Author : July

Main cast : B.A.P Jung Daehyun & Yoo Youngjae (DAEJAE)

Gendre : Romance

Length : Drabble/Ficlet

Rate : T

Disclameir : The story it's mine but not for all the cast

.

.

.

.

.

Warning!

No Bash!

Just leave if you don't like the gendre or the pairing

Typo is normal ^^v

.

.

.

.

.

.

Weekend

Dentuman suara musik elektro terdengar keluar kala pintu dari ruang persegi disudut rumah itu terbuka, membuat namja cantik diruang tamu melemparkan pandangan malasnya menuju pria yang baru saja kembali memasuki ruangan itu setelah selesai dari kamar mandi.

Kim Himchan, namja cantik itu mendengus malas dengan kembali menyesap cairan hitam pekat kopi yang dibuatnya lima belas menit yang lalu demi menemani waktu sendirinya dirumah meski pada kenyataannya dirinya tidak sendirian, ada kekasihnya dirumah bersamanya.

Dua jam yang lalu Himchan masuk kedalam kamar yang sudah disulap kekasihnya itu menjadi sebuah mini studio dengan membawa satu baki yang berisi makan siang dan Himchan yakin jika makanan tersebut masih dalam posisi yang sama dan dalam keadaan tanpa tersentuh, namun pengecualin untuk gelas yang berisi air putih yang mungkin sudah berkurang atau bisa saja sudah habis.

Bang Yongguk dan obsesinya, siapa yang bisa menghentikannya?

.

.

.

(u_u)(n_n)

.

.

.

"Kau sudah makan?"

"Ne?"

"Kau sudah makan?"

"Euum,,"

Himchan menatap sendu bercampur malas pada Yongguk saat ini, kekasihnya itu kini baru saja selesai mandi dan saat ini sedang sibuk mengeringkan rambutnya, sedangkan Himchan baru saja terbangun dari tidur yang entah sudah berapa kali dia lakukan hari ini.

Dihari lain Himchan sibuk dengan kuliahnya sedangkan kekasihnya, Bang Yongguk sibuk bekerja dan disaat akhir pekan yang harusnya mereka lewati bersama sering kali hanya dihabiskan dirumah dengan Himchan yang tidak melakukan apa-apa dan Yongguk yang sibuk di studionya, membuat musik yang menjadi hobi, pekerjaan dan obsesinya.

Himchan tidak ada masalah dengan itu semua jika saja Yongguk bisa membagi waktunya.

.

.

.

Selesai mandi Himchan kembali memasuki ruangan yang sudah di design jadi kedap suara itu, hitam menjadi warna dominan diruangan tersebut, tidak ada alasan lain karena memang sang pemilik menyukai warna tersebut.

Kesal, Himchan rasanya sudah cukup merasa kesal hari ini jadi mungkin kali ini melihat baki berisi makanan yang dibawanya siang tadi masih utuh membuat dirinya marah. Himchan melangkahkan kakinya mendekat, bukan pada Yongguk yang tengah sibuk dengan kertas liriknya melainkan menuju meja kecil tempatnya meletakkan baki berisi makanan yang dimasaknya untuk makan siang kekasihnya itu.

Himchan mengambil kembali baki tersebut lalu berjalan keluar dan menutup pintu studio dengan membantingnya keras hingga Yongguk akhirnya mengalihkan perhatiannya untuk melihat kearah pintu yang baru saja dibanting kasar.

Sampai didapur hal yang Himchan lakukan adalah menghampiri tempat sampah, memasukkan makanan yang sudah dingin itu kedalam tempat sampat dan hal itu dilihat secara langsung oleh Yongguk yang ternyata mengikuti langkah kekasih cantiknya itu.

"Kau tidak memakannyakan"

Selesainya Himchan membuang makanan yang dibuatnya sendiri itu kedalam tempat sampah, lagi Himchan melangkahkan kakinya menuju kamar tanpa menyadari jika ada sesorang yang merasa tertampar dengan sikapnya.

Menyadari sesuatu Bang Yongguk?

.

.

Membuka pintu kamar tidurnya, Yongguk disuguhkan dengan kekasihnya sedang mendekap bantal dengan kedua telinganya tersumbat earphone, cara klasik untuk menghindari percakapan ala Kim Himchan dan namja dengan suara berat itu tau siapa yang sedang kekasihnya hidari berserta alasannya.

Menghela nafas pelan, Yongguk sepenuhnya menyadari kesalahannya untuk tidak menyentuh sama sekali makanan yang Himchan buat untuknya dan malah berakhir pada tempat sampah didapur mereka. Yongguk menghampiri tempat tidur, melepas satu earphone yang Himchan gunakan.

"Kau marah?"

Tidak ada sautan dari Himchan meski dengan jelas dia mendengar pertanyaan dari suara berat kekasihnya itu yang kini telah memeluknya dari belakang. Yongguk sedikit mengangkat tubuh Himchan untuk dapat melepas satu earphone lagi. "Telingamu akan sakit jika earphonenya tertindih seperti itu" namun tetap sama, tidak ada tanggapan dari Himchan.

"Aku minta maaf Hime. Aku lapar, jadi bisa kau buatkan aku makanan lain?"

"Hime, aku benar-benar lapar sekarang. Buatkan aku makanan"

Yongguk bahkan kini sudah mengeluarkan nada merajuknya demi meluluhkan hati Himchan yang tengah dilanda emosi pada dirinya namun yang Yongguk dapat hanya tatapan dingin Himchan. Yongguk akhirnya menyerah, dia tahu Himchan tidak akan mudah ditaklukan jika sudah memberikannya tatapan mata seperti itu, Himchan yang dingin dan seakan menolak untuk diganggu.

.

.

.

Satu jam dan Yongguk tidak kembali kekamar, Himchan akhirnya mengeyampingkan kekesalannya pada kekasihnya itu, berjalan keluar kamar menuju ruang tamu dan melihat Yongguk yang terbaring disofa ruang tamu mereka.

Satu yang Himchan lakukan saat ini adalah berjalan kedapur untuk membuat sesuatu. Yongguknya belum makan apapun dari pagi, hanya dua potong roti bakar saat sarapan pagi ini yang masuk kedalam perutnya dan setelahnya tidak ada.

.

.

Hanya sepiring nasi goreng dengan tambahan ayam dan juga telur yang Himchan buat untuk kini dibawanya menuju ruang tamu. Memberi makan tigger besarnya itu. Himchan hanya meletakkan piring berisi makanan itu dihadapan Yongguk tanpa mengatakan apapun dan setelahnya duduk disamping kekasihnya.

Yongguk dengan cepat melahap nasi goreng buatan Himchan dengan antusias karena memang saat ini perutnya terasa lapar, bagaimana tidak jika seharian tidak ada yang masuk kedalam perutnya dan sebenarnya tadi sebelum Himchan masuk studio lalu membuang makanannya, Yongguk baru saja akan memakan makanan itu namun terlambat.

Menghabiskan air didalam gelas kaca yang juga Himchan bawakan menjadi ritual terakhir Yongguk dalam upaya menenangkan cacing-cacing didalam perutnya dan selanjutnya Yongguk mendekatkan posisi duduknya dengan Himchan yang kini menatap malas acara berita malam di tv.

"Terima kasih untuk makan malam yang merangkap sebagai makan siangku dan terlebih, terima kasih untuk kesabaranmu menghadapiku"

Yongguk merengkuh Himchan kedalam pelukkannya, menyampaikan permintaan maaf dan juga rasa terima kasihnya. Tidak ada kata yang terucap keluar dari bibir kissable Himchan hanya gesture manja yang kini tengah diperlihatkannya dengan menyandarkan nyaman kepalanya didada bidang Yongguk.

"Maafkan aku, jangan marah lagi ne?"

Yongguk mengecup lembut beberapa kali dahi Himchan hingga gumaman pelan Himchan didapatkannya sebagai jawaban jika dirinya sudah memaafkan Yongguk. "Aku akan membuang Pioneermu itu jika lain kali kau mengabaikanku lagi atau mungkin membakar studiomu" tutur Himchan akhirnya setelah sebelumya berdiam diri.

"Arra ,,"

Yongguk menyesap pelan bibir atas Himchan dan sepertinya dia salah besar untuk sibuk dan mengacuhkan kekasih cantiknya itu hari ini karena rasanya Yongguk seperti menghabiskan waktu percuma untuk tidak menikmati segala rasa manis dari seorang Kim Himchan. Obsesinya terhadap musik mengalihkan perhatiannya dari makhluk indah yang selalu ada bersamanya ini, yang selalu bersabar menghadapi segala sikapnya.

Dan sepertinya Yongguk harus memanfaatkan waktu yang dimilikinya saat ini untuk menebus waktu yang telah dibuang percuma dari tidak 'menikmati' kekasihnya itu. Berawal dengan pagutan manis dibibir pink Himchan dan berlanjut dengan membuat seorang Kim Himchan harus melafalkan namanya semalaman –dan-kalian-pasti-tahu-apa-yang-akan-Yongguk-lakukan-pada-Himchan.

.

.

-The END-

.

.

.

Triple update!

I'll be more happy if you give a review to every part of WEEKEND story^^

So, how's ur weekend?

#ForeverWithBAP

#EarthNeedsRespect

Mind to review?