[CHAP 3]
ENJOY STORY!
[Don't Like? Want To Bash Me? HUSH!]
LullabyDik
Presents
.
.
Latihan hari ini dilaksanakan hingga malam hari. Semua personil terduduk juga ada yang langsung terlentang sehabis berlatih tari dari lagu-lagu yang dulu dan akan ditampilkan dikonser Super Junior selanjutnya. 11 orang tidak termasuk Henry dan Zhoumi selaku member China, mereka berada di China untuk melakukan kegiatan terakhir disana sebelum fokus ke konser.
"Badanku remuk…" keluh Heechul, cinderella Super Junior itu memegangi pinggangnya. Kangin mendatangi hyungnya itu dan menjadi sukarelawan memijat punggung Heechul.
"Ya… Ya… disana. Bukan, bukan, ke bawah dan ke kiri sedikit. Aaaa… bagus. Bagus. Yakk! Yakk! Kau terlalu kuat Raccon! Badanku bisa remuk dilu-Yakk! Kau kemana eoh?"
Belum sampai 10 menit Kangin sudah meninggalkan Heechul. Sepanjang berjalan menuju perkumpulan Kyuhyun, Sungmin, dan Ryewook, Kangin tidak hentinya mengumpat. "Seandainya dia tidak lebih tua, benar-benar akan ku remukkan!"
Sungmin yang mendengar keluhan Kangin hanya bisa mengusap punggung kekar hyungnya itu. "Sabarlah hyung. Kau seperti baru kenal Heechul hyung saja."'
"Tapi, dia benar-benar keterlaluan! Dia memanggil ku Racon! Kau tahu sendiri, hanya Joongsoo hyung yang boleh memanggilku seperti itu."
Kyuhyun menghentikan kegiatan minumnya. Baru saja Kangin menyinggung persoalan sosok berwibawa yang paling dia rindukan. Leeteuk si Malaikat Tanpa Sayap yang sedang menjalani kewajiban negaranya.
"Aku merindukan Leeteuk hyung…" lirih Kyuhyun.
Sungmin menyubit kecil lengan Kangin, memberikan tatapan-'Lihat, dia pasti berulah lagi'-kepada Racon Super Junior itu. Kangin menyengir aneh, cepat-cepat dia bangkit dan meninggalkan kumpulan Sungmin.
"Aishhh… hyung tidak bertanggung jawab!" umpat Sungmin.
Kyuhyun yang memang memperhatikan Sungmin sedaritadi tertawa renyah. Ketika Sungmin mengerucutkan bibir sekaligus mengembungkan pipi bulatnya, hiburan tersendiri bagi Kyuhyun.
"Tidak apa hyung. Aku hanya merindukan Leeteuk hyung. Tidak usah memasang tampang imut seperti itu." –UHUK! Ryewook tersedak ludahnya sendiri. Wajah innocentnya melihat Kyuhyun dan Sungmin bergantian. Kyuhyun dengan seringainya dan Sungmin dengan wajah memerahnya.
Ryewook merasa de javu ke masa Bonamana.
[~KIHYUN~]
Selesai latihan semua member kembali ke dorm kecuali Heechul, Kangin, dan Siwon yang memilih pulang ke tempat masing-masing. Para member yang akan pulang ke dorm menaiki mobil van secara bergiliran. Saat Kyuhyun akan menaiki mobil itu tangan Siwon mencegahnya.
"Kyuhyun-ah. Hyung antar kau saja nde."
Kyuhyun melepas tangan Siwon sedikit kasar, "Tidak usah hyung. Pulanglah." Tolaknya. Siwon belum mau melepas tangan Kyuhyun, namja atletis itu menarik tangan Kyuhyun sehingga wajah mereka saling berdekatan.
CUP
Siwon memberi kecupan singkat didahi Kyuhyun. "Jaljayeo." Lalu melepas tangannya. Kyuhyun memperhatikan punggung Siwon yang semakin menjauh, tersenyum lirih. Dia tidak menyangka Siwon belum menyerah. Seruan Eunhyuk dari dalam van menyadarkan Kyuhyun untuk segera masuk.
[~KIHYUN~]
"Tidur yang nyenyak Donghae hyung." Namja penyuka game itu sengaja membuka pintu kamar Donghae dan Eunhyuk yang kebetulan sekamar untuk malam ini, mempunyai niat mengganggu sepasang kekasih itu. "Yakk! Evil! Jangan ganggu Donghae lagi!" Kyuhyun segera menutup kembali pintu. Tidak tahan untuk tidak tertawa melihat Eunhyuk keluar dari kamar mandi masih dengan busa dimulutnya.
Bagaimana Eunhyuk tidak histeris seperti itu? Kyuhyun yang menyembulkan kepala, mengucapkan selamat tidur kepada Donghae yang sedang berbaring diatas tempat tidur, jangan lupakan suara serak Kyuhyun dan kedipan mata nakalnya. Eunhyuk jadi berpikir ulang, siapa yang seme sekarang antara dirinya dan Donghae?
Selesai membersihkan diri Eunhyuk melihat Donghae yang sudah tertidur. Meneliti wajah damai Donghae. "Dia sangat manis jika seperti ini. Dipikir-pikir, Donghae lebih pendek, mudah menangis, dan lebih cantik dariku. Hanya tubuhnya saja yang sedikit lebih berotot. Harusnya dia kan yang menjadi Uke? Pantasan saja Kyuhyun menggodanya!" jari panjang Eunhyuk menempel dibibir Donghae. "Mulai sekarang aku akan melindungi uke ku! Tenang Donghae chagi." Proklamir Eunhyuk dimalam yang tenang. Membawa tubuh Donghae ke dalam dekapannya, posisi yang berbeda dari malam-malam sebelumnya.
[~KIHYUN~]
Kyuhyun memeriksa ponselnya. Selama latihan Heechul menahan ponsel mereka. Katanya supaya lebih fokus latihan kenyataannya, cinderella Super Junior itu berkali-kali menerima telefon.
"Padahal dari Hongki tapi dia bilang dari Manajer. Cih, cinderella jelek." Rutuk Kyuhyun.
Ada 25 pesan secara keseluruhan, ada yang dari operator ada juga dari beberapa hobae nya. Dan pasti Changmin tidak ketinggalan memenuhi kotak masuknya. Kyuhyun malas membaca pesan-pesan itu. Dia hanya mencari pesan yang mungkin dikirim oleh Kibum.
Tidak ada.
Kyuhyun melempar ponselnya ke atas kasur. "SIAL! Aku merindukan mu Kibum! Hubungi aku segera! Hubungi!" Kyuhyun berteriak sambil menunjuk-nunjuk ke arah ponselnya. Seolah-olah itu adalah orang yang dia maksud. "Hahh…" menghela nafas, Kyuhyun memutuskan membersihkan diri.
"Aku tidur dikamar Sungmin saja." gumamnya.
[~KIHYUN~]
"HYUNG! Aku tidur disini." Seenak jidatnya, Kyuhyun memasuki kamar Sungmin tanpa diketuk. Dia sudah menebak hyung imutnya itu menggunakan piyama merah muda panjang khas perempuan. Sungmin gelagapan menghadapi Kyuhyun yang tiba-tiba saja sudah berbaring disampingnya. "Aku tidur disini ya hyung. Aku tidak bisa tidur daritadi." Ucap Kyuhyun. Matanya tertutup erat. Menghirup aroma kamar Sungmin yang selalu harum dan nyaman.
"Hyung, kau punya guling lagi? Aku lupa membawanya." Gumam Kyuhyun. Sungmin yang membelakangi Kyuhyun sedikit tersentak dan gugup. "Ti… Tidak." jawabnya. Kyuhyun tersenyum senang, kedua tangannya melingkar dipinggang Sungmin serta merta membawa tubuh hyungnya mendekat.
"Kalau begitu, hyung saja yang menjadi gulingnya."
"Kyu…"
"Jaljayeo hyung."
Sungmin tidak melakukan perlawanan lagi. Dia menikmatinya. Hah… sudah lama Kyuhyun tidak memeluk tubuhnya seperti ini. Sungmin merindukannya.
[~KIHYUN~]
Ryewook terbangun 2 jam setelah dia terlelap. Kerongkongannya terasa kering, dia memerlukan air yang sialnya tidak tersedia dimeja nakas samping tempat tidurnya. "Bagaimana mungkin aku lupa…" racaunya. Terpaksa Ryewook berjalan menuju dapur.
Dahinya mengernyit melihat lampu didapur yang menyala. "Apa ada yang tidak bisa tidur?" tebaknya. Ryewook mendekati dapur dan mendapati sesosok namja berambut sehitam malam duduk tenang dimeja makan. "Ki… Kibum?" namja innocent itu mengucek matanya, meyakinkan bahwa dia tidak sedang bermimpi.
"Oh, hyung. Kau bangun?" sapa namja itu yang memang adalah Kibum.
Ryewook mengambil air kulkas dan meneguknya perlahan, "Aku haus. Lalu, kenapa kau ada disini?" Ryewook duduk didekat Kibum. Memperhatikan seksama dongsaeng manisnya yang sudah lama tidak terlihat.
"Kau semakin kurus Kibum." Ujarnya. Tangan Ryewook mengusap-usap lengan Kibum yang terletak diatas meja. "Jadwal syuting semakin padat. Kali ini aku bermain action hyung. Cukup melelahkan." Ryewook mengangguk.
"Tapi, kau juga harus mengatur pola makanmu." Pesan Ryewook. "Gomawo hyung." Balas Kibum.
"Eum, kau ingin menjumpai Kyuhyun kan? Kenapa tidak ke kamarnya?" Kibum menggeleng pelan. "Kyuhyun dikamar Sungmin hyung. Sebentar lagi aku akan tidur."
Senyum Ryewook yang sedaritadi terlukis saat melihat Kibum langsung sirna. Perasaan bersalah itu kembali muncul. "Gwenchana hyung. Aku percaya pada Kyuhyun."
"Tidak. Ini semua karena ulahku Kibum. Sewaktu kami di…"
"Aku sudah tahu semua hyung." Sela Kibum. "Kau tahu? Dari siapa?"
"Heechul hyung." Ryewook menghela, "Ya. Tentu saja." gumamnya malas.
"Tidurlah hyung. Aku juga akan tidur." Ryewook mengangguk. "Nde. Tidurlah segera Kibum."
[~KIHYUN~]
Semua member sudah berkumpul dimeja makan kecuali satu orang. Satu orang yang paling susah dibangunkan. Siapa lagi bila bukan Kyuhyun.
Sungmin dan Ryewook sibuk didapur, Sungmin sedikit canggung karena ketahuan tidur bersama Kyuhyun ditambah Kibum yang sudah berada didorm.
"Eum, Kibum kapan datang?" mulai Sungmin.
"Malam saat kau dan Kyuhyun tidur bersama." Ucap Ryewook dingin. Sungmin meneguk ludah kasar. Sedikit banyaknya dia menyesal juga tidak menolak Kyuhyun malah merasa nyaman dipeluk namja itu. "Lepaskanlah hyung. Kali ini biarkan Kyuhyun dengan Kibum. Kyuhyun hanya sedang bingung saja makanya dia mendekati yang lain."
"Nde. Hyung tahu." Jawab Sungmin singkat.
[~KIHYUN~]
"Kyu, aku ingin berbicara padamu. Berdua." Suasana diruang televisi tiba-tiba menegang begitu Kibum yang baru keluar dari kamar Kyuhyun datang. Kyuhyun yang sedang duduk santai dikarpet, tidak mengindahkan perkataan Kibum. "Bicara saja." jawabnya acuh.
Kibum akan angkat bicara bersamaan pintu dorm dibuka dari luar. Member Super Junior yang bertubuh atletis memasuki ruangan, tangannya menenteng kantung plastik yang dijamin berisi makanan. Siwon menyapa semua member, melepas jaketnya, dan meletakkan bawaannya diatas meja.
"Waa… apa kau membeli jjamyeon hyung?" sembur Kyuhyun. Wajahnya berbinar seperti anak anjing. Sesaat dia melupakan Kibum yang masih berdiri tegak disana- dengan wajah yang tidak terbaca.
"Tentu saja Kyunie. Ini. Hyung khusus membelikannya untukmu." Siwon menyerahkan satu plastik yang diterima Kyuhyun. "Aisshhh… Siwon selalu mengistimewakan Kyuhyun. Aku kan juga mau jjamyeon Won." Keluh Eunhyuk. Merasa nasibnya yang selalu mendapat makanan ringan murahan tidaklah adil.
"Kyuhyun memang istimewa." Goda Siwon. Rona merah tercetak dipipi Kyuhyun. Namja manis itu menunduk malu sambil menyuapkan satu sendok jjamyeon ke dalam mulutnya. Ryewook mengalihkan perhatiannya kepada Kibum. Namja dingin itu menatap Kyuhyun lurus, tanpa ekspresi. Itulah yang membuat Ryewook khawatir.
"Kyu…" lirih Ryewook.
"Nde. Hyung."
"Kibum…" bisik Ryewook hati-hati. Kyuhyun menghentikan makannya sejenak, teringat bahwa kekasihnya itu masih menunggu disana. Kyuhyun menatap Kibum. "Sudah?" tanya Kibum dingin.
"O. Kibum. Sejak kapan kau disana?" sela Siwon. Dia menyeringai kepada Kibum. Sejak masuk tadi Siwon juga sudah sadar keberadaan namja es itu, dia sengaja. Apalagi saat mengelus rambut Kyuhyun halus.
"Sudah Kyu?" ulang Kibum. Tatapannya tidak berpindah sedetik pun dari wajah Kyuhyun yang juga balas menatapnya dingin. "Okay." akhirnya Kyuhyun berdiri. Berjalan tegap penuh percaya diri.
Kibum jalan diluan menuju balkon diikuti Kyuhyun. Segera Siwon bangkit dari duduknya, penasaran tentang sepasang kekasih itu namun pergerakannya langsung dicegat oleh Donghae dan Eunhyuk termasuk Ryewook. Mereka melayangkan tatapan tajam kepada Siwon. "Hentikan Siwon. Mereka perlu waktu."
Merasa tidak ada dukungan, Siwon angkat tangan- menyerah. "Fine. Tetapi, aku tetap tidak akan menyerah."
"Terserah."
[~KIHYUN~]
Menit demi menit berlalu. Udara dingin dimalam Seoul menerpa wajah kedua namja yang berdiri diujung balkon dorm Super Junior. Tidak ada percakapan diantara keduanya.
Sesekali Kyuhyun mencuri pandang ke arah Kibum, menatapnya sendu. Sejujurnya dia takut dengan apa yang akan diucapkan namja dingin itu, takut terhadap kata 'menyerah' pada hubungan mereka. Kyuhyun tahu semua ini salahnya, mengacuhkan Kibum beberapa minggu ini, melakukan banyak skinship kepada namja lain. Semata-mata membuktikan dirinya sebagai Kyuhyun yang dulu, Kyuhyun tampan yang banyak bermain gila.
"Ayo menikah."
Kyuhyun menunduk sedih, benar kan apa yang dia duga, Kibum meminta menikah. "MWO?! MENIKAH?!"
Kibum tertawa kecil. Ekspresi Kyuhyun sangat lucu sekaligus menggemaskan. Tidak salah dia meyakini hati Kyuhyun, namja manisnya itu tetap sama. Seaneh apapun tingkah lakunya akhir-akhir ini.
"Ya. Menikah. Kau tahu kan aku tidak terlalu mempercayai pernikahan? Tapi, akhir-akhir ini aku merenung. Setelah kita menikah, maka artinya, kau adalah milikku seutuhnya. Aku ingin memiliki mu seutuhnya Kyu. Bukan hanya raga dan rasa mu. Semua. Semua yang ada dikehidupanmu. Hal sekecil apapun itu. Aku ingin memilikimu."
Kibum mendekati Kyuhyun yang terdiam dengan mulut setengah terbuka, betapa lucunya ekspresi Kyuhyun. Meraih tangan kekasihnya itu dan menggenggam erat bagaikan tiada waktu lain untuk tangan itu saling bertautan. "Aku mencintaimu Cho Kyuhyun."
TESS
Setetes air mata mengaliri pipi bulat namja berambut ikal itu, hatinya menghangat. Panah cinta abadi telah ditancapkan malaikat dihatinya untuk Kibum. Dirinya yang kekanakan. Tidak memperdulikan Kibum belakangan ini. Dan, inilah dia dapat. Sebuah komitmen dari bibir merah Kibum- kekasihnya.
"MIanhae…" isak Kyuhyun. Kedua tangannya melingkar sampai punggung Kibum, menenggelamkan seluruh tubuhnya didalam dekapan sang kekasih. "Mianhae… jeongmal mianhae. Nado saranghae. Kim Kibum."
Kepulan asap karena udara yang dingin keluar dari mulut Kibum. Jujur, dia tidak pernah tahu rasanya segugup ini saat akan melamar Kyuhyun yang jelas telah mengacuhkannya seolah minta putus. Kibum juga tidak yakin pada awalnya, namun, keyakinan. Dia yakin sepenuh hati kepada Kyuhyun.
"Kibumie… Aku tidak tahu bagaimana harus bersikap setelah semua kebodohan yang telah aku perbuat. Ditambah malam ini sangat spesial bagiku." Wajah Kyuhyun sengaja dia jauhkan untuk menatap Kibum. "Kau baru saja memecahkan rekor, Bum."
Bingung mendera Kibum- didalamnya, kenyataannya yang terpampang diekspresi wajah namja dingin itu tetap saja datar. "Aku bahkan tidak bisa menghitung kata dalam kalimatmu tadi. Bisakah kau mengulangnya lagi?"
Suasana kembali hening, sunyi dan senyap. Suara 'krik… krik…' dari jangkrik sekitar menggantikan keheningan itu.
-To Be Continued-
Note's : RE-PUBLISH
[Thanks For Review]
Important!
Make A Review, please?
Anggap review itu hadiah buat FF abal-abal Dik.
[Thanks For Reading]
