dia sudah cukup senang, asal anaknya itu bahagia
Dan tidak lama kemudian, Kyungsoo sudah turun dijalan, dia melambaikan tangan kepada ibunya yang sudah kembali melajukan mobilnya untuk pulang kerumah
Kyungsoo terus memandang hingga body mobil ibunya tidak tampak lagi. Lalu dia lekas berbalik, dia berlari dengan kencang… untuk kembali dan mengejar cintanya bersama Jongin
Kyungsoo berlari dengan bahagia
.
.
.
"jongin ah.." panggil Kyungsoo, dia sudah sampai dipenginapannya. Dia mencari-cari sosok Jongin, namun nihil.. dia tidak menemukan namjanya itu
"jongin ah, kamu dimana?" seru Kyungsoo, dia masuk kedalam kamar penginapannya. Matanya tertuju pada sebuah pesan kertas disamping tasnya.
Kyungsoo cepat-cepat meraih kertas itu, dia lalu membacanya :
'Kyungsoo ya… aku merasa bahwa kamu akan kembali. Maafkan aku, tadi appa menghubungiku, kondisi omma sangat menghawatirkan, omma ingin pernikahanku ini dilaksanakan sore ini juga.. appa baru saja datang menjemputku, appa juga menyampaikan permintaan maafnya kepadamu… satu hal yang sudah kita yakini bersama, jika kita ditakdirkan untuk bersama, maka pernikahan ini tidak akan terjadi. Percaya itu. Aku yakin bahwa kamu akan tetap menungguku. Kita sudah berjanji untuk memperjuangkan cinta kita bersama' tutup pesan kertas Jongin
Air mata Kyungsoo tidak terasa membasahi kertas itu, dia terduduk lesu, akhirnya masa itu tiba juga, saat dimana namjanya harus memenuhi keinginan Ibunya dan dia tidak bisa berbuat apa-apa,
'aku akan menunggumu Jongin ah, aku akan terus disini hingga kamu kembali untukku, untuk cinta kita..' batin Kyungsoo sendu
Dia masih terus berharap, kisahnya dengan Jongin akan berakhir bahagia
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Chanyeol datang ke kampus dimana Kyungsoo pernah mengenyam pendidikan. Dia mencari yeoja yang bernama Krystal. Ini kali ketiganya datang ke kampus tersebut, dia dari jauh mencari-cari yeoja berwajah jutek itu, tapi sosoknya tidak tampak, akhirnya Chanyeol bertanya kepada namja yang terlihat duduk sendiri didekat taman perpustakaan,
"maaf, apa kamu tahu yeoja yang bernama Krystal kuliah dikampus ini?" Tanya Chanyeol kepada namja yang memakai eyeliner tipis,
Namja itu berpikir sejenak,
"Krystal? Soo Jung? Yeoja itu maksudnya?" namja itu memastikan mengenai yeoja yang dicari itu,
Chanyeol mendudukkan dirinya disamping namja itu, dia kembali berujar,
"yang aku tahu namanya Krystal, wajahnya mirip dengan personel GB SNSD Yoona.." ujar Chanyeol memberikan clue kepada namja itu
"oh dia, nama aslinya Soo Jung, entah aku juga heran namanya jadi Krystal. Dia sudah lama pindah dari kampus ini, kira-kira 6 bulan yang lalu" terang namja itu lagi
"benarkah? Maaf, kita belum kenalan, namaku Park Chanyeol, kamu bisa memanggilku dengan Chanyeol saja" ucap Chanyeol memperkenalkan dirinya, dia tersenyum ala pepsodent, seperti biasa
"aku Baekhyun, senang berkenalan denganmu" ujar namja itu, yang ternyata adalah Baekhyun, teman Sehun dan Kyungsoo dikampus
"apa kamu tahu dimana alamat rumah yeoja itu?" Tanya Chanyeo penuh harap, dia sangat butuh untuk bertemu dengan Krystal
"aku tahu, tapi ada apa?"
"tidak, aku hanya ingin membicarakan sesuatu yang penting padanya" balas Chanyeol lagi,
"dia teman masa kecilku, aku hanya bertemu dia saat dicafe, aku bekerja disebuah café" lanjut Chanyeo menjelaskan asal-usul dia tahu dengan Krystal
"aku bisa mengantarkanmu kerumahnya, kebetulan dosenku tidak masuk, bagaimana?" tawar Baekhyun sembari tersenyum, mata sipitnya tidak kelihatan lagi
"benarkah? Baiklah, ayo kita pergi sekarang, aku pakai motor" girang Chanyeol
Akhirnya mereka berdua berangkat, dengan menggunakan motor baru kepunyaan Chanyeol, menuju rumah Krystal yang lumayan jauh
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o
Krystal membuka pintunya, dia terkaget saat melihat kedatangan namja yang bernama Chanyeol dengan ditemani oleh namja lain, yang juga dia kenal sebagai teman kampusnya dulu
"bisa kami masuk?" Chanyeol memulai, dia mendahuli Krystal untuk menyuruhnya masuk
"masuklah" Krystal mempersilahkan masuk, kebetulan ibu dan ayahnya tidak ada, mereka saat ini sedang berada di USA untuk urusan bisnis
"aku disini saja, angin disini sangat sejuk, kalian bicaralah didalam" Baekhyun menolak secara halus untuk masuk, dia ingin diluar saja
"baiklah" kata Chanyeol, dia dan Krystal masuk, namun tidak menutup pintu depan
"kita bicara dikamarku saja, sepertinya oppa ingin membicarakan hal yang penting" tebak Krystal, dia lalu menuju ke arah kamarnya, diikuti oleh Chanyeol dibelakangnya,
Chanyeol masuk kedalam kamar Krystal, nuansa pink menyambutnya dikamar itu, dia memperhatikan banyak boneka dan foto dikamar itu, dan disatu sudut, ada foto yeoja itu bersama namja yang bernama Jongin, ada 2 foto
"oppa ingin membicarakan apa?" Krystal memulai pembicaraan, dia mendudukkan dirinya ditepi ranjangnya, sedangkan Chanyeol duduk didepan kursi komputer Krystal
"aku ingin membicarakan mengenai rencana pernikahanmu dengan namja yang bernama Jongin" tukas Chanyeol mendadak serius,
Krystal menampilkan ekspresi sulit diartikan, namun jelas terpancar diwajahnya bahwa dia tidak suka masalahnya dicampuri
"kenapa dengan pernikahanku?"
"aku harap kamu membatalkannya, Jongin tidak mencintaimu" jawab Chanyeol sengit,
"persetan dengan cinta, yang penting Jongin oppa bisa menikahiku, itu saja" Krystal tidak mau kalah
"apa kamu tega menghancurkan perasaan dua orang yang saling mencintai" Chanyeol berusaha keras, dia merujuk kepada nasib cinta Kyungsoo dan Jongin
"apa perduliku. Aku suka dengan Jongin, dan dia akan menjadi ayah dari anak yang ada dikandunganku ini.." deg, Krystal keceplosan, dia dengan cepat membekap mulutnya
"apa? kamu hamil?" Tanya Chanyeol tidak percaya, matanya memandang intens ke perut Krystal yang tidak buncit
Krystal jadi lesu, dia sudah salah bicara dan terlanjur membuka aibnya, dia merupakan tipe yeoja yang berani, dan nasi sudah menjadi bubur, Chanyeol sudah tahu
"iya, kandunganku baru sebulan dan jongin oppa yang akan menutupi ini semua" tukas Krystal lagi
"aku tidak menyangka, kita teman semasa kecil, kenapa sikapmu berubah seperti ini, yang aku tahu kamu itu gadis polos dan baik, hanya wajahmu saja kelihatan jutek, tapi aku tahu bahwa hatimu tidak sejutek wajahmu" ungkap Chanyeol, dia tidak bercanda, Krystal memang sudah berubah seiiring waktu
"terserah, aku terjepit, namja sialan yang menghamiliku tidak mau bertanggung jawab" balas Krystal, dia tertunduk, dia sebenarnya malu dengan Chanyeol
"apa kedua orang tuamu sudah tahu?"
"tidak, omma dan appa tidak mungkin aku beritahu, mereka hanya tahu bahwa aku akan menikah sore ini, mereka hanya tahu pernikahan ini mendadak, dan sepertinya malam nanti omma dan appa kembali kesini" jelas Krystal, dia terisak-isak, sebagai perempuan, dia tetap mempunyai jiwa sensitif dan cenderung rapuh
Chanyeol mendesah pelan, usahanya untuk mengagalkan pernikahan Krystal dan Jongin sepertinya menemui jalan buntu, Chanyeol melakukan semua ini karena Kyungsoo, dia tidak ingin Kyungsoo tersakiti dengan adanya pernikahan ini.
Chanyeol sedikit menyesal karena dialah yang memberitahu Krystal dan ayah Jongin tempat dimana Jongin dan Kyungsoo tinggal. Dia tidak sengaja mendapati Krystal di cafenya, mereka mengobrol banyak dan sampai pada masalah Jongin yang kabur dari rumah.
Krystal adalah tetangga lama Jongin, dan sudah sejak lama Krystal suka dengan Jongin, tapi dia hanya menyampaikan hal tersebut kepada ibu Jongin saja, ibu Jongin mengatakan jika waktunya sudah tepat, dia akan menikahkan yeoja itu dengan anaknya,
"sebaiknya kamu pulang, sebentar lagi aku akan dijemput oleh tim wedding untuk dirias" usir Krystal secara halus, dia memang harus segera siap-siap, karena acara pernikahannya yang mendadak itu
"siapa namja yang menghamilimu?" Tanya Chanyeol, dia belum beranjak
"kamu tidak perlu tahu.." balas Krystal, dia tidak ingin menceritakan terlalu jauh masalahnya,
"aku akan menemukan namja itu, dia harus bertanggung-jawab" tutup Chanyeol, dia berjanjak dan keluar dari kamar Krystal,
Krystal tidak menjawab atau berkomentar, dia hanya mengikuti Chanyeol yang keluar dari kamarnya
Chanyeol sudah sampai di ruang depan, dia mendapati Baekhyun yang merapikan dan menambah ketebalan eyelinernya,
"oh, kalian sudah selesai.." kata Baekhyun, dia cepat-cepat merapikan alat makeupnya itu,
Krystal tidak suka dengan kata 'sudah selesai', memangnya mereka sudah berbuat apa, mereka berdua hanya mengobrol, obrolan yang alot
"baiklah, kami pulang dulu" ujar Chanyeol pamit, dia bersama Baekhyun membungkuk singkat, Krystal balas membungkuk juga
"ingat kata-kataku tadi, demi kebaikan bersama" tutup Chanyeol sambil berjalan beriringan dengan Baekhyun, mereka berdua menuju tempat parkir motor Chanyeol
Krystal tidak menjawab, dia hanya memasang wajah datar dan juteknya
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
"apa? hyung akan ke China? Besok?" seru Sehun tidak percaya, dia saat ini tengah berada dikamar Luhan, dia melihat Luhan tengah berbenah dan merapikan bajunya, Sehun terkaget karena Luhan mengatakan akan berangkat ke China besok, sangat mendadak,
"iya Sehun ah, maaf jika aku baru memberitahumu sekarang" jelas Luhan, dia sedikit merasa bersalah
"untuk apa hyung? Apa hyung sudah bosan denganku?" Sehun bertanya dan beralibi
"aku tidak pernah bosan denganmu" tukas Luhan, dia beranjak untuk menutup pintu kamarnya, dia takut jika ibu Kyungsoo mendengar percakapan mereka
"jadi kenapa hyung mau pergi?" Sehun masih tidak terima,
"ini mendadak, besok aku dihadirkan sebagai saksi pemerkosaan yang dilakukan oleh Jin Young, kamu tahukan? Appa tiriku" jelas Luhan, dia memang dipanggil oleh kepolisian Tiongkok untuk memberikan kesaksian, yang jadi korban adalah adiknya sendiri dan pelakunya adalah Jin Young alias ayah barunya
Sehun mendesah lesu, dia tidak mungkin bisa ngedumel lagi, Luhan memang seharusnya pergi untuk memberikan kesaksian dan dia tidak boleh menghalanginya,
"aku ikut.." ucap Sehun, kata-katanya itu mengagetkan Luhan
"Sehun ah, kamu tidak bisa ikut, orangtuamu pasti tidak akan mengijinkan, lagipula kamu masih kuliah, kira-kira aku disana Cuma 2 minggu" Luhan menolak permintaan Sehun
"2 minggu? Ah, itu bagaikan 2 tahun untukku hyung. Hyung tega sekali, bagaimana jika genk cabul menculikku dikampus, hyung pasti tidak akan bisa menolongku" ujar Sehun lebay, dia tahu mengenai genk cabul yang digawangi oleh Jiyoon
"jangan berlebihan, tidak akan ada yang menculikmu, kamu sama sekali tidak imut, sasaran mereka hanya namja imut dan unyu, kamu tidak masuk dalam dua kategori itu" ejek Luhan, dia hanya bercanda, sehun cemberut
"tapi hyung juga kuliahkan? Apa hyung akan bolos selama 2 minggu?" Sehun masih tidak mau mengalah
"aku sudah semester akhir, jadwal perkuliahanku sudah tidak ada, aku hanya harus menyusun tugas akhir saja" Luhan menjelaskan lagi, dia melanjutkan kegiatan berbenahnya
Sehun lagi-lagi hanya bisa tertunduk lesu, dia bergegas menuju pojok ruangan, dia mendudukkan dirinya, lutut ditekuk dan tangannya memeluk lututnya, dia mengikuti gaya Kyungsoo. Sehun terlihat bagai bayi besar putih yang tampan dan galau,
Luhan melirik kearah Sehun, dia tidak tega melihat Sehun seperti itu, dia berusaha mensugestikan dirinya bahwa Sehun bertingkah begitu supaya dia luluh dan mengijinkannya ikut ke China
Luhan tidak tahan, akhirnya dia mendekati Sehun,
"Sehun ah, aku hanya 2 minggu, aku janji tidak akan melewati batas waktu itu, aku harap kamu bisa mengerti..
"…"
"aku akan memenuhi keinginanmu selama ini yang belum pernah terpenuhi, yang penting kamu janji tidak bertingkah aneh dan mengijinkanku pergi" tawar Luhan, dia akhirnya harus melakukan itu demi Sehun
"benarkah?"
"iya, malam ini juga Sehun ah.." kata Luhan serius
Sehun segera menghamburkan dirinya, dia memeluk Luhan dengan erat, dia sangat senang
"awas, hyung jangan bohong, nanti malam kita harus melakukannya" Sehun berkata sambil terus memeluk erat Luhan,
"nanti malam" tutup Luhan,
Akhirnya keinginan Sehun selama sebulan ini sebentar lagi akan terwujud, dan Luhan harus merelakan dirinya menjadi santapan semalam seorang Oh Sehun,
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Jongin bersama ayahnya bergegas menuju ruangan inap ibu Jongin, jongin sebenarnya sangat khawatir dengan keadaan ibunya, tapi dia juga tidak kalah khawatir dengan Kyungsoo, dia merasa Kyungsoo akan kembali dan memutuskan untuk tetap bersamanya
"omma diruangan mana?" Tanya Jongin kepada ayahnya,
"diruangan VIP, dibelokan sana" jawab ayah Jongin, dia masih menggunakan pakaian polisinya, dia tidak sempat mengganti pakaian karena mendapat telefon mendadak dari suster yang menjaga isterinya,
Jongin dan ayahnya semakin mempercepat langkah kakinya, dan tidak lama kemudian mereka sudah sampai dikamar inap ibu Jongin,
Jongin masuk duluan, dia melihat ibunya tertidur, matanya menangkap ada bekas sayatan dilengan ibunya, sayatan itu sepertinya sudah mendapat penanganan
"lengan omma kenapa? Tanya Jongin, dia mendudukkan dirinya disamping tempat tidur ibunya,
"ommamu mencoba menyayat lengannya, hal itu membuat appa panik dan menuruti semua permintaannya" jelas ayah Jongin, dia mendudukkan diri dikursi dekat pintu, ruangan inap isterinya lumayan luas, namanya juga ruangan VIP
Jongin memperhatikan ibunya menggeliat pelan, sebentar lagi ibunya mungkin sadar dari tidurnya,
"kata suster, ommamu disuntik obat penenang, karena sedari tadi dia terus meronta-ronta" ucap ayah Jongin,
"apa kata dokter?"
"dokter mengatakan bahwa perilaku ommamu selalu berubah ubah, kadang ommamu terlihat normal dan biasa lalu beberapa menit kemudian ommamu berubah bertingkah liar dan sulit ditenangkan" jelas ayah Jongin lagi, dia juga menatap isterinya dengan pandangan kasihan
Jongin mendesah pelan, kasihan ibunya. Dia merasa bersalah selama ini, dia meninggalkan rumah dan akhirnya membuat ibunya sampai seperti ini
"ini semua salahku appa.." rutuk Jongin, dia mengusap wajahnya kasar
"bukan, ini bukan salahmu Jongin, sebenarnya appa yang salah.." ucap ayah Jongin, dia tidak mengatakan dimana letak kesalahannya, dia tidak ingin anaknya itu tahu 'hal' itu
Jongin tidak menanggapi pernyataan ayahnya, dia hanya ingin ibunya sembuh.. dan entah mengapa dia teringat dengan Kyungsoo, sedang apa kira-kira namjanya itu kini? Pikiran Jongin bercabang
Ibu Jongin sadar, dia membuka matanya, lalu menatap anaknya lekat-lekat,
"jongin.." ucap Ibu jongin pelan,
"omma.." balas Jongin, dia memeluk ibunya dengan gerakan cepat, ibu jongin membalas pelukan anaknya, lalu… tanpa disadari dia melepaskan pelukan itu dan mendorong anaknya menjauh
"bagaimana? Apa pesta pernikahannya sudah siap? Bawa aku kesana, cepat.." teriak ibu Jongin, baru saja dia menampilkan ekspresi seorang ibu, dan tiba-tiba dia mendadak berubah bringas, seperti singat tua yang kelaparan,
Jongin tidak menyangka akan melihat perubahan sikap dan sifat ibunya, baru saja dia dipeluk dan kemudian dia dicampakkan,
"tenang sayang, pernikahannya sebentar lagi, aku akan membawamu kesana, kamu akan menyaksikan sendiri pernikahan anak kita, sesuai kesepakatan kita sayang" terang ayah Jongin, dia mencoba menenangkan isterinya itu
Jongin menggeleng pelan, dia tidak tahu harus berbuat apa, dia diberikan aba-aba oleh ayahnya untuk segera keluar bersamanya, Jongin mengangguk
"kenapa omma jadi seperti itu?" Tanya Jongin saat dia dan ayahnya sudah diluar kamar inap ibunya, wajahnya cemas
"entahlah, seperti yang appa bilang tadi, kelakuan dan tingkah ommamu begitu cepat berubah, dan menurut dokter kita harus segera membawa ommamu kerumah sakit jiwa, secepatnya" tukas ayah Jongin, dia menunduk lesu
Jongin menunduk lesu, dia tidak berkomentar lagi, kekalutan dan kegalauan melandanya,
"pernikahanmu akan dilaksanakan di gedung samping rumah sakit ini, appa sengaja memilih tempat yang dekat agar ommamu bisa hadir juga, itu permintaannya. Maafkan appa karena tidak bisa berbuat apa-apa untukmu"
"tidak apa-apa appa, appa sudah merestui hubunganku dengan kyungsoo itu saja sudah cukup, aku berterima kasih kepada appa karena sudah memahamiku" ujar Jongin seraya tersenyum, senyum hambar, dia kembali teringat sosok Kyungsoo
"baiklah, jasmu sudah appa siapkan disana"
"iya, appa"
Dan sepertinya pernikahan yang tidak diinginkan ini kemungkinan benar-benar akan terjadi.
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Sehun meminta izin kepada orangtuanya untuk bermalam di kediaman keluarga Do, dan dia mendapatkan izin itu, hatinya sangat senang
"hyung, sudah malam, ayo tidur" ucap Sehun, dia baru saja masuk kekamar Luhan, namun sudah mengajak untuk tidur,
"ini baru jam 7, jam tidurku itu jam 11 malam Sehun ah" elak Luhan, dia sudah mempersiapkan fisik dan mentalnya untuk malam ini,
"hyung sudah janji melakukannya malam ini" rengek Sehun, dia terus meminta jatah yang dijanjikan oleh Luhan
"aku memang sudah janji, tapi bukan sekarang, tunggu beberapa jam lagi" Luhan kesal, namjanya itu tidak pernah bisa bersabar
Sehun tidak menanggapi, dia menyeduh minuman serbuk yang dia bawa sendiri, dikamar Luhan memang tersedia kulkas mini.
"itu apa?" Tanya Luhan, perasaannya tidak enak
"ini minuman" jawab Sehun enteng
Sehun memberikan seduhan minuman itu satu gelas kepada Luhan, dan gelas satunya dia minum sendiri,
Luhan menerima gelas itu dengan ragu, dia mengendus-endus aroma minuman itu
"ih, kenapa baunya mirip telur mentah?" Luhan memprotes minuman pemberian sehun
"minum saja hyung" balas sehun, dia sudah menghabiskan minumannya sendiri,
Dengan terpaksa Luhan meminum seduhan minuman itu, dan baru beberapa tegukan, dia bergegas menuju kamar mandi, dia muntah dengan sangat hebat
Sehun menertawai Luhan, menurutnya Luhan seperti yeoja mandul yang baru saja hamil muda, dia terus tertawa terpingkal-pingkal tidak jelas
Luhan keluar kamar mandi dengan tampang masam, dia kesal,
"minuman apa itu?" Luhan masih menagih jawaban jujur sehun,
"itu minuman khusus pria, penambah stamina saat malam pertama" jawab Sehun santai
"apa?" Luhan berseru tidak percaya, shiit… mereka bukanlah pasangan pengantin baru yang akan melakukan ritual malam pertama
Mereka berdua saling diam, Luhan masih saja kesal, tapi dia sudah berjanji akan menuruti kemauan Sehun itu
Sehun kambali bermain dengan gadget milik Luhan,
"hyung, apa sebaiknya kita merekam aksi kita, sebagai kenang-kenangan, sepertinya memasang kamera video di atas TV adalah ide yang bagus" kata Sehun, lagi dan lagi, pikirannya akan selalu mesum
"kamu bicara apa? apa kamu suka suatu saat video kita akan tersebar didunia maya dan menghancurkan pamorku" Luhan malah menanggapi ocehan Sehun,
"hyung yang bicara apa, hyung bukan artis atau idol Kpop terkenal" sehun mencibir sambil bercanda
"sama saja, semua orang tidak ingin moment rahasianya menjadi konsumsi umum, jadi jangan macam-macam memvideokan sesuatu, aku pernah mendengar ungkapan 'jangan bugil depan kamera', aku setuju dengan ungkapan itu" tukas Luhan
"baiklah, kalau begitu hyung ingin aku pakai kondom rasa apa? ada banyak pilihan, ada strawberry, nanas, jambu mete, merica… dan…" ocehan Sehun tentang kondom terhenti, karena melihat raut wajah Luhan yang seperti hendak menelan seluruh isi rumah
"hentikan ocehanmu, kita mulai sekarang, setelah itu selesai.." seru Luhan, dia menyesal sudah menjanjikan hal tadi kepada Sehun,
"jangan marah begitu hyung, baiklah kalau begitu aku pakai kondom bergerigi saja… aku rasa..hmm.." suara Sehun teredam karena Luhan membekapnya dengan bantal,
Luhan lalu turun dari ranjang dan memastikan pintu kamarnya terkunci, dan setelah itu dia bergegas menelanjangi dirinya sendiri, menyisakan celana dalam merk Calvin Clein andalannya,
Sehun yang tadi kehabisan nafas, mendadak mendapatkan oksigen baru, dia menatapi tubuh Luhan dengan pandangan lapar dan haus,
"ternyata aku tidak salah pilih namja" ujar Sehun tersenyum evil, dia dengan gerakan ala ninja hatori dengan cepat melepaskan pakaian yang melekat ditubuhnya, menyisakan boxer merah saja
Sehun turun dari ranjang dan menarik Luhan untuk naik keatas ranjang,
"aku sudah tidak sabar hyung" ujar Sehun mendesah
"…"
"celananya aku buka sekarang" Sehun yang sudah menindih Luhan dengan gerakan yang cepat mengarahkan tangannya kebawah selangkangan Luhan,
Dan kemudian…. Gelap…. Lampu mati…
"sial" rutuk sehun, disaat-saat bergairah seperti ini lampu malah mati, sehun mendecak sebal
"keadaan tidak merestui kita Sehun ah" kekeh Luhan, dia senang karena lampu mati tepat pada waktunya
Sehun tidak mau momentnya bersama Luhan berakhir sia-sia, dalam keadaan yang gelap gulita, dia menggerayangi luhan dan mencoba meraba-raba dan memelorotkan celana dalam Luhan
"jangan kasar begitu" protes Luhan, dia geli
"aku tidak peduli, malam ini adalah malamku hyung" balas Sehun, dia berhasil menurunkan dan melepaskan celana dalam Luhan, padahal jika sehun bisa lebih cerdas sedikit, ada ponsel yang bisa dimanfaatkan sebagai penerangan
"jangan pegang daerah itu.. ahhh.." desah Luhan, sehun memegang daerah intimnya
"ini milikku sekarang.." klaim Sehun nista
Sehun mencari dimana letak tangan luhan, dengan usaha yang maksimal, dia mengarahkan tangan Luhan menuju kejantanannya yang sudah menegang hebat, sudah siap tempur
"kocok hyung.." desah sehun bernada erotis yang berlebihan
Luhan menuruti kemauan Sehun, dia memajumundurkan tangannya di tongkat emas sehun tersebut, tangannya bergetar, dia merasa ukuran sehun sudah bertambah lagi
"hyung, aku masukkan ya.." racau sehun, dia sudah tidak tahan,
Luhan tidak menanggapi, dia hanya mendesah pelan, karena Sehun menggelitikknya tepat diputing,
"diam tanda setuju… " seru Sehun semangat, dan..
Satu detik,
Dua detik,
Tiga detik,
"ahhh…..ahhh… " Luhan mengerang hebat, dia mencoba menyumpal mulutnya dengan seprey ranjang, akhirnya untuk pertama kalinya dia dijebol oleh namja yang bernama Oh Sehun
Penantian Sehun akhirnya berakhir, dia mendapatkan jatahnya walau dalam keadaan gelap gulita
*skip*
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Luhan berjalan terpincang-pincang, hari ini adalah hari dimana dia harus segera berangkat ke china untuk memenuhi panggilan pengadilan untuk bersaksi terkait kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh ayah tirinya, Park Jin Young
Bokong Luhan sakit dan ngilu, dia tidak tahu apakah dia akan menikmati perjalanannya dengan nyaman, tiket sudah ditangan dan hanya tinggal berangkat saja
Dia sudah pamit kepada ayah dan ibu Kyungsoo selaku walinya selama dikorea. Dan Luhan berjanji akan kembali kira-kira 2 minggu lagi
Saat Luhan hendak masuk dan pemeriksaan tiket, dia dikagetkan oleh suara namja yang sangat dia kenal
"hyung, tunggu aku.." seru suara itu, suara cadel yang selalu dia sukai
Luhan membalikkan tubuhnya, dan… deg.. dia kaget, rupanya namja yang memanggilnya adalah Sehun, Sehun menyusulnya
"Sehun ah, kenapa kemari? Aku sudah bilang tidak usah mengantarku, kamu harus kuliah pagi" ujar Luhan, dia menatap Sehun yang berpenampilan rapi, dan entah mengapa warna rambut Sehun kembali berubah menjadi warna pelangi, warna rambut lamanya
"maaf hyung, aku kesini bukan untuk mengantar, tapi aku juga akan ikut bersama hyung, we always together.." tukas Sehun sembari tertawa pelan
"kamu sudah gila, kamu menyalahi janjimu Sehun ah.."
"maaf hyung, tapi aku harus ikut, aku bisa mati jika selama 2 minggu hyung tidak ada disampingku" ujar Sehun lebay,
"tapi kamu tidak mempunyai tiket, jadwal pesawat hari ini ke china padat dan tidak ada tiket yang dijual menjelang pemberangkatan" Luhan tetap tidak terima, percuma saja usahanya tadi malam untuk menjinakkan sehun jika semuanya akhirnya jadi begini
"tenang hyung, aku sudah membeli tiket kemarin, pesawat yang sama dengan hyung" ucap Sehun sambil nyengir lebar, dia menang
Luhan mendesah pelan, dia kalah.. Sehun ternyata sangat licin dan sudah mengatur semuanya, jika dalam film-film animasi Luhan sudah mengangkat bendera putih,
"baiklah" desah Luhan, tidak ada salahnya juga jika namjanya itu ikut, Luhan hanya mengkhawatirkan kuliah Sehun yang mungkin terbengkalai, namun jika sudah begini, apa pedulinya, Sehun sudah pasti akan ikut dengannya
Dan sepertinya Luhan gagal menjinakkan Sehun,
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Jongin gelisah, dia terduduk disalah satu ruang digedung tempat akan dilangsungkan pernikahannya. Jongin duduk kemudian berdiri, lalu duduk lagi dan berdiri lagi, bosan dengan duduk berdiri, dia berjalan mondar-mandir diruangan itu
Jongin menatap penampilannya yang sudah rapi, dengan stelan Jas berwarna hitam membuat dirinya yang tampan semakin tampan, Jongin mendesah pelan, beberapa menit lagi pernikahannya akan dilangsungkan, hal itu tidak pernah terpikir dipikirannya selama ini
Jongin tidak mencintai Krystal, yeoja itu hanya mantan tetangga rumahnya, yang kebetulan sangat akrab dengan ibunya. Dia tidak pernah sedikitpun mempunyai rasa terhadap yeoja itu.
Jongin kemudian mendudukkan dirinya lagi, dia mengusap wajahnya kasar, perjuangannya selama ini untuk bersatu dengan Kyungsoo kemungkinan akan kandas dengan pernikahan ini. Walau ayahnya sudah mengatakan bahwa jika dia sudah menikah dan mempunyai keturunan lewat Krystal, maka ibunya akan memberikan restu… menurutnya tidak semudah itu, dia juga tidak ingin menyakiti perasaan seorang yeoja, tidak ada seorang yeojapun yang ingin dinikahi hanya untuk diceraikan kemudian
Jongin kembali teringat Kyungsoo, kyungsoo yang saat ini mungkin sedang menunggunya. Dia merasa bersalah, janjinya untuk terus bersama namja imut itu sulit diwujudkan
Jongin lagi-lagi mendesah pelan,
"maafkan appa tidak bisa membantumu.." seru sebuah suara, itu suara ayah Jongin, dia mendekati anaknya itu
"…"
"tamu undangan sudah hadir, pihak keluarga Soo Jung yang hadir hanya paman dan bibinya, appa juga mengundang sedikit rekan-rekan appa dikepolisian dan para guru yang diundang oleh bibi Soo jung" jelas ayah Jongin
"jadi pernikahan ini tidak bisa dibatalkan lagi appa?" Tanya Jongin frustrasi
"tidak Jongin, ommamu nanti akan hadir, appa yang akan membawanya sendiri kemari" tukas ayah Jongin pelan, dia menundukkan wajahnya
Jongin mengepalkan tangannya erat, ingin rasanya dia menghancurkan dan membogem semua benda yang ada diruangan itu, jika bukan karena keinginan ibunya, dia mungkin sudah membawa pergi Kyungsoo lebih jauh lagi, mungkin keluar negeri atau dimana, asal mereka berdua tetap hidup bersama
"baiklah, appa pergi menjemput ommamu dulu, sepertinya Soo jung sudah siap, kamu juga harus bersiap-siap, sekali lagi appa minta maaf.. tabahkan dirimu Jongin, ini bukan akhir dari segalanya" tutup ayah Jongin, dia memegang pundak anaknya untuk menguatkannya
Jongin mengangguk pelan, dia paham, dia harus menerima kenyataan ini, pikirannya buntu
'kyungsoo ya, jika kita memang ditakdirkan untuk bersama, aku yakin pernihakan ini tidak akan pernah terjadi.. percayalah' batin Jongin sendu
.
.
.
Malam tiba, padahal sesuai rencana pernikahan akan dilangsungkan sore. Sudah 3 jam lebih para tamu undangan menunggu dilangsungkannya pernikahan Jongin-Soo jung. Para tamu itu berbisik-bisik kesal, mereka menghabiskan banyak waktunya hanya untuk duduk menunggu kedua calon pengantin untuk mengikat janji suci
"kenapa yang menikahkan belum datang juga?" Tanya bibi Krystal kepada suaminya, dia terus menerus melirik jam ditangannya
"aku juga tidak tahu sayang, sepertinya ada yang sengaja menghambat pernikahan ini" jawab Paman Krystal, dia juga agak kesal karena penundaan pernikahan yang sudah 3 jam
Sang calon mempelai wanita alias Soo jung aka Krystal sudah lama menunggu, dia tampil cantik dengan gaun putih berkilau dengan hiasan tiara dikepalanya, sudah siap untuk menjadi isteri seorang Kim Jongin, Krystal menampilkan wajah juteknya, dia tahu bahwa jongin sudah ada digedung itu, namun calon suaminya itu sengaja tidak muncul sebelum orang yang akan menikahkan mereka muncul terlebih dahulu
Seseorang tua yang sudah lama ditunggu-tunggu datang juga, dia akan menikahkan sesuai agama kepercayaan kedua calon pengantin,
Jongin yang sedari tadi diruang tunggu, akhirnya mau tidak mau harus keluar dari tempat persembunyiannya, sebentar lagi pengucapan janji sucinya kepada Krystal akan berlangsung
Jongin melangkahkan kakinya sangat pelan, dia seperti tidak ingin lekas sampai disamping calon isterinya, para tamu undangan kembali berbisik-bisik
Jongin yang jalan sambil menunduk, mencoba mendongakkan wajahnya, dan… degg.. matanya tepat menatap wanita paruh baya yang sudah dia kenal, wanita paruh baya itu bergabung bersama para tamu undangan lainnya
'omma Kyungsoo' batin Jongin, ternyata ibu Kyungsoo hadir juga sebagai tamu undangan. Jongin yakin bahwa ibu kyungsoo hadir atas undangan bibi Krystal, bibi krystal juga seorang guru
Ibu kyungsoo memandang datar kearah jongin, dia mencoba memberikan tatapan biasa, walau dalam hatinya dia juga terkejut karena melihat yang menjadi calon pengantin pria adalah pacar anaknya
Jongin mengalihkan pandangannya, dia tidak ingin terus menerus memandang ibu kyungsoo, dia merasa bersalah dan menghianati kepercayaan yang pernah terucap oleh ibu namjanya itu
"baiklah, karena kedua mempelai sudah hadir… maka acara inti pengucapan janji suci sehidup semati akan segera dilaksanakan" seru orang yang akan menikahkan Jongin dan Krystal, dia ingin memulai lagi bicaranya…
Wajah Jongin menegang, Krystal melirik senang kearah Jongin, sebentar lagi namja disampingnya akan menjadi suaminya
Dan… kemudian…
"tunggu.." interupsi sebuah suara yang sangat ngebass,
Si empunya suara muncul dibalik pintu gedung itu, dia adalah namja jangkung dengan senyum khas ala pepsodent, Chanyeol
"maaf, aku tidak bermaksud memotong acara suci ini, tapi aku harus mengatakan sesuatu yang sangat penting…" Chanyeol menghentikan kalimatnya,
Para tamu undangan menahan nafas,
"calon pengantin pria yang bernama Kim Jongin tidak bisa menikahi calon pengantin wanita, Soo Jung… karena sang mempelai pria sebenarnya ada dibelakangku, bersama kita…" ujar Chanyeol berorasi, dia menggeser tubuh jangkungnya dan memberikan jalan kepada namja dibelakangnya, Chanyeol ber-OK dengan tangan kearah jongin
"Minhoo.." seru Krystal, nyaris seperti teriakan,
Jongin tadi tersenyum melihat Chanyeol, dia lalu menoleh sebentar kepada Krystal, dan memandang kembali kepada namja yang disebut oleh Krystal itu
Namja yang bernama Minhoo itu perlahan mendekati Krystal, Krystal mematung.
"aku akan bertanggungjawab atas kandunganmu itu, aku adalah ayahnya" bisik Minhoo, dan kemudian dia berdiri disamping Krystal dan memegang tangan yeoja itu, dia sudah siap untuk menikah bersama Krystal
Bisik-bisik tetangga melanda ruangan ruangan tersebut, banyak tamu undangan tidak menyangka akan ada revisi pengantin pria, baru kali ini mereka menyaksikan kejadian seperti ini
"baiklah, aku sebagai ayah anakku, Kim Jongin… meminta maaf kepada para tamu undangan sekalian, dan sekarang acara pernikahan akan dilangsungkan antara Choi Minhoo dan Jung Soo Jung" ujar ayah Jongin mengambil alih, dan sontak saja, bisik-bisik para tamu undangan mereda
Jongin rasanya ingin berteriak dan mengungkapkan rasa bahagianya, akhirnya dia batal menikah dengan Krystal, dia memandang ayahnya yang mengedipkan matanya sebelah, tanda bahwa dia menyuruhnya untuk mengejar cintanya
"tapi omma…" gumam Jongin, dia mendekati ayahnya itu
Ayah jongin langsung paham dan dia membawa anaknya ke rumah sakit yang tepat disebelah gedung ini
.
.
.
"kenapa kita melewati ruangan omma?" Tanya Jongin, saat dia sudah berada diarea rumah sakit tempat ibunya dirawat,
"ommamu dipindahkan.." jawab ayah jongin pelan
"dipindahkan? Kemana?" Tanya Jongin lagi, dia masih belum paham
"dirumah sakit jiwa" jelas ayah Jongin, dia menatap sendu anaknya itu
Jongin tidak bertanya lagi, akhirnya ibunya itu dipindahkan juga, atas saran dokter yang merawatnya.
"kamu jangan kaget dengan reaksi ommamu.." tukas ayah jongin memberitahu anaknya,
"kaget, memangnya kenapa dengan omma? Kondisinya semakin parah?" jongin kembali bertanya
Ayah jongin tidak menjawab pertanyaan anaknya, dia terus berjalan dan menuju tempat dimana isterinya saat ini berada
Jongin memandang area baru, area yang banyak orang-orang terduduk dikursi roda, ada yang bermain dengan tanaman, ada yang berbicara sendiri, ada yang memeluk bantal dan berjalan tidak jelas dan lain sebagainya, intinya tempat itu adalah jelas rumah sakit jiwa
Jongin semakin khawatir, dia dibawa oleh ayahnya menelusuri lorong-lorong sempit dan berakhir disebuah ruangan yang mirip penjara, dengan jeruji besi
Jongin terbelalak, dia menatap sosok yang meringkuk lusuh disudut ruangan terisolasi itu, sosok itu nyaris tidak dia kenali, sosok itu adalah ibunya, ibu Jongin
"omma.." panggil jongin, matanya berkaca-kaca, dia miris melihat penampilan baru ibunya, tidak ada lagi penampilan elegan ala bangsawan, tidak ada lagi rambut palsu yang menutupi uban dan rambut tipis ibunya, tidak ada lagi wajah yang selalu tersapu oleh BB Cream anti penuan dini,
"omma.." ulang Jongin lagi
Ibu jongin yang awalnya tidak bereaksi, perlahan mendekati anaknya itu, rambut tipisnya yang acak-acakan menyambut jongin
"omma.." ulang jongin untuk ketiga kalinya, dia memasukkan tangannya dan mencoba menggapai tangan ibunya,
"kamu siapa?" Tanya ibu jongin, dia berkata pelan dan kemudian tertawa keras,
"aku tahu kamu pasti pria muda yang akan menikahiku… ah, jangan terburu-buru, aku masih perawan.. ha..ha..ha.." racau ibu jongin dengan diselipi tawa menakutkan
Jongin terdiam, dia tidak menyangka reaksi ibunya akan seperti itu,
"omma, ini aku.. Jongin.." kata Jongin, nadanya putus asa, tangannya masih menggapai-gapai dijeruji besi itu
"pergi, aku belum mau menikah… aku mencari lelaki yang kaya raya dan normal.. ha..ha.." racauan ibu Jongin semakin menjadi, setelah tertawa, dia menangis dan memeluk lututnya
Tidak terasa air mata Jongin menetes, ini kali pertamanya dia menangis untuk ibunya, ternyata kondisi ibunya sangat memprihatinkan
"appa, omma kenapa?" Tanya Jongin sambil menoleh kearah ayahnya, dia mengusap air matanya kasar
Ayah jongin tidak menjawab, dia hanya menggeleng pelan dan mengangkat tubuh anaknya itu, menyuruhnya berdiri,
"dokter dan tim rumah sakit ini akan melakukan yang terbaik, ommamu sudah tidak mengenali kita lagi, itu sisi buruknya… sisi baiknya, kamu bisa segera mengejar cintamu dan melupakan permintaan ommamu" ujar ayah Jongin lalu tertawa, tawa bercampur sedih
"tapi omma.."
"aku yakin ommamu akan segera sembuh, appa akan membawanya ke Jepang atau Singapura untuk berobat, kamu berdoa saja… yang penting sekarang temui pemuda yang bernama Kyungsoo, appa yakin dia sedang menunggumu. Asal kamu tahu, appa tidak rela kamu menikah dengan gadis yang sudah hamil duluan, appa tidak ingin kamu menjadi korban dan menutupi aib gadis itu" jelas ayah Jongin
Jongin takjub dengan pernyataan ayahnya, rupanya selama ini ayahnya itu membantunya, ayahnya bersama Chanyeol mencari tahu siapa lelaki yang menghamili Krystal, dan usaha mereka tidak sia-sia, pernikahan Jongin akhirnya dibatalkan
"terima kasih appa, tapi omma…" kata jongin, pikirannya masih bercabang, dia ingin sekali menemui Kyungsoo dan mengabarkan kabar gembira mengenai pembatalan pernikahannya, tapi disisi lain ibunya sudah benar-benar gila dan tidak mengenalinya lagi
"jangan khawatir mengenai ommamu, appa akan selalu ada bersamanya. Yang penting sekarang kejar cintamu, kamu sudah memperjuangkan cintamu dengan gigih, appa tidak ingin usahamu sia-sia Jongin" tukas ayah Jongin, dia memegang pundak anaknya untuk kesekian kalinya
Jongin memeluk ayahnya itu, dia berterima karena ayahnya selalu mengerti dirinya,
Jongin melepaskan pelukannya dan mendekati ibunya,
"omma, aku yakin omma akan sembuh, dan setelah sembuh nanti aku juga yakin omma akan memberikan restu kepadaku untuk tetap bersama Kyungsoo…" ucap Jongin lirih kepada ibunya, ibunya tidak merespon
Jongin beranjak, dia melambaikan tangan singkat kepada ayahnya, dan segera berlari dengan kencang, keluar rumah sakit jiwa itu
.
.
.
Jongin berpapasan dengan wanita paruh baya yang tadi berbaur dengan tamu undangan, yah.. ibu Kyungsoo, jongin mendekati ibu Kyungsoo dengan perlahan,
"ajuhma… maaf, dimana Kyungsoo?" Tanya Jongin dengan ragu-ragu,
Ibu Kyungsoo yang awalnya menampilkan ekspresi datar, tersenyum kearah Jongin,
"tadi aku menurunkannya ditengah jalan, dia sepertinya tidak ingin berpisah denganmu" jelas ibu Kyungsoo, dia masih tersenyum
"jadi apakah ajuhma memberikan restu kepadaku dan Kyungsoo…?" Jongin berkata demikian nyaris tidak kentara, dia takut akan kena semprot karena lancang meminta restu
"iya, aku merestuimu bersama anakku. Aku sudah yakin bahwa kamu adalah pemuda yang tepat untuk Kyungsoo.." lanjut ibu Kyungsoo, dia menambah garis senyum dibibirnya
"terima kasih ajuhma… terima kasih.." ujar Jongin, dia membungkuk berkali-kali kepada ibu Kyungsoo, dia sangat senang karena mendengar sendiri restu dari ibu Kyungsoo
"pergilah temui Kyungsoo, dia pasti menunggumu" tutup Ibu Kyungsoo, tidak merubah senyumnya, dia memegang pundak Jongin, hal yang sama dilakukan oleh ayah Jongin tadi
Jongin kembali membungkuk, dan kemudian… dia bergegas berlari sekencang-kencangnya, dia tidak peduli dengan angin malam dan tatapan orang-orang yang berpapasan dengannya, yang pasti dia harus menemui cintanya, namja yang bernama Do Kyungsoo
.
.
.
Jongin tidak kenal lelah terus berlari, dia tidak sedikitpun istirahat, dia ingin secepatnya bertemu dengan Kyungsoo, namja yang menjadi cinta pertama dan terakhirnya
Jongin tersenyum ketika melihat penginapannya sudah tepat didepan mata, dia tidak merubah kecepatan berlarinya, angin malam terus mengiringi langkahnya
Jongin sampai tepat didepan pintu,
"kyungsoo ya, aku kembali… " ucap Jongin, sedikit ngos-ngosan
Tidak ada jawaban,
Jongin membuka pintu kamar kontrakannya yang tidak dikunci, dia dengan cepat menghambur kedalam,
"Kyungsoo ya, aku datang… pernikahanku dibatalkan.. aku… Kyungsoo ya, kamu kenapa..?" tukas Jongin, dia menetralkan nafasnya yang habis berlari, dia terkejut melihat posisi Kyungsoo yang terbaring dan tidak bergerak
"kyungsoo ya.." seru Jongin, dia dengan cepat mendekati namjanya itu,
Dan… degg… suhu tubuh Kyungsoo sangat panas, Jongin panik
"Kyungsoo ya, ayo kita kerumah sakit" lanjut Jongin, dia sangat khawatir, kedatangannya disambut dengan sakit yang diderita oleh Kyungsoo,
"jongin ah, kamukah itu?" Tanya Kyungsoo pelan dan lemah, untuk pertama kalinya pasca dia bertemu terakhir kalinya dengan Jongin saat ibunya menjemputnya
"iya, ini aku.." jawab jongin, dia membalikkan tubuh Kyungsoo yang tadi miring, mata Kyungsoo sembab dan bengkak, sepertinya dia habis menangis berjam-jam
"kita kerumah sakit Kyungsoo ya" ucap Jongin lagi, dia mengangkat tubuh kecil Kyungsoo, menggendongnya
Mata jongin menangkap banyak kertas yang ditulisi oleh Kyungsoo, semua tulisan dikertas itu sama, 'Kyungsoo cinta Jongin, Jongin cinta Kyungsoo'. Tulisan itu ditulis hingga beberapa kali dalam satu kertas, jika dihitung-hitung jumlah kalimat itu bisa ratusan bahkan ribuan
Jongin lekas keluar kamar, dengan Kyungsoo yang masih dalam gendongannya, udara malam kembali mengiringi langkah jongin yang cepat, dia tidak mungkin membawa Kyungsoo kerumah sakit dengan berlari, sangat tidak efektif, jadi dia mencoba mencari taksi
Jongin berhasil menghentikan sebuah taksi, dia segera masuk kedalam taksi bersama Kyungsoo,
"bertahanlah Kyungsoo ya.. kita akan segera sampai dirumah sakit" ucap Jongin seraya mengusap lembut rambut jatuh Kyungsoo dengan tangan kirinya dan tangan kanannya mendekap memeluk Kyungsoo
"aku hanya panas Jongin ah" balas Kyungsoo, dia memejamkan matanya dan menyandarkan kepalanya disamping dada Jongin
"aku takut kondisimu semakin parah, apa tadi kamu menangis seharian Kyungsoo ya?" Tanya Jongin lagi, masih memberikan kehangatan bagi Kyungsoo
Kyungsoo tidak menjawab, dia merasa nyaman dengan posisinya saat ini
"ajuhsi, kita ke Korean hospital, mohon dipercepat laju mobilnya" kata Jongin kepada supir taksi, supir taksi yang sudah lumayan tua itu mengangguk mengiyakan, dia memandang pasangan namja-namja itu lewat kaca kecil didekat kepalanya
"jongin ah, tidak perlu kerumah sakit, aku sebentar lagi akan sembuh" kyungsoo berkata sambil mendongakkan wajahnya lucu kearah Jongin, dia memohon agar tidak dibawa kerumah sakit,
"tapi Kyungsoo ya, suhu badanmu terlalu panas…" tukas Jongin, dia balik mantap wajah imut Kyungsoo yang walau pucat namun tetap menggemaskan
"memang selalu seperti ini, aku hanya perlu melihatmu saja dan memelukku, dua hal itu akan menyembuhkanku Jongin ah, aku sudah membuktikannya sendiri" kata Kyungsoo pelan, dia kembali menyandarkan kepalanya dan memejamkan mata
Jongin tidak protes, Kyungsoo betul, Jongin masih ingat saat dia bersama Kyungsoo memulai pelarian mereka, hingga akhirnya tiba disebuah gubuk tidak terawat, Kyungsoo juga mendadak diserang panas tinggi, kyungsoo minta dipeluk dan pelukan dari Jongin itu berhasil meredakan panas tinggi Kyungsoo, ajaib memang
"tolong jongin ah, jangan bawa aku kerumah sakit. Aku bisa sembuh dengan pelukanmu" pinta Kyungsoo dengan sangat,
Jongin berpikir sejenak, dan dia mengangguk setuju
"baiklah, aku tidak akan membawamu kerumah sakit" ucap Jongin mengabulkan permintaan Kyungsoo,
Jongin mengangkat Kyungsoo untuk lebih mendekat kepadanya, posisi Kyungsoo sekarang ini tepat didepan Jongin, dia mendudukkan Kyungsoo diatas kedua pahanya, dan memeluk Kyungsoo dari belakang, pelukan erat dan hangat, sesuai permintaan Kyungsoo
"maaf ajuhsi, kerumah sakit dibatalkan, sebagai gantinya.. tolong ajuhsi berputar-putar saja disekitar kota ini" kata Jongin merevisi tujuannya, sang supir tua mengangguk, lagi-lagi dia tersenyum karena melihat moment intim dan tidak biasa kedua penumpangnya
10 menit Kyungsoo dalam pelukan Jongin, dan benar saja suhu tubuh Kyungsoo mendadak normal, Jongin tidak merasakan lagi rasa panas ditubuh Kyungsoo, jongin ingin berujar, namun Kyungsoo mendahuluinya
"jongin ah, bagaimana dengan pernikahanmu?" Tanya Kyungsoo, dia langsung teringat masalah itu, matanya masih terpejam
"pernikahanku dibatalkan Kyungsoo ya.. aku masih single sekarang, dan aku masih milikmu" jawab Jongin,
Kyungsoo bereaksi cepat, dia mengarahkan wajahnya ke wajah jongin yang masih memeluknya,
"benarkah? Tapi ommamu.." rasa bahagia Kyungsoo sedikit berkurang,
"omma.. ommaku pasti menyetujui hubungan kita Kyungsoo ya" jawab jongin, dia tidak ingin mengatakan kepada Kyungsoo jika ibunya sudah betul-betul gila
"apa kamu yakin?" kyungsoo masih merasakan kebahagiaan setengah-setengah
"aku yakin, omma dirawat dirumah sakit, dan aku yakin jika dia sudah sadar nanti, omma akan tersenyum untuk kita berdua, dan yang lebih penting lagi, aku sudah memperoleh restu secara langsung dari ommamu, ommamu merestui hubungan kita" ujar Jongin sambari mengeratkan pelukannya,
Kyungsoo membuka matanya dan tersenyum lebar, senyum love yang menghiasi bibirnya, senyum untuk namjanya
Kyungsoo sangat bahagia, dia juga sudah mendengar sendiri restu dari ibunya, restu yang dulu tidak pernah terpikirkan akan keluar dari bibir ibunya sendiri
"aku sangat bahagia Jongin ah" kata Kyungsoo
"aku juga bahagia" tambah Jongin,
"aku tidak pernah menyangka bahwa hubungan kita yang sulit ini mendapatkan restu" ucap kyungsoo lagi, dia masih tersenyum dalam pelukan Jongin
"kita berhasil Kyungsoo ya, perjuangan cinta kita tidak sia-sia" kata Jongin,
Jongin mengarahkan tangannya yang tersemat cincin couplenya, dia meraih tangan Kyungsoo yang juga terdapat cincin itu, Jongin menyatukan kedua telapak tangan mereka, saling menggenggam
"Jongin Love Kyungsoo, forever" gumam Jongin,
Kyungsoo tersenyum mendengar ucapan Jongin, air mata bahagia menetes dipipinya. dia semakin mengeratkan genggaman tangannya dan tangan Jongin, Kyungsoo mencari kehangatan dan kenyamanan dengan kembali melabuhkan kepalanya didada Jongin
Taksi itu berputar-putar mengelilingi sudut kota Seoul, dengan dua orang Namja yang begitu bahagia karena telah sukses melewati ujian kerikil cinta mereka
Kisah kasih Jongin-Kyungsoo mungkin tidak akan dicatat dalam sejarah percintaan dunia, namun mereka berdua sudah menorehkan Kisah Cinta yang Tulus dan Sejati dalam peradaban manusia, dengan atau tanpa pengakuan.
Dan dimasa atau zaman yang akan datang akan ada kisah cinta 'Jongin-Kyungsoo' yang lain,
Jongin Love Kyungsoo, Forever…
.
.
.
END
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o…o….o
Akhirnya Ending FF sederhana ini berakhir di Chapter 17, maaf jika tidak sesuai dengan ekspektasi pembaca. Chapter ini adalah chap paling panjang, dengan 7.000 lebih karakter, khusus untuk Reader setia FF ini. Terima kasih tidak terkira untuk semua Reader yang sejak awal mengikuti FF ini, karena Review kalian, FF ini selalu Update cepat.
Untuk terakhir kalinya di FF ini, tidak berlebihan jika sekali lagi aku minta tanggapan dan komentarnya, sebagai penutup manis Review di FF 'Good Boy Bad Boy' ini
Sampai jumpa lagi di FF berikutnya, baik dengan Cast utama yang sama atau cast lainnya. Salam Exo-L
Thanks For Review :
nisakaisa, SognatoreL, lolamoet, Metacho137, me1214, miss leeanna, lovely autumn, mrblackJ, hanhyewon357, meliarisky7, shineexo, .58, Me, f, kimyori95, Insooie baby, Gyurievil, thelostisland35, KaiSooLovers, humaira9394, dekaeskajei, Huang Zi Lien, BangMinki, blackjackcrong, ZeeKai, dyopororo, Kyungra26, Maple fujoshi2309, Taeminho597, SFA30, bimbimbab, damean, Daiirere, Soo Kyung, aku adalah aku, Guest, JonginDO, dan semua Reader FF ini …
