[CHAP 2]


ENJOY STORY!

[Don't Like? Want To Bash Me? HUSH!]

LullabyDik

Presents

.

.

Besoknya member Super Junior M menyiapkan barang-barang untuk berangkat pulang ke Korea Selatan. Belum ada yang berani menyapa Kyuhyun kecuali Siwon, itupun tidak digubris sama sekali oleh namja chubby itu. Kibum sendiri tidak diketahui keberadaannya setelah malam itu.

Kyuhyun berjalan lunglai menuju pesawat yang akan membawanya kembali ke Korea. Sesekali melirik kebelakang, berharap Kibumienya ada disana. "Hah… memangnya ini drama." Gumam Kyuhyun. "Mungkin dia langsung pulang ke Korea atau mungkin Amerika." Sambung Siwon yang berada disebelah Kyuhyun. Namja pucat itu berpaling sebentar, dia tahu dia yang salah tidak menolak Siwon, tetapi hyung kudanya ini harusnya merasa bersalah atau apa. "Kau sengajakan hyung? Mencari kelemahanku, apa kau berpikiran akan memisahkan aku dengan Kibum? Tidak bisa." Kyuhyun mempercepat langkahnya meninggalkan Siwon yang memandang remeh kepadanya. "Oh ya?"

"Tentu saja."

"OMO!" jerit Siwon. "Se… sejak kapan kau disini?" lanjutnya.

Namja berambut hitam legam yang menghampiri Siwon, membuka kacamata hitamnya, dan tersenyum kecil kepada namja atletis itu. "Yo!" Balasnya acuh. Namja itu melanjutkan langkah, mengejar Kyuhyun yang sudah jauh didepan.

"Kibum…" gumam Siwon. Tangannya terkepal kuat, "Sial!"

[~KIHYUN~]

Kyuhyun menyandarkan tubuh ke bangku pesawat, menghela nafas panjang. Mengecek pesan apapun dari ponselnya sebelum para pramugari itu mengoceh untuk tidak menggunakan ponsel. Kyuhyun menghela lagi, membuang keberuntungannya untuk kesekian. Tidak ada pesan yang dia harapkan, hanya pesan Changmin yang berisi untuk membawakan si monster food itu makanan. "Kibumie…"lirih Kyuhyun.

"Ada apa?" Kyuhyun menatap jendela pesawat dengan malas, lihatlah, sekarang pendengarannya yang berhalusinasi. "Lebih baik aku tidur saja." putus Kyuhyun. Dia tidak menghiraukan siapa yang duduk disebelahnya. "Tidur disini saja." tangan seseorang menuntun kepala Kyuhyun bersandar dibahunya.

Kyuhyun tersentak. "Kibumie?" namja berambut legam itu tersenyum, memamerkan 'killer smile' andalannya. "Ba…bagaimana bisa, kau?" Kibum mengusap rambut Kyuhyun lembut. "Aku memaafkanmu kali ini. Semua juga salahku yang jarang memberi perhatian, tidurlah Kyu." Kyuhyun menatap Kibum takjub.

"Astaga! Kau baru saja mengucapkan 13 kata dalam satu kali berbicara. Kemajuan yang hebat Bumie."

"Berhenti menghitung kata dalam ucapanku, Kyu."

"Hehehehehe. Baiklah." Kyuhyun mulai menyamankan kepalanya dalam bahu bidang Kibum. Menyesap aroma mint yang menguar dari tubuh kekasihnya.

"Begitu pulang aku akan me'makan'mu, Kyu. Jadi, istirahatlah yang banyak." Dan yah-Kyuhyun tidak bisa tidur nyenyak mendengar kalimat frontal Kibum yang pastinya harus dia turuti.

Para hyungdeul tersenyum senang melihat sepasang kekasih itu. Tidak berniat mengusik mereka. "Kyuhyun memang takluk pada Kibum." Ujar Zhoumi. Yang mendapat anggukan dari Ryewook disampingnya. "Hah… aku tidak mau salah bicara lagi." Zhoumi mengusap rambut Ryewook. "Kalau kau mau tidurlah dibahu hyung." Zhoumi mulai memakai earphone nya, tidak melihat wajah Ryewook yang memerah. Sebelum memejamkan mata Zhoumi memberi senyum lima jarinya pada Ryewook. "Jajjayeo." Gumam Zhoumi.

"Nde hyung." Balas Ryewook yang perlahan menyandarkan kepalanya dibahu bidang Zhoumi, tersenyum malu-malu mengingat tingkahnya sekarang.

Sungmin yang duduk dibelakang bangku Kyuhyun dan Kibum tidak bisa tidur, hanya menutup mata tanpa berniat terbang ke alam mimpi. Pikirannya berkecamuk, bahagia sekaligus kecewa. Apalagi yang dia harapkan dari Kyuhyun?

"Tidurlah hyung. Bersandar pada bahuku jika hyung mau." Tawar Henry. Sungmin menggeleng tanpa membuka mata, memberi gesture tangan menyuruh Henry tidur saja. Henry tahu apa yang dipikirkan hyung imutnya itu, tapi dia bukanlah siapa-siapa. Dia memutuskan untuk diam saja.

Duo Eunhae sudah terbang dialam mimpi dengan Eunhyuk yang tidur dibahu Donghae.

Siwon? Dia sama sekali tidak berniat tidur, pikirannya sibuk menata kembali rencana-rencana untuk merebut Kyuhyun.

[~KIHYUN~]

"Disini aku yang jadi Seme, Kibum!" kekeuh Kyuhyun. Tubuh atas mereka sama-sama tidak memakai sehelai baju, tempat tidur yang tadinya rapi sudah berantakan akibat ulah panas mereka beberapa waktu lalu.

"Kyuhyun, jangan bermain lagi. Hyung sudah tidak tahan." Kibum berusaha merengkuh tubuh Kyuhyun lagi tapi segera ditepis oleh kekasihnya itu. "SHIREO! Aku inikan lebih tinggi dan manly daripadamu, bum." Tolak Kyuhyun.

Ternyata magnae Super Junior ini belum sepenuhnya melupakan perkataan Ryewook diChina.

"Manly? Kyuhyun, katakan padaku alasanmu jadi begini." suara Kibum mulai terdengar serius. Kyuhyun duduk bersila, berhadap-hadapan dengan Kibum diatas kasur. "Aku ini Seme, Kibum! Seme dari seorang Sungmin yang uke, dan memang aku juga uke dari Siwon yang seme, lalu bersama kau yang uke. Harusnya aku ini Seme! Se-Me!" tegas Kyuhyun.

Kibum bersidekap, mulai mengerti maksud Kyuhyun tiba-tiba berontak atas statusnya. Kibum tidak langsung menyahuti perkataan Kyuhyun, dia menelisik wajah Kyuhyun lekat hingga ke tubuh putih mulusnya. "Aku tidak pernah menjadi uke." Dahi Kyuhyun berkerut, "Tidak pernah?" ulangnya.

Kibum tersenyum tipis, "Aku dan Siwon tidak pernah melakukan hubungan badan, kami belum menentukan siapa seme dan uke. Itu hanya tanggapan orang lain."

"20 kata, bagus sekali." Kyuhyun manggut-manggut. Kibum menatap datar Kyuhyun seolah berkata 'Are You Serious?'

"A, kalau begitu kau Seme?" tanya Kyuhyun kembali ke topik. Kibum mengangkat bahu, tidak tahu mengartikannya sebagai apa. Tapi bagi Kyuhyun itu berarti iya. "Tapi, jadi uke itu tidak enak." Keluhnya, mulai lagi.

Kibum menghela, meratapi 'Kibum kecil' yang sudah melemas. "Sudahlah, aku tidak mood melakukannya lagi." Kibum membaringkan tubuh dikasur, menarik selimut menutupi tubuh putihnya. Kyuhyun mengerjap-ngerjap beberapa kali, "Kau serius tidak mau melakukannya?"

"Hmmm. Tidurlah Kyu."

"Mianhae. Tapi, aku masih mau jadi Seme."

Melihat tidak ada pergerakan dari Kibum, Kyuhyun memilih tidur disamping Kibum. Agak ragu saat mengalungkan tangannya ke pinggang Kibum. Kyuhyun menyentuh wajah damai Kibum, "Tampan." Pujinya.

Tidak lama kemudian, sudut bibir Kibum sebelah terangkat. "Kau belum tidur?" tanya Kyuhyun. Tiba-tiba saja tangan Kibum menahan tangan Kyuhyun diwajahnya, mendekatkan pinggang Kyuhyun ke tubuhnya. Detik kemudian, Kibum sudah berada diatas Kyuhyun.

"Let's play." Bisik Kibum disela ciumannya dileher Kyuhyun.

"MWO?!"

[~KIHYUN~]

Pagi-pagi sekali Ryewook sudah menuju dapur menjalankan kegiatan wajibnya memasak untuk makan para 'monster' yang masih terlelap. Sembari bersenandung, Ryewook mengaduk-aduk nasi goreng buatannya. Deritan kursi terdengar, Ryewook menoleh ke arah meja makan melihat siapa gerangan makhluk yang diluan terbangun.

"Kyu?" bingung Ryewook. Kyuhyun membenamkan wajah diatas meja, tidak ada pergerakan lain. Ryewook mengangkat bahu. Melanjutkan acara masaknya lagi.

"Kyu?" sekarang sosok namja yang pagi-pagi sudah memakai masker wajah menghampiri meja makan, niat awal menyapa Ryewook dan memberi wejangan peraturan makanannya pada koki Super Junior itu. Tapi, ada yang lebih menarik perhatianya.

"Hey, ireona." Heechul menepuk-nepuk bahu Kyuhyun. Merasa tidak mendapat balasan, Heechul mendatangi Ryewook. "Dia kenapa?" tanyanya langsung. "Entahlah, daritadi dia sudah seperti itu." Heechul meneguk air dingin dari kulkas, manggut-manggut mendengar penuturan Ryewook.

"Aku dengar kau menghina Kyuhyun waktu di China." Sembur Heechul langsung. Ryewook menghentikan kegiatan memotongnya sejenak, "Sudahlah hyung. Semua sudah beres."

"Tapi memang benar bukan, dia itu uke nya uke. Memalukan sekali."

BRAKKK

Keduanya terkejut. Bahkan Ryewook sempat menahan nafas melihat tatapan tajam Kyuhyun.

Heechul bertindak biasa, seolah kemarahan Kyuhyun bukanlah sesuatu yang mengerikan, dia memang sengaja mengatakan hal itu tadi. "Wae?" ucapnya. Kyuhyun tidak melepas pandangannya terhadap Heechul, berjalan perlahan mendekati namja cantik itu. Bibir merah Kyuhyun hampir menempel diperpotongan leher Heechul, membuat namja cantik itu sedikit risih juga gugup.

"Lalu, kau apa? Antara aku dan kau, yang jadi uke pasti kau Chulie-ah. Kau uke dari ukenya uke? Kau suka padaku bukan?" helaan nafas berat Kyuhyun menerpa kulit sensitif Heechul. Namja cantik itu tidak sengaja mengeluarkan desahannya.

Kyuhyun menyeringai, meninggalkan dapur dengan langkah cepat. Tapi tidak normal sebagaimana mestinya, magnae itu berjalan agak terseok-seok.

Ryewook memilih tidak ikut campur. "Hyung, tolong bangunkan yang lain. Makanan sudah siap." Ujar Ryewook. Heechul akhirnya tersadar dari lamunannya, mengangguk cepat mengiyakan suruhan Ryewook.

"Kibum sudah pergi, aishhh… ini semua salahku. Kyuhyun lebih baik menjadi jahil daripada seperti itu, menakutkan." Monolog Ryewook.

-To Be Continued-


Note's : RE-PUBLISH

[Thanks For Review]

Important!

Make A Review, Please?

Anggap review itu hadiah buat FF abal-abal Dik.

[Thanks For Reading]

Jja!