Love You My Beauty Dragon
By
Zevatus
Warning: SasuFemNaru, typo, gaje, bahasa aneh, alur kecepetan, OOC, latar dan waktu berganti-ganti sesuka author gaje, serta feel kurang…
Summary: Manusia? ia menyangkal jika dirinya adalah manusia. Ia adalah Naga, seperti ibunya. Namun, kenapa ibu naganya mengusirnya? Bukankah ibu naganya mengatakan kalau dia menyayangi gadis itu? Kenapa juga ia harus bertemu pangeran Uchiha itu? Bagaimana jadinya kehidupan gadis itu ditengah-tengah manusia?
Oh ia, aku mau minta maaf atas keterlambatannya untuk mempost chapter kali ini. Soalnya aku memiliki beberapa urusan penting. Ditambah kesenangan hati aku yang baru menerima raport membuatku lupa untuk melanjutkan cerita ini… Hehehe… (#Dirajam di tempat)
Btw, thank you for your review all…
I'm really glad to read all of your review…
Nah, dari pada banyak ngomong, lebih baik langsung saja deh…
Don't like please don't read
PS: chapter ini melanjutkan lemon yang terpotong di chapter selanjutnya. Jadi kalau nggak suka, tolong klik back… (^_^)
Chapter Four
Para juri dan juga penonton terkesiap kaget saat salah satu layar yang menampikan 2 orang muda –mudi yang paling mencolok langsung berubah menjadi hitam. Para juri langsung berdiri dari tempatnya, bersiap menggerakkan team penyelamat untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
Namun sang ratu langsung menghentikan mereka.
Ia mengatakan bahwa pasukan kerajaan yang akan mencari, mengingat kedua orang yang menghilang dari pengawasan adalah anggota kerajaan. Para juri tidak berani membantah kata-kata ratunya.
Beberapa saat setelah kata-kata sang ratu…
"Apa yang kau rencanakan sekarang, sayang? Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?" Tanya Fugaku langsung dan tajam menusuk dada sang istri. Pasalnya, rencana itu adalah rahasia antara dia dan putra sulungnya saja.
"Jawab aku!" Perintah tegas dari Fugaku.
"B-begini sayang… demi menghibur dan menyatukan Sasuke dengan Naru, aku dan Itachi…"
Mikoto ingat akan janjinya bahwa ia tidak akan berbohong kepada sang suami. Karena itu ia mulai menceritakan semuanya kepada sang suami, dari Itachi yang memberi tahu idenya kepada sang ibunda dan meminta bantuan sampai dengan pembunuhan terhadap pet pengawas. Dia hanya mendapatkan tatapan tajam yang diberikan sang suami selama dia bercerita. Membuat Mikoto semakin merasakan perasaan tidak enak.
"Jadi begitulah, sayang…" Kata Mikoto sambil menunduk. Tidak berani menatap sang suami.
"Apa kamu yakin dengan rencana bodohmu itu?! Kamu sendiri yang mengatakan kepadaku kalau gadis itu adalah gadis baik! Apa kau memikirkan perasaannya! Mungkin memang anak kita menyukai bahkan mencintai gadis itu! Tapi apa kamu tahu perasaan gadis itu pada putra kita! Bagaimana kalau ini adalah pengalaman pertama gadis itu?! Kau sama saja membuat anak kita menjadi bajingan!" Bentak Fugaku untuk pertama kalinya berbicara sekasar dan sepanjang itu kepada sang permaisuri tercinta.
"TERLEBIH… BAGAIMANA JIKA DIA SAMPAI HAMIL! Keluarga Uchiha tidak pernah sekalipun menghamili seorang gadis diluar janji suci pernikahan?! Kau tahu apa artinya itu bukan?! Itu adalah aib! Kenapa kau menjadi aneh seperti ini, sayang… kau sendiri yang mengatakan bahwa kau ingin agar Sasuke berusaha… Tapi kamu juga yang membuat anak itu tidak butuh usaha keras, untuk pertama kalinya, kau membuatku kecewa…" Bentak sang raja sekali lagi yang diakhiri dengan nada pelan yang menandakan kalau dia sangatlah kecewa kepada istrinya.
"Karena semua ini berhubungan dengan setengah dari keluarga kerajaan, aku akan melupakannya. Berdoa saja gadis itu tidak hamil karena kejadian ini!" Lanjut Fugaku dengan nada tajam yang mencekam.
Mikoto hanya dapat tetap diam. Ia baru menyadari kalau kata-kata sang suami sangatlah benar. Naru adalah gadis baik, berbeda dengan kebanyakan wanita yang akan langsung saja menerima sentuhan dari setiap keturunan Uchiha yang berparas sempurna.
Oh Kami-sama… untuk pertama kalinya Mikoto merutuki kebodohannya.
#Zevatus#
Sedangkan di salah satu gua dalam jurang…
Sasuke duduk dengan gelisah, ia merasa tidak tenang. Tubuhnya juga terasa sangat panas.
"S-sa…suke…" Sebuah panggilan dengan nada bergetar membuat sang raven memaksakan diri untuk berbalik dan menatap orang yang memanggilnya.
"A… Aku merasa ada yang… aneh d-dengann t-tubuhku…" Kata gadis itu.
Sasuke sedikit tersentak saat gadis itu mengulurkan tangannya dan menyentuh lengan Sasuke…
"A-apa yang t-er-jadi?" Tanya gadis itu dengan nada bingung yang sedikit bergetar.
Namun tiba-tiba semua terjadi bergitu cepat. Sang raven seperti binatang buas yang menerkam mangsanya dengan tidak sabaran.
Pemuda itu memegangi tangan sang gadis dengan sangat kuat. Menahan tiap gerakan yang mungkin saja akan gadis itu lakukan.
"S-suke apa y-yang…" belum sempat gadis itu menyelesaikan pertanyaan. Sang raven sudah langsung menerjang bibir berwarna plum nya dengan sangat bringas.
Lidah pemuda itu langsung menerobos masuk ke dalam belahan bibir sang gadis. Seakan mengajak lidah yang ada disana untuk berdansa bersama dalam irama yang menggila.
Sedangkan gadis itu sangat terkejut. Terlebih saat sesuatu yang kenyal dan basah mulai menyentuh lidahnya. Entah mengapa, hal itu membuat sebuah gejolak menyenangkan di hati sang gadis. Perasaan yang membuatnya seakan dimabukkan. Sungguh ia bingung. Semakin lama ia merasa dadanya semakin sesak, sang raven tetap tidak melepaskan pungutannya. Membuat sedikit kesadaran Naru kembali.
Gadis itu mulai menggerakkan kepalanya ke kanan maupun ke kiri agar sang raven melepaskan pungutannya. Untunglah hal itu sedikit berhasil. Sang raven melepas pungutannya, meski jarak antara wajah gadis itu dan sang pangeran hanya berjarak sangat dekat, bahkan hidung mereka berdua masih bersentuhan. Benang-benang saliva pun nampak menyambungkan kedua bibir tersebut.
Mereka berdua menarik nafas cukup panjang, mengembalikan persediaan oksigen yang telah terkuras akibat cumbuan tadi.
"Kau… manis… Naru…" Kata Sang Raven diselingi oleh hembusan nafas hangat yang menerpa wajah sang gadis.
"A-apa… yang… mau… kau lakukan?" Kata Naru takut.
Sasuke tidak menjawab hal tersebut, ia mulai mengkulum telinga gadis itu. Membuat wajah sang blonde makin memerah. Jujur, ini adalah hal tergila yang pernah gadis itu alami. Tidak lupa, tangan Sasuke mulai mengelus dada gadis itu. Ukurannya memanglah tidak terlalu besar maupun kecil, namun ukuran kedua gunung kembar gadis itu sangatlah pas untuk tangan sang raven, membuat pemuda itu tergoda untuk mulai meremasnya pelan.
"Suke… Hentikan… ahnn…" Kata Naru diselingi oleh desahan-desahan yang mulai terdengar. Meski begitu, sang gadis tetap berusaha. Naru meronta, mencoba sekuat yang ia bisa agar bisa lepas.
"Naru… Kamu nikmat…" Kata Sasuke yang mulai menjilati tengkuk gadis yang berada di bawahnya… mencari kenikmatan lebih, ia juga mulai menggesekkan juniornya yang masih dibalut oleh kain celana pada paha gadis itu. Meski keduanya masih dibalut oleh kain, tapi rangsangannya cukup untuk mengantarkan sebuah kenikmatan kepada mereka.
"H-hentikan! A-aku mohon…" Kata Naru memohon. Ia memberontak, namun ia kalah kuat. Tenaga sang raven lebih besar darinya. Dan lagi, ia tak bisa konsentrasi untuk menggunakan sihir di saat seperti ini.
'Sailllll!' runtul Naru dalam hati.
Dengan mudah, Sasuke melepaskan baju dan celana Naru.
"Apa yang kau lakukan, Teme!" Teriak Naru yang mulai memberontak dengan cara menggerakkan kakinya.
Jujur ia takut saat ini. Hanya bra dan celana dalamnya saja yang tersisa. Memperlihatkan kulit mulus sang gadis.
"Teme, ingat! Kita baru menjadi saudara!" Kata Naru, mencoba untuk menyadarkan Sasuke.
"Sssttt… Kau bukan saudaraku, tapi kau adalah gadisku…. Naru sayang…" Kata Sasuke dengan senyuman lembut sambil membelai wajah Naru dengan penuh sayang. Membuat gadis itu semakin gemetar ketakutan.
Sasuke kembali mencumbu bibir gadis itu yang sudah mulai membengkak karena perbuatannya. Remasan tangan pemuda itupun semakin lama semakin ringas meremas kedua bukit kembar itu. Tidak puas, Sasuke mulai menyelusupkan kedua tangannya untuk membuka kaitan bra sang gadis lalu melepaskannya dan melemparkannya ke sembarang arah.
Setelah melakukan hal itu, sang raven mulai menyerusuri lekuk demi lekuk tubuh gadis itu. Menggerakkan lidahnya semakin ke bawah. Sedangkan tangannya dengan sangat lembut mengelus paha bagian dalam gadis yang ada di bawahnya.
"Suke, hentikan!" Kata Naru. Tangannya sekarang mulai menjambak rambut pemuda yang sekarang tengah mengkulum salah satu putting payudaranya. Ia terus berusaha agar menjauhkan laki-laki berengsek (menurut Naru) yang melecehkannya. Namun…
"Ahnnn… J-jangan di-sana…" Kata Naru diselah-selah desahannya, saat jari-jari Sasuke ternyata sudah berhasil menyusup masuk ke bagian tersensitive nya.
"Kau basah, sayang…" Kata Sasuke lalu mengangkat tangannya dan mendekatkannya ke wajah Naru. Membuat wajah gadis itu semakin memerah.
Pemuda reven tersebut lalu melanjutkan kegiatannya. Ia melepaskan kain yang menghalangi daerah paling sensitive sang gadis. Memperlihatkan pemandangan yang membuat libido sang pemuda semakin tinggi. Membuat pemuda itu tertengun sesaat menatap sang gadis.
Melihat ada kesempatan, Naru segera bergerak. Ia berbalik dan coba merangkak secepat yang ia bisa. Namun tangan Sasuke dengan kuat langsung memegangi kedua kaki Naru. Menahannya, dan Sasuke menempelkan dada bidangnya dengan punggung Naru. Memerangkap gadis itu di dalam kendalinya.
Entah sihir apa yang gadis itu punya hingga membuatnya gila seperti saat ini…
"Lepaskan aku, brengsek!" bentak Naru sambil mengayunkan tangannya berusaha mengenai wajah Sasuke, berusaha agar pemuda itu melepaskannya.
Naru membalikkan tubuhnya dan terus meronta, memukul apapun yang ada di hadapannya agar bisa bebas. Tangan Sasuke mencoba menahan, nafsunya sudah tak dapat dibendung…
Efek obat semakin kuat, mengingat ia meminum air tadi lebih banyak dibanding Naru yang hanya meminum sedikit.
Lalu…
Plakkkk…
Tamparan itu mendarat dengan sangat keras di pipi sang gadis. Membuat orang yang menonton dari jauh sedikit terlonjak karena perlakuan tak terduga dari adiknya.
Naru terdiam, ini pertama kalinya ada yang menampar pipinya. Air mata mulai mengalir. Sedangkan pelaku pemukulan hanya menatapnya dengan mata yang sudah dipenuhi kabut nafsu.
Pemuda itu membuka bajunya dan kembali mencium sang gadis dengan bringas. Sedangkan gadis tersebut kembali meronta. Dengan cekatan pemuda itu mengarahkan jari-jarinya ke area paling sensitive gadis itu. Memainkan tonjolan yang ada di sana.
"Ahnn.. ahh.. Hmnnn…" Desah Naru saat Sasuke melepaskan cumbuannya, sedangkan tangan pemuda itu masih bermain dengan clistorisnya.
Sasuke mulai mendekatkan bibirnya ke payudara kanan Naru, mengecupnya penuh sayang lalu menjilatinya. Sekali-kali ia hisap putting merah muda itu lalu menggesekkannya dengan giginya. Sedang tangan kirinya bermain dengan putting satunya.
Desahan demi desahan menjadi alunan melodi yang membuat pemuda itu makin terbawa nafsu. Tak cukup, pemuda itu mulai mengarahkan jarinya yang sedari tadi bermain dengan clistoris sang gadis ke lubang hangat yang sudah sangat basah milik gadis itu.
"Ahhh…ahnnn… Tidak.. k-keluarkan, keluarkan…" Kata Naru yang mulai mendorong kepala Sasuke.
"Kita saudara… keluarkan itu…" Mohonnya lagi saat merasakan jari kedua Sasuke sudah masuk ke lubangnya dan bergerak. Menghantarkan rasa geli ke perutnya.
"…" Sedangkan pemuda itu tidak perduli. Ia mengangkat kepalanya dan menatap wajah Naru yang sudah dangat merah dengan keringat yang bercucuran dan bibir yang memerah. Air mata sudah sedari tadi menggenang di ujung matanya. Naru terkejut menatap betapa kelam tatapan mata itu.
Sasuke mengulurkan tangannya, mengelus pipi gadis yang tengah terpaku dengan tangannya yang sudah tidak lagi bermain di salah satu gunung kembar sang gadis. Dengan lembut, ia menyeka air mata disana, lalu…
"AHHH…." Jari ketiga masuk ke lubang dan langsung bergerak dengan bringasnya. Maju, mundur, zigzag…
"Hentikan… hnnn" Kata Naru, masih dengan desahan yang tak dapat ia tahan.
Setelah beberapa lama, kegiatan Sasuke untuk mempersiapkan lubang surgawi milik gadis yang ia cintai akhirnya diakhiri. Entah mengapa, hal itu membuat Naru mendesah kecewa. Mungkin karena beberapa saat yang lalu muncul sebuah perasaan aneh dimana ia merasa ingin mengeluarkan sesuatu saat lubangnya diserang dengan brutal oleh kakak angkatnya itu.
Meski kecewa, gadis itu sadar dan ia tidak mungkin mengutarakan kekecewaannya. Ia menatap langit-langit gua. Mengatur kembali nafasnya. Namun beberapa saat kemudian, ia merasakan sesuatu yang ukurannya cukup besar dan juga keras menyentuh bibir lubangnya.
Gadis itu menoleh dan matanya membola seketika saat tau apa yang akan terjadi.
"H-hentikan! Sadarlah, Teme!" Kata Naru dengan nada sangat takut. Namun sedetik kemudian, pemuda itu sudah mendorong kejantanannya yang –ehem-besar-ehem- ke lubang hangat nan basah milik sang gadis. Membuat pemuda itu sedikit mendesis merasakan kenikmatan yang secara perlahan ia terima.
"AAAhhh… Keluarkan! Keluarkan!" Teriak sang gadis merasa tubuhnya seakan ingin terbelah menjadi dua. Kakinya ia gerakkan, menendang secara asal berharap sakitnya akan berkurang.
Namun pemuda itu tak perduli. Saat ia merasakan ada sebuah penghalang yang menghalanginya menikmati rasa nikmat yang lebih, dengan insting dia memegang pinggang sang gadis.
"A-apa y-yang…" belum sempat menyelesaikan kata-katanya, gadis itu sekarang benar-benar merasakan tubuhnya terbelah menjadi dua. Dengan sedikit menarik pinggangnya keluar, dan menghentakkannya masuk dengan sangat kuat, Sasuke berhasil menembus selaput darah sang gadis. Naru menjerit kesakitan. Darah mulai mengalir keluar dari lubang itu, namun Sasuke tidak perduli. Ia diam beberapa saat lalu kembali menggerakkan pinggulnya. Ia mengangkat sedikit pinggul Naru agar ia lebih mudah bergerak.
"Ahh… kau nikmat sayang… sangat nikmat…" rancau sang rave saat merasakan pijatan hangat pada juniornya. Tak memperdulikan gadis yang sudah menangis dibawahnya. Gadis itu menutup rapat mulutnya agar ia tidak mendesah untuk laki-laki berengsek yang sekarang berada diatasnya.
"Keluarkan desahanmu, sayang… aku ingin mendengar desahan indahmu…" Kata Sasuke dengan suara yang terdengar semakin berat masih dengan memaju mundurkan juniornya. Sedangkan Naru menggelengkan kepalanya. Ia tidak mau..
Namun…
Sekuat apapun ia berusaha, ia akhirnya mendesah saat bagian terdalam lubangnya dikenai oleh junior Sasuke. Mendengar desahan indah gadisnya, Sasuke makin gencar mengincar titik itu…
Lalu…
"Suke, A-aku mau…"
"Aku juga…" Kata Sasuke mengerti lalu semakin cepat menggerakkan pinggulnya dan berakhir dengan ia yang mengeluarkan semua yang sedari tadi ia tahan di dalam tubuh sang gadis, membuat kehangatan langsung menjalari perut gadis itu. Sasuke tidak langsung mengeluarkan juniornya, ia memeluk gadisnya sangat erat lalu…
"Ayo kita lanjutkan, sayang…" Kata pemuda itu lalu mulai mengisap leher mulus gadis dalam rangkulannya. Hisapan yang kuat lalu gigitan yang cukup untuk menandai sang gadis.
"Dengan ini kau adalah milikku… milik Uchiha Sasuke…" Kata Sasuke. Matanya masih penuh dengan Nafsu. Sedangkan sang gadis kaget, namun ia hanya bisa pasrah, karena tubuhnya masih lemas…
#Zevatus#
Sedangkan tempat lain, seorang gadis sedang duduk didepan cermin sambil menyisir rambutnya lembut. Di cermin tertempel sebuah foto seorang pemuda dengan surai raven dengan wajah yang mempesona.
"Sasuke-kun… aku tidak sabar untuk datang ke kerajaan Uchiha besok agar dapat mengetahui reaksimu. Aku akan menjadi tunanganmu…"Kata gadis itu sambil tersenyum dengan wajah sangat bahagia. Surai pink nya sudah ia sisir sehalus mungkin. Ia lalu meletakkan sisirnya di meja rias lalu mengambil foto sang pemuda.
"Aishiteru, Sasuke-kun…" Katanya sambil mengecup wajah pada foto tersebut.
"Kau pasti akan menjadi milikku, apapun yang terjadi… karena dari awal, kau memang ditakdirkan untukku…" Katanya setelah melepas foto itu. Ia meletakkannya dengan sangat hati-hati di atas meja lalu mulai melangkahkan kakinya ke lemari besar yang ada di kamar tersebut. Dibukanya lemari itu dan melihat satu-satu gaun yang ada disana.
"Aku harus tampil sempurna besok…" Kata gadis yang kita ketahui bernama Haruno Sakura.
Yah, besok di acara penutupan lomba berburu di kerajaan Uchiha, ia akan tampil di sana bersama ayah, ibu, serta paman dan bibinya untuk memeriahkan.
Kabar mengenai pertunangan Sasuke yang telah dibatalkan serta kerajaan Uchiha, kerajaan Haruno, dan kerajaan paman dan bibinya –kerajaan tunangan Sasuke- yang sepakat agar Sakura bertunangan dengan Sasuke membuat gadis itu sangat bahagia. Hal itu bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan.
Meski ayahanda nya dan ayahanda tunangan Sasuke hanyalah saudara angkat, namun paman angkatnya itu sangat baik padanya. Mungkin karena putri tunggalnya menghilang (?)
Yang penting, Sakura sangat senang bertunangan Sasuke itu menghilang. Mengingat keuntungan besar yang ia dapatkan, ia semakin berharap sepupu angkatnya itu tak akan pernah muncul.
Gadis itu bersenandung sambil mengatur semua keperluannya besok, tanpa mengetahui apa yang akan disampaikan pada seluruh keluarga dan juga paman dan bibinya besok.
#Zevatus#
Sepanjang malam adegan panas antara dua insan di dalam sebuah gua di jurang berlangsung tanpa henti. Sang raven seperti tidak memiliki batas tenaga untuk menjamah gadis yang sudah tak berdaya di bawahnya. Tak memperdulikan gadis dibawahnya yang sudah merasa sangat tersakiti, baik secara fisik maupun mental.
Tubuhnya sakit, namun hatinya jauh lebih sakit. Inilah manusia, semua sangatlah kejam… itu yang ada dipikirannya.
Gadis itu tak lagi melawan, ia hanya dapat menerima. Mendesah dan menikmati kesengsaraannya… sampai ia tak kuat lagi dan kemudian menyembunyikan kedua sapphire indahnya dibalik pelupuk mata. Merasakan untuk kesekian kalinya, cairan hangat itu memenuhi rahimnya. Ia dapat merasakan saat kejantanan sang pria sudah melemas lalu keluar dari lubangnya. Dan juga saat tangan pria itu memeluk tubuhnya dengan lembut. Ia juga mendengar bisikan dengan nada sayang dari pria itu.
Tapi… apakah itu benar bisikan sayang? Naru tidak akan mempercayai hal itu. Karena baginya sekali seseorang menjadi bajingan, orang itu akan tetap menjadi bajingan. Ia ingin menyingkirkan tangan yang memeluknya, namun ia terlalu lelah untuk itu. Sampai akhirnya ia tertarik ke alam mimpi dengan cepat. Tak lagi perduli pada pria di sebelahnya.
#Zevatus#
Sasuke bangun dengan kepala pusing. Ia mengambil posisi duduk lalu memegangi kepalanya dengan satu tangan. Matanya membola saat ia melihat ke kakinya, lalu mengalihkan pandangannya ke badannya sendiri. Ia seperti orang bingung, terlebih saat mulai menyadari dimana ia sekarang.
Tiba-tiba ada yang bergerak di sebelah pemuda itu, menggeliat hingga membuatnya berbalik…
Jantung Sasuke seakan berhenti dan tiba-tiba sebuah gambaran mulai berputar di kepalanya seperti sebuah rekaman film. Desahan, tamparan, dan…
Tiba-tiba kelopak mata di depannya terbuka, menampakkan iris sapphire yang selalu dapat memukau pemuda itu…
Sapphire bertemu onyx
1 detik
5 detik
10 detik
"N-naru… aku…"
"Apa kamu puas?" Tanya Naru datar masih dengan posisi terlentang, namun kepalanya dimiringkan untuk menatap Sasuke.
"M-maaf… aku…"
Naru mencoba duduk, namun ia meringis kesakitan saat merasakan perih yang amat sangat pada daerah selangkangannya. Membuat Sasuke bergerak dengan cepat hendak membantu gadis itu. Namun ia langsung didorong dengan kuat…
"Jangan dekati aku, Teme! Belum puas hah?!" Teriak Narun. Membuat Sasuke hanya terdiam. Ia tidak tahu apa yang membuatnya menjadi seperti tadi malam. Tadi malam semua berjalan diluar kendalinya. Tubuhnya tak dapat ia control. Bahkan ia tidak dapat berpikir jernih, yang ada di dalam otaknya hanya bagaimana supaya ia merasa nikmat. Merasakan betapa manis bibir yang tadi meneriakinya. Dan betapa hangat dan pas lubang sang gadis terhadap juniornya saat sang junior memasukinya.
"A-aku membencimu, Teme… s-sangat membencimu…" Kata gadis itu dengan nada bergetar. Air mata kembali mengalir di pipinya. Gadis itu sekali lagi berusaha untuk bangun, menahan sakit yang ia rasakan lalu menyelimuti diri dengan kain yang paling dekat dengannya.
Pemuda itu tak dapat berkata-kata lagi. Ia tahu betapa ia menghancurkan sang gadis. Mengingat saat ia merebut paksa apa yang tidak akan dapat ia kembalikan kepada gadis membuat hatinya miris.
#Zevatus#
Di sisi lain…
"Oji-sama… Oba-sama… senang melihan anda lagi…" Kata seorang gadis bersurai pink tersenyum dengan manis. Tubuhnya dibalut dengan gaun putih indah dan beberapa perhiasan yang tak kalah indahnya.
"Senang melihatmu sangat bahagia seperti ini, Sakura-chan…" Kata seseorang yang tadi dipanggil Oji-sama oleh sang pinky.
"Kau semakin cantik, Sakura-chan…" Kata gadis cantik yang tadi dipanggil Oba-sama.
"Arigato…" Kata sang gadis merespon pujian dari wanita yang lebih tua di depannya.
"Ayo… Kita harus segera sampai ke kerajaan Fugaku untuk membahas pertunanganmu dengan Sasuke…" Kata 'Oji-sama' tadi dengan senyum yang mengembang. Meski dia dipanggil Oji-sama, tapi dia masih nampak sangat muda untuk usianya yang semestinya. Begitu pula dengan permaisurinya.
"Iya, Oji-sama, Oba-sama…" Kata gadis itu masih dengan senyum manis yang mengembang di wajahnya.
Kedua rombongan kerajaan itu memulai perjalanan mereka…
#Zevatus#
Kembali ke dasar jurang tempat dua orang yang sedang bertengkar.
"Ayo, Dobe… aku tahu kau tidak bisa memanjat. Jadi biarkan aku menggendongmu…" Kata Sang Raven dengan nada yang sudah mulai terdengar kesal.
"Tidak mau, Teme… Aku sudah bilang kan kalau aku tidak mau kamu dekat-dekat denganku…" Kata sang gadis masih tetap pada pendiriannya.
"Kalau kamu begini terus, kita tidak akan bisa keluar dari sini, Dobe!" Kata sang pemuda.
"Aku bisa keluar dengan kemampuanku sendiri… kamu pergi saja sana!" Kata sang gadis ketus.
"Bagaimana kamu mau keluar, Hah?! Berdiri dengan kaki yang mengangkang gitu saja kamu masih gemetar, bagaimana kamu mau memanjat?!" Kata Sasuke yang tanpa sadar sudah memancing aura-aura hitam pada diri sang blonde.
Muka Naru sudah memerah karena menahan marah dan juga malu…
Tiba-tiba…
Sretttt…. Srettt…Srettt…
Sasuke mematung saat 5 pisau sudah menancap di belakang sang raven. (jangan tanya pada author darimana Naru mendapatkan pisau, karena authorpun tak mengetahui jawabannya).
Sekarang Naru benar-benar marah, namun…
"Pyaunnn…" Sebuah suara langsung membuat Naru menghentikan tangannya yang sudah terangkat untuk melemar pisau berikutnya. Naru menoleh ke belakangnya, dan sepasang mata besar langsung menyambut tatapan sang gadis. Seketika gadis itu terlonjak dan kakinya tanpa sadar bergerak menjauhi makhluk itu.
Ia tak melihat ada batang kayu dan…
"Kau taka pa, Dobe?" Tanya Sasuke yang dengan mulus menangkap gadis itu. Sekarang dia dalam posisi merangkul sang gadis dari belakang.
"I-itu ma-makhluk a-apa?" Tanya Naru.
"Itu Pyoun… pet sihir. Dilihat dari kelung yang dia gunakan, berarti dia adalah pet dari team penolong. Sebentar lagi pasti akan ada bantuan yang datang…" Kata Sasuke menjelaskan.
"Syukurlah…" Ujar Naru.
"Pyoun… Pyoun…" (Sudah ketemu…) suara makhluk bernama pyoun itu mulai terdengar. Tiba-tiba Naru merasakan banyak makhluk yang bermunculan dan…
"Pyoun pyoun pyoun…" (kami segera datanggg…) ternyata pyoun itu tidak sendiri, melainkan bergerombol. Dengan bentuknya yang seperti bola bersayap dengan mata besar dan mulut yang mungil, mereka terbang dengan cepat dan langsung bersatu seakan membentuk sebuah alas.
"pyoun… pyoun…" (Silahkan naik…) Kata si Pyoun yang tidak dimengerti oleh Naru. Sedangkan sayapnya menunjuk kumpulan pyoun itu.
"Sepertinya mereka menyuruh kita menaiki mereka…" Kata Sasuke.
Sedangkan Naru hanya menatap bingung makhluk-makhluk itu. Dia belum pernah mempelajari tentang pet, dan ternyata pet sangat menakjubkan dengan keimutannya.
Tanpa gadis itu sadari, tubuh mungilnya sudah mulai terangkat, membuatnya menoleh pelan ke arah pemuda yang mengangkatnya lalu berpikir sebentar, kemudian…
"Turunkan aku, Teme!"
"Hn…" hanya gumaman tak jelas yang diberikan sang pemuda, lalu melemparkan gadisnya ke atas para pyoun. Setelah itu sang raven ikut menaiki gerombolan pet tersebut.
"Pyounnnn!" (Ayooooo!)
#Zevatus#
Seorang pemuda berambut merah menatap ke arah hutan yang kemarin dimasuki oleh adik tercintanya. Ia ingin sekali masuk dan mencari adiknya. Hatinya sangat gelisah, terlebih saat kamera yang mengawasi sang adik tiba-tiba mati. Namun sayang, hutan itu adalah hutan Mortem.
Pemuda itu begerak dengan gelisah…
Kalian pasti bertanya-tanya mengapa sang naga muda itu ingin masuk ke hutan itu namun tidak bisa, bukan? Jawabannya sederhana, namun juga rumit. Ada kekuatan yang sangat menakutkan terkubur disana. Hutan Mortem atau nama lainnya Hutan kematian. Sejak ribuan tahun yang lalu, banyak naga yang masuk ke sana dan tak pernah kembali. Membuat sang naga agung –ibundanya dan Naru- menyegel tanah itu agar tidak ada naga yang dapat memasukinya.
Sekali lagi, pemuda itu menghela nafas. Namun, saat mata scarletnya melihat sang adik yang sedari tadi ia tunggu keluar dari hutan dengan menunggangi cukup banyak pet 056 atau nama lainnya adalah Piyoun, kelegaan langsung muncul dari hatinya.
Matanya yang baru mulai menatap lembut langsung mendelik tajam, menatap curiga atas pemuda raven yang sedari tadi berusaha mendekati sang adik namun selalu ditepis. Ia ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun, meski dia dapat menunjukkan gambaran masa lalu dari segala tempat, sayangnya kekuatan itu tidak bisa menunjukkan apa yang terjadi di satu tempat…
Hutan Mortem…
Bukan karena segel dari Naga Agung, tapi karena kekuatan misterius hutan tersebut yang melindunginya. Itulah mengapa banyak naga yang penasaran kesana dan berakhir di sana.
Meski penasaran, pemuda itu segera berdiri. Ia sadar, Naru sudah mulai merasakan keberadaannya. Terbukti dengan gadis itu yang mulai menoleh seakan mencari sesuatu –sama seperti saat di arena- . Pemuda itu lalu berdiri, berbalik, kemudian meloncat ke arah hutan utara. Beberapa detik kemudian, ia sudah berubah menjadi naga berwarna merah.
Ia tidak takut muncul di sana, karena ia yakin bahwa semua penduduk pastilah berada di arena. Untuk sementara, ia akan pergi…
Namun matanya mengkilat saat melihat sebuah rombongan dengan 2 bendera kerajaan. Terlebih saat melihat 2 orang yang mengendarai kuda berwarna cokelat kemeraan…
'Sudah waktunya, rupanya…' batinnya lalu mempercepat kecepatannya.
#Zevatus#
"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Mikoto yang berjalan dengan cepat menghampiri kedua orang yang baru saja keluar dari hutan tempat mereka berlomba.
"Hn…" Gumam pemuda bersurai reven pada ibundanya.
"Apa kau terluka? Apa Sasuke menyakitimu?" Tanya Mikoto saat ia sudah berada di depan gadis blonde. Sambil memutar-mutar gadis itu seakan sedang memeriksa sebuah boneka. Membuat orang-orang yang melihatnya aneh. Sedangkan Sasuke langsung merutuki sang ibunda didalam hati.
Naru menatap Sasuke tajam… namun ia segera kembali menatap Mikoto dengan sebuah senyuman.
"Aku baik-baik saja i-bunda…" Kata Naru.
"Wakatta…" Kata Mikoto yang masih memegangi pundak Naru…
"Lama tak jumpa, Mikoto-chan…" Kata seorang dari balik keluarga kerajaan Uchiha. Membuat semua anggota kerajaan Uchiha itu berbalik.
"Hi, Fugaku…" Kata seorang pemuda bersurai pirang kepada sang raja kerajaan Uchiha. Membuat semua orang terkejut.
Namun yang lebih terkejut adalah Naru…
"Otou-sama, Okaa-sama…" Gumamnya seperti pada diri sendiri saat melihat dua orang bersurai blonde-merah yang sekarang berdiri di depannya. Meski ia menyuarakan apa yang ia pikirkan, tak seorangpun mendengar apa yang ia katakan.
ToBeContinue
Terima kasih sudah membaca…
Maaf feelnya kurang. Mohon berikan pendapat dan saran.
Please review
Oh iya, maaf atas ketidak nyamanannya. Untuk kali ini saya membalas review disini saja ya… soalnya jaringan di rumah sedang buruk… maaf kalau ada yang reviewnya nggak kebalas, mungkin karena author geje ini kelewatan.
Aretabelva: Nih sudah dikasih lemonnya… Gomen kalo feel nya ancur banget. Hehehe…
Namikaze eiji: Gomen kalo lemonnya aku potong. Soalnya bingung gimana menggambarkan lemon yang feelnya dapet. Dan akhirnya beneran nggak dapat Feelnya TT_TT
Kei Deiken: hehehe… maaf.
Zukie1157: Arigato atas pemberitahuannya. Kalau ada kesalahan lagi, harap diberitahu ya. Saya senang ada yang memberikan komentar dan sarannya.
Aiko Michige; Uzumakinamikazehaki; Arum Junnie; Aichan14; Mikuvi hime; Harpaairiry; Kaname; Dewi15; Ichiro Makoto: Ini sudah lanjut, terima kasih atas reviewnya… (^u^)
Kyuuuuu & RisaSano: Maaf kalau ternyata mirip dengan hunger games. Jujur, aku nggak pernah nonton dan nggak nyangka aku punya pemikiran fantasi mirip dengan pembuat film terkenal seperti hunger games. Hehehe… senangnya (Ternyata authornya kudet).
NaluCacu CukaCuka: Maaf-maaf soalnya di TBC di sana dan bahkan update kali ini lebih lama dibanding chp yang lain. Semoga chapter ini nggak mengecewakan.
Kagaari: alasan kenapa kakak Naru nggak bisa masuk ada di chaper kali ini, maaf kalau gaje…
Hanazawa kay: Aminnnnn…
Tsuki Nigatsu No KinyobiNatsu: Nah, misterinya sudah terjawab kan… terima kasih sudah memberikan review…
Mizuki Hoshiro: Arigato sudah menyempatkan diri memberikan review. Saya sangat senang mendengar pendapat kamu… dan terima kasih semangatnya.
Zadita uchiha: Selamat untuk SasuNaru! Kalian pasti menikmati hadiah author gaje… hehehe (Di kunai Naru)
UzumakiDesy & Ara Uchiha: Terima kasih pujiannya… ini udah lanjut. Hehehe…
: dilanjutin kok… hehehe
Pororokkamj:hahaha… MikoIta emang kayaknya mesum banget ya…
Guest : Namanya juga ibu-anak, jadi harus sehati. (I)
Ravanda: Emang bisa naik rate ya? Seingat aku rate M yang paling tinggi saat pemilihan rare saat aku baru post. Hehehe…. Oh ia, makasih sudah mau review. Maaf updatenya lama…
Guest: maaf lama update… (II)
Uzumaki Prince Dobe-Nii: Kakaknya Naru beneran nggak bisa masuk. Nggak akan author biarin dia ganggu adegan khusus SasuNaru yang udah author pikirkan berhari-hari (Dibakar hidup hidup).
Cherry blosom: Makasih pujiannya… Disini Naru belu hamil, nanti pas lemon berikutya baru akan hamil. Hehehe….
Guest: maaf nggak kasih hamil Naru… (III)
Xoxonder: Maaf karena uthor gaje yang satu ini nggak kasih hamil Naru, tapi nanti pasti Naru akan hamil.
Taiga-chan: Maaf Sasuke merampas kegadisannya Naru sebelum mereka nikah. Naru juga aku bikin tambah membenci Manusia. Oh ia, ini sudah update. Terima kasih sudah memberikan review.
Mami Fate Kamikaze: ia, chp ini sebagian besar itu lemon. Terima kasih sudah memberikan review dan semangatnya.
Haruna: Maaf kalau nggak bikin Naru hamil… hamilnya nanti saja ya, kasihan kalau Naru hamil nanti MikoIta dipenggal sama Fugaku…
Kim Kira: Babynya nanti saja ya…
Aedra; Black 0626; : Maaf kalau mengecewakan karena Naru nggak hamil…
Hiyorii: Chapter depan akan ada flash back, so… please keep read my fanfic. And thank you for your review…
Arakida: Nggak kok… Naru nggak dibuang. Jawabannya akan dikasih di chapter berikutnya.
Grace Kim: Mungkin aja… hehehe….
Youngie & Hisutgaya & Queen white: Maaf nggak bikin Naru hamil untuk lemon kali ini.
Jaeyun: Terima kasih sudah memberikan review… kenapa Naru dirawat sama naga akan dibahaw di chapter depan. Jadi, keep reading… thank you sudah mau memberikan review.
Aya: Ia, itu kakak Naru. Sayang, kakaknya ngindar.
Dipa won: Chapter depan akan memberikan flashback yang akan membahas tentang kenapa Naru bisa dirawat oleh naga. Maaf nggak buar Naru hamil kali ini.
Hyunie: Naru tentu saja anak orang tuanya, hehehe…. Maaf nggak kasih Naru hamil. Makasih sudah memberikan review.
Lunar Silver: Tentu saja aku akan membuat Naru membalas perasaan Suke… #menyeringai
.39: Salam kenal juga, terima kasih sudah memberikan review dan pendapatmu. Aku nggak buat Naru hamil soalnya mereka belum nikah. Kan kasihan anaknya kalau dianggap anak haram…
Guest: ini Sudah lanjut…(IV)
SasuNaru Shipper: Hi, terima kasih sudah memberikan review. Ini udah dilanjut. Dan terima kasih sudah menyukai fanfic ini. Kalau ada waktu, silahkan memberikan review lagi…
