Nae eomma is a Beauty Chef

.

Cast : Jung (Kim) Jaejoong (26 tahun)

Jung Yunho (28 tahun)

Other Cast : Jung (Shim) Changmin (3 tahun)

Genre : YAOI/Shonen-ai/Family/Humor

Note : Cerita ini asli milik saya. Ini adalah sequel dari Beauty Chef yang dulu. Melihat banyak yang ngga rela ceritanya tamat di chap 3 kemaren, jadi saya berniat untuk membuat cerita lainnya. Semoga kalian berkenan. ^^

Warning : Cerita nggak jelas dan pasaran, typo(s)bertebaran, kesalahan eja, bahasa tak baku.

::: Cerita ini adalah YAOI, jadi bagi yang tak suka silakan minggat :::

.

.

Ja, tanoshimi ni oyomi kudasai

.

.

.

DOUZO

::

..

YUNJAEMIN

..

::

Last chap

.

"Umma, umma mau macak apa?" tanya Changmin saat melihat sang eomma yang tengah memotong-motong daging itu. Ia sedikit penasaran masakan apa yang akan dibuat hari ini oleh sang eomma tercinta.

"Umm, ini eomma mau membuat da-, ughhh..."

Belum sempat Jaejoong meneruskan kalimatnya, susatu merangsek naik melewati tenggorokannya. Sebenarnya sudah sedari tadi ia merasakan sedikit tak enak pada tubuhnya.

"Ughh..hoek..hoek." dan iapun akhirnya memuntahkan isi perutnya.

"UMMA!"

.

.

.

Seorang namja cilik yang kita ketahui bernama Changmin, kini tengah duduk diam sambil menatap sedih kearah seorang namja cantik yang kini tengah meneguk air putih dihadapannya. Yah, tadi namja cantik itu-Jaejoong-baru saja memuntahkan isi perutnya, alhasil kini ia sedikit merasakan sakit ditenggorokannya.

"Umma~" lirih Changmin memanggil sang eomma dan membuat Jaejoong mengalihkan pandangannya kearah Changmin.

"Ne chagi, waeyo hmm?" tanya Jaejoong sambil kini perlahan mendekat kearah duduk Changmin, iapun mengusap sayang rambut tebal Changmin sambil menatap mata bulat putranya.

"Umma kenapa?" tanya Changmin lagi dengan wajah sedih yang sangat kentara, apalagi mata bulatnya kini sudah tergenang oleh airmata. "Umma kenapa muntah-muntah? Umma cakit?" lanjutnya lagi dan segera membuat Jaejoong tersenyum.

"Anio, eomma gwencanha." jawab Jaejoong sambil tersenyum, "Kau mengkhawatirkan eomma?" tanya Jaejoong lagi dan mendapat anggukan dari Changmin. Jaejoongpun semakin mengembangkan senyumnya, lalu mencondongkan tubuhnya kedepan guna memeluk tubuh Changmin. Aigoo, ia sangat bersyukur karena Changmin sangat menyayanginya seperti ini.

"Anio, eomma gwencanha. Gomawoyo."

"Hiks..hiks..huwee..ummaa~"

Dan pecahlah tangis Changmin saat Jaejoong memeluknya. Sejujurnya ia sangat takut saat melihat eommanya muntah-muntah tadi. Ia tak pernah melihat eommanya itu muntah seperti itu, dan alhasil iapun berfikiran macam-macam tentang eommanya itu.

"Uljimayo. Eomma gwencanha. Kka, uljima~"

"Hiks..Min takut. Hiks..umma jangan cakit~" kata Changmin disela tangisnya dan membuat Jaejoong melepaskan pelukannya pada tubuh Changmin lalu menatap wajah putranya itu.

"Umm. Eomma tak akan sakit, karna Minie pasti akan menjaga eomma kan?" ucap Jaejoong dan mendapat jawaban berupa anggukan dari Changmin. Jaejoongpun lalu menghapus airmata dari wajah Changmin dan mengecup pipi tembam putranya itu.

Cup

Cup

"Kka, jangan menangis lagi. Sekarang kita makan siang ne. Minie sudah lapar bukan?" tanya Jaejoong berusaha membuat Changmin ceria lagi.

Changminpun kini mulai tersenyum lagi setelah melihat wajah sang eomma yang tersenyum cerah. Sekarang ia yakin kalau eommanya itu tidak sakit.

"Hmm, Min lapel umma~ kajja makan~" jawabnya ceria dan langsung meminta gendong kepada Jaejoong. Jaejoongpun dengan senang hati menggendong tubuh montok Changmin dan membawanya kemeja makan.

::

::

YUNJAEMIN

::

::

Sore menjelang.

Setelah memandikan Changmin, kini Jaejoong dan Changmin tengah menunggu kedatangan kepala keluarga mereka a.k.a Jung Yunho, yang nampaknya hari ini sedikit terlambat pulang dari kantor. Yah, tadi Yunho sudah menghubungi Jaejoong kalau ia sedikit telat pulang karena ada rapat mendadak, dan menyuruh istrinya itu untuk tak menunggunya untuk makan malam.

Sekarang, setelah makan malam berdua, Jaejoong dan Changminpun akhirnya memilih menonton sembari menunggu Yunho pulang.

"Umma, umma becok ada cuting nggak?" tanya Changmin setelah acara kartun favoritnya selesai. Iapun mendekat kearah Jaejoong-yang nampak sibuk dengan kertas-kertas dipangkuannya-sambil merentangkan tangannya tanda ingin digendong.

"Nde? Ah, ne. Besok eomma ada jadwal shooting. Waeyo?" tanya Jaejoong sambil kini menyingkirkan kertas-kertas itu dari pangkuannya lalu mengangkat tubuh Changmin dan memangkunya.

"Umma cutingnya dimana?" tanya Changmin lagi sambil kini memeluk leher sang eomma sambil menyusupkan wajahnya didada Jaejoong.

"Di studio chagi. Waeyo?" tanya Jaejoong lagi sambil mengusap-ngusap sayang punggung Changmin, nampaknya putranya itu sudah mengantuk.

"Min pengen ikut umma~ Min boleh ikut ne~" rengek Changmin yang ternyata ingin ikut pergi shooting bersama sang eomma. Iapun mengerjabkan matanya mengeluarkan jurus puppy eyesnya menatap Jaejoong.

Jaejoongpun terkekeh pelan melihat tingkah Changmin, putranya ini begitu manis saat tengah ada hal yang diinginkannya. Iapun tak tahan untuk tak mencium gemas pipi gembul sang putra.

Cup~

"Tentu. Minie boleh ikut." jawab Jaejoong setelah mengecup pipi Changmin, dan membuat Changmin memekik girang dan menubruk kencang tubuh sang eomma.

"Holeee, gomawo umma~" teriaknya kencang merasa senang karena diperbolehkan ikut ke lokasi shooting oleh sang eomma.

"Ne, tapi nanti jangan nakal ne disana." kata Jaejoong lagi dan segera Changmin mengangguk semangat. Ah, sekedar informasi saja, kalau Changmin sangat suka ikut pergi ke lokasi shooting sang eomma. Karena disana ia bisa mendapat banyak makanan, belum lagi ia juga bisa merasakan resep baru yang dibuat oleh sang eomma, dan menghabiskan apa saja masakan yang dibuat oleh sang eomma.

"Ne, Min janji!" ucapnya girang dan segera setelahnya memeluk erat tubuh Jaejoong bertepatan dengan suara sang kepala keluarga yang baru saja tiba.

"Appa pulang~"

"APPA!" teriak Changmin dan segera berlari menyambut sang appa, iapun langsung merentangkan tangannya minta digendong.

Hup

"Appa, celamat datang." katanya lagi sambil tersenyum lebar pada Yunho.

Cup

"Umm, apa Minie sudah makan malam?" tanya Yunho setelah mengecup pipi Changmin, iapun berjalan mendekat kearah Jaejoong.

"Cudah appa, appa kenapa balu pulang?"

"Mian, tadi ada rapat di kantor jadi appa pulang terlambat."

"Yunie mandilah dulu, setelah itu makan, aku akan memanaskan masakannya dulu." kata Jaejoong dan hanya diangguki oleh Yunho.

"Appa mandi dulu ne, Minie mau menonton atau-"

"Min mau ikut umma~" jawab Changmin cepat memotong ucapan sang appa.

"Arraseo. Kka, gendong sama eomma." kata Yunho dan perlahan menyerahkan tubuh montok Changmin pada Jaejoong sebelum akhirnya melangkahkan kakinya menuju kamar untuk membersihkan diri. Sementara Jaejoong segera membawa tubuh montok Changmin ke dapur guna menghangatkan masakan untuk suaminya.

.

.

.

Yunho kini tengah asik menyantap makan malamnya, yah, walaupun ini sudah cukup larut untuk dinamakan makan malam. Changminpun tak ketinggalan ikut makan, walaupun tadi ia sudah makan malam namun yang namanya Changmin tak akan tahan jika hanya melihat makanan yang tersaji dihadapannya. Namun keinginannya hanya tinggal keinginan, karena Jaejoong melarangnya kembali makan. Iapun kini harus puas dengan hanya memakan buah-buahan, sesekali nampak Yunho yang menggoda Changmin dengan mengarahkan satu sendok penuh masakan Jaejoong kearah bocah montok itu dan membuat Changmin mempoutkan bibirnya sebal.

"Ah Yunie, besok aku akan mengajak Minie ke lokasi shooting." kata Jaejoong dan hanya diangguki oleh Yunho.

"Arra, besok aku akan mengantar kalian." jawab Yunho dan setelahnya kembali ia melanjutkan makannya. Yunhopun makan dengan tenang dan sesekali nampak ia menanggapi cerita Changmin tentang kegiatannya sepanjang siang bersama sang eomma.

"Teluc umma muntah-muntah dan Min jadi takut. Min gak mau kalo umma campe cakit~" kata Changmin saat menceritakan betapa ia ketakutan saat melihat sang eomma muntah-muntah siang tadi. Yunhopun langsung mengernyit bingung saat mendengar kata muntah-muntah keluar dari bibir anaknya.

"Eomma muntah-muntah?" ulangnya lagi seakan mempertegas.

"Ne appa." jawab Changmin dan segera Yunho menghentikan acara makan malamnya.

"Benarkah itu Boo? Apa kau muntah-muntah siang tadi? Kenapa kau tak bercerita padaku? Apa kau sakit?" cecar Yunho memberondong Jaejoong dengan berbagai macam pertanyaan, hoho, nampaknya jiwa protektif Yunho kembali keluar(?).

"Anio, aku tak sakit Yunie. Mungkin aku hanya masuk angin, jadi Yunie tak perlu khawatir." jawab Jaejoong sambil menggelengkan kepalanya.

"Tapi kenapa kau tak bercerita? Setidaknya kau mengabariku."

"Arraseo, mianhae. Aku tak ingin membuatmu cemas jadi aku tak mengabarimu. Mianhae jika tindakanku salah."

Yunhopun menghela nafas sejenak, sebelum akhirnya kembali menatap Jaejoong, "Anio. Kau malah membuatku terlihat seperti suami yang kurang perhatian jika seperti itu. Jadi mulai sekarang kau jangan menyembunyikan hal sekecil apapun dariku. Akupun juga sama, aku tak akan menyembunyikan apapun darimu." kata Yunho dan perlahan tangannya terulur menggenggam tangan Jaejoong yang berada dihadapannya.

"Arraseo Yunie, mianhae."

"Ne, jangan diulangi ne." kata Yunho dan hanya mendapat anggukan mengerti dari Jaejoong. "Minie juga eoh, Minie juga harus menjaga eomma. Kalau eomma sakit, Minie harus segera memberitahukannya kepada appa, arrachi?"

"Umm, allaco appa~" jawab Changmin semangat sambil tersenyum lebar. "Hoaahmmm, Min udah ngantuk umma~" lapor Changmin lagi dengan mata yang sudah setengahnya terpejam.

"Minie sudah mengantuk, jja, kita tidur di kamar ne. Tapi sebelumnya kita sikat gigi dulu." ucap Jaejoong dan segera mengangkat tubuh montok Changmin, "Aku akan menidurkan Minie dulu, selesaikan makanmu dan taruh saja piringnya disana. Nanti biar aku yang membersihkannya."

"Arraseo."

"Jja Minie, bilang selamat tidur dulu sama appa."

"Jalja..hoahmm..yo appa~"

Cup

"Ne jaljayo Minie, mimpi indah eoh." kata Yunho setelah memberikan kecupan manis dipipi bulat sang putra.

::

::

YUNJAEMIN

::

::

Pagi menjelang

Nampak kini namja cantik yang merupakan eomma bagi Changmin itu terlihat sibuk mengolah bahan makanan di dapur mewah kediaman Jung Yunho. Hari ini ia tak memasak banyak, mengingat siang nanti ia ada jadwal shooting. Setelah memutuskan menikah dengan Yunho, sebenarnya Yunho sempat melarang Jaejoong untuk melanjutkan profesinya sebagai seorang chef, namun memang pada dasarnya Jaejoong tak bisa lepas dari masak-memasak, maka dari itu Yunhopun akhirnya mengizinkan Jaejoong untuk terus melakukan shooting, namun dengan catatan hanya diambil jika ia tak mengganggu waktu kebersamaannya dengan keluarga.

"Um..ma~"

Sebuah suara segera terdengar menyebabkan Jaejoong menghentikan sebentar kegiatan masaknya, iapun menolehkan wajahnya kearah suara dan menemukan seorang bocah montok a.k.a Jung Changmin yang tengah berjalan pelan kearahnya sambil mengucek matanya. Ah, nampaknya ia baru saja bangun tidur.

"Ne chagi, waeyo? Kau sudah bangun hmm?" tanya Jaejoong dan segera membawa tubuh montok Changmin kedalam gendongannya tanpa lupa mematikan terlebih dulu kompornya. Changminpun segera melingkarkan tangannya keleher sang eomma dan merebahkan kepalanya dibahu Jaejoong.

"Humm, Min udah bangun umma." jawab Changmin dengan suara lemah dan kembali perlahan matanya terpejam saat merasakan usapan sayang sang eomma di punggungnya.

"Appa eodiya?" tanya Jaejoong lagi dan hanya mendapat jawaban berupa gelengan dari Changmin. "Jja, sekarang Minie mandi dulu ne, eomma masih membuat sarapan. Kenapa kau bangun pagi sekali eoh hari ini?" tanya Jaejoong sambil berjalan menuju kamar pribadinya bersama Yunho, bermaksud untuk membangunkan suami tercintanya itu dan menyuruhnya mandi bersama Changmin.

Srett

Brughh

"Yunie, ireona." ucapnya pelan setelah merebahkan Changmin disebelah Yunho, iapun mengguncang pelan badan Yunho.

"Yunie ireona, kajja mandikan Minie." katanya lagi namun sama sekali tak berefek apapun pada Yunho, sementara Changmin, aihh, anak itu malah sekarang merangkak menuju kearah Yunho dan menyusupkan badannya diantara badan Yunho lalu memeluk tubuh besar sang appa dan mulai kembali memejamkan matanya XD

"Aiss, appa dan aegya sama saja." gumam Jaejoong namun dengan senyum menghiasi wajahnya, iapun perlahan bangkit menuju jendela yang ada di kamarnya lalu membuka gordennya.

Srettt

"Ughh." lenguhan terdengar dari Yunho saat perlahan cahaya matahari masuk dan menyilaukan matanya, iapun perlahan membuka mata musangnya lalu mengernyit pelan. "Ughhh.."

"Yunie, ireona." kata Jaejoong lagi dan kembali duduk dipinggir tempat tidur, iapun mengusap wajah Yunho dan tersenyum geli melihat wajah bangun tidur sang suami.

"Ukh, Boo~" panggil Yunho saat samar-samar melihat Jaejoong disebelahnya, maklum saja mata sipit appa gom ini belum sepenuhnya terbuka, jadi ia hanya melihat samar-samar wajah sang istri.

"Ne, Yunie. Jja palli ireona. Mandi dan setelah itu kita sarapan." kata Jaejoong lagi dan kali ini beralih melihat Changmin yang nampak masih nyaman meringkuk memeluk tubuh sang appa. "Minie, kajja ireona. Bukankah Minie ingin ikut eomma shooting?" lanjutnya lagi sambil mengguncang tubuh Changmin.

"Omo Minie?" pekik Yunho terkejut karena baru sadar jika sang anak tengah memeluknya, ia kira yang tengah memeluknya tadi adalah Jaejoong. Iapun perlahan melepaskan pelukan Changmin lalu beralih mengangkat anaknya itu lalu memeluknya.

"Yah, bangun pemalas." katanya lagi sambil mengecupi wajah Changmin, membuat Changmin merasa kegelian dan akhirnya mulai terbangun.

"Hihi, geli appa~" jawab Changmin lemah sambil berusaha menghindari dari ciuman sang appa, iapun menggeliatkan badannya kesana-kemari dan membuat Yunho dan Jaejoong tertawa.

"Sudah Yunie, kajja kalian mandilah. Eomma akan melanjutkan membuat sarapan, lalu kita sarapan bersama." kata Jaejoong dan perlahan bangkit dari duduknya, namun tangan Yunho lebih dulu menahannya lalu menariknya pelan dan akhirnya Jaejoong kembali terduduk, kesempatan itu segera dimanfaatkan Yunho untuk mengambil jatah morning kissnya untuk pagi ini.

Chu~

Sementara Changmin langsung menutup kedua matanya saat melihat sang appa yang memakan bibir sang eomma.

"Hmphh..Yunh.." erang Jaejoong dan membuat Yunho semakin semangat menciumnya, sebelum pertanyaan polos Changmin terdengar.

"Appa, eomma, apa kalian cudah celecai?" tanya polos Changmin dan membuat Yunho melepas kulumannya di bibir Jaejoong lalu tertawa pelan. Iapun perlahan melepaskan tangan Changmin yang sedari tadi menutupi matanya dari adegan 19+ yang dilakukan kedua bumonimnya.

"Haha, kau ini. Kau juga mau?" tanya Yunho dan kemudian dengan cepat mengecup pipi tembam Changmin.

"Jja, Yunie mandikan Changmin ne, aku akan melanjutkan membuat sarapan." kata Jaejoong lagi dan mulai beranjak dari sana, meninggalkan dua namja tampan yang kini juga mulai beranjak ke kamar mandi.

"Ciap umma~"

::

::

YUNJAEMIN

::

::

Setelah melakukan sarapan bersama, kini keluarga bahagia YunJaeMin tengah dalam perjalanan menuju lokasi shooting Jaejoong. Nampak Changmin yang terlonjak girang dipangkuan Jaejoong karena akhirnya kembali bisa ikut sang eomma shooting, yah seperti biasa, ada udang dibalik bakwan dengan keinginan Changmin ikut Jaejoong shooting, apalagi kalau bukan guna mencicipi hasil masakan sang eomma yang akan dibagikan untuk para kru jika shooting sudah selesai.

"Minie kelihatan senang sekali eoh ikut eomma pergi shooting?" tanya Yunho ditengah perjalan mereka menuju Cube studio-tempat dimana shooting acara Jaejoong berlangsung, Changminpun menolehkan wajahnya kearah Yunho sambil tersenyum lebar.

"Iya dong, coalnya nanti kan Minie dapet lacain macakan umma!" jawabnya girang dan membuat Yunho gemas lalu mengacak rambut tebal sang putra.

"Aiss, harusnya appa sudah bisa menebaknya." kata Yunho sambil tertawa pelan, "Kka, nanti kau harus membagi hasil masakan eomma dengan appa eoh?" lanjutnya lagi dan langsung saja membuat Changmin menatapnya tajam.

"Chiluh!" teriak Changmin dengan kencang dan membuat kedua bumonimnya terlonjak kaget.

"Aiss, arra arra. Tak usah berteriak begitu juga." jawab Yunho sambil terkekeh geli, hah, ia sangat paham watak sang putra, tadi ia hanya ingin menggoda putra semata wayangnya itu.

"Minie tak boleh berteriak begitu ne." nasehat Jaejoong lembut namun diam-diam ia juga tersenyum geli melihat tingkah Changmin, "Kau juga Yunie, jangan menggodanya begitu." lanjut Jaejoong lagi kali ini menasehati suami beruangnya.

"Haha, ne arraseo." jawab Yunho dan bertepatan dengan mereka yang sudah sampai di Cube studio. Segera saja Changmin meloncat kegirangan dan sudah tak sabar untuk masuk ke dalam.

"Kajja umma, palli~"

"Ne ne, sabar chagi."

Ceklek

Jaejoongpun segera membuka pintu mobilnya lalu dengan semangat Changmin berlari keluar, "Yah Minie, mau kemana. Sini dulu, pamitan sama appa." teriak Jaejoong sedikit kencang karena Changmin sudah berlari masuk kedalam studio.

"Ne umma~"

Tap

Tap

Tap

"Dasar anak itu. Bersemangat sekali." kata Yunho dan tertawa pelan melihat tingkah Changmin, iapun perlahan mendekat kearah Jaejoong dan memeluk sayang pinggang Jaejoong, "Jam berapa selesai shootingnya Boo? Aku akan menjemputmu." tanya Yunho bertepatan dengan Changmin yang sudah berdiri disebelahnya.

"Molla, sebaiknya kau tak usah menjemputku. Aku bisa pulang naik taksi atau menumpang dengan Junhyung." jawab Jaejoong sambil perlahan mengangkat tubuh Changmin yang sudah merentangkan tangannya meminta digendong olehnya.

"Arraseo, jja, nanti siang kita makan bersama ne. Appa akan menunggu kalian di kantor." kata Yunho lagi dan kini beralih menatap Changmin.

Cup

"Jangan nakal ne." lanjutnya setelah mencium pipi Changmin.

"Allaceo appa~"

Cup

"Jja aku berangkat." kata Yunho lagi setelah mengecup kening Jaejoong.

"Ne, hati-hati." jawab Jaejoong sambil tersenyum manis, "Kka Minie beri salam pada appa."

"Daa appa, jangan ngebut dijalan ne~" kata Changmin dan membuat Yunho gemas, iapun mengacak rambut Changmin sebelum benar-benar melangkah masuk kembali kedalam mobilnya.

"Daaa appa~" teriak Changmin lagi dan perlahan mobil Yunhopun berjalan lalu menghilang ditikungan jalan.

::

::

YUNJAEMIN

::

::

Jaejoong nampak serius menjalani shooting kali ini, ia tak ingin membuang waktu dengan melakukan take berulang. Apalagi kali ini ia ditemani Changmin, membuat semangatnya bertambah karena sang putra yang terus berteriak menyemangatinya.

"Yee umma, paiting.. Paiting~~" teriak Changmin semangat dan membuat suasana shooting kali ini semakin hidup.

Ah ya, semua kru sudah tahu hubungan antara Jaejoong dan bocah gembul itu, dan saat pernikahan Yunho dan Jaejoong berlangsungpun mereka turut memberi restu dan hadir diacara sakral itu. Jadi jangan terkejut karena mereka tak merasa heran dengan panggilan Changmin kepada chef cantik itu.

"Selanjutnya kita akan bakar dagingnya, dan jangan lupa oleskan bumbu yang tadi sudah kita buat untuk menambah cita rasa pada dagingnya."

"Huwaa umma, Min mau~" pekik Changmin girang saat melihat Jaejoong membolak-balikkan daging diatas pangganggan, Changminpun bersiap berlari kearah Jaejoong karena sudah tak kuat mencium aroma harum dari masakan sang eomma, sebelum tarikan kecil dibajunya yang menyebabkan dirinya hanya berlari ditempat XD

"Diam disini dan jangan mengganggu eommamu!" dengus kesal seorang namja yang menggagalkan aksi Changmin yang hendak berlari itu, Changminpun memutar kepalanya kebelakang dan memasang wajah kesal.

"Huh, hyung nappeun!" teriak Changmin cukup kencang dan menatap Dongwoon-orang yang menarik Changmin itu-dengan tajam. Masih ingat bukan jika Dongwoon adalah sutradara dari program memasak ini?

"Terserah. Kau mau diam atau aku tak akan memperbolehkanmu lagi untuk datang kesini!" ancam Dongwoon lagi merasa sedikit sebal dengan tingkah Changmin. Yah, selain membuat suasana shooting menjadi lebih hidup, terkadang sifat Changmin yang gemar makan itu menyulitkan dirinya. Changmin kerap kali merengek meminta makan saat proses shooting berlangsung, apalagi jika akan makanan favoritnya yang dijadikan bahan.

"Ne Woonie hyung jelek, Min gak akan cali umma." jawab Changmin akhirnya walau dengan nada ketus dan wajah yang masih menampilkan raut kesal.

"Bagus, jja kau duduk disini saja bersamaku. Kita lihat eommamu dari sini saja." kata Dongwoon lagi dan mengajak Changmin untuk duduk dikursi bersamanya, dipangkunya tubuh montok Changmin lalu mulai mengamati Jaejoong dari layar monitor dihadapannya.

"Daging kita sudah matang, saatnya untuk mengangkat. Hati-hati ini masih sangat panas." ucap Jaejoong sambil perlahan memindahkan daging panggangnya keatas piring, lalu menunjukkan kepada kamera hasil panggangannya.

Glup

Glup

Glup

Changminpun meneguk ludah ngiler melihat hasil masakan sang eomma yang terpampang jelas dilayar monitor dihadapannya, iapun mengulurkan tangannya hendak menyentuh layar monitor itu.

"Apa yang kau lakukan?" desis Dongwoon kesal saat pandangan matanya yang terhalangi tangan montok Changmin. Iapun segera menepis tangan Changmin agar tak menghalangi pandangannya lagi.

"Min mau~" rengek Changmin lagi menatap penuh minat kelayar, ah tepatnya kearah masakan Jaejoong. Dongwoonpun hanya menggeleng pelan melihat kelakuan Changmin, namun diam-diam ia tersenyum geli melihat tingkah alay bocah montok itu.

"Setelah shooting selesai, kau bisa makan sepuasmu. Jadi lebih baik sekarang kau diam supaya proses shootingnya berjalan cepat. Arrachi?"

"Ne allaco!" jawab Changmin lemah tanpa melepaskan barang sedetikpun pandangannya dari layar monitor.

"Yaa, owatta. Ini dia, beef smoke with goshujang sous ala chef Hero. Oishii sou da ne." kata Jaejoong diakhir sambil menyodorkan hasil masakannya kearah kamera.

"OICHI OICHI~" pekik kencang Changmin saat melihat hasil masakah sang eomma yang terlihat begitu menggiurkan dari layar monitor, dan membuat semua kru yang ada disana terlonjak kaget. Changminpun tanpa pikir panjang segera turun dari pangkuan Dongwoon dan berlari kencang menuju sang eomma, menengadahkan tangannya sambil tersenyum lebar.

"UMMA~" rengeknya lagi dan membuat Jaejoong hanya menggelengkan kepalanya merasa geli. Untung saja shooting sudah berakhir, kalau tidak mungkin aksi berlari Changmin tadi sudah terekam oleh kamera.

"Astaga Minie, kau tak bisa bersabar sedikit eoh?" kekehnya geli sambil menyerahkan hasil masakannya pada Changmin, yang diterima dengan senang hati oleh bocah gembul itu. "Kka, makanlah disana bersama Junhyung hyung. Eomma harus membereskan ini dulu." kata Jaejoong lagi menyuruh Changmin untuk menyingkir dari kitchen setnya.

"Allaco umma~" jawab Changmin girang dan segera berlari menuju tempat dimana Junhyung berada, sementara Jaejoong dibantu kru lainnyapun segera membereskan tempat memasak tadi.

"Jae hyung, biar kami saja yang membereskannya, temani saja anak hyung makan." kata seorang kru menghampiri Jaejoong dan mengambil alih pekerjaan Jaejoong yang tengah menata kembali set pisaunya.

"Ah, ne. Gomawoyo Gikwang-ah." jawab Jaejoong dan tersenyum manis pada Gikwang, iapun menyerahkan semua pekerjaannya pada kru lainnya lalu berjalan menuju tempat Changmin.

"Good job Jae hyung. Gomawo untuk hari ini." kata Dongwoon sambil berjalan menghampiri Jaejoong.

"Ne, cheonmaneyo." jawab Jaejoong sambil terus melangkahkan kakinya dan tak menyadari sebuah kabel besar melintang dihadapannya, sampai-

"Huwaa-"

Srett

Brukk

Grepp

"Jae hyung!" pekik Dongwoon kaget melihat Jaejoong yang hampir tersungkur dihadapannya, untung saja ia cepat bertindak sebelum tubuh kecil Jaejoong membentur lantai. Alhasil kini posisi mereka sedikit err..ya begitulah. Jaejoong kini tengah berada didalam pelukan Dongwoon dan andai saja hal ini dilihat oleh tuan beruang kita, saya tak berani membayangkan bagaimana nasib suami saya (red : Dongwoon #abaikan) selanjutnya XD

"Hyung, gwencanha?" tanya Dongwoon dan perlahan membantu Jaejoong agar berdiri.

"Eoh, ne gwencanha. Gomawo." jawab Jaejoong dan perlahan melepaskan pelukan Dongwoon, iapun merapikan sedikit bajunya dan tersenyum canggung.

"Ne cheonma. Hampir saja, untung hyung tak terja-"

Singgg

Plukkkk

"Awwww!" belum sempat Dongwoon menyelesaikan kalimatnya, segera saja teriakan kesakitan terdengar darinya. Dan bisa kita lihat tadi, sebuah spatula(?)melayang bebas dan tepat mengenai kepala belakangnya.

"Yah! Siapa yang tadi melempariku?" teriaknya kencang sambil mengusap kepalanya yang berdenyut, iapun menatap tajam kesegala arah mencari siapa yang bertanggung jawab.

"HYUNG JELEK JANGAN PELUK-PELUK UMMA MIN!" teriakan yang tak kalah kencang dari Dongwoon segera terdengar dan membuat Dongwoon mengarahkan pandangannya kearah seorang bocah montok yang kini tengah menatap tak kalah tajam kearahnya. Bahkan bocah cilik itu sudah berkacak pinggang sambil mempoutkan bibirnya sebal.

"Yah bocah! Kenapa kau melempariku hah!" balas Dongwoon lagi setengah berteriak merasa sebal juga dengan kelakuan bocah itu yang tak lain adalah Changmin, hei apa salah dirinya coba hingga Changmin melemparinya spatula(?)yang entah didapatnya darimana.

"HYUNG JANGAN PELUK-PELUK UMMA MIN. HYUNG MECUM!" teriak Changmin lagi dan membuat semua mata yang ada disanapun membulat sempurna saat mendengar teriakan Changmin. Namun selanjutnya, mereka semua berusaha menahan tawa gara-gara perkataan terakhir Changmin yang mengatakan jika seorang Dongwoon mesum.

"Hmpfff..."

"Yah, apa maksudmu bocah! Tadi aku kan menolong eommamu! Aisss-" frustasi Dongwoon benar-benar merasa kesal dengan tingkah Changmin, hei, yang benar saja. Ia kan hanya berniat untuk menolong Jaejoong tadi.

Kasihan sekali uri Dongwoon, ternyata walaupun kejadian tadi tak dilihat oleh tuan beruang, namun ternyata kejadian itu dilihat oleh anak tuan beruang yang sifatnya sama-sama over protec kepada Jaejoong XD

"Aiss Minie tak sopan." kata Jaejoong sedikit merasa gemas juga dengan tingkah Changmin, "Mianhae Dongwoon-ah." lanjutnya lagi karena merasa tak enak pada Dongwoon.

"Aiss hyung, sebaiknya kau amankan anakmu, sebelum aku-" ucap Dongwoon sengaja menggantung kalimatnya dan digantikan dengan tangannya yang perlahan terangkat lalu membuat gerakan saling meremas.

"Arraseo, mianhae atas kelakuan Minie ne. Jeongmal mianhae." kata Jaejoong lagi sebelum akhirnya beranjak menuju tempat Changmin bersiap memberi pengertian pada putranya itu.

"Yah, apa yang kalian lihat! Cepat lanjutkan pekerjaan kalian!" bentak Dongwoon lagi sambil menatap garang kearah kru yang ternyata malah menontoni dirinya.

"Yee~"

"Aiss, sial sekali aku hari ini." gerutu Dongwoon benar-benar merasa kesal.

Sementara itu di tempat JaeMin

"Huh! Umma nappeun! Kenapa peluk-peluk hyung jelek itu!" teriak Changmin begitu Jaejoong tiba dihadapannya, Jaejoongpun hanya menggeleng dan menghela nafasnya.

"Minie, tadi itu Dongwoonie hyung hanya menolong eomma. Minie tak lihat tadi eomma hampir terjatuh hmm? Kalau tadi Dongwoonie hyung tak menolong eomma, mungkin saja eomma akan terjatuh. Minie tak sedih jika eomma terjatuh?" jawab Jaejoong berusaha memberi pengertian pada Changmin.

Sebenarnya ia merasa kesal dengan tingkah Changmin yang melempari Dongwoon dengan spatula seperti tadi, namun jika ia meneliti lebih dalam, iapun tersenyum senang saat sadar jika kelakuan Changmin itu semata-mata karena Changmin begitu peduli dan sangat protektif kepadanya. Itu tandanya jika Changmin sangat menyayanginya bukan?

"Anio, Min gak mau umma jatuh." jawab Changmin sambil menundukkan wajahnya.

"Arraseo, eomma tahu Minie sayang sama eomma, tapi tadi tindakan Minie itu salah. Minie tak boleh melempari Dongwoonie hyung dengan spatula begitu. Dongwoonie hyung hanya membantu eomma, bukannya sengaja ingin memeluk eomma." kata Jaejoong lembut sambil mengusap sayang rambut tebal Changmin.

"Ne umma allaco. Mianhae." ucap Changmin terdengar begitu menyesal, iapun mendongakkan kepalanya melihat sang eomma dengan airmata yang sudah menggenang dipelupuk matanya.

"Aigoo, ne. Uljimayo. Kka, Minie harus minta maaf sama Dongwoonie hyung ne. Kajja." ajak Jaejoong dan segera menuntun Changmin menuju kearah Dongwoon yang tengah sibuk dengan sebuah skrip ditangannya.

"Dongwoonie hyung~" panggil Changmin setelah sampai didekat Dongwoon, Dongwoonpun segera menoleh dan mendapati bocah nakal yang tadi melemparinya spatula itu. Iapun perlahan membalikkan badannya lalu berjongkok dihadapan Changmin.

"Eoh ne. Wae?" tanyanya masih dengan nada sedikit kesal.

"Dongwooie hyung, mianhae tadi Min lempal hyung dengan cepatula." jawab Changmin sambil menatap Dongwoon dengan sejuta rasa penyesalan diwajahnya, iapun menoleh kearah sang eomma saat tak mendengar jawaban apapun dari Dongwoon.

Jaejoongpun hanya mengangguk dan tersenyum memberi semangat.

"Dongwoonie hyung~" rengek(?)Changmin lagi karena Dongwoon sama sekali tak menjawab permintaan maafnya.

"Arraseo, kau ku maafkan, tapi lain kali jangan melempariku lagi eoh. Kau tahu itu rasanya sungguh sakit." jawab Dongwoon lagi sambil menunjuk kepalanya yang tadi menjadi korban lemparan Changmin.

Changminpun terkikik geli melihat itu, "Umm, Min janji gak akan lempal hyung dengan cepatula lagi, tapi hyung juga jangan deket-deket cama umma Min. Umma itu cuma punya Min tau!"

"Ne ne, arraseo." jawab Dongwoon cepat menjawab ucapan Changmin, iapun perlahan mulai bangkit dari jongkoknya tanpa lupa sebelumnya mengacak gemas rambut tebal Changmin.

"Oh ya, Jae hyung, ini skrip untuk minggu depan." kata Dongwoon lagi sambil menyerahkan kertas skrip itu pada Jaejoong, Jaejoongpun menerimanya lalu mulai membacanya sekilas.

"Ne gomawo. Aku akan membacanya nanti. Jja, kalau begitu aku pulang dulu ne. Ayo Minie, salam dulu sama Dongwoonie hyung heum."

"Anyong Woonie hyung, Min pulang dulu ne. Dada~"

"Ne, lain kali jangan main kesini ne." goda Dongwoon dan membuat Changmin memekik kencang.

"Yaahhh!"

"Haha, aku bercanda. Kka, hati-hati dijalan."

"Umm, daa hyungie~"

"Anyyeong Dongwoon-ssi."

Dan akhirnya Jaejoongpun meninggalkan lokasi shootingnya dengan Changmin yang segera meminta digendong, merekapun bergegas menuju kantor Yunho.

::

::

YUNJAEMIN

::

::

Malam harinya

Keluarga kecil YunJaeMin kini temgah menikmati waktu bersantai mereka sambil menonton tv, nampak Changmin yang dengan serius memandang layar televisi 48" dihadapannya yang menampilkan gambar animasi pororo. Disebelahnya nampak Yunho yang juga ikut menonton bersama Changmin, dan terkadang terdengar tawa dari keduanya. Sementara Jaejoong kini tengah sibuk membaca skrip yang tadi diberikan Dongwoon, kacamata bacapun sudah bertengger manis diwajahnya.

"Boo, kau sedang apa hmm? Sepertinya kau serius sekali?" tanya Yunho dan perlahan mendekat kearah Jaejoong, meninggalkan Changmin sendirian duduk di depan televisi.

"Ah, ini aku hanya melihat skrip untuk minggu depan." jawab Jaejoong tanpa menolehkan wajahnya sama sekali kearah Yunho, iapun terus membolak-balik skrip itu sampai ia teringat sesuatu.

"Ee, sono hi wa- (Eh, bukankah hari itu-)" ucapnya menggantung saat melihat tanggal untuk jadwal shootingnya, "Ahh Yunie-" panggil Jaejoong segera dan membuat Yunho menolehkan wajahnya kearah Jaejoong.

"Ne, wae?"

"Itu-" kata Jaejoong menggantung kalimatnya dan dengan gerakan tangannya, iapun menyuruh Yunho untuk lebih dekat kearahnya. Iapun segera membisikkan sesuatu ditelinga Yunho.

"Umm, ne. Kau benar. Waeyo?" tanya Yunho lagi setelah Jaejoong selesai bertanya.

"Heum, aku rasa aku punya ide." jawab Jaejoong sambil tersenyum manis, membuat Yunho tak tahan sehingga mengecup cepat bibir Jaejoong.

Cup

"Ide apa hemm?" tanya Yunho lagi dan kembali Jaejoong membisikkan sesuatu kepadanya.

"Eotte?" tanya Jaejoong dengan binar bahagia diwajahnya, Yunhopun terlihat berfikir sebentar sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya.

"Tapi apa tidak-"

"Anio gwencanha, aku akan menelpon Dongwoon untuk meminta izin." jawab Jaejoong cepat dan segera berlari menuju kamarnya, mengambil ponselnya dan segera menghubungi Dongwoon. Hoho, sepertinya YunJae tengah merencanakan sesuatu eoh?

"Appa, umma kemana?" tanya Changmin saat melihat sang eomma yang berlari cukup kencang.

Yunhopun segera mendekat kembali kearah Changmin lalu duduk menyebelahinya, "Eomma ke kamar kecil, kka kita nonton lagi." jawab Yunho dan setelahnya keduanyapun kembali menonton sambil sesekali terlihat Yunho yang menggoda Changmin.

::

::

YUNJAEMIN

::

::

Seminggu kemudian

Pagi yang cerah menyambut keluarga kecil YunJaeMin yang kini tengah menikmati sarapan bersama. Nampak Changmin yang sedari tadi asik memasukkan makanan yang dibuat oleh sang eomma tercinta sementara Yunho tengah asik membaca koran paginya. Jaejoong sendiri kini tengah sibuk menyiapkan peralatan yang akan dibawanya pergi ke lokasi shooting.

Ceklek

"Minie, sudah selesai?" tanya Jaejoong begitu dirinya selesai menyiapkan peralatan, iapun kini sudah bergabung bersama HoMin dimeja makan.

"Ahihum umha (ajigeum umma)."

"Telan dulu makanannya baru bicara Changmin sayang, kka, habiskan makanmu lalu kita berangkat hem." jawab Jaejoong sambil geleng-geleng kepala melihat kelakuan putranya. "Yunie, taruh korannya lalu sarapan dulu. Ige mokgo!" kata Jaejoong lagi sambil menyerahkan satu tangkup roti bakar pada Yunho.

"Arraseo." jawab Yunho dan menaruh korannya dimeja lalu memakan roti bakar pemberian Jaejoong.

Jaejoongpun juga ikut memakan roti bakar bagiannya sambil sesekali membenahi cara makan Changmin yang nampak berantakan.

"Jja Minie, sekarang minum susunya supaya Minie cepat besar eoh. Biar Minie kuat seperti siapa?" tanya Jaejoong sambil menyerahkan segelas besar susu kepada Changmin.

"Cepelti appa~" jawab Changmin riang dan dengan senang hati meminum susu itu.

Glup

Glup

Glup

"Ahh, machita~" pekik Changmin lalu menaruh gelas susunya dan menjilat bekas susu yang masih tersisa dibibirnya.

Slurphh

"Kajja umma, appa, kita belangkat~" teriak Changmin lagi dan membuat Yunho dan Jaejoong geleng-geleng kepala melihat antusias Changmin pagi ini. Changminpun dengan cepat segera turun dari duduknya lalu mulai berjalan keluar rumah. Aiss putranya itu, bersemangat sekali eoh hari ini?

"Kajja Boo." ajak Yunho sambil menarik pelan tangan Jaejoong, merekapun mengikuti Changmin yang kini sudah berada di halaman depan rumah mereka.

.

.

.

Suasana lokasi shooting hari ini nampak lain dari biasanya, seperti biasa, Changmin akan selalu memberi dampak positif disetiap kehadirannya(?). Para kru sangat menyukai keberadaan bocah pecinta makan itu, dan menjadikan jalannya shooting lebih ceria. Apalagi dengan kepolosan dan keceriaan yang selalu ditebarkan Changmin, membuat dirinya disayangi oleh semua kru.

"Minie, kajja kesini. Lihat, hyung bawa apa!" teriak seorang kru sebut saja Ilhoon sambil mengangkat sebuah kantung ditangannya.

"Mwoya hyung?" tanya Changmin dan berjalan mendekat kearah Ilhoon.

"Ige-" kata Ilhoon lagi sambil menyerahkan kantung itu kearah Changmin.

"Huwaaa, ige mwoya hyung?" tanya Changmin sambil menerima kantung itu lalu dengan semangat membukanya.

"Hehe, itu hadiah untukmu. Saen-"

Pletakkk

Belum sempat menyelesaikan kalimatnya, sebuah jitakan keras segera Ilhoon terima. Iapun segera memekik keras dan bersiap menyemprot orang yang dengan seenaknya saja menjitaknya.

"Auwww, appayo! Yah siapa ya-"

"APA?!"

Lagi-lagi perkataan Ilhoon sudah lebih dulu dipotong dan membuatnya langsung terdiam saat melihat siapa orang yang tengah berteriak kepadanya itu. Siapa lagi kalau bukan sang sutradara kita Dongwoon.

"A..anio hyung." jawabnya lemah sambil mengusap kepalanya yang berdenyut.

"Sana kembali bekerja, shooting akan segera dimulai." teriak Dongwoon lagi dan tanpa berpikir dua kali, Ilhoonpun segera melesat pergi kembali berkutat dengan pekerjaannya. "Hampir saja, dasar anak itu!" gerutu Dongwoon lagi karena Ilhoon hampir saja membocorkan sesuatu.

"Hyung, hadiah ini benel buat Min?" tanya Changmin dan membuat Dongwoon menolehkan wajahnya kearah Changmin.

"Ne geurae. Kka, kita lihat eommamu dari sana eoh." kata Dongwoon lagi dan mengajak Changmin duduk di kursinya, kemudian shootingpun dimulai.

"Camera..Rolling..and..."

"Action/Eksyon~" teriak Dongwoon dan Changmin bersamaan XD

.

.

.

Shooting masih berlangsung, dan ini adalah masakan Jaejoong yang terakhir. Iapun kini tengah merapikan penampilannya sebelum memulai shooting kembali, sambil sesekali matanya mengawasi Changmin yang tengah bermain bersama Dongwoon.

"Hyung, apa sekarang saatnya?" tanya Junhyung yang tengah sibuk merapikan rambut Jaejoong, kalian juga tak lupa bukan jika Junhyung adalah seorang hairstylist?

"Ne, ah tolong kau rapikan penampilan Changmin juga ne. Aku akan menelpon Yunho." jawab Jaejoong dan segera setelahnya ia mengambil ponselnya guna menelpon Yunho.

Sementara itu Junhyung juga kini berjalan menuju Changmin, dipanggilnya bocah gembul itu menyuruhnya untuk mendekat kearahnya.

"Waeyo hyung?" tanya Changmin sambil mengemut sebuah lollipop yang tadi diberikan seorang kru padanya. Haha, ia sebenarnya merasa aneh karena sedari tadi para kru disana selalu memberinya hadiah-hadiah. Entah itu berupa makanan atau barang.

"Sini biar aku rapikan penampilanmu, supaya kau terlihat lebih tampan." jawab Junhyung sambil mulai merapikan tatanan rambut Changmin. Changminpun hanya diam saja karena masih sibuk mengemut lollipopnya.

"Jja, sudah selesai. Hemm, kau tambah tampan saja." kata Junhyung lagi sambil menepuk pelan pipi tembam Changmin.

"Hyung, Min mau ketemu umma~"

"Kka, kita cari eommamu sama-sama." jawab Junhyung dan meraih tangan mungil Changmin lalu mulai berjalan mencari Jaejoong.

"Umma~" teriak Changmin kencang saat menemukan sang eomma yang tengah menelpon seseorang, Jaejoongpun menolehkan wajahnya saat mendengar suara Changmin, lalu dengan cepat mematikan sambungan ponselnya.

"Jja Yunie, aku menunggumu."

Klik

"Umma!" teriak Changmin lagi sambil merentangkan tangannya minta digendong.

"Oh, kau sudah selesai Minie?" tanya Jaejoong lalu mengangkat tubuh montok putranya, lalu mencium gemas pipi bulat Changmin yang bertambah bulat karena lollipop yang tengah diemutnya.

"Umm~"

"Jja, hyung. Sebaiknya kita kembali, tadi Dongwoon sudah menyuruh memulai shooting kembali." kata Junhyung dan segera diangguki oleh Jaejoong.

"Umm, kajja." dan merekapun akhirnya kembali menuju tempat shooting dengan wajah ceria.

.

.

.

Jaejoong dan Changmin tengah sibuk membuat adonan yang akan menjadi bahan untuk pembuatan cupcake. Wait, Jaejoong dan Changmin? Yap, benar. Karena hari ini kembali Jaejoong mengajak Changmin untuk ikut memasak bersamanya. Apalagi kali ini ia membuat cupcake, salah satu kue kesukaan Changmin. Changminpun nampak sangat antusias saat diberitahu jika akan ikut shooting bersama Jaejoong, bahkan tadi ia melompat-lompat kegirangan karna terlalu senang.

"Nah, sekarang saatnya kita menaruhnya di cetakan. Kka, Changminie tolong ambilkan paper cupnya." kata Jaejoong dan menyuruh Changmin untuk mengambil beberapa paper cup untuk menaruh adonan cupcakenya. Changminpun segera mengambil apa yang disuruh sang eomma, dan memilih mengambil paper cup berwarna merah.

"Ini umma~"

"Gomawo. Sekarang kita masukkan adonanya sebanyak 3/4 bagian saja." kata Jaejoong lagi dan mulai memasukkan adonannya kedalam paper cup.

"Min mau coba umma~" pekik Changmin lagi sambil menyodorkan tangannya meminta adonan itu kepada sang eomma, Jaejoongpun dengan senang hati menyodorkan adonan itu dan diterima senang hati oleh Changmin. Changminpun dengan semangat memasukkan adonan itu kedalam paper cup, mengisi semua paper cup itu hingga semua paper cup itu habis.

"Cudah celecai~" pekik Changmin sedikit keras setelah menyelesaikan pekerjaannya, iapun menyerahkan sisa adonannya kepada Jaejoong.

"Waah, Minie pintar ne. Jja, sekarang saatnya memasukkannya ke dalam oven. Kita panggang selama lima belas menit dengan suhu 180 derajat celsius." kata Jaejoong dan segera memasukkan paper cup berisi adonan itu ke dalam oven. "Selagi kita menunggu, kita akan membuat krim untuk menghiasi cupcakesnya."

Jaejoongpun kini bersiap untuk membuat krim untuk toping cupcakesnya, ia membuat krim dengan berbagai macam warna. Changminpun juga ikut membantu mencampurkan krim itu dengan warna-warna, namun sesekali terlihat Changmin yang tak tahan dan malah mencolek krim itu lalu memakannya XD

Ting

"Ahh, sepertinya kue kita sudah matang. Kita keluarkan dulu dari oven, biarkan mendingin baru kita mulai menghiasinya." kata Jaejoong sambil perlahan mengeluarkan cupcakes itu dari oven.

"Heumm..aroma pandannya begitu terasa, karena tadi kita mencampurkan ekstrak pandan sebagai bahan adonannya."

"Ne umma, aloma pandan~"

"Kita diamkan dulu cupcakes ini, dan tadi sebelumnya saya sudah membuat cupcakes yang sama. Jja, mari kita mulai menghias~"

"Yeaaa~"

Dan keduanyapun semakin asik menghiasi cupcakes tersebut, dengan krim warna-warni yang tadi mereka buat. Changmin juga nampak sangat bersemangat dalam menghiasi cupcakesnya, ia menambahkan berbagai macam warna krim dan juga meses warna-warni diatas cupcakes buatannya.

"Umma liat~" pekik Changmin sambil memperlihatkan cupcakes hasil buatannya kearah Jaejoong. Jaejoongpun hanya tersenyum saat melihat cupcakes buatan Changmin yang terlihat penuh dengan krim, meses dan juga permen-permen.

"Jja, sekarang saatnya kita menatanya. Kita tata diatas piring, seperti ini." Jaejoongpun mulai menata hasil cupcakes mereka diatas piring, tak lupa cupcakes hasil karya Changmin yang ia taruh ditengah. "Sebagai sentuhan terakhir-" lanjut Jaejoong menggantungkan kalimatnya, iapun segera mengambil sesuatu dari rak-yang ternyata berupa lilin panjang berwarna-warni. "Kita beri ini sebagai pelengkapnya." kata Jaejoong dan segera menusukkn lilin itu dimasing-masing cupcakes.

"Jja, kita hidupkan lilinnya." serunya girang setelah menusukkan lilin-lilin itu dan segera setelahnya ia mengambil korek api dan mulai menyalakan lilin-lilin itu.

"Jja, ini dia, cupcakes pandan ala Hero dan-"

"Changmin~"

"Oishi sou da ne/oichi co dan ne~" teriak Changmin dan Jaejoong bersamaan sambil menyodorkan cupcakes itu kearah kamera, dengan senyum ceria menghiasi wajah keduanya. Bersamaan dengan itu shootingpun berakhir.

"Changminie chagi~" panggil Jaejoong setelah shooting selesai dan segera membuat Changmin menolehkan wajahnya kearah sang eomma, "Saengil chukaeyo~"

Cup

Dan Jaejoongpun segera mencium pipi gembul Changmin setelah mengucapkan selamat ulang tahun kepada putranya dengan senyum manis terukir diwajahnya. Wait? Ulang tahun?

"Umma?" tanya Changmin sambil mengedipkan matanya bingung. Hei, apa baru saja eommanya mengucapkan selamat ulang tahun kepadanya?

"Saengil chukaeyo uri adeul Minie." ulang Jaejoong lagi sambil menyodorkan cupcakes yang tadi dibuatnya itu kearah Changmin. "Hari ini Minie sudah bertambah umurnya, semoga Minie panjang umur dan selalu menyayangi appa dan eomma ne." kata Jaejoong lagi menjelaskan kalau hari ini adalah ulang tahun sang putra.

"Jadi hali ini ulang tahun Min?" tanya Changmin dengan mata berbinar menatap Jaejoong. Jaejoongpun mengangguk dan seketika membuat Changmin memekik girang.

"Huwaaa..ummmaaa~~ gomawoo~~" pekiknya girang dan segera memeluk kencang tubuh sang eomma, untung saja cupcakes yang tengah dipegang Jaejoong tak terjatuh akibat tubrukan keras ditubuhnya.

"Ne, cheonmaneyo." jawab Jaejoong dan mencium puncak kepalanya Changmin dengan sayang.

Para kru yang lainnyapun hanya tersenyum senang, dan merekapun kemudian dengan kompak menyanyikan lagu selamat ulang tahun kepada bocah gembul pecinta makanan itu, sembari melangkah mendekat menuju JaeMin.

Saengil chuka hamnida

Saengil chuka hamnida

Saengil chuka uri Changminie~

Saengil chuka hamnida

Prokkk

Prokkk

Prokkk

"Changminie, saengil chukahamnida." seru Junhyung sambil mengacak sayang rambut tebal Changmin.

"Sengil chukaeyo Minie~" ucap Gikwang dan tersenyum manis pada Changmin.

"Minie, happy birthday." kata Peniel dan hanya diangguki oleh Changmin.

"Saengil chukae Changminie food lover." seru Dongwoon sambil tersenyum manis dan menyerahkan sebuah kotak besar kepada Changmin. "Ini hadiah dari kami, semoga kau menyukainya ne."

"Huwaaa... Gomawo hyungdeul~" pekik Changmin girang menerima kotak itu, iapun menolehkan wajahnya kearah Jaejoong dan mendapati senyum manis menghiasi wajah sang eomma.

"Jja, sekarang kita tiup lilinnya ne." kata Jaejoong lagi sambil menyodorkan cupcakes itu kearah Changmin, Changminpun dengan cepat meniup semua lilin itu masih dengan senyum yang menghiasi wajah gembulnya, bertepatan dengan terdengar suara bass seseorang menginterupsi perayaan itu(?).

"Annyeong yeorobeun~" seru seorang namja tampan dengan setelan jas formal hitam yang melekat pas ditubuh tegapnya sambil berjalan masuk kedalam area shooting.

"APPA~" pekik Changmin kencang dan membuat namja tampan itu yang ternyata tak lain tak bukan adalah Jung Yunho menoleh kearahnya. Yunhopun segera berjalan menuju JaeMin dengan senyum yang menghiasi wajahnya.

"Minie, saengil chukaeyo." ucap Yunho setelah sampai dihadapan Changmin lalu meraih tubuh montok putranya dan menggendongnya.

"Hihi, ne appa." kekeh Changmin girang. "Appa, appa, tadi umma buatin Min kapkeiks, ini~" kata Changmin dan segera mengambil satu cupcakes dari piring kemudian menyerahkannya kepada Yunho.

"Ne, gomawo. Dan ini, hadiah dari appa dan eomma, semoga kau menyukainya ne." kata Yunho sambil menyerahkan sebuah kotak besar kepada Changmin.

"Huwaa..gomawo appa, umma~"

"Ne cheonma."

"Yunie, sudah menyiapkan semuanya?" tanya Jaejoong dan membuat Yunho menolehkan wajahnya kearah Jaejoong.

"Ne sudah. Ah yeorebun, gomawo selama ini sudah menjaga Changmin kalau ia ikut eommanya shooting." kata Yunho sambil menatap para kru yang ada disana.

"Cheonmaneyo Yunho-ssi, kami senang bisa ikut menjaganya. Changmin adalah anak yang pintar dan..sedikit aktif." jawab Dongwoon sambil tersenyum jahil kearah Changmin.

"Ah tak perlu formal kepadaku, panggil hyung saja. Dan, ne dia memang anak yang aktif. Mian jika ia sering membuat kekacauan." ucap Yunho sambil mengusap gemas rambut tebal Changmin dan hanya ditanggapi cengiran polos dari Changmin.

"Hehehehee~"

"Ne Yunho hyung, haha, ne ia memang sering membuat kekacauan disini. Tapi tak masalah hyung, ia masih anak-anak, wajar jika melakukan beberapa kenakalan." jawab Junhyung sambil tertawa.

"Ne, arraseo. Gomawo."

"Jja, karena ini adalah hari membahagiakan, ini ada sedikit makanan, anggap saja sebagai perayaan kecil-kecilan untuk ulang tahun Changmin. Jja, silahkan dinikmati." ucap Jaejoong yang sedari tadi rupanya sibuk menyiapkan makanan yang dibawa oleh Yunho. Iapun kemudian menyuruh semua kru untuk makan bersama untuk merayakan ulang tahun putra montoknya itu.

"Wahh gomawo Yunho hyung, Jae hyung." ucap para kru serempak dan kemudian mulai menyantap makanan yang dibawa Yunho.

Ya, inilah dia hal yang beberapa waktu lalu direncanakan oleh YunJae, ah, anio, bukan YunJae, melainkan Jaejoong. Ia yang saat membaca skrip untuk shooting berikutnya segera teringat kalau jadwal shootingnya bertepatan dengan hari ulang tahun Changmin, atau tepatnya hari ini. Maka dari itu, iapun merencanakan semua ini guna memberi kejutan bagi putranya itu.

"Appa, umma-" panggil Changmin yang masih berada digendongan Yunho, iapun menatap bergantian kearah Jaejoong dan Yunho.

"Min cayang appa dan umma." lanjutnya lagi sambil merentangkan kedua tangannya dan meminta Jaejoong untuk mendekat kearahnya, iapun lalu memeluk leher kedua bumonimnya dengan senyum manis yang terukir indah di wajah bulatnya.

"Umma, apla, calanghae."

Dan berakhirlah sudah kisah bahagia keluarga YunJaeMin setelah Hero Chef idola Changmin itu menjadi eomma baru baginya. Semoga kisah bahagia selalu melingkupi keluarga kecil ini sekarang dan selamanya ^^

.

.

.

.

.

.

Kore de owari ^^

(END)

Hallo semuaaa...

Krikkk kriikkk krikkkk

Cerita ini sudah terbengkalai berapa bulan yah? #lirik tanggal terakhir update

Mian mian, saya tidak akan mencari-cari alasan, yang penting sekarang saya sudah update ya.. (sekali update langsung end? Apa ini?)

Heheheee, mian kalau endingnya sangat absurd dan asli saya juga nggak tahu saya buat cerita apa ini XD

Mian kalau endingnya tak sesuai dengan pemikiran kalian, terutama tentang Jaejong yang hamil. Saya dari awal memang tidak membuat JJ hamil, karena saya tidak mencantumkan MPreg di genrenya.. JJ muntah-muntah karena kemasukan angin, kebanyakan NCan sama Yunho XD

Part favorit saya saat Changmin marah-marah ke Dongwoon, disana membuktikan jika Changmin begitu sayang sama Jaejoong, gaya marah Changmin itu lohh imut sekali :D Part fav kalian?

Terimakasih bagi yang sudah mau menunggu kelanjutan cerita abal ini, terimakasih buat littlecupcakes noona yang uda PM dan menanyakan kabar akan FF ini, makasih bagi yang sudah mengingatkan saya untuk melanjutkan FF ini ^^ dan terimakasih juga bagi kalian yang sudah memberikan review di chap sebelumnya ^^

teukiangle | chikenbear | auliaJC | akiramia44 | PURPLE-KIMlee | queen harkyu | misschokyulate2 | YunJaeee Shipper | sukasukkie | DahsaytNyaff | bambidola | AulChan12 | kim wiwin 9 | rinayunjaerina | Anik0405 | Ineedtohateyou | diahmiftachulningtyas | ChwangKyuh EvilBerry | yoon HyunWoon | lipminnie | noona | SimviR | ttarahae | Guest | miss leanna | Zen Ikkika | YunJae Lover | Bumbum | Guest | adityaaja | SinushYS |Mami Fate Kamikaze | nanajunsu | ShinJiWoo920202 | GuestYunJae | puput | weqlyshuokjie | min | roostafaelf | BabyBuby | hanasukie | zuzydelya | raayra putria | Dennis Park | Guest | Boo Bear Love Chwang | cha yeoja hongki | runashine88 | heeli | Mickeyrang | shipper89 |Guest | Namethepaendeo | Babybuby | narayuuki11 | Guest | Guest | dea | Guest | hatakehanahungry | kaihun70 | farla23 | ClouDyRyeoRez | pembaca | Zimalaca_ELF | Guest | yuu | narayejea | Ms Yeremia | saphire always for onyx | danactebh | babyjae

Untuk ShinJiWoo920202, iya monopod itu tongsis koo ^^ hehee

Terimakasih bagi yang sudah mereview, dan kalau berkenan berikan lagi kesan kalian untuk ending cerita ini ne ^^

Oh ya, selamat ulang tahun buat uri Shim Changminie oppa ^^ walau umurnya uda mau kepala 3 tapi asli deh, wajahnya masih imut2 kayak bayi ^^ sukses terus sama TVXQ dan panjang umur.. Minta buatin makanan special sana sama Helo Chep Jaejoong lalu rayakan bareng readers setia FF ini XD #Happy28thChangminDay

Sekali lagi gomawo dan sampai jumpa lagi di FF berikutnya (kalo ada yang mau baca).. Hehee, terimakasih atas dukungannya..

Minna, review onegaishimasu ^^

.

Denpasar, 18 Februari 2015