Love You My Beauty Dragon
By
Zevatus
Warning: SasuFemNaru, typo, gaje, bahasa aneh, alur kecepetan, OOC, latar dan waktu berganti-ganti sesuka author gaje, serta feel kurang…
Summary: Manusia? ia menyangkal jika dirinya adalah manusia. Ia adalah Naga, seperti ibunya. Namun, kenapa ibu naganya mengusirnya? Bukankah ibu naganya mengatakan kalau dia menyayangi gadis itu? Kenapa juga ia harus bertemu pangeran Uchiha itu? Bagaimana jadinya kehidupan gadis itu ditengah-tengah manusia?
No like, please don't read…
Chapter Three
Naru duduk di bingkai jendela, entah kenapa ia menyukai duduk disana. Beberapa saat yang lalu, ia sukses memperlihatkan kemarahannya, bahkan ia sampai mengatai Sasuke 'Teme' di depan keluarga Sasuke. Ia merutuki dirinya sendiri untuk itu. Bagaimana bisa dia memperlihatkan sisi seperti itu didepan keluarga Sasuke yang merupakan keluarga kerajaan.
Tiba-tiba, sebuah suara ketukan pintu terdengar dari pintu. Membuat Naru segera berdiri dan membukakan pintu. Mikoto berdiri disana sambil menatap lembut gadis blonde itu.
"Apa aku mengganggu?" Tanya sang permaisuri kerajaan Uchiha.
"Tidak, yang mulia…" jawab Naru sambil menunduk. Ia malu karena mengingat tindakan tidak sopannya tadi di meja makan.
"Aku tidak menyangka kau bisa berbicara tidak sopan seperti tadi…" Kata Mikoto sambil tertawa kecil.
"M-maaf kan saya, yang mulia…" Kata Naru dengan nada sangat menyesal.
"Tidak… tidak… itu tidak apa-apa. Aku senang. Kau tahu, aku kesepian hidup dengan orang-orang yang seperti boneka. Lagi pula, jangan panggil aku 'yang mulai' terus. Aku sudah menjadi ibumu. Panggil aku ibunda…" kata Mikoto masih tersenyum.
"Oh ia, ini baju dan lambang anggota kerajaan yang harus kamu pakai besok. Untuk senjata, besok akan diberikan." Kata Mikoto sambil memberikan satu stel pakaian.
"T-terima kasih… yang mulai." Kata Naru menerima pakaian itu.
"Aku bilang panggil aku ibunda… jangan yang mulia lagi… coba ulangi. Kalau tidak, aku tidak akan pergi." Kata Mikoto.
Naru menatap wanita itu tidak percaya…
"ayo…" Bujuk sang permaisuri kerajaan Uchiha.
"I-ya... ibunda." Kata Naru sedikit tergagap. Ia mengangkat wajahnya dan melihat ke arah Mikoto. Wanita kini terlihat tengah tersenyum dan merasa sangat puas.
"Senangnya…." Kata Mikoto sambil memeluk Naru.
"Sekarang tidurlah, supaya besok kamu bisa segar untuk pertandingan. Selamat malam…." Kata Mikoto setelah melepaskan pelukannya.
Naru lalu tersenyum "Selamat malam…" Katanya membalas perkataan Mikoto.
#Zevatus#
Sasuke berbaring di kasurnya, menatap ke arah langit-langit kamarnya. Dia merasa sangat bodong, bisa-bisanya dia terbawa emosi dan membuat gadis yang baru saja dia akui sebagai gadis yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama kepada dirinya sendiri menjadi semakin jauh untuk ia gapai.
Pemuda itu menjambak ramputnya sendiri merasa bahwa dia adalah orang terbodoh di sepanjang sejarah keturunan Uchiha.
Sedangkan di sisi lain…
"Apa ibunda setuju dengan rencanaku kali ini?" Tanya sang putra mahkota kepada ibundanya. Ia baru saja mengutarakan idenya untuk sedikit membuat perkembangan untuk hubungan sang adik dan calon adik iparnya di perlombaan esok hari.
Sedangkan sang permaisuri sedang berpikir. Ia sebenarnya tidak setuju dengan usul dari putra sulungnya. Tapi ia kasihan juga sama si bungsu kalau tidak dibantu. Masalahnya, karena pertengkaran tadi, hubungan anak dan calon menantunya sepertinya mundur beberapa langkah ke belakang, bukan maju.
Tapi, ide Itachi bagaikan pedang bermata dua. Kalau salah persepsi, bisa-bisa usaha mereka malah menghancurkan Sasuke lebih parah lagi.
"Apa kau yakin ini tidak akan mendatangkan hal buruk untuk adikmu?" Tanya Mikoto penuh selidik.
"Tentu saja ibunda… Paling kalau gagal, Sasuke hanya akan mengasingkan diri di arena panahan istana selama 3 minggu." Kata Itachi santai.
Mikoto mulai berpikir lagi, dan seringai muncul di wajah cantiknya.
"Baiklah, ibunda setuju… tapi dengan satu syarat."Kata Mikoto membuat Itachi menatap ibundanya penuh selidik.
"Berikan aku videonya. Aku tidak ingin melewatkan hal itu." Kata sang ibunda yang dijawab dengan seringaian yang sangat lebar. Ternyata sang ratu kerajaan Uchiha meminta hal yang memang akan dilakukan Itachi tanpa request dari siapapun.
Oh Sasuke, siapkanlah jiwa dan ragamu untuk hadiah kejutan yang akan diberikan oleh sang ibu dan kakak besok di perlombaan yang akan kau jalani.
#Zevatus#
Sasuke bangun pagi hari dengan kepala sedikit berdenyut. Itupun jika tidurnya dapat dikatakan tidur, karena nyatanya sang bungsu Uchiha itu hanya menutup matanya sampai tanpa sadar pagi sudah datang. Dengan sedikit pusing, sang Uchiha bungsu itu melangkahkan kakinya untuk bersiap-siap. Ia menyalakan keran air lalu membasuh wajah tampannya hanya sekedar menghilangkan sedikit rasa pusingnya sebelum seluruh badannya disentuh oleh air dingin yang sebentar lagi akan menyapa kulit putih mulusnya.
Setelah merasa cukup, ia melangkahkan kakinya dan mulai mencelupkan tubuhnya di kolam mandi pribadinya yang dapat dikatakan cukup besar tanpa menunggu pelayan untuk menyiapkan semuanya sebab pelayan pribadinya selalu menyiapkan segalanya sebelum sang pangeran membutuhkannya. Sungguh pelayan teladan.
Sasuke berendam, merasakan air dingin yang menyelimuti tubuhnya. Ini adalah kebiasaan khas keluarga Uchiha, mereka pantang untuk menggunakan air hangat untuk mandi. Itu mempermudah pekerjaan para pelayan juga sih…
Sedangkan di tempat lain, nampak seorang gadis pirang sedang bermain air di dalam kamar mandi. Ia gerakkan tangannya, seakan ia sedang membentuk sesuatu. Sedangkan air yang ada di depannya sudah terbentuk, menjadi 3 wujud manusia. Dua orang wanita dan seorang lagi pria. Setelah itu, ia mengepalkan tangannya keras dan air tersebut langsung berubah menjadi kristal indah.
Gadis itu tersenyum menatap hasil karyanya. Itu adalah potret dirinya bersama ibu naga dan kakaknya yang mengubah diri mereka menjadi manusia agar dapat berjalan bersama Naru di pinggir hutan. Naru ingat, itu adalah saat ulang tahunnya ke 6. Ia sangat senang saat itu. Itu adalah pertama kali ibu naganya mau menampilkan wujud manusianya. Meski ibu dan kakaknya tidak dapat berubah seutuhnya, tapi mereka berusaha keras agar dapat membahagiakan Naru. Naru mengelus patung itu lembut lalu meletakkannya ke tempat yang aman. Ia merindukan keluarganya. Bukan keluarga manusianya, tapi keluarga naganya.
#Zevatus#
Nampak dua orang yang sangat mencolok sedang berjalan di arena, menunggu pengumuman tentang lomba berburu tahunan ini dimulai. Mereka menggunakan pakaian khas berburu kerajaan. Sang pria menggunakan pakaian singlet hitam model slim fit, memperlihatkan otot-ototnya yang terbentuk secara sempurna serta celana panjang cokelat yang membalut kakinya. Di kedua lengan atasnya terdapat gelang lambang kerajaan Uchiha-gelang dengan ukiran berbentuk kipas dan didampingi dengan ukiran abstrak- ditambah dengan wajah stoic khas Uchiha serta rambut raven yang melawan arah gravitasi sukses membuat para gadis yang sedang menonton di pinggir arena menatap kagum kepada pangeran mereka.
Sedangkan di sebelah sang reven, seorang gadis berambut blonde yang diikat model ekor kuda menatap kagum sekelilingnya. Seperti sang raven, gadis itu juga menggunakan pakaian singlet ketat berwarna hitam yang memperlihatkan tiap lekukan tubuh gadis tersebut dengan celana panjang berwarna cokelat yang menutupi kaki indahnya-pakaian yang dipesan khusus oleh Mikoto untuk Naru-. Gelang dengan ukiran yang sama dengan pemuda disebelahnya terpasang dengan sangat pas di pergelangan tangannya, menandakan bahwa dia anggota kerajaan Uchiha. Tidak lupa busur dan anak panah yang sudah tersedia rapih di punggung sang blonde. Sebenarnya Mikoto ingin Naru menggunakan pakaian yang lebih feminism, misalnya rok berwarna coklat 5 senti diatas lutut, tapi sang raven langsung memberikan death glare mematikannya pada sang ibu.
Melihat sang ibu mendesain baju Naru saja sudah membuat sang Raven membayangkan berapa banyak pria diluar sana yang akan melihat lekukan indah tubuh gadisnya langsung membuat mood sang raven sangat buruk. Bagaimana jika sang ibu menambahkan kesan feminim, Sasuke pastikan ia akan mencongkel setiap mata yang melihat gadisnya.(?)
Terlihat ada beberapa orang yang menatap kearah mereka, tatapan tersebut adalah tatapan kagum sekaligus merendahkan, membuat Sasuke mengernyitkan dahi. Beberapa saat kemudian, ada 2 orang yang menghampiri mereka.
"Wah, tahun ini anda ikut lagi rupanya. Yang mulia pangeran…" Kata salah satu dari 2 orang tersebut. Sedangkan Sasuke menatapnya acuh tak acuh.
"Aku tidak yakin anda akan menang kali ini, mengingat pasangan anda bukan Yang mulia putra mahkota. Melainkan…" orang itu menghentikan perkataannya sejenak untuk menatap Naru dari atas ke bawah serta menatap wanita itu dengan tatapan mesum? "Seorang nona manis yang pasti hanya dapat berteriak nanti. Aku bahkan tidak yakin anda bisa melewati babak seleksi…" lanjutnya lalu diiringi gelak tawa dari pemuda itu. Sedangkan pemuda yang satu hanya diam.
Naru menatap pemuda yang sedang tertawa itu dengan kesal.
"Jaga mulutmu, Inuzuka. Meski kau salah satu bangsawan penting. Kau tidak memiliki hak untuk berkata seperti itu pada anggota kerajaan." Kata Sasuke datar.
"Aku tidak mengatakan hal yang tidak sepantasnya, aku mengatakan hal yang sebenarnya." Kata pemuda itu lagi.
Tiba-tiba terdengar suara dari speaker yang terpasang di setiap sudut tempat pertandingan. Ya, mereka belum masuk ke hutan karena mereka masih harus mengikuti babak seleksi.
"Selamat pagi, pemburu-pemburu hebat. Selamat datang di perlombaan berburu tahun ini. Babak seleksi akan segera mulai. Seperti tahun-tahun sebelumnya, babak seleksi adalah lomba memanah. Bagi para peserta, silahkan mengambil posisi seperti yang sudah ditentukan sebelumnya, seleksi dilakukan dengan hasil pengambilan nilai untuk kemampuan memanah. Jadi… jangan takut dan nikmati lombanya…" Kata suara yang dikeluarkan oleh speaker. Semua peserta segera mengambil posisi termasuk Sasuke dan Naru.
Rupanya mereka ada di urutan pertama dengan kelompok si pemuda yang menurut Naru sangat menjengkelkan.
"Biar aku saja yang mulai deluan. Kamu lihat saja supaya tidak semakin mempermalukanku." Bisik Sasuke lalu melangkah melewati Naru. Sedangkan Naru hampir saja meneriaki sang pangeran dengan kata 'Teme'. Untung saja dia ingat dia ada di mana dengan status apa yang dia pikul di perlombaan ini.
"Yaaa… babak pertama putaran pertama kelompok A adalah tampilan dari Sasuke Ouji-sama dengan Hyuga-sama. Seperti biasa,7 anak panah untuk 7 sasaran, kekuatan apapun tidak masalah. Silahkan dimulai…" Kata pengawas pertandingan.
Sasuke mulai mengangkat tangannya agar sejajar dengan bahu. Bola-bola cahaya berwarna biru mengelilingi tubuh sang raven lalu mulai membentuk busur dan anak panahnya.
Sasuke dan si pemuda berambut panjang bernama Hyuga lalu bersiap-siap. Sasuke mengeker targetnya denga serius. Setelah yakin, ditariknya anak panah yang sudah terpasang di busurnya ke belakang lalu melepaskannya. Membuat Naru yang melihatnya terpukau akan cahaya yang berasal dari anak panah Sasuke yang sekarang melesat. Cahaya biru itu sangat indah, mengingatkan gadis itu pada bintang-bintang yang bersinar.
Bukan hanya Naru yang terpukau, namun juga orang-orang tang ada disana juga terpukau. Tentu saja itu terkecuali untuk keluarga kerajaan yang sudah dari Sasuke kecil melihat kejadian itu. Itulah kekuatan Sasuke. Kekuatannya adalah bola cahaya berwarna biru yang dapat membentuk senjata apapun.
Sang Hyuga tidak mau kalah, ia mengeluarkan kekuatannya. Saat panahnya melesat menuju target, angin berkilau silver melingkupi anak panah itu, membuat anak panah yang mengenai target langsung menancap sangat dalam ke target tersebut.
Orang-orang terpukau dengan kedua orang yang sedang bertanding. Mereka memang memiliki kekuatan yang selalu dapat memukau penonton setiap tahun.
Ketujuh target tersebut berhasil dipanah oleh kedua orang yang membuat para penonton hanya terpaku pada mereka.
Juri memeriksa hasil tembakan dari kedua orang yang sangat memukau itu. Setelah itu, diumumkan bahwa sekarang adalah waktu patner kedua orang tersebut. Naru melangkah menuju arena dengan sangat tidak sabaran. Ditengah jalannya menuju arena, ia berpapasan dengan Sasuke.
"Kau lihat aku tadi bukan? Jadi jangan buat aku malu, Dobe…" Kata Sasuke pada Naru saat mereka berpapasan membuat Naru langsung berhenti dan berbalik menata Sasuke yang tetap melangkah maju. Kedua tangannya sudah mengepal erat.
Tapi dipendamnya amarahnya, ia tidak mau ambil pusing. Ternyata sang pangeran juga bisa berbicara kasar rupanya. Naru kembali melangkahkan kakinya menuju arena.
Naru kini sudah berada di arena panahan. Disampingnya ada pemuda yang tadi mengejeknya, pemuda itu sedang tersenyum mengejek kea rah Naru.
"Lihat baik-baik ya, gadis manis. Aku akan memperlihatkan teknik memanah yang benar…" Kata si pemuda Inuzuka. Sedangkan Naru tidak ambil pusing soal itu.
Mereka menyiapkan busur dan anak panah mereka. Saat tiba-tiba salah satu juri berjalan ke tengah arena.
"Sekarang putaran kedua akan segera dimulai… sebelum dimulai, aku akan mengumumkan sesuatu yang penting…" Kata sang juri. Pria dewasa tersebut menjentikkan jarinya dan tiba-tiba target muncul dan melayang-layang di udara dengan aturan putaran yang teratur. Membuat semua yang menonton mengernyitkan dahi, termasuk Sasuke yang baru sampai di tepatnya.
"Untuk putaran kedua, ada perubahan. Target akan melayang dan bergerak tidak teratur seperti yang kalian lihat saat ini. 7 target dengan 7 anak panah seperti putaran pertama tidak akan berubah, hanya saja sekarang waktu kalian dibatasi hanya 1 menit. Jadi selamat berjuang para pemburu…" Lanjutnya yang tentu saja langsung membuat seluruh orang yang ada disana kaget, tak terkecuali Sasuke.
Sang juri langsung berjalan ke tempat yang aman untuk mengawasi. Ini memang system baru dan kali ini hanya gelombang kedua saja yang akan merasakan system baru ini. Rencana ini dipersiapkan untuk perlombaan tahun depan, tapi para juri sudah tidak sabar ingin mengujinya.
Sedangkan di tempatnya, Sasuke mulai berpikir. Ia sebenarnya mengambil putaran pertama agar dia dapat memberikan contoh untuk Naru. Tapi nyatanya, ia malah mempersulit gadis itu. Meski ia terkejut, tapi si raven tetap memasang wajah stoic-nya.
Sedangkan sang pemuda Inuzuka menganga melihat target kecil yang melayang-layang dilangit dan tidak berhenti untuk berputar. Pertandingan dimulai saat lonceng berbunyi. Nampak sebuah jam pasir besar yang nampak didekat para juri. Segera sang pemuda dan Naru menyiapkan busur mereka.
Bel berbunyi saat kedua peserta itu siap.
Pemuda Inuzuka itu menarik anak panahnya, bersiap memanah target yang dia incar. Saat anak panahnya terlepas… banyak orang disana menatapnya tanpa berkedip. Ternyata anak panah itu gagal mengenai target. Membuat pemuda itu menggerutu. Ia mengulanginya lagi dan lagi, namun tetap saja gagal.
Waktu tinggal 20 detik…
Namun Naru hanya terdiam, gadis itu menutup matanya sedangkan tangannya masih menggenggam busurnya.
"Hei… sudah lah, kau pasti gagal. Aku saja gagal. Kau tidak mungkin berhasil." Kata pemuda itu. Sedangkan Naru masih terdiam.
Dan saat kelopak matanya terbuka, tangan gadis pirang itu dengan cepat mengambil anak panahnya.
Tiga anak panah ia tarik sekaligus mengarahkannya ke 3 target yang saling berdekatan. Membuat orang-orang disana menahan nafas menunggu.
Dengan cepat anak panah menuju ke target, membuat orang-orang membolakan matanya karena ternyata ketiganya berhasil mengenai target.
Belum terlepas dari keterkejutannya, 2 anak panah yang lain sudah sukses mendarat di target yang lain. Sang pemuda Inuzuka hanya dapat menganga melihat hal tersebut. Sasuke bahkan sudah berdiri dari tempat duduknya.
Naru lalu memanah satu lagi target. Dan lagi-lagi dia tidak melesat.
Tanpa sadar, orang-orang sudah menahan nafas ingin melihat hasilnya. Tidak terkecuali keluarga kerajaan yang menempati tempat khusus.
Tinggal satu… satu anak panah terakhir.
Naru mengarahkannya ke arah target, namun sesaat sebelum melepaskan anak panah itu. Naru merasakan sesuatu. Ia menjadi tidak konsen. Dan saat anak panah itu melesat, Naru gagal.
Namun gadis itu tidak menghiraukannya. Matanya sibuk mencari sosok orang yang memiliki aura yang tadi ia rasakan. Tidak mungkin ia salah…
Namun tiba-tiba aura itu menghilang. Naru kecewa. Namun saat ia berbalik, terpampang di layat besar bahwa kelompoknyalah yang berhasil lolos secara mutlak untuk mengikuti perlombaan berburu. Naru tidak tersenyum maupun mengejek kembali sang pemuda Inuzuka yang tadi mengejeknya. Ia hanya berjalan tanpa semangat menuju ketempatnya. Tidak menyadari sepasang mata berkilat menatapnya.
#Zevatus#
"Kau kenapa?" Tanya Sasuke kepada Naru.
Saat ini, kelompok berikutnya sudah mulai memasuki arena, tapi hal itu sama sekali tidak membuat Sasuke tertarik. Sangat banyak pertanyaan yang muncul di kepalanya. Dari Naru yang ternyata sangat hebat dalam memanah meski tidak menggunakan kekuatan sampai apa yang membuat gadis itu gagal di target terakhir. Tapi ego dan rasa penasarannya membuat sang raven memilih pertanyaan terakhir untuk ia tanyakan.
"…"
Tidak ada jawaban, gadis itu sama sekali tidak menjawab pertanyaan Sasuke. Seakan tidak mendengarkan apa yang pemuda itu katakan, membuat Sasuke mengernyitkan dahi. Ia ingin agar gadis yang ia sukai meliriknya, tapi kenapa ia malah dicampakkan seperti ini.
"Dobe…" Kata Sasuke mencoba menarik perhatian Naru. Ia tidak tau kata apa yang mungkin dapat membuat gadis itu meliriknya selain sindiran tersebut. Maklumi, ia sangat jarang berbicara panjang lebar ke seseorang.
"Apa tadi kamu bilang?" Tanya Naru pelan sambil menatap tajam kearah Sasuke.
"Selain 'dobe', ternyata kamu juga memiliki gangguan pendengaran rupanya." Kata Sasuke. Seringai mulai tergambar di wajah rupawannya. Meski tidak mendapat jawaban yang tadi ia inginkan, itu tidak masalah. Paling tidak ia mendapatkan perhatian gadis di depannya saat ini.
"Aku tidak 'DOBE'! Teme!" teriak Naru yang tidak dapat meahan amarahnya lagi. Oh dia lupa kalau saat ini dia berada di pinggiran arena. Otomatis hal itu membuat banyak orang berbalik dan menatap mereka berdua. Bahkan ada beberapa orang yang mulai berbisik-bisik.
Hal itu membuat Naru yang menyadari hal itu langsung menunduk, pipi nya sudah memerah karena marah dan malu.
#Zevatus#
Seleksi berlangsung dengan banyaknya tatapan kagum dari para penonton, baik itu penonton dari kerajaan Uchiha ataupun penonton yang datang dari kerajaan lain hanya untuk menyaksikan perlombaan tahunan kerajaan Uchiha tersebut.
Babak seleksi berakhir dengan 10 kelompok pemanah terbaik dari 100 kelompok yang mendaftar. Yah, inilah perlombaan tahunan kebanggaan kerajaan Uchiha. Mereka benar-benar seperti monster dalam menyeleksi para peserta. Dan tentu saja, tahun ini yang membuat jumlah kelompok sangat kecil adalah karena babak kedua.
Babak utama akan dimulai, dimana para peserta akan mengumpulkan point dari hewan-hewan serta monster yang akan mereka lawan. Inilah bagian paling menarik dari perlombaan ini. Akan ada pet sihir yang akan mengikuti setiap kelompok. Pet ini membawa kamera yang akan mengambil gambar dari sudut yang tepat agar para juri dan penonton dapat melihat dengan jelas perkembangan setiap kelompok. 10 layar disediakan untuk menampilkan masing-masing perkembangan para peserta selama 1 hari.
Setiap hasil buruan yang berhasil dibunuh akan langsung dihampiri oleh para pet untuk menimbang berat yang akan dimasukkan ke point tiap peserta dan menampilkannya di layar. Meski begitu, suara para pemain tidak akan dapat terdengar oleh semua orang.
Nampak sepasang mata menatap ke arah para peserta yangbaru saja memasuki hutan tempat diadakannya perlombaan.
"Aku tidak bisa masuk ke dalam hutan itu. Tck… Aku harap kau akan baik-baik saja, Naru…" Kata suara sedikit serak yang terdengar sedikit khawatir.
#Zevatus#
Naru berjalan sambil memegang erat busurnya, matanya tidak lepas memandang ke sekelilingnya.
"Nii-sama…" Kata Naru sambil memegang erat busurnya. Entah mengapa ia merasakan hawa tidak menyenangkan dari hutan tersebut.
"…" tidak ada jawaban.
"Sasuke Nii-sama…" Kata Naru lagi.
"…" tetap tidak ada jawaban.
"Sasuke!" Kata Naru dengan nada mulai meninggi.
"…" Masih tidak ada jawaban, membuat Naru mulai kesal dengannya.
"Bisa tidak kamu jawab panggilanku, Teme!" Teriak Naru mulai merasa jengkel dengan pemuda berambut emo yang sedari tadi tidak menggubris panggilannya.
"Ada apa, Dobe? Kau berisik sekali…" Kata Sasuke datar.
"Aku merasa tidak enak dengan hutan ini…" Kata Naru yang merasakan hal tidak enak yang ia rasakan semenjak memasuki hutan tersebut.
"Tenanglah, semua orang yang pertama kali memasuki hutan ini pasti akan merasakan hal yang sama…" Kata Sasuke. Pemuda itu tetap melangkah maju ke depan, mencoba mencari apa yang bisa menjadi buruannya.
Naru mencoba bertahan, ia berjalan di sebelah Sasuke. Tiba-tiba terdengan sebuah suara ranting patah, membuat kedua orang tersebut langsung berbalik dan menajamkan matanya.
Sasuke dan Naru sudah menyaipkan busurnya, menunggu apa yang mendeikati mereka. Namun saat mereka akan menarik anak panahnya, sosok kuda bertanduk mirip Pegasus muncul, membuat Naru langsung menahan anak panahnya. Sedangkan Sasuke sudah melepaskan anak panahnya.
Kuda berwarna putih itu langsung mengangkat kedua kakinya seperti kuda pada umumnya.
"Apa yang kamu lakukan, Teme!" Kata Naru kesal. Ia tidak menyangka Sasuke akan setega itu langsung melesatkan anak panahnya pada kuda secantik itu.
"Ini pertandingan, Dobe… jangan alihkan pandanganmu, makhluk itu…" belum menyelesaikan kata-katanya, sebuah raungan memekakkan telinga langsung terdengar dari arah kuda tadi. Membuat Naru dan Sasuke langsung berbalik..
Kuda yang tadinya putih sudah berubah menjadi berwarna hitam kelam. Tanduk yang tadi membuatnya nampak seperti Pegasus yang indah sudah berubah menjadi surai kuda namun dari logam yang terlihat sangat tajam. Naru membolakan matanya menatap perubahan itu.
Asap berwarna hitam juga bermunculan dari bawahnya.
"Apa yang…"
"Aku akan menjelaskannya nanti…" Kata Sasuke yang sudah menarik anak panahnya lagi. Ia menatap tajam targetnya. Sedangkan kuda tadi sudah mulai menatap Sasuke tidak kalah tajamnya. Sasuke melepaskan anak panahnya, melihat hal itu… kuda tersebut langsung berlari untuk menghindar. Asap hitam itu seakan menjadi tumpuannya, membuat sang kuda melayang.
"Ck…" Sasuke langsung berlari ke posisi yang tepat, meninggalkan Naru.
Sasuke kembali memanah kuda tersebut. Namun lagi-lagi bisa dihinari meski kekuatan Sasuke menambah kekuatan panahnya. Meski gagal, Sasuke tetap berusaha.
Kuda hitam itu tidak mau kalah, ia berlari dengan cepat berusaha menerjang sang pengganggu. Namun Sasuke lebih cepat. Ia sudah memprediksi hal itu dan segera membidikkan anak panahnya.
"AAAAARRRGGGHHH" raungan sang kuda terdengar saat anak panah Sasuke menembus dada sang kuda. Terlihat sinar energy dari panah Sasuke yang langsung memotong sang kuda, sehingga yang melewati tubuh Sasuke tinggallah potongan-potongan daging.
Darah berwarna hitam membasahi beberapa bagian tubuh sang pangeran.
"Sasuke, kamu baik-baik saja?" Tanya Naru.
Sekarang posisinya adalah Naru berada di belakang Sasuke. Sedangkan tubuh kuda yang terpotong tadi sudah berada di belakang Naru karena terjangan kuda sebelumnya sangat kencang.
"Hn…" Kata Sasuke sedikit menyingkirkan darah di tubuhnya.
Tiba-tiba Sasuke merasakan sebuah perasaan buruk, dan saat ia berbalik. Ternyata kuda tersebut masih hidup dan sekarang tinggal kepanya yang melayang dan menatap kearah Naru.
Melihat ekspresi Sasuke, Naru langsung berbalik dan teriakan kuda itu langsung terdengar seakan akan ingin merusang gendang telinga dan….
Darah hitam langsung membasahi tubuh Naru.
Gadis itu reflex menggunakan pisau yang sedari tadi dipersiapkan di kantung celananya. Hanya pisau kecil, namun pisau itu ia lingkupi degan kekuatan angin yang membuatnya berhasil membelah kepala kuda tersebut meski tak nampak oleh mata.
"Kamu tidak apa-apa?" Tanya Sasuke yang langsung menghampiri Naru.
"Makhluk a-apa i-itu?" Tanya Naru sedikit gemetar. Sekarang ia dalam posisi terduduk karena tadi terkejut akan serangan kuda tadi.
"Itu Xever… salah satu makhluk khas hutan mortem… hutan ini." Kata Sasuke. Ia lalu membelai lembut wajah Naru, membersihkannya dari darah hitam yang ada disana. "Maaf… harusnya aku ingat jika jantungnya ada di kepala." Kata Sasuke lembut, membuat Naru yang melihatnya hanya dapat terpesona. Ini pertama kalinya Sasuke sangat lembut padanya.
Gadis itu lalu menggeleng pelan…
"Aku baik-baik saja…" Kata Naru. Lalu Sasuke mengulurkan tangannya untuk membantu gadis itu erdiri. Dan uluran tangannya diterima baik oleh Naru.
"Terima kasih…" Kata Naru. Mereka berdua menatap daging dari makhluk bernama Xever itu. Sebuah pet yag manis sudah menghampiri daging-daging itu.
"kita baru mendapatkan point sedikit. Ayo kita lanjutkan mencari buruan…" Kata Sasuke sambil menggenggam tangan Naru dan membawanya ke arah sungai. "Namun sebelumnya, mari kita bersihkan diri terlebih dahulu.
#Zevatus#
Setelah membersihkan diri, Sasuke dan Naru memulai perburuan. Cukup banyak mereka mendapatkan point. Saat sore, langit seakan tidak dapat memilih waktu. Langit yang tadinya berwarna biru kini sudah sangat gelap dan mulai menurunkan tetesan demi tetesan air hujan ke permukaan tanah.
Sasuke dan Naru tetap melanjutkan perjalanannya. Sampai tiba-tiba…
"Aaaaa…" Teriakan dari suara yang sangat familiar membuat Sasuke menoleh. Jantungnya seakan berhenti saat gadis yang sedari tadi berada di belakangnya kini sudah tidak terlihat lagi.
Pemuda raven itu langsung berbalik dan mencari Naru, ia terus berjalan berharap gadisnya akan segera ia temukan.
Namun…
Pemuda itu terpeleset masuk ke sebuah jurang yang gelap.
"S-sasuke…" Terdengar sebuah suara.
"Naru…" kata Sasuke saat melihat bahwa yang memanggilnya adalah gadis yang sangat dikenalinya.
"Kamu jatuh juga?" Tanya gadis itu.
"Aku jatuh karena kamu juga, Dobe…" Kata Sasuke datar.
"Dasar, Teme…" Kata Naru sambil mengembungkan pipinya.
"Hn…"
"Teme, kamu tau bagaimana kita keluar dari sini?" Tanya Naru yang mulai melihat kea rah atas. Hujan semakin membuatnya sulit untuk melihat keatas.
"Coba cari pet pengawas untuk meminta bantuan…" Kata Sasuke.
Mereka berdua lalu mencari pet pengawas yang sedari tadi bersama mereka. Tapi sama sekali tidak menemukannya.
Tanpa mereka sadari, sedari tadi pet itu sudah terbunuh dan kamera kelompok mereka sudah terputus dari sambungan layar penonton dan juri. Membuat orang-orang disana langsung kaget.
#Zevatus#
Saat ini Naru sedang memeluk dirinya sendiri di dalam gua, tubuhnya terbungkus oleh beberapa kain yang ia dapatkan dari kotak sihirnya. Terlanjur sihir itu yang diketahui oleh Mikoto, jadi hanya sihir itu yang dapat Naru lakukan supaya tidak dicurigai. Ia duduk tepat didepan api, sedangkan Sasuke duduk didekat bibir gua. Hujan juga semakin deras, membuat mereka hanya dapat menunggu.
Sasuke mengeluarkan tempat air minumnya dan meneguk air yang aa didalamnya. Sedangkan Naru hanya menatap hal itu. Ia juga sangat haus, tapi dia tidak membawa tempat air. Sasuke yang menyadari hal itu langsung menatap ke arah gadis itu.
"Kamu mau?" Tanya Sasuke sambil menyodorkan tempat minumnya dan ditanggapi dengan anggukan antusias lalu mengambil tempat minum itu.
"Terima kasih…" Katanya sebelum meminum air tersebut.
#Zevatus#
Sasuke merasa tidak tenang. Saat ini ia merasakan ada yang aneh pada tubuhnya. Ia merasa tubuhnya sangat panas. Ia juga merasa sangat gelisah.
"S-sa…suke…" Kata sebuah suara yang sedikit gemetar. Membuat pemuda raven itu berbalik. Ia melihat wajah Naru yang sudah memerah.
"A…Aku merasa ada yang… aneh d-dengan t-ubuhku…" Kata gadis itu.
Naru mengulurkan tangannya dan menyentuh lengan Sasuke…
"A-apa yang t-er-jadi?" Tanya gadis itu…
Flashback
"Bagaimana? Apakah berhasil?" Tanya Mikoto pada putra bungsunya.
"Iya, ibunda… Sasuke menerima air pemberianku tanpa rasa curiga sama sekali…" Kata Itachi.
"Baguslah… tapi kamu yakin ini tidak akan membuat masalah untuk hubungan merek berdua bukan?" Kata Mikoto lagi. Ia tetap mengkhawatirkan hubungan Sasuke dan Naru. Pasalnya itu adalah hubugan percintaan pertama sang putra bungsu.
"Tenang saja ibunda… aku yakin. Ibunda juga melakukan rencana dengan benar kan?" Tanya Itachi.
"Tentu saja… ia sudah memakan sup itu, jadi obat itu akan bertahan untuk 2 hari. Naru tidak akan hamil karena hal ini…" Kata Mikoto sambil tersenyum dengan wajah polosnya.
Inilah hadiah yang ingin diberikan oleh sang ibunda dan sang kakak kepada Sasuke.
#Zevatus#
"Suke… hentikan… ahnn…" Kata Naru diselingi oleh desahan desahan yang mulai terdengar.
"Naru… kau nikmat…" Kata Sasuke sambil mencilati tengkuk gadis blonde yang berada dibawahnya… ia juga mulai menggesekkan juniornya yang masih terbalut oleh kain celana pada paha gadis itu.
"Hentikan…" Kata Naru masih mencoba mendorong Sasuke. Tapi entah kenapa tenaganya seperti menghilang. Ia merasa lemas. Dan keadaannya saat ini tidak cukup kuat untuk menolak setiap sentuhan sang pangeran bungsu.
Tanpa mereka sadari, seseorang bersembunyi di balik bayangan pohon sambil memegang kamera. Matanya tidak lepas dari pemandangan yang tersaji di depannya.
"Selamat menikmati hadiahmu, otouto…"
ToBeContinue
Akhirnya chapter 3 selesai…
Bagaimana menurut kalian? Apakah ada saran atau komentar? Jika ada hal yang ingin dikatakan, silahkan memberikan review.
Terima kasih sudah membaca fanfic ini…
