Selamat pagi, siang, dan malam

Saya kembali dengan chapter 6.

Balas review dulu. Untuk yang punya akun lihat di PM masing-masing

Aiko : terimakasih maaf saya malah lama updatenya. Terimakasih dukungannya ^_^

NurHalimah : terimakasiih pujiannya. Maaf updatenya lama ^_^

Langsung saja

Happy Reading

Warning : GaJe, Typo, OOC, dan banyak kesalahan lainnya

6. Gempa and Taufan VS Adudu

Halilintar POV

Kulihat Taufan hanya diam bersiap untuk menerima serangan.

"TIDAAKK... TAUFAAANN"

Aku berteriak. Meski Aku tahu suaraku tidak akan bisa mencapai Taufan. Oh.. salahkan ruangan yang kedap suara ini.

"tanah pelindung"

Samar-samar kudengar suara Gempa.

Gempa? Ohh... dia disana. Syukurlah... kalau begitu Taufan tak apa-apa. tapi apa mereka bisa mengalahkan Adudu?

Berani betul kau Adudu! Marah, aku benar-benar marah. Tapi tubuhku lemas. Dasar kepala kotak sialan. Kalau sampai aku keluar dari sini akan kubunuh kau karena telah melukai teman-temanku. Dan bagaimana Ying, Yaya dan Fang? Mereka menghadapi robot itu satu per satu semoga mereka tak apa.

"ARRRRRGGGHHHH..."

Ohhh.. sial. Tenagaku diserap lagi, aku harus keluar tapi bagaimana? Ku coba gerakkan tanganku. Dasar benda sialan, tubuhku semakin lemas. Aku harus bertahan setidaknya jangan sampai aku tak sadarkan diri.

End Halilintar POV

ooooooooo

"Gempa? Ehm... ya.. kurasa aku tau kelemahannya. Kelemahannya adalah lingkaran merah didada robot itu. Robot itu selalu melindungi nya sejak tadi"

"ohh... benarkah? Kalau begitu kita serang bersama"

"ya"

Pertarungan dimulai dengan serangan dari Gempa. Dia menyerang dengan golem tanahnya dan Taufan yang menyerang dengan berbagai jurusnya.

Satu titik yang diincar mereka yaitu sebuah lingkaran merah di robot dada robot itu. Namun mereka sama sekali tidak bisa menggores. Ohh bahkan mereka tak bisa menyentuh lingkaran itu dengan kekuatan mereka. Robot itu sangat kuat dan besar.

Banyak peluru ditembakkan kearah Gempa dan golemnya.

BRRAAAKK...

Golem tanah milik Gempa telah hancur karena terkena tembakan-tembakan dari peluru-peluru tersebut. Dan satu peluru mengenai Gempa yang membuatnya terpelanting beberapa meter ke belakang.

"aaaahhhhhh..."

"GEMPPAAAA"

Teriak Taufan yang melihat Gempa terlempar beberapa meter kebelakang. Dengan segera ia menghampiri Gempa dengan air skatenya.

"Hahahahahaha... kau pasti kalah Boboiboy. Trima ni"

Tangan robot itu membidik Gempa sebagai sasaran.

"TIDDAAAAKKKK..."

Taufan hanya menatap kearah Gempa karena tidak sempat menyelamatkan Gempa. Namun tanpa disangka, tangan yang menyiapkan energi untuk menembakkan peluru ke arah Gempa. Hanya diam dan energi yang memutarinya menghilang. Hanya sebentar tapi cukup untuk Taufan menjangkau Gempa dan melindunginya.

"ha? Ade ape ni? Komputer? Lakukan scanning sekarang juga"

"Baik boz. Tampaknye Halilintar berhasil menghentikan penyerapan energi nya sebentar tadi"

"ape? Tunjukkan gambar Halilintar sekarang"

"baik boz"

"Halilintar.. ohh.. kau tak ingin teman-temanmu terluka ya? Hee? Kau pikir kau bisa melakukan apa dengan keadaanmu yang seperti itu? Teman-teman kau dah tamat. Boboiboy Halilintar"

Kata Adudu memprovokasi Halilintar agar ia marah dan Adudu bisa mengambil kekuatannya. Terlihat tangan Halilintar mengepal menahan amarahnya. Semakin banyak energi yang mengalir ke robot itu karena peningkatan kekuatan boboiboy Halilintar. Namun hanya sebentar, ketika energi itu melemah setelah terlihat senyuman oh tidak lebih tepat disebut seringaian lemah dari Halilintar.

"ja..ngan.. re..meh..kan.. aku.. dan.. ka..wan-..ka..wan..ku"

Kata Halilintar sangat pelan karena kehabisan tenaga. Namun Adudu masih bisa mendengarnya.

"hooo... lihat je... teman-temanmu, akan aku hapuskan didepan matamu. Komputer serap seluruh tenaga Halilintar hingga ia tak sadarkan diri. Agar tak mengganggu pertarungan. Hahaha"

"baik cik boz"

"ARRRGGGHHH"

Samar-samar terdengar saura teriakan dari Halilintar. Namun karena ruangan yang kedap suara, Gempa dan Taufan tak dapat mendengar suaranya.

ooooooooo

"Tumbukan Tanah"

Seru Gempa membuyarkan kegiatan Adudu. Karena Adudu tidak siap menghadapi serangan Gempa membuatnya mundur beberapa langkah.

"bola Taufan"

Namun belum juga robot Adudu seimbang, sebuah bola Taufan mengenai belakang robotnya dan membuatnya terpental. Dengan segera Taufan dan Gempa menyerang titik kelemahan robot itu. Namun dengan cekata Adudu benghindari serangan dan menembakkan peluru-peluru.

Seluruh serangan Taufan dan Gempa meledak karena berbenturan dengan peluru-peluru dari robot Adudu itu. Beberapa peluru terlihat lolos dari ledakan itu dan mengarah ke Gempa dan Taufan.

"tanah pelindung"

"perisai Taufan"

Dengan cepat mereka berdua membentu perisai untuk melindungi diri. Peluru meledak di depan perisai mereka namun tak memberikan luka pada mereka berdua.

Merasa telah aman Gempa melepas perisainya.

"TIDAK, JANGAN DULU GEMPA" teriak Taufan memperingatkan Gempa tapi terlambat. Gempa telah menghilangkan perisainya dan sebuah peluru menerjang Gempa yang tanpa perlindungan.

"Yaya jatuhkan aku."

"tapi..."

"cepatlah tak ada waktu lagi.."

"baik"

"kokun bayang"

Tepat sebelum sebuah peluru menerjang Gempa sebuah bayangan melindunginya.

DUARRR...

Peluru itu meledak di perisai bayangan itu. Namun Fang yang terjun dari atas tidak bisa melindungi dirinya sendiri.

'kenapa aku selalu ceroboh.. sekarang takkan ada yang sempat melindungi ku.'

"FAAANGGG... GEMMPAAAA"

Taufan dan Yaya berteriak memanggil nama teman-temannya. Ketika kabut mulai menghilang dan memunculkan sebuah perisai bayang yang melindungi Gempa dan Fang yang ada di pelukan Ying.

"Kau tak apa Fang? Untung jamku berfungsi tepat waktu. Ma.."

"aku tak apa Ying. Tadi aku ditolong Yaya sekarang aku ditolong oleh mu"

"ohh... kita kan teman jadi harus saling menolong. Dan Fang bisa kau berdiri"

"Oh.. iya"

Ternyata Ying berlari sepanjang lapangan ketika melihat Fang yang hampir tertembak.

Semua berkumpul ditempat Ying dan Fang.

"kalian tak apa?"

"haiya.. aku tak apa.. ma. Oh iya tadi Fang bilang kaun mellindungi Fang Yaya?"

"ehmm.. ya"

Flashback

Yaya POV.

Segera saja aku terbang untuk menuju tempat Taufan meningalkan Gopal yang berlari dibelakangku. Ketika aku terbang kulihat Fang yanghampir terkena tembakan.

"kelajuan supersonik"

Segerasaja kukerahkan seluruh kuase ku untuk meraih Fang. Tepat sebelumbomitu meledak aku berhasil meraih tangan Fang dan membawanya terbang menuju kedai.

Flashback end

Normal POV.

Semua kembali berkumpul dengan luka ditubuh mereka. Meski mereka sudah menyelesaikan pertarungan mereka dengan robot-robot Adudu. Mereka masih harus melawan Adudu dan robot tempurnya. Semua bersiap untuk berarung.

"Yaya. Kemana Gopal? Bukannya tadi bersamamu ya?"

"ehm.. aku meninggalkannya dibelakang tadi. Jadi aku tak tau"

"dari pada kau memusingkannya lebih baik kita cari cara untuk menghadapi robot raksasa itu" kata Fang sambil menunjuk robot yang di gunakan Adudu untuk menyerang mereka.

"aku tau, serang saja lingkaran itu" kata Taufan menunjuk lingkaran didada robot itu dengan dagunya.

"baik lah"

"caranya?"

"aku akan tahan robot itu dengan golem tanah. Fang kau tahan tangan robot itu. Ying gunakan kuasa mu untuk memperlambat serangan. Taufan dan Yaya incar lingkaran itu ketika robotnya berhenti."

"baik" seru mereka serempak.

Dengan cepat Adudu menembakkan pelurunya kearah boboiboy dan teman-temannya. Namun semua serangan nya berhasil di hindari.

"kuase pengendali masa"

Semua melambat dengan kuase Ying. Robot itu bergerak pelan. Dengan segera Gempa mengambil kesempatan untuk menghentikan pergerakan robot itu.

"Golem Tanah"

Sebuah golem tanah muncul didepan Gempa. Ketika robot itu lengah golem tanah Gempa segera memegang tubuh robot itu.

"serangan jari bayang"

Grep... kedua tangan robot itu berhasil ditahan oleh jari-jari bayang Fang.

"cepat aku tak bisa menahannya terlalu lama!"

Segera saja Yaya terbang ke robot itu.

"tumbukan super padu"

Belum sampai pukulan Yaya mengenai lingkaran itu. Namun Yaya melihat bayangan seseorang. Orang itu terlihat lemas dan tidak sadarkan diri. Diperhatikannya oranng itu samar-samar terlihat topi yang hadapkan kedepan yang sangat rendah. Gerakan Yaya terhenti dan menatap ke kearah orang itu. "mungkinkah?"

"Yaya menghindar" teriak Fang yang merasa bahwa lilitan jari bayangnnya mulai mengendur. Tangan robot itu sudah tak bisa ditahan lagi oleh Fang. Dengan cepat robot itu memukul Yaya yang masih mematung. Yaya yang sama sekali tidak tau serangan itu terlempar beberapa meter dan langsung ditangkap oleh Taufan.

"YAYA...!" teriak Ying khawatir.

"kau tak apa Yaya?" tanya Taufan.

"aku tak apa"

"kau gila Yaya? Mengapa kau tadi berhenti?"

"aku tadi melihat..."

Apa yan dilihat oleh Yaya dan bagaimana mereka mengalahkan robot itu dan Adudu?

TBC or disc

Yeeee... selesai chapter 6.

Hahahaha... maaf banyak kesalahan dan gak memuaskan pertarungannya.

Saya gak bisa bikin yang action-action sih..

Jadi Cuma begini deh... hehehe

Akhir kata review please

Pertanyaan masih sama lanjut apa nggak?