Disclaimer : Masashi Kishimoto
.
.
Warning : AU, OOC, Typo(s), Sakura's POV, alur lambat
.
.
Chapter 2
.
.
.
Di antara keduanya, adikku yang paling manja adalah Gaara. Dulu sewaktu kecil setiap dia mau tidur selalu minta didongengkan dan dia hanya mau tidur kalau yang mendongeng itu aku. Sampai sekarang pun dia masih tetap manja seperti dulu, contohnya saja setiap nonton tv bersama dia selalu duduk di sebelahku dan pasti dia akan meletakkan kepalanya di pangkuanku. Yah, walaupun aku tak keberatan, tapi bila aku sudah menikah nanti bagaimana nasibku.
Tak terasa aku sudah memutari kompleks rumahku, kulirik arloji hitam ku. Pukul 6.30, oke masih 35 menit lagi sebelum aku berangkat ke sekolah untuk mengajar, karena ayah sedang sibuk di labnya jadinya aku yang harus mengganti beliau hari ini. Aku memasuki halaman rumahku yang asri karena ditumbuhi beberapa pohon sakura dan berapa tumbuhan obat ataupun bunga. Itu semua milik ibu dan ibu tidak menolelir setiap kerusakan yang terjadi pada semua tanamannya. Pernah suatu hari, Gaara sedang bermain bola basket di halaman tanpa sengaja bolanya mengenai pot bunga milik ibu hingga pecah dan alhasil Gaara diceramahi ibu selama sehari penuh.
" Sakura-nee-chan dari mana ?" tanya Karin setelah aku menutup pintu
" Dari joging, memangnya ada apa ?" jawabku sambil berjalan ke arah dapur
" Tadi ada pesan." kata Karin sambil mengikutiku ke arah dapur
" Dari siapa ?" jawabku sambil mengambil minum dari kulkas dan menuangkannya ke gelas yang ku pegang
" Dari sekolah, katanya ada pertemuan dengan guru baru." kata Karin sambil dueuk di kursi
" Ugh, bodohnya aku sampai melupakan hal itu. Kaasan di mana ?" tanyaku setelah meminum minumanku
" Kaasan tadi ke rumah sakit, katanya ada operasi mendadak." jawabnya sambil memainkan toples selai yang ada di meja
" Tousan ?" tanyaku sambil melangkah menuju meja makan
" Katanya ada meeting di kantor." jawabnya masih dengan memainkan toples selai. Selain sekolah dan rumah sakit, keluargaku juga memiliki sebuah perusahaan, perusahaan yang bergerak di bidang properti dan alat elektronik. Dan kami merupakan salah satu keluarga yang paling sibuk di kompleks ini.
" Apa benar di sekolah akan ada guru baru ?" tanya Karin penasaran
" Iya benar. Kamu dan Gaara sudah sarapan ?"
" Kami belum sarapan. Ngomong-ngomong gurunya laki-laki atau perempuan ? Masih muda atau sudah tua ?" tanyanya mulai antusias
" Dia laki-laki dan masih muda." jawabku sekenanya
" Benarkah ?! Dia tampan atau tidak ?" tanyanya lagi dengan lebih antusias
" Entahlah, aku belum bertemu dengannya. Kamu mau dibuatkan sarapan apa ?" tanyaku sambil membuka kulkas untuk dimasak. Memang kalau sudah sibuk, ibu pasti lupa membuatkan sarapan untuk anak-anaknya dan aku sudah hafal dengan kebiasaan ibu yang satu itu. Untung saja aku bisa memasak kalau tidak, mungkin kedua adikku akan mengeluh saat di sekolah.
" Aku mau nasi goreng spesial." kata Gaara yang tiba-tiba sudah duduk di kursi meja makan
" Kau mengagetkanku dasar panda bodoh." sembur Karin pada adiknya
" Siapa yang kau maksud panda bodoh, nenek sihir ?" balas Gaara dengan sengit
" Ya kamu lah siapa lagi yang punya kantung mata selain kamu, dan berhenti memanggilku dengan sebutan nenek sihir." balas Karin semakin geram
" Kalian berdua diam ! Atau aku tidak akan membuatkan sarapan untuk kalian." ancamku dan berhasil. Mereka langsung diam dan duduk manis menungguku memasak. Sebandel-bandelnya mereka , mereka tetap adik yang penurut.
Tak butuh waktu lama akhirnya nasi goreng spesial sudah tersaji di meja makan. Mereka sudah tidak sabar ternyata.
" Itadakimasu !" seru mereka kompak, kemudian aku mengikuti mereka menikmati sarapanku.
" Kenapa kalian belum berangkat ?" tanyaku setelah membereskan peralatan makan
" Kami mau berangkat bersama nee-chan." ucap Gaara mewakili saudarinya
" Jika kalian menungguku, aku pastikan kalian akan dihukum Kakashi-sensei, lagipula 15 menit lagi sekolah masuk. Apa kalian masih mau menunggu nee-chan ?" ucapku dengan nada jail
" Berurusan dengan guru gila itu adalah hal terakhir yang akan ku lakukan di dunia ini." ucap Gaara
" Ya, kau benar. Sebaiknya kita segera berangkat." timpal Karin sambil berlalu dari ruang makan sambil membawa tasnya diikuti Gaara
" Ittekimasu !" seru mereka dari luar
" Itterasshai !" balasku tak kalah keras
" Sebaiknya aku segera mandi." gumamku sambil berjalan ke lantai atas menuju kamarku.
Pukul 7.10 aku sampai di sekolah. Untunglah jam pertama tidak ada kelas dengan mata pelajaran biologi, jadi aku lebih santai memasuki sekolah. Aku berjalan menuju ruanganku, berhubung kelas sudah dimulai jadi koridor yang kulewati menjadi sepi, hanya tukang bersih-bersih dan beberapa guru yang melintas.
" Sakura-san !" panggil Shizune-san saat aku melintasi depan ruang guru
" Iya, ada apa Shizune-san ?" jawabku sambil menunggu dia menghampiriku
" Mengenai pertemuan dengan guru baru itu. Orang yang saya maksud sudah datang dan dia sedang menunggu di ruangan anda." katanya langsung to the point. Shizune-san adalah bawahan ibu yang paling bisa diandalkan, tak rugi aku mengangkatnya menjadi sekretarisku.
" Baiklah, terimakasih dan jangan terlalu formal denganku." balasku sambil tersenyum ke arahnya
" Ba-baik, kalau begitu sa-aku pergi dulu." pamitnya sambil kembali ke ruang guru.
Kulanjutkan jalanku menuju ruanganku. Ruanganku hanya berbatas 3 ruangan dari ruang guru, jadi tidak terlalu jauh. Saat kubuka pintu ruanganku, orang yang dimaksud Shizune-san tadi sudah duduk di sofa yang ada di dekat pintu.
" Selamat pagi ! Maaf telah membuat anda menunggu lama." ucapku sekedar basa-basi, kemudian ku dudukkan tubuhku di sofa single yang ada di sana.
" Hn." jawabnya dengan sangat singkat, padat, datar, dan menyebalkan
" Oke, langsung saja Uchiha-san. Anda akan mengajar matematika sebagai pengganti Asuma-sensei yang telah purna sekalian anda juga menggantikan beliau sebagai wali kelas XI A." jelasku
" Hn. Baiklah" lagi-lagi hanya dijawab dengan singkat oleh orang itu
" Baiklah kalau begitu mari saya antar anda ke ruang kelas XI A, kelas yang akan anda tangani 1 tahun ke depan. Kebetulan kelas itu sedang jam pelajaran matematika jadi sekalian anda mengajar langsung mereka." kataku sambil beranjak menuju pintu
" Hn." ugh lagi-lagi kata itu.
Kami berjalan dalam keheningan, tidak ada satu pun dari kami yang memulai pembicaraan hingga kami sampai di depan kelas XI A. Suasana kelas itu cukup ramai karena tidak ada gurunya.
SREG...
Suara pintu yang dibuka membuat suasana kelas menjadi hening.
" Selamat pagi, murid-murid." sapaku seperti biasa
" Selamat pagi sensei !" balas mereka kompak
" sensei akan mengumumkan sesuatu pada kalian. Berhubung Asuma-sensei sudah purna, maka akan ada guru baru yang mengganti menjadi guru matematika dan juga sebagai wali kelas kalian dan orang itu adalah Uchiha-sensei. dan untuk anda, anda bisa memulai mengajar mereka mulai sekarang saya mau ke kelas lain untuk mengajar, jadi saya tingal dulu." kataku seraya beranjak dari kelas XI A. Bisa kudengar kelas menjadi ramai lagi terutama suara para gadis yang mendominasi, menanyakan beberapa pertanyaan yang tidak penting.
' Huh ! dasar anak muda'
.
.
Tak terasa Uchiha-sensei sudah sebulan mengajar di KHS. Semakin hari fans guru itu semakin banyak saja, mulai dari murid sampai para guru pun jadi fans nya. Setiap kali aku melihatnya terasa ada yang aneh di benak dan hatiku, aku seperti pernah melihat dia dan merasa familiar dengan wajahnya tapi aku tidak tahu atau mungkin lupa pernah bertemu dengannya.
.
.
.
TBC Lagi
.
.
.
Saya kembali lagi dengan SoML, satu chap lagi dan fic ini tamat.
Saya mau ngucapin terimakasih sama kalian yang udah mau baca, follow, dan fav fanfic saya yang abal ini. Review kalian udah saya bales lewat PM kalo ada yang belum di bales gomen ya
Thanks to :
caesarpuspita, Manda Vvidenarint, , hanazono yuri ( gomen kalo ada salah nulis)
Sekian
