Author : July

Main cast : B.A.P Jung Daehyun & Yoo Youngjae (DAEJAE)

Gendre : Romance

Length : Drabble/Ficlet

Rate : T

Disclameir : The story it's mine but not for all the cast

.

.

.

.

.

Warning!

No Bash!

Just leave if you don't like the gendre or the pairing

Typo is normal ^^v

.

.

.

.

.

.

Weekend

Weekend, libur dan akan sangat menyenangkan melakukan sesuatu kegiatan yang biasanya tidak bisa leluasa dilakukan ketika hari biasa karena tidak banyak waktu yang bisa digunakan namun berbeda ketika hari libur itu tiba, kau akan punya banyak waktu luang dan sekiranya itulah yang tengah dirasakan oleh seorang pria manis pemilik pipi menggemaskan bernama Yoo Youngjae.

Youngjae kini tengah bersantai diruang tamu apartement kecilnya namun tidak juga terlalu kecil, yah sekiranya cukup untuk dirinya bersama kekasihnya Jung Daehyun tinggali berdua. Benda berbentuk kotak hampir sempurna dan tipis itu kini berada ditangannya, sesekali jari telunjukknya akan menyentuh layar beda itu untuk menyapukannya disana, menggeser layar ipadnya.

Baca adalah salah satu hobi yang Youngjae miliki dan kesibukannya dihari lain selain weekend membuatnya harus menunda untuk melakukan kegemarannya itu, membaca. Akhir pekan adalah waktu yang tepat bagi Youngjae untuk melakukan hobinya yang satu itu dan terkadang dia akan lupa waktu.

Seorang namja tampan dengan kulit kecoklatan miliknya kini tengah duduk disofa yang sama dengan Youngjae, melirik malas pada alat elektronik yang kini seakan merengut semua perhatian dari kekasihnya. Daehyun hanya bisa sesekali menghela nafasnya panjang untuk melihat Youngjae yang masih betah memandangi benda persegi empatnya itu, sekiranya suara dari helaan nafas panjangnya dapat membuat Youngjae menyadari keberadaannya.

Tapi maaf Tuan Jung, kekasihmu sepertinya tidak menyadarinya.

.

.

.

Ekspresi wajah Daehyun sudah terlihat tidak bersahabat, dia sudah merasa sangat bosan. Daehyun tidak pernah suka jika saat mereka bersama Youngjae harus sibuk dengan hal lain. Entah sudah berapa kali Daehyun mengganti channel tv hingga kembali pada channel yang sama namun kekasihnya, Youngjae masih sama, asik dengan dunianya sendiri.

Sebenarnya Daehyun bisa saja menarik paksa ipad Youngjae namun itu tidak dilakukannya, Daehyun hanya ingin jika Youngjae menyadari keberadaannya dan menghentikan kegiatannya itu, bukan karena Daehyun yang memintanya.

.

.

.

(u_u)(n_n)

.

.

.

Bosan, Daehyun melangkahkan kakinya menuju dapur. Membuka lemari es untuk melihat persediaan makanan kecil yang mereka punya dan membawa hampir separuh dari isi lemari esnya menuju ruang tamu, meletakkan berbagai jenis kudapan yang mereka beli disupermarket sebagai persediaan jika saja mereka kelaparan tengah malam.

Biskuit, wafer, coklat, hingga makanan kesukaannya, cheesecake dibawa Daehyun dari lemari es dan kini semuanya tergeletak diatas meja didepan sofa ruang tamu, bahkan Daehyun membawa sekotak susu coklat ukuran satu liter juga.

Sepertinya ada yang sedang kesal.

Dan selanjutnya yang Daehyun lakukan setelah selesai membawa persediaan musim dinginnya(?) ke meja adalah meninggikan volume tv dan itu berhasil membuat Youngjae sedikit terganggu hingga Youngjae sempat melirikkan matanya pada Daehyun.

.

.

.

"Letakkan, itu punyaku"

Tangan kanannya masih sibuk memasukkan kepingan biskuit kedalam mulut ketika menyadari jika tangan mulus sang kekasih, Yoo Youngjae mengambil satu dari jejeran biskuit diatas meja dan Daehyun mengatakan itu bahkan tanpa melihat kearah kekasihnya itu.

Youngjae akhirnya meletakkan ipadnya diatas meja dan sedikit tersentak ketika melihat arah jarum jam, ini sudah jam lima sore. Youngjae langsung saja melihat kearah Daehyun, dan benar saja dugaannya jika kini kekasihnya itu tengah kesal dan kekesalannya itu tertuju padanya.

'Yoo Youngjae bodoh'

.

.

Melihat wajah tampan kekasihnya yang kini bertekuk kesal, Youngjae merasa tidak nyaman dan sekiranya dia ingat jika Daehyun memang tidak menyukai disaat mereka bersama, dirinya sibuk dengan hal lain. Daehyun tidak ingin perhatiannya terbagi pada apapun.

Youngjae bergerak dari posisi duduknya untuk kini duduk dipangkuan Daehyun. "Apa?" tanya Daehyun datar membuat Youngjae semakin menyadari kesalahannya untuk tidak menyadari jika Daehyun sedari tadi bersamanya dirumah.

Youngjae memberikan senyumannya, lalu memberikan ciuman lembut dibibir tebal Daehyun. "Ini untuk?" tanya Daehyun masih dengan nada datarnya, "Maafkan aku" dan yang muncul hanya sebuah senyuman miring dari Daehyun.

"Make it deep if you want me to forgive you"

"Aku menunggu Yoo Youngjae" ucap Daehyun lagi karena Youngjae hanya berdiam diri dipangkuannya.

Youngjae sempat terkejut dengan ucapan Daehyun meski setelahnya wajah merona merah yang muncul dan walaupun dengan rasa sedikit malu untuk memulai ciuman terlebih dulu, Youngjae tetap melakukannya. Mengalungkan kedua tangannya pada leher sexy kekasihnya, mendekatkan wajahnya yang dihadiahi hembusan nafas Daehyun tepat menghantam wajahnya, membuat laju kerja jantungnya bertambah cepat.

Menyesap pelan bibir tebal Daehyun, Youngjae memejamkan kedua matanya demi merasai ciuman yang kini berubah menjadi pagutan manis dan seiring dengan ciuman mereka yang semakin panas, kedua tangan Daehyun melingkar erat dipinggang sempit Youngjae.

"Euummph,, aah,,"

Youngjae mengalihkan wajahnya pada ceruk leher Daehyun demi bisa menghirup nafas, merasai udara yang beberapa detik lalu sangat sulit didapatkanya karena pagutan panas yang dirinya dan Daehyun lakukan. Dadanya turun-naik, terengah akibat oksigen yang sempat hilang.

Daehyun menyeka pelan saliva diujung bibirnya dengan lidahnya yang sempat terjulur keluar demi merasai saliva Youngjae yang tertinggal di bibirnya.

"Lain kali aku akan buang ipadmu"

"Euum, mian"

.

.

-The END-

.

.

Triple Update!

Kalau ada yang merasa pernah baca yang mirip sama ini (seperti biasa), itu Julz yang buat karena FF ini juga pernah Julz post sebagai Imagine di fanbase.

#ForeverWithBAP
#EarthNeedsRespect

Sebelum baca WEEKEND story-nya BANGHIM, yuk review DAEJAEnya dulu ^^