Saya kembali...

(Liat Halilintar duduk sambil cemberut)

Eh.. Halillntar kenape ni?

Halilintar pergi

Gempa: ngambek tu dia

Author: ini gak salah. Yang gosong saya, kenapa yang ngambek dia?

Ya udah lah

Waaaahhhhhhh... Saya hampir putus asa lo. pinginnya gak dilanjut lo . Tapi untung ada yang review n follow.

Terimakasih untuk yang review dan follow fic saya.

Langsung saja

Happy reading

2. Robot Energi

"Golem tanah"

Belum juga golem tanah menghajar robot raksasa itu. namun robot itu telah pergi melarikan diri.

"Heh... Dasar"

Setelah ancaman dikota telah hilang Gempa dan yang lain memutuskan untuk pulang. Namun tak ada yang tau mengapa robot itu ditarik mundur oleh adu du

Disaat yang sama. Boboiboy Halilintar berada di sebuah tempat dari besi. Terlihat tangan yang berada diatas kepalanya dan diikat dengan besi pula. Tidak lupa pula kakinya yang diikat. Dengan tubuh lemas dan mata tertutup yang menandakan Halilintar masih belum sadarkan diri.

Perlahan kelopak mata Halilintar terbuka. Memperlihatkan iris merah menyala seperti kekuatannya.

"Ugh..."

"Halloo.. Halilintar"

"Adu du?"

Halilintar mencoba menggerakkan tangannya. Namun berat, tangannya sama sekali tidak bisa digerakkan.

"Lepaskan aku"

Halilintar mencoba menggunakan kekuatannya tapi tak bisa. Rasanya ada yang menyerap energinya. Semakin ia mengeluarkan energinya semakin lemas tubuhnya.

"Ugh... kenape ni?"

"Kau sudah sadar Halilintar? Kau takkan bisa menggunakan kekuatanmu. Alat itu di desain khusus untuk menahanmu. Kunciku untuk menaklukan bumi dan menjadi pahlawan di planet ata ta tiga. Hahahahahhahahaha"

"Kunci?"

Tanya Halilintar yang sama sekali tak mengerti apa yang dikatakan adu du.

"Iye... Kau adalah kunci untuk mengaktive kan. ROBOT ENERGI"

"Robot ENERGI? Bukannya biasanya pakai coklat ya?"

"Biar aku jelaskan"

Flashback

"Incik bozz... Bagogo datang tuh."

"Iye?"

"Halo apa kabar bang. Jumpe lagi bang dengan saya. Bagogo. Abang nak beli apa ni bang?"

"Hahaha... Saye nak beli robot tempur buat kalahkan budak boboiboy tu!"

"Ah... Tentu lah bang. Saye punya banyak bang. Ini lihat bang."

Tawar Bagogo sambil memberikan buku yang penuh dengan robot tempur yang canggih dan bertuliskan kemampuan serta harga yang sangat mahal.

"Tak perlu aku lihat. Tunjukkan saja robot yang paling kuat."

"Pasti lah bang. Robot paling kuat adalah ROBOT ENERGI X2000"

"Hoo.. Mane robotnya? Bagaimana kemampuannya?"

"Ini bang"

Kata Bagogo sambil menunjukkan buku yang bergambar robot tempur yang dipilihkannya.

"Nah kuat kan bang. Sudah jangan ragu bang. Beli saja lah bang. Kemarin ya bang ada yang beli robot ni. Satu planet bang, hancur berantakan bang. Pasti boboiboy akan kalah ni bang. Tapi masalahnya ni bang. Robot ini perlu energi listrik yang tinggi bang"

"Oh.. Tak menggunakan koko kah?"

"Tak bang. Karena ini robot terbaru bang. Karena tak ada koko di planet Ata ta tiga bang. Mereka mencari energi alternatif lain bang. jadi Gunekan listrik berkekuatan tinggi bang"

"Ohhhh... Lalu kak mana dapat energi listrik yang tinggi tu?"

"Tak tau la bang. Ini robot harus disuplai energinya sekuat energi Halilintar bang. Tak ada lah kak sana bang"

"Hoo.. Kalo kak sana tak de... Oh.."

Setelah mendapat penjelasan dari Bagogo. Adu du berpikir. Dan menemukan apa yang bisa mengaktivekan robot itu.

'Aku tau ape yang bisa aktivekan robot tu'

"Aku ambil robot tu. Aku juga ambil robot tempur raksase. Robot tempur yang bise menangkal serangan Halilintar. Dan sebuah pengikat yang bisa menyerap energi"

"Baik lah bang. Tapi untuk uangnya..."

Belum selesai Bagogo bicara namun Adudu langsung menyerahkan kartu kredit plutonium kepada Bagogo.

Flashbak end

"Hahahahaha" tawa Adudu menggema diseluruh kapal.

"Ape? Jadi kau nak ambil energi ku? Berani kau Adudu"

"Iya. Halilintar"

Mata Halilintar berkilat merah. Ia tak mau lagi dimanfaatkan untuk melukai teman-temannya. Namun tanpa sadar ia mengeluarkan banyak energinya. Hal itu membuatnya lemas dan hampir tak sadarkan diri.

"Si..al"

"Hahahaha... Tenanglah boboiboy, kau takkan bisa kabur... Hahahaha.. Biar kutunjukkan padamu. Bagaimana robot Energi X2000 itu. Komputer bawa boboiboy ke ruang senjata."

" baik cik boz."

Setelah itu boboiboy di bawa ke ruang senjata. Dan terlihatlah disana. Di bawah keremangan sebuah robot raksasa dengan panel energi di dadanya.

Di kedai.

Setelah cukup lama karena harus mempersiapkan koko di rumah. Sekitar 15 kemudian tok aba kembali kekedai. Namun yang dijumpainya hanyalah. Kedai yang berantakan dan beberapa bekas pertarungan seperti tembakan dan serpihan misil di sekitar kedai. Tok aba mulai merasa tak enak pasalnya tak ada Halilintar di kedai.

"Halilintar? Kau dimana? Kenape kedai berantakan macem ni?"

"Iye lah, Halilintar?" timpal ochobot. Robot itu panik dan langsung mencari boboiboy pemarah itu.

Namun karena ia tak berani pergi. Ochobot menghubungi boboiboy yang lain dan teman-temannya.

Di kota

Sebuah hologram keluar dari jam tangan milik Gempa. Disana terlihat ochobot yang sedang panik.

"Gempa, Gempa. Cepat kemari. Dia tak ade !"

"Siape yang tak ade?"

"Halilintar. Cepat ke kedai."

"Ape?"

Setelah menyapaikan pesannya Ochobot memutus hubungannya. Gempa dan yang lain mulai panik.

"Halilintar? Ape yang terjadi?"

Tanya fang melihat panik dan takutnya Gempa setelah mendengar percakapannya dengan Ochobot. Yang fang dengar hanya Halilintar tidak ada dikedai.

"Entahlah ochobot hanya menyuruh kita segera kembali"

"Baiklah. Jom... Kita kembali" ucap Gopal.

15 menit mereka berlari, lelah dan keringat tidak dipedulikan mereka. Sampailah mereka dikedai.

DEGG...

Yang ada dihadapan mereka adalah kedai yang berantakan, sebuah misil yang tidak meledak, dan serpihan-serpihan bekas pertarungan.

"Ochobot, atok. ape yang terjadi?"

"Entahlah Boboboy. Tadi atok dan ochobot pergi untuk ambil koko. Tapi ketika kami kembali Halilintar tak de kak sini"

"Ape?"

"Ini pasti pekerjaan si kepala kotak"

"Halilintar" gumam Gempa. Sekarang terjawablah sudah firasatnya saat bertarung tadi

"Kita harus menyelamatkannya" ucap Taufan. Mendeklarasikan keinginan dihati setiap orang di kedai itu.

"Tapi bagaimana?"

"Adudu pasti kembali. Mungkin kalau tak minta koko pasti dia meminta ochobot" ucap fang tanpa mengetahui bagaimana reaksi Gempa ketika ia berucap.

"Maksudmu kita harus menyerahkan Ochobot begitu? Tidak akan. kalau koko tak masalah tapi kalau ocbobot..."

"Maksudku kita gunakan umpan. Halilintar kan kuat dia pasti bisa lepas dengan sedikit pengalih perhatian"

"Ohhh... Aku kira"

"Jadi sekarang?"

"Kita tak tau ape yang terjadi? Mungkin saja Halilintar hanya pergi untuk mencari bantuan"

"Semoga saja" ucap yaya kalut.

"Iye ma... Lebih baik kira cari saja dulu..."

Semua menganggukkan kepala tanda menyetujui ide temannya itu. Tanpa mereka ketahui hal buruk sedang menanti mereka.

TBC or gk lanjut

Karena saya bingung jadi jadinya cuma begini.

Halilintar : emang ficmu ada yang bagus? (Sinis)

Author : ada lah. (Sewot)

Halilintar : yang mana?

Author : yang...? (Mikir) mana...? HUAAAAAAAAAAAA... (Nangis. kenceng amat lagi)

Halilintar: (nutup kuping) GEMPA, TAUFAN! AUTHOR-NYA KUMAAAATTT.

Gempa & taufan: wahh.. Capslocknya jebol tuh. Karena authornya nangis. Kami lagi yang nutup. Terimakasih telah membaca. Dan review please. Kata author tadi kalo gak ada yang review, ficnya gak lanjutin aja...

Hehehe