Hai semua... selamat pagi, siang, dan malam

Saya kembali dengan cerita saya yang GaJenya bener-bener gak bisa ditolerir.

Seperti biasa saya akan mrmbalas review yang tidak mempunyai account (guest). Dan yang mempunyai account lihat di PM masing- masing.

Aiko : pertama saya ucapkan terimakasih sudah membaca dan mereview fic saya. Si Api nggak satu wujud sama Halilintar dia itu keluar dengan wujudnya sendiri. Dan GaJe itu artinya Gak Jelas. Sekali lagi terimakasih ya ^_^

The fire of foxs: terimakasih sudah membaca dan mereview fic saya. Hehehe mungkin Cuma sampai 10.

The king of elements a kuroyaki: terimakasih sudah membaca dan mereview fic saya. Nggak sampai 15 mungkin Cuma sampai 10.

NurHalimah: terimakasih sudah membaca dan mereview fic saya. Wahhh... saya terharu lhoo ada review seperti ini (lebaynya kumat lagi). Saya lanjut kok tentu saja^_^

Weeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeewwwwwwwwwwwwwww... semua review telah tebalas.

Tak lupa saya mengucapkan terimakasih pakek banyak banyak banyak campur sambel sama kecap(?)

Hehehe... dari pada panjang panjang saya lanjutin aja

Chapter 8

Warning: gaje, abal, typo(gak tanggung-tanggung typonya bisa sampai satu kata) dan beragam genus dan family(?)kesalahan lainnya.

^_^ SELAMAT MEMBACA^_^

8. kekuatan penuh

Dan samar-samar terlihat anak bertopi yang dihadapkan ke depan namun agak keatas. Menggunakan jaket lengan pendek berwarna merah. Dengan tangan berapi yang menyala.

"Mungkinkah?"

"Boboiboy Api" gumam mereka semua melihat anak yang ada didepan mereka.

Perlahan kedua bola mata anak yang diketahui adalah boboiboy api terbuka menampakkan sepasang bola mata orange seperti api yang menyala.

"macem mane dia bisa keluar. Bukankah dia hanya bisa keluar saat boboiboy tertidur? Komputer apa yang terjadi?"

"menurut data boboiboy api bisa keluar karena dia tertekan.."

"bla...bla..bla.. aku tau la. tapi macem mane dia bisa keluar dengan tubuhnya sendiri?"

"saya tidak tau boz. Dan ada satu slang dan tabung energi yang mengalami kebocoran boz."

"ape? Bagaimana bisa?"

"tadi Halilintar mengeluarkan energi yang sangat kuat sehingga salah satu slang dan tabung energi tak bisa menahan banyaknya energi yang di keluarkan Halilintar boz."

"ape? Bagaimana bisa? Bukankah kapasitas untuk menyimpan energi sangat tinggi? Tak mungkin jika energi Halilintar bisa melampauinya?"

"aku tak tau boz."

"sekarang analisis apa yang terjadi dan perbaiki slang dan tabung energi itu. Jika tak bisa jangan gunakan slang dan tabung energi itu untuk membawa energi Halilintar"

"baik boz" setelah mendapat perintah dari Adudu. Komputer segera menjalankannya.

Disisi lain boboiboy Api nampak berdiri dengan wajah terlihat garang namun semua itu telah hilang dengan kalimat pertamanya yang ceria dan bersahabat.

"haiiiii... korang semua ada kat sini. hai Gempa. Hai Taufan. Senang kali la jumpa korang semua lagi" Kata Api dengan wajah ceria dan tawa bersahabatnya.

Boboiboy dan kawan-kawannya khawatir jika Api akan mengamuk san membakar semuanya sementara energi mereka terkuras habis saat melawan Adudu tadi dan sekarang pun mereka harus melawan Adudu dan menyelamatkan Halilintar.

"engg... iya"

Semua memiliki pemikiran yang sama 'Bagaimana Api bisa keluar?'

"hahaha menyenangkan sekali lah.. ehh.. tapi kenapa korang semua luka-luka macam tu?" tanya Api tak mengerti.

"Adudu serang kita semua" kata Taufan menjelaskan sambil menunjuk Adudu.

"ehh.. yang paling penting bagaimana kau bisa keluar?"

"KAU JELASKAN NANTI SAJA! LIHAT ADUDU MENYERANG" teriak Fang melihat beberapa peluru mengarah ke mereka.

"bebola Api" sejumlah bola-bola Api dilemparkan Boboiboy Api untuk mengentikan peluru-peluru itu. Bola-bola api dan peluru-peluru saling bertumbukan menghasilkan sebuah ledakan yang cukup besar didepan mereka.

"tendangan pinalti. Bebola Api" sebuah bola muncul ditangan Boboiboy Api dan ditendangnya mengarah ke Adudu dan robotnya. Semua hanya menatap kearah Adudu yang terjatuh bersama dengan robot besarnya.

"ehmm.. bukannya korang yang panggil aku?" kata Api kebingungan.

"eh.. panggil kau?" tanya Gempa yang tak mengerti situasinya.

"iyelah. Korang tak sadar kah? Tadi saat kau ingin lindungi Yaya. Aku sudah keluar dari jam kuase kau lah tu" kata Api menjelaskan kepada Gempa.

"eh... jadi tadi..." gumam Yaya mengingat-ingat saat iya melihat lambang api di udara tadi.

"ha.. kapan? Ohh..." Gempa teringat saat jamnya mengeluarkan cahaya tepat sebelum ia terlempar saat mencoba melindungi Yaya. "jangan-jangan.. tadi.."

"iye. Kau tak sadar kah jammu menyala?"

"dah tu kenapa kau baru muncul sekarang?"

"energi itu belum cukup lah. Karena kalian berpecah menjadi tiga aku perlu keyakinan dan kekuatan kalian bertiga untuk bisa keluar. Dan tadi saat Taufan ingin melindungi kalian aku semakin bertambah energinya untuk membentuk element sendiri. Lalu saat Halilintar... eh mana Halilintar?" tanya Api menyadari bahwa Halilintar tak ada.

"dia kat ruangan itu lah" kata Yaya menunjuk lingkaran didada robot yang masih mengumpulkan energinya.

"ohh... jadi macem mane nih?" tanya Api.

"kita serang saja dia" kata Fang melihat kebingungan Api.

"ha'ah. Lah. Korang bisa bertarung?"

"tentu" ucap mereka penuh keyakinan.

OoooooooooooO

Halilintar POV

"bebola Api"

Samar-samar kudengar seseorang berteriak untuk menggunakan kekuatan api.

Apa? Api? Mungkinkah Api muncul? Tapi bagaimana bisa?

"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRRRRRRRRRRRRRRRGGGGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHH"

Kepala kotak brengsek. Dia mengambil energiku lagi. Tapi aku bisa mengumpulkan energisedikit demi sedikit.

Kuharap aku punya waktu untuk keluar dari sini. Kalian semua tolong ulur waktu sampai aku bisa mengumpulkan energi.

Halilintar POV end

OooooooooooooooO

Seluruh tenaga mereka kerahkan untuk melawan Adudu dan robotnya. Banyak peluru diarahkan kepada mereka namun mereka masih bisa menghidar ataupun bertahan.

"kita harus melakukan serangan kombinasi. Jika kita tetap menyerang sendiri-sendir tak mungkin kita bisa mengalahkan Adudu." Kata Yaya memberi usul.

"oke" kata mereka semua serempak.

"Yaya kau dan Ying serang Adudu terlebih dahulu. Api kau kobinasi lah bersama Taufan karena Api akan lebih besar jika terkena angin. Ulur waktu sampai aku dan Fang bisa mengeluarkan golem Naga tanah dan naga bayang, Gopal saat robot itu lengah segera ubah menjadi makanan!"

"hayoyo... tak mungkin la boboiboy. Tengok dia tu bersar sekali"

"ubah saja semampumu. Setidaknya itu akan menghentikan pergerakannya!"

"baik. Ying bersiaplah"

"oke"

"kuase pemberat graviti"

"larian laju"

"hyaaaaaaaaaaaaaaa..." teriak mereka ketika mengeluarkan seluruh kemampuan mereka.

"sekarang Yaya"

"baik"

"Gerakan Kombo Y & Y"

Medan graviti di sekitar Ying menghilang bersamaan dengan Ying yang secepat kilat menerjang robot Adudu. Berbagai serangan yang cepat dan kuat menerjang Adudu membuatnya kebingungan dan kesulitan untuk menghalau serangan.

"Kena Kau"

Meski cepat dan kuat semakin lama kecepatan an kekuatan itu berkurang. Hal itu dimanfaatkan Adudu untuk menembak Ying. Ying yang tak menyadari tembakan itu terkena tembakan dan terlempar beberapa meter ke udara.

"YINGGGGGG" Yaya yang melihat hal itu langsung tebang untuk menangkap Ying agar tak terhempas ke tanah.

Boboiboy api dan Taufan menyiakan kekuatan mereka. Boboiboy api memusatkan kekuatan di tangannya dan memperbesar.

"hyaaaaaaaaaaaaaaaaa..."

Perlahan boboiboy melayang keatas bersama dengan bola api yang semakin membesar. Taufanpun terbang ke bawah robot Adudu ketika Adudu lengah dan hanya terfokus pada Api yang ada diatas.

"Gerugi Taufan" Taufan memutar tubuhnya untuk membuat sebuah pusaran angi untuk mengalahkan robot itu. Perlahan robot itu terangkat karena tekanan dari pusaran anginnya.

"komputer bagaimana ini?"

"rasakan nii!"

Bola api raksasa yang di bentuk oleh Api dihempaskan kearah Adudu dan robotnya. Api yang pada dasarnya akan membesar jika terkena angin. Bertumbukan dengan gerudi Taufan dan membentuk tornado api yang sangat besar. Dan membakar robot Adudu.

Robot Adudu semakin hilang kendali dan tercetak goresan-goresan serta bagian besi yang terkelupas di sana sini. Meski berkekuatan yang besar tornado api itu perlahan menghilang. Dan terlihatlah Taufan dan Api yang kelelahan.

"sekarang Gempa, Fang"

"baik"

"hyaaaaaaaaaaaaaaaaaaa... golem naga tanah"

"naga bayang"

langit mulai memmbentuk pusaran gelap dan munculah seekor naga yang sangat besar dari sana. Naga bayang itu mulai keluar dan meraung-raung. Tanah pun bergetar dan terbelah memunculkan seekor naga dari tanah yang besarnya tak kalah dengan Naga bayang. Raungan-raungan dari kedua naga itu menggema.

Kedua naga itu semakin bkeluar dan menunjukkan wujud penuh mereka. Bergerak terbang diudara.

Seluruh mata memandang takjub dan ngeri secara bersamaan.

"Komputer aku memerlukan energi yang lebih serap energi Halilintar sekarang" seru Adudu ketakutan melihat kedua naga itu siap menerkamnya.

"baik bos"

"GRAAAAAAAAAAAAAAAAUUUUUUUUUUUUUUUUUUUURRRRRRRRRRRRRRRRRR"

Apakah mereka bisa mengalahkan Adudu setelah mengeluarkan kekuatan penuh mereka? Dan apakah rencana halilitar akan berhasil?

TBC or disc

Waaahhhhhhhhh... maaf-maaf ending chapter 8 nggantung lagi. Biar tambah kepo.

Ini juga sebagai permintaan maaf saya karena di ch. 7 saya lupa memasukkan bagaimana Api bisa keluar. Jadi saya jelaskan disini.

Karena saya belum tau nama gerakan kombo Taufan dan Api jadi saya karang sendiri.

Maaf kalo gaje dan ya ampun super aneh

Sudahlah

Terimakasih sudah membaca

Dan review please

Maaf kalo saya nanya lagi saya hanya kebiasaan saja

Lanjut atau nggak?