[CHAP 7/END]
Warning : Little Bit NC in the END!
ENJOY STORY!
LullabyDik
Presents
.
.
"Kyu… terima kasih kau sudah mempercayakan ku."
"Tidak. Akulah yang berterima kasih noona. Kau tetap menyukai Sungmin hyung setelah mengetahui semuanya." Mata rubah Saeun yang hampir mirip dengan Sungmin menyipit membentuk bulan sabit, tersenyum lebar sembari menggenggam kedua tangan Kyuhyun erat. Yeoja manis itu tidak bisa menghentikan air mata yang terus mengalir. Rasa haru dan bahagia.
Kyuhyun ikut tersenyum. Dia berharap besar kebahagiaan Sungmin kepada Saeun.
Dua hari setelah pesta Hallowen, dorm Super Junior kedatangan Sungmin yang membawa Saeun. Meminta maaf sekaligus meminta doa dari semua member yang tentu saja di sambut baik oleh Super Junior.
"Aku ingin mengumumkan tanggal pernikahan kami." Sungmin menatap yakin semua keluarga Super Junior nya. Merangkul tubuh mungil Saeun ke dekapannya. "Tanggal 13 bulan 12 tahun 2014. Aku anggap itu hari baik untuk pernikahan kami."
"Woaaa… bagus sekali!" girang Eunhyuk.
Leeteuk mengelus rambut Saeun yang tengah tersenyum malu-malu, "Aisshhh… hyung tidak menyangka akan di dahului oleh kalian. Tck! Jinjja." Mendengar perkataan Leeteuk membuat Kangin melingkarkan lengan kokohnya dari belakang hingga perut Leeteuk. Menyandarkan dagu di bahu Leeteuk.
"Apa kau ingin ku lamar, Chagiya…"
"YAKKK! Pergi kau Racoon." Hardik Leeteuk, malu di depan para dongsaeng nya yang tertawa karena perilaku Kangin.
"Apa kau sudah seyakin itu hyung? Bagaimana… bagaimana kalau ELF…" ujar Ryewook ragu-ragu. Spontan membuat wajah ceria Sungmin sedikit muram dan menampilkan senyum miris menyayat hati. Saeun yang mengetahui perubahan Sungmin hanya bisa menunduk.
"Tch! Pertanyaan bodoh." Serobot Kyuhyun sebelum Leeteuk mengeluarkan petuahnya. Kyuhyun tersenyum miring, senyum evil yang sangat di banggakannya. "Aku sendiri yang menjamin di mulai undangan di sebar hingga pernikahan, semua akan berjalan lancar."
"Kenapa kau bisa berkata begitu?" tanya Donghae.
Kyuhyun menatap sendu Sungmin dan Saeun bergantian, "Karena aku percaya cinta Sungmin hyung dan Saeun noona."
Jawaban singkat Kyuhyun membungkam semua member. Air mata Saeun semakin mengalir deras. Jika saja di flashback ke zaman ia baru dekat dengan Sungmin. Kyuhyun adalah member terkeras yang ia hadapi. Menolak secara terang-terangan kehadirannya di sisi Sungmin.
Dan sekarang, Saeun sangat mensyukurinya.
"Kau pantas mendapatkannya noona." Kata Kyuhyun kemudian. "Kau dapat menahan semua cacian dan tingkah fans yang ingin melukaimu. Kau wanita yang terbaik buat Sungmin hyung, dan ku harap untuk selamanya."
[~KiHyun~]
Akhir-akhir ini kondisi Kyuhyun sering berubah-ubah. Seiringnya jadwal Kyuhyun yang begitu banyak. Leeteuk dan beberapa member sudah mengingatkan Kyuhyun untuk beristirahat dan menunda semua kegiatannya. Akan tetapi, bagai di paksa kerja rodi, Kyuhyun tidak mengindahkan ucapan hyungdeul nya. Termasuk Siwon yang sudah lelah menasehati Kyuhyun.
Manajer Kyuhyun juga ikut-ikutan menjadi sasaran protes Leeteuk. Seperti bekerja sama, manajer Kyuhyun bahkan tidak mengacuhkan Leeteuk dan berlalu begitu saja saat mereka berpas-pasan.
"Apa karena Kibum pergi lagi?" Eunhyuk menghempaskan tubuh ke sofa. Mencuil sedikit potongan kue coklat yang di pegang Donghae. "Kau kan punya yang strawberry di kulkas." Donghae langsung keberatan, pasalnya ia sudah membeli 3 buat Eunhyuk dan sekarang satu-satunya punya Donghae mau di embat juga.
"Wae? Kau tidak sayang lagi sama ku?" ketus Eunhyuk.
Donghae mencibir, tersenyum miris setelahnya. "Bukannya kau yang tidak sayang padaku. Kau terlihat serius dengan IU."
Leeteuk dan Kangin saling pandang. Ternyata, ada pasangan yang sedang dalam masa krisis. Mereka terlalu fokus dengan Kyuhyun, Siwon, dan Kibum, sampai-sampai tidak memperhatikan yang lain. Bagaimana dengan Heechul dan Hangeng? Ryewook dan Yesung? Zhoumi? Henry?
Kangin menggenggam tangan Leeteuk, paling tahu yang di pikirkan kekasihnya itu. Karena mereka telah melalui saat-saat yang berat di hubungan mereka.
"Ehem…" Kangin berdehem kecil. "Lalu, bagaimana menurut kalian?"
"Molla hyung. Aku tidak punya ide." Jawab Donghae sembari mengunyah kue coklatnya. Di sebelah nya Eunhyuk merespon dengan mengangkat bahu, tiba-tiba ponsel Eunhyuk berbunyi. Sesaat melihat ID si pemanggil. Tanpa permisi Eunhyuk bergerak menjauh dari ruangan itu. Donghae tahu siapa itu, dan ia hanya bisa menatap kosong tempat Eunhyuk.
"Bisakah kita tidak usah ikut campur lagi?" gumam Donghae. Tatapannya sarat akan kepedihan. "Kyuhyun sudah besar hyung, dia tahu apa yang dia lakukan. Harusnya kita fokus ke album terbaru ini. Bukan membahas yang tidak penting. Aku muak membicarakan tentang asmara. Semua salah! Salah hyung!" tiba-tiba air mata Donghae mengalir, berbanding terbalik dengan suaranya yang tetap terdengar tegas.
Suasana menjadi hening. Leeteuk berusaha meredam isakan nya. Dan Kangin tidak berbuat apa-apa. Semua yang di katakan Donghae benar.
Bel pintu berbunyi. Donghae mengusap kasar air matanya lalu beranjak membuka kan pintu. Di sana manajer Eunhyuk berdiri memegang satu map. "Ah, Donghae-ya. Hyung mau cepat jadi, ini jadwal baru buat mu dan Hyukjae. Kalian akan berangkat ke London besok pagi."
"Duo EunHae?" tanya Donghae setelah membalik-balik sekilas isi map tersebut.
Manajer Eunhyuk mengangguk singkat, "Banyak permintaan fans di London. Kalian couple yang terkenal." Setelahnya manajer Eunhyuk menepuk singkat bahu Donghae, berbalik dan pergi dari sana.
"Yah… sangat terkenal." Lirih Donghae.
[~KiHyun~]
Udara dingin di balkon kamar nya menerpa lembut wajah Kyuhyun. Ia sengaja tidak pulang ke dorm. Pikirannya tidak bisa tenang. Terlebih, ia selalu merasa bersalah saat melihat raut cemas hyungdeul nya. Dia seperti anak kecil yang selalu perlu di arahkan. Kyuhyun tidak mau menjadi beban lagi.
Ponsel Kyuhyun berdering, "Yeoboseo…" sapa Kyuhyun sopan. Dia tahu itu dari manajer nya. Tak lama Kyuhyun menghela panjang, "Dua hari lagi? Baiklah. Ya hyung, aku akan memberitahu hyungdeul malam ini. Eum." Kyuhyun mengangguk singkat, meski ia tahu manajer nya tidak melihat, tapi begitulah kebiasaan Kyuhyun saat berkata 'ia' melalui telefon.
Panggilan singkat itu berakhir. Tetapi, Kyuhyun tidak melepas pandangannya dari layar ponsel. Seusai pesta Hallowen, Kyuhyun kembali mengganti walpaper di ponsel nya. Foto Kibum dan dirinya. Di mana Kibum menatap nya penuh cinta.
Cinta?
Kyuhyun jadi bertanya, benarkah Kibum cinta?
Atau
Kenapa mereka pernah bersama?
Kyuhyun tidak mengerti sama sekali. Dia tidak ingin seperti di drama-drama, melankolis dan penuh kesedihan. Tapi, bukan masalah gampang mengatakan itu. Buktinya, Kyuhyun sudah berusaha keras terlihat biasa. Terlihat berbeda dengan menjadikan Kibum sebagai musuhnya. Membuat seolah mereka tidak pernah menjalin suatu hubungan. Tetap saja. Yang sebenarnya ada di pikiran Kyuhyun hanya Kibum.
Sangat kesal mendapati Kibum tidak ada di pagi hari ia terbangun setelah pingsan. Kibum pergi lagi. Tanpa penjelasan apa-apa. Terlalu misterius dan Kyuhyun susah menebak jalan pemikiran Kibum. Kyuhyun sempat berpikir Kibum mendekati Siwon untuk membuktikan Siwon bukanlah orang yang pantas. Siwon masih tergoda dan tidak setia. Tapi, bukankah itu cukup?
Kibum pasti tahu bagaimana tidak peduli nya dia dengan Siwon.
"Hah… Dimana kau, Kim Kibum? Haruskah aku yang memulai?"
Kyuhyun mengerti kalau Kibum sakit hati setelah kekerasan kepalanya beberapa waktu lalu soal posisi Uke-Seme. Kyuhyun renungi, dia memang keterlaluan. Kekanakan dan egois.
Sekarang Kyuhyun sudah berjanji tidak akan mempermasalah kan posisi bodoh itu. Hanya satu yang di pikiran Kyuhyun, ia cinta Kibum apapun Kibum. Kalau itu Kibum, Kyuhyun cinta.
"Tck! Lihat Bum! Aku benar-benar jadi melankolis dan pasti terlihat bodoh!" teriak Kyuhyun pada keheningan malam. Tidak mencoba menghapus air mata yang mengalir. Membiarkan ujung hidung nya memerah karena dingin semakin menusuk.
[~KiHyun~]
"MWO?!" Ryewook sontak terkejut. Tiba-tiba di ruang chat room mereka Kyuhyun mengumumkan lagu solo nya akan di publish dua hari lagi. Persis angin topan yang tiba-tiba menerjang. Ryewook berlari heboh menuju kamar Leeteuk, menggedor-gedor pintu kamar Leeteuk tidak sabaran.
"Hyung!" bagi Ryewook, Leeteuk terlalu lama. Ini berita penting, persetan ini di tengah malam buta. Semangat Ryewook terlalu menggebu-gebu.
"Wookie…" mata Leeteuk sembab, ia baru saja tertidur setelah menangis panjang. Suaranya saja parau dan lemah.
Tampaknya Ryewook bukan orang yang peka, ia tidak ambil pusing keadaan Leeteuk, serta merta menunjukkan pengumuman Kyuhyun itu kepada leader mereka. "Lihat! Lihat!" serunya.
Leeteuk mencoba bersabar, kemudian melihat seperti yang di katakan. "Lagu solo?" alis Leeteuk saling bertaut bingung. Ryewook mengangguk cepat. Secepat ia menarik tangan Leeteuk ke ruang televisi dan membangunkan member lain yang mungkin masih terlelap.
Ryewook tahu Kyuhyun mengumumkan ini tengah malam agar mereka mengetahui nya besok pagi atau siapa saja yang aktif di chat room. Tidak tahu kalau Ryewook itu sedang berusaha menahan kantuk karena Yesung janji menelefonnya setelah atasannya tidur. Iseng-iseng Ryewook ke chat room khusus mereka.
"Jadi, itu benar hyung?" setelah semua berkumpul, dengan raut yang berbeda-beda tentu nya. Yang paling jelas adalah Heechul, wajah bertekuk seribu dengan masker hitam nya dan mengumpati Kyuhyun dalam hati. Mereka menunggu Leeteuk selesai bicara dengan pihak agensi mereka terkait pengumuman Kyuhyun. "Nde. Arasseo. Gamsahamida." Tidak lama Leeteuk menutup panggilannya.
"Bagaimana hyung? Kyu mengerjai kita kan?" serobot Eunhyuk.
Leeteuk menggeleng, memijat pelipis nya kemudian. "Magnae itu… pantas saja ia sibuk beberapa minggu ini. Dia memang mempersiapkan untuk album solo nya."
"Jinjja? Aissshhh… dasar magnae! Apa yang di pikirkannya heh?!" dengus Eunhyuk tidak senang. Heechul yang sedang berusaha menahan mata 5 watt nya angkat bicara, "Sudah jelas bukan. Dia segan dengan kita."
"Segan? Ya ampun. Kyuhyun memang aneh. Apa dia pikir kita akan iri? Dia pikir kita akan sedih karena dari 11 member dia yang diluan di jadikan solo?" gerutu Eunhyuk.
"Ya. Hyung juga berpikir, Kyuhyun takut menyakiti perasaan kita." Ujar Leeteuk.
Semua mengangguk mengiyakan. "Lalu bagaimana?" tanya Ryewook.
"Ucapkan selamat pada Kyuhyun! Dan beri ia dukungan sebanyak mungkin!" Leeteuk menampilkan senyum angelic yang selalu berhasil membuat dongsaeng nya tenang.
"Sayang sekali ya, kita harus berangkat besok pagi Hae."
Donghae mengelus rambut Eunhyuk lembut, "Tenang saja. Dari jauh kita bisa ikut mendukung Kyuhyun."
[~KiHyun~]
10 November 2014
Kyuhyun terharu kepada semua hyungdeul nya. Mereka memberi dukungan yang sangat banyak. Bahkan detik-detik lagu solo nya akan di publish, semua hyungdeul rela bergadang hanya untuk mempromosikan nya.
"ALL KILL! WOAAAAA…! Kau hebat Kyu!" Kangin menepuk-nepuk punggung Kyuhyun. Sangat bangga dengan dongsaeng nya yang sudah bekerja keras itu. Di sebelah Kyuhyun ada Zhoumi. Member Super Junior M itu terlebih dahulu merilis album solo nya. Tapi, apa yang di dapat Kyuhyun merupakan suatu kebanggaan juga buat Zhoumi. Dongsaeng tersayangnya.
"Kau berhak mendapatkannya Kyu." Puji Zhoumi.
Kyuhyun tersenyum manis. Ia senang mendapat ucapan selamat yang tiada hentinya berdatangan sejak lagunya di publish.
Ada pengharapan Kyuhyun dari lagu terbarunya itu. Sebuah pengharapan untuk seseorang yang Kyuhyun tidak tahu keberadaan nya sekarang. Kyuhyun sangat berharap seseorang itu tahu dan mendengarnya. At Gwanghwamun. Kyuhyun yakin seseorang itu tidak akan lupa.
"Semoga, perasaanku tersampaikan." Gumam Kyuhyun lirih saat mendengar alunan At Gwanghwamun melalui ponsel Leeteuk. Sampai sekarang pun Kyuhyun masih memegang teguh pendirian jika lagunya tidak ia simpan tapi orang terdekatnya harus punya lagu Kyuhyun.
[~KiHyun~]
Selain memikirkan solo nya, Kyuhyun juga mempersiapkan penampilannya di drama musikal terbaru. Apalagi dia menjadi seorang agen dan di tuntut mengenakan sleveless. Kyuhyun tidak punya otot seperti Siwon. Maka dari itu, ia memberi pesan singkat ke Siwon, kapan hyung nomor tiga nya itu bisa menemani ia ke gym.
Siwon sedang syuting ke Hongkong beberapa minggu ini. Mengetahui kabar tidak terduga itu rasanya ia sangat ingin pulang ke Korea. Apa daya, Siwon tetap harus bersikap professional. Toh, syuting nya akan selesai dua hari lagi. Saat itu ia bisa mengucapkan selamat secara langsung dan memenuhi permintaan Kyuhyun.
"Kibum, ada apa?" Siwon tengah bertelefon dengan Kibum di waktu break syuting. Sesekali namja tampan itu mengangguk kecil. "Baiklah." Sebelum Kibum mengakhiri pembicaraan, Siwon berinisiatif mengungkapkan beberapa kata yang ingin ia ucapkan setelah melewati banyak kejadian.
"Kibum, aku…"
[~KiHyun~]
"Kau lelah?" Leeteuk mengurut dahi Kyuhyun. Untung saja Leeteuk sedang bebas, karena semua member ada kerjaan masing-masing. Termasuk Kangin yang menjadi pembawa acara di Global Request.
"Hmm. Rasanya sangat lelah hyung." Masih dengan mata terpejam, Kyuhyun mengarahkan tangannya ke area jantung nya, "Disini juga sangat lelah."
"Kau tidak ingin mengambil libur?" Leeteuk berupaya tidak mau banyak bertanya. Ia terngiang perkataan Donghae.
"Tidak mungkin hyung. Sampai tahun depan aku akan sangat sibuk."
Leeteuk memandang senduh Kyuhyun, apa magnae mereka sengaja menyibukkan diri di tengah aktivitas mereka yang juga tak main-main. Belum lagi Super Show yang masih terus berlanjut.
"Hyung dengar dari pihak agensi kita, harusnya solo mu tahun depan. Kenapa tiba-tiba sekali?"
"Tiba-tiba?" Kyuhyun menggeleng, tanpa sadar memberi rasa geli Leeteuk di pahanya. "Sooman sajangnim sudah lama meminta ku debut solo. Aku yang meminta tahun depan, tapi, entahlah hyung. Ku rasa sekarang ini waktu yang tepat." Leeteuk paham maksud Kyuhyun. Magnae mereka sering menyimpan perasaannya seorang diri.
"Baiklah. Hyung akan mendukung mu selalu. Begitupun dengan yang lain. Elf dan Sparkyu. Semua mendukung apapun yang kau lakukan Kyu."
"Gomawo hyung."
"Bagaimana musikal mu? Maaf hyung tidak bisa datang." Sesal Leeteuk.
"Semuanya lancar. Kau seperti tidak tahu aku saja hyung. Cho Kyuhyun yang hebat!"
"Ya. Kyuhyun yang hebat!"
[~KiHyun~]
Kyuhyun membentuk persegi panjang dari jari telunjuk kiri-kanan dan ibu jari kiri-kanan yang di satukan. Mengedipkan sebelah mata. Melihat seluruh penjuru ruangan dari persegi panjang yang ia buat, seolah-olah sedang membidik sesuatu. "Perfect!" girang Kyuhyun. Para kru yang lalu lalang tersenyum geli melihat tingkah Kyuhyun. Sedari awal mereka bekerja, dengan senang hati artis yang akan tampil di gedung yang mereka hias itu ikut membantu. Kyuhyun juga tidak lepas dari latihan nya, bagaimana ia tampil esok hari. Rasanya sangat gugup. Debut solo pertamanya.
Kyuhyun menelefon Sungmin, ia ingin memastikan sesuatu.
"Hyung… benarkan besok kau menyebarkan undangan pernikahanmu?"
Kyuhyun tersenyum geli, bukannya mendapat jawaban, di seberang Sungmin berceloteh panjang lebar menasehati Kyuhyun. Tentang rencana magnae Super Junior itu membantu Sungmin. Terutama tentang kesehatannya. Sungmin sangat cemas. Karena pernikahannya Kyuhyun harus mengorbankan waktu dan pikirannya.
Debut di akhir tahun bukan rencana Kyuhyun. Ia tahu kegiatan Super Junior akan semakin banyak, tetapi, Kyuhyun tidak tega melihat bunny hyung kesayangannya menderita karena pernikahannya sendiri. Yang seharusnya bahagia, malah di liputi kesedihan beberapa minggu menuju acara sakral itu. Sampai-sampai Sungmin takut menyebar undangan.
Sungmin menyalahkan dirinya atas berita kematian beberapa ELF atau Pumpkins. Selain itu, Sungmin punya kewajiban lebih menjaga Saeun yang bahkan penuh ketakutan keluar rumah barang selangkah pun. Fans-fans yang teramat 'mencintai' Sungmin seolah berubah menjadi monster ganas yang mengerikan.
"Aku sangat menyayangi mu Sungmin hyung. Kau hyung terbaik yang pernah ada. Aku tidak akan pernah lupa perhatianmu selama ini padaku." Kyuhyun berkata tegas. Berhasil membungkam semua kata-kata khawatir Sungmin di sana. "Aku tidak bisa berbuat lebih selain ini. Mengalihkan pemikiran ELF dengan debut solo ku. Mungkin hanya sebagian yang fokus padamu, tapi, setidaknya berita itu bisa teredam sedikit."
Terdengar helaan panjang Sungmin.
"Mungkin aku terdengar percaya diri. Tapi, ini lah yang bisa ku lakukan hyung."
[~KiHyun~]
Benar saja. Di hari Sungmin menyebarkan undangan pernikahan –28 November 2014 , berita-berita di internet tidak banyak membahas itu. Sebagian menganggap itu angin lalu dan menulis sekedarnya saja. Mini konser Kyuhyun yang tiketnya terjual habis, dan penampilan sederhana magnae Super Junior itu mampu membius siapa saja yang melihatnya, dan membuat orang ingin lebih mencari tahu tentang perkembangannya. Gelar ALL KILL pada lagu 'At Gwanghwamun' miliknya juga merupakan hasil yang memuaskan.
Bahkan lagu Kyuhyun menduduki peringkat kedua Chart Billboard. Benar-benar menghisap semua perhatian.
Kyuhyun menyelesaikan lagu keduanya dari album perdananya yang berjudul 'One Confession'. Suara merdu Kyuhyun yang di iringi alunan musik lembut. Kyuhyun menyanyikan nya dengan sepenuh hati. Memejamkan mata sedikit lama meresapi lagu nya. Bayang-bayang wajah Kibum menghantui isi kepala Kyuhyun.
"Neoran kkumeul kkul su isseoseo… Nae gaseum han kyeone isseojwoseo… Gomawo…"
Kyuhyun ingin menangis.
Dia teramat rindu Kibum. Wajah datar, bicaranya yang irit, pelukannya, dekapannya, aroma tubuh Kibum yang memabukkan. Kyuhyun rindu saat-saat ia merengek bak anak kecil ketika Kibum menolak memakan kue. Hanya kue dan tidak lebih.
Perasaan Kyuhyun sudah bulat hanya untuk Kibum. Di saat Kyuhyun menyadarinya, semua sudah terlambat. Kibum tidak ada lagi di sisinya.
Yah…
Kyuhyun tahu, siapa yang betah dengan anak kecil sepertinya. Merasa kehilangan setelah orang itu pergi dan balik lagi dengan rasa yang berbeda. Seolah menampar Kyuhyun dari kenyataan, ia tidak bisa main-main lagi dengan sebuah perasaan.
Riuh tepuk tangan menghiasi gedung sederhana yang di sulap seindah mungkin. Kyuhyun tersenyum dan membungkuk dalam. Mengucapkan terima kasih beberapa kali.
Sesaat Kyuhyun akan berbalik, pandangannya terhenti ke sebuah baner penonton yang berjajar rapi di belakang. Baner itu baru saja di naikkan. Kyuhyun sangat terkejut. Tertera besar-besar tulisan KIBUM 3 KYUHYUN di sana. Sederhana tapi mampu membuat air mata Kyuhyun melesak keluar.
Dia tidak pernah melihat Fans Sign seperti itu. Kyuhyun tidak pernah terlihat bersama Kibum di media. Apa fans itu hanya suka fanfiction tentang dirinya dan Kibum? Tapi, sangat aneh kalau begitu.
[~KiHyun~]
13 Desember 2014
"Kau yakin Kyu?" Kyuhyun mengangguk yakin. Hari ini merupakan pernikahan Sungmin. Dari semalam ia sengaja tampil di Music Core. Kyuhyun tidak tahu lagi bagaimana mengalihkan perhatian ELF selain penampilan nya.
Kyuhyun berniat akan datang malam hari ke apartemen Sungmin dan Saeun yang baru. Juga hyungdeul. Mereka ingin mengadakan pesta kecil-kecilan disana. Meskipun tidak semua yang menghadiri pesta Sungmin.
Eunhyuk tidak bisa datang karena bertepatan dengan pesta pernikahan sepupunya.
Kangin, Leeteuk, Heechul ada jadwal MC.
Siwon sedang syuting UNICEF.
Donghae tengah sakit.
Yang bisa datang hanya Ryewook, Zhoumi, dan Henry.
Sedangkan Kyuhyun… banyak yang berdelusi ia sakit hati makanya tidak datang. Bukan, bukan itu. Seperti yang Kyuhyun rencanakan. Ia akan berusaha mengalihkan perhatian ELF. Kalau menganggap ia sakit hati merupakan pengalihan, Kyuhyun rela asalkan acara Sungmin berjalan lancar. Apalagi yang bisa ia perbuat? Hyungdeul yang lain juga sepakat tidak mempublish apapun tentang pernikahan ini.
"Sampaikan salam ku pada Sungmin, hyung." Pesan Kyuhyun pada Ryewook.
"Tentu saja. Nah, pergilah."
[~KiHyun~]
Selesai dengan penampilannya, Kyuhyun banyak mendapat pesan masuk di ponsel nya. Salah satunya mengabarkan banyak di sosial media yang malah menyemangati Kyuhyun –Kyuhyun tertawa geli saja membacanya. Masih banyak Kyumin shipper diluar sana. Padahal ia sudah seminim mungkin membuat skinship dengan Sungmin. Apa ia setampan itu menjadi seme?
Kyuhyun menggeleng kuat. Bibirnya mengerucut lucu.
"Apa yang ku pikirkan… gara-gara itu aku dan Kibum… Aissshhh! Kyuhyun pabbo." Rutuk Kyuhyun.
Ponselnya berdering, "Yeoboseo…" sahut Kyuhyun.
"Ne? Ke ruangan sekarang? Ah, ye. Arrasseo. Ne." Kyuhyun melangkahkan kakinya menuju lantai paling atas gedung SM. Baru saja ia mendapat kabar pimpinan tertinggi sekarang, Kim Yunho, memanggil Kyuhyun ke ruangannya. Sepanjang jalan Kyuhyun berpikir apa ada kesalahan yang ia buat. Tapi, sepertinya tidak ada.
"Masuk." Setelah mengetuk terlebih dahulu, terdengar suara berat dari dalam. Kyuhyun membuka pintu perlahan.
"Anda memanggil saya?"
Yunho mengarahkan tangannya ke sofa, mempersilahkan Kyuhyun duduk disana. Kemudian, pria setengah baya itu menyusul. "Langsung saja okay." mulai Yunho tanpa basa-basi.
Kyuhyun mengangguk canggung.
"Sooman sunbaenim sudah bicara banyak tentang mu. Aku tahu kau baru saja debut solo. Pasti sangat melelahkan bagimu." Kyuhyun mengangguk-angguk saja. "Sebenarnya ini ide ku, aku mempunyai project lain untuk mu Kyuhyun-ssi."
Yunho berjalan ke meja kebesarannya dan mengambil map kuning yang telah di sediakan nya. Setelah itu menyerahkan map tersebut kepada Kyuhyun yang masih menatap nya penuh kebingungan.
"Project itu di mulai tahun depan. Kau bisa menolak nya. Pasangan duet mu sendiri yang mengatakan padaku."
"Duet? Jadi, anda membentuk grup baru, benar?" Kyuhyun membaca sekilas isi map itu. Seperti yang Kyuhyun duga. Dari genre musik yang tertera, gabungan ballad dan RAP, memang suatu inovasi terbaru. Kyuhyun yakin ia bagian ballad, permasalahannya, siapa pasangan duet yang bisa rap? Eunhyuk? Tidak mungkin. Minho? Atau dari anak EXO? Akhir-akhir ini Yunho gencar membuat EXO dan Super Junior bersama.
Atau…
Perempuan?
"Kau pasti bertanya-tanya siapa pasanganmu?" terka Yunho melihat wajah berpikir Kyuhyun.
"Tentu saja. Siapa dia? Apa dari anak Rookies?"
Yunho menggeleng.
"Kalau bisa jujur, sebenarnya ini tidak sepenuhnya ide ku. Melainkan ide pasangan mu nanti." Dahi Kyuhyun berkerut. Tidak pernah Yunho mengabulkan permintaan artis nya, siapa gerangan artis yang berpengaruh di SM? Dapat membuat Yunho menyetujui usulnya.
Siwon?
"Kim Kibum. Member Super Junior yang vakum. Dia membuat inovasi terbaru, dan aku sangat mendukung ide nya ini."
Kyuhyun tidak bisa berkata apa-apa. Kibum. Kibum. Kibum. Nama itu terus saja berputar di kepalanya. "Bagaimana, Kyuhyun-ssi? Kibum berkata aku tidak boleh memaksamu." Terdengar ketidak senangan dari nada bicara Yunho. Seperti ada sesuatu yang ia takutkan dan itu pasti karena kedudukan. Yunho bukan tipe yang suka di tentang. Namun, Kibum bisa membuat Yunho bersikap ramah dan menurut.
"Kenapa…?" perkataan Kyuhyun menggantung, ia bergumam pada dirinya sendiri.
Yunho menghitung detik yang terlewat sejak ia mulai menunggu keputusan Kyuhyun. Mencoba bersabar menghadapi kebingungan Kyuhyun. Seandainya bukan karena ancaman itu, Yunho tidak akan mau membuang waktu percuma seperti ini.
"Eum, Kyuhyun-ssi?" tekannya.
"Aku menerimanya. Tapi, dengan satu syarat." Kyuhyun mendongak. Dia banyak berpikir, kemungkinan-kemungkinan mengapa dan kenapa sikap Yunho berubah. Hingga Kyuhyun menyadari satu hal, sesuatu yang berhubungan dengan Kibum dan masih jadi misteri. "Dari awal sampai saat ini. Tidak ada satupun berita tentang latar belakang keluarga Kibum. Kami, Super Junior juga tidak mengetahuinya. Siapa Kibum sebenarnya? Dimana orangtuanya? Benarkah di Amerika?"
Pertanyaan beruntun Kyuhyun membuat tubuh Yunho membeku seketika.
"Kami hanya tahu Kibum di rekrut saat ia di Amerika. Setelah nya, tidak ada informasi lain. Orang tua Kibum juga tidak pernah datang. Katakan. Katakan semuanya."
"Kyu itu… aku tidak bisa memberitahunya. Maafkan aku." Wajah keras Yunho memelas. Ada apa gerangan? Orang tua itu terlihat sangat takut. Seperti ada yang menghantuinya sedari tadi.
"Maka, aku menolaknya." Ujar Kyuhyun dingin.
Kyuhyun memang boleh menolak. Tapi itu tidak berlaku bagi perintah yang di terima Youngmin. Menolak artinya jatuh.
"Kyu! Jangan!" tanpa sadar Yunho mengeluarkan sisi buruknya, tiba-tiba ia membentak Kyuhyun yang menghasilkan sebuah seringai di wajah manis Kyuhyun. Dia mendapatkan simpulan lain di kepalanya. Jangan remehkan seorang jenius seperti Kyuhyun –begitulah yang Kyuhyun yakini.
"Kau tahu mengapa Kibum tiba-tiba meminta duet padaku? Karena aku… spesial." Kyuhyun berkata tenang. Semakin tertantang melihat wajah ketakutan Yunho. "Apa… jika aku meminta Kibum menjatuhkan mu dari jabatan CEO mu sekarang." Kemenangan telak dapat Kyuhyun rasakan, lihat wajah CEO baru SM yang sering mengintimidasi artis-artis disini, membuat skandal lalu menutupi dengan skandal lain, berbuat tidak adil sampai beberapa artis keluar. Terlihat lemah bagai bidak catur yang berbaris paling depan. Siap jadi korban dan mati.
"Dia akan mengabulkannya? Aku bisa saja berkata kau menyakiti ku loh…" Kyuhyun berkata dengan nada sing a song.
Pikiran Yunho berkecamuk. Bagaimana mungkin ia bisa menghadapi iblis sesungguhnya? Kyuhyun bahkan lebih menakutkan dari yang ia kira. Tapi, jika Yunho memberitahu semua, sama saja mempercepat maut nya.
"Kyuhyun… aku mohon." Yunho menunduk. "Aku tahu kau marah padaku karena sikap ku yang buruk ini. Aku melakukan ini untuk SM. Banyak hal yang tak kau ketahui dengan para artis disini. Ku mohon, jangan men-judge ku dari pendapat orang luar."
"Orang luar? Kau menganggap artis mu sendiri orang luar?"
Youngmin mendesah frustasi. Ia kalah telak berdebat dengan Kyuhyun. "Akan lebih parah yang ku terima jika aku memberitahunya. Kibum mengatakan, dia sendiri yang akan mengatakannya padamu."
"Hahhh… baiklah. Berikan aku alamat Kibum sekarang dan pastikan ia berada disana." Kyuhyun sungguh bosan satu ruangan dengan Youngmin. Entah siapa Kibum itu sampai membuat Youngmin benar-benar tidak berdaya.
"Kau tidak tahu?"
"Apa aku harus mengulang pertanyaanku?" Kibum itu tinggalnya nomaden. Nomor ponselnya saja berubah-ubah. Tidak pernah memakai akun sosial media apapun. Misterius. Kadang di Korea, tiba-tiba sudah di Cina. Sewaktu masih menjalin hubungan, Kyuhyun pernah bermalam di apartemen Kibum dan besoknya, Kibum sudah di Singapore. Atau juga terkadang di Amerika. Bagaimana Kyuhyun bisa tahu Kibum dimana?
"Aku menanyakan dulu dimana Kibum, bisa?"
"Jangan katakan aku yang meminta." Sela Kyuhyun cepat.
Youngmin tidak menjawab. Darahnya mendidih di perintah begitu.
Tidak lama Youngmin datang dengan secarik kertas, "Hari ini Kibum pulang dari Amerika. Dia menginap disini."
Benarkan. Kibum sudah di Amerika saja.
Kyuhyun menatap malas alamat yang tertera disana. Seolah Kibum memang tahu ia yang akan datang makanya memesan kamar itu lagi. "Sial…" desis Kyuhyun.
[~KiHyun~]
"Maaf hyung. Aku tidak bisa datang malam ini…"
"Hyung tahu Kyu. Pergilah."
"Apa maksudmu hyung?"
"Kibum telah lebih dulu izin. Hyung banyak berharap kau mendapatkan kebahagiaanmu Kyu. Semua member Super Junior menantikan itu."
"Ka-kalian, bagaimana bisa…"
"Kibum akan menjelaskan semuanya."
TRAKKK
Kyuhyun melempar kasar ponsel Android pemberian Kibum di bulan kedua hubungan mereka. Hancur berkeping-keping tak berbentuk. Layar yang menunjukkan kedua namja di sana padam dan retak.
Langkah kaki Kyuhyun panjang-panjang menuju mobil yang ia gunakan pergi kemana pun. Tanpa jaket hangat di malam yang dingin. Tanpa supir yang selalu sedia. Amarah Kyuhyun naik sampai ke ubun-ubun. Dia berjanji akan memukul wajah Kibum seribu kali.
Dia cinta Kibum.
Tapi, manusia es itu mempermainkan hatinya sampai segitunya. Ia di buat menunggu seperti Ran di kartun Detective Conan. Ia di buat merasa bersalah. Ia di buat bimbang dan takut.
"KIBUM SIALAN!" maki Kyuhyun. Tangannya tak henti memukul setir mobil yang ia kendarai sendiri. Kyuhyun tidak ahli mengendarai mobil, namun, ia tidak bisa menunggu barang sedetikpun. Dia ingin melampiaskan nya cepat, memukul wajah Kibum, Kyuhyun rasa impas.
Kyuhyun menambah kecepatan saat melihat jalanan menuju tempat bersejarah baginya begitu lengang. Pandangannya kabur karena air mata. Dia marah, kesal, tapi rasa cinta itu lebih dominan. Sekesalnya Kyuhyun sekarang, ia hanya ingin mendengar alasan Kibum. Kalau soal Kibum cinta atau tidak, Kyuhyun pastikan sendiri Kibum mencintainya. Jika tidak, ia yang akan memaksa sampai Kibum cinta Kyuhyun.
Kyuhyun terpatung. Di gerbang apartemen Kibum terpasang baner yang besar. Bertuliskan, 'CHURCH –Kibum'.
Kyuhyun membuka kaca mobil nya, celingak-celinguk melihat ke sekitar. Sepi, sunyi, tanpa satu orang pun. Kyuhyun mengusap air matanya kasar. Dahinya berkerut hebat.
Serasa ia makhluk satu-satunya di muka bumi ini sekarang.
Sangat konyol tidak ada penghuni di sini. Jalanan yang cukup terkenal ini tidak mungkin tidak ada orang. Bahkan biasanya banyak turis asing yang datang. Kyuhyun turun dari mobil. Angin malam langsung menyambut nya yang hanya mengenakan sweeter yang ia pakai manggung tadi. Tidak cukup menghalau rasa dingin itu.
Kyuhyun tahu ada yang tidak beres.
Kyuhyun masuk lagi ke dalam mobil. Menjalankan mobilnya menuju gereja di sana. Kyuhyun tahu apa gereja yang di maksud Kibum, karena di tempat ini ada satu gereja tua yang sangat indah.
[~KiHyun~]
"Apa anda, Kim Kibum bersedia menerima Cho Kyuhyun menjadi pendamping hidup, mencintainya, membahagiakannya, sampai akhir hayat?"
"Aku Kim Kibum. Sangat bersedia. Sampai nafas ku berhenti, akan ku pastikan Kyuhyun adalah orang terakhir yang berada di sisiku."
"Apa anda, Cho Kyuhyun bersedia menerima Kim Kibum menjadi pendamping hidup, mencintainya, membahagiakannya, sampai akhir hayat?"
Hening.
Tangan Kyuhyun terkepal kuat. Manik karamelnya menatap lurus mata kelam milik Kibum yang menatapnya intens. Mata yang sering kali membuat Kyuhyun jatuh dan jatuh.
BUGH
BUGH
BUGH
"WAE? WAE? WAE? APA MAKSUD SEMUA INI KIM KIBUM?"
Kibum menyeka darah dari sobekan kecil di sudut bibirnya. Kyuhyun menerjang tubuhnya hingga terjatuh. Namja manis itu menduduki perut Kibum dan melayangkan pukulan lainnya.
Siwon dan Zhoumi ingin menghentikannya, namun, Leeteuk memberi isyarat agar dongsaeng nya itu tetap tenang. "Percaya pada Kyu…" itulah yang dikatakan Leeteuk.
Semua keluarga Super Junior hadir di gereja tua sederhana itu. Sungmin dan istrinya Saeun juga turut serta. Donghae yang bersandar lemah di bahu Eunhyuk. Tautan tangan Donghae dan Eunhyuk yang tak pernah lepas.
Tuan dan nyonya Cho bahkan Ahra noona nya Kyuhyun juga datang. Lengkap dengan busana haengbok tradisional.
"Kau harus menjadi milik ku, Kyu."
"Dengan membuatku terluka?" air mata masih turun mengaliri pipi Kyuhyun. Begitu ia datang, appanya langsung menyambut Kyuhyun dan menggandengnya menuju altar. Dimana sudah ada pastur yang berdiri disana. Bangku jamaat yang di isi oleh member Super Junior termasuk Henry dan Zhoumi, manajer mereka, dan orangtua Kyuhyun. Terutama, seorang namja berpakaian resmi hitam yang bediri di altar. Tersenyum tipis ke arah Kyuhyun.
Seolah membeku, Kyuhyun hanya mengikut saja. Kakinya yang terasa seperti jelly di sepanjang langkahnya menuju Kibum. Dia menikah. Dengan tidak elitnya.
Kibum terdiam. Tidak mencoba membalas perkataan Kyuhyun.
"Aku mencintaimu Bum! Aku juga membencimu." Suara Kyuhyun mulai melemah. Kyuhyun bangkit dari tubuh Kibum, menatap tajam satu persatu orang yang hadir disana. Serempak semua hyungdeul dan Henry serta kedua orangtuanya juga Ahra noonanya membuang muka seolah tidak tahu apa-apa.
Kyuhyun mendengus kesal. Kemudian ia berbalik menghadap pastor yang masih setia menunggu jawaban Kyuhyun.
"Well… aku bersedia. Karena aku sangat-sangat mencintai namja es ini, Kim Kibum."
Semuanya bernafas lega.
"Dengan ini, ku nyatakan kalian sah menjadi pasangan hidup."
-THE END-
Side Story
"Jelaskan padaku dari awal! Kalau tidak, aku tidak akan mau kau sentuh selama-lamanya."
"Kau akan mengetahuinya saat kita berada di Amerika."
"Kenapa begitu? Aku ingin sekarang atau tidak ada malam pertama!"
"Aku ingin memperkenalkan mu dengan keluarga ku, Kyu. Semuanya akan menjadi jelas saat kita di sana."
"Keluarga? Yakkk! Siapa sebenarnya kau? Kenapa Young…hmmpffftttt…" Kibum membungkan bibir penuh Kyuhyun dengan bibir nya. Memeluk tubuh Kyuhyun erat. Kibum sangat merindukan tubuh mungil ini. Wajah ini, suara ini, dan tingkah konyol ini.
"Hahhh… hahhh… hahhh…" setelah memukul dada Kibum kasar, akhirnya manusia es itu melepaskan ciuman mautnya. Kyuhyun hampir saja mati kekurangan oksigen dibuatnya. Kibum tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Bibirnya langsung menjelajahi lekuk leher jenjang Kyuhyun yang putih, menyesap aroma bayi yang keluar alami dari sana.
"Buumm… aahhh~" Kyuhyun terbuai permainan lidah Kibum yang sangat ia rindukan. Tanpa sadar membiarkan Kibum semakin jauh menyentuhnya. "Bum… kenapa tadi sangat sepi… aaahhh~" Kibum tidak habis pikir. Saat begini pun Kyuhyun tidak bisa melepas pertanyaannya.
"Karena… " –slurrppp… Kibum menjilat dada Kyuhyun yang sudah terekspos karena ulahnya. "Tidak ada yang tidak mungkin jika itu…"
"Arrrkkkhhh…!" Kyuhyun terpekik, antara geli dan nikmat. Kibum menggigit gemas nipple nya yang menegang, mengemut-emut area itu cukup lama sampai melanjutkan perkataannya kembali. "Adalah aku. Kim Kibum."
"Ta-tapi… kau tidak romantis. Mana acara resepsinya?" Kyuhyun menjauhkan wajah Kibum. Bibirnya mengerucut lucu.
Kibum sedikit menggeram, baru saja ia mendapat mainan yang sangat ia sukai. "Awalnya aku ingin membuat di Gyeongbok. Tapi, terlalu beresiko untukmu." Kibum kembali mendekatkan wajahnya ke nipple Kyuhyun. Meraup tonjolan itu dengan rakusnya.
"Untukku? Kenapa?" Kyuhyun meremas rambut gelap Kibum. Dia sangat menikmati permainan ini.
Kyuhyun banyak bertanya, dan sebenarnya Kibum sangat terganggu akan hal itu. Tapi, ia tidak mau membuat Kyuhyun marah lagi. "Ini masih di Korea Kyu. Jadi resepsinya kita adakan di Amerika."
"Tck! Bukannya kau bilang tidak ada yang tidak mungkin."
Kibum membuka celana yang Kyuhyun kenakan, mencium ganas bibir Kyuhyun yang membengkak. "Kalau begitu, resepsinya di Gyeongbok."
Ciuman mereka semakin dalam. Kyuhyun tersenyum senang di tengah ciuman itu.
Lalu
Saat tangan Kibum mulai nakal di area privasinya.
BUGH
Kyuhyun mendorong tubuh Kibum hingga tersungkur jatuh ke bawah lantai. Kyuhyun mengeluarkan seringai andalannya. "Sudah ku bilang tidak, ya tidak tuan Kim! Selamat tidur di luar."
Gyeongbok merupakan kerajaan yang mempunyai gerbang bernama Gwanghwamun. Tempat Kibum dan Kyuhyun berada di Gwanghwamun.
Note's : DECEMBER CERIA KIHYUN
Mengecewakan? Hah... mian ne. Pasti menggantung banget. Entar Dik buat sequel saat mereka di Amerika.
Keadaan Dik sekarang benar-benar sedih di rumah. Sudahlah. Ngetik gini aja sambil nangis. pasti mbosankan, penulisnya sendiri gk ada feel wt buatnya. dk brsikeras update skrg, krn pengen pas aja momennya tgl ini.
Sekali lagi, bukan karena Sungmin ya. Takutnya ada yang salah paham. Mau curcol, tapi, hahhhh! Sudahlah.
[Thanks For Review] Gak balas gak apa-apa ya :(
Important!
Make A Review Please?
[Thanks For Reading]
Jja!
