Title: The Stranger Incident
Author : ESH1608
Genre : Family, Drama
Main Cast : Wu Yifan aka Kris dan Sehun
Other Cast : Park Chanyeol dan yang lain mengikuti alur cerita
Rating : T
Warning : OOC, Typo(s), DON'T LIKE IT DON'T READ IT
Summary : Kris Seorang Model dan actor merawat anak kecil berumur 10 tahun. Kris, Apakah dia benar-benar anakmu? / entahlah chanyeol!/ Keduanya hanya menghela napas. With Kris Daddy, Sehun Son and chanyeol uncle
.
.
.
Aku kembali chingu, karena takut feelnya hilang aku mengetiknya dengan cepat. Thanks untuk semua yang sudah review, fav dan follow. YoungChanBiased, selamat tebakan anda benar! :) (Aku juga pernah mengalami hal sama sepertimu)
Happy Reading, chingu!
.
.
~ The stranger Incident chapter 4
.
.
Ya memang sudah bukan hal yang aneh jika chanyeol membawa mobil tanpa memperhatikan rambu lalu lintas atau speedometer, semenjak ia bekerja sebagai manajer kris hal ini lazim ia lakukan demi mengantarkan kris ketempat tujuan dengan tepat waktu, tapi hari ini detik ini tujuan itu berubah.
Chanyeol membawa mobil dengan setengah nyawa, berulang kali ia mencoba menghindari kecelakaan berharap sampai kerumah sakit secepat mungkin dan menyelamatkan nyawa seorang malaikat yang dua hari lalu hadir dihidup kris sahabatnya.
Kris menggumam tidak jelas, namun chanyeol masih bisa menangkapnya. Kris selalu berucap 'bertahanlah' sepanjang jalan dan 'yeol, dia tidak sadarkan diri!' chanyeol tahu benar apa yang sedang terjadi tetapi ia tidak ingin berspekulasi lebih jauh lagi.
Hanya hipotesis dini yang bisa ia simpulkan bahwa kemungkinan sehun seperti ini adalah karena kecelakaan kecil yang terjadi di parkiran tadi. Sambil membawa mobilnya yang tidak juga terlihat pelan, chanyeol mencoba menelpon kakaknya yang saat ini bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit yang chanyeol tuju.
Beberapa kali telponnya tidak diangkat, tapi ia tidak menyerah hingga mungkin telpon yang ke lima kalinya dia coba baru mendapatkan sempat membentak kakaknya sebentar namun tak lama kemudian ia menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara cepat, mencoba untuk tenang dan berbicara sejelas mungkin mengenai kondisi yang saat ini sedang terjadi.
Semua perkataanya didengar baik oleh kakaknya terbukti ketika mobil yang ia kendarai memasuki halaman tepat di depan lobby ruang gawat darurat, disampingnya sudah berdiri kakaknya, beberapa perawat dan blankar.
Kris keluar dari mobil sambil menggendong sehun bahkan sebelum mobil benar-benar berhenti. Hampir saja ia terjatuh jika Yunho -kakak chanyeol- tidak memegangi lengan atas kris.
Dengan cepat, yunho mengisyaratkan perawat untuk mengambil sehun dari gendongan kris untuk diletakkan di brankar berwarna orange dengan lambang rumah sakit tercetak didalamnya dan menyuruh mereka untuk segera membawa sehun ke ruang penindakan gawat darurat.
Yunho menepuk bahu kris pelan, lalu berkomunikasi singkat dengan chanyeol. Setelahnya ia meninggalkan mereka berdua, yang masih belum sadar seutuhnya. Berbeda dengan chanyeol dan kris yang nampak sangat gelisah, yunho terlihat begitu tenang menghadapi kasus seperti ini seolah-olah ini adalah makanannya setiap hari.
Yunho menyuruh beberapa dokter intern untuk mengambil CT Scan dan juga perawat untuk mengambil sampel darah sehun. Setelah beberapa saat berbincang dengan dokter yang lain mengenai keadaan sehun dan memberikan pertolongan pertama untuknya,
yunho keluar dari ruang penindakan tersebut menghampiri chanyeol dan kris yang duduk terpejam di kursi ruang tunggu.
" kris, yeol.."
Kris dan chanyeol langsung membuka mata dan berdiri tegak.
" bagaimana dengannya? Apa yang terjadi?" kris membuka percakapan dengan tergesa seolah hari esok tidak akan ada lagi.
" aku akan memberikan informasi detailnya sekitar 1 jam lagi, kita menunggu perkembangan yang berarti. Tapi yang bisa tim dokter simpulkan saat ini adalah dia mengalami epidural hemarrhage."
"jelaskan secara sederhana, jangan membuatnya begitu rumit!" kris setengah berteriak, emosinya sedang tidak bisa ia kontrol.
Chanyeol merangkul pelan bahu sahabatnya itu " tenanglah, biarkan hyung menjelaskannya. Kau jangan emosi."
" sederhananya ia mengalami pendarahan epidural, cedera otak akibat trauma yang ia alami. Sebenarnya apa yang terjadi sebelum ia kolaps? Apa ia terkena pukulan benda tumpul?"
Ingatan kris menerawang ke keadaan beberapa jam yang lalu dimana ia dan sehun mengalami kecelakaan kecil yang ia anggap itu tidak akan berdampak sebesar ini. seiringan dengan kris yang masih mencoba berpikir chanyeol mengutarakan hipotesis yang ia pikirkan sedari tadi mengenai sebab mengapa sehun bisa menjadi seperti saat ini,
"kris dan sehun mengalami kecelakaan kecil beberapa jam yang lalu, sepertinya kepala sehun terbentur tanpa kami sadari."
Yunho menganggukan kepalanya, " tunggulah disini, satu jam lagi, hyung akan menjelaskannya di ruangan hyung. tenanglah, sehun sudah dalam keadaan stabil tetapi kami belum bisa memindahkannya keruang perawatan."
Chanyeol mengangguk, sedangkan kris masih dalam keadaan cemas sekaligus lega sesudah mendapatkan informasi singkat dari yunho. Satu jam kemudian, disinilah mereka bertiga di ruangan yunho. Sebelum memulai percakapannya, yunho menghela napas singkat sambil memperhatikan dua orang didepannya yang sudah ia anggap sebagai saudaranya sendiri.
" tadi aku, melihat form pasien, disana tertulis sehun adalah anakmu kris?"
" ya, benar."
" bagaimana bisa?"
Sebelum pembicaraan ini menjadi panjang, chanyeol memutusnya dengan mengalihkan topik walaupun masih berhubungan dengan sehun, "hyung bukan kah kita akan menbicarakan tentang keadaan sehun?"
Yunho kembali menghela napas, " seperti yang sudah kubilang tadi, sehun mengalami pendarahan epidural ia mengalami cedera di kepalanya, bahasa medisnya kami menyebutnya dengan trauma..."
" ... ada pembuluh darahnya yang pecah dan bergumpal membentuk kapsul, seharusnya pasien mengalami pusing hebat..."
Ingatan kris kembali melayang ke kejadian itu, dimana sehun yang sempat limbung dan beralasan bahwa ia menginjak tali sepatunya. Kris berpikir keras dan mendadak sesak, jadi selama itu, sehun bertahan mencoba mengendur rasa sakitnya. Ia bukan seorang ayah dia tidak pantas menjadi seorang ayah.
"lalu keadaan sehun sekarang?" chanyeol menggumamkan pertanyaan yang sejak tadi ingin ia utarakan
"...keadaanya sampai saat ini stabil, ukuran kapsul (Hematoma) yang terjadi akibat pendarahan itu tidak melebihi 15 mm dan volumenya juga masih dibawah 30 ml jadi kami tidak melakukan bedah tetapi Scanning follow-up kami terus gunakan untuk menilai apakah ukuran hematom terus berkembang atau tidak..."
Chanyeol kembali merangkul kris yang masih belum mampu berucap, selama dua hari ini jantungnya bekerja sangat keras, kehadiran sehun yang entah datang dari mana dan kejadian hari ini membuatnya lemas.
"... kris, kejadian ini sudah sangat lazim terjadi. 20-50% orang yang mengalami trauma di kepala akan mengalami pendarahan epidural dan penurunan kesadaran, kita masih bersyukur sehun tidak telat ditangani, tapi kita belum bisa tenang...
...Sehun saat ini kami tempatkan di ICU untuk dipantau 1x24 jam kalau memang ada perkembangan yang berarti kami akan segera menempatkannya di ruang perawatan." Yunho mengakhirinya dengan senyuman tulus ke arah kris yang dibalas dengan senyuman kaku kris.
Mereka beranjak hendak keluar sebelum handphone chanyeol bergetar, ia menghentikan kegiatannya sesaat dan melihat handphonenya.
Kau berhutang penjelasan mengenai hubungan sehun dan kris
Chanyeol menatap kakaknya singkat, pesan yang baru saja masuk adalah pesan yang dikirim oleh yunho. Sedangkan Kris, ia berjalan pelan seperti robot menuju ruang ICU tatapan matanya kosong. Banyak sekali yang ia pikirkan sampai-sampai ia tidak tau harus memikirkan yang mana terlebih dahulu.
Sesampainya di ruangan ia langsung masuk kedalam dan melapisi pakaianya dengan baju khusus berwarna hijau tua yang baunya khas rumah sakit. Ugh, ini menyebalkan ia tidak suka suasana seperti ini.
Ia bisa menangis kapan saja, matanya sudah memerah dan berkaca-kaca, tapi semua itu tidak ia lakukan. Ia malu jika harus menangisi dirinya sendiri, tapi dirinya juga tak kuasa menahan sesak yang dari tadi menghimpit dadanya.
Sehun terbaring damai, dengan mata terpejam. Tidak ada lagi mata dan hidung sehun yang memerah sehabis menangis atau celotehan pintarnya yang selalu ia utarakan sejak dua hari yang lalu. Ya memang baru dua hari lalu kris mengenal sehun tapi ia merasa seperti sudah mengenalnya 10 tahun.
Kris memegang tangan sehun yang dingin, sensasi yang sama yang ia dapatkan ketika mengantarkan sehun ke toilet dan berakhir tidur di ranjang tepat didepanya. Bunyi elektrokardiograf dan tekanan oksigen membuat kris mual, pertahanannya runtuh. Sehun terlihat damai juga kesakitan dengan tabung oksigen di area mulut dan hidungnya.
"hei jagoan!" bisiknya di telinga sehun tapi sesaat kemudian kris menangis, sehunnya tidak merespon
Chanyeol menghampiri kris, ia sempat terkejut melihat kris menangis. Tangisan yang menyakitkan Chanyeol tidak ingat kapan terakhir kali sahabatnya itu menangis seperti itu.
" kris, kau harus pulang dan beristirahat, besok kau ada jadwal syuting dari pagi sampai malam." Chanyeol berucap pelan, mencoba memahami setiap kenyataan yang menimpa kris.
" bagaimana aku bisa syuting, yeol?"
" kau mengatakan padaku untuk bersikap profesional apapun yang terjadi, so prove it!" ya kris ingat, setiap kali chanyeol mengeluh mengenai pekerjaannya maka itu adalah kata-kata yang sering ia gunakan.
" maafkan aku, aku tidak bisa mencancel kegiatan besok. Jadwal lusa aku akan mencoba menyusunnya kembali dan mencari yang alasan yang tepat. Oke?"
Kris menatap chanyeol sebentar, ia berpikir keras. Chanyeol telah bekerja keras dan tetap tenang menghadapi kejadian ini.
"aku akan pulang, tapi biarkan aku disini menungguinya hingga jam besuk habis."
" oke, aku akan bertemu yunho hyung dan kau bisa mengkontakku jika jam besuk sudah habis."
"thanks, chan. "Chanyeol mengangguk dan tersenyum
" kau dengar apa yang paman chanyeol katakan? besok aku harus bekerja, tapi aku berjanji akan menemani mu besok sepulang kerja, oke?"
"... aah, aku lupa kau akan memanggilku dengan ayah jika sedang berduakan? Jagoan, Ayah janji besok akan menemanimu sepanjang malam..."
Kris kembali meneteskan air mata, sehun terlihat sangat damai seolah dirinya enggan bangun dari tidurnya. Ia mengusap kening dan merapihkan rambut sehun perlahan, menunjukan rasa sayangnya walaupun pada kenyataannya ia baru mengenal sehun dua hari yang lalu.
" kau lelah, istirahatlah. Tetapi janji pada ayah kau akan bangun besok, oke?!"
Percakapan itu menjadi percakapan terakhir kris dengan sehun, karena setelah nya kris hanya mengusap kepala sehun pelan sambil menggenggam tangan sehun yang dingin nan pucat. Mencoba membangun komunikasi non verbal di antara keduanya. Hingga seorang pesawat menghampiri kris, memberi tahukan bahwa jam besuknya telah habis.
Sepanjang jalan kris hanya melamun, beberapa kali chanyeol menanyakan apa ia lapar dan ingin memakan sesuatu. Tapi kris hanya menjawabnya dengan gelengan pelan.
" ini kedua kalinya, aku mengalami hal serupa."
" hng? Apa yang kau bicarakan?"
" 10 tahun yang lalu, adik ku mengalami hal serupa seperti yang sehun alami."
Chanyeol hanya bisa terdiam, ini kali pertamanya kris membuka diri perihal keluarganya. Biasanya kris sangat rapat menyimpan rahasia tentang hidupnya walaupun chanyeol sudah menemaninya hampir 10 tahun.
" aku hanya takut, sehun tidak akan bangun besok pagi."
"apa yang kau bicarakan sih? Sehun anak yang kuat, kris!" chanyeol menjawabnya pelan namun tegas,
" aku mengabaikan kejadian itu, seperti ibu dan ayahku yang juga mengabaikan kami hingga akhirnya adikku memilih menyerah dan memutuskan pergi kesisi-Nya meninggalkan aku dan kakakku..."
" ... ibu dan ayah tidak pernah peduli, seperti aku yang tidak peduli terhadap sehun selama 10 tahun ini..."
Chanyeol membungkam mulut dan mendengarkan perlahan setiap tutur kata kris.
"... aku merasa berdosa meninggalkannya selama itu, bagaimana jika sehun juga pergi seperti orang – orang yang ada di sekitarku? Kris masih berceloteh tanpa bisa dihentikan
"Hingga saat ini aku tidak tau dimana keberadaan noona, ia juga meninggalkan ku. Aku takut yeol! Aku takut sehun meninggalkanku, bahkan aku belum sempat mengucapkan maaf dan selamat datang padanya!"
Chanyeol menghentikan mobilnya di pinggir jalan, ia memeluk kris yang masih menangis dan meracau menceritakan apa yang ia pendam selama ini dan mengusap punggungnya pelan. Ia tidak pernah tahu, bahwa kris mengalami hal yang buruk seperti itu.
" tenanglah kris, sehun juga belum mengatakan 'aku datang ayah'! setidaknya sehun masih berhutang kalimat itu padamu, jadi ia tidak akan meninggalkan mu. Oh tentu saja juga tidak akan meninggalkan ku begitu saja pamannya yang paling tampan sedunia!"
Kris melepas pelukannya, chanyeol tersenyum bangga lalu menepuk pelan bahu kris " baiklah kawan, bersemangatlah! Hari masih panjang"
Malam harinya tepat tengah malam chanyeol terbangun dan berlari dengan tergesa-gesa bahkan ia masih menggunakan slippernya setelah mendapatkan telepon darurat dari yunho mengenai sehun. Yunho mengatakan ia sempat menghubungi kris, namun ia tidak bisa menghubunginya karena nomor kris yang tidak aktif.
Chanyeol menunggu di depan ruang ICU, ia tidak tahu apa yang terjadi yunho hanya menelponnya dan mengatakan kondisi sehun drop. Terdengar nafas chanyeol yang berhembus dengan cepat tanda ia sehabis berlari dan cemas karena memikirkan kemungkinan buruk yang akan terjadi.
Yunho keluar dari ruang ICU dan hanya melihat chanyeol, " kris?"
" aku tidak menghubunginya, apa yang terjadi?"
" Blood Pressure (Tekanan darah) dan saturasi oksigen sehun menurun drastis sekitar satu jam setengah yang lalu, kami memantau hasil scanning follow up tetapi tidak menemukan hematom yang membesar. Jadi kami tidak mengambil langkah operasi. tapi tenanglah yeol, sehun sudah bisa di pindahkan ke ruang perawatan. Ia sempat sadar tadi."
" oh thanks God!"
" kau masih berhutang penjelasan mengenai hubungan sehun dan kris pada ku."
" jangan sekarang hyung, aku pasti menjelaskannya tapi tidak sekarang."
" baiklah, sebaiknya ku menghubungi kyungsoo dan menjelaskan apa yang terjadi. Kau harus bekerja besok dan biarkan ia yang menjaganya. Aku juga akan memantau terus keadaanya."
" thanks, bro."
Yunho mengangguk singkat " sehun, dia mirip dengan kris dan kris sudah kuanggap seperti adik ku." Lalu setelahnya ia melenggang pergi kembali masuk ke ruang ICU.
Kyungsoo mengerang malas dan kesal ketika handphone nya terus berdering, untuk apa chanyeol menghubunginya jam 5 pagi. Bahkan matahari belum bersinar selayaknya.
" Apa apa yeol?"
"oppa, kyungsoo!"
" ya ada apa oppa?"
" ku tunggu di rumah sakit tempat yunho bekerja."
" rumah sakit tempat yunho oppa bekerja? Siapa yang sakit? Kau? Yunho oppa? Kris oppa? Atau..."
" datanglah dulu kesini, cerewet!"
" haissh, arasseo, keuno(tutup)!"
Kyungsoo datang kerumah sakit dengan mata setengah terpejam, dia baru menyelesaikan tugas kuliahnya sekitar jam dua malam dan sekarang pukul lima lebih beberapa menit dirinya sudah ada di rumah sakit tanpa tau apa yang terjadi.
" yeol!" kyungsoo setengah berteriak di depan ruang perawatan bernomor 268
" ssstt, ini rumah sakit!"
" siapa yang sakit?"
" anaknya kris."
" oh anaknya kris? ... hemp anaknya ... HAH? Anaknya Kris oppa?"
" pelankan suaramu bawel!"
" ayo masuk, dia masih tertidur tapi sempat sadar tadi."
Kyungsoo masuk dan menghampiri sehun yang tertidur dengan pulas, setelah berjuang beberapa saat yang lalu. Ia mengamati sehun lekat-lekat, kyungsoo masih tidak percaya anak yang berada di hadapannya ini adalah anak kris, seorang artis terkenal bahkan dirinya adalah ketua fanclub kris.
" dia anaknya kris oppa?"
" hm."
" kau berhutang penjelasan padaku!"
" kenapa perkataamu dengan perkataan yunho hyung harus sama sih?"
Kyungsoo memukul pelan kepala chanyeol, walaupun ia harus berjinjit karena tubuh chanyeol yang tinggi.
" aih, pabbo. Tentu saja karena kita adik kakak. Selain itu, orang lain juga akan memberi pernyataan serupa jika di berikan kasus seperti sekarang ini."
" titip dia kyung, aku harus menemani kris seharian ini. "
" tentu saja, dia sangat lucu. Kulit dan rahangnya mirip sekali dengan kris oppa."
" kau ini aneh, suka kok pada rahangnya."
" biarkan saja, fans kan punya alasan masing-masing kenapa harus menyukai idolanya."
" terserahmu saja lah! aku pergi dulu:"
"oke."
Seharian ini kris bekeja setengah nyawa, pikirannya masih tertuju pada sehun. Walaupun chanyeol mengatakan sehun sudah di pindahkan keruang perawatan dan ada kyungsoo yang menjaganya. Ia masih belum bisa lega sebelum melihat sehun secara langsung.
Kemarin adalah hari yang melelahkan, kris berharap setidaknya hari ini ia bisa tenang. Sambil membawa buah-buahan ia melangkah cepat menuju ruangan sehun. Malam ini jadwal syutingnya di undur karena hujan lebat diluar.
Ketika ia membuka pintu, ia melihat sehun sedang duduk dan memperhatikan beberapa acara televisi yang membosankan. Rasanya kris ingin menangis saja, baru kemarin ia melihat sehun bernapas dengan bantuan alat pernapasan tapi hari ini, ia bisa menyaksikan sehun kembali sadar seolah hari kemarin tidak pernah terjadi apa-apa.
Chanyeol yang mengikuti kris di belakangnya melihat senyum kris lalu ia melihat kyungsoo dan mengisyaratkannya untuk keluar dari ruangan itu meninggalkan kris berdua dengan sehun.
" hai, sehun." suasana canggung masih menyelimuti pribadi kris
" hai, ayah. Mengapa lama sekali?"
"eoh? Oh.. maaf aku harus bekerja, aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku."
" hemp, kyungsoo noona sudah bilang tadi bahwa ayah akan segera datang." Sehun tersenyum membuat kris lega.
" apa kau baik-baik saja? Ada yang sakit?"
" hanya sesekali sakit kepala. gwenchana, aku sudah tidak apa-apa."
Kris mendekat ke ranjang sehun, ia meletakkan telapak tangannya pada kening sehun.
" tubuhmu mu masih hangat, kau sudah makan?"
" aku tidak ingin memakan apapun."
" oh, baiklah." Sesaat ruangan itu menjadi kaku atmosfir tidak mengenakan itu kembali datang, kris masih sangat canggung. Dirinya tidak pernah sakit apalagi merawat anak kecil yang sedang sakit, bahkan dulu dia mengabaikan adiknya. Tapi ia tidak ingin mengulanginya lagi, setidaknya pada anaknya.
" sehun/ayah" ucap mereka berbarengan
" ada apa sehun?"
" maukah ayah menemaniku tidur disini?" sehun menepuk – nepuk tempat tidurnya
" tentu.. tentu saja.." kris bergerak menuju tempat tidur sehun, lalu ia duduk di kasur tesebut. Sambil menyenderkan kepalanya pada sisi belakang kasur yang sengaja ditinggikan posisinya. Kris sempat kaget ketika sehun dengan tiba-tiba memeluknya tapi kris juga kembali membalasnya dengan pelukan.
" tubuhmu masih benar – benar hangat sehun."
" hmm"
" kau mau tidur? Aku akan menemanimu."
" tidak, aku sudah cukup tidur tadi siang. Aku hanya merindukan ayah!" sehun memeluk kris semakin erat, ia menggerak-gerakan kepalanya ke dada kris, membuat kris kegelian.
" sehun kau tau?!"
" tidak" jawabnya polos
" kau seperti anak kucing yang ingin menyusu pada induknya. hhahahaha"
" tapi kau tidak bisa menyusuiku." Ungkapnya kembali polos membuat kris menghentikan tawanya
" oh, maafkan aku. " tawanya berubah menjadi tatapan sendu
" untuk apa ayah meminta maaf?"
" karena tidak ada ibumu disini."
" ayah sudah cukup untukku, terkadang seorang wanita itu mengerikan!"
Kris kembali tertawa singkat, " ya betul, seorang wanita itu terkadang mengerikan."
" seperti kyungsoo noona yang menguntit setiap kegiatanmu.. huh seperti tidak ada pekerjaan yang lainnya."
Kris mengusap kepala sehun dengan lembut, " tapi pengecualian untuk kyungsoo, tanpanya ayah tidak bisa seterkenal ini minimal di kawasan seoul. Dia kan..."
" Ketua Galaxy fanclub sejati / Ketua Galaxy fanclub sejati." Jawab sehun berbarengan dengan pernyataan kris yang di akhiri dengan tawa mereka berdua. Sedangkan chanyeol dan kyungsoo yang berada di depan ruang rawat tersebut hanya bisa meringis malu.
"kau tahu dari mana sehun perihal itu?"
" bagaimana aku tidak bisa tidak mengetahuinya jika selama seharian tadi ia terus mengoceh tentangmu dan selalu menyebutkan bahwa dia adalah ketua fanclubmu. Seolah ia lebih mengetahui kegiatan yang akan kau lakukan melebihi dirimu sendiri."
" kau iri?"
" eoh?" sehun pura – pura bingung walaupun ia sudah tahu maksud pertanyaan kris tadi
" kau iri pada kyungsoo kan?"
Sehun kembali memeluk kris dengan erat, membuat kris sulit bernapas.
" renggangkan pelukanmu, sehun. Aku tidak bisa bernapas!"
Sehun masih enggan melepaskan pelukannya, wangi kris benar – benar wangi khas seorang ayah yang baru pulang kerja. Ia benar – benar merindukan kris dan iri dengan kedekatan kyungsoo –ketua fanclub kris itu.
" aku tidak akan meninggalkanmu dan kau tidak usah iri dengan kyungsoo."
Sehun merenggangkan pelukannya. " hng?"
" kau dan kyungsoo juga paman chanyeol semuanya menempati posisi yang berbeda. Kau berharga untukku sehun. Maafkan aku baru menemukanmu setelah 10 tahun ini."
" ayah?"
" ya!"
" sehun sayang ayah, sangat sayang ayah."
" na do!"
" cha, tidurlah. Kau ingin aku menyanyikan sebuah lagu?"
" aku bukan anak kecil ayah!"
" eoh, bukan ya? Terus tadi yang merengek dan memeluk erat siapa ya?"
" Ayah!" sehun berteriak keras karena malu sambil mengerucutkan bibirnya
" arasseo, walaupun kau bukan anak kecil tapi kau tetap matahari kecil ayah."
Kris mendekap sehun sambil menggumamkan sebuah lullaby pengantar tidur, baru beberapa hari kris mengenal sehun tapi rasanya kedekatan mereka sudah melebihi tahunan.
Kejadian yang seperti roller coaster itu membuat kris sudah merasakan segala macam perasaan terhadap sehun. Bocah kecil yang saat ini mulai memasuki alam tidurnya. Chanyeol masuk kedalam ruangan sehun.
" dia sudah tidur?"
" pelankan suara mu, jerapah!"
" oke, oke baiklah. Maaf, sudah terbiasa." Cengir bodohnya kembali menghiasi wajah chanyeol
" ah kalian lucu sekali, seperti ayah beruang dengan anaknya."
" kenapa harus beruang?"
" entahlah, setidaknya menurut ku kau dan sehun sangat lucu."
" sialan kau, terus saja olok-olok aku."
" oh iya, ada surat untukmu. Salah seorang perawat memberikan surat ini kepadaku. Katanya ada seseorang yang memberikannya untukmu."
Chanyeol mendekati kris dan membuka sebuah surat bersampul hijau, sampul yang sama seperti surat yang pertama kali ia baca. Ia membukanya dan matanya terbelalak kaget. Hanya empat kata tetapi membuat jantung kris bergerak sangat cepat
" dia ada di sekitar kita, yeol. Dia mengamati kita!"
" apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti."
" bacalah!"
~Terima kasih telah menjaganya~
.
.
.
~To Be Continue~
.
.
Gimana? Pasti pada nanya lagi siapa ibunya kan? (hampir semua yang review tanya hal ini) XD
Ikutin alur ceritanya aja ya chingu, soalnya keberadaan ibu sehun adalah salah satu konflik dalam cerita ini. sehun gak sakit parah kok, setidaknya aku gak tega. Hahaha
Sekarang kita nikmatin dulu adegan loveydovey ayah dan anak itu dulu ya, sebelum keadaan kembali menegang.. #smirkevil
Thanks A lot, Gamsahamnida
Big Hug
ESH 1608
