Title: The Stranger Incident
Author : ESH1608
Genre : Family, Drama
Main Cast : Wu Yifan aka Kris dan Sehun
Other Cast : Park Chanyeol dan yang lain mengikuti alur cerita
Rating : T
Warning : OOC, Typo(s), DON'T LIKE IT DON'T READ IT
Summary : Kris Seorang Model dan actor merawat anak kecil berumur 10 tahun. Kris, Apakah dia benar-benar anakmu? / entahlah chanyeol!/ Keduanya hanya menghela napas. With Kris Daddy, Sehun Son and chanyeol uncle
" kenapa kau keluar? Kau masih sakit." Kris mengelus punggung sehun yang menyenderkan kepalanya di bahu kris.
" kenapa ayah marah? Kenapa paman itu berteriak?"
Kris kembali menatap dua orang yang berada di seberang dirinya dengan mata yang mulai berair, dia memohon dengan segenap hatinya " aku mohon, pergilah. Jangan temui kami lagi. Aku mohon. Jaebal-yo!"
***Stranger Incident Chapter 7***
Sehun perlahan membuka kelopak matanya ketika ia mendengar suara teriakan yang entah berasal dari mana, suara itu menakutkan karena dulu, dulu sekali ia hidup bersama teriakan – teriakan yang sungguh tidak ingin ia dengar kembali.
Ugh, kepalanya terasa berdenyut. Cahaya ruangan itu langsung menyorot masuk kematanya membuatnya mengerjap pelan. Semakin lama semakin ia sadar bahwa alergi tadi hampir saja merenggut nyawanya.
" sejak kapan kau hanya melihat dengan matamu, kau ibunya harusnya kau juga bisa merasakan perasaannya. Orang yang pernah merawat sehun menyiksa dia."
Suara keras itu kembali terdengar dan sehun hapal betul itu suara kris. Tapi dengan siapa ia berbicara? Apakah dia sedang marah? Tapi kenapa dia marah? Pertanyaan itu berputar- putar dalam pikirannya membuat kepalanya berdenyut kembali.
" sehun, gwaenchana (baik-baik saja)?
Sehun mengalihkan pandangannya ke arah suara yang memanggil namanya itu, dokter yunho.
" ada yang sakit? Mual?"
Sehun bangun dari posisi terbaringnya dan menggeleng pelan, " hanya kepalaku sakit."
" oh tidurlah lagi." Saran dokter yunho
Sehun baru saja hendak berbaring kembali sebelum ia mendengar teriakan itu lagi
" ya aku memang adalah ayahnya dan aku benci pada diriku sendiri, tapi aku lebih benci lagi pada seseorang yang saat ini berstatus istrimu. Hyung!"
Sehun mengernyitkan dahinya, " dokter, itu kris? Yang sedang berteriak itu kris?"
Yunho hanya mengangguk pelan, ia tidak ingin berbohong dia tidak bisa berbohong. Yunho berharap chanyeol cepat datang dan membantu mengatasi situasi yang menegangkan ini.
" XI YI FAN!"
Sehun terkejut karena bentakan tersebut, ia sudah tidak bisa berdiam diri lagi, dengan tubuh oleng sehun harus menemui kris, ayahnya dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Ia memanggil kris dan bisa ia lihat ayahnya itu berbalik dan dengan raut terkejut menhampiri sehun lalu menggendongnya.
Sehun yang merasa kepalanya kembali berdenyut merebahkan kepalanya di bahu kris. Ia bisa mendengar suara khawatir kris, dengan pelan sehun menanyakan siapa orang yang sedang bertengkar dengan kris dan apa penyebabnya.
Ia sempat kesal karena kris tidak menjawabnya dan malah mengalihkan ke topik lain. Di akhir percakapan sehun mendengar ayahnya itu, Kris yang super cool mengeluarkan suara yang bergetar dan menyampaikan permohonannya. Walaupun sehun tidak mengerti apa yang diminta dari ayahnya terhadap orang - orang tersebut.
Chanyeol tiba sedikit telat, ia menyaksikan kris mengajukan sebuah permohonan dengan mata yang sudah berair. Lalu tatapannya ia alihkan kearah pria yang sedang merangkul wanita yang berada dihadapannya. Ia mengamati dengan cermat, tumben otaknya bekerja sangat cepat dan ia langsung mengerti apa yang yang terjadi.
Kris melihat chanyeol dan chanyeol balik menatap kris, dengan tatapannya chanyeol mengisyaratkan kris untuk kembali masuk ke dalam vila dan biarkan ia yang mengatasi permasalahan tersebut.
chanyeol mencoba berkata pelan pada sepasang suami istri tersebut untuk menemuinya di lain waktu. Mereka mengerti apa maksud chanyeol dan memutuskan untuk pergi. Chanyeol sempat merasa simpati ketika ia melihat wanita itu menangis terisak-isak. Tapi apa kuasanya, ia hanya seorang manajer dan sahabat kris.
Kris masuk kedalam villa sambil menggendong sehun, ia tahu karirnya akan hancur sebentar lagi karena publik akan tahu masa lalunya yang kelam. Dia sudah tidak sanggup lagi berpikir kemana ia harus pergi. Korea selatan adalah negara yang ia harapkan menjadi penghentian terakhir perjalanan hidupnya.
Apalagi sekarang ia memiliki sehun, dia tidak mungkin membuat anak itu hidup susah setelah apa yang dia alami 10 tahun ini. Kris mengunci kamar dan membaringkan sehun di tempat tidur, ia menatap sayu mata sehun.
Terlihat gurat lelah tapi dari tadi anak itu masih punya tenaga untuk tidak henti bertanya, siapa orang itu? mengapa mereka berteriak? Dan sepertinya sehun akan menanyakan terus menerus jika kris masih tidak menjawabnya.
" Sehun tidurlah, matamu merah dan badanmu masih hangat." Kris berbaring miring menghadap sehun dan meletakkan guling di sisi lain sehun.
" tapi ayah..."
" sehun, ayah lelah. bisakah kita beristirahat. Masih ada hari esok untuk kita bercerita."
Sehun memandang wajah kris yang hanya di sinari lampu redup kamarnya. Ia melihat kelopak mata kris yang menutup dan wajahnya pucat, pasti kris sangat lelah. sehun mengangguk dan mulai memejamkan matanya.
Tidak lama kemudian kris kembali membuka matanya, setelah semua yang terjadi. Kris tidak bisa memejamkan matanya. Hampir 2 jam ia hanya menatap bagian atas kamarnya. Banyak sekali kenangan yang ia ingin lupakan malah muncul dan sesuatu yang seharusnya tidak usah ia khawatirkan malah ia pikirkan.
Kris memandang dan merapikan rambut sehun yang setengah basah karena keringat. Jika saja benar karirnya akan hancur dan hidup terluntang - lantung seperti pada saat ia meniti karir ke korea , ia tidak apa-apa jika ia sendiri. tapi sekarang ia tidak bisa, ada sehun. Sehun harus punya masa depan yang lebih baik. Ia menghela napas panjang
" apa yang harus ayah lakukan sehun?"
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pada pintu kamarnya, kris beranjak pelan dari tempat tidur agar tidak membangunkan sehun. Sehun menekan knop pintu dan membukanya. Ia lihat chanyeol berdiri dengan pandangan yang sulit di artikan, antara sedih, simpati dan ingin menghibur.
Kris keluar tanpa kembali menutu pintu kamar, ia takut sehun terbangun dan mencari dirinya. Kris dan chanyeol, keduanya berjalan ke arah dapur. Chanyeol menuangkan air putih dingin yang baru saja ia ambil dari kulkas ke gelas yang di pegang kris.
Kris melangkah ke arah ruang tengah di ikuti chanyeol. Ia duduk dan kembali menghela napas. Sambil mengalihkan pandangannya ke segala arah.
" Semua staff di pulangkan, isteri Director yang akan mengambil gambar besok melahirkan dan dia mengundurkan jadwal pemotretan."
Kris mengangguk mengerti..
Chanyeol menatapnya terus menerus, orang yang merasa di tatapnya mulai risih. " Wae?"
" kau butuh pelukan?"
Kris mendengus lemah dan memukul kepala chanyeol pelan.
" ouch, aku serius." Chanyeol merentangkan tangannya yang langsung di tutup kembali oleh kris.
" orang tadi adalah orang yang kau ceritakan bukan? Luhan kakakmu dan sena ibu sehun?"
Kris mengangguk tanpa berniat menjawab.
" sudah kuduga, mereka memang terlihat menyebalkan." Yakin chanyeol sambil memegang dagunya bak detektif. Kris kembali memukul kepala chanyeol
" ah wae? Sakit."
" walaupun aku membenci mereka, sangat membenci mereka. aku tidak bisa mengabaikan fakta bahwa luhan adalah kakak tiri ku dan sena adalah ibu sehun. Rasanya aku tidak bisa menerima jika ada orang yang mengatakan mereka menyebalkan, selain diriku."
" ooohh, kris. Kau mencoba menjadi malaikat?"
Kris baru saja hendak memukul kepala chanyeol untuk ketiga kalinya sebelum tangan chanyeol menghalaunya. Dengan cepat ia mengunci pergerakan kris dan memeluknya.
" aku tahu, kau terluka dan kau menanggung beban yang tidak bisa kau bagi dengan siapapun. Tapi jangan berpura-pura. Aku menjadi sahabatmu hampir 10 tahun, setidaknya aku tahu ketika kau berbohong."
Kris kembali memeluk chanyeol erat, tapi ia sudah tidak bisa menangis.
" aku.. siap jika karir ku hancur dan aku harus menatanya dari awal. Tapi aku tidak siap jika sehun terkena imbasnya. Apa yang harus aku lakukan? Chanyeol, apa kau mau menerima sehun jika aku menitipkannya padamu."
Chanyeol melepas pelukan kris dengan kasar.
" kris, kau..." chanyeol menghela napasnya kasar dan menengadahkan kepalanya. Ia harus mencoba mengontrol emosi.
" kris, chaldeuro (dengarkan). Sehun butuh 10 tahun untuk bisa merasakan truly kasih sayang dan setelah beberapa bulan ia merasakannya kau berniat untuk mengabaikan rasa itu. apa bedanya kau dengan wanita itu?"
" tapi setidaknya ia bisa hidup enak denganmu dibanding hidup susah denganku."
" kau sepertinya terlalu banyak memikirkan sesuatu yang belum tentu terjadi...
Chanyeol memegang bahu kris
...Kris, sehun mungkin hidup tidak susah di masa depan tapi apakah kau pernah berpikir, ia mungkin saja hidup tanpa rasa bahagia. Dan kau tau resikonya, ia mungkin bisa mati muda karena depresi."
" chanyeol.."
Chanyeol memotong perkataan kris yang baru saja menyebutkan namanya. " dan aku tidak mau jika salah satu penyebab nasib buruk sehun dimasa depan, adalah karena aku...
... sena wanita itu aku juga membencinya, tapi aku akan lebih membenci dirimu jika kau melakukan itu."
Kris baru saja hendak menjawab, tapi chanyeol sudah membalikkan tubuh, berdiri dan mengabaikan kris. Setelah mengatakan kalimat yang menjadi penutup percakapan mereka malam itu. " gendong sehun, aku tunggu dimobil dan kita kembali ke seoul. Sehun harus sekolah besok kau juga ada jadwal shooting."
Tidak ada yang bisa kris lakukan selain mengikuti saran atau lebih tepatnya perintah dari chanyeol tersebut. ia memasukan barang-barang sehun yang ada dikamarnya dan menggendong sehun dengan hati-hati. Syukur anak itu mungkin sedang bermain di alam mimpinya.
Selama perjalanan, tidak ada yang bersuara.
Pagi harinya, chanyeol sudah datang dan sedang menuangkan sereal untuk sehun yang sudah rapih menggunakan seragam sekolahnya. Suasananya entah kenapa menjadi canggung.
Pagi sekali anak itu sudah terbangun lalu duduk di ruang tengah sambil mengganti channel televisi mencari film kartun favoritnya. Kegiatannya terhenti ketika chanyeol masuk, mereka saling memandang sebelum chanyeol berdeham.
"hai sehun."
Sehun langsung menghampiri chanyeol, " paman, kenapa datang pagi sekali?"
" kris ada syuting jam 8."
" ohh.."
Chanyeol celingak-celinguk mencari keberadaan kris, sehun yang tahu apa yang maksud tingkah chanyeol, memberikan jawabannya.
" ayah belum bangun,"
Kini giliran chanyeol yang ber-oohh ria
"Mandilah sehun, paman akan menyiapkan seragam dan sarapanmu." Sehun mengangguk dan hendak menuju kamar mandi, tapi tiba – tiba langkahnya terhenti dan ia kembali menghampiri chanyeol.
" paman, boleh sehun menanyakan sesuatu?"
Chanyeol yang sedang mengeluarkan bahan masakan dari kulkas, berbalik menghadap sehun.
" apa yang kau mau tanyakan?"
" eng, itu tadi malam. Kenapa ayah berteriak? Siapa orang-orang itu? ahjumma (bibi) itu sungguh kasian, ia menangis."
Chanyeol tidak bisa menjawab dan seketika itu juga suasana menjadi sangat canggung.
" molla (tidak tahu), paman tidak tahu siapa orang –orang itu. sehun, jangan bahas masalah ini lagi, okay? Atau ayahmu itu akan marah besar. Gara-gara hal itu juga sekarang paman dan ayahmu sedang mengibarkan bendera perang dingin."
Dengan jurus polosnya, sehun bertanya " eeh, wae?"
" tadi paman bilang apa?" chanyeol mengangkat sebelah alisnya, berharap tidak terkecoh oleh kepolosan sehun. ia baru saja bilang pada sehun untuk berhenti menyinggung masalah tadi malam
" oke, sehun mengerti." Dengan menundukan kepalanya dan berjalan pelan, mencari simpati chanyeol berharap chanyeol merubah pikirannya dan menjawab pertanyaan sehun.
Tapi setelah beberapa saat tidak ada reaksi dari chanyeol. Sehun yang tepat berdiri di depan kamar mandi membalikkan tubuhnya kembali lalu berteriak, " Paman?!"
Sebelum anak itu kembali mengajukan pertanyaan, chanyeol mengeluarkan jurus rasa teganya kembali " Sehun!"
Sehun merasa chanyeol akan meledak begitu saja jika ia tidak segera menghentikan percakapan tersebut. " Arasseo!"
Setelah Mandi, berpakaian rapi dan hendak sarapan. Suasana berubah menjadi sangat aneh, benar kata paman tadi. Mereka sedang dalam perang dingin. Walaupun penasaran, ia tetap mengunci mulutnya. Kejadian tadi malam cukup menakutkan untuk sehun.
" aku akan mengantar sehun." Chanyeol berkata tegas tanpa mengalihkan pandangannya pada kris
" lalu aku bagaimana? Kau manajerku."
" terserah dirimu mau kelokasi syuting bagaimana. Kalau kau tidak mau aku menjadi manajermu, pecat saja dan aku akan menjadi manajer sehun."
Sehun yang sedang memakan serealnya tiba-tiba tersedak pelan, kenapa jadi ia yang di sangkut pautkan.
" konyol, jika kau menjadi manajer sehun. Yang bayar kan tetap aku."
" tapi setidaknya aku tidak mengurusimu, sehun lebih pengertian."
" kenapa kau menjadikan sehun sebagai topik pembicaraan. Kau masih kesal karena masalah tadi malam... /kris mendengus/... seperti anak kecil."
" kau yang seperti anak kecil."
Keduanya menoleh kaget ketika sehun meletakkan gelasnya kasar dan melipat kedua tangan didepan dadanya " kalian bertengkar seperti anak kecil, tidak bermutu. Paman antarkan aku ke sekolah. "
Chanyeol yang baru sadar dari kagetnya langsung menggangguk dan mengambil kunci mobil di atas meja. Langsung keluar meninggalkan kris yang masih membuka mulutnya lebar.
Sesampainya di gerbang sekolah, sehun langsung membuka pintu mobil dan keluar meninggalkan chanyeol yang bahkan belum mengucapkan sepatah katapun, misalnya seperti 'belajar yang rajin ya sehun'
" dasar anak sama ayah sama saja, menyebalkan!" chanyeol menginjak pedal mobilnya dengan emosi
Sehun melangkah pelan memasuki koridor sekolahnya, di samping kanan kirinya terdapat rak-rak yang sengaja di posisikan disana, berfungsi sebagai tempat para siswa meletakkan barang-barang.
Semua anak – anak yang berkumpul menceritakan kegiatan yang mereka lakukan sepanjang weekend kemarin membuat sehun semakin mengerucutkan bibirnya. Weekend yang ia kira akan menjadi hal bahagia untuk dia pamerkan pada jongin malah berakhir mengenaskan. Baru saja ia akan menghela napas untuk kesekian kali, jongin mengagetkannya.
" Hei, Anak baru. How was your weekend?"
" tragic, dont asking me about ' what happen' okay. How about yours?"
" overall not bad, but not good either."
Sehun tahu pekerjaan ayah jongin yang hampir sama dengan pekerjaan ayahnya, walaupun sekarang Siwon -ayah jongin- mulai menggeluti dunia persutradaraan, jongin menceritakannya saat pertama kali mereka berkenalan, sebaliknya jongin malah tidak mengetahui apapun tentang sehun kecuali mereka berada di kelas yang sama, Elementary excelleration class.
Di sekolah ini, yang punya uang lebih dan pintar pasti akan masuk kelas ini. mereka bisa menamatkan sekolah dasar hanya waktu 4 tahun. normalnya sehun berada di kelas 4 tapi terima kasih untuk kris dengan uangnya dan otak sehun, ia bisa terdampar juga di kelas super mewah, lengkap plus berbahasa inggris itu.
" setidaknya aku menikmati hari minggu kemarin, ibu pulang dari paris dan memasakkan banyak makanan kesukaanku. Hari minggu yang luar biasa."
Cerita jongin sepanjang koridor menuju kelas mereka.
Sehun hanya menunduk, ibu? Kalau ia menanyakan perihal tersebut kris akan marah tidak ya,
" sehun, kau bilang kau akan mengundangku untuk pergi kerumahmu?"
" eoh, jangan sekarang jongin. Ayah ku sedang sibuk."
" memang dia kerja apa?
Jongin menatap sehun lekat-lekat, menanti jawaban sehun
" Ak..." belum selesai ia menjawab, ia putuskan untuk tidak memberitahu jongin, ia belum izin pada kris untuk memberi tahu orang lain perihal pekerjaan kris. Syukur bel berbunyi tepat waktu.
"ah jongin, bel.."
Sepanjang pelajaran, sehun tidak konsen. Beberapa kali gurunya bertanya dan beberapa kali juga ia tidak menjawab karena melamun. Akhirnya disinilah dia sekarang, di depan kelas sambil mengangkat kedua tangannya.
" ish, kalau kris sampai tahu, aku pasti habis." sehun terus menggumam, menyesal karena sedari tadi ia tidak bisa mengikuti jalannya pelajaran dan malah terdampar di sini. Setelah kelas selesai, ia menghadap guru tersebut dan meminta maaf.
" miss, i am so sorry about that."
" sehun, whats wrong with u, do u have problem?"
" no, i don't."
" oke, if u repeat again in next time. I will call ur father."
Sehun menunduk dan mengangguk, ia merasa malu dan takut bersamaan. Sekolah ini terkenal dengan aturan yang ketat dan disiplinnya, membuat siswa seperti sehun tidak bisa berkutik. Teman-teman yang keluar dari kelas menertawakan sehun. Kenapa dari kemarin hari nya selalu saja buruk.
" jangan pikirkan, ayo kita makan."
Mereka berdua berjalan menuju kantin, keduanya diam tak ada kicau suara yang terdengar.
Ku dengar ayahnya anak baru itu adalah ketua mafia
Hush, jangan sembarangan. Kau tau dari siapa?
Orang - orang mulai membicarakan hal tersebut.
Benarkah? Eeeww, menyeramkan.
Padahal aku ingin berteman dengan nya, tapi tidak jadi ah.
Memang tidak ada kicauan suara yang keluar dari mulut sehun atau jongin, yang ada malah kicauan dari burung penggosip di sudut – sudut kantin. Sehun tahu mengapa mereka berbicara seperti itu. mungkin mereka berspekulasi ketika orang suruhan kris menjemputnya sepulang sekolah di hari kedua ia bersekolah.
Bagaimana tidak orang tersebut, berbadan tegap dan tinggi dengan jas hitam mengkilat. Orang itu pula adalah orang yang sama yang menjadi mata-mata untuk mencari tahu keberadaan luhan dulu.
Seorang mantan bodyguard yang mempunyai hutang budi dan bekerja untuk kris, setelah kris menyelamatkan adik perempuan yang ketika itu menjadi tabrak lari. Kris membayarkan biaya rumah sakitnya.
Siapa yang pertama kali tahu dia anak ketua mafia?
Kau bisa tanya pada minho, dia memberitahu ku.
Bagaimana bisa anak mafia bersekolah di sini?
Well, mereka mempunyai banyak uang.
Sehun ingin sekali membalas perkataan tersebut dan mengatakan yang sebenarnya tapi ia tidak bisa. Mulutnya terkunci, ia hanya bisa mengantri untuk mendapatkan makan siangnya dengan kalem lalu memakai earphone putihnya. Baru saja ia akan menggumamkan lagu favorit sebelum jongin membuka paksa earphonenya.
" oke, aku tahu kau cuek. Tapi bisakah kau menghentikan mereka, itu sangat berisik."
" biarkan saja, toh nanti juga mereka diam sendiri."
" sehun.."
" jongin.. mengantrilah dengan kalem dan nikmati harimu."
Jongin hanya bisa geleng – geleng kepala, benarkah sehun itu bocah berumur 10 tahun? Harusnya ia menghampiri orang – orang yang membicarakannya, menyuruh mereka diam atau berakhir menangis seperti layaknya bocah yang tidak terima jadi bahan omongan teman – temannya.
Tapi anak ini, masih bisa kalem bahkan bernyanyi di tengah situasi seperti ini. jongin menyerah dan ikut mengabaikannya. Sehun bukan tidak ingin menghentikan pembicaraan tersebut, ia hanya sudah terbiasa.
Jika dulu sehun enggan bersekolah karena seluruh temannya mengatakan bahwa ia anak angkat, lalu berakhir luka di sana sini akibat ayah angkatnya yang marah karena sehun tidak ingin pergi kesekolah. Sekarang ia hanya mengabaikan itu, ia terlalu sayang pada kris dan juga uang kris karena menyekolahkannya di tempat sebagus ini.
Ia pulang kerumah dengan letih dan tak menemukan siapapun, sepertinya kris belum pulang. Lalu ia melihat beberapa sticky note menempel di peralatan dapur. Itu adalah tulisannya kyungsoo noona. Sepertinya beberapa saat yang lalu, dia datang dan memasakkan beberapa makanan untuknya dan juga kris.
Sticky note itu berisi beberapa perintah seperti 'jangan lupa makan' , 'hangatkan ini dalam waktu 5 menit di microwave' , ada juga yang berisi ' maaf aku telah membuang 2 kotak susu, itu sudah kadaluarsa'
Sehun tersenyum, ia melepas sepatunya dan melemparnya kesembarang tempat. Berlari ke ruang tengah, drama ayahnya akan mulai sebentar lagi. Langkahnya terhenti ketika ia melihat ada kado berwarna coklat dengan pita coklat tua itu.
Aku dengar chanyeol oppa dan yunho oppa sudah memberimu hadiah? Maaf aku telat,
hiissh sebagai permintaan maaf dan sebagai ketua fanclub no.1 Kris aku memberikan ini padamu.
-KS noona-
Sehun segera membuka kotak kado tersebut, lalu menyengir bodoh sepasang piyama kembar dengan milik kris bergambar beruang putih. Ia tidak sabar menunggu kris pulang dan mengajaknya memakai piyama couple tersebut.
Tapi..
kris tidak pulang..
ini sudah hari ke-7 dan kris hanya pulang sekali untuk mengambil baju ganti, tanpa sedikitpun basa basi. Sekarang hari sudah kembali menjadi hari senin, sehun yang tidak bersemangat masuk kedalam rumah setelah lelah seharian menunaikan kewajibannya belajar di sekolah.
Seketika sehun diam membeku ketika kris menatapnya nyalang dengan tangan kris yang menggenggam surat beramplop putih dengan gambar logo sekolahnya..
" a..a..yah."
^^^TO BE CONTINUE^^^
Hahaha, ada yang menunggu aku untuk update?
Aku sudah memanfaatkan beberapa waktu untuk healing dan kembali membawa ini, untuk reader yang pengen 'bloodstone' di lanjutin, nanti ya setelah ff ini selesai. Banyak yang harus aku lakukan soalnya.
Maaf kalo banyak typo, aku gak ngedit ulang.
Yang kemarin udah support makasih banyak, author sayang kalian. Ini cerita saya mau saya jungkir balikin juga cerita saya. Lagian udah di kasih peringatan gak suka ya gak usah baca, #akhirnya bisa juga berkata seperti ini setelah ngumpulin keberaniannya berabad-abad, hehe
Jangan suruh aku cepat update, nanti aku malah kepikiran hehehe. (sumpah lagi banyak yang musti dikerjain)
Udah ah cuap-cuapnya, sekali lagi big bow untuk semua yang sudah baca. Follow, fav dan review
Hug
ESH1608
