[CHAP 4]

Warning : Maaf lama update cerita yang ini #bow. Dik gak mau jadi author tukang PHP-in kok

ENJOY STORY!

[Don't Like? Want To Bash Me? HUSH!]

LullabyDik

Presents

.

.

"Kyu, apa kau yakin? Bisa saja kau tidak mencintai Kibum. Mungkin saja kau mencintai ku!" Kyuhyun mengibas-ngibas tangannya kepada Siwon. Tetap melanjutkan persiapan barangnya untuk kepergian Kyuhyun dengan Kibum besok pagi. Semua member Super Junior sudah tahu bahkan Leeteuk sekalipun, ternyata Kibum diluan meminta restu pada eomma Super Junior itu.

Siwon memohon-mohon kepada Kyuhyun. Penampilannya hancur dan berantakan. Dia hanya memikirkan, bagaimana nasibnya tanpa Kyuhyun? Demi Neptunus! Dia sangat mencintai namja ikal itu. Tidak perduli Kyuhyun mencintainya atau tidak.

"Hyung! Kau tidak bisa memaksakan perasaanmu. Ini adalah keputusanku." Bentak Kyuhyun habis kesabaran. Nafasnya memburu. Keadaan Siwon sangat mengiris hati. Tetapi, dia tidak boleh goyah lagi. Kibum sudah percaya padanya meski telah dia sakiti.

"Siwon… bisa kita bicara sebentar?" Sungmin menarik lengan Siwon yang menggenggam erat tangan Kyuhyun, menyeret namja atletis itu keluar tanpa penolakan dari Siwon.

Sungmin tidak mau terjadi hal yang tidak diinginkan. Apalagi Siwon dalam suasana hati buruk. Pertama Sungmin mengambil dan menghembuskan nafas. Dia tidak bisa mengelak jika ia juga mendekati kata frustasi. Ini juga mimpi buruk bagi Sungmin.

"Bersikaplah dewasa. Aku tahu perasaanmu, aku juga begitu Won!" tegas Sungmin. Menahan air matanya yang menunggu ia mengedip maka air itu akan mengalir.

Melihat Sungmin, Siwon seakan melihat dirinya. Kantung mata tebal, wajah pucat, ah, sakit sekali rasanya. Siwon mengangguk pelan, "Aku tahu. Kau tenang saja hyung." Alis Sungmin terangkat sebelah, apa semudah itu Siwon merubah pemikirannya? Karena tidak mau ambil pusing, toh, Siwon juga tampak sudah menerima. Sungmin menepuk bahu Siwon sekilas lalu berlalu dari sana. Tidak lupa mengusap air mata yang menggenang dipelupuk matanya. Mungkin, Sungmin akan memasang topeng bahagianya lagi.

"Aku tahu merebutnya lagi hyung…" lirih Siwon pada udara kosong.

[~KiHyun~]

"Kau tidak menginap di dorm, Won?" tanya Leeteuk sembari mengeringkan rambutnya diruang tengah. Mereka baru saja perform di gedung SBS dan biasanya jika sudah selarut ini Siwon akan menginap di dorm. Berbeda untuk kali ini, Siwon sudah siap berangkat.

Siwon menoleh sebentar lalu menyunggikan senyuman tipis. "Aniya hyung. Besok jadwal ku kosong jadi dari malam ini, aku ingin istirahat." Leeteuk mengangguk saja. Matanya tidak bisa diajak kompromi lagi, apalagi setelah berendam diair hangat.

"Baiklah. Hati-hati okay." Siwon tersenyum simpul, memakai sepatunya lalu berjalan menuju pintu sebelum suara orang memakai sepatu dibelakangnya menghentikan kegiatan Siwon memutar handle pintu. Orang itu adalah Kyuhyun yang sedang memakai sepatu. Siwon bisa melihat gurat lelah dan kantuk diwajah Kyuhyun.

"Kau tidak menginap?" Siwon bertanya.

Kyuhyun menengadah, matanya sedikit terpejam. Namja berkulit pucat itu di dera kantuk yang teramat berat. "Kibum pulang besok." Suara Kyuhyun berat serta serak. Pantas saja, karena Siwon yakin tadi sesampainya di dorm Kyuhyun langsung merebahkan badan. Suatu keajaiban magnae mereka itu bangun sendiri untuk membersihkan wajah lantas sekarang, Siwon takjub melihat Kyuhyun menghalau semua itu demi seseorang disana. Terselip rasa iri dihatinya. Waktu ia bersama Kyuhyun sedikitpun namja berjulukan evil itu mau mengutamakannya seperti ini. Hah… masa lalu –batin Siwon miris.

"Kau mau hyung antar? Tidak baik menyetir sendiri, kau terlihat… terlihat buruk."

"Benarkah? Baiklah jika kau memaksa hyung." Siwon terkekeh kecil. Sifat Kyuhyun selalu membuatnya tertawa –apapun itu. Kyuhyun mendahului Siwon, berjalan tertatih menuju basement.

"Dia sangat ngantuk, eoh…" gumam Siwon merasa geli.

Tanpa aba-aba, namja berlesung pipi itu memposisikan tangannya untuk mengangkat tubuh Kyuhyun ala bridal. Dia sudah lama tidak melakukan ini. Dan Siwon sangat menyukai saat tubuh ramping Kyuhyun terasa pas digenggamannya. Jauh dari pemikiran awal Siwon, ternyata Kyuhyun tidak memberontak sama sekali. Magnae manis itu menyambut baik gendongan Siwon dengan melingkarkan tangannya dileher Siwon dan merapatkan tubuhnya lebih dekat.

"Kau lebih baik bersama hyung, Kyu…" bisik Siwon yang kemudian mengecup dalam dahi Kyuhyun. Memandangi wajah polos Kyuhyun saat tertidur sepanjang jalan menuju basement.

[~KiHyun~]

Teriknya sinar mentari dari celah tirai jendela yang terbuka mampu mengusik tidur lelap Kyuhyun. Dia tidak tahu jam berapa sekarang sampai matahari sudah seterang ini. "Bum, tutup tirainya. Aku masih mengantuk." Racau Kyuhyun, selimut yang sudah tertendang ke sana kemari ia tarik lagi dan menggulung dirinya didalam. Tetapi, selang beberapa menit. Panas nya matahari itu masih saja mengganggu tidur Kyuhyun. "Bum! Tutup tirainya! Aku mau tidur! Ppalli!" Kyuhyun bersuara lebih besar. Meski perlu usaha melakukan itu disaat tenggorokannya benar-benar kering.

Pintu kamar terbuka. Siwon tersenyum kecil mendengar racauan Kyuhyun yang tidak ada manis-manisnya. Persetan jika itu bukan namanya. Siwon menutup tirai seperti yang dikatakan Kyuhyun. Menatap sejenak namja manis yang masih bersembunyi dibalik selimut itu.

"Kau lama sekali es." Kyuhyun membuka selimutnya. Berada di selimut juga terasa panas. Mata nya masih terpejam erat. Di luar kesadarannya Kyuhyun mengusap sendiri air liur yang tertinggal di sudut bibirnya. Mengatup dan membuka mulutnya beberapa kali.

Tidak tahan sebenarnya melihat pose lucu Kyuhyun, Siwon sudah berusaha keras untuk menahan tawanya.

Agaknya pemandangan di pagi hari Siwon harus terganggu sebab suara dering ponsel Kyuhyun yang berbunyi keras dari meja nakas tepat di sebelahnya. Siwon berinisiatif cepat mematikan ponsel itu, takut jika sampai Kyuhyun terbangun, sialnya, tangan Kyuhyun bak orang terlatih sudah meraih ponselnya cepat.

"Yeoboseo…" Siwon menelan ludahnya gugup. Dia sudah mengantisipasi respon Kyuhyun setelah kesadaran namja itu penuh. Tetapi, tetap saja Siwon merasa cemas. "Kibum? YAKKK! Kau sengaja menelfonku untuk membangunku heh. Apa kau kesal ku suruh menutup tirai?" tubuh Siwon menegang. Kedua tangannya masuk ke saku celana untuk meredam kegugupannya. "E? Apa yang kau katakan es. Aku di apartemenmu bodoh. Semalam aku datang ke rumah mu di antar Si…" Kyuhyun menahan laju suaranya. Ada yang janggal disini. Sedikit menggosok-gosok matanya, Kyuhyun mengerjap beberapa kali lalu melihat ke sekeliling. Ponsel itu masih tertempel di telinganya. Kyuhyun baru sadar ia tidak pernah ingat semalam datang ke apartemen Kibum.

"Kau bangun juga, Kyu."demi menghindar dari teriakan Kyuhyun sendiri. Siwon memilih memulai terlebih dahulu. Setidaknya ia terlihat keren saat bersikap santai.

Kyuhyun menoleh secara cepat. Matanya melotot tidak percaya. "K-kau membawaku ke apartemen mu hyung." Siwon mengangkat kedua bahunya. Tersenyum miring ke arah Kyuhyun.

"Katakan pada calon suami mu itu untuk menyerahkan kau saja pada hyung, Kyu."

TRAKKK

Kyuhyun mematahkan ponsel flip nya. Emosinya naik drastis. "KENAPA KAU SANGAT KERAS KEPALA! Aku pulang!" Kyuhyun beranjak bangun. Menghiraukan rasa pusingnya karena tiba-tiba berdiri dari tidur lelapnya. Sudah Siwon duga pergerakan Kyuhyun ini. Secepat Kyuhyun akan berlari keluar, secepat itu pula Siwon mencekal lengan Kyuhyun dan memerangkap tubuh namja manis itu ke dalam pelukannya. Helaan nafas Siwon sampai ke telinga Kyuhyun, dimana merupakan titik sensitif dari namja manis itu.

"Apa kau belum paham Kyu? Apa kurangnya hyung sampai kau lebih memlih Kibum." Siwon mengunci tubuh Kyuhyun sehingga Kyuhyun tidak bisa bergerak banyak.

"H-hyung… ak-aku mencintai Kibum. Bukan kau. Harusnya kau mengerti." Kyuhyun tidak mau teriak atau protes terlalu banyak. Tiba-tiba saja aura dingin dari Siwon memberi sinyal berbahaya bagi Kyuhyun. DIa tidak pernah tahu apa yang bisa dilakukan Siwon terhadapnya disini.

"Tapi aku bukan seperti Sungmin. Dia bodoh melepasmu, eum, mungkin karena dia uke mu."

SLURRPPP

Siwon menjilat cuping telinga Kyuhyun, feromon dari orang terkasihnya membuat Siwon mabuk di pagi hari. Ingin terus, dan terus.

"Lepas! Lepas Choi Siwon!" pekik Kyuhyun. Dia mulai takut dengan Siwon. Bukan Siwon yang sopan dan penyayang lagi. Melainkan Siwon yang penuh obsesi terhadap dirinya.

Tidak Kyuhyun sangka Siwon benar melepas nya. Tidak melewatkan kesempatan itu, Kyuhyun berlari keluar kamar. Berlari sampai pintu utama apartemen Siwon.

"Sial!" Umpat Kyuhyun mendapati pintunya terkunci. Pantas saja Siwon melepasnya. Apa sekarang dia jadi tahanan sosok yang di anggap orang sempurna itu?

"Super Junior atau Kibum."

Kyuhyun menoleh ke asal suara Siwon di belakangnya. Namja atletis itu memasukkan kedua tangannya dalam saku dan lagi-lagi menampilkan senyum miring yang susah di artikan oleh Kyuhyun. "Super Junior atau Kibum." Ulang Siwon seolah menegaskan apa yang baru dikatakannya. Kyuhyun mengernyit bingung. Dia sama sekali tidak paham maksud Siwon dengan mengatakan itu. "Apa kau tuli? Aku menyuruhmu memilih."

"Kibum."

Seakan tersedak ludahnya sendiri, Siwon tidak menyangka jawaban Kyuhyun. Dengan santainya namja manis itu menjawab Kibum. Apa Super Junior tidak penting baginya? Pikiran Siwon mulai kalut. Padahal ini kesempatan yang tepat membuat namja itu jatuh kepadanya.

"Aku sudah menjawab. Buka pintunya!"

"Kau lebih memilih kekasihmu daripada grup yang membesarkan namamu?" Siwon mulai naik darah. Hey, ini bukan persoalan cintanya pada Kyuhyun lagi. Ini sudah persoalan tentang hati magnae mereka terhadap Super Junior.

Kyuhyun menyilangkan kedua tangannya di atas dada. "Wae? Apa kau tidak kau senang Choi?" Siwon melangkah cepat ke tempat Kyuhyun berdiri. Memerangkap tubuh Kyuhyun diantara dua lengannya yang menempel pada pintu utama apartemennya. Menatap Kyuhyun setajam yang ia bisa.

"Baguslah." Siwon tersenyum miring. "Lebih mudah bagiku menghancurkan Super Junior."

"Tch." Kyuhyun berdecih. Mencoba tidak gentar sama sekali dengan tatapan mematikan Siwon. Kyuhyun sangat tahu maksud Siwon. Semua sudah jelas saat ia mengatakan Super Junior atau Kibum.

"Kau berani juga, Kyuhyun." Siwon semakin mendekatkan wajahnya pada wajah Kyuhyun. Menjadikan bibir cherry itu sebagai targetnya.

Kyuhyun tidak memberontak. Entah mengapa tiba-tiba ia merindukan ciuman nakal Siwon sewaktu mereka di Taiwan. Siwon berbeda yang suka memaksa. Dan, Kyuhyun diam-diam mengakui ia menyukainya.

Siwon melumat lembut bibir bawah Kyuhyun. Kemudian, menyesap bibir atasnya. Bibir yang digunakan bagai alat hisap lebah pada madu. Menekan-nekan bibir sekenyal jelly itu. Sengaja tidak memejamkan matanya untuk melihat wajah Kyuhyun yang tampak menikmati permainannya. Jika begini terus, Siwon lebih percaya diri untuk mendapatkan Kyuhyun nya kembali.

BRAKKK

Refleks tubuh Kyuhyun terhuyung ke depan sesaat pintu apartemen Siwon di dobrak kasar dari luar. Siwon memaki orang yang baru saja mengganggu kegiatan paginya.

BRAKKK

Lagi pintu itu di dobrak. Siwon melihat dari layar monitor siapa gerangan orang brengsek itu. "Kim Kibum sialan." Desis Siwon tajam.

Kyuhyun menyeka saliva yang tertinggal di bibirnya. Perasaannya langsung kacau melihat Kibum dengan wajah penuh amarah di layar monitor itu. Apa yang baru saja dia lakukan? Apa ini termaksud mengkhianati Kibum?

"Aku akan melepaskanmu untuk saat ini Kyu. Anggap saja sebagai rasa terima kasih setelah mendapat bibir manismu."

BLUSHH

Bisa Kyuhyun pastikan wajahnya memerah saat ini. Dulu Siwon sering menggodanya dengan kata-kata chessy. Tetapi, Kyuhyun selalu menganggapnya angin lalu. Sekarang, Siwon tampak berbeda. Jujur saja, Kibum tidak pernah sekalipun menggoda atau melakukan hal roman padanya.

Kyuhyun menggeleng cepat. Sama saja ia membandingkan Kibum nya dengan Siwon. Tidak. Kyuhyun masih cinta Kibum.

"Tapi, kau harus ingat satu hal."

BRAKKK

Siwon menggeram. Manusia es itu bisa saja menghancurkan pintunya. "Kalau kau tetap menikah dengan Kibum. Akan ku pastikan Super Junior hancur. Aku akan menarik semua saham dari Hyundai Departement yang ada di SM. Saham yang selama ini mendukung segala keuangan Super Junior. Keuangan para hyungdeul, Ryewook serta Zhoumi dan Henry."

Akhirnya Siwon membuka pintu apartemennya. Menatap datar Kibum yang terengah-engah setelah aksi brutalnya. Kibum menyeka keringat pada dahinya. Memberi tatapan tidak kalah datarnya pada Siwon. Atau mungkin, begitulah tatapan Kibum di setiap situasi. Tenang dan menghanyutkan.

"Selamat pagi Kibum." Sapa Siwon ramah. Mempertunjukkan dimple manis di kedua sisi pipinya. "Apa kau mencari Kyuhyun?" tanyanya dengan nada sing a song. "Dia ada disini. Seperti yang kau lihat." Lanjut Siwon tanpa merasa bersalah sedikitpun.

Kibum menegakkan tubuhnya. Tersenyum tipis kepada Siwon. "Pagi, Siwon."

Kibum melayangkan tatapannya kepada Kyuhyun yang masih terdiam di sana. Dari raut wajah Kyuhyun, bibir yang membengkak. Serta sikap Kyuhyun yang tidak langsung mendatangi Kibum. Ada satu kesimpulan disana. "Kyu, ayo pulang." Kyuhyun menatap Kibum bersalah. Perlahan-lahan ia berjalan mendekati Kibum. Menggenggam tangan namja itu erat. Kyuhyun ingin mengucapkan maaf, tetapi, lidahnya terasa kelu.

"Kami pamit, Siwon." Kibum mengangguk kecil. Tidak melupakan apa itu tata krama. Siwon balas mengangguk. Setelah ini, dia yakin pasti menang.

[~KiHyun~]

"Aku ingin bicara." Kyuhyun mengusap lengannya sendiri untuk mengurangi rasa gugup yang mendera. Sesampainya di apartemen Kibum, namja irit bicara itu langsung menghempas diri di sofa. Selama perjalanan mereka juga tidak saling bicara. Kibum tidak bodoh dan Kyuhyun tahu itu.

"Hmmm." Gumam Kibum. Matanya sibuk terpejam.

"Aku serius." Ujar Kyuhyun tegas. Kibum mengalah, dia membuka mata dan menatap Kyuhyun datar. Kyuhyun mengambil tempat duduk di depan Kibum. Menggigit bibir bawahnya terlebih dahulu untuk memulai pembicaraan yang tidak bisa ia tunda lagi meski sedetik. Kyuhyun harus memastikan sesuatu. "Siwon hyung mengancam akan menghancurkan Super Junior." Mulai Kyuhyun.

Kibum tidak menyela sama sekali. Telinga dan matanya fokus pada Kyuhyun. Itulah yang membuat Kyuhyun selalu tidak bisa mengambil celah dari Kibum, kekasihnya itu terlalu susah dibaca.

"Dia berandil akan mengambil semua saham Hundai. Siwon hyung meminta pernikahan kita di batalkan."

"Maka batalkan."

Kyuhyun menengadah. Sedari tadi dia memang menolak kontak mata dengan Kibum. Dia bingung dan frustasi. Baru saja dua hari lalu ia sangat girang mendengar lamaran Kibum. Apa itu hanya main-main?

"Apa maksudmu? Kau tidak bisa semudah itu mengatakannya. Apa kau bercanda?" suara Kyuhyun naik beberapa oktaf.

"Jika itu yang di inginkan, itu yang di dapatnya." Kibum mengutarakan semua tanpa nada sama sekali. Tatapannya dingin dan menusuk.

Kyuhyun tidak merespon apapun. Cukup. Hatinya sangat sakit mendengar keputusan Kibum. Semudah itukah membatalkan suatu perjanjian suci?

Kibum berdiri, masih memfokuskan penglihatannya pada Kyuhyun. Namja manisnya itu tertunduk, Kibum berdecih kecil. "Ini bukan drama. Aku tahu kau dengan baik, Kyuhyun. Ini bukan keinginan Siwon. Tetapi, juga keinginanmu."

Kyuhyun menatap Kibum. Liquid bening sudah berkumpul di pelupuk matanya, "KEINGINANKU! BISA-BISANYA KAU MENGATAKAN INI KEINGINANKU!" pekik Kyuhyun tidak terima. Dia langsung berdiri seolah menantang Kibum yang tepat berdiri di depannya.

"Pergilah, Kyu. Saat ini juga, kita tidak ada hubungan apa-apa."

Kibum berjalan cepat menuju kamarnya. Tidak melihat sedetikpun Kyuhyun yang jatuh terduduk di sofa.

BLAMM

Pintu kamar tertutup.

"K-kau… SIALAN KAU KIBUM!" Kyuhyun berteriak histeris. Air mata ikut serta membanjiri wajahnya. "Kau tahu! Siwon tetap mempertahankan ku dengan segala cara meski dia tahu aku bukan miliknya lagi! Tapi kau. Kau bahkan menyerah dengan ancaman itu. Baik! Aku akan pergi dari hidupmu KIM!" setelah meluapkan emosinya. Kyuhyun segera keluar dari apartemen Kibum. Mengikrarkan dalam hatinya untuk tidak mengingat namja es itu lagi –selamanya.

Dan mungkin, Kyuhyun akan belajar membuka hati lagi pada Siwon atau Sungmin. Yah… dia tahu Sungmin masih menyukainya. Siapa saja yang melihat sudah sangat kentara betapa bunny hyung nya kerap memberi perhatian yang sama seperti saat mereka masih menjalin hubungan kekasih.

"Aku tidak selemah yang kau kira, Kibum." Desis Kyuhyun.

[~KiHyun~]

Mempersiapkan album ke 7 mereka di tahun 2014 merupakan kesibukan tersendiri bagi semua member Super Junior. Terlebih sekarang leader tersayang mereka sudah berkumpul kembali, terlepas dari kewajibannya di Militer. Heechul memanfaatkan paginya dengan perawatan menyeluruh. Tidak mau sendiri, ia membawa Duo Inyet di dorm itu untuk menemaninya ke salon langganannya. Heechul tidak mau nanti kulitnya rusak karena akhir-akhir ini latihan keras, cinderella Super Junior itu takut Hangeng melirik gadis di Cina sana.

Ryewook sedang berselfi ria untuk kekasihnya di militer sana. Sangat sedih mengetahui K.R.Y tidak bisa bersatu menyanyi di album ke tujuh mereka.

Kangin tidak melepas Leeteuk walaupun hanya sedetik semenjak namja angelic itu datang. Kerinduannya yang meluap-uap belum cukup hanya dalam waktu dua bulan berlovey-dovey pada Leeteuk. Sampai-sampai semua member di sana muntah masal.

Shindong tidak usah di tanya. Dia menghabiskan waktu berkumpul bersama keluarga. Karena setelah melepas album terbaru mereka bersamaan ia yang akan menjalankan wajib militer.

Selepas bangun, Kyuhyun langsung mencari Sungmin. Tidak biasanya hyung kesayangannya itu tidak membangunkan ia dengan segelas susu hangat. Padahal semalaman Kyuhyun berlatih keras tarian mereka. Badannya kaku setelah lama tidak latihan. Apalagi Kyuhyun jarang melakukan apa yang namanya latihan fisik alias fitness. Tidak perduli Siwon yang sudah mengajaknya beberapa kali.

Ngomong-ngomong tentang Siwon, Kyuhyun juga tidak melihat hyung kesayangan nomor tiga nya itu. Dorm sepi sekali begitu ia bangun. Hanya ada Ryewook.

"Sungmin kemana?" Kyuhyun memutuskan bertanya pada makhluk imut yang asyik dengan ponsel nya.

Ryewook menoleh sebentar, "Molla. Dari semalam Sungmin hyung memang belum pulang."

"E? Benarkah?" heran Kyuhyun.

"Apa kau tidak lihat Sungmin pamit setelah kita rekaman?" Kyuhyun mengingat-ingat kemudian menggeleng kecil. Ryewook menghela panjang, "Aku baru ingat, kau itu sibuk dengan Siwon hyung."

"Tck! Tahu apa kau bocah."

Terima kasih atas balasan Yesung di chat mereka. Jika saja tidak, Ryewook dengan senang hati melempar ponselnya ke wajah menyebalkan Kyuhyun.

"Hahhh… membosankan. Apa aku menyuruh Siwon hyung datang saja ya."

Ryewook mendelik malas ke arah Kyuhyun yang rebahan di sofa depannya. Selagi tangannya asyik menekan balasan ke Yesung, mulut Ryewook bergerak membentuk sebuah kalimat yang ia sendiri tidak sadar mengatakannya dengan mulus. "Secepat itu kau berpaling hati. Apa kau tidak punya perasaan."

Hening.

"A! Yesung hyung mengusahakan akan datang ke konser nanti. Hyungie~ bogoshippo yo." Pekik Ryewook kegirangannya. Layar ponsel segi empat itu tidak lepas dari kecupan kecilnya.

Lama Kyuhyun terdiam.

Tidak punya perasaan?

BRAKKK

Kyuhyun membanting kasar remote tv yang ada di meja. Perhatian Ryewook teralihkan. Dahinya berkerut bingung. Kenapa Kyuhyun tiba-tiba marah?

"Tidak punya perasaan? Apa kau tahu betapa hancurnya aku mendengar keputusan si brengsek itu! Dengan mudahnya ia membatalkan pernikahan kami! Sangat sakit!" pekik Kyuhyun tidak terima. Meski berbulan-bulan telah terlewati, tidak semudah itu melupakan sesuatu hal yang jelas telah lama di idamkan Kyuhyun. Terlebih itu menyangkut Kibum.

Ryewook tersentak. Bisa-bisanya mulut bodohnya ini berkata seperti itu. Ryewook serasa de javu saat mereka di Taiwan melakukan promo Super Junior M.

"A-a… itu. Hyung tidak bermaksud berkata begitu Kyu. Jeongmal. Hyung sama sekali tidak ingin mengatakan itu." Gagap Ryewook.

"Sudahlah. Aku tidak mau membahasnya lagi." Kyuhyun terdiam. Begitupun dengan Ryewook.

Suasana dorm lantai bawah mendadak kembali hening. Bahkan detik jam pun mendukung dengan detakannya yang berhenti. Bukan apa. Hanya Leeteuk yang tidak mau membeli baterai sebelum jam nya benar-benar berhenti. Pelit.

[~KiHyun~]

"MAMACITA!"

Semua orang di ruangan yang tidak terlalu besar itu saling menubrukkan gelas berisi bir mereka ke atas. Tersenyum sumringah atas keberhasilan mereka melakukan konser pertama di Seoul setelah meluncurkan album ke tujuh yang telah lama di nanti-nanti ELF, tentu saja juga mereka sendiri. Grup mereka terlalu lama vakum. Inilah saat nya menampilkan kembali kiprah Super Junior ke mata dunia.

Leeteuk mengucapkan beberapa kata pembuka. Di sana lengkap member Super Junior, bahkan Hangeng dan Yesung datang ke sana. Seandainya ELF tahu kedatangan mereka, sudah di pastikan media sosial telah sibuk mempublishnya. Tetapi, untuk kali ini saja Super Junior mau menikmati kemenangan mereka secara privat.

"Terima kasih. Kalian adalah dongsaengdeul terbaik yang hyung punya." Kata Leeteuk memulai. "Super Junior tidak akan berdiri tanpa kerja keras dan semangat. Hari ini, kita semua telah membuktikannya. Membutikan bahwa Super Junior tidak akan pernah hilang. Super Junior akan terus memberikan yang terbaik demi ELF. Super Junior akan tetap berjaya!" seru Leeteuk di akhir kalimatnya. Eunhyuk memeluk Leeteuk, menumpahkan rasa harunya di bahu sang leader.

Di susul oleh Donghae, Ryewook, Shindong, dan Kyuhyun. Heechul berada dalam dekapan Hangeng. Siwon, Sungmin dan Kangin saling pandang. Mereka tersenyum mewakili perasaan mereka yang sama senangnya. Sementara Yesung mati-matian menahan isak tangis. Ia merasa tidak pantas ikut berbaur. Dia tidak berpartisipasi sama sekali di album ini.

Dari belakang seseorang menepuk bahu Yesung, membuat namja dengan julukan berkepala besar itu berbalik. "Kibum." Gumam Yesung tidak percaya. Dongsaeng kesayangannya, selain Kyuhyun (Ryewook tentu saja kekasihnya) sekarang berada di depannya tersenyum tipis. Memperlihatkan lagi killer smile yang sudah lama tidak di lihat ELF.

"Menangislah hyung. Kau pantas melakukannya." Ujar Kibum lembut.

Luntur sudah pertahanan Yesung. Semua ia tumpahkan saat itu juga. Kibum membawa wajah Yesung terbenam di dada nya. Mengelus-elus punggung hyung nya itu dengan lembut. Mengeluarkan kata-kata penenang berulang kali.

Heechul lah orang yang menyadari kedatangan Kibum disana. Matanya terbelalak kaget melihat Kibum datang. Pasalnya Leeteuk tidak memberitahu kedatangan namja snow white itu. Rasa rindu membuncah di hati Heechul. Semenjak pengumuman batalnya pernikahan Kibum dan Kyuhyun. Kibum tidak pernah menampakkan lagi dirinya. Di tambah namja irit bicara itu jarang atau tidak pernah menggunakan media sosial apapun. Nomor Kibum juga tidak aktif.

"Kibum!" teriak Heechul.

Tidak memperdulikan lagi Yesung yang masih berada dalam dekapan Kibum, Heechul langsung saja menubruk tubuh namja yang bahkan lebih pendek darinya itu. "Kibum, bogoshippo." Lirih Heechul.

Serentak Siwon, Kangin, Sungmin, ah, dan semua orang disana menoleh ke asal suara Heechul. Mereka juga kompak terkejut mendapati kedatangan Kibum yang tiba-tiba.

"Ki-kibum…" Donghae berkata tidak percaya. Liquid bening nya yang belum kering harus jatuh lagi. Mengesampingkan segala macam hal tentang Kibum dan Kyuhyun, Donghae sayang Kibum. Alhasil, Donghae ikut serta dalam pelukan itu.

Siwon refleks mengedarkan pandangannya ke arah Kyuhyun. Harap-harap cemas dengan respon namja itu. Leeteuk yang berada di dekat Kyuhyun juga langsung melihat Kyuhyun. Sesungguhnya dia tidak tahu menahu kedatangan Kibum.

"YAKKK! AKU TIDAK BISA BERNAFAS!" Heechul dan Donghae melupakan seseorang yang mereka tenggelamkan di pelukan erat mereka. Ada Yesung di sana. Dengan seenaknya Heechul dan Donghae menghimpitnya sampai wajahnya semakin terbenam di dada Kibum.

"Hehehehehe… mian." Heechul dan Donghae menyengir bersamaan.

Mereka tidak menyadari suasana tidak menggenakkan member lain begitu menyadari ada satu orang yang beraura lain dari lainnya. Wajah Kyuhyun mengeras. Berbeda dengan tubuhnya yang melemas, kakinya yang serasa seperti jelly. Satu hal yang lewat di benak Kyuhyun, bisakah ia berlaku sama seperti Heechul dan Donghae?

Yesung mendengus kesal. Dia menatap bersalah Kibum, "Bum-ah, i-itu. Ingusku tinggal di bajumu." –aneh. Heechul menjitak kepala besar Yesung cukup keras.

"Dasar Pabo! Kau mengotori pakaian Kibum." Donghae mengangguk-angguk membenarkan saja. Yesung kembali mendengus. Tangannya terjulur ke baju Kibum yang terdapat ingus nya. Ryewook sigap berlari kecil ke tempat Yesung, menahan tangan kekasihnya yang dia sadari mempunyai keanehan tingkat akut.

"Jangan bilang kau ingin mengusapnya dengan tanganmu, hyung."

"Jadi bagaimana lagi?"

"BWAHAHAHAHAHAHAHAHA…" tawa Heechul meledak. Yesung mereka tidak pernah berubah meski sudah dilatih di kemiliteran. Kangin yang tidak tahan akhirnya tertawa juga. Demi apa, itu sangat lucu. Tidak ketinggalan Eunhyuk, Hangeng, Sungmin, Shindong, Leeteuk, bahkan Siwon yang juga tertawa. Melupakan sejenak apa yang menjadi kekhawatiran mereka.

Atmosfir di ruangan itu mencair seketika.

Ryewook menepuk dahinya sendiri. "Astaga! Hyung. Kau tidak berubah juga."

"Memangnya kenapa?" Bibir Yesung manyun. Dia paling tidak suka di tertawai tanpa ia tahu letak lucunya dimana.

Kibum tersenyum tipis, ia mengambil sapu tangan dari saku celananya lantas menyeka liur Yesung yang tertinggal. "Pakailah sapu tangan hyung." Ujar Kibum.

"Tch. Aku kan tidak punya sapu tangan." Gerutu Yesung tidak mau disalahkan. Ryewook mengambil alih sapu tangan itu. Sebagai kekasih yang setia, ia berkewajiban membersihkan kekacauan hyung anehnya itu.

"Biar hyung yang membersihkan sapu tangan ini untukmu, Bum."

"Tidak perlu hyung."

"Aniya! Hyung akan melakukannya." Keukeuh Ryewook.

"Baiklah."

"Nah, Bumie-ah. Karena kau sudah datang, mari bergabung disana." Heechul merangkul bahu Kibum. Menuntun Kibum menuju ke meja bundar tempat dimana gelas-gelas bir mereka berserakan. Tempat dimana Leeteuk dan lainnya berkumpul.

Saat melewati Sungmin, Kangin dan Siwon yang berdiri sejajar, Kibum membungkuk hormat. "Lama tidak berjumpa, Sungmin, Kangin, dan Siwon hyung." Ketiganya lantas balas membungkuk. Sungmin meraih tubuh Kibum dan memeluknya erat.

"Hyung merindukanmu, Bum."

"Aku juga hyung." Balas Kibum.

Gantian Kangin yang memeluk Kibum, "Wahh… kau sepertinya banyak berubah." Kibum tersenyum tipis. "Semua orang berubah setiap detiknya."

Kyuhyun memalingkan wajahnya mendengar perkataan Kibum. Berubah. Satu kata yang sulit tapi sering dilakukan tanpa disadari.

Siwon merasa canggung, tetapi, dia tidak mau itu terlihat malam ini. Siwon harus menganggap seolah tidak ada yang terjadi antara dirinya dan Kibum. Maka itu, Siwon memeluk erat Kibum. Siwon menyadari satu hal saat memeluk tubuh Kibum, satu kata –mungil. Kibum tidak berisi otot-otot kekar. Dia terlihat kurusan, mungkin Kibum jarang melakukan latihan lagi –pikir Siwon.

"Lama tidak jumpa."

"Ya." setelah melepas pelukannya. Kibum tersenyum sangat lebar kepada Siwon. Senyum manis yang tidak bisa terelakkan pesonanya oleh siapapun, tidak terkecuali Siwon. Namja atletis itu mematung melihat wajah berseri Kibum. Tidak ada janggut apalagi kumis. Kibum kembali merubah style rambutnya menjadi berponi dan sedikit panjang. Warna hitam legam rambut dan aroma husky yang begitu memikat Siwon saat itu dia melihat sosok Kibum saat menjadi kekasihnya.

"Ehem. Kenapa kau tidak melepas tanganku hyung." Kata Kibum. Nadanya memang datar, tetapi, Siwon merasa gaya bicara Kibum lebih lembut dan enak di dengar. Bagai alunan musik bertempo lambat dan berat.

"Ah, maafkan hyung."

"Tidak apa."

Heechul menatap intens gelagat Siwon. Alis nya naik sebelah. Dia juga sadar perubahan Kibum. Kemanisan Snow White Super Junior itu seakan menghipnotis semua orang disana malam ini. Tapi, Heechul cepat menghalau pikirannya. Dia tidak mungkin melupakan kejadian Kibum dan Kyuhyun.

Kibum kembali berjalan. Kali ini tatapannya jatuh kepada Leeteuk. Sudah lama ia tidak melihat eomma nya Super Junior itu. "Hyung…" Kibum memeluk Leeteuk erat yang dibalas tak kalah eratnya dari Leeteuk. Dia tiba-tiba saja teringat waktu Kibum meminta restunya. Suara bergetar tapi penuh keyakinan itu. Dan pertanyaan konyol Kibum yang meminta sarannya bagaimana melamar Kyuhyun.

Sayang sekali, semua itu hanya masa lalu.

"Hyung merindukanmu Bumie-ah. Kau tidak pernah menghubungi hyung lagi."

"Maafkan aku. Aku sibuk di Taiwan. Ada tawaran bermain drama disana."

"Ah. Begitu. Selamat jika begitu. Jangan lupa memberi kasetnya pada hyung."

Eunhyuk menyenggol lengan Leeteuk, "Kau kan bisa membelinya hyung. Bilang saja ingin gratisan." Cibirnya.

Leeteuk mendelik kesal, "Apa yang kau katakan heh! Lebih baik menerima langsung dari Kibum. Dia kan pemain disana."

"Ya. Ya. Ya. Lebih baik dari Kibum. Karena kalau itu dari Leeteuk hyung, pasti bajakan." Timpal Shindong. Semua orang di ruangan itu kembali tertawa heboh. Mereka sangat menikmati kebersamaan yang langka ini. Mereka bisa kembali utuh bertiga belas. Zhoumi sedang mempersiapkan album solonya sementara Henry sibuk di salah satu Variety Show. Sehingga hanya pesan singkat yang berasal dari kedua Chinese itu yang Leeteuk terima.

"Ayo, mari duduk lagi." Seru Eunhyuk sembari merangkul Kibum untuk duduk didekatnya. Yang langsung mendapat tatapan tajam dari Donghae. Bukan tatapan tajam karena cemburu dengan Eunhyuk, melainkan dia sendiri ingin duduk didekat Kibum.

"Yakkk! Monkey. Menjauh dari Bumie ku."

"Enak saja! Kau kan sudah pelukan lama dengannya Ikan!" Shindong mendorong tubuh ringkih Eunhyuk serta Donghae menjauh dari Kibum. Sementara tubuh gempalnya langsung jatuh ke samping Kibum.

"Kalian duduk berdua saja, Inyet!"

"Tck!" decak Donghae dan Eunhyuk bersamaan.

Heechul yang memang sudah pasti harus duduk disebelah Kibum mengisyaratkan Hangeng duduk disebelahnya. Sofa ruangan ini ada dua, dan saling berhadapan. Masing-masing sofa membentuk setengah lingkaran besar. Di depan Kibum tepat duduk Leeteuk. Kangin disebelah kanan Leeteuk dan disebelah Kangin ada Sungmin. Sementara disebelah kiri Leeteuk duduk Kyuhyun seterusnya Siwon, Ryewook, dan Yesung.

Pembicaraan terus mengalir dengan santainya. Leeteuk banyak berceloteh. Yesung akan berceloteh tetapi langsung di bekap oleh Ryewook. Bisa-bisa mereka hanya mendengar petuah Yesung selama dua jam non-stop. Jangan sampai itu terjadi lagi. Shindong siap dengan leluconnya, begitupun dengan duo Inyet yang ikut serta meramaikan malam kebersamaan mereka.

Siwon tidak hentinya menatap Kibum. Gaya tertawa Kibum masih tetap saja sama. Ia akan menutup mulutnya menggunakan punggung tangan. Dan itu satu hal yang Siwon sukai dari Kibum. Kibum akan terlihat berkali-kali lipat lebih manis dari biasanya. Mata menyipit, pipi terangkat ke atas, dan tawa lucu yang menggelitik pendengarannya.

Satu orang yang diam sedaritadi. Mata bulatnya tidak henti mengawasi setiap pergerakan para hyungdeulnya yang terlihat ceria. Miris sekali hanya dia yang merasa canggung disini. Kyuhyun sesekali ikut tersenyum. Tetapi semua bohong belaka. Kibum yang dulu terlihat keren di matanya entah mengapa menampakkan sosok nya yang dulu. Sosok yang manis dengan sebutan Snow White.

Kyuhyun akan pindah ke samping Sungmin saat mengetahui Siwon yang tampak tertarik dengan Kibum. Anehnya Kyuhyun tidak merasa sakit, dia lebih sakit kepada Kibum. Padahal ia kira sudah melupakan namja es itu. "Aku permisi sebentar." Ucap Kyuhyun. Sedihnya, tidak satu orangpun yang menyadari perkataannya. Sehingga Kyuhyun harus menelan pil pahit lagi untuk tidak di acuhkan.

Tidak bisa menahan sakit itu lagi, Kyuhyun berdiri begitu saja. Berjalan melewati Leeteuk dan Kangin. Barulah ia sadar Sungmin tidak ada ditempat. Biasanya saat sedih begini Kyuhyun akan mendatangi Sungmin dan menagih kasih sayang dari Sungmin. Kyuhyun akui dia jahat. Memanfaatkan Sungmin serta Siwon sebagai peralihan pikirannya dari Kibum beberapa bulan ini. Kyuhyun sama sekali tidak berniat menjalin hubungan lagi dengan keduanya. Kyuhyun hanya ingin kasih sayang mereka.

Tidak mau dia tampak konyol berdiri disana, Kyuhyun melanjutkan saja langkahnya keluar ruangan. Meninggalkan hyungdeulnya yang tengah sibuk membicarakan sesuatu yang lucu. Entah apa yang lucu, Kyuhyun tidak bisa merasakannya. Bahkan Siwon yang notabene sangat tergila-gila padanya bisa tidak menyadari keberadaan Kyuhyun yang sudah pergi.

"Dari dulu, Kibum memang magnae kesayangan mereka." Kata Kyuhyun lirih.

-To Be Continued-

Note's : Terlalu drama kah? Entahlah, Dik sendiri tidak mengerti jalan pikiran Dik. Apa yang lewat asal di ketik aja. Cukup kecewa karena Dik lagi kekurangan feel KiHyun tiba-tiba. Mungkin karena gak ada FF KiHyun lagi akhir-akhir ini yang update. Humor pun berkurang. Dik harap gak ada yang lupa ama nih FF. Dik akan fokus ngerjain FF pertama di FFN ini dulu.

[Thanks For Review] Dik gak bisa balas untuk kali ini. Mianhae #bow

Important!

Make A Review, Please?

Anggap review itu sebagai hadiah buat FF abal-abal Dik.

[Thanks For Reading]