Pagi pun tiba, Rukia yang kemarin setelah makan malam langsung mengurung diri dikamarnya sekarang masih bergelung dibawah selimut hangat bermotif bunga lavender miliknya. Tak dihiraukannya suara merdu yang keluar dari benda berbentuk bulat berwarna merah malah dia semakin menyamankan diri di kasur queen size miliknya. Sampai akhirnya sang ibu masuk kekamar anaknya untuk membangunkan Rukia secara manual(?). Karena biarpun alarm telah berbunyi nyaring sejak tadi sang anak tercinta belum juga bangun.
"Rukia bangun sudah siang," ucap Kanae sambil menggoyangkan tubuh Rukia pelan.
"..."
"Rukia cepat bangun, kau akan terlambat sekolah," ucap sang ibu lagi.
"..."
"Rukiaaaa~ ayo cepat bangun sayang, ini sudah siang." Ucap Kanae ketiga kalinya kali ini dia membuat suaranya menjadi selembut mungkin berharap sang anak segera bangun dari tidur panjangnya. Namun bukannya bangun Rukia malah semakin pulas karena suara Kanae ini seperti nyanyian nina bobo ditelinga Rukia.
Kanae kesal dengan kebiasaan buruk putrinya ini, dia tak habis pikir darimana Rukia mendapat kebiasaan susah bangun di pagi hari, perasaan dia waktu sekolah dulu selalu bangun lebih awal dari anggota keluarganya yang lain nah ini jangan harap.
Karena kesal Kanae membangunkan Rukia dengan sedikit kasar sekarang dia menggoyangkan tubuh putrinya dan mengeluarkan suara maha dahsyat miliknya.
"RUKIAAAA BANGUUUUUNNN!..."
Mendengar suara volume tinggi membuat Rukia dengan segera membuka kelopak matanya yang sangat lengket bagai ada lem dikedua sisinya. Rukia menatap ibunya malas dengan ogah-ogahan Rukia bangkit dari tidurnya menguap sedikit lalu menengok kearah jam weker yang terletak di meja nakas tepat disisi kanan kasurnya. Hah~ apa-apaan ibunya ini kenapa menganggu Rukia sih padahal tadi Rukia sedang bermimpi pacaran dengan Ichigo namun sayang saat mereka hendak berciuman dengan tidak berprikeremajaan membangunkannya. Padahal jika Rukia tidak keburu bangun mungkin mereka akan berciuman, biarpun dalam mimpi tapi tak apalah daripada tidak sama sekali.
Rukia mengarahkan pandangan kearah ibunya yang saat ini masih berdiri disisi kiri ranjangnya dengan menampilkan ekspresi horor. Kemudian mengarahkan pandangannya lagi ke jam weker disana terlihat jarum jam menunjukan pukul 6.30 masih pagi pikirnya. Sekolah kan masuknya pukul 8 masih ada waktu satu setengah jam lagi. Kalau selasa baru dia harus masuk jam 7 pagi karena ada pelajaran olahraga.
Tunggu! Bukankah hari ini adalah hari selasa ya? Hah biar kutebak beberapa saat lagi akan terjadi kerusuhan. Kalian tidak percaya? Kalau begitu mari kita buktikan!
"Aaaarrrgghh aku telat, kenapa ibu baru membangunkanku sekarang?" Tuduh Rukia pada ibunya, tanpa menunggu jawaban Rukia langsung pergi menuju toilet.
Jduk
Benarkan apa kataku?
"Aww.. Dasar pintu tidak tahu diri. Kau tahu aku sudah telat kau malah cari gara-gara denganku kau ingin merasakan bogeman dariku hah?" Bukannya cepat masuk ketoilet dan segera mandi Rukia masih sempat-sempatnya memarahi pintu toilet yang tidak berdosa.
Sang ibu yang melihat keanehan putri bungsunya hanya menggelengkan kepala, kemudian berkata," Rukia sudahlah, cepat mandi kau sudah sangat terlambat. Kau mau dihukum untuk lari mengitari KHS 'kan?" Setelah mengatakan itu Kanae keluar dari kamar putrinya ini.
Perkataan ibunya membuat Rukia tersadar lalu dengan secepat kilat dia masuk kekamar mandi dan segera membersihkan diri sekedarnya. Tak sampai sepuluh menit Rukia keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai seragam sekolahnya. Kemeja sailor dengan rok lipit berwarna hijau lumut dengan asal dia menyisir rambut raven sebahunya. Tanpa membuang waktu lagi Rukia keluar kamar setelah sebelumnya mengambil tas sekolahnya yang terletak begitu saja disudut kamar.
Setelah sampai dibawah Rukia melihat ayahnya yang masih membaca koran pagi dengan ditemani secangkir kopi arabica buatan sang ibu. Sementara ibunya tengah membuat bentou yang dia yakini adalah untuknya.
"Ibu sepertinya sekarang aku tidak membawa bentou dulu, soalnya aku sudah telat." Ujar Rukia pada sang ibu yang sedang menghias bentou yang Rukia yakin tidak akan selesai dalam waktu singkat.
"Ibu tahu, bentou untukmu sudah siap kok. Ini," Kanae menyerahkan kotak bekal berbentuk bulat berwarna ungu pada Rukia. Ternyata dugaan Rukia salah, bentou miliknya telah siap. Lalu bentou itu untuk siapa dong?
"Bentou yang sedang ibu hias ini untuk ayahmu, akhir-akhir ini ayahmu sedang tidak ingin makan diluar, kau tahulah sayang sekarang kan akhir bulan." Terang Kanae menjawab rasa penasaran putrinya sambil mengerlingkan matanya kearah sang kepala keluarga yang pura-pura sibuk pada koran paginya.
Rukia menggangukan kepala merah mudanya pertanda mengerti, mengarahkan pandangan kearah jam tangan pink yang yang tengah ia kenakan sekarang lalu berjata, "hmm..baiklah. Ayah, ibu aku berangkat dulu," pamit Rukia pada kedua orangtuanya.
"Ya, hati-hati dijalan sayang/Ruki-chan," jawab kedua orang tuanya serempak.
.
.
.
.
.
Dengan secepat yang ia bisa Rukia berlari menuju kesekolahnya, dia lupa kalau sekolahnya itu agak jauh dari rumahnya. Sehingga dari tadi Rukia belum sampai juga disekolahnya padahal dia sudah sangat telat, dan dia sudah sangat lelah sekali rasanya kakinya ini bisa patah sewaktu-waktu. Dia menyesal selalu melewatkan jam olahraga sehingga membuatnya gampang lelah seperti ini.
"Hosh.. hosh. aku sudah tidak kuat lagi," Rukia mengistirahatkan dirinya sebentar. Sungguh jika dipaksakan Rukia bisa mati saat ini juga, biarlah dia kena hukuman dari Ukitake-sensei karena Rukia yakin guru ini tak tega memberikan hukuman yang berat pada Rukia paling-paling gurunya itu hanya menceramahinya saja. Jadi apa yang harus dia takutkan? Tapi jika Rukia sedang tidak beruntung Rukia akan diberi hukuman oleh guru BP yaitu dia harus lari mengelilingi lingkungan KHS yang luasnya tiga kali lapangan sepak bola. Jangan bercanda, sebelum dia menyelesaikan hukumannya dia sudah mati terlebih dahulu.
Akhirnya dengan nyawa yang tinggal setengah Rukia sampai didepan gerbang sekolahnya. Untungnya sang guru BP tidak ada disana, dengan penuh rasa syukur Rukia masuk kedalam lingkungan sekolah dengan langkah perlahan Rukia pergi menuju kelasnya, Rukia yakin semua temannya telah ada dilapangan olahraga indoor karena lapangan outdoor telah ditempati oleh kelas lain.
Saat sampai dikelas Rukia langsung menuju bangkunya dibaris kedua bangku ketiga, disana telah ada sebuah tas berwarna hitam milik Ichigo. Seketika saat pandangannya bertemu dengan tas milik Ichigo, mendadak hati Rukia terasa sakit. Dia mulai membayangkan kejadian kemarin saat dia memberikan Fortune Cookies pada Ichigo bagaimana ya dia harus bersikap pada Ichigo?
"Rukia?" Tanya seseorang dibelakang Rukia, yang Rukia yakini adalah Ichigo.
Dengan ragu Rukia membalikan tubuhnya menghadap Ichigo, "Lho kok? Kenapa kau tidak memakai baju olahraga, bukannya sekarang itu ada pelajaran orlahraga kan?" Tanya Rukia yang harusnya pertanyaan itu ditujukan pada dirinya juga.
Mengernyitkan kening Ichigo menatap heran Rukia lalu berkata, "Bukankah semalam aku sudah mengirim email untukmu ya?"
"Hah? Email? Entahlah aku tidak tahu, semalam ponselku mati karena habis baterai."
"Pantas saja," jawab Ichigo menggantung. Dia berjalan melewati Rukia untuk bisa duduk dikursinya.
"Pantas saja apanya Ichigo? Dan kau juga belum menjawab pertanyaanku tadi." Cercar Rukia pada Ichigo yang sekarang tengah menyumpal kedua telinganya dengan earphone sambil memejamkan matanya menikmati alunan melodi yang diputar di Ipod miliknya.
Tapi biarpun begitu Ichigo masih bisa mendengar suara Rukia, melirik sekilas kearah Rukia, Ichigo berujar, "Ponselmu sudah dicharge?"
"Sudah, semalam aku sudah mengisinya. Memangnya kenapa?" Tanya Rukia heran atas pertanyaan Ichigo yang menurutnya tak penting.
"Sekarang hidupkan ponselmu," titah Ichigo pada Rukia. Ichigo tahu kebiasaan Rukia yang selalu lupa untuk menghidupkan ponselnya. Ichigo kadang merasa tak paham dengan Rukia, punya ponsel tapi jarang digunakan. Rukia tidak seperti teman-teman perempuannya yang lain yang selalu memainkan ponselnya dimanapun dan kapan pun.
Merogoh saku roknya, Rukia mengeluarkan smartphone kesayanganya. Smartphone itu adalah hadiah dari Hisana saat Rukia berulang tahun yang ke 16 beberapa bulan yang lalu. Segera saja Rukia menuruti perintah Ichigo untuk menghidupkan ponsel miliknya.
"Sudah, sekarang apa lagi?" Tanya Rukia pada Ichigo.
"Bukankah kau ingin tahu kenapa aku tidak memakai pakaian olahraga? Jawabanya ada di email yang aku kirimkan kemarin." Terang Ichigo pada Rukia biarpun penerangan Ichigo tidak membuat Rukia mengerti.
"Kenapa kau tidak langsung saja memberitahuku saja, kenapa harus repot-repot buka email segala kalau kau sudah tau jawabannya?" Tanya Rukia lagi, pertanyaan Rukia memang benar adanya kenapa Ichigo tidak langsung saja memberitahu Rukia malah menyuruh Rukia untuk membuka emailnya?
"Hn," jawab Ichigo ambigu membuat Rukia bingung setengah mati. Sebelum Rukia bertanya lagi, Ichigo kembali menutup kedua kelopak matanya menyembunyikan iris madunya yang sangat indah menurut Rukia. Yang Rukia tahu jika Ichigo sudah seperti itu tidak boleh ada orang yang menggangunya. Maka tanpa bertanya lagi Rukia membuka emailnya dan benar saja dia mendapatkan 3 email baru yang salah satunya dari Ichigo. Rukia mengabaikan dua email yang lain dia langsung membuka email dari Ichigo semalam.
To: You
From: kichigo15 et kmail dot com
subjeck: Info
Besok tidak usah datang pagi karena Ukitake-sensei tidak akan hadir.
Begitu isi email yang dikirimkan Ichigo yang Rukia yakin semua siswa dikelasnya mendapat email serupa seperti dirinya. Singkat padat dan jelas khas seorang Kurosaki Ichigo.
"Selamat pagi Ichigo-kun, Rukia-san." Sapa Orihime pada mereka berdua membuyarkan pikiran Rukia. Mengangangkat kepala ravenya yang tadi sempat tertunduk Rukia membalas sapaan Orihime padanya. Ichigo? Tidak, dia tidak mau repot-repot membuka mulutnya untuk menjawab sapaan Orihime, dia hanya membuka matanya sebentar lalu menutupnya kembali.
"Tumben Rukia-san datang pagi." Ujar Orihime setelah dia mendudukkan dirinya dibangku yang berada didepan bangku Ichigo dan Rukia. Hari ini Orihime tampil mempesona seperti biasanya, rambutnya yang panjang kali ini dia biarkan tergerai, bagian bawah rambutnya dibuat curly. Mungkin sebelum berangkat sekolah Orihime memakai hairdini dulu, pikir Rukia.
"Aku tidak tahu kalau hari ini kita tidak olahraga, makanya aku datang pagi." Terang Rukia sebenar-benarnya sambil memainkan jari-jari yang bagian ujungnya tidak rapi karena sering digigit oleh sang empunya.
"Lho kok bisa? Apa Ichigo-kun tidak mengirim email padamu semalam?" Menatap Rukia penuh tanya tapi sebelum Rukia menjawabnya Orihime lebih dulu memotongnya.
"Ichigo-kun bukannya setelah kita pulang dari kafe aku menyuruhmu untuk mengirim email pada Rukia juga ya?" Sekarang perhatian Orihime tidak lagi ditujukan pada Rukia melainkan kepada orang disebelah Rukia, yaitu Ichigo.
Mendengar itu semua, membuat hati Rukia sakit. Jadi semalam Ichigo dan Orihime pergi ke café bersama, atau bisa dibilang semalam mereka berdua berkencan? Berkencan disaat Rukia sedang galau memikirkan apa yang akan Ichigo katakan tentang fortune cookiesnya itu. Tega sekali. Rukia tidak lagi mendengar apa yang dikatakan Orihime selanjutnya, yang berputar dipikirannya sekarang adalah Ichigo dan Orihime berkencan, itu saja. Tanpa sadar Rukia meremas kedua tangannya, dia ingin marah pada mereka berdua karena berkencan dibelakang Rukia.
Tunggu! Memangnya siapa dia? Dia bukan siapa-siapa, hanya teman sebangkunya Ichigo, Rukia tidak punya hak untuk marah pada Ichigo karena telah berkencan dengan Orihime. Ku ingatkan lagi Rukia, kau itu bukan siapa-siapa jadi kau tidak boleh marah karena mereka berdua berkencan.
"...ia?"
"...kia?"
"Rukia kau kenapa?" Tanya Orihime khawatir, karena sedari tadi Rukia hanya berdiam diri saja.
Sedikit kaget Rukia menjawab, "tidak, aku tidak apa-apa. Aku hanya memikirkan tentang tugas kelompok yang diberikan Aizen-sensei." Bohong Rukia, mana mungkin Rukia jujur soal apa yang dipikirkannya tadi.
"Hah iya, kau benar. Bukankah kita satu kelompok? Kapan kita akan mengerjakan tugas itu?" Mata aquamarine Orihime menatap Rukia dengan tatapan penuh harap.
"Hmm. Terserah saja, besok juga bisa." Jawab Rukia tanpa minat.
Orihime menganggukkan kepalanya pertanda setuju, "Baiklah aku setuju, bagaimana denganmu Ichigo-kun?"
Mendengar namanya disebut Ichigo membuka matanya, "terserah."
"Baiklah kalau begitu besok kita kerja kelompok, soal tempatnya dimana besok saja ya kita tentukan." Putus Orihime akhirnya, bangkit dari kursinya kemudian berjalan menuju pintu keluar setelah Orihime pamit sekedarnya pada IchiRuki katanya dia akan pergi ke toilet.
Setelah kepergian Orihime tinggalah Ichigo dan Rukia di kelas itu. Sekarang baru pukul 07:25 teman-teman yang lain belum datang.
…
"...-sheet, Cash flow adalah hasil dari proses Akuntansi. Laporan keuangan tersebut diperlukan oleh pihak intern maupun..blablablabla." Rukia tidak lagi mendengarkan penjelasan dari guru Akuntansinya ini, pikirannya melanglangbuana entah kemana. Bodoh amat lah nanti kalau ada ulangan berdoa sajalah pada Kami-sama.
Tetttt
Tetttttttt
Bel istirahat pun berbunyi, semua siswa keluar dari kelasnya masing-masing berniat pergi menuju kantin sekolah. Tapi tidak untuk Rukia, dia memilih memakan bekalnya di kelas. Ichigo? Sepertinya dia tidak akan pergi ke kantin, karena Ichigo malah mengeluarkan sebuah komik vol terbaru dari anime manga favoritnya yang menceritakan seorang remaja laki-laki yang menjadi shinigami pengganti karena diberikan kekuatan oleh seorang shinigami pemilik shirayuuki..
Rukia mulai membuka bentou buatan ibunya tercinta, dalam diam ia memakan bentounya setelah berdoa terlebih dahulu pastinya.
"Mana bentou untukku?" Suara Ichigo yang tiba-tiba membuat Rukia hampir saja tersedak oleh tempura udangnya, segera saja Rukia menenggak air minum miliknya.
"Apa? Bentou untukmu?" Rukia mengernyitkan alis kirinya, tak mengerti ats ucapan Ichigo itu.
"Hn. Aku lapar, suapi aku!" Titah Ichigo itu membuat Rukia diam makin tak paham dengan Ichigo.
"Kenapa diam, kau pacarku kan?"
Apa? pa-pa-car? Ichigo bilang Rukia adalah pacarnya, apa dia telah salah dengar? Rukia menyimpan dulu sumpitnya kemudian memberikan perhatian penuh pada orang yang berada disampingnya, matanya menatap penuh tanya pada orang tersebut.
"Bukankah kemarin kau memberikanku fortune cookies?"
"Kau tahu?" Rukia kaget kenapa Ichigo bisa tau tentang fortune cookies yang diberikan Rukia kemarin.
"Hm. Terpampang jelas di kemasan kue itu."
"Kau memakan kuenya? Bagaimana rasanya?"
"Tidak, aku memberikannya pada Yuzu. Kata Yuzu kuenya enak"
"Kenapa kau memberikannya pada adikmu?"
"Karena aku tak suka rasa strawberry, rasanya aku memakan diriku sendiri, lagi pula syaratnya cuma kuenya enak 'kan ?"
Benar juga, di sana tidak disebutka kalau si target harus memakannya di sana hanya disebutkan kalau kue itu enak kan? WHAT? Berarti sekarang mereka berdua jadi sepasang kekasih? Kekasih sungguhan?
Rukia membelalakan matanya saat benda kenyal dan lembut menekan bibirnya, Ichigo memejamkan kedua matanya menikmati ciuman pertama mereka. Kedua mata Rukia masih terbuka karena kaget atas kejadian yang sangat mendadak ini, namun perlahan Rukia memejamkan kedua matanya juga. Jantungnya seakan lepas dari tempatnya, karena kencangnya detakannya.
Tangan Ichigo yang semula diam, berpindah kearah pinggang ramping Rukia memeluknya supaya bisa lebih dekat padanya. Lidah Ichigo berusaha masuk kedalam mulut Rukia untuk mengajak lidah Rukia bertarung, dengan senang hati Rukia menyambut lidah nakal Ichigo itu. Sepertinya ciuman mereka sudah masuk kedalam french kiss, Ichigo dengan rakus mencium Rukia begitu juga Rukia tangannya yang semula menggantung disisi tubuhnya sekarang meremas rambut Ichigo, untuk meminta lebih. Sepertinya mereka tidak sadar dimana mereka sekarang, Rukia hampir saja tersedak oleh saliva mereka yang telah bercampur, saat merakan tangan Ichigo merayap semakin keatas menuju sesuatu yang sangat sensitif bagi semua wanita.
Setelah merasa puas Ichigo melepaskan ciumannya, Rukia terengah karena kehabisan napas. Wajah Rukia sangat merah sekarang, bibirnya sedikit bengkak karena ciuman Ichigo padanya.
"Itu tanda peresmian hubungan kita, lain kali aku akan melakukan lebih daripada itu. sekarang habiskan makan siangmu bel masuk sebentar lagi berbunyi," ujar Ichigo pang lebar. Rukia hanya membeku ditempat, apa katanya ini baru permulaan? Rukia tidak bisa membayangkan bagaimana kedepannya. Ah itu tidak penting, yang penting sekarang adalah dirinya sudah resmi menjadi pacarnya Ichigo.
Ternyata fortune cookies itu benar adanya, bagaimana? Apa kalian tertarik mencoba? Kalau iya, ayo segera datang ke café Hollow, sudah tau kan alamatnya dimana? Selamat berjumpa lain waktu, bye bye.
Fin.
Hahaha selesai… ini fic remake jadi ga susah bikinnya tinggal edit sana edit sini jadilah seperti ini. Mohon maaf kalau feelnya kurang kerasa, karena jujur aja di bleach aku Cuma tau Ichigo sama Rukia doang. Ini baru belajar buat nyari OTP lagi setelah OTP hot ku udah CANONNNN! Yeaayy SasuSaku! Setelah menunggu lima belas tahun akhirnya mereka Canon juga, HOHOHO.
Makasih banyak buat yang udah ngeripiu fic ini, saya sempet pesimis pada awalnya karena saya orang baru di sini. Hehehe.
See ya…
