Disclaimer : Masashi Kishimoto
.
.
Warning : AU, OOC, Typo(s), Sakura's POV, alur lambat
.
.
Chapter 3
.
.
.
Hari ini aku cukup sibuk, musim panas sebenarnya waktu yang tepat untuk berekreasi atau sekedar jalan-jalan dengan teman, keluarga, atau pacar, tapi berbeda denganku dan keluargaku. Kami selalu saja sibuk, seperti hari ini, ibu yang pagi-pagi sudah berangkat ke rumah sakit, ayah dan Gaara yang pergi ke kantor dan Karin yang sedang mengerjakan tugas musim panasnya sedangkan aku jangan ditanya lagi, ada setumpuk dokumen yang harus kuperiksa belum lagitugas pengamatan murid-murid yang belum selesai kukoreksi. Tapi untung saja otakku lebih dari cukup untuk memeriksa semua dokumen dan pekerjaan siswa dengan cepat jadi tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya. Berhubung tadi ada pemberitahuan ada pemdaman listrik jadi aku harus lebih cepat lagi mengerjakannya. Tak terasa waktu berlalu dengan cepat, matahari sudah kembali ke peraduannya dan ibu, ayah, dan Gaara sudah pulang, pekerjaanku juga sudah selesai. Akhirnya setelah sekian lama bisa juga kami sekeluarga berkumpul dan menikmati waktu bersama lagi seperti dulu. Aku keluar dari ruang kerja sekaligus kamarku menuju ruang keluarga, kulihat pemandangan yang telah lama tidak kulihat, di ruang keluarga yang berbatasan dengan dapur terlihat ayah dan Gaara sedang bermain catur.
" Wah...wah...wah.., serius sekali kalian bermain caturnya." cibirku saat tiba di dekat mereka
" Sakura/nee-chan darimana saja ?" kata mereka bersamaan
" Benar-benar ayah dan anak yang kompak, sampai bicara saja bisa sama, dan dari tadi aku tidak ke mana-mana, aku ada di kamar memeriksa dokumen sekolah dan tugas murid-murid. Dan bicara tentang tugas, apa kau sudah mengerjakan tugas musim panasmu Gaara-kun ?" tanyaku sambil menghadap ke arah Gaara
" Sudah pasti aku sudah mengerjakannya, memangnya aku si nenek sihir merah itu, yang baru mengerjakan tugasnya." balas Gaara sambil mengejek Karin
" Aku dengar itu panda, dan jangan memanggilku dengan sebutan nenek sihir merah." balas Karin tak mau kalah
" Sudah diam kalian berdua " ucap ayah dengan penuh wibawa
" Baik tousan" jawab mereka dengan suara yang pelan
" Ada gerangan apakah hingga tousan pulang cepat, tidak biasanya."
" Apa tidak boleh kalau tousanmu pulang cepat Sakura ?" tanya suara lembut dari arah dapur
" Kaasan ! Aku kira kaasan akan pulang malam lagi." ucapku sambil mendekati ibu
" Putri kaasan sudah besar ya, rasanya baru kemarin kaasan melahirkanmu." kata ibu sambil mengusap pucuk kepalaku
" Tak terasa memang" timpal ayah
" Kenapa kaasan dan tousan berkata begitu, bukankah kalian setiap hari melihatku ?" tanyaku penasaran
" Begini Sakura, tousan dan kaasan berniat menjodohkan mu dengan putra kolega tousan dan besok kita akan menemui mereka." ucap ibu
" Dijodohkan ? Tapi kaasan aku belum mau menikah dan kenapa kalian memutuskannya tanpa bertanya padaku dulu ?" tanyaku dengan penuh rasa terkejut dan kecewa
" Itu karena kami pikir kamu tidak akan menolak untuk dijodohkan" jawab ayah dengan tenang
" Tapi aku belum mengenalnya tousan"
" Itu sebabnya kenapa besok kita menemui mereka Saki" jelas ibu
" Baiklah aku akan ikut besok, tapi kalau dia tidak sesuai kriteria pria yang kusukai aku boleh menolak perjodohan ini"
" Setuju !"
" By the way, malam-malam begini enaknya melakukan apa ya ? Ada yang punya ide ?" ucap ibu mencoba mencairkan suasana
" Bagaimana kalau barbeque party" usul Gaara yang sedari tadi hanya diam sekarang membuka suaranya
" Aku setuju, jarang-jarangkan kita pesta barbeque, apalagi saat bersama begini jarang sekali." timpal Karin
" Kalau begitu ayo kita siapkan keperluannya. Tousan dan Gaara menyiapkan meja dan panggangannya sedangkan kaasan, Karin , dan Sakura yang menyiapkan bahan makanan dan minumannya." instruksi ibu.
Kami sangat menikmati kebersamaan ini hingga tiba-tiba semua gelap, listrik padam. Untung saja bulan sedang purnama jadi malam ini tidak terlalu gelap. Tiba-tiba perasaanku menjadi gelisah, bukan karena kegelapan ini tapi ada suatu hal yang menggangguku satu hal yang sedari tadi kupikirkan, perjodohanku. Sepertinya aku harus me-refresh pikiranku dan kupikir jalan-jalan malam hari bukan hal yang buruk.
" Kaasan, aku mau keluar sebentar" pamitku pada ibu
" Kamu mau ke mana malam-malam begini ?" tanya ayah
" Hanya jalan-jalan di sekitar kompleks, untuk refresing mumpung sedang bulan purnama" kataku semeyakinkan mungkin
" Baiklah, tapi jangan lama-lama" ucap ibu memberi ijin
" Iya kaasan" jawabku seraya berjalan menjauhi rumah
Kulangkahkan kakiku menyusuri jalanan kompleks yang sepi. Pikiranku tak menentu, banyak yang kupikirkan saat ini- mengenai perjodohanku, pekerjaanku, dan perasaan gelisah yang baru saja menerpaku. Tak terasa langkahku berhenti di depan taman yang penuh dengan bunga sakura, kuedarkan pandanganku menyusuri seluruh penjuru taman. Tepat di bawah pohon terlihat siluet seseorang, dia sedang duduk di bangku taman. Pikiranku memerintahkan untuk menjauh dari tempat ini namun, hatiku berbanding terbalik dengan pikiranku-akhirnya kuturuti saja apa kata hatiku. Kudekati sosok itu-semakin dekat dan ternyata dia adalah Uchiha-sensei, tapi untuk apa dia ada di sini ?
" Hn. Akhirnya kau datang juga."
" Apa maksud anda Uchiha-san?"
" Ternyata berita itu benar, kau sudah mengalami amnesia-kau sudah melupakan janji kita"
" Janji ? Janji apa maksud anda ?"
" Janji kita 5 tahun yang lalu."
" Memang aku pernah mengalami amnesia tapi, janji apa yang aku lupakan ?"
" Dulu di sini, tepat di bangku ini-kita pernah berjanji. Kita akan bertemu lagi setelah 5 tahun yang akan datang di tempat dan waktu yang sama, " ucapnya sambil menatapku
" Sasuke-kun ?" aku tak percaya dengan apa yang kukatakan baru saja, tiba-tiba kepalaku berdenyut dan sebuah bayangan-memoriku yang kulupakan menyembur masuk ke kepalaku seperti air dan dari semua memori itu yang paling jelas adalah saat malam bulan purnama di taman ini.
~Flashback~
Di bawah sinar bulan purnama aku duduk sendiri di bangku sebuah taman-menunggu seseorang.
" Kau sudah datang ?"
" Kau lama Sasuke-kun. Aku sudah bosan menunggumu di sini."
" Gomen. Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" katanya sambil duduk di sebelahku
" Apa itu Sasu ?"
" Saat lulus nanti aku diminta tousan untuk meneruskan kuliah di luar negri-agar aku bisa meneruskan bisnisnya kelak"
" Tapi kenapa harus ke luar negeri ? Bukankah yangmeneruskan bisnis ayahmu itu Itachi-nii ?"
" Tousan sudah mendaftarkan ku di sana sehari setelah kita selesai ujian. Mengenai Itachi, dia menolak untuk meneruskan bisnis tousan dan lebih memilih untuk menjadi dokter"
" Kalau itu sudah menjadi keputusanmu aku bisa apa ", kataku mencoba tegar
" Arigatou Sakura, kau memang yang paling mengerti aku. Maukah kau berjanji satu hal Saku ?"
" Janji apa ?"
" Jnji untuk menungguku di sini 5 tahun lagi-diwaktu yang sama"
" Baik ! Aku berjanji ", ucapku sambil menautkan jari kelingking kami
" Aishiteru Sakura", ucapnya sambil memelukku
" Aishiteru mo Sasuke-kun", balasku sambil menyambut pelukannya
~End of Flashback~
" Sepertinya kau sudah mengingatnya."ucapnya seraya beranjak menghampiriku
" Sasuke-kun !" seruku sambilmenghambur kepelukannya
" Hn. Tadaima Saku" katanya sambilmengecup pucuk kepalaku
"Okaeri Sasuke-kun" ucapku menahan haru
" Terimakasih sudah menunggukuselama ini."
" Akujuga berterimakasih padamu karena sudah mengingatkanku akan kenangan yangsempat kulupakan"
" Sakura, apa kau sudah memiliki kekasih?"
" Mana mungkin aku bisa berpaling darimukalau hatiku saja masih ada bersamamu, tapi..."
"Tapi apa Sakura ?"
" Tapi aku sudah dijodohkan" ucapkusambil menundukkan kepala
" Dijodohkan ? Dengan siapa ?"
" Aku juga tidak tau, kata tousan dia anakkoleganya dan besok kami akan menemui mereka."
" Kaumenerima perjodohan itu ?"
" Ya, tapi dengan syarat kalau dia tidaksesuai dengan tipe pria idamanku, aku boleh menolak-dan merekamenyetujuinya"
" Kalau itu keputusanmu aku tidak bisamenentangnya namun, aku akan tetap menunggumu sampai kapanpun"
" Sasuke-kun sebenarnya apa tujuanmu menjadiguru di KHS ? Bukankah kau pernah mengatakan kalau kamu mau meneruskan bisnistousanmu ?"
" Itukarena aku mau membantumu."
" Membantu apa maksudmu Sasuke-kun ?"
"Membantu untuk mengingatkanmu tentang aku dan semua kenangan kita."
" Itu tidak menjawab pertanyaan keduaku Sasu"
" Sudah hampir jam 9, sebaiknya kau pulang" ucapnya tanpa berniat menjawab pertanyaanku
" Kau benar-sebaiknya aku pulang, kalaubegitu sampai jumpa lagi Sasuke-kun" ucapku seraya beranjak pulang
" Aku antar, "
" Ta-tapi..."
" danaku tidak menerima penolakan." sambungnya
"Baiklah kalau begitu"
Kami berjalan menyusuri jalanan kompleks yangsepi ditemani cahaya bulan purnama dan simfoni alam yang merdu-menambah syahdumalam ini. Tak terasa kami sudah sampai depan rumahku.
" Aku masuk dulu ya Sasu, hati-hati dijalan" ucapku sambil berjalan ke arah gerbang
" Sakura " ucapnya sambil menariktanganku dan... chuu-kejadiannya sangat cepat, sadar-sadar dia sudah menjauhkanbibirnya dari bibirku
" Oyasumi hime-sama" ucapnya sambilmelambaikan tangannya ke arahku
"Oyasumi mo oujo-sama" balasku lirih kemudian aku memasuki rumahku
" Tadaima !"
" Okaeri ! Kenapa lama sekali Sakura ?"tanya ibu
" Gomen kaasan, tadi aku bertemu temanlama-kami berbincang cukup lama jadi aku pulang agak terlambat"
" Kau membuat kami cemas Saki, untung kau sudahpulang. Kalau begitu lekas tidur karena besok kamu akan bertemu dengan calontunanganmu."
" Baik kaasan," jawabku sambil berjalan kekamarku dan bergegas tidur
~Keesokan Harinya~
" Sakura ! Cepat bangun !" teriakibu dari bawah
" Ugh ! Ternyata suara kaasan sangat membahana," gumamku setengah sadar
" Cepat turun, Sakura ! Kaasan tahukamu sudah bangun" teriaknya lagi
" Iya ! Aku turun !" ucapku setelah nyawaku terkumpul seluruhnya. Aku turun satelah aku menyegarkan diri.
" Ada apa kaasan ?" tanyaku setelahsampai di bawah
" Akhirnya kamu turun juga. Sini, coba baju ini," ucapnya sambil menyerahkan sebuah dress selutut berwarna merah muda
" Untuk apa Kaasan ?" tanyaku sambil tetap menerima dress itu
" Ya untuk acara nanti. Sudah sana cepat ganti, kaasan beri waktu 15 menit." Ucapnya sambil mendorongku ke arah kamarku
~SKIP TIME~
" Wah, nee-chan cantik sekali" puji Karin saat aku tiba di ruang keluarga
" Ternyata selera kaasan tidak salah" ucap kaasan dengan bangga
" Semua sudah siap kan ?" Tanya ayah
" Semua sudah siap !" jawab ibu dengan semangat
" Kalau begitu ayo segera berangkat sebelum mereka menunggu lama." perintah ayah
Ibu menarikku menuju mobil kami yang sudah berada di halaman rumah, kemudian mobil itu berjalan menjauhi rumah.
'Sebenarnya apa yang akan mereka lakukan padaku, membuatku penasaran saja.' gerutuku dalam hati
" Kaasan, kita mau kemana ?" tanyaku akhirnya
" Kita akan menemui calon tunanganmu Saki"
" Kenapa secepat ini, aku kira kita akan menemui mereka nanti malam." tanyaku bingung
" Sebenarnya pertemuannya memeng nanti malam tapi, mereka meminta pertemuan ini dimajukan. Jadinya pertemuan ini diadakan saat pagi." jelas ibu
" Hah... terserah kalian sajalah."
Setelah percakapan pendek tadi berakhir tidak ada lagi yang memulai pembicaraan. Akhirnya perjalanan yang membosankan ini berakhir di sebuah hotel yang sangat mewah yang kuyakini hanya orang-orang berkantong tebal saja yang mau menginap di sini.
" Ayo Sakura kita masuk." ajak ibu
Setelah menanyakan tempat pertemuannya pada resepsionis, kami menuju ke tempat yang dimaksud. Ternyata tempat pertemuannya ada di lantai teratas hotel ini-tepatnya di taman buatan. Setelah kami memasuki taman itu kami disambut oleh beberapa pelayan yang mempersilakan kami duduk di sebuah meja yang cukup besar yang memiliki sembilan tempat duduk- tiga diantaranya sudah terisi oleh dua orang lelaki dan seorang wanita yang sama-sama memiliki iris mata dan rambut berwarna hitam.
" Kalian sudah sampai ternyata." ucap wanita tadi
" Maaf kalau kalian sudah menunggu lama." balas ibu sambil cipika-cipiki dengan wanita tadi
" Wah ini pasti Sakura-chan" katanya seraya menghampiriku
" Iya, ini anakku Sakura."
" Sakura, ini Mikoto teman kuliah kaasan dulu" jelas ibu yang mengetahui tentang kebingunganku
" Tidak terasa kamu sudah sebesar ini" ucapnya sambil memegang lenganku
" Hn. Silakan duduk." ucap lelaki yang lebih tua
" Perkenalkan dia Fugaku-suami basan dan yang duduk itu Itachi-anak sulung basan." jelasnya sambil mengajak kami duduk
" Jadi langsung saja pada intinya." kata ayah sedikit jengah, ayah memang orang yang suka to the point jadi beliau tidak menyukai berbasa-basi dulu.
" Tunggu sebentar, masih ada yang kurang." jawab Bibi Mikoto
" Maaf telah membuat kalian menunggu lama." ucap seseorang dari arah pintu. Aku yang penasaran kemudian melihat siapa yang baru saja datang
" Sasuke-kun ?/Sakura ?" pekik kami bersamaaan
" Jadi kalian sudah saling kenal ya ?" tanya Bibi Mikoto
" Kaasan, apakah gadis yang kalian maksud itu Sakura ?"
" Iya, memangnya ada apa ?"
" Jangan bilang kalau gadis yang kau katakan pada niisan saat itu adalah Sakura ?" tanya Itachi pada adiknya
" Bagaimana niisan bisa tahu ?"
" Bukankah saat itu kau bilang kalau dia memiliki warna rambut pink ?"
" Sudahlah kalian berdua. Sasuke, cepat duduk" ucap sang kepala keluarga
" Baik Tousan." ucap mereka serempak
" Kalian berdua sudah tahu kalau kalian akan dijodohkan dan kebetulan kalian sudah saling mengenal jadi tidak perlu panjang lebar lagi, apakah kalian menerima perodohan ini ?" tanya Paman Fugaku
" Hn. Aku setuju." jawab Sasuke
" Bagaimana denganmu Sakura-chan ?" tanya Bibi Mikoto
" Aku setuju" jawabku sambil menunduk malu, pasti wajahku sudah semerah tomat
" Kalau begitu kami akan sekalian menentukan tanggal pernikahan kalian. Kalu kalian mau pergi salikan." kata Bibi Mikoto
" Hn. Kami pergi dulu," ucap Sasuke sambil menarik tanganku keluar
" Sasuke-kun kita mau kemana ?" tanyaku karena dia terus saja menyeretku entah kemana
" Hn."
" Sasu~" rajukku
" Kita sudah sampai" katanya sambil melepas genggaman tangannya
" Kenapa kita ke sini ?" tanyaku penasaran, pasalnya dia menyeretku ke sebuah taman di belakang gedung hotel
" Sakura, apa kau sudah tau kalau yang akan dijodohakn denganmu itu adalah aku ?"
" Apa maksudmu ? Jelas-jelas aku tidak tahu."
" Kukira perjuanganku akan berakhir di tengah jalan"
" Maksudmu apa Sasu?"
" Bukan apa-apa. Jadi aku tanya padamu apakah kau, Sakura Haruno manarimaku sebagai teman hatimu untuk selamanya?"
" Sasuke-kun bukankah tadi ayahmu sudah menanyakannya?"
" Yang tadi itu tidak masuk hitungan dan aku mau aku sendiri yang melamarmu bukan orang lain."
" Tentu aku mau." jawabku sambil memeluknya
" Hn. Arigatou Sakura." ucapnya sambil membalas pelukanku
" Selamat datang di dunaiku Sakura Uchiha."
Dan seperti itulah kehidupanku dan segala kebahagiaannya.
~FIN~
.
.
.
Akhirnya tamat juga maaf kalau ada kesalahan dan terimakasih buat semua yang udah mau mereview ceritaku yang aneh ini.
