Wahhhh... Terimakasih
Maaf update ch.4 malah lama...
Halilintar: pemalas sih.
Author: enak aja nggak lah... Mana ada... Kan dia nongol lagi... Kenapa kamu nggak pundung aja lagi di alun-alun(?)
Halilintar : ape? Bola kilat
Author: huaaa... (Gosong deh)
Api : hoiyo... Saya disini.. Thor kapan aku keluar. Penat la aku nunggu.
Gempa : biar aku aja yang jawan kan authronya gosong. Kata author 'bentaran masih belum keluar kamu masuk lagi sana.. Hush'
Api: ape? Bebola api
Author: huaaa... (Gosong 2 kali)
Hehehe.. Abaikan saja yang diatas
Langsung saja ch.4
Maaf typo. Bertebaran. Dan cerita yang gaje.
4. Pertempuran part 1
Terlihat di sebuah taman yang sepi Gempa dan Gopal kelelahan mencari temannya, Halilintar.
"Haish.. Kemana Halilintar nih?"
"Iyelah... Eh! Tengok tu!"
Ketika sedang asik beristirahat Gopal melihat Yaya yang sedang terbang dan diikuti oleh super Probe.
"Yaya!"
"Haiyoyo... Macem mane ni Gempa?"
"Bukannya Yaya bersama dengan Taufan. Gopal kau kejar Yaya aku akan kembali kak kedai"
"Aku? Kau je lah yang kejar Yaya."
"Haish kau ni. Kalau kau mau kak kedai mungkin Adudu dan robot-robotnya ade kak kedai"
"Aku kejar Yaya saja"
"Huhhh... Dasar. Oke kau kejar Yaya dan bantu dia"
"Oke"
Dengan segera Gempa berlari ke kedai, khawatir terjadi sesuatu dengan Taufan.
'Taufan. Jika Adudu disana jangan gegabah'
Batin Gempa.
Taufan VS Adudu
"Bola Taufan. Cakera udara. Gerudi Taufan"
Semua serangan dilancarkan Taufan tapi Adudu selalu menangkis dan berbalik menyerangnya.
"Hahahahaha percuma Taufan. Terima saja kekalahanmu"
"Jangan harap"
Sebuah peluru misil dilancarkan kepada Taufan. Dengan hoverboard miliknya Taufan mencoba menghindar namun misil itu mengejarnya kemana pun .
"Hahaha nak kemana tu... Tembakan peluru petir"
Sejumlah peluru ditembakkan dari tenaga yang diserapnya dari Halilintar. Peluru-peluru itu ikut mengejar Taufan. Taufan yang ada di udara tak bisa mengelak lagi.
"Perisai Taufan"
Udara disekitarnya mengelilinginya. Menciptakan sebuah perisai dari angin yang melindunginya.
Seluruh peluru Adudu meledak namun tidak ada yang melukai Taufan karena ia terlindungi oleh perisainya. Merasa telah aman Taufan melepas perisainya. Dia mencoba menyerang lagi dengan semua jurus yang ia punya. Namun hal itu hanya membuat goresan tanpa menghentikan apalagi mengalahkan robot raksasa yang dikendalikan Adudu.
"Hahaha Taufan. Menyerahlah kau takkan bisa mengalahkanku."
"Heh... Jangan harap. Gerudi Taufan"
Taufan menyerang dengan membabi buta. Seluruh tubuh robot telah terkena serangannya. Taufan terus menyerang berharap agar ia bisa menemukan kelemahan robot itu. Tinggal 1 tempat yang belum di serangnya. Sebuah lingkaran berwarna merah di dada robot itu. Ia mencoba menyerangnya berharap benda itu adalah kelemahannya. Namun sebelum serangan itu mengenai benda itu tangan robot itu selalu menghalanginya.
'Itu pasti kelemahannya'
"Bola tau... Arggghhh"
Sebelum Taufan menyerang robot itu dengan bola Taufan. Sebuah peluru telah mengenainya dari belakang tubuhnya. Ternyata salah satu peluru yang ditembakkan Adudu dapa dikontrol oleh Adudu dan ditembakkannya ketika Taufan lengah. Taufan terjatuh dan terhempas beberapa meter karenanya.
Tubuh Taufan lemas dan sulit bergerak karena terkena serangan telak.
"Aghh..."
Taufan mencoba berdiri namun tubuhnya lemas.
"Hahahahahaha... Sudah kubilang Taufan kau akan kalah...hahaha"
Perlahan Adudu mendekati Taufan. Tangannya menekan tombol-tombol untuk menembak Taufan.
"Hapuslah kau boboiboy. Hahahaha"
Beberapa peluru ditembakkan kearah Taufan. Taufan yang tak dapat bergerak hanya bisa menutup matanya dan menerima serangan dari Adudu.
Halilintar POV
Ugh... Tubuhku benar-benar lemas dan sakit.
Aaaarrgggghhhh...
Aku rasa energiku sudah habis.
Taufan?
Tidak lari Taufan?
"Lari.. Tau...fan"
Kenapa aku tak bisa berteriak. Suaraku benar-benar pelan.
Ugh... Ruangan ini. Panel energi?
Ohh... Aku ada didalam robot tu lah.
Berarti Adudu dah serang mereka.
Tapi kenapa hanya Taufan? Kemana yang lain?
Meski disini gelap dan hanya ada cahanya dari pipa-pipa yang teraliri energiku. Aku masih dapat melihat pertarungannya.
Kucoba gerakkan tanganku. Tapi berat. Besi itu. Aku masih diikat di besi itu.
"Aaaaaarrggghhhhh"
Suara itu Taufan?
Oh... Tidak dia terkema tembakan Adudu...
Berani kau Adudu... Kalau aku bisa lepas dari sini aku pasti akan menghajarmu...
Kulihat Taufan tak bosa berdiri lagi.
Taufan.. Berdiri... Kau harus berdiri. Lari.
"Hapus lah kau boboiboy..."
Taufan. Taufan kau harus berdiri.
Kulihat berapa peluru ditembakkan dan Taufan yang pasrah menerima serangan itu..
"Taufan...TIDAAAAAKKKK."
Halilintar POV end
Yaya vs Probe
Disebuah lapangan kecil Yaya bersiap menghadapi Probe. Iya tak yakin apakah iya bisa mengalahkan Probe dengan cepat dan menolong Taufan saat ini. Ia hanya bisa berharap Gempa segera kembali dan membantu Taufan. Karena ketika ia melihat robot Adudu ia tak yakin ia dan teman-temannya yang lain dapat mengalahkannya.
Yaya menatap tajam kearah Probe. Perlahan Probe mendarat dan bertukar menjadi mega Probe.
"Ape?"
'Macem mane aku nak kalahkan dia. Saat aku bersama teman-temanku pun kami semua tertembak olehnya.'
Keraguan muncul di benak Yaya. Ia takut tak bisa mengalahkannya. Trauma masih ada difikirannya ketika Adudu dan Probe menembaki mereka saat mencari identitas boboiboy api. Sekarang ia harus melawannya sendirian. Melawan mega Probe yang mengalahkannya bahkan ketika ia bersama teman-temannya yang lain.
Yaya mengumpulkan keberaniannya. Saat ini ia hanya fokus berfikir bagaimana menolong temannya.
"Kuase graviti"
Sebuah medan gravitasi selebar 50 disektar Probe memberatkan pergerakannya. Namun sejumlah tembakan masih dapat dilancarkan olehnya. Berbagai misil ditembakkan kearah Yaya. Yaya segera menghindari serangan dari Probe dengan terbang keatas. Perlahan alat peluncur misil milik Probe digerakkan ke atas. Namun ia masih belum bisa bergerak dari tempat itu karena kekuatan Yaya. Banyak peluru ditembakkan oleh Probe. Namun Yaya menghindarinya dengan lihai.
"Tumbukan padu"
"Huaaaaaa...aduhh sakitnya"
Sebuah pukulan keras mengenai Probe hingga membuatnya terlempar beberapa meter.
"Ape?"
Meski pukulan Yaya sangat kuat Probe masih berdiri. Dengan cepat Probe bergerak dan menyerang Yaya. Probe keluar dari medan graviti Yaya ternyata pukulan tadi malah membuat Probe keluar dari medan gravitinya.
"Ishh... Jaga kau Probe. Tendangan super kuat."
"Huaaa... Tembakan peluru Halilintar"
Tendangan Yaya telak mengenai Probe. Membuat Probe terlempar beberapa meter kebelakang namus meski Probe terlempar beberapa meter, namun ia masih sempat menembakkan pelurunya.
Yaya yang baru saja melakukan tendakan ke arah Probe tidak dapat menghindar peluru Probe lagi. Sehingga membuatnya terlempar beberapa meter.
"AAAAAAA..."
Yaya mencoba berdiri tapi tubuhnya lemas.
'Bagaimana ni?'
"Hahahaha... Rasakan ni"
"Yaya... Tukaran makanan"
Probe yang mendekati Yaya menembakkan peluru kearahnya. Yaya sudah bersiap untuk menerima serangan itu. Namun belum sempat peluru itu mengenainya. Peluru itu telah berubah menjadi sebuah pisang yang terjatuh begitu saja.
'Eh... Suara tu?'
"Gopal?"
"Yaya... Kau oke kah?"
Perlahan Yaya berdiri. Tubuh penuh luka dan rasa sakit yang dideritanya tidak diperdulikannya.
"Bodohnya aku. Kenapa aku berfikir aku sendirian. Aku selalu bersama teman-temanku yang melindungiku. Terima kasih Gopal kau telah menolongku. Dan sekarang aku yang akan melimdungimu" ucap Yaya pelan dengan senyum dibibirnya.
Probe menoleh ke arah Gopal dan langsung menembakkan peluru-peluru kearah Gopal.
"Huaaaa... Tukaran makanan"
Seluruh peluru yang ditembakkan Probe berubah menjadi permen-permen kecil dan berjatuha disekelilingnya.
Yaya tidak menyianyiakan kesempatan itu.
"Tumbukan super padu"
Ketika melihat Probe lengah Yaya memukulnya dengan sekuat tenaga. Pukulan itu membuat baju tempur Probe hancur.
"Sekarang Gopal. Tukarkan seluruh senjata dan baju besinya." perintah Yaya kepada Gopal dan langsung dilaksanakan oleh Gopal.
"Baik. Tukaran makanan"
Perlahan baju dan seluruh perlengkapan Probe menjadi makanan. Dan meninggalkan Probe tanpa senjata sedikitpun.
"Haaaa... Ampun."
Gopal dan Yaya mendekati Probe.
"Dimana Halilintar?cakap!"
Setelah berhasil mengalahkan Probe Yaya mencoba bertanya kepadanya dimana Halilintar berada.
"A-a-a-ku tak tau lah"
"Hiiii... Masih. Tak mau beritahu ye.. Pukulan..."
"Haaaaa... Jangan-jangan... Halilintar kak robot tu la..."
"Haa? Iye kah?"
"Pukulan padu"
"Huaaaaaaaa..."
Yaya yang sangat marah dengan Adudu dan anak buahnya pun memukul Probe hingga membuatnya terlempar jauh.
Gopal yang melihatnya hanya terdiam ngeri melihat temannya ini mengamuk.
"Jom Gopal kita harus kembali. Dan menolong Taufan."
"E-e-h i-i-ya"
"Kenapa kau takut macem tu?"
"Hehe tal de ape-pe"
"Terimakasih"
Ucap Yaya tulus disertai senyuman manis dibibirnya.
Dengan segera Yaya terbang kearah kedai meninggalkan Gopal yang berlari.
'Tunggu Taufan, Halilintar. Aku pasti akan menolong kalian'
TBC or disc...
Waaahhhhh... Maaaaaaffffff gak jadi gini.
Pengennya bikin pertarungan. Yang ada actionnya gitu tapi saya gak bisa. Dan saya coba bikin POV seperti saran Hanna-chan. Maaf kalo gak jadi...
Halilintar : emang kamu gak bisa apa-apa.
Author : huff... Komen mulu.
Oke minna. Terimakasih sudah membaca dan review please.
Enaknya fic ini dilanjut atau stop aja?
