MY HANDSOME BROTHERS
[CHAPTER 4]

BASED ON 'MY HANDSOME BROTHERS' COMIC BY SHIRAISI YUKI
WITH MODIFICATIONS

CAST : JEON JUNGKOOK, KIM SEOKJIN, KIM TAEHYUNG, KIM NAMJOON AND OTHERS.

FRIENDSHIP, ROMANCE, HURT, BoyXBoy

Maaf typo, bahsa kurang sopan, tidak memenuhi EYD, updatenya lama.


HAPPY READING, ALL!


Di balik cekatannya Jungkook mengobati Yoongi, ia sangat gemetaran. Ia takut, akankah babi buta itu akan menyerangnya dan kelompoknya. Babi hutan itu semakin mendekat. Sedangkan, Chanyeol dan Baekhyun hanya teriak – teriak heboh sambil saling memeluk. Hoseok, yang tampaknya ingin menyelamatkan mereka juga ketakutan.

BUUUUK!

Babi hutan itu telah jatuh, dan mati. Seseorang atau mungkin beberapa orang telah menyelamatkan Jungkook dan kelompoknya. Tampak seseorang yang familiar dengan Jungkook, bersurai coklat teh berdiri di belakang 'mayat' babi hutan itu. Ya, dialah kakak Jungkook sendiri, Taehyung.

"Kau tak apa, Jungkook?" Tanya Taehyung penuh kecemasan. Namun, Jungkook mengacuhkan pertanyaan hyungnya. Ia membereskan peralatan kesehatan yang tadi sempat dibeberkannya,"Hyung, bawalah mereka naik ke atas dulu! Nanti aku menyusul," Kata Jungkook sambil 'memberikan' teman – temannya pada Taehyung.

"Hah? Kau ini… Justru kau yang ku khawatirkan," Kata Taehyunjg. Lalu, ia menyuruh Chanyeol untuk naik ke atas terlebih dahulu dengan tali yang Taehyung bawa. Lalu disusul dengan Baekhyun, Yoongi, dan yang terakhir Hoseok. Namun, sebelum itu. Taehyung mencekal tangan Hoseok dengan erat. Jantung Hoseok berdegup sangat kencang.

"Kau lihat sendiri, 'kan, bagaimana Jungkook menyelamatkan kalian," Katanya gerang. "Padahal, kalian sudah berusaha untuk mencelakainya," Lanjutnya. Hoseok semakin ketakutan. Ia sangat takut jika Taehyung memarahinya habis – habisan. Atau Taehyung menamparnya, sama seperti Jungkook menampar Yoongi tadi. Ia sangat takut/

"Aaah.. Maafkan aku, hyung. Sungguh, aku tidak bermak–" Hoseok memotong ucapannya sendiri. Sekarang, ia harus menahan sakit akibat cengkraman Taehyung yang semakin erat. "Kau akan melihatnya nanti, bagaimana istimewanya Jungkook sehingga kami bertiga sangat mencintainya, lebih dari adik." Kata Taehyung serius. Wajahnya penuh dengan amarah. "Sudah, sekarang naiklah," Kata Taehyung akhirnya.

Jungkook sudah bersiap untuk menyusul teman – temannya. Tetapi, Taehyung mendorongnya pelan hingga namja muda itu membentur sebuah pohon. Awalnya, Jungkook berpikir bahwa penutupan MOS ini adalah kesempatan untuk jauh dari para hyungnya sejauh – jauhnya. Namun, ternyata ini semakin mendekatkan Jungkook kepada mereka, terlebih lagi Taehyung hyung.

"Hyung… Kau ini kenapa?" Tanya Jungkook gemetaran. Ia sangat takut, sama takutnya dengan Hoseok tadi. Jungkook takut jika Taehyung memarahinya. Mengapa ia tidak menyuruh teman – temannya untuk tetap pada rute yang ada. Mengapa ia mau sekelompok dengan orang – orang yang sudah pasti membencinya. Dan mengapa ia berpikir sebodoh itu sehingga ia membahayakan dirinya sendiri, dan membuat orang yang menyayanginya khawatir?

Namun, semua anggapan Jungkook itu salah. Ia sangat lega setelah Taehyung berkata,"Sekarang, lepas sepatumu, tunjukkan kaki kananmu," Katanya sambil membuka kotak P3K yang tadi sudah dibereskan Jungkook tadi. Namun, Jungkook tidak merespon perintah Taehyung. Ia hanya diam, lalu memalingkan wajahnya dari Taehyung.

"Oh." Kata Taehyung. "Jadi kau mulai membantahku, ya," Katanya tersenyum sinis sambil mengelus rambut Jungkook pelan. "Baiklah, biar aku saja yang melakukannya," Katanya sambil melepaskan sepatu kanan Jungkook dengan perlahan. Jungkook menggigit bibir bawahnya, menahan kesakitan.

"Aaah.." Desah Jungkook pada akhirnya, tak kuasa menahan sakit. Tentu saja, kaki kanannya terluka. Luka seperti… tergesek oleh suatu benda yang kasar. Taehyung mengambil obat antiseptik dan diteteskannya pada sebuah kapas kecil. Dengan cekatan, Taehyung mengobati luka yang ada pada kaki Jungkook.

"Tuh, 'kan, kakimu terluka. Aku sudah mengenalmu sejak lama. Jadi, aku mengetahui 'kelemahanmu' pada tempat seperti ini," Katanya sambil memerban kaki Jungkook. Ia mendongak ke atas, lalu berteriak,"Ini yang spesial dari Jungkook! Jika ada namja ataupun yeoja yang melebihi kebaikannya, maka aku akan bersamanya selama – lamanya!"

Yoongi dan teman – temannya hanya diam membisu. Jelas, mereka malu, terlebih lagi Hoseok. Tadi, Taehyung sudah berkata kepadanya–yang itu masih terngiang – ngiang di telinganya. Yoongi juga begitu. Ia merasa bahwa ide gilanya lah yang membuat idola mereka sendiri, yang mereka sanjungkan berkata seperti itu.

"Ah–akan ku cari bantuan lagi!" Teriak Baekhyun pada akhirnya, mencairkan suasana. Baekhyun pergi secepatnya meninggalkan tempat itu, lalu disusul Chanyeol, Yoongi, dan Hoseok yang terakhir. Jujur, Hoseok sangat cemburu terhadap Jungkook. Karena, idola tersayangnya lebih memilih sang adik yang menurut mereka 'buruk rupa' untuk saat ini. Ya, akhirnya Hoseok meninggalkan tempat itu dengan berat hati.

Sekarang, tinggal Taehtun dan Jungkook di sana.
Ya, hanya mereka berdua.

.

Di SMA Bangtan…

"Permisi, bisa panggilkan Jin, ehm, Seokjin?" Tanya seorang yeoja berparas ayu menghampiri kelas 3-7. Kelas yang dipenuhi oleh siswa – siswi dengan otak encer dan prestasi yang cemerlang. Lalu, muncul yeoja satunya. "Ah maaf, Park Sandara, Seokjin sedang di tempat MOS anak kelas satu," Kata yeoja satunya, yang berasal dari kelas 3-7 itu.

Sandara menepuk jidatnya,"Astaga, bagaimana ini?" Katanya sambil menggigit bibir bagian bawahnya, tampak kebingungan. Lalu, ia berkata,"Kalau begitu, sebentar." Lalu ia mengeluarkan ponselnya, mencari sesuatu, lalu menunjukkan suatu nomor,"Apakah ini tetap nomornya?" Si yeoja yang satunya mengamati, lalu mengangguk pelan. "Ah, baiklah. Terimakasih," Kata Sandara, lalu meninggalkan kelas 3-7.

Lalu, ia menelpon Seokjin.

"Halo, ini Jin. Ada apa, Dara?" Kata Seokjin dari seberang sana.

"Jin, ku mohon kau kembali ke sekolah secepatnya."

"Baiklah. Tapi, ada apa? Suaramu sampai terlihat gugup."

"Iya, ada sesuatu, penting. Ku harap kau mengajak kedua adikmu juga, Taehyung dan Namjoon."

"Oh, iya. Sekarang aku sudah dekat. Aku, Namjoon, dan anak OSIS lainnya harus mengambil sesuatu yang tertinggal. Nanti mungkin aku akan meminta untuk tidak kembali ke sana."

"Oh, syukurlah. Ku tunggu di depan perpustakaan. Secepatnya."

"Baiklah, jangan panik, Dara. Aku akan secepatnya ke sana. Dah."

"Dah."

Lalu, Sandara menutup ponselnya. Ia ingin memberitahu, hubungan Jungkook dengan Krystal. Ia sangat mengerti Krystal. Yeoja yang hanya menang wajah ini memang tak pantas untuk keluarga baik – baik seperti 'Kim' bersaudara itu. Bisa saja, dibalik rasa sayangnya pada Jungkook, mennyimpan sejuta rencana yang licik. Karena yeoja itu bukan yeoja yang benar. Pantas saja Taehyung pernah menolaknya.

"Aku di sini, Dara." Kata seorang namja, yang pasti itu Seokjin. Diikiuti dengan namja bersuari blonde dengan tatapannya yang dingin, Namjoon. Sandara bernapas lega. "Kau cepat sekali? Dan, ke mana Taehyung?" Katanya sambil menengok ke belakang Naamjoon. Siapa tahu ada seseorang–kembaran Namjoon yang mengikuti mereka. Namun, Taehyung tak ada di sana.

"Entah. Tadi aku dapat kabar bahwa Taehyung meninggalkan pos." Kata Seokjin sambil mengangkat bahu. "Ada apa, Dara? Kau sampai menyuruh kami untuk berkumpul?" Lanjut Seokjin. Sandara menghela nafas sebelum mengatakan uneg – unegnya. "Kau tahu Krystal, bukan?" Tanyanya. Lalu, Namjoon yang menjawab,"Ada apa dengan anak itu? Jangan sebut namanya di depanku."

"Tetapi, jika dia–orang yang kau benci itu menjadi pacar adik kalian tersayang, apa yang kalian lakukan?"

Perkataan itu membuat Seokjin tercegang, namun tidak dengan Namjoon. Namjoon sudah tahu hal itu, bersama Taehyung. "Aku sudah tahu hal ini, noona." Kata Namjoon santai. Lalu, Seokjin mencengkram pundak Namjoon,"Jika kau mengetahui hal ini, mengapa kau tidak bercerita kepadaku?" Namjoon tampak acuh tak acuh, ia menjawab pertanyaan hyungnya,"Karena aku dan Taehyung sedang melakukan suatu rencana. Dan ku harap, setelah hyung mengetahui hal ini, hyung dan Sandara noona membantuku. Membantuku memisahkan mereka."

"Baiklah, apa rencanamu? Aku bersedia membantu kalian." Tanya Sandara.

"Sekarang Taehyung sudah melaksanakan rencana kami, untuk mendekati Jungkook. Supaya Jungkook melupakan Krystal. Bahkan, sebenarnya rute perjalanan MOS ini baru ditentukan, dan aku yang menentukan."Kata Namjoon santai. "Untuk selanjutnya, lebih baik kita…"


To be Continued...


Halo, readers! /tebar bunga

Chappie ini termasuk cepet ya updatenya, melihat chappie sebelumnya harus menunggu sampe seminggu. Jujur, Hana bahagia banget :'v Terus, pas Hana cari story di ffn dengan judul yang sama, ternyata ff Hana ini sudah ada yang mendahului :'D Tapi Hana 'kan udah bilang dari awal, kalo ff ini terinspirasi oleh sebuah komik Jepang. Lucu sih ceritanya. Terus, pas awal - awal, saya buntet mau nulis apa, akhirnya jadilah ff ini.

Di review, banyak yang pada minta Taekook nya cepetan. Dan sekarang, saya sudah menyajikan a little bit Taekook. Oh iya, saya minta saran nih, enaknya, ChanBaek nya tetep ada atau cuma chapter - chapter ini aja?

Oke, saya ucapkan terimakasih yang sudah mau baca dan review ff ini/nangis alay. Tapi, sekarang kebanyakan ff nggak Hana balas. Jadi, kalo mau kritik dan saran bisa menuju akun twitter saya (aku fangirl sih benernya) di taehaminguk.

Arigatou!

Hana.