Title: The Stranger Incident

Author : ESH1608

Genre : Family, Drama

Main Cast : Wu Yifan aka Kris dan Sehun

Other Cast : Park Chanyeol dan yang lain mengikuti alur cerita

Rating : T

Warning : OOC, Typo(s), DON'T LIKE IT DON'T READ IT

Summary : Kris Seorang Model dan actor merawat anak kecil berumur 10 tahun. Kris, Apakah dia benar-benar anakmu? / entahlah chanyeol!/ Keduanya hanya menghela napas. With Kris Daddy, Sehun Son and chanyeol uncle

" dia ada di sekitar kita, yeol. Dia mengamati kita!"

" apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti."

" bacalah!"

~Terima kasih telah menjaganya~

~The Stranger Incident Chapter 5~

Setelah beberapa minggu sehun keluar dari rumah sakit, dia mulai mengalami perbedaan. Terkadang rasa canggung itu hilang tapi kembali lagi. Setidaknya hubungannya dengan kris membaik, hanya saja sehun sering kali melihat kris melamun seperti saat ini.

" ayah,"

Kris tersadar dari lamunannya " oh .. ya sehun?"

" ayah melihat tas hitam yang ku pakai saat pertama kali kesini?"

" hemp, ada dibawah meja kerja ku." Sehun berlari ceria masuk keruang kerja kris, sedangkan kris hanya tersenyum menatap tingkahnya.

Beberapa minggu ini kris mulai hapal kebiasaan sehun. Kata siapa anak itu pintar, dia terlalu ceroboh untuk melakukan sesuatu. Kadang dia menemukan sebelah kaos kaki sehun di meja kerjanya dan sebelah lagi di dapur.

Bicara tentang dapur sepertinya sehun harus dijauhi dari tempat tersebut. bagaimana tidak dapur itu pernah hampir terbakar setibanya kris dirumah, karena percobaanya membuat caramel, tapi sehun bocah nakal itu masih bisa tersenyum.

Kris tidak yakin sehun berumur 10 tahun, ia seperti bocah 5 tahun dengan segudang rasa ingin tahunya. Kris juga menyesal karena waktunya selalu habis di lokasi syuting walaupun dia sudah mencoba membatasi pekerjaannya.

Makin lama makin ia berpikir untuk mengumumkan keberadaan sehun pada publik sebelum para stalker itu mengetahui keberadaanya. Tapi dia masih belum bisa membayangkan akibat yang akan di alaminya, setidaknya dia belum sanggup mengatasinya.

Chanyeol masuk ke dalam apartemen kris begitu saja dan hanya menyengir bodoh. Kris tidak bisa marah selama sehun ada disekitarnya atau anak itu akan kembali menjadi pendiam.

Terima kasih pada sehun yang telah hadir di hidup kris, aktor itu sekarang seperti berada di dunia barunya. Tidak ada bentakan untuk chanyeol atau tekanan untuk coodienya, sehun membuat kris menahan emosinya.

" ah, paman chanyeol." Sehun keluar dari ruangan kerja kris sambil menenteng tas hitamnya

Chanyeol mendelik kesal ke arah kris yang sedang menyeruput espressonya di sofa, tapi ia segera merubah mimik mukanya ketika melihat sehun " oh.. hai sehun."

Tatapannya kembali tajam ketika sehun hilang di telan ruangan dimana kris tidur.

" ada apa, chan...? tiba - tiba kris memeluk tubuhnya sendiri " jangan menatapku seperti itu, kau menyukaiku?"

Chanyeol mendengus kesal, " walaupun tidak ada lagi wanita di dunia ini dan hanya ada satu laki – laki yang adalah dirimu lalu mengharuskan aku untuk bercinta dengan mu. sampai kapanpun itu tidak akan terjadi."

" lalu kenapa kau memperlihatkan tatapan itu?"

chanyeol mendekatkan mukanya membuat kris otomatis menjauh " bagaimana bisa sehun masuk kedalam ruang kerjamu yang tak ada seorang pun bisa masuk?"

" well, dia hanya mengambil tas yang di pakainya pertama kali ketika bertemu denganku?"

Chanyeol semakin mendekatkan dirinya pada kris, " waktu handphone ku yang di pinjam oleh mu tertinggal di ruang kerja dan aku akan mengambilnya diruangan kerjamu, kau mengamuk dan mendiamkan diriku juga staff hampir seminggu. "

Kris mengerutkan dahinya, membuat alisnya menyatu

" lalu mengapa jika itu sehun, ia boleh bebas keluar masuk?"

" karena.. karena.. sehun itu.." belum selesai kris menjawab pertanyaan chanyeol

"AYAH" sehun berteriak memanggil namanya dan berlari mendekati kris.

" kris, otte?" sehun mencoba memperlihatkan kris seragam sekolah berwarna biru yang akan dipakainya besok, ia berputar-putar.

" kau tampan" kris mendekat ke arah sehun. Lalu ia melihat tas yang di pakai olehnya

" sehun mengapa tidak menggunakan tas yang dibelikan oleh paman chanyeol?" chanyeol menatap sehun lekat

Sedangkan yang ditatapnya memalingkan pandangannya pada kris, " Kris, besok adalah hari pertama aku sekolah, bolehkan aku memakai tas ini?"

" mengapa ?" tanya kris penasaran

" hanya saja, ini adalah barang satu – satunya yang aku terima dari orang itu."

" orang itu?" kris mengerutkan keningnya

" kata bibi penjaga panti, ini adalah hadiah untuk sehun ketika sehun menang lomba di panti. Orang itu katanya adalah ibu sehun."

Kris mengepalkan tangannya, emosinya sudah bergelung bak magma yang mendidih di dalam gunung berapi, tatapannya menajam membuat sehun menunduk

" kau bertemu dengannya?

Sehun menggeleng, tiba-tiba kris menarik tas sehun dan mengeluarkan isinya.

Sehun dan chanyeol membelalakan matanya lebar, mereka masih terkejut dengan sikap tiba-tibanya.

" apa yang kau lakukan?" chanyeol mencoba menghentikan

Sedangkan kris menepis tangan chanyeol kasar, kris membawa tas tersebut dengan tergesa dan membuangnya ke tempat sampah. Sehun sudah siap menangis dan mengambil tas kembali tas tersebut. tapi gerakannya tertahan karena kris langsung menggendong dan mengurungnya di kamar. Ia menguci kamar tersebut dan membuang kuncinya kesembarang tempat.

Chanyeol yang tidak mengerti dan iba akan sehun, berteriak kasar pada kris. " Neo Micheoso? (apa kau gila?)"

Sehun meraung memanggil kris, memintanya untuk membuka pintu kamar. Tapi kris enggan beranjak dari tempatnya berdiri, ia memejamkan matanya terdengar nafas turun naik dan tidak beraturan.

Sungguh kris ingin membanting apapun yang ada disekitarnya, ingatannya berkelana beberapa minggu lalu ketika sehun masih dalam masa perawatan di rumah sakit.

Chanyeol hampir saja meninju kris, jika saja ia tidak melihat mata kris yang mulai mengeluarkan air mata. Chanyeol mendekat, " kris, sehun punya trauma akan kekerasan"

Oh God, bodoh sekali dirinya,

" cadangan kunci ada di laci didekat pemanggangan, aku butuh sendiri." kris keluar meninggalkan chanyeol dan sehun. Ia benar – benar butuh suasana untuk mendinginkan pikirannya yang mulai kacau tat kala memikirkan kenyataan yang ada dihadapannya.

Kris seperti ini bukan karena ia membenci sehun dan ingin menyiksanya. Sungguh ia tidak pernah memikirkan hal tersebut. Ia mengurung sehun, karena kris tahu bahwa ia bisa saja secara tidak sengaja melayangkan tinjunya.

Sungguh kris sudah mencoba untuk menjadi seseorang yang lebih baik lagi tetapi masa lalu yang membentuk nya jadi pribadi yang keras tidak bisa di abaikan begitu saja. Kris mengusap mukanya kasar dan menginjak pedal gas melajukan mobil cepat yang semaikin lama semakin menjauhi kediamannya.

Chanyeol membuka kamar kris dan menemukan sehun menangis terisak di samping tempat tidurnya sambil memeluk sebuah boneka beruang putih yang bahkan tingginya melebihi dirinya sendiri. boneka itu merupakan hadiah dari kris ketika sehun di perbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit.

Chanyeol mendekat dan menggendong sehun., " berhentilah menangis, nanti kepalamu sakit."

" a..hiks.. yah, sehun mau ayah."

" kris pergi untuk membeli chocolate cake kesukaanmu sebagai tanda maaf."

" bo..hiks..hong"

" oke kita taruhan, jika ia membawanya kau harus mentraktir paman jajangmyeon."

" aku .. hiks.. tidak punya.. hiks uang."

" kau tau kris selalu menyimpan uang di bawah tempat tidurnya."

" benarkah?"

" heng, jadi berhentilah menangis. Liat seragammu jadi rusak."

Chanyeol mengetikkan pesan dan mengirimkannya dengan nada kesal.

To : Wu Yifan

CEPATLAH KEMBALI DAN BAWA CHOCOLATE CAKE, JIKA TIDAK KAU AKAN MATI DITANGANKU!

Kris baru saja akan masuk ke toko kue ketika ia membuka pesan dari manajernya itu. ini adalah kebiasaan baru kris setiap hubungannya dengan sehun terasa canggung atau memanas seperti sekarang. Ia akan melarikan diri dan pulang membawa chocolate cake, berharap itu akan menjadi tawaran menarik untuk berbaikan.

Ia masuk ke dalam apartemennya dan melihat chanyeol sedang tidur, uh liat saja air liur yang menetes diatas sofa berharga $2000 nya. Kris dengan segera masuk kedalam kamar yang hanya ada satu di apartemenya itu, Kamar dirinya dan juga sehun. Ia melihat sehun terlelap dengan memeluk bonekanya erat.

Kris mematikan lampu dan menghidupkan lampu tidur tepat disebelah sehun. Anak itu bahkan tidak bisa tidur dalam kegelapan. Rambutnya terasa sangat halus ketika telapak tangan kris menyentuhnya.

" maafkan aku, sehun!"

Sehun menggeliatkan tubuhnya, ia melepaskan pelukan terhadap boneka beruang tersebut dan beralih memeluk perut kris. Jika sudah seperti ini, kris tidak bisa kemana-mana kecuali itu akan membangunkannya. Ia tidak akan memillih opsi kedua, karena jika sehun bangun maka suasananya akan canggung.

Ia memutuskan untuk tidur dan balas memeluk sehun, " aku bukan tidak suka kau memakai tas itu, tapi tas itu adalah pemberian seseorang yang sangat ku benci. Jadi mulai sekarang jangan sekali lagi kau memakainya."

Pagi itu, prang bruk

Suara benda jatuh, benda yang saling bersenggolan dan jangan lupakan teriakan cempreng yang ia yakin itu adalah suara sehun menggema di apartemennya. Membuatnya geram dan memutuskan untuk bangun. Matanya membulat ketika ia keluar dan melihat apartemenya sangat sangat berantakan.

" ini gara-gara paman tidak membangunkan ku, aku jadi terlambat."

" kenapa kau marah padaku, marah lah pada kris."

Sehun mendesis kesal, ia langsung masuk kedalam kamar mandi setelah memungut peralatan sekolahnya yang kemarin malam kris keluarkan secara semena-mena. Kris melihat tingkah mereka berdua dan siap membantu, ia mengambil seragam sehun yang baru di dalam lemari dan menyiapkannya di tempat tidur.. ooooo, sekarang kau merasa bersalah kris. –batinnya

Ia pergi ke arah dapur dan melihat chanyeol mencoba membuat roti tangkap tapi berakhir mengenaskan. Kris hanya menggeleng, tangannya merangkak ke rak atas dan mengambil sekotak sereal dan susu di dalam kulkas. Chanyeol hanya tersenyum kikuk.

" jika kau datang untuk menghancurkan dapur ku, lebih baik kau enyah dari sini. Cukup sehun yang mencoba meledakkannya. "

" sehun semalaman menangis."

" ara (aku tahu), jangan mengungkitnya lagi."

Kris baru saja akan menuangkan susu cokelat kedalam gelas, tapi ia merasa seseorang menangkap tangannya.

" sebenarnya ada apa dengan mu kemarin?"

" keunyang (hanya)... sudahlah lupakan."

Sehun yang baru saja keluar dari kamar mandi, hendak berteriak untuk meminta chanyeol mengambilkan sepasang seragam di lemarinya sebelum ia melihat bahwa seragam itu sudah tergolek rapi ditempat tidur. Ia tahu pasti kris yang melakukan itu.

Sehun keluar dengan tas di gendongannya tentu tas dari chanyeol, ia tak ingin mencari gara – gara untuk tetap menggunakan tas pemberian dari seseorang yang mengaku ibunya itu.

" duduk dan sarapanlah."

" ne" matanya mengerling setiap mata kris menatapnya

" sehun?" chanyeol mencoba memancing

" ne."

" kau tahu kalau aku menang taruhan. Jadi kau harus mentraktir ku."

" taruhan apa?" kris menghentikan aktivitas mengunyah rotinya dan menatap chanyeol

" jelaskan bocah!"

" paman chanyeol bilang kau akan kembali membawa chocolate cake. Dan jika benar aku harus mentraktirnya jajangmyeon."

" hemp, baiklah sehun. Kita akan membelikannya sepulang aku kerja dan kau sekolah."

Mata sehun berbinar mendengar tawaran kris " benarkah?"

" eeyy, chemi eopta (tidak menarik)." Chanyeol langsung menyanggah perbincangan kedua orang yang berada tepat dihadapannya.

" aku ganti taruhannya."

" tapi paman.."

" ok .. call!" kris menerima tawarannya begitu saja

" ayah." Sehun baru saja hendak protes

" kau akan menyesal kris, karena aku menginginkan sehun untuk ikut pada pemotretanmu di dekat villamu di gangwon-do."

" oh shit, sialan kau chanyeol."

" paman, jangan seperti itu." sehun memohon sambil menangkupkan kedua telapak tangannya

" baiklah, its okay for me." Kris menutup percakapan pagi itu dan mengantarkan sehun kesekolah, sekolah private berisi anak kalangan atas yang tidak bisa di tembus oleh media. Cukup aman karena sekolah itu siap menanggung semua rahasia, bahkan kabarnya anak dari para simpanan pejabat juga ada disana. Sekolah yang luar biasa bagus sebagus biayanya.

" jangan dulu pulang sebelum ayah atau suruhan ayah menjemputmu, okay?"

" okay." Kris dan sehun melakukan fish bump di akhiri kris mengecup kening sehun.

" bye ayah."

" bye jagoan."

Kris memutarkan mobilnya keluar dari arena sekolah tersebut.

" kau juga pernah sekolah disini kan?"

" dari mana kau tahu?"

" Hanya dari beberapa dokumen yang tak sengaja ku lihat."

" kau masuk ke ruang kerja ku?"

" hanya mampir."

Kris menengok kesamping bangku kemudinya. " sialan kau."

" calm down, tidak cape apa terus-terusan emosi. Oh iya kau yakin sabtu nanti akan membawanya ke hadapan banyak orang, padahal pas sarapan tadi aku hanya bercanda tapi kau mengiyakan begitu saja."

Kris tidak menjawab hanya fokus pada kegiatan menyetirnya.

***the stranger incident***

Sabtu siang yang cerah untuk berkendara mengelilingi seoul, hanya saja itu tidak mungkin terjadi karena sekarang mereka bertiga sedang dalam perjalanan ke sebuah villa di daerah gangwon-do. Chanyeol yang menyetir, kris disampingnya sedangkan dibangku berlakang mobilnya terdapat boneka beruang putih yang menghabiskan sebagian tempat duduk karena ukurannya juga sehun yang tak henti – hentinya bernyanyi.

" kau senang sehun?" tanya chanyeol dengan tetap fokus mereka berada di jalan tol saat ini.

" tentu saja, aku pergi ketempat yang baru, bisa melihat kris bekerja dan katanya di sana banyak makanan."

" dari mana kau tahu disana banyak makanan?"

" kyungsoo noona kemarin menelponku dan menanyakan kabar. Lalu dia bilang bahwa dia akan pergi ke tempat kris bersama teman-temannya sambil membawa banyak makanan."

" ish anak itu, pantas saja ia meminta uang lebih padaku. Oh, cam (tunggu) kenapa kau memanggil kyungsoo dengan sebutan noona sedangkan padaku kau memanggil paman harusnya Hyung." chanyeol sedikit menekankan kata 'hyung'

" karena kyungsoo noona terlihat imut dan masih muda sedangkan paman terlihat tua."sehun mengatakannya dengan tingkat kepolosan yang tinggi membuat kris tidak bisa berhenti tertawa.

Sedangkan sehun ia hanya tidak mengerti, jadi apa sebenarnya yang lucu.

" kris berhentilah, dia memanggilmu ayah berarti kau juga tua." Gantian chanyeol yang tertawa terbahak-bahak, tapi ketika ia melihat kris dan sehun kedua nya seperti mengeluarkan laser yang akan menyebabkan kematian ketika melihatnya.

" setidaknya kris tampan."

Kris berdeham mendengar pujian itu, " bagaiman sekolah mu?"

" baik-baik saja, aku memiliki teman baru. Namanya jongin, aku aneh kenapa kulitnya gelap ya. Tapi dia lucu. Sepertinya aku akan berteman baik dengannya."

" oh ya, ajaklah kapan-kapan dia kerumah."

" wow, okay.." sehun merenung sebentar " tapi kris dia akan mengetahui dirimu."

Kris tersenyum ke arah cermin di dalam mobilnya, sehun bisa melihatnya dari sana. " its okay, kau bilang kau bisa berteman baik dengannya berarti dia bisa kau percaya."

Perjalanan selama 4 jam di tempuh mereka, sesampainya di lokasi. Kris mendapatkan telepon dari sang photographer untuk melihat lokasi pengambilan gambar besok, tapi sebelum meninggalkan sehun. Ia harus menyelesaikan kesalahpahaman ini, karena ia melihat beberapa staff dan coodie berkasak kusuk ria ketika melihat sehun.

Kris menunduk sambil memegang bahu sehun, " sehun, aku harus pergi. Tapi aku akan kembali sekitar pukul 7 dengan cokelat hangat. Otte (bagaimana)?"

" call!"

Kris menghadap ke arah staff dan coodienya, " dia sehun, keponakanku. Aku titip dirinya sampai aku kembali mungkin sekitar pukul 7 malam."

Tuhkan benar keponakannya

Aku kira dia anak kris, mereka mirip

Ngapain dia bawa bocah kesini

Kasak – kusuk itu belum mau hilang, sehun memakluminya. Dia juga tidak merasakan sakit ketika kris menyebut dirinya keponakan. Karena sebelum kris meninggalkannya, kris sempat mencium kening dan berbisik , "tunggu ayah, okay?"

Udara berhembus dingin maklum saja musim dingin masih belum berlalu, terdengar suara beberapa langkah yang perlahan mendekatinya. Sehun tersenyum lebar ketika seorang coodie yang berada villa bersama dengannya memberikannya beberapa makanan.

Ia memang sudah sangat lapar sejak tadi, tapi sayangnya villa itu sama sekali membawa ketidakberuntungan untuknya. Ia hanya menemukan kulkas yang kosong dan hanya ada beberapa makanan mentah yang tidak bisa ia makan.

" terima kasih noona." Sehun membungkukan tubuhnya seraya menerima sebungkus roti dan cream sup yang masih terasa hangat.

" masuklah sehun, diluar sangat dingin."

" aku ingin menunggu kris pulang" sehun menyengir lebar sambil menggigit rotinya.

Coodie yang sudah bekerja pada kris selama 6 tahun tersebut membalas cengiran sehun dengan senyuman lembut. Ia sebenarnya masih belum percaya ketika kris membawa sehun ke villa tersebut dan menyebut sehun sebagai keponakannya. Hubungan yang tidak pernah bisa dibayangkan itu justru yang masih menjadi teka – teki untuknya.

" jika kau merasa kedinginan, masuklah kedalam."

coodie itu kembali melangkah masuk kedalam villa sambil meniupkan tangannya yang mulai membeku. Sedangkan sehun sudah kembali mengigit rotinya sambil menyeruput cream sup yang mengepul. Setelah beberapa gigit, sehun tertegun sejenak.

Ia menghentikan kegiatan memakan rotinya. Waktu terus bergerak, tapi ia merasa ada sesuatu yang salah dan itu membuatnya tidak nyaman. sungguh tenggorokannya mulai gatal. wajahnya mulai memerah, ia ingin minum dan memanggil siapapun tapi suaranya tertahan. Sehun jatuh terduduk dengan lutut yang menyangga tubuhnya.

Cream sup dan roti yang tadi ada ditangannya juga jatuh. Sehun ingin menangis, sungguh keadaan ini pernah menimpanya beberapa tahun yang lalu dan ia tidak ingin mengalaminya lagi. terlebih lagi di sini, tempat yang sangat dingin dan sendirian. Ia ingin kris cepat pulang dan menolongnya menghilangkan penderitaan ini.

" Ack.. a..."

Nafas sehun tertahan, tubuhnya panas tapi ia bisa merasakan kaki dan telapak tangannya dingin serta berkeringat. Dia meramalkan nama kris terus menerus berharap kris bisa merasakan penderitaannya.

" hah.. ha..ack" sehun menangis dan mulai bergelung di tanah, oksigen menjadi satu – satunya hal yang tersulit untuk ia raih, serasa itu adalah barang limited edition yang hanya ada satu di dunia. Pandanganya mengabur, tubuhnya mulai mengejang.

Tiba-tiba dibalik pandangan yang blur itu, ia bisa melihat seseorang berlari menghampiri, merangkul tubuhnya dan berkata bahwa ia akan baik – baik saja. Apakah dia adalah malaikat pencabut nyawa?-batin sehun

Seseorang itu terus berteriak keras meminta bantuan. Sehun menggeliatkan tubuhnya lagi, ia belum ikhlas jika harus meninggalkan ayah yang baru di temuinya beberapa beberapa bulan yang lalu. Masih banyak yang ingin ia sampaikan terlebih lagi yang ingin ia tanyakan. Siapa ibunya? Mengapa kris meninggalkannya? Apa ia adalah beban? Dan apakah kris mencintai dan membanggakannya?

" A..yy...yyah.." sehun menggenggam tangan seseorang itu erat, menyalurkan rasa sakitnya. " ack.."

Seseorang itu sepertinya menangis, sehun bisa merasakan tangannya seperti tertetes air. Tiba-tiba saja ia merasa tubuhnya terangkat. Ia hampir kehilangan kesadaran karena suara itu mulai terdengar samar-samar.

" tolong carikan epipen di kotak putih rak paling atas samping televisi!" perintahnya terdengar panik

Orang – orang yang ada di sekitarnya bingung melihat kenyataan yang baru saja terjadi, mereka sempat memandangi seseorang itu dengan waktu yang cukup lama, seseorang yang adalah wanita cantik memakai dress hitam yang dilapisi coat bulunya sambil menggendong anak berumur 10 tahun yang keadaanya sudah sangat kacau.

Wanita itu kembali berteriak memerintahkan mereka untuk mengambil epipen.

Dalam waktu yang bergerak itu, mereka tidak sadar bahwa kris mematung menyaksikan semua yang terjadi. Tas yang sedari dijinjingnya sudah tergolek begitu saja dilantai, Ia tidak tahu harus melakukan apa dan memulainya dari mana.

Tubuh lelahnya ternyata mengacaukan sistem berpikirnya. Namun itu tidak berlangsung lama, ia kembali pada kenyataan ketika ia mendengar sehun merintih menahan sakit sambil menyebut namanya. Ah bukan namanya, tapi sebutan 'ayah' yang terdengar.

Kris berlari menghampiri sehun yang kini sudah terbaring di sofa, mengabaikan wanita itu begitu saja bahkan sempat mendorong pelan wanita itu. ia melihat sehun like a dying person. Tubuhnya mulai berwarna ungu. Itu menakutkan. " kenapa dia bisa seperti ini?" kris mencoba menahan suaranya agar tidak meninggi.

Ia memperhatikan sehun dengan lekat, sekilas ia melihat sesuatu yang tersisa di mulutnya. Kris membuka mulut sehun dan mengorek sedikit sesuatu itu. " kalian memberikannya apa?" kris mulai tidak bisa mengontrol suaranya, tonenya mulai merangkak naik.

Coodie yang tadi memberikan makanan pada sehun mencoba menjawab pertanyaan yang kris ajukan dengan gagap. " aku memberikannya roti dan cream sup"

" roti apa?! Cream sup apa?! jelaskan secara detail!"

" itu lobster cream sup." Wanita cantik dengan gaun malam hitam itu mencoba menjelaskan, kris menatapnya sengit

" lalu kenapa kalian diam aja, bawakan kotak obat dan hubungi yunho. SEKARANG!"

Coodie yang tadi mengerubungi mereka bergerak menjauh dari kris dan dengan tertatih melaksanakan perintah kris. Sehun masih mengerang dan terus memanggil dirinya. Kris harus memberikan pertolongan pertama, ia mengangkat dagu sehun dan menopang leher dengan telapak tangannya.

Kris mencoba meniupkan udara kedalam mulup sehun, memberinya nafas buatan selama 5 kali sekali dalam beberapa detik. Namun efeknya ternyata mengenaskan sehun menggeleng dan mengerang lagi, ia terbatuk – batuk parah.

Yunho datang tepat waktu, ia mengambil alih tubuh sehun, memasangkan nebulizer untuk membantunya bernapas dan menyuntikan epinefrin pada lengan sehun. Yunho memerintahkan orang yang sedari tadi menggerumun untuk pergi dan meninggalkan dirinya dengan kris.

" untung saja aku sedang dalam perjalanan kesini ketika salah satu staff mu menghubungi ku."

Kris yang masih duduk di atas karpet bulu tepat disamping sofa dimana sehun tidur mengangguk pelan, " terima kasih yun."

yunho mengerakkan kepalanya kekanan dan kekiri berharap bisa bertemu dengan adiknya itu

" chanyeol?"

"Aku tidak tahu, aku meninggalkannya ketika aku merasa perasaanku tidak enak."

" aku melihat dia." Yunho berbisik pelan sambil mengarahkan pandangannya kepada wanita itu

Kris mengerti apa yang coba disampaikan oleh yunho, ia mengamati wanita itu yang duduk dilantai sambil terus mengamati dirinya. Kris ingin mengenyahkan wanita itu, wanita yang sungguh kejam dan hatinya sekeras batu, Bahkan sejenis batu karang yang setiap sudutnya bisa merobek kulit.

Kris bangun dan berjalan pelan menghampirinya, menarik tangan wanita itu keluar setengah menggeretnya.

" yifan, ini sakit!"

" lebih sakit sehun!"

" yifan lepaskan!" wanita itu menghelas, mencoba mendapatkan kebaikan hati kris

" jangan pernah datang ke tempat ini lagi."

" tapi yifan.."

" jauhi sehun dan jangan pernah kembali lagi, luhan!"

TO BE CONTINUE

Hahaha, /tertawa evil/ TBC muncul lagi

come back setelah sekian lama gak update, tiba-tiba menghadirkan tokoh baru yang banyak reader gak pada pengen. Tapi EITS, jangan ambil kesimpulan dulu kan belum selesai.

Oke, /manggut-manggut kalem/

Thanks for everyone who read, Review, Fav and follow this story. I was appreciated for u all guys.. mmuuuachh 3

HAPPY NEW YEAR 2015

Bow

ESH1608