Waaaaaaaahhhhhh... Saya senang ternyata ada yang baca dan review fic gaje saya.
Halilintar: gaje pakek banget
Author : alaahhhh... Ni anak protes mulu, ngajak ribut...!
Taufan : seperti biasa...
Gempa : memulai hari.
Taufan : dengan pertengkaran.
Gempa : dari pada musingin author. Mending langsung baca saja. Terimakasih telah review fic ini.
Warning : gaje akut. Typo bertebaran. Dan huruf kapital yang salah.
3. Muncul
"Komputer bagaimana persiapannya?"
"Semua siap boz. Tinggal memasukkan Halilintar ke panel energi"
"Bagus aktive kan sekarang"
"Baik boz..."
Persiapan telah selesai. Komputer segera menjalankan perintah Adudu. Perlahan Halilintar dimasukkan ke dalam panel energi. Selang-selang di panel energi mulai bersinar merah menandakan dimulainya penyerapan energi itu.
"AAAAARRRRRRGGGGGGHHHHH"
Terikan Halilintar menunjukkan betapa sakitnya pengambilan energi tersebut.
"Ahaahhahaha... Bersiaplah boboiboy kau pasti akan kalah. Dan sekarang aku pasti bisa menguasai seluruh koko hahahahhaha"
Kata Adudu yakin dengan kemenangannya.
"Penyerapan energi 10%
20%
30%"
"Arghhhh"
Komputer mengumumkan persentase penyerapan energi yang diwarnai teriakan dari Halilintar.
'tidak aku tidak mau energiku digunakan untuk melukai teman-temanku'
Di kedai
Gempa, Taufan, Yaya, Ying, Gopal dan Fang. Berpencar untuk mencari Halilintar. Mulai dari mencari ke sekolah hingga ke kota.
Mereka belum mencari ke markas kotak karena takut pertarungan akan terjadi.
1 jam berlalu. Mereka berkumpul di kedai.
"Macem mane nih.. Halilintar tak de lah?"
"Pasti ini pekerjaan si kepala kotak tu."
"Iyelah. Tapi macem mane ni? Kalo kita serang markas Adudu, pasti dia robot tempur yang dia punya pasti menghalangi kita. Bahkan Adudu bisa menculik Halilintar pasti dia punya robot tempur yang kuat 1 lagi. Macem mane kita nak melawan?"
"Benar kata Gempa. Tapi kita juga tak bisa Abaikan Halilintar begitu saja"
"aku tau Taufan. Tapi macem mane lagi?"
"haiya... kita amati aja dulu, jangan langsung menyerang. Woo"
"benar kata Ying. Kita perhatikan dari jauh. Aku dan Ying akan kesana. Kalian tunggu disini."
Semua mengangguk setuju dengan usul Fang. Fang dan Ying akhirnya pergi ke markas Adudu.
Tak sampai 5 menit mereka telah sampai dimarkas Adudu dengan bantuan kuase Ying. Mereka mencari tempat sembunyi dan mengamati markas Adudu. Samar-samar terdengar suara teriakan orang yang dicari mereka.
"Halilintar"
"Halilintar"
Gumam Ying dan Fang bersamaan. Terjawablah sudah dimana Halilintar berada.
"aku akan menolongnya" ucap Fang tanpa ragu. Fang segera berdiri dan menciptakan harimau bayang. Namun sebelum harimau bayang milik Fang bergerak. Tangannya ditarik oleh Ying. Dan langsung kembali ke kedai dengan kecepatan tinggi.
Tak lama kemudian mereka kembali. Terlihat disana hanya ada Taufan dan Yaya. Rupanya Gempa dan gopal mencoba mencari Halilintar lagi.
"mane Gempa, Gopal, Tok Aba dan Ochobot?"
"Gempa dan Gopal mencari Halilintar kak kota. Atok dan Ochobot kami suruh berlindung di rumah untuk berjaga-jaga. Pasalnya lebih mudah bertarung tanpa melindungi dan mencemaskan atok dan Ochobot."
"ohh... aku tau dimana Halilintar."
"iye ma.. dia kak tempat..."
"Adudu"
Sebuah suara yang familiar ditelinga mereka memotong perkataan Ying.
"ADUDU?"
Ucap mereka berempat bersamaan dan dengan segera mereka bersiap dengan kuda-kuda bertarung mereka.
"Adudu lepaskan Halilintar!" perintah Taufan yang marah kepada Adudu.
"lepaskan? Halilintar? Hahahahaha, jangan berharap Boboiboy. Dia telah kalah. Sekarang giliran kalian yang akan kalah."
"dasar alien kepala kotak. Lepaskan Halilintar!"
"Harimau bayang"
Sebuah kalimat pertama yang membuka pertarungan kali ini. Seekor harimau yang diciptakan oleh pengguna kuase bayang telah muncul dihadapan mereka. Harimau dengan warna hitam dan bermata merah itu dengan cepat menyerang Adudu. Namun sebuah tangan robot menghalanginya. Perlahan robot pemilik tangan itu muncul. Robot raksasa berwarna hitam. Didekatnya ada super Probe, robot raksasa yang menyerang kota siang tadi dan sebuah robot berwarna merah.
"berani kau Adudu!"
"serang" satu kata dari Adudu telah membuat 3 robot bergerak untuk menyerang mereka berempat.
Yaya menghadapi super Probe, Ying bertugas menghadapi robot yang membawa halilintar dan Fang menghadapi robot yang menyerang kota tadi siang. Tersisalah Taufan yang bertugas menyerang Adudu dan robotnya.
Yaya VS Super Probe
Pertarungan Yaya dan super Probe berlangsung seimbang. Biasanya dia bisa mengalahkan Probe dengan mudah karena bersama teman-temannya. Namun dia sekarang tak bisa mengandalkan orang lain. Dia harus melawan Probe sendiri. Perhatiannya terfokus untuk terbang dan menjauh dari teman-temannya. Sembari menghindari tembakan-tembakan misil dari Probe.
Dua buah misil ditembakkan dan selalu bergerak mengikutinya. Dengan cepat Yaya memutarkan tubuhnya agar peluru itu saling bertumbukan. Pusing melanda kepalanya namun ia tetap terbang dan mencari tempat untuk bertarung.
Terlihat sebuah tanah yang cukup lapang dibawah sana.
"lebih baik aku bertarung disana"
Dengan cepat yaya meluncur ke tanah itu dan bersiap menghadapi Probe yang mengikutinya.
Ying VS robot merah.
Sejak keluarnya robot-robot Adudu, Ying memilih bertarung dengan robot merah. Karena dari penampilannya robot itu adalah tipe robot yang cepat. Dilihatnya Yaya terbang dan mengalihkan perhatian Probe.
"Yaya?" dia percaya pada Yaya. 'Pasti Yaya bisa mengalahkan Probe. Untuk sekarang?'
Dengan segera Ying berlari kearah robot berwarna merah itu. Memang ia tak tau apa kemampuannya. Tapi Ying yakin bahwa robot itulah yang digunakan Adudu untuk menangkap Halilintar.
Takut. Itulah yang dirasakan Ying, namun ia tak bisa membiarkan Fang menanganinya. Fang perlu waktu untuk membentuk bayangan. Dan dilihat dari bentuknya robot itu pasti sangat cepat. Dia juga tak bisa menyerahkannya pada Boboiboy Taufan karena sejak awal kehadiran Adudu. Ying bisa tahu bahwa Taufan telah bertekat untuk mengalahkan Adudu dan robot raksasanya.
Ying tidak bisa membiarkan ketakutan mengalahkannya. Ia harus mengalahkannya demi teman-temannya. Memang sekuat apapun robot yang muncul. Ia bisa mengalahkannya karena bersama teman-temannya. Tapi sekarang ia sendiri dan berlari menjauhkan robot itu dari teman-temannya.
Ying menoleh kebelakang dan terkejut dengan kecepatan robot itu. Misil-misil ditembakkan untuk mengalahkan Ying. Namun dengan gerakan yang cepat ia menghindari misil-misil itu.
Sampailah Ying di sekolah. Memang sejak awal tujuannya adalah membawa robot itu kesekolah karena sekolah sedang sepi dan memiliki lapangan yang luas. Tempat itu bisa digunakannya untuk bertarung melawan robot merah itu.
Fang VS robot raksasa.
"Yaya? Ying? Ohh.. satu lawan satu ya? Jadi sekarang lawanku adalah Adu.."
"Adudu lawanku" belum sempat Fang menyelesaikan kalimatnya namun telah terpotong oleh perkataan Taufan yang tetap menatap Adudu tajam. Kesal, itu yang dirasakan Fang. Ditengoknya Taufan yang fokus menatap Adudu dengan mata yang berkilat marah. Tak ada keceriaan yang biasanya terpancar dimata itu. Hanya kilat amarah dan keinginan untuk mengalahkan Adudu.
"hmph.. baik, aku mengalah. Jadi lawanku adalah robot tempur raksasa yang menghancurkan kota siang tadi. Elang bayang"
Seekor elang bayang terbang, bersama Fang diatasnya. Terlihat robot tempur itu mengejarnya. Misil-misil ditembakkan namu Fang dengan gesit menghindarinya. "sekarang, dimana kita bertarung?"
Fang hanya berputar-putar sambil menghindari tembakan. Dibawah sana terlihat lapangan sepak bola yang sepi.
"disana" gumam Fang. Perlahan Fang turun dan bersiap menghadapi robot itu. Bukan Fang namanya jika dia ketakutan. Meski dia tadi kewalahan dikota. Tapi ia yakin, ia pasti bisa mengalahkan robot itu.
Taufan VS Adudu
Yang tertinggal sekarang adalah Adudu melawan Taufan. Tanpa basa basi lagi, Taufan menggunakan air skatenya dan melemparkan bola-bola taufan kepada Adudu. Namun tak bisa merusak bahkan menggores robot milik Adudu.
"ape?"
"Hahhahahahahahaha... percuma Taufan. Sudah diputuskan. Kau yang akan kalah setelah Halilintar."
Dimulailah pertarungan mereka dengan pasukan robot milik Adudu. Bagaimana mereka mengalahkan robot-robot Adudu tanpa bantuan temannya?
TBC or Disc
Waaaahhhh... saya hampir kena WB. Tapi jadi juga chapter tiga. Ini saya terinspirasi waktu boboiboy nyalurin energinya buat aktivi'in robot sampahnya Adudu.
Eh.? Mana Halilintar. Tumben nggak nongol
Taufan: pundung tuh di alun-alun(?)
Author : haa? Kenapa?
Taufan : (angkat bahu) au'
#sweatdrop biar sajalah ntar juga ngamuk lagi.
Terimakasih sudah membaca fic saya. Ternyata chapternya nanti lebih banyak dari yang saya bayangkan.
Semoga suka dan tak lupa review PLEASE...
