CKLEK

Pintu telah terbuka. Dan Taehyung melotot karena saking tidak percaya dengan apa yang dilihat di depannya.

"Hai Taehyungie sayang~"

"MWOYA?!"

…..

PLAK

"ADAW"

Taehyung mengusap-usap kepalanya yang habis terkena pukulan dari namja yang ada didepannya kini. Taehyung cemberut menatap namja yang kini ada di depannya.

"Hyung apaan sih kok aku dipukul"

"Siapa suruh teriak?"

"Loh siapa suruh hyung manggil-manggil sayang?"

"Gapapa. Pengen aja"

Dan setelahnya namja itu melengang masuk ke dalam meninggalkan Taehyung yang terbengong-bengong di tempatnya.

'Dasar manager sinting'

Taehyung menggerutu dalam hati. Tidak mungkin dia berani secara langsung. Bisa-bisa langsung ditendang keluar dorm dia.

.

"Hyung~ ayo cepat telfon orangtuanya taetae hyung"

Lengan kaus yang dipakai Seokjin ditarik-tarik oleh sang magnae, Jungkok yang entah sejak kapan sudah kembali dari dapur dan sekarang duduk disebelahnya.

"Tuh hyung cepetan telfon ngapa"

Namjoon gregetan. Soalnya daritadi Seokjin cuman natap kosong ke layar hapenya tanpa ada tanda-tanda bahwa Seokjin akan nelfon.

.

"Loh hyung kok ada disini? Kapan masuknya?"

Jimin dan semua member yang ada disana mengernyit ketika melihat manager hyung mereka sudah ada disana lagi duduk anteng sambil gonta ganti channel tv.

"dari kemaren" dan jawabannya tersebut sukses bikin member bangtan speechless.

"eh bentar. Kalian lagi ngapain sih?"

Manager hyung bersuara lagi. Dia menatap bingung pada 7 anak asuhnya(?) yang lagi duduk melingkar dilantai dengan botol kosong ditengah-tengahnya. Kan takutnya member Bangtan tiba-tiba jadi penyembah botol. Maaf. Abaikan saja kalimat terakhir.

"lagi main"

"main apaan?"

"Truth or Dare"

"oh"

Manager hyung cuman ngangguk-ngangguk doang trus lanjut nonton tv.

"Lah kirain mah hyung mau ikut" ini suaranya Namjoon.

"ngapain ikut mainan bocah kaya gitu. Udah sana lanjutin mainnya. Abis itu mau saya kasih pengumuman. Atau pemberitahuan ya. Ah udahlah pokoknya begitu"

Setelahnya manager hyung tiduran di sofa sambil megangin remote tv. Saya juga ga ngerti kenapa remote tvnya di pegangin. Takut hilang kali ya.

Member Bangtan ngangguk-ngangguk denger ucapan managernya. Palingan juga pengumuman jadwal mereka 'kan.

By the way, balik ke permainan tadi.

Setelah melalu perjalanan panjang serta desakan para member, oh dan jangan lupakan omongan pedas sang diva manis Min Yoongi seperti "baru disuruh nelfon udah takut. Gimana disuruh nikahin anaknya?" dan juga "payah banget sih gitu doang ga berani. Malu sama batang" ya mungkin itu yang dimaksud batang pohon. Ya seperti itulah. Akhirnya Seokjin sudah menekan dial pada nomor orangtua Taehyung. Tinggal nunggu diangkat doang telfonnya.

Tuutt tuutt tuutt

Cape juga dengernya tuut tuut tuut doang tapi ga diangkat-angkat telfonnya. Cape bro cape. Nunggu itu cape. Seokjin berasa di php-in gara-gara telfonnya ga diangkat-angkat juga.

Sedangkan member lain jadi mendadak h2c. Harap-harap cemas. Yang nunggu telfonnya kan Seokjin. Tapi yang cemas siapa. Namanya juga solid kan ya. Satu cemas yang lainnya juga cemas. Nanti satu mandi yang lainnya ikutan mandi. Udah iyain aja biar authornya seneng.

"Njrit ini kenapa yang ngangkat tante-tante girang gini"

Kesel. Iya Seokjin kesel. Udah lama-lama nunggu tapi yang muncul bukan suaranya eomma atau appanya Taehyung, tapi malah suara tante-tante girang gitu. Udah mana tante-tante girangnya soktau lagi pake bilang "maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau diluar jangkauan" soktau banget 'kan ya. Belom tentu juga orangtuanya Taehyung lagi ga bisa dijangkau. Bikin Seokjin makin gondok aja.

"belom diangkat juga?"

Jungkook bertanya. Yang hanya ditanggapi gelengan kepala dari Seokjin.

"ga. Daritadi ga diangkat. Bilangnya nomornya ga ak—

"Eh Seokjin hyung nelfon ke nomor eomma yang dari Hoseok hyung? kan itu nomornya udah ga dipake lagi sama eomma"

Gubrakk.

Member Bangtan nepok jidatnya Seokjin bareng-bareng. Kenapa ga nepok jidatnya masing-masing? sakit. Jadi mereka gamau.

"ANJRIT KENAPA JIDAT GUE YANG DITEPOK?"

Seokjin emosi. Kalau di komik-komik jepang, mungkin sudah muncul asap dari hidung Seokjin atau perempatan siku-siku imajiner di jidatnya.

"kenapa ga ngomong daritadi coba kalau nomornya udah ga dipake lagi?"

Hoseok berucap gemas. Terkadang Taehyung polos tapi lebih menyerempet ke oon.

Sedangkan yang ditanya hanya nyengir tanpa dosa.

"maaf aku lupa hehehe" kemudian Taehyung merogoh saku celana dalamnya. Oh maaf celana pendek maksudnya. Mengeluarkan benda persegi panjang berwarna putih kemudian menyerahkannya pada Seokjin.

"tuh cari aja nomor eomma dihapeku. Nelfon pake hapeku juga gapapa"

Seokjin menerima handphone Taehyung. Dalam hati Seokjin terpana. Duh betapa baiknya calon istrinya ini. Ya kalau ini Seokjin yang terlalu ngarep.

Kemudian Seokjin membuka kontak hape Taehyung dan akhirnya menemukan nomor yang dicarinya. Seokjin sempat ga percaya sendiri melihat nama kontak yang tertulis disana.

'mama q tercayank :*'

Duh kok alay. Seokjin cuman ngelus dada. Untung Taehyung manis, jadi alay dikit gapapa. Lagian juga nanti kalau dia udah nikah sama Taehyung alaynya Taehyung bisa hilang. Apa hubungannya.

Jempol Seokjin menyentuh tombol dial pada handphone tersebut kemudian menempelkannya pada telinganya.

Tuutt tuutt tuutt

Terdengar bunyi tuutt tuut tuut lagi. Untung kali ini gaada suara tante-tante girang lagi yang bisa bikin Seokjin emosi. Tapi tetep aja Seokjin ampe bosen dengernya. Itu bunyi tuutt tuutt tuutt gabisa diganti suara lain apa? Suara Mario bros misalnya.

"Halo Taehyungie~"

Akhirnya setelah penantian panjang disertai suara tuut tuut tuut akhirnya terdengar suara dari nun jauh disana. Tapi setelah mendengar yang Seokjin tebak pasti suara eommanya Taehyung, dia jadi gugup sendiri.

"H-halo"

Anjrit. Seokjin meratapi sendiri kenapa suaranya jadi gugup gitu. Member lain udah teriak teriak nyuruh dia ngeloudspeakerin telfonnya. Dan dengan baik hati Seokjin melakukannya. Yang langsung para member mengerubungi Seokjin layaknya Seokjin baju diskonan yang suka diserbu ibu-ibu di mall.

"….."

Hening. Sunyi. Setelah telfonnya di loudspeaker malah gaada suara apa-apa. Tapi panggilannya masih nyambung. Tapi kenapa eommanya Taehyung ga ngomong apa-apa.

"Taehyungie…kenapa suaramu jadi kayak om-om mesum begitu"

"HAHAHAHAHAHAHAHA"

Member Bangtan sontak langsung pada ketawa ngakak semua. Kecuali Seokjin tentunya. Sampai-sampai Yoongi ketawa sambil mukulin pundak Jimin. Ya Jimin sih sabar aja. Apasih yang enggak buat Yoongi.

"eh Taehyungie? Kenapa ramai sekali? Kau sedang bersama teman-temanmu ya?" suara eomma Taehyung terdengar lagi. Dan itu membuat member Bangtan makin ketawa ngakak.

"um ahjumma ini Seokjin. Bukan Taehyung" Seokjin mencoba berbicara lagi. Mengabaikan para member yang masih sibuk ketawa.

"oh Seokjin. Kukira tadi Taehyung. Pantas suaranya seperti om-om begitu"

Seokjin mendengus mendengarnya. Memangnya se-om om itukah suaranya? Rasanya pengen pundung aja deh dibilang om om sama mertua maksudnya calon mertua sendiri. Walaupun kenyataannya Seokjin memang sudah om-om.

"jadi ada apa kau menelfonku? Pakai handphonenya Taehyungie pula. Handphonemu tidak ada pulsanya ya?" Duh. Seokjin jadi makin ingin menenggelamkan dirinya ke laut saja.

"eommaaaa Bukan begitu ish. Seokjin hyung mau ngomong sama eomma"

Taehyung yang duduk disebelah Seokjin ikutan ngomong. Kasian juga dia denger omongan eommanya ke Seokjin yang rada nyelekit nyes gimana gitu.

"Eoh? Taehyungie? Ada kau juga?" Taehyung mengangguk mendengar eommanya. Member Bangtan melihat bingung kearah Taehyung. Ngapain dia ngangguk-ngangguk begitu. Eommanya juga gabakalan ngeliat kalau anaknya ngangguk begitu.

"ehm ahjumma. Jadi begini….."Seokjin memotong ucapannya. Ragu mau ngelanjutin apa enggak. Namjoon, selaku orang yang tadi memberikan Seokjin dare melotot ke arah Seokjin. Entah itu maksudnya ngancem atau gimana. Hanya Namjoon dan Tuhan yang tau.

"ya? Begini kenapa?"

"em jadi….hm begini…." Seokjin makin gugup. Ini rasanya dia beneran kayak abis ngehamilin anak orang trus mau minta restu buat nikah biar orang yang dihamilinnya ga sengsara. Duh ilah Seokjin pengen jedotin kepalanya ke tembok karena pikirannya yang melenceng barusan.

Namjoon yang gregetan ngeliat Seokjin daritadi yang hanya diam sambil gigitin bibirnya tanpa berbicara apapun, padahal dari sebrang sana suara eomma Taehyung terus terdengar karena sepertinya dia juga penasaran Seokjin ingin berbicara apa padanya. Dengan kekuatan seperti pengendali angin yang cepat, Namjoon merebut handphone yang di genggam Seokjin.

"jadi begini ahjumma. Seokjin hyung cuman mau bilang kalau dia mau minta maaf karena pernah sengaja meniduri Taehyung. Oh dan juga dia ingin agar ahjumma dan ahjussi mengizinkannya untuk menikahi Taehyung"

Namjoon berkata dengan santai. Seokjin melotot kearahnya. Apa-apaan tadi yang dibilang Namjoon?! Dirinya bahkan tidak pernah meniduri Taehyung. Walaupun dalam hatinya memang ada niat seperti itu. Tapi hey itukan belum pernah kejadian. Seokjin benar-benar akan menendang Namjoon keluar dorm setelah permainan yang bagi Seokjin laknat ini selesai.

"…."

Hening lagi. Tidak ada suara apapun dari eomma Taehyung. Tapi sedikit-sedikit mereka seperti mendengar seperti suara orang yang….berlari?"

Seokjin merebut kembali handphone yang tadi sempat dipegang oleh Namjoon. Bermaksud meluruskan ucapan Namjoon dan bilang bahwa ucapan tadi hanyalah karena dirinya yang kalah bermain.

"ahjumma tolong jangan salah paham dulu. Aku bisa jelas—

"ARGHHHH"

Hampir saja Seokjin melempar handphone yang ada di tangannya itu. Member Bangtan juga ikutan kaget. Tiba-tiba eomma Taehyung teriak seperti itu.

'pasti Kim ahjumma benar-benar menyangka bahwa anaknya sudah tidak perawan gara-gara ditiduri Seokjin hyung' kalau ini pemikiran member Bangtan kecuali Seokjin dan Taehyung. Oh iya omong-omong Taehyung juga kaget loh ketika eommanya berteriak seperti itu.

"ahjumma serius ini bukan seperti—

Tuutt tuutt tuutt

Sambungan terputus. Omongan Seokjin pun terputus. Seokjin menatap kosong pada layar handphone tersebut.

"aku takut Kim ahjumma tiba-tiba datang dan mengamuk pada Seokjin hyung" -Yoongi

"aku tidak menyangka reaksi Kim ahjumma sampai seperti itu. bahkan dia langsung memutus telfonnya" -Jungkook

"eh padahal tadi aku hanya berniat untuk senang-senang aja ngasih dare kayak gitu ke Seokjin hyung. Maafkan aku ya Seokjin hyung" -Namjoon

"hayoloh hyung. Mangkanya jangan sembarangan nidurin anak orang. Untung ga sampe hamil" - Jimin

Mendengar kalimat terakhir tadi, membuat Seokjin ingin menenggelamkan Jimin ke laut agar bocah berisik itu ditelan hiu.

"udahlah hyung gausah difikirkan. Nanti kalau Kim ahjumma kesini kita bakal bantuin ngejelasin yang sebenernya kok" entah kesambet apaan, Yoongi berkata bijak seperti itu sambil menepuk-nepuk pundak Seokjin. Karena merasa terharu, Seokjin langsung memeluk erat Yoongi. Yang membuat Yoongi seketika susah napas. Jangan lupakan Jimin yang melotot melihat hyung manisnya itu dipeluk seenaknya oleh Seokjin.

"bener kata Yoongi hyung. Udah hyung jangan galau lagi. Muka hyung kalo kayak gitu jelek banget kayak dompet tanggung bulan"

Hoseok berucap santai. Seokjin yang mendengarnya langsung melepas pelukannya dari Yoongi. Dan mendeathglare Hoseok. Sedangkan Yoongi bersyukur Seokjin melepas pelukannya karena akhirnya dia bisa bernafas lagi.

"eh lanjut ga nih mainnya?" Taehyung bertanya. Daritadi dia emang diem doang. Gatau deh mikirin apaan.

"ga ah males" member Bangtan berucap kompak. Taehyung cuman ngangguk-ngangguk. Trus ngelempar asal botol kosong yang tadi dipake buat main.

.

.

"udah pada selese mainnya?" entah gimana caranya, tiba-tiba manager hyung udah duduk disebelah Yoongi. Pantes daritadi Yoongi ngerasa merinding-merinding gimana gitu.

"lah bukannya tadi hyung lagi tidur?"

"gimana mau tidur. Kalian aja berisik banget kayak pasar malem"

Member Bangtan cuman nyengir dan dibalas dengusan manager hyungnya. Setelahnya manager mereka itu berdehem dan pasang muka –sok- serius. Member Bangtan jadi ikut-ikutan serius mukanya.

"oke tadi aku bilang 'kan kalo mau ngasih pengumuman ke kalian?"

Ketujuh cowo ganteng itu ngangguk serempak. Kenapa mereka jadi ngerasa deg-degan gini. Berasa mau ada apa-apa gitu.

"jadi kalian akan bermain pada sebuah reality show"

Mendengar kata 'reality show' member Bangtan menjadi excited sendiri. Mereka jadi menebak-nebak sekiranya reality show apa yang akan mereka bintangi.

"reality show apa hyung?"

"hello baby"

Member Bangtan saling pandang. Dengan santainya mereka melihat pada manager hyung,

"oh hello baby" mereka berucap bersamaan. Setelah itu sama-sama pada diem juga.

5 detik….

Masih diem

10 detik….

Namjoon dan Yoongi sama-sama mengernyitkan dahinya

13 detik…..

"APA?! HELLO BABY?!"

Namjoon dan Yoongi berteriak bersama. Member yang lain? Masih pada loading.

END

.

.

.

.

.

.

Epilog

.

.

Taehyung merebahkan dirinya diatas kasur. Padahal hari ini mereka tidak ada job. Tapi dirinya merasa sangat lelah sekali. Taehyung jadi memikirkan omongan manager hyung yang tadi bilang bahwa mereka akan bermain dalam hello baby. Taehyung jadi berfikir apakah bayi yang mereka asuh nanti akan lebih tampan darinya atau tidak. Narsis.

Dia melihat kearah kananya, dimana ada 2 bed milik Jimin dan Seokjin yang sudah tertidur pulas di bednya masing-masing. Taehyung menghela nafas. Dia masih penasaran kenapa eommanya tadi berteriak ya? Apa eommanya benar-benar menyangka bahwa Seokjin hyung pernah menidurinya? Ugh kenapa Taehyung jadi merasa pipinya memanas.

"padahal aku dan Seokjin hyung saja tid—

Drtt drtt

Handphonenya bergetar. Taehyung langsung mengambil handphonenya di atas nakas dan menslide layar handphonenya. Dan mendapati ada satu pesan dari eommanya.

From : 086798*****

Selamat malam Taehyungie ku sayang!~

Ah iya eomma ingin minta maaf tadi sudah berteriak saat Seokjin menelfon eomma. Tadi eomma panik karena tiba-tiba mendengar bau gosong. Dan eomma langsung berlari ke dapur dan mendapati ikan yang tadi eomma goreng gosong. Padahal ikan itu sulit sekali untuk didapatkan. Mangkanya eomma berteriak. Ohya dan juga tadi eomma tidak terlalu memperhatikan omongan Seokjin. Bisa kau jelaskan pada eomma tadi dia berbicara apa Taehyungie?

Taehyung tidak tahu harus berekspresi seperti apa ketika membaca pesan dari eommanya. Tapi setidaknya dia bersyukur karena eommanya tidak terlalu mendengar ucapan Namjoon tadi.

Baru saja Taehyung ingin menaruh handphonenya kembali, benda berwarna putih itu bergetar lagi. Dan Taehyung mendapati satu sms lagi.

From : 08769*****

Sudah malam. Cepat tidur. Atau kau mau aku tiduri?

Taehyung merasa wajahnya memanas lagi ketika membaca isi pesannya itu. Dia melihat kearah kanannya, Jimin yang tertidur dan Seokjin yang sudah dipastikan belum tidur dengan posisi memunggunginya.

To : 08769*****

Tidak mau. Hyung tiduri saja sana ikan kokinya Jimin

Taehyung tersenyum sendiri ketika menekan tombol send pada handphonenya. Sepertinya ala mini dia tidak akan tidur cepat. Karena mungkin bertukar pesan dengan orang yang jaraknya hanya dipisahkan satu bed dengannya akan terasa menyenangkan.

END

Ini beneran end :3

.

.

HALOOOOO~ ada yang ingin fanfic ini? Pasti enggak ya. Rekor nih hampir setahun baru apdet *digebukin* dan akhirnya end loh! Yeayyyy~~ makasi ya yg masih mau baca fanfic buluk ini :') love banget deh sama kalian. Ohya saya ada rencana *baru rencana* mau apdet satu fanfic sebelum saya un. Kalian mau saya apdet fanfic yang mana?

-Minyoon's drabble

-A gift from the hell

-Between us

-Our story

-Pedhopile? Oh no!

Hayo dipilih-dipilih *kayak ada yang mau baca aja* udah ya segitu aja dari saya.

Big thanks and love for :

Jimind Hyemiii mila mokpochoi96 kyumin pu laila Min bwibwimonmon V VampireDPS bumkeeyk malloryf Sugasugaryoongi Tea for Two Person Elsa Mandira Mrs Min tifagyeomi97 ghinabasatin.u Guest Busa sabun E12 littlesugar N-Yera48 LKCTJ94 Lee Shikuni btskthblank uljangleo Kim XiuXiu Hunnie fujoshistan dreamer18 darkhyuners shinning nur991fah Kim Soo Min Guest Jung Sara u hee PandaZiTao VVbabyLion Jisaid HappyBaek99 dorkyeol Ayumi Hwang illaa28 Adeknya Mas Hanbin suyanq btskookies Rapp-i NaturalCandy1994 swaggin-jin cute voodoo URuRuBaek jimae407203