Tittle : Are? Anata wa…

Pairing : FemKurapikaXKuroro

Rated : T

Genre : Romance, Comedy

Disclaimer : Yoshihiro Togashi-sensei

Chapter 3

WARNING! Newbie! OOC parah! typos, cerita nggak nyambung orz

Di dalam ruangan yang luas penuh rak buku yang tersusun rapi, seorang gadis dengan surai pirang pendeknya terlihat serius membaca sinopsis yang berada di bagian belakang buku tebal. Sepertinya ia jatuh hati lagi pada sebuah buku. Ah, namun tak lama kemudian alisnya bertaut dan jemari lentiknya mengembalikan buku itu kembali tersimpan di dalam raknya berjajar rapi dengan buku-buku tebal lainnya.

"Jangan menilai buku berdasar sinopsisnya, Nona." Suara baritone terdengar. Gadis itu menoleh. Iris sapphirenya menangkap sosok pemuda tinggi dengan pakaian serba hitam tengah membawa tas berisikan beberapa buku. Termasuk buku yang baru saja ia kembalikan ke dalam raknya.

"Maaf. Tapi penulis yang cerdas akan membuat sinopsis semenarik mungkin untuk menarik minat pembaca, Tuan." Gadis itu tersenyum pada pemuda yang ada di sampingnya. "Tak jarang kubaca buku yang tak semenarik sinopsis yang dituliskannya." Ia menambahkan.

"Yah, tak ada yang tahu apa yang akan terjadi di tengah-tengah cerita yang kau baca, Kurapika." Pemuda itu ikut berkomentar sambil terus memilih-milih judul buku yang mungkin membuatnya tertarik. Menemukannya, pemuda itu menarik salah satu buku dan membaca sinopsisnya.

Melihat tas yang dibawa Kuroro, Kurapika berani bertaruh jika layar yang ada di kasir nantinya akan menunjukkan 7 digit angka. "Tak baik memperhatikan belanjaan orang lain, Kurapika." Dengan nada jahil Kuroro menegur Kurapika. Kurapika mendengus, Kuroro benar. Apa yang baru saja ia lakukan? Mencoba menjadi ibu rumah tangga yang pelit terhadap anaknya yang merengek ingin mainan baru? Atau menjadi seorang istri yang selalu memperhatikan dengan teliti barang-barang yang suaminya beli dengan gajinya sendiri? Oh, ayolah.

"Baiklah. Ini buku terakhir. Aku tak yakin jika uangku cukup jika aku terus menambah buku lain," Ucap Kuroro sambil berlalu menuju kasir. Kurapika menyusul langkahnya, berkomentar, "Lalu berapa lama kau akan menghabiskan semua buku-buku itu?" Penasaran. Seorang gadis Kuruta penasaran. Onyx Kuroro melirik gadis di sebelahnya yang berusaha menyamakan langkahnya yang lebar. Kembali menatap lurus ke depan, Kuroro menjawab, "Mungkin sekitar 2 hari,"

"Hmmm…" Kurapika menyuarakan komentarnya. Terdengar memuji di telinga Kuroro. Tanpa gadis Kuruta sadari, Kuroro tersenyum tipis mendengarnya.

.

.

.

Duduk berhadapan lagi, untuk kedua kalinya. Membuat Kurapika sedikit canggung. Teringat dengan perkataan Kuroro di café sebelumnya. Semburat merah mewarnai pipinya yang putih. Gadis itu menunduk dalam sembari memainkan sedotan di gelas jus nya yang tinggal setengah.

Onyx hitam Kuroro terus mencuri pandang pada si gadis yang dirindukannya. Tak ada yang menyangka setelah sekitar 2-3 tahun tak bertemu, mereka bisa duduk berhadap-hadapan. Berdua. Ya, hanya berdua.

"Kuroro,"

Kuroro menegakkan badannya. Sedikit terkejut. Memandang lurus ke arah datangnya suara yang menyebut namanya. "Ya?"

Raut wajah Kurapika terlihat gelisah. Tangannya meremas ujung bajunya. Menambah kesan bahwa ia sedang gugup.

"Katakan saja, Kurapika." Ucap Kuroro tenang.

"Yah, aku ingin kau mengetahui ini. Mungkin setelah kau mendengar ini, perasaanmu terhadapku akan berubah," ucap Kurapika menggantung. Iris sapphire-nya menatap tajam seakan menusuk ke dalam iris onyx Kuroro yang hitam kelam. Ucapan gadis mungil itu membuat Kuroro menaikkan sebelah alisnya.

"Aku—" Gantung Kurapika. "Aku menjalin hubungan dengan Killua."

"Ah, begit—" belum selesai Kuroro menanggapi, Kurapika dengan cepat menambahkan, "Sedangkan Killua sudah mempunyai kekasih yang lain! Kehadiranku tak diketahui oleh kekasihnya…"

Iris sapphire Kurapika berkaca-kaca. Kuroro tetap tenang. Mendengarkan gadis di depannya menjelaskan isi hatinya.

"Aku… Aku tak pantas untukmu, Kuroro." Kurapika menunduk. Kuroro terus menatap lurus gadis pirang itu. "Aku benar-benar tak pantas untukmu. Perasaanmu terhadapku pasti telah berubah.."

"Itu tidak benar," Potong Kuroro cepat. Dengan cepat Kurapika mengangkat pandangannya, menelusuri unsur kebohongan di onyx lelaki yang ada di hadapannya. "Perasaanku masih sama, Kurapika. Tetapi hanya kau yang bisa mengubah keadaan." Lanjutnya tenang.

Iris sapphire Kurapika membulat. Kuroro benar. Apa ia akan terus diam saja menerima keadaan yang semakin menyesakkan ini? Atau ia berani melangkah maju dan meninggalkan orang yang 'disayanginya' itu.

Kurapika terdiam, ia menunduk.

"Aku sudah mengatakannya padamu. Aku tak memaksamu, Kurapika." Jawab Kuroro tenang. Kurapika mengangguk, "Aku mengerti."

"Tunggu aku, Kuroro…"

To Be Continue…

KOK LAGI-LAGI BERSAMBUNG TTATT KAPAN SELESAINYA ORZ

Setelah sekian lama menghilang X'D maafkan fuki hanya bisa melanjutkan segini TT3TT)/

Semoga chapter selanjutnya cepet di update ya XD/ wkwkwk XD/

Ini balesan review nyaa XD uh terharu banget bisa dapet review dari kalian :"3 /cium satu satu/ /nggak

cagalli atha zala : halooo, terima kasih sudah bersedia membaca dan mereview XD/ hohoho ikuti terus chapter-chapter selanjutnya biar tahu nanti Kurapika bakal milih siapa XD/

Tefu Choi : hohohoho XD suka banget ya sama KuroPika XD fuki juga suka sih /siapa yang tanya/ tapi fuki lebih suka pairing KilluaXFuki aja X/D kyaaaa~ /udah/ terima kasih ya masih setia menanti! Maaf updatenya ngaret banget ;;-;;

AyakiStory : Oh thank you! Ya begitulah, cinta memang sulit hoho XD terima kasih sudah review! Sorry kalau update nya lama TTATT)/

Mohon reviewnya seperti biasaaa :3

Arigachuuuuu :3