Tittle : Kid Lawyer

By Freasky (nama disamarkan/?)

Rated : T menuju M/?

Genre : Mystery, Romance

NC-17 'till 21

Boy x Boy

Crack pair

[Chanyeol x Sehun]

Other cast? Find by urself

.

.

.

Melanjutkan chapter sebelumnya yang ancur lebur haha.. kuharap chapter kedua ini dapat lebih baik dan membuat kalian penasaran. Langsung saja, let's check it out!

.

.

.

DON'T LIKE DON'T READ

DON'T LIKE DON'T BASH

.

.

.

WARNING!

BOY X BOY

.

.

.

SORRY FOR THE TYPO(s)

.

.

.

.

.

HOPE YOU LIKE IT

.

.

.

"hun, ini Park Chan Yeol. Seseorang yang lulusan oxford itu dia." Ibuku tersenyum manis padaku yang aku tau bahwa itu terlalu dibuat-buat.

"m-mwo?"

.

.

"m-mwo?"

"ada apa hun? Kau sepertinya terlihat terkejut." Ibuku sedikit tertawa ketika melihatku terkejut. "eomma tau ia sangat tampan bukan?"

"ah, kau kan ahjussi yang kutrabak tadi. Mian mian ahjussi maafkan aku kumohon." Sehun membungkuk berkali-kali sambil memelas pada Chanyeol. Seketika namja lulusan oxford itu tertawa terbahak-bahak. Sedangkan ibu Sehun hanya menatapnya bingung.

"mwo? Kau memanggilku ahjussi?" lagi-lagi Chanyeol tak dapat menahan tawanya. "hahaha.. maafkan aku maafkan aku tertawa terlalu terbahak. Tapi dia lucu sekali hahaha.. ya, kid! Panggillah aku hyung. Kata-kata 'ahjussi' sepertinya tak pantas untukku." Ucap namja bermarga Park tersebut sambil mengusap bahu Sehun.

Tiba-tiba saja ibu Sehun ikut tertawa karenanya.

Ya, selisih umur Chanyeol dan Sehun yang terlampau jauh membuat Sehun emanggilnya ahjussi seperti itu. Meskipun usia Chanyeol yang telah berumur 23 tahun, ia masih terlihat seperti pria yang baru saja mengalami masa pubertasnya mengingat tingginya yang tidak bisa kuungkapkan dengan kata-kata. Perbedaan usia Chanyeol dan Sehun sekitar eumm 8 tahun?

.

.

Semenjak kejadian itu, Sehun selalu memalingkan wajahnya malu ketika berpapasan dengan Chanyeol. Tapi tidak kali ini.

"Hun?"

Mau tak mau Sehun yang sedang melangkah melewati Chanyeol harus menghentikan langkahnya tapi tetap tidak menoleh pada Chanyeol.

"n-ne hyung?"

"kau sibuk? Mau menemaniku makan siang di cafe dekat sekolahmu?"

"eumm, m-mian hyung aku harus mengerjakan tugas sosial ku."

"akan kubantu. Ayolah, aku sedang bosan hari ini. Lagipula kau jadi menjauh dariku sekarang akibat insiden 'ahjussi' itu."

Kata-kata itu membuat wajah Sehun memerah. Dan benar saja, kali ini Sehun tak bisa menolak.

"baiklah kalau begitu aku akan merapikan buku ku dulu."

Suasana di dalam mobil selama di perjalanan sangat canggung sehingga Sehun terpaksa harus membuka pembicaraan.

"h-hyung? Maafkan aku soal insiden 'ahjussi' itu. A-a-aku bingung akan memanggilmu apa." Laki-laki muda itu menunduk malu.

"eh? Tak apa aku bisa mengerti."

"sepertinya kau terlihat sedang ada banyak masalah hyung?"

"ah ya aku sedang mengurusi kasus pembunuhan. Ini kasus pertamaku. Sepertinya akan sulit untuk mencari siapa pembunuhnya." Pria jangkung itu memijit pelipisnya. "hahh aku merasa frustasi sekarang. Pembunuhan tanpa bukti, tanpa petunjuk, tak ada sidik jari di TKP, dan CCTV pun sudah rusak selama 2 minggu, TKP nya bersih tanpa jejak. Sungguh kasus yang sangat sempurna. Seperti sudah direncanakan sejak lama saja. Aku mengira bahwa ini adalah bunuh diri mengingat tak adanya sidik jari yang kutemukan, ck." Namja itu mendesah kesal.

Dan sepertinya Sehun tampak berpikir sekarang.

'Kasus yang sempurna? Tanpa petunjuk? Tak ada jejak? Bunuh diri?'

"gotcha!" ucap Sehun dan Chanyeol bersamaan membuat mobil yang dikemudikan Chanyeol berhenti secara mendadak.

"mungkinkah?" tanya Chanyeol.

"apa yang kita pikirkan sama hyung?"

"kurasa.. ya"

Secepat kilat Chanyeol merubah arah mobil yang dikemudikannya. Berusaha melajukannya secepat mungkin menuju sebuah apartement sederhana. Diparkirkannya mobil itu di bawah pohon trembesi yang terletak di sudut jalan. Tergesa-gesa mengeluarkan handphonenya dari saku dan memencet tombol-tombol yang ada di layarnya sehingga ia tak menyadari bahwa kini Sehun sedang mengatur nafas dan detakan jantungnya akibat aksi kebut-kebutan Chanyeol tadi yang membuat mereka dikejar oleh dua motor patroli polisi yang untungnya mereka dapat menghindarinya.

Sehun terus menatap Chanyeol ketika pria itu telah berbicara serius di telepon. Berkali-kali Sehun melihat Chanyeol menggebrak-gebrak kemudinya membuat Sehun bergidik ngeri. Chanyeol, pria itu mendesah kasar lalu menyandarkan punggungnya di kursi kemudi. Melihat ada seorang pria yang hanya mengenakan boxer dan kaus tipis, Chanyeol segera keluar dari mobilnya dan menghampiri pria itu sambil mengucapkan sumpah serapahnya lalu memberikan beberapa map yang sepertinya berisi data-data penting lalu pria boxer itu pergi meninggalkan Chanyeol yang sedang berkacak pinggang.

Sehun membuka jendela mobil itu lalu menyembulkan kepalanya sedikit."hyung? ada apa?"

Chanyeol menoleh padanya lalu tersenyum dengan senyuman yang dipaksakan. Ia tergesa masuk kembali ke mobil dan menyalakan mesinnya.

"kuharap kau tidak mengebut lagi hyung." Ucap Sehun ngeri.

"mian, aku sedang buru-buru tadi dan sialnya temanku itu justru sedang asyik melakukan se- uhh hampir saja aku mengatakannya di depan anak kecil."

Sehun hanya mempoutkan bibirnya.

.

.

Setelah mereka makan siang sembari mengerjakan tugas Sehun, dua putra adam tersebut berlari memasuki mobil dikarenakan hujan yang cukup deras disertai angin.

Chanyeol mengantarkan Sehun pulang ke rumahnya dengan selamat. Namun ketika Sehun ingin membuka pintu mobil itu...

"hyung, kau tak mau mampir dulu?"

"mungkin lain kali hun."

"ayolah, apartement mu jauh dari sini dan hujan masih deras."

"hey kid, aku sedang naik mobil sekarang. Oh yang benar saja aku tidak akan kehujanan."

"ayolah hyung, di rumahku sedang tidak ada orang." Ucap Sehun dengan wajah memelasnya.

Chanyeol mendesah pelan dan menuruti kemauan Sehun.

Chanyeol sekarang sepertinya tengah sibuk mengurusi kasus pembunuhan client pertamanya itu dan Sehun sedang menatap wajah serius Chanyeol sekarang.

'sungguh ukiran yang sangat sempurna. Maksudku, lihatlah hidungnya, matanya, tubuh tegapnya, dan rahangnya yang mengeras ketika sedang marah itu. Dia... eumm, tak kupungkiri dia cukup tampan. Haisshhh kenapa aku memikirkannya. Memang dia siapaku?' "hh~" Sehun mendengus pelan. Ia berjalan dan berdiri di belakang Chanyeol. Menaruh dagunya di bahu pria itu sambil mengamati kertas-kertas yang ditatap frustasi oleh Chanyeol. Dan sepertinya pria pemilik bahu itu sama sekali tak risih dengan tingkah Sehun. Hingga pada akhirnya Sehun menyerah.

"hyuung."

"hmm?"

"percuma saja aku memaksamu mampir. Aku tetap merasa seperti sendiri di rumah."

"maksudmu?"

"bisakah kau berhenti sejenak menatap kertas-kertas itu?" hey ayolah Sehun baru mengenal Chanyeol tak lebih dari seminggu tapi sekarang ia sudah merengek manja padanya. Dasar Oh Sehun.

"lalu kau mau apa eum?" Chenyeol menoleh pada Sehun lalu menangkupkan kedua pipi namja itu.

"entahlah, aku bosan." Refleks, Sehun menggigit bibirnya.

Dan hal itu membuat Chanyeol gemas dan tanpa sadar pria jangkung itu sudah mendaratkan bibirnya di bibir Sehun.

Oops..

Sehun membelalakkan matanya kaget namun tidak dengan Chanyeol. Pria itu terus menciumi bibir Sehun sehingga tanpa sengaja Sehun yang saat itu tengah membungkuk dan menopang berat badannya pada tubuh Chanyeol pun terpeleset jatuh tapi untungnya, akibat kesigapan Chanyeol, pemuda itu langsung menarik tubuh Sehun sehingga punggung Chanyeol membentur lantai dan Sehun mendarat mulus di atas tubuhnya sehingga sekarang kedua putra adam itu sedang bertatap-tatapan.

"hyung?"

"ye?"

"bisa tolong lepaskan aku?"

CHU~

.

.

.

.

.

Hehe maaf bikin ceritanya pendek-pendek biar bikin penasaran sama jadi banyak chapternya/? Bagaimana pendapat kalian tentang chapter kedua ini? Kritik dan sarannya ya guys^^ sekalian RnR juga hehe.. aku harap chapter kali ini lebih baik dari yang sebelumnya^^ gomawo~