[CHAP 5]


ENJOY STORY!

[Don't Like? Want To Bash Me? HUSH!]

LullabyDik

Presents

.

.

Tidak tahu langkah kakinya membawa Kyuhyun kemana. Kyuhyun tidak tahu harus bagaimana dan melakukan apa. Saat semua pikiran nya tertuju pada Kibum. Hanya Kibum.

"Nde. Jaljayeo, Saeun chagiya…" hingga langkah Kyuhyun terhenti diantara sekat dinding lorong yang ia tuju. Punggung seseorang yang sangat ia kenali. Kyuhyun tidak mengerti. Kata chagiya yang di sebutkan seseorang yang ia sayangi sebagai hyung nomor satu itu adalah ilusi karena kekalutan hatinya atau memang, inilah kenyataannya.

"Kyu?" seseorang itu terkejut –tampak dari mata serigalanya membulat penuh serta wajah cemas kala melihat Kyuhyun. "Ka-kau kenapa ada disini?"

"Apa kau sudah mempunyai orang yang kau cintai, Sungmin hyung?" tiada nada yang lebih menyayat dari gemerisik hujan berlatarkan gemuruh petir. Tatapan penuh luka. Kenyataan yang sudah sepatutnya sedikit demi sedikit terkuak datang secara bersamaan.

"K-kyu… hyung… hyung…" Sungmin tidak bisa menatap tatapan itu. Dia akan selalu luluh. Wajah itu, tubuh itu, selalu berhasil memerangkap jiwa Sungmin ke dalamnya. Namun, Sungmin mempunyai batas tersendiri. Ia tidak terikat dengan sosok itu, ia yang mengikat sendiri hatinya. Mencintai Kyuhyun, adalah sebuah kesalahan. "Ya. Dia gadis bernama Kim Saeun."

Usapan lembut dilakukan Kyuhyun pada lengannya. Tiba-tiba saja ia merasa suhu disekitarnya menurun drastis. "Chukkae hyung. Aku akan selalu mendukungmu." Mata bulat indah itu membentuk sabit. Lengkungan bibir tipis yang mengarah ke atas menunjukkan hatinya yang lelah, hati Kyuhyun yang berusaha kuat . Apakah ini keberuntungan atau sebaliknya, kabar membahagiakan dari hyung tersayangnya. "Aku berharap, kau bisa membahagiakan nya hyung. Kebetulan sekali aku memergoki mu disini." Canda Kyuhyun.

Melihat respon Kyuhyun sedikit banyaknya membuat hati Sungmin teriris pedih, bahkan saat-saat terakhir ia mengharapkan Kyuhyun sakit karenanya. Konyol sekali. Dia sudah mempunyai tanggung jawab lain sekarang. Sepertinya Sungmin lupa ia sudah lama melepas Kyuhyun dari hatinya.

"Kau orang pertama yang tahu ini, Kyu. Jangan katakan pada yang lain dulu nde. Biar hyung yang mengatakannya." Sungmin berjalan mendekati Kyuhyun. Menepuk tegas bahu dongsaeng kesayangannya itu.

"Pertama? Wah… suatu kehormatan bagiku hyung. Hahahaha."

Sungmin benar-benar tersenyum lega setelah Kyuhyun tertawa renyah. Begini seharusnya, Kyuhyun senang, maka ia juga akan senang dengan hidupnya. Mereka adalah hyung dan dongsaeng yang saling menyayangi, bukan?

"Sebenarnya, ada satu hal lagi yang ingin hyung katakan."

"Apa hyung?"

"Eum, jujur saja hyung malu mengatakannya. Tetapi, Saeun sedang mengandung sekarang. Hyung sangat senang." Bisiknya. Wajah Sungmin berseri cerah. Lihat saja, ia akan menjadi appa. Dan Kyuhyun yakin Sungmin menjadi appa yang lucu dengan wajah imutnya itu. Kyuhyun turut senang akan hal itu.

"Double chukkae buatmu hyung. Kapan kau menikahinya? Eum, tapi, ELF…" suara Kyuhyun melemah diakhir. Sebenarnya ia tidak ingin mengatakan hal yang bisa membuat hati hyung nya bersedih.

"Hyung sudah mengatur pernikahan kami dalam waktu dekat ini dan hyung yakin, ELF akan mengerti seperti kau mengerti hyung."

Hati Kyuhyun tersentuh. Rasa kesalnya beberapa hari ini terbayar sudah dengan keyakinan dimata Sungmin. Hyung nya tidak bermain-main dengan Saeun. Jalan hidup seseorang ditentukan oleh orang itu sendiri. Sebagai orang lain dalam kehidupan Sungmin, sudah sepantasnya Kyuhyun sadar diri dan mendukung semua keputusan Sungmin walaupun itu akan membagi perhatian Sungmin untuknya. "Aku percaya padamu hyung."

"Gomawo, Kyuhyun-ah. Kau dongsaeng terbaik yang hyung punya." Pertemuan itu diakhiri oleh sebuah pelukan hangat yang disertai aliran air mata bahagia dari mata rubah Sungmin dan mata selelehan karamel milik Kyuhyun.

Kyuhyun masih menatap kosong tempat dimana punggung Sungmin sudah menghilang di balik tembok itu. "Aku sudah mengetahuinya dua minggu lalu hyung. Maaf, aku tidak sengaja melihatmu dengan Saeun. Dan, terima kasih telah melepasku hyung." Kyuhyun berkata lirih. Selanjutnya ia melangkah lebih jauh dari ruangan tempat hyungdeulnya berkumpul. Kyuhyun rasa ia perlu tempat tidur empuknya di dorm segera. Menyimpan segalanya terkadang butuh usaha yang keras. Dan usaha yang keras selalu berdampak kepada raganya yang meletih.

"Kenny noona, jemput aku." Kyuhyun memutuskan sambungan telefon.

[~KiHyun~]

Leeteuk menghela panjang untuk sekian kalinya hari ini. Mereka terpaksa vakum dua hari karena berita hubungan Sungmin dan Saeun. Leeteuk tidak menyangka berita menggemparkan ini. Dimana-mana banyak kabar terbaru tentang fans Sungmin, ada yang membakar gambar dongsaengnya itu dan ada pula yang melakukan bunuh diri. Leeteuk teringat satu kalimat, Jangan pernah meremehkan seorang fans. Tetapi, ini sangat mengerikan. Leeteuk tidak habis pikir dengan semua kecaman dan aksi anarkis itu.

Bukan dunia baru lagi, tapi tetap saja membuat Leeteuk semakin takut dengan fans nya sendiri.

"Apa yang ku pikirkan, aisshhh…" desah Leeteuk sambil mengusap kasar wajahnya. "Bisa-bisanya aku memikirkan diri sendiri. Sementara aku tidak bisa melakukan apa-apa untuk Sungmin." Sejak Sungmin memutuskan mempublikasikannya ke publik, namja berwajah imut itu tinggal di rumah orangtuanya. Dan akan kembali dua hari lagi untuk melakukan promo album mereka ke Thailand.

"Kalau leadernya saja gelisah, apalagi anak buahnya. Tck. Jongsoo pabo." Heechul merebah disamping Leeteuk. Wajahnya lengkap dengan masker berwarna hijau tua.

"Apa lagi yang ingin kau katakan, iblis." Sahut Leeteuk jengah.

"Kita bisa melaluinya. Coba tidak peduli saja."

"Aku tidak sepertimu yang bisa santai mendengar semua itu." Leeteuk bergerak menyamping, memeluk bantal sofa erat.

"Kau sudah tua tapi tetap saja bodoh."

"Heh, apa yang kau katakan iblis." Leeteuk jelas tersinggung. Sudah dikatakan tua ditambah bodoh pula. Seperti tidak Heechul saja.

"Lihat Kyuhyun. Anak iblis itu kehilangan satu orang yang akan selalu menyayangi, membelanya, disetiap waktu. Dia tampak biasa saja. Kyuhyun diam. Dia tahu Sungmin bisa melakukannya. Dia percaya. Dan seharusnya seperti itu."

Hati Leeteuk seolah terketuk, semua apa yang dikatakan Heechul adalah benar. Leeteuk tersenyum sumringah, dia baru saja mendapat petuah hebat dari Iblis yang mengumpakan anaknya sendiri. Kunci satu-satunya menghadapi situasi ini adalah Percaya. Kenapa Leeteuk bisa melupakannya. Bodoh sekali.

"Kau benar Chul. Kau hebat juga. Ah, ngomong-ngomong, diam katamu? Kau saja berkicau di instagram konyol mu itu."

Sudut siku-siku terbentuk di dahi Heechul, "Itu terserahku, Pak tua Jongsoo."

"YAKKK! Kau sama tua nya denganku, nenek sihir."

[~KiHyun~]

"Apa yang kau pakai nanti Hae?" seru Eunhyuk. Pasalnya kekasih sejatinya itu tengah fokus menatap layar ponselnya yang memperlihatkan gambar-gambar kostum Hallowen. Donghae menggeleng kecil, "Molla. Terlalu banyak dan bagus-bagus." Eunhyuk manggut-manggut. Dia sendiri bingung melihat kostum-kostum itu.

Saat Donghae lebih menscroll ke bawah, Eunhyuk tiba-tiba memekik kecil. "Tunggu! Sedikit naik ke atas." Meski bingung, Donghae mengikuti kata Eunhyuk. Mungkin kekasihnya itu baru melihat sesuatu yang menarik.

"Ciel Phantomhive." Eja Donghae pada gambar yang ditunjuk Eunhyuk. Baju bangsawan Inggris dengan sepatu boot hampir selutut, perpaduan warna biru sapphire, hitam, dan coklat yang di sandingkan. Sebagai aksesoris, penutup mata ala Bajak Laut dan cincin berbatukan warna biru sapphire. Terlihat keren dan manis bersamaan. "Kau ingin memakai ini?" terka Donghae.

"Bukan aku, tapi iblis itu." Donghae mengikuti arah pandang Eunhyuk dan mendapati Kyuhyun yang bersandar pada sofa dengan earphone yang terpasang manis di telinganya. Mata Kyuhyun terpejam, tampaknya ia menghayati lagu yang ia dengarkan.

Alis Donghae saling bertaut, "Kenapa tiba-tiba Kyuhyun?"

"Aku menyukai kostum di bawahnya."

Sebuah kostum bernama 'Kuroshitsuji'. Baju khas pelayan Inggris berwarna hitam pekat. Dengan jubah panjang yang terlihat sangat elegan.

"Siapa yang kau suruh memakainya?"

Eunhyuk tersenyum miring, "Lihat saja nanti. Yang penting, kau pesan sekarang dua kostum itu."

[~KiHyun~]

"Kenapa terburu-buru sekali Won?" tegur Eunhyuk. Mereka baru saja selesai latihan, biasanya Siwon akan bermanja-manja pada Kyuhyun. Tidur di pangkuan iblis itu atau menggoda Kyuhyun yang pastinya memilih bermain game untuk melepas lelah. Siwon mengusap tengkuknya, "Eum, aku ada janji dengan Jiwon."

Alis Eunhyuk saling bertaut, "Tumben sekali. Ah, kalau begitu untuk hari ini tidak ada momen WonKyu eoh. Hah… membosankan." Siwon terkekeh kecil. Siapa yang tidak tahu jika Eunhyuk itu Shipper dirinya dan Kyuhyun. Eunhyuk akan selalu setia berada di dekat mereka, menonton dan memberi dukungan. Eunhyuk memang teman terbaik bagi Siwon.

"Sampaikan pada Kyuhyun aku pulang Hyuk." Eunhyuk mengangguk-angguk saja. Dia tinggal menunggu Kyuhyun keluar dari kamar mandi untuk mengatakannya.

"Sampaikan salam ku juga pada Jiwon. Katakan oppa tampan ini masih menunggunya."

"Ya. Ya. Ya." ujar Siwon malas lalu keluar dari dorm.

Eunhyuk menghabiskan waktu istirahatnya dengan melatih beberapa gerakan tari pada lagu mereka. Setiap saat lead dancer Super Junior itu harus mengoreksi gerakan yang mereka lakukan, bagian mana yang cocok dengan member lain. Gerakan seperti apa yang lebih nyaman dan enak di pandang untuk masing-masing anggota.

"Mandilah hyung. Kau bau." Kyuhyun memastikan lagi kancing kemejanya terkunci rapi. Membersihkan debu yang mungkin saja hinggap pada kemeja putih nya. Kyuhyun terlihat segar seusai mandi.

"Kau ingin pergi?" tanya Eunhyuk. Kalau pakai baju rapi, tandanya Kyuhyun bersiap pergi. Karena biasanya Kyuhyun hanya pakai baju oblong dan celana pendek. Kyuhyun mengangguk singkat, mematut dirinya di kaca ruang tengah sebentar. Sebagai publik figur sudah seharusnya ia terlihat seperfeksionis mungkin.

"Aku ada janji dengan Jiwon. Adik Siwon hyung itu meminta ku menemaninya membeli hadiah buat Changmin."

"Jiwon?" Eunhyuk merasa ada yang janggal, ah, bukannya Siwon juga pergi untuk bertemu Jiwon? Hal itu membuat otak pas-pasan Eunhyuk bekerja lebih biasanya. Wajar jika Jiwon minta temani untuk beli hadiah buat idolanya, idola yang Eunhyuk tidak sangka-sangka. Sahabat se-evil Kyuhyun yang punya tinggi badan persis tiang listrik. "Tapi, Si…"

"Ah, sudah ya hyung. Aku sudah terlambat 10 menit, Jiwon bisa marah." Pamit Kyuhyun sambil berlalu, menyisakan Eunhyuk dengan wajah bodohnya.

"Tck! Bilang saja mereka ingin kencan, pakai alasan Jiwon segala." Dengus Eunhyuk setelah merasa mendapat kesimpulan paling mutakhir. Masuk akal jika pasangan WonKyu pergi kencan diam-diam, tahu begitu Eunhyuk akan mengikuti mereka saja.

[~KiHyun~]

Toko dengan nuansa gelap yang sengaja dibuat untuk menyambut hari Hallowen di Korea. Segala kostum-kostum dan pernak-pernik yang bertema kan Hallowen tersedia. Tidak lupa alunan musik dark menambah kesan horor tatkala kita berdiri di tengah ruangannya. Jiwon tidak melepas sedetikpun tangan Kyuhyun, yeoja bagai kembaran Siwon itu punya rasa takut terhadap hal-hal yang seram. Toko kesayangannya ini memang tidak pernah tanggung-tanggung merubah gaya, Jiwon akan senang datang ke sini jika itu hari Natal dan Valentine.

"Kalau kau takut, kita bisa ke toko lain." Kyuhyun sedikit bergidik melihat patung wanita dengan mata bolong memakai baju jubah serba hitam. Bahkan patung-patung disini mengikuti monster Hallowen. Kyuhyun tidak menyangka ada toko yang seseram ini.

"Aniya. Aku sering beli disini oppa. Toko ini juga menyediakan barang yang bagus-bagus." Bisik Jiwon. Mendukung sekali seolah mereka berjalan di rumah Hantu.

"Ya sudah, pilihlah. Oppa disampingmu."

Jiwon tersenyum senang, "Nde. Oppa!" tidak lama seorang pelayan wanita mendatangi mereka. Berpakaian maid serba hitam, sepatu hitam berhak tinggi –membentuk bunyi gema beraturan disetiap langkahnya.

"Annyeong, Jiwon-ah."

"AAAAAA!" refleks Jiwon memeluk Kyuhyun saat pelayan bermake up kan putih pucat dan lipstik merah darah. Tidak ada ekspresi serta nada suara yang dibuat sengaja datar dan menyeramkan.

"HAHAHAHAHAHAHA. Yakkk! Ini aku Sora, Jiwon-ah." Girang pelayan yang menyebut namanya Sora. Jiwon mengintip dibalik bahu Kyuhyun, benar saja, itu Sora. Pelayan yang dekat dengannya, yang selalu membantu Jiwon memilih pakaian.

"Yakkk! Kau menakutiku eonni!" pekik Jiwon tidak terima. Sora hanya menggumam kata maaf. Menarik tangan Jiwon untuk ditunjukkannya kostum Hallowen terbaik di toko tempat ia bekerja itu. Jiwon melupakan kesan seram tadi, perhatiannya teralih pada sederet gaun bercorak hitam dan merah dengan berbagai gaya. Jiwa shopping Jiwon sudah bangkit dan melupakan namja manis yang ia bawa ke toko itu. Kyuhyun mengangkat bahu tidak peduli.

Kyuhyun membiarkan Jiwon lantas ia mencari sofa yang bisa di duduki, sekalian untuk rebahan. Kyuhyun belum istirahat sejak pulang latihan tadi.

Beruntung toko ini sedang sepi, atau memang begitulah yang terlihat di mata Kyuhyun. Tadi pagi Eunhyuk berkata telah memesan kostum buatnya, Kyuhyun tidak perlu repot-repot mencari kostum lagi. Bagus sekali, Kyuhyun banyak berterima kasih kepada Eunhyuk. Akhir-akhir ini dia banyak bekerja. Untuk Super Junior dan untuk dirinya sendiri. Kyuhyun tidak punya waktu mencari kostum, bahkan ia berencana untuk tidak hadir jika saja tidak punya. Permintaan Jiwon ini sudah ke tujuh kali. Kyuhyun tidak tega terus menerus menolak ajakan yeoja manis itu. Bukan bermaksud menolak, hanya saja Kyuhyun memang tidak punya waktu. Ini saja ia curi-curi waktu.

Satu pertanyaan yang belum Kyuhyun dapat jawabannya, kenapa harus dia? Bukankah Jiwon punya banyak teman.

"Kyu?" suara yang terdengar tidak asing. Kyuhyun memaksakan matanya yang sudah terpejam erat untuk terbuka. Melihat siapa gerangan orang yang memanggilnya, dan bisa dipastikan bukan suara Jiwon.

Kyuhyun sedikit terbelalak melihat orang yang memanggilnya tadi, Siwon berdiri didepan Kyuhyun dengan tatapan bingung. "Aku menemani Jiwon." Jawab Kyuhyun singkat. Pandangannya mengedar ke belakang Siwon. Mencari kemungkinan ada orang lain bersama Siwon.

"Kau lelah?" tanya Siwon sembari duduk di ujung sofa tempat Kyuhyun berbaring. Kyuhyun mengangguk pelan saja. Meski bingung, Kyuhyun sangat malas bertanya ini dan itu.

Siwon terlihat gusar, wajahnya penuh penyesalan dan takut. Kyuhyun merasakan sikap Siwon itu, dan ia benar-benar tidak peduli. Sekelebat pikiran tentang Siwon yang mungkin sedang berkencan dan menemani yeoja nya membeli kostum Hallowen. Sangat mungkin dan lagi-lagi Kyuhyun merasa itu bukan masalah.

"Mian Kyu, hyung sebenarnya datang ke sini dengan..."

Kyuhyun langsung memotong, tidak ingin terlibat percakapan konyol persis sepasang kekasih yang sedang terlibat kasus perselingkuhan. Kyuhyun sangat tahu karakter Siwon. "Tidak apa hyung. Kau bebas pergi dengan siapa saja. Kau tidak perlu merasa bersalah seperti itu. Lagipula, kita tidak pacaran." Wajah Siwon semakin terlihat bersalah. Kyuhyun menautkan kedua alisnya, apa ada perkataannya yang menyakiti Siwon? Biasanya Siwon akan langsung tersenyum sumringah dan tetap mengatakan alasannya mengencani yeoja yang bersamanya. Lebih banyak karena tuntutan kerja.

"Bukan seperti itu Kyu, hyung pergi dengan…" lagi-lagi perkataan Siwon harus terhenti. Suara pekikan kecil mengalihkan perhatian kedua orang itu. Kyuhyun langsung bangkit dari rebahannya. Jantung nya berdegup kencang saat menyadari pekikan kecil itu milik seseorang yang sangat ia kenali.

"Kibum!" Siwon bergegas menuju sumber suara. Menemukan Kibum yang terjatuh diantara rak jubah-jubah hitam.

NYUUUTTTT

Kyuhyun dapat merasakan remasan aneh di dadanya, sesak dan sakit. Hilang semua rasa penatnya. Sekarang hatinya jauh lebih lelah. Kenyataan beruntun yang menggores kehidupan indahnya.

"Apa kau tidak apa-apa? Ceroboh sekali." Kyuhyun masih dapat mendengar suara cemas Siwon. Untungnya Kyuhyun tidak bisa melihat adegan jatuh dan di tolong akibat cahaya remang di toko itu.

Dulu dia sangat suka pura-pura terjatuh untuk menarik perhatian Kibum. Dia harus melakukannya atau Kibum tetap peduli dengan keterdiamannya.

Sekarang, bagaimana mungkin seorang Kibum yang tak pernah salah mengambil langkah, terjatuh semudah itu?

Kyuhyun menggeleng kuat. Untuk apa dia memikirkan orang yang jelas merenggut kebahagiaannya. Dan akan merenggut kebahagiaannya untuk kedua kali. "AKKKKHHHHH!" Kyuhyun merintih kesakitan. Memegangi kepalanya dan kembali rebahan. Terdengar suara derap langkah kaki yang cepat.

"Kyu! Apa kau tidak apa?" Siwon datang dengan raut cemasnya. Memegangi Kyuhyun guna mengecek keadaan namja manis itu.

"AKKHHHH! Sakit sekali!" keluh Kyuhyun bertubi-tubi. Tangannya tiada henti memegang kepalanya. Siwon refleks mengurut-ngurut kepala Kyuhyun. Bertanya-tanya apa di sini, apa disitu, dan seterusnya.

"Apa sakit sekali Kyu?" Kyuhyun mengangguk lemah.

"Antar aku pulang hyung. Aku ingin istirahat."

"Baik. Apa kau bisa berdiri?" tanya Siwon lagi. Dia sangat khawatir dengan keadaan Kyuhyun.

"Sepertinya tidak. Kepalaku sangat sakit, AKKKHHH!"

Siwon menyelusupkan sebelah tangannya ke bawah lutuh Kyuhyun dan satu lagi ke punggung Kyuhyun. Mengangkat magnae Super Junior itu dalam gendongan ala bridal. Siwon bertemu pandang dengan Kibum yang berdiri di belakangnya. Siwon tidak bisa membaca wajah datar Kibum. Tapi, ia juga tidak bisa sekedar pamit. Pikirannya kacau sekarang. Maka dari itu, Siwon berlalu saja tanpa permisi.

Kyuhyun mengalungkan kedua tangannya di leher Siwon. Menopang dagunya ke bahu lebar Siwon. Mata Kyuhyun fokus menatap Kibum di belakangnya, karena posisi Siwon telah melalui tempat Kibum berdiri.

Sedikit menelengkan kepalanya, Kyuhyun menarik senyum tipis. Dia tidak akan membiarkan Kibum merenggut kebahagiaannya. Sebaliknya, Kyuhyun ingin memanfaatkan kesempatan ini melukai Kibum. Kibum yang berubah menjadi lebih –lemah.

[~KiHyun~]

Keadaan Kyuhyun menurun drastis. Dia bekerja lebih dari biasanya. Latihan dan manggung bersama Super Junior. Menjadi MC dan ikut di beberapa acara seperti Running Man. Belum lagi diam-diam Kyuhyun melakukan rekaman untuk debut solo nya nanti. Melakukan pemotretan. Melakukan perjalanan dari kota ke kota bahkan ke negara lain. Latihan drama musikal. Peran Kyuhyun di drama musikal cukup menantang, menjadi seorang bodyguard. Kyuhyun mendapat bagian memakai baju sleveness sehingga latihan fisik tidak luput dari jadwalnya.

Mengesampingkan semua itu, hati Kyuhyun lebih lelah. Entah mengapa Kibum sering kali datang ke dorm. Bepergian dengan Heechul dan hyungdeul nya yang lain. Tidak mau kalah, Kyuhyun menyempatkan di waktu sempitnya bepergian dengan Changmin dan Heechul. Tidak pergi jauh tapi dengan mengambil beberapa foto mungkin bisa menjadi bukti bahwa ia dan Heechul terbilang dekat.

"Leeteuk hyung, buatkan aku bubur." Pinta Kyuhyun pada Leeteuk yang sibuk berselancar di dunia maya pada laptop nya. Leeteuk melirik sekilas Kyuhyun. Eomma Super Junior itu sangat peka dengan apa yang terjadi, termasuk rasa cemburu Kyuhyun pada Kibum. Leeteuk seolah melihat kilasan balik di zaman album U dahulu.

"Ne. Apa kau sangat lelah?" Kyuhyun merebahkan kepalanya di paha Leeteuk dan mendapat usapan hangat dari Leeteuk. Kyuhyun mengangguk. Tenggorokannya sejak pagi tadi sakit. Untuk berbicara saja susah. Leeteuk mengambil bantal sofa dan menggantikan ke posisi pahanya. "Tunggu disini. Hyung akan membuatkannya untuk mu."

"Eum…" gumam Kyuhyun. Hari ini jadwalnya di mulai dari jam 2 siang sampai 5 sore. Kyuhyun bisa sejenak istirahat dari pagi. Dengan kondisi seperti ini sebenarnya Kyuhyun tidak yakin ia bisa hadir di acara Hallowen nanti malam. Yang dia butuhkan hanya tidur.

Lagipula percuma Kyuhyun datang, Sungmin mengatakan padanya tidak bisa datang. Bunny hyung nya sudah sibuk dengan pesta pernikahannya tanggal 13 bulan 12 nanti. Undangan belum disebar, Leeteuk dan Heechul yang menyarankan Sungmin menunda penyebaran undangan itu. Mereka menunggu sampai para fans teralih pikirannya. Takut-takut ada perbuatan anarkis lagi.

Tapi Kyuhyun sudah mendapat caranya agar Sungmin aman. Hitung-hitung sebagai bentuk rasa terima kasihnya atas perhatian Sungmin selama ini, walaupun dengan cara itu, Kyuhyun harus bekerja 24 jam secara terus menerus.

Sayup-sayup Kyuhyun mendengar suara pintu tertutup dan langkah kaki mendekat. Mungkin Eunhyuk atau Donghae –pikir Kyuhyun. Dia mendapat jackpot untuk dimintai tolong.

"Hyung… pijat kan kepalaku. Aku sangat pusing." Kyuhyun tidak peduli siapa yang datang, untuk membuka mata saja Kyuhyun sangat berat. Tapi dia yakin salah satu hyungdeulnya. Dan Kyuhyun rasa itu Ryewook atau Kangin. Kalau Eunhyuk pasti langsung heboh.

Tidak lama jari-jari seseorang bergerilya di kepalanya, memijat lembut kepala Kyuhyun membuat magnae manja itu semakin terlarut dalam istirahatnya. "Pijatan mu enak hyung." Puji Kyuhyun dan memang begitulah adanya. Jari-jari kokoh itu tiada hentinya memijat kepala Kyuhyun.

Kyuhyun semakin terbuai hingga ia tidak sadar telah terlelap nyaman sekali.

"Buburnya sudah siap Kyu." Seru Leeteuk dari arah dapur. Merasa tidak mendapat jawaban Leeteuk berjalan ke ruang tengah tempat Kyuhyun tiduran. "E? Kapan kau datang?" Leeteuk memandang heran salah satu dongsaengnya yang sekarang tengah memijat kepala Kyuhyun dengan menjadikan pahanya sebagai bantal.

"Ssst… Kyuhyun sedang tidur, hyung."

[~KiHyun~]

"Ayolah Kyu. Hyung sudah memesan kostum itu buatmu." Eunhyuk mengayun-ayunkan lengan Kyuhyun. Merajuk bak choco anjing kesayangannya pada magnae mereka. Pulang dari jadwal jam 5 sore tadi Kyuhyun mengumumkan dirinya tidak ikut. Badannya sangat letih.

Eunhyuk tidak mau rencana nya gagal. Persetan soal harga dirinya yang jatuh di hadapan Kyuhyun yang terkenal dengan keiblisannya itu. Ini lebih penting dari segalanya. Eunhyuk ingin membuat momen WonKyu di pesta nanti. Rencana yang licik dengan menjadikan Kyuhyun memakai kostum Ciel Phantomhive sedangkan Siwon berlaku sebagai Sebastian. Anime berjudul Black Butler yang sangat di sukai Eunhyuk. Dimana ada pengikatan janji antara manusia penuh dendam dengan iblis yang bersedia menjadi pelayan sampai keinginan tuan nya terpenuhi, di saat itu ia akan memakan jiwa manusia yang berhasil membalaskan dendam nya. Klise sekali. Tapi, Eunhyuk sangat suka endingnya. Ciel –si manusia penuh dendam akhirnya menjadi iblis dan bersama Sebastian –pelayan iblisnya, untuk selamanya.

Tidak ada yang lebih romantis dibanding itu semua –begitulah pikir Eunhyuk.

Melihat Kyuhyun dan Siwon, yang merupakan couple favoritnya membuat jiwa shipper Eunhyuk meledak-ledak.

"Hyung! Kenapa kau ngotot sekali. Aku tidak mau. Aku sangat capek!" protes Kyuhyun cepat. Dia tidak berbohong. Pinggang dan seluruh persendiannya seolah mati rasa.

"Hyung akan meminta Siwon menemani mu di pesta nanti. Kalau perlu kau berada di gendongannya saja."

PLAKKK

"YAKKK!" teriakan marah Eunhyuk langsung berhenti sesaat melihat Leeteuk lah yang memukul kepalanya dari belakang. Aura angelic leader mereka hilang entah kemana. Leeteuk memandang tajam Eunhyuk.

"Apa kau mau mati heh. Menyuruh Siwon menggendong Kyuhyun! Pabo!" Eunhyuk berpikir Leeteuk terlalu sering bergaul dengan Heechul, beginilah jadinya. Kasar dan tidak sopan.

"Tapi, hyung. Aku ingin Kyuhyun ikut." Rajuk Eunhyuk memanyunkan bibirnya.

Terdengar helaan panjang Kyuhyun, kasihan juga melihat Eunhyuk bagai orang putus asa. Kyuhyun paling tidak tahan saat melihat Eunhyuk bersedih. Kyuhyun tidak mau hyung anchovy nya semakin kurus dan kurus. Wajah di bawah rata-rata Super Junior nya semakin merosot. Begitu-begitu Kyuhyun sayang Eunhyuk.

"Aku akan datang." Kyuhyun menyerah.

Mata Eunhyuk membulat, "Benarkah?! YEEEE!" girang Eunhyuk tanpa sadar melompat-lompat bak anak kecil.

"Tidak bisa!" tegas Leeteuk.

"E?" Eunhyuk terdiam.

"Apa kau tidak lihat Kyuhyun sangat pucat! Tadi pagi saja kondisi Kyuhyun tidak baik. Malam ini Kyuhyun bisa istirahat panjang. Jadwalnya sangat banyak akhir-akhir ini." Jelas Leeteuk. Sebagai leader dia mengetahui jadwal para dongsaengnya dan untuk Kyuhyun, Leeteuk sendiri tidak tahu kenapa Kyuhyun banyak jadwal. Tidak ada keterangan kegiatannya. Saat Leeteuk bertanya pada Kenny –manager Kyuhyun, yeoja itu hanya berkata ia tidak bisa mengatakannya. Leeteuk juga bukan orang keras kepala yang ingin tahu. Melihat Kyuhyun banyak acara, sudah bagus buat dongsaengnya.

"Apa kau serius hyung? Tapi, Kyuhyun sudah…"

"Berhenti berdebat dengan ku, Hyukjae." Final. Leeteuk menyebut nama aslinya. Leader mereka itu tidak menerima ocehan lagi. Akhirnya Eunhyuk menyerah, mengusap rambut Kyuhyun sebentar sebelum keluar dari kamar magnae nya.

"Nah, Kyu. Istirahatlah yang banyak."

"Katakan pada hyungdeul yang lain aku tidak bisa datang ya hyung." Pesan Kyuhyun, sebenarnya dia ingin bilang Siwon –takut saja jika namja atletis itu mencarinya. Leeteuk mengangguk paham. Setelahnya ia juga keluar dari kamar Kyuhyun.

[~KiHyun~]

Kyuhyun mendapat pesan dari Siwon, menyuruhnya segera tidur dan memakan bubur yang di kirim Siwon untuk nya melalui Kenny. Siwon ingin merawat Kyuhyun, tapi Kyuhyun tidak mau merepotkan Siwon. Cukup hyung nya itu memberi perhatian padanya Kyuhyun sudah senang.

Sialnya, dari kepergian hyungdeulnya. Kyuhyun tidak bisa tidur. Berbanding terbalik dengan tubuhnya yang meminta terus berbaring. Kyuhyun bosan juga hanya melihat langit-langit polos kamarnya. Kyuhyun melirik meja nakas yang terdapat obat disana. Kyuhyun menolak meminumnya setelah makan tadi. Dia memang paling anti dengan obat. Tapi, sepertinya Kyuhyun membutuhkan obat itu. Bukankah obat sakit membuat efek ngantuk?

Kyuhyun meneguk air mineral mendorong obat pahit yang terasa di ujung lidahnya masuk ke tenggorokan dan berakhir di lambung. Kyuhyun memutuskan melihat-lihat sebentar ponsel nya. Membaca status para hyung atau artis SM yang sedang ikut pesta Hallowen. Pasti menyenangkan. Sayangnya, Kyuhyun tidak terlalu menyukai yang namanya pesta. Jadi, dia tidak terlalu kecewa tidak bisa datang.

"UHUKKK!"

Seakan tersedak ludahnya sendiri, mata Kyuhyun membulat seketika. Deretan status-status terbaru dari Heechul, Leeteuk, bahkan Jiwon.

Satu kesimpulan, Kibum datang ke pesta itu.

Kyuhyun menepuk dahinya sendiri. Mungkin efek dari kerja kerasnya belakangan ini sampai-sampai ia tidak memikirkan hal sekecil apapun. Tentu saja Kibum datang. Bukankah waktu itu dia memergoki Siwon menemani Kibum ke toko itu? Apalagi jika bukan membeli kostum?

Kyuhyun menarik asal selimut yang menyelimuti tubuhnya. Dia tidak bisa membiarkan Kibum bersenang sementara ia tersiksa disini. Kyuhyun melepas pakaiannya, segera menggantikannya dengan kostum Hallowen yang di letakkan Eunhyuk di bangku riasnya.

Perhatiannya tertuju pada penutup mata sebelah yang melengkapi kostum nya. Kyuhyun memakainya. Membuat poni rambutnya acak-acakan, memberi polesan merah samar pada bibirnya. Menyematkan cincin berbatu warna saphire blue itu ke jari tengahnya.

Tampan dan cantik bersamaan.

Siap berpesta malam ini?

-To Be Continued-


Note's : Detik-detik menuju END. Ah, iya. Semakin tidak ada KiHyun ya? Jiwa KiHyun dik belum bangkit. Ada saran supaya balik lagi? Semakin mellow dan drama juga kan. Pasti readers bosan, hahaha.

FF ini sengaja dik selesain dulu. Dik ingin mengejar momen yang berhubungan dengan At Gwanghwangmun. Kata kunci untuk next chap.

[Thanks For Review] Dik gak balas review kali ini, maaf #bow. Dan untuk readers yang meminta update KID. Seperti yang dik katakan. Jiwa KiHyun dik belum kembali, dan suasana hati yang lagi gak nge-shipkan siapa-siapa sangat cocok ama FF ini. Takutnya waktu buat KID tiba-tiba jadi aneh.

Important!

Make A Review, Please?

Anggap review itu hadiah buat FF abal-abal Dik.

[Thanks For Reading]

Jja!