ROOKIE
Summary:
Ruangan itu terlihat seperti ruang berkumpul bersama teman – teman menurutnya. Ada yang sedang bermain PS, memasak, bahkan yang tertidur di situ pun ada. Tapi dia tau sekarang. Mereka bukan orang – orang sembarangan. Mereka menyebut diri mereka ROOKIE.
Naruto © Masashi Kishimoto
Story © Putri Yapa
Chapter 1
Seorang gadis nampak dengan dress manisnya yang berwarna peach. Juga riasan wajah yang natural tak menghilangkan kesan cantiknya, menjadi nilai plus malah. Lalu gadis itu memakai sepatu maroon nya. Dan menyemprotkan sebuah cairan pada lehernya.
Sekali lagi ia mematut wajahnya di kaca besar tak jauh dari tempatnya berdiri, lalu sebuah senyum menghiasa wajah cantiknya. Satu kata untukya. Sempurna.
Gadis itu pun menaiki mobil sportnya. Lalu tak lama kemudian, atap mobil itu terbuka, siapa lagi pelakunya kalau bukan gadis yang duduk di balik bangku kemudinya, dan jangan lupakan senyum teramat mempesona yang ia suguhkan.
Kemudian ia mengemudikan mobil itu ke sebuah tempat. Tujuannya mungkin? Tampak sepanjang jalan banyak orang yang memandangnya sambil memejamkan mata. Seperti menikmati sebuah aroma yang manis dari sang gadis.
Lalu sang gadis turun. Itu sebuah gedung bintang lima tempatnya berpesta malam ini. Gadis itu lalu memakai topeng putihnya yang dia ambil dari tasnya tak lama setelah dia turun.
Seluruh mata memandang kecantikannya, juga terlihat menikmati aroma manis yang menguar dari tubuh gadis itu. Sesaat kemudian, gadis itu sampai di ballroom megah. Lalu seorang pria berambut merah darah menghampirinya dan menghirup aroma dari leher gadis itu dengan cara mendekatkan wajahnya ke leher gadis itu.
Lalu sang pria mengulurkan tangannya, dan berbalik mengajak gadis itu pergi ke dalam pesta. Sambil terus berjalan bersama sang pria gadis itu membalikkan setengan tubuhnya. "Seibie, my secret," kata gadis itu sambil tersenyum.
"CUT," sebuah teriakan keras terdengar diiringi suara tepuk tangan yang menggema. Gadis tadi pun menghampiri gerombolan orang – orang yang bertepuk tangan tadi. Tak lupa sebuah senyum terpatri di bibir manisnya.
"Kau telah bekerja keras Noharu-san. Hasilnya lebih dari yang kuharapkan," ucap orang yang tadi meneriakkan kata CUT. Iruka. Sutradara.
"Terima kasih paman, kau terlalu berlebihan. Oh ya. Sakura saja." Ucap gadis berambut bubble gum yang memerankan iklan tadi. Iklan? Ya. Iklan kalian tak salah baca. Adegan tadi adalah adegan iklan yang diperankan oleh aktris terkenal bernama Noharu Sakura.
"Sakura." Ucap pria berambut merah yang tadi menjadi lawan mainnya dalam iklan parfum tersebut.
"Ya? Akasuna-kun." Sahut Sakura sambil tersenyum.
"Noharu-san, kami permisi," Kata para kru yang dipersilakan oleh sakura dan anggukan oleh Sasori.
"Ada apa Akasuna-kun?" Ulang Sakura lagi, masih dengan senyum yang terpatri di wajahnya.
"Um. Sasori saja.," Ucap Sasori yang dibalas senyum dan anggukan oleh Sakura.
"Kau telah bekerja keras hari ini," ucap Sasori pada Sakura.
"Ya, kau juga." Timpal sakura.
"Mau makan malam bersama yang lain?"
"Maaf, aku ada janji. Aku duluan, Sasori," Ucap Sakura lalu berlalu.
Sasori hanya tersenyum miris. Sudah beberapa bulan ini dia mencoba mengambil perhatian aktris cantik itu. Seisi negeri juga mengharapkan mereka bersatu. Dan parahnya lagi, management mereka menambah rumor yang mengatakan bahwa mereka berpacaran. 'Huh, andai saja itu sungguhan,' batin sasori kecewa.
"Nona," Sakura memutar matanya saat ada suara yang memanggilnya dengan suara senyaring itu. Sudah dapat ditebak oleh Sakura siapa yang memanggilnya.
"Kau mau kemana? Kau tak ikut berpesta? Iklan ini akan sukses. Kita harus merayakannya," Ucap seorang gadis bernama Shion. Siapa Shion? Dia adalah asistant pribadi Sakura.
"Aku ada janji Shion." Jawab sakura pada gadis pirang itu.
"Baiklah," ucap Shion. "Tapi, apa jadwalmo besok, Nona? Kenapa kau tak menyerahkan jadwalmu saja padaku, atau kenapa kau tak mencari seorang manager mungkin?" Tanya Shion.
Aneh? Mungkin. Seorang artis papan atas seperti sakura tak memiliki manager. Tapi itulah adanya. Sakura mengatur sendiri semua jadwalnya. Ini dilakukannya agar dia tak terlalu terikat dengan managementnya.
"Besok aku akan menelponmu Shion. Pestalah jika kau ingin ikut. Aku pergi dulu, jaa-ne~" Sakura lalu memasuki mobil Camaro kuning-nya. Sedangkan Shion mengikuti saran Nonanya untuk mengikuti pesta, dan saat semuanya bertanya kemana perginya Noharu Sakura, jawabannya simple. Dia ada janji mendadak.
….
Noharu Sakura. Dia datang ke sebuah apartement mewah yang mungkin untuk sebagian orang dianggap um. 'tabu' mungkin? Bagaimana bisa seorang gadis dengan image inconnectnya masuk ke dalam apartement mewah.
Sakura mengmudikan Camaro kuningnya menuju ke basement apartement. Lalu dia memarkirkan mobil mewahnya itu ke sisi gelap tempat parkir. Tempatnya biasa memarkirkan mobil nya. Biasa? Ya. Dia sering kemari. Paling tidak 3 kali seminggu. Untuk? Kau akan mengetahuinnya nanti.
Sakura bersandar pada kursi kemudi, lalu memejamkan matanya sejenak, dan menghela nafas bosan. Dia lalu memakai mantel hitamnya, tak lupa menudungkan sebuah penutup kepala untuk menutupi rambutnya. Tak lupa pula sebuah kacamata hitam yang bertengger di hidung mancungnya.
Tut.. Tut.. tampak Sakura menelpon seseorang, menunggu sambungan lebih tepatnya.
"Moshi-moshi," ucap sakura
"Kau dimana?"
"Aku sudah sampai basement,"
"Aku akan menjemputmu,"
"Tidak, jangan kemari, aku bisa sendiri,"
"Huh," terdengar helaan nafas di seberang sana, yang hanya membuat Sakura tersenyum simpul.
"Aku akan kesana," tegas Sakura lagi.
"Mereka akan menjemputmu. Tunggulah." Suara di seberang sana mau tak mau membuat senyum sakura makin melebar. Perhatian orang yang menghubunginya cukup membuatnya senang.
"Baiklah," Ucap Sakura akhirnya dan pembicaraan mereka pun berakhir.
Sepasang mobil box berhenti di sebelah kanan dan kiri mobil Sakura. Kebetulan sekali ya? Mereka berhenti di sana dan menutupi kamera pengawas yang ada, tapi lain dengan sakura. Dia langsung memasang wajah dinginnya dan keluar daris mobil.
Lalu sekitar 4 orang turun dari box dan berbaris mengelilingi mobil sakura. Bagi orang awam itu mungkin menyeramkan. Apa yang dilakukan oleh 4 orang berbadan kekar yang memakai baju berantakan ini. Tapi tidak dengan sakura, dia malah menyeringai dan tatapan matanya dingin.
Lalu sakura turun dari mobilnya. Dan keempat orang itu menunduk, tak berani memandang wajah sakura, atau memang tak boleh.
Sakura lalu berjalan lebih dulu memasuki apartement itu. Sakura tampak menengok ke kanan dan kiri di lobby, masih dengan ekspresi sangat dinginnya. Lalu dia memperhatikan seorang gadis yang duduk tak jauh darinya. Siapa pun pasti mengira gadis itu gadis biasa. Gadis yang berambut pirang yang tampak mendengarkan musik dari headsetnya dan membaca sebuah majalah fashion. Ayolah, itu kegiatan gadis pada umumnya.
Sakura memandang gadis itu, lalu menelusuri seluruh tubuhnya, dan tara.. sebuah anting yang ada di telinga gadisitu. Itu mungkin terlihat sebagai antik biasa berwarna hitam, tapi tidak, bagi sakura anting itu pertanda. Dialah gadis baru yang dijanjikan oleh kekasihnya, sakura lalu menyeringai.
Sakura melangkahkan kakinya melewati metal detector khusus senjata tajam yang ada di apartement itu. Sakura tak heran lagi, dia membawa sebuah belati di pinggangnya dan metal detector tak berbunyi. Siapa lagi kalau bukan pekerjaan kekasihnya? Sakura tau kekasihnya itu bisa melakukan apa pun untuknya. Kembali sebuah senyum terpatri di wajah cantiknya.
Sakura lalu mengeluarkan ponselnya dan memencet sebuah nomor yang tertera di sana. Beberapa detik kemudian, Gadis berambut pirang tadi mengalihkan pandangannya ke sakura, lalu membenarkan posisi duduknya, dan sedikit menutunkan pandangan matanya. Membari hormat eh?
"Iya, baiklah," itu saja yang dikatakan sakura, meskipun sebenarnya dia tak menelpon siapapun dari tadi.
Sakura lalu berjalan menuju lift dan membuka tudung kepalanya. Kalian tau apa? Rambutnya. Rambut bubble gum tadi berubah warna menjadi coklat. Dan jika kita lihat dengan seksama di tudung mantelnya tadi, kita akan menemukan pori – pori seperti penyemprot yang akan mengubah dengan cepat warna rambut seseorang, yang pastinya alat seperti itu bagi orang biasa tak mungkin. Tapi hei, gadis yang kita bicarakan sekarang ini bukan gadis biasa.
Sakura lalu memencet tombol liftnya, untuk beberapa saat sakura melihat ke belakang. Tampaknya tak ada yang curiga dengannya, dak keempat orang tadi, mereka sudah menghilang entah kemana, sudahlah, sakura tak peduli. Lalu dia kembali mengarahkan pandangannya ke ara pintu lift.
Seorang gadis pirang tampak bangkit dari kursinya dengan membawa majalahnya. Lalu gadis itu menuju ke lift, masih sambil membaca majalah fashionnya.
TING..
Lift itu terbuka dan kedua gadis tadi memasuki lift. Gadis itu memencet tombol 52, sedangkan Sakura tak memencet. Tujuan kalian sama eh?
"Yamanaka Ino. 23 tahun." Ucap gadis pirang matanya tetap pada majalah itu. Tapi bagaimana pun, kamera di lift tak akan tau kalau gadis itu sedang memperkenalkan diri pada gadis lain yang berada di lift yang sama. Gadis berambut coklat itu sedikit menunduk, tanda menerima perkenalan Ino. Lalu Sakura keluar duluan dari lift, dan masuk ke apartement bernomor 7521. Sedangkan Ino, masuk ke pintu yang tak jauh dari Sakura.
Sekilas tak ada yang salah dengan lantai ini. Ini adalah lantai berisi 13 apartement dengan fasilitas mewah. Pemiliknya juga wajar, karena kepemilikan atas setiap apartement mewah ini berbeda.
Sakura memasuki pintu 7521. Tapi sebenarnya di sinilah keanehan akan kalian dapat di lantai ini. Pintu pintung saling terhubung, seperti pintu masuk sebuah labirin. Sakura pun menutup pintu di belakangnya. Beberapa pintu dei sebelah kanannya, Yamanaka Ino masuk lalu menghampiri Sakura, membungkukkan badannya ke arah 45° dan berdiri di sebelah kanan sakura, tapi agak ke belakang.
Sakura lalu memasuki pintu di depannya, dan dia disambut oleh pria-pria berbadan kekar dengan seragam hitam. Jangan lupakan bahwa semuanya menunduk ke arah Sakura, dan jangan lupakan lagi bahwa mereka memegang senjata laras panjang di tangan mereka masing- masing.
Sakura dan Ino masih berjalan menyusuri lorong yang dibentuk melingkar tadi. Lalu sampailah mereka di sebuah pintu yang cukup besar. Bisa digunakan untuk mobil mungkin. Oh, Sakura tak tau, dia tak pernah mengukurnya.
Lalu pintu itu terbuka, dan mereka harus diperiksa oleh beberapa pria. Ino menurut saja. Sudah tau bila ini prosedurenya. Tapi, mereka tak akan berani memeriksa sakura, meliriknya saja terlarang bagi mereka, apa lagi menyentuh.
"Kalian tak memeriksaku juga?" tanya Sakura pada beberapa pria di sekiratnya, sedangkan Ino, dia sedang memeakai kembali bajungya yang tadi harus dilepasnya untuk prosedure pemeriksaan.
"Maaf Nona, tapi mereka tak akan berani menyentuhmu? Apa kau ingin aku saja yang memeriksamu?" Tanya sebuah suara baritone dari ujung lorong ini.
Sakura mengalihkan pandangan matanya pada pria di ujung sana dan memberikan senyum terbaiknya. Bukan senyum dingin atau seringai yang selalu dia tampakkan seoperti beberapa saat yang lalu, Tapi benar- benar tersenyum yang tulus dari hatinya.
Sakura lalu menghampiri orang itu, Saat di depan orang tersebut, Sakura lalu berbalik sejenak. "Ino, masuklah, apa kau akan terus di sini?" tanya Sakura pada Ino. Sedangkan pria di depan Sakura? Ia tak peduli. Dia sudah asik dengan menciumi helaian rambut coklat sakura.
Lalu Ino mengikuti kemana Sakura pergi bersama pria tadi yang masih setia memainkan rambut Sakura, meskipun begitu sakura tak protes. Baginya, ini cara kekasihnya itu menyampaikan rasa cintannya.
Dan mata ino memandang takjub mengetahui apa yang ada di balik pintu keempat yang mereka lewati. Ada beberapa orang di sini, dan bagi ino orang – orang itu semuanya terkenal.
Ruangan itu terlihat seperti ruang berkumpul bersama teman – teman menurut ino. Ada yang sedang bermain PS, memasak, bahkan yang tertidur di situ pun ada. Ino tau sekarang. Mereka bukan orang – orang sembarangan. Mereka menyebut diri mereka ROOKIE.
TBC…
NOTE :
Hai minna-san... Putri balik lagi dengan sebuah cerita yang jeng..jeng.. jeng..
Maaf buat yang nungguin Pony Tail. Soalnya aku miss alur nih ^-^. Tapi aku janji, bakalan di lanjut kok. Tapi nggak bisa janji waktu. Gimana pun buat buat Sakurai Mikira, Blue Chery, de-chan, dan cherryharuno39, makasih banyak, udah mau reviw fict" pertamanku. Dan maaf buat pony tail belum dapet ide nih.
Dan akhir kata Review yaa… Jangan lupa. Review kalian sangat berarti bagiku. Dan nambah semangat buat ngelanjutin fict ini
