"dasar bodoh, apa kau begitu miskin sampai-sampai datang ketempat ini jalan kaki tanpa naik bus atau menyuruh supir" ucap seseorang yang tadi tiba-tiba datang membawa minuman dingin.

"hhhh, kau sendiri? Juga jalan kaki kan?" jawab Kibum malas sambil meraih minuman dingin dari seseorang namja tadi dan meminumnya.

"aku sering melakukannya tau, karna ini bagus untuk membakar kalori" balas namja tersebut.

Kibum menatap namja itu dari atas sampai bawah, yang ditatap malah bingung.

"Yak! Jangan mesum! Aku normal. Babo!" pekik namja itu.

"aih, siapa yang mesum, eoh?" bela Kibum yang hanya ditanggapi namja itu dengan poutan bibir.

Hening sesaat..

"Shindong-ah" panggil Kibum pada namja itu yang ternyata namanya adalah Shindong.

"ye?" jawab Shindong sambil meneguk minuman dingin miliknya.

"aku..-ah tidak jadi" ucap Kibum ragu.

"waeyo?" tanya Shindong yang menoleh kearah Kibum.

"ah-ani, oh iya, apa kau masih menjalankan program dietmu?" tanya Kibum mengalihkan pembicaraan, tadinya dia ingin curhat masalahnya dengan Kyuhyun, tapi dia merasa 'aku adalah namja, masa begituan dicurhatin, gak bangeettzzz...!' hahahaha.

"heum! Tentu saja, aku ingin memiliki tubuh proporsional agar para yeoja terpesona denganku, hahaha" jawab Shindong pede.

"jinjja? Bagaimana kalau yang terpesona malah namja? Kau itu imut tau" ucap Kibum menggoda Shindong dengan mengedip-ngedipkan mata genit sambil mencubit pipi berisi Shindong,"aiiih, kyeopta..!" tambah Kibum.

"Yak! Yak! Sudah kubilang aku normal babo! Singkirkan tanganmu itu! Yak!" pekik Shindong risih dengan perlakuan Kibum yang menggrepe-grepe mukanya, "arrggh, kau sudah gila!"

"hahaha...hahaha...hahaha... kau lucu sekali Shindong-ah...hahaha!" tawa Kibum meledak saat itu juga karena melihat ekspresi Shindong seperti jijik,takut,benci,risih.

"Yak! Jangan tertawa!" pekik Shindong yang kini mempoutkan bibirnya.

"omoo, uri Shindongie jeongmal kyeopta ne, utuk utuk utuk.." goda Kibum lagi menjewer pipi kanan kiri Shindong dan memainkannya seperti bayi.

"YYAK!" pekik Shindong yang membuat Kibum melepas jewerannya dan tertawa lepas, sampai-sampai air matanya keluar sedikit dikedua sudut matanya.

"hahaha...aku hanya bercanda Shindong-ah" ucap Kibum.

"tapi itu tidak lucu" gerutu Shindong.

Disaat yang bersamaan sepasang mata mengamati kegiatan Kibum dan Shindong dibalik pohon besar taman tersebut yang tepat beberapa meter berada dibelakang BumNdong.

"uh, brani kau bersenang-senang sendiri tanpaku, eoh? Tega sekali kau hyung" ucap namja yang berada dibalik pohon sambil mengepalkan tangannya lalu berlalu.

Merasa ada sesuatu, Kibum berbalik kearah pohon yang berada dibelakangnya, mungkin karena naluri anak kembar, ia merasa itu tadi Kyuhyun, namun ia menepisnya karena ia merasa sewaktu pergi Kyuhyun sedang makan, jadi ia tidak mungkin bisa menyusulnya. Lagipula ini jauh.

Setelahnya, Kibum mengajak Shindong untuk makan karena Kibum belum makan siang. Awalnya Shindong menolak dengan alasan dia sedang diet, tapi Kibum tak kehabisan akal, ia mengiming-imingi Shindong makanan yang enak-enak, akhirnya iman Shindong goyah deh, hihihi.

"kau kaya juga, mampu memesan makanan ditempat semewah ini" ucap Shindong belepotan karena mulutnya penuh dengan makanan.

"haha, makanlah sepuasmu, tenang saja, kasir ada disebelah sana" ucap Kibum santai sambil menunjuk kearah meja kasir.

"Yak! Apa maksudmu, hah?" pekik Shindong sampai-sampai makanan yang memenuhi mulutnya muncrat, untung tidak mengenai Kibum.

"aku menyuruhmu membayar" jawab Kibum polos sambil memakan makanannya.

"aigoo, apa kau benar-benar semiskin itu, hah? Benar kau tidak membawa uang sepeser pun?" tanya Shindong frustasi.

"heu eum" jawab Kibum innocent #plak!

"hhhh,,,apa kau punya rumah?" tanya Shindong lagi.

"tentu saja, kapan-kapan mampirlah kerumahku, tapi aku hanya ada disana setiap sebulan sekali, tepatnya minggu keempat atau akhir bulan" jelas Kibum.

"memangnya selain hari itu kau kemana?" tanya Shindong (lagi)

"sudah pernah kukatakan aku tinggal diasrama, aku hanya dirumah selama seminggu" jelas Kibum lagi. Shindong hanya mangut-mangut.

Shindong adalah teman Kibum, mereka belum lama mengenal. Saat itu Kibum sedang pergi kesebuah kedai jajjangmyeon karena suruhan Kyuhyun, kebetulan kedai sedang sepi dan hanya ada Kibum, setelahnya Shindong datang dan mengajak Kibum berbincang, akhirnya mereka berteman deh. Rumah mereka jaraknya lumayan jauh, tapi satu sama lain belum pernah berkunjung kerumah, sekolah mereka juga berbeda.

Hari sudah sore, setelah berhasil ngutang sama Shindong, Kibum pulang dengan naik bus. Kibum menyentuh rambutnya yang masih berwarna pirang, Shindong menegurnya sewaktu ia naik kedalam bus, awalnya Kibum lupa ia mengecat rambutnya, tapi hebatnya Shindong, ia tidak lupa pada Kibum walau rambutnya dicat.

"hhhh,,,aku harus secepatnya membersihkan cat sialan ini!" gumam Kibum.

Setelah beberapa lama, Kibum sampai dirumahnya. Rumah tampak sepi, mungkin hyungnya sedang keluar membeli makan malam mungkin karena malas membuat makan malam sendiri, hihihi. Dan kembarannya? Eum, entahlah, Kibum tidak peduli. Kibum memasuki rumah sambil bersenandung lagu-lagu yang sedikit dihafalnya.

"ehem!" suara deheman yang berasal dari balik sofa ruang tengah membuat Kibum menghentikkan langkah juga acara senandung rianya.

"apa?" tanya Kibum datar.

"bagus ya, kau bersenang-senang sendirian tanpaku?" ucap seseorang yang berada dibalik sofa yang tak lain adalah Kyuhyun.

"siapa yang bersenang-senang, eoh? Aku hanya keluar." Tanggap Kibum.

"terserah!" tukas Kyuhyun berdiri lalu melempar sebuah tas transparan kecil kearah Kibum kemudian berlalu.

Untung saja Kibum mempunyai reflek bagus, ia bisa menangkap tas yang dilempar Kyuhyun, isinya berupa satu paket shampoo favorit Kibum. Kyuhyun tidak mengingkari janjinya untuk membelikan shampoo kesukaan saudaranya setelah ia mau mengecat rambutnya.

"ini?" Kibum tersenyum, "gomawo Kyu-ah, kau tau saja aku membutuhkan ini sekarang" katanya lalu berlalu ke kamarnya untuk mandi.

Kyuhyun berada di halaman belakang rumahnya, tepatnya kolam renang, angin sore menjelang malam begitu nyaman dirasakannya. Kyuhyun mencelupkan kakinya sebatas lutut kedalam kolam renang, menatap kosong kearah depan.

Kibum yang sudah selesai membersihkan diri juga cat rambutnya sekarang berdiri di dekat jendela sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil, ia menyipitkan matanya ketika melihat sesosok makhluk yang sangat ia kenal walaupun sosok itu jaraknya sedikit jauh dari tempatnya berdiri sekarang dilantai 2.

"kenapa anak itu? Tidak biasanya dia murung begitu" gumam Kibum sendirian, setelahnya ia segera merapikan rambutnya dan bergegas turun menemui Kyuhyun.

"hai kembaran, kau sedang apa?" tanya Kibum yang langsung mrangkul leher Kyuhyun. Kyuhyun hanya menoleh sekilas.

"hey! Kau ini kenapa? Aneh sekali." Ucap Kibum bingung.

"kau tidak marah padaku, eoh?" tanya Kyuhyun akhirnya.

"eum, tadinya aku mau marah, tapi karna kau sudah menepati janjimu membelikanku shampoo, jadi marahnya ditunda saja, ne?" jawab Kibum yang diakhiri cengiran lebarnya.

"Yak! Jadi setelah ini kau mau marah padaku?" pekik Kyuhyun tidak terima.

"bisa dibilang begitu" jawab Kibum mantap.

"aih, jinjjayo?" tanya Kyuhyun cemas

"itu tergantung, tapi kenapa tidak?" balas Kibum santai, kini ia ikut-ikutan Kyuhyun mencelupkan kakinya ke kolam.

"apa...kau akan mendiamkanku?"

"yap"

"kau tidak akan bermain denganku?"

"eum"

"kau tidak akan mengajakku pergi?"

"ya"

"benar kau akan melakukan semua hal tanpaku?"

"yap"

"apa karna kau sudah punya teman baru?"

"eum"

"apa dia yang akan menggantikanku?"

"ya"

"apa kau senang bersama teman barumu itu, hiks.."

Kibum mengurungkan jawaban selanjutnya karena mendengar isakan dipertanyaan Kyuhyun yang menurutnya konyol itu, jadi ia asal menjawabnya.

"kau menagis, eoh? Wa-waeyo?" tanya Kibum bingung, ketika menoleh kearah Kyuhyun, ia mendapati airmata sudah mengalir dari mata Kyuhyun..

"apa kau benar-benar marah padaku?" tanya Kyuhyun dengan suara paraunya.

"te-tentu saja, aku bisa marah padamu, memangnya kau kenapa? Dan kenapa kau menangis?" jawab sekaligus tanya Kibum.

"huweeeeee...huweeeeee...kau tega Kibum hyung...huweeeee..." tangis Kyuhyun pecah saat itu juga, membuat Kibum segera mendekap kembarannya agar ia segera tenang, Kibum bingung kenapa kembarannya menangis.

"uljima Kyu, kau kenapa menangis?" tanya Kibum pelan seraya megelus punggung Kyuhyun.

"kau akan meninggalkanku Kibum-hyung..huweeee...kau akan bermain dengan teman barumu yang gendut itu...huweeeee..." jawab Kyuhyun.

Kibum akhirnya mengerti sekarang kenapa Kyuhyun menangis. Kyuhyun itu anaknya cemburuan, ia akan ngambek kalau Kibum dekat dengan orang lain atau berteman akrab dengan seseorang. Kibum jadi ingat kejadian beberapa tahun yang lalu ketika mereka berumur 7 tahun.

Flashback

Siang itu, sepulang sekolah Kyuhyun segera masuk ke kamarnya juga kamar milik Kibum, kembarannya. Ia mencari sosok kembarannya tetapi ia tidak bisa menemukannya, sejak ia keluar dari kelas ia tidak menemukan keberadaan Kibum, ia berfikir mungkin Kibum pulang duluan dan sekarang ia berencana memarahi saudarannya karena tega meninggalkan dirinya pulang seorang diri. Masih mengenakan seragam Elementary Schoolnya, Kyuhyun beranjak menuju pintu utama karena ia mendengar ada suara orang sedang berbicara, dan benar saja, disana ada Kibum dan,, entahlah siapa orang satunya itu, ia mempunyai pipi yang mirip seperti kue mochi.

"benar kau tidak mau mampir dulu Henry-ah?" tawar Kibum pada seseorang yang pulang bersamanya, Henry.

"ya, lain kali saja Kibum-ah, eomma ku sudah menungguku, aku pulang dulu ne" ucap Henry sambil berlalu.

"ne, hati-hati Henry-ah, dan terimakasih sudah mengantarku" balas Kibum sambil melambaikan tangan.

"ehem!"

Suara deheman yang sudah Kibum ketahui siapa pelakunya, membuatnya menoleh keasal suara.

"wae?" tanya Kibum sinis.

"siapa dia? Kau tidak boleh dekat-dekat dengannya. Seharusnya kau pulang bersamaku, kenapa kau meninggalkanku? Apa kau habis jalan-jalan dengannya sehingga melupakanku?" cerocos Kyuhyun.

"aku tid-" aksi pembelaan Kibum terpotong karena Kyuhyun menyelanya.

"aku tidak suka kau dekat-dekat dengan orang lain, kau itu kakakku. Kau harus menjagaku,menemaniku,dan melindungiku, bagaimana kalau terjadi sesuatu padaku tadi?" lanjut Kyuhyun kemudian berlari menuju kamarnya. Kibum yang akan angkat bicara hanya bisa menghela nafas.

"hhhh, bukannya kau tadi yang meninggalkanku? Aku kan tadi ke toilet dulu" gumam Kibum kemudian ia menyusul Kyuhyun kekamar, pasti kembarannya itu sedang menangis. Selalu seperti ini jika Kibum dekat-dekat dengan orang lain, Kyuhyun akan marah-marah kemudian ngambek, Kyuhyun takut kehilangan kasih sayang dari Kibum karena ia adalah orang satu-satunya yang sangat ia sayangi dan ia harapkan untuk selalu menemaninya karena keluarganya yang super sibuk itu.

Flashback end

Kibum menyeringai, tentu saja Kyuhyun tidak bisa melihatnya karena wajahnya ia sembunyikan dibahu Kibum.

"namanya Shindong, dia sangat imut, aku suka pipinya yang berisi itu,hampir mirip dengan pipi milik Henry, ah, kau ingat kan temanku yang pernah mengantarku dulu, tapi itu sudah lama" goda Kibum, ia ingin membuat Kyuhyun menangis histeris.

"huweeeee...kau tega sekali Kibum hyung... kau tidak sayang lagi padaku, kau lebih memilih bermain dengan teman-temanmu daripada menemaniku..huweeee..." racau Kyuhyun yang menggoyang-goyangkan kakinya yang berada didalam kolam renang membuat airnya sedikit menciprat keatas.

"tentu saja, mereka tidak nakal sepertimu dan mereka sangat menyenangkan" tambah Kibum lagi, ia menahan tawanya saat ini.

"kau jahat hyung...huweeee...!" kesal Kyuhyun, ia mendorong tubuh Kibum, sekarang pelukan keduanya terlepas.

"hahahahahahaha...hahahahahaha...hahahahaha..." tawa Kibum pun pecah.

"wae? Waeyo? Kau tertawa, eoh? Apa yang lucu?" tanya Kyuhyun yang seketika tangisannya terhenti karena Kibum tertawa.

"kau..hahahah..kau lucu sekali..haha" jawab Kibum disela tawanya.

"yak..yak.. kau mengerjaiku, eoh?" tanya Kyuhyun.

"dasar bodoh, siapa yang akan meninggalkanmu, ha? Aku mana mungkin meninggalkan adik kecilku yang manja ini? Siapa nanti yang akan kau jahili?" jawab Kibum mengacak rambut pirang Kyuhyun, kini rambut mereka sudah kembali seperti semula.

"jadi kau tidak akan marah padaku? Kau tidak akan memilih sigendut atau si mochi itu?" tanya Kyuhyun penuh harap.

"molla" jawab Kibum singkat.

"ap-apa maksudmu?" tanya Kyuhyun bingung.

"kalau kau mau berjanji untuk menjadi adik yang manis,penurut,tidak usil,tidak manja dan tidak nakal, aku tidak akan pernah marah padamu?" jawab Kibum memasang senyuman menantang.

"jinjja?" gumam Kyuhyun ragu, namu tetap bisa didengar Kibum.

"tentu saja tidak bodoh" ucap Kibum, sedikit menjitak jidat (?) Kyuhyun yang kini terpampang jelas karena Kyuhyun mengikat poninya keatas sehingga memperlihatkan lapangan pesawat itu #hahahahaha.."kau tidak perlu menjadi siapa-siapa agar aku tidak marah padamu, kau cukup menjadi Kyuhyun. Adik Kibum yang usil,manja,nakal dan seenaknya sendiri. Kau jangan takut kehilangan kasih sayang dari hyung,ne. Walaupun hyung berteman dengan siapa saja, tapi hyung tidak akan pernah lupa padamu Kyu." Jelas Kibum.

"tapi tadi kau tidak mengajakku, kau pergi ketaman dan bercanda dengan sigendut itu, bahkan kau tertawa sangat lepas" ungkap Kyuhyun sambil mempoutkan bibirnya.

"hahaha, sudah kuduga tadi itu kau. Eum, bukankah tadi itu aku sedang dalam mode marah karena kau menggulungku dengan selimut,menyumpal mulutku dengan handuk, dan mengambil jatah laukku" aku Kibum mengungkap kejadian mirisnya tadi siang.

"ma-maaf, aku tadi niatnya hanya bercanda" ucap kyuhyun menundukkan wajahnya.

"tapi tadi itu sakit, kau lihat mulutku sedikit bengkak" kata Kibum mengada-ada.

"ah, benarkah? Mana? Apa masih sakit?" tanya Kyuhyun panik dan merasa bersalah telah menyakiti hyung kesayangannya.

"eum" jawab kibum memegangi daerah sekitar mulutnya.

"ahh, mianhae" ucap Kyuhyun ikut memegangi mulut Kibum.

"hahaha...hahaha...hahaha..kau kenaaaa!" pekik Kibum berhasil mengerjai Kyuhyun lagi, setelahnya ia lari berniat kabur masuk kedalam rumah.

"aarrggghhh..Kibum hyuuuuuungg...!" kesal Kyuhyun lalu mengejar Kibum masuk kedalam rumah.

Donghae yang sudah sejak tadi mengamati kegiatan KiHyun setelah pulang dari supermarket hanya mengulas senyum,ia senang karena saudara-saudaranya sebenarnya saling menyayangi, tidak seperti yang pernah ia simpulkan selama ini bahwa mereka hanya akan berdebat dan saling menyerang satu sama lain, tidak ada yang mau mengalah.

THE END

Maaf kalau aneh -_- kan diawal udah dibilang bikinnya asal ya?

Dan adegan Kyuhyun yang ngupil itu saya ambil dari pengalaman pribadi hehe, maaf kalau kesannya jorok.

Terimakasih yang mau baca & yang review, kalian juga author senior saya, terimakasih tanpa kalian saya gak mungkin dapet inspirasi menulis fanfic (eh iya satu lagi, saya bukan author, saya hanya menuliskan apa yang ada dalam benak (?) saya wkwkwkw rasanya gimana gitu ada yang manggil author, mian) ^^