Maaf chapter-chapter yang lain review nya gak saya balas.
Jadi saya akan balas untuk yang tidak menggunakan account dan yang menggunakan account sudah saya balas lewat PM.
Boboiboy kuase lima : banyak amat. Tapi gak tau sih siapa tahu sampe chapter 14 kalo ada yang review.
Aiko : terimakasih untuk supportnya. Dan terimakasih sudah penasaran hehe..
Oke langsung saja chapter 5.
Seperti biasa maaf typo bersebaran. OOC. Dan kesalahan-kesalahan lainnya.
5. pertarungan part 2
Ying VS robot merah
Disaat yang sama Ying menghadapi robot merah yang membawa Halilintar.
'Cepat...Robot itu sangat cepat. Hampir secepat Halilintar. Aku hahrus mengalahkannya'
Tembakan demi tembakan dari robot itu mengejar Ying. Kecepatannya sungguh luar biasa. Tidak hanya kecepatannya, kekuatannya pun tak bisa diremehkan. Lapangan sepi disebuah sekolah dasar pulau rintis pun menjadi arena adu kecepatan dan kekuatan antara robot merah dan sang pengendali waktu.
"kuasa memanipulasi masa"
Sebuah medan waktu selebar 50 m membentang di sekitar Ying dan robot itu. Bagai gerakan slowmotion peluru-peluru yang hampir mengenai Ying bergerak sangat lambat. Dengan segera Ying berlari untuk menghindarinya.
Ketika ia berlari sebuah peluru hampir mengenainya. Reflek Ying melompat dan berguling untuk menghindari peluru.
"untung ... tidak"
Hanya sebentar setelah hatinya lega karena berhasil menghindari peluru. Ying dikejutkan dengan robot yang hampir menembakkan pelurunya di belakang Ying. Ying tak bisa menghindarinya lagi.
"AAAAAAAAAAAHHHHHHHHH..."
Sebuah tembakan mengenai Ying secara telak dan membuatnya terlempar sejauh beberapa meter. Dan membuatnya hampir tak sadarkan diri.
Pusing dan sakit melanda seluruh tubuhnya. Rasanya tak bisa digerakkan. Ying mencoba untuk bertahan atau setidaknya tetap sadar.
"aghh..." sebuah rintihan meluncur mulus melalui bibir Ying. Matanya terasa berat. " maaf... hiks... aku tak bisa mengalahkannya." perlahan kelopak mata Ying menutup. Hal yang ter akhir di lihatnya adalah robot yang semakin mendekatinya.
Ying POV.
Gelap...
oh... aku kalah.. ya.. maaf aku tak bisa mengalahkannya. Aku tak bisa melindungi kalian. Kalian selalu melindungi ku. Tapi aku..
"Ying, jangan menyerah.."
Teman-teman? Kalian dimana?
"Ying, jangan menyerah."
Sebuah suara menggema ditengah kegelapan. Suara seluruh teman-teman yang selalu melindungiku.
Ya aku takkan menyerah. Aku akan melindungi kalian.
End Ying POV
Perlahan robot itu mendekati Ying dilihatnya Ying yang sudah tak sadarkan diri.
"misi selesai. Target telah dihapuskan"
Sebuah suara khas dari robot mengumumkan keberhasilannya. Robot itu berbalik dan bergerak kembali ke arah tuannya.
Perlahan kelopak mata Ying tebuka sebuah senyum menghiasi wajah cantiknya.
"tentu aku takkan menyerah" gumamnya pada diri sendiri.
Dilihatnya robot yang hampir bergerak cepat didepannya. Perlahan ia berdiri meski seluruh tubuhnya terasa sakit tapi ia masih mencoba berdiri. Dihapusnya air mata dan darah yang ada di bibirnya.
"aku berjanji untuk melindungi teman-teman yang selalu melindungiku. Aku takkan kalah disini." Gumamnya sangat lirih sehingga tak disadari oleh robot yang mulai menjauh.
"seribu tendangan laju"
Dengan seluruh kekuatannya Ying memberikan serangan terakhir kepada robot itu. Robot yangg lengah dan tidak siap menerima serangan Ying terlempar dan hancur. seluruh tubuhnya meledak dan tak dapat berfungsi kembali. Perlahan Ying mendekati robot yang terbakar itu.
"selesai. Dia dah tamat. Sekarang aku harus membantu Taufan." Dengan terseok seok Ying kembali ke kedai dimana Taufan dan Adudu sedang bertarung. Dilihatnya jam kuase yang ada ditangannya. Ingin sekali ia menggunakan kekuatannya sekarang namun ia terlalu lelah dan jamnya sedang overheat.
"tunggu aku Taufan, Halilintar"
Fang VS robot raksasa
Fang menatap tajam robot di depannya. Diamatinya seluruh tubuh dari robot itu. Ia dan teman temannya telah melawan robot ini tadi siang. Dia tahu bagaimana pola serangannya. Namun robot itu sangat kuat dan menurutnya, ia hanya bisa mengalahkannya jika menemukan kelemahannya.
"harimau bayang, cakaran bayang"
Sebuah harimau bayang kembali diciptakan oleh Fang. Harimau itu langsung bergerak dan menyerang robot itu dengan membabi buta.
Duarr... sebuah tembakan dari robot itu menghancurkan harimau bayang ciptaan Fang. Dilihatnya beberapa peluru ditembakkan kerahnya.
"ck... gerakan bayang" dengan salah satu bentuk bayangannya Fang menghindari peluru-peluru tersebut. Satu persatu peluru meledak dibelakangnya ketika peluru itu menyentuh tanah.
Setelah berhasil menghindari peluru-peluru itu, sekarang Fang harus menghadapi misil-misil raksasa yang terus mengikutinya. Fang semakin mempercepat gerakannya dan melompat kearah robot itu. Seperti yang direncanakannya, peluru yang mengejarnya menabrak robot itu dan meledak. Membuat robot yang terkena tembakan itu terhuyung ke belakang.
"yess..."
Belum sempat hatinya merasa lega robot itu telah mengeluarkan pedang laser dikedua tangannya. Dengan cepat robot itu bergerak dan menusukkan pedangnya kearah Fang. Fang tak hilang akal dengan segera tangannya membentuk suatu jurus bayang yang dikuasainya.
"tusukan jari bayang.. hyaaahhhh"
Tajamnya pedang dan kuatnya jari bayang Fang saling bertumbuk menghasilkan suara yang memekakkan telinga. Fang semakkin mendorong serangannya ke arah robot itu.
Krakk.. sebuah senyum terlukis di wajah tampannya ketika ia mendengar pedang dan digunakan robot itu retak.
"rasakan ni... hyaaaa"
Fang semakin mengerahkan segenap tenaganya untuk mengalahkan pedang itu. Jari bayang Fang semakin menghancurkan pedang itu. Retakan pendang itu semakin dalam dan...
Kraakkk...
Dua bilah pedang milik robot itu telah patah bersamaan dengan hilangnya bayangan Fang. Fang semakin senang, dilihatnya sekarang asap yang mengepul didepannya. Namun dua buah peluru menerjang keluar dari kepulan asap itu.
"ape? Perisai bayang... ergggggg"
Dengan sekuat tenaga Fang menghalangi peluru itu. namun ia tak bisa menghadangnya lebih lama dan membuatnya terkena peluru itu.
"argggg" Namun karena kekuatan dan kecepatan peluru telah jauh berkurang ketika ditahannya tadi, Fang hanya mundur beberapa langkah kebelakang. Ketika Fang mulai bisa menyeimbangkan tubuhnya. robot itu telah ada didepannya siap untuk menebaskanya dengan pedang laser ditangan robot itu.
"sial. Sejak kapan?... jari bayang... arggggg"
Meski serangan itu mengenai Fang telak dan membuatnya terlempar beberapa meter. Fang masih sempat melakukan serangan kecil kearah robot itu.
Tubuhnya lemas dan sakit tapi ia masih bisa berdiri. Dilihatnya robot itu dengan seksama, matanya tertuju pada retakan di bagian leher robot itu.
'jadi itu kelemahannya' tenyata serangan kecil yang dilakukan Fang tadi mengenai daerah kelemahan dari robot itu.
"jari bayang"
Puluhan tangan bayang tercipta disekeliling Fang dan menyerang leher dari robot itu. Membelit dan mencekik leher sang robot. Perlahan leher robot itu pecah dan hampir putus. Namur tanpa disadari Fang, tangan robot itu menembakkan peluru kearahnya.
Krakkk... leher robot iti hancur dan robot itu tak bisa bergerak lagi.
Fang yang melihat ada sebuah peluru yang hampir mengenainya. Ia hanya menutup matanya dan menerima serangannya. Ia tak bisa melakukan apa-apa lagi karena seluruh kekuatannya telah difokuskan untuk menyerang leher robot itu. Dan tidak memiliki cukup bayangan untuk melindunginya.
"sial... apa aku akan kalah?"
Taufan yang tidak dapat bergerak lagi hanya bisa menutup matanya ketika peluru itu hampir mengenainya. Hingga suara yang sangat familiar baginya terdengar di telinganya.
"tanah pelindung"
'suara itu'
Seketika ia membuka matanya dan melihat Gempa ada di depannya dengan periasai tanah yang melindungi mereka dari serangan Adudu.
"kau tak ape? Taufan?"
Dengan segera Taufan bangkit berdiri dibantu oleh Gempa.
"Gempa? Ehm...ya... aku tak apa. Kurasa aku tau kelemahan robot itu"
"ohh... benakah? Kalau begitu kita serang bersama."
"ya... dan kau tahu Halilintar di culik oleh Adudu."
"ape? Berani kau Adudu! GOLEM TANAH"
"hahahaha..."
Munculah golem tanah di depan mereka. Dan dimulailah pertarungan antara Gempa dan Taufan melawan Adudu. Bisakah mereka mengalahkannya dan apakah Fang akan selamat dari serangan robot itu?
TBC or disc
Yeeeeyyyyy... saya bikin lagi. Maaf gak ada Halilintar sama sekali di chapter ini. Soalnya ini saya fokuskan pertarungan lawan 1 nya Ying dan Fang.
Halilintar : huuuuuu... mending gak usah keluar daripada di siksa mulu..
Author : haha.. kasihan deh lu... (kan alaynya kumat lagi)
Halilintar : ape kau cakap? Pedang Halilintar
Author : eh oh... sabar Halilintar.. gak da apa-apa. Untung selamat hari ini.
Terimakasih sudah membaca dan review please.
Pertanyaanya sama. Ini dilanjut atau gak?
