^^My Rival^^

Chapter 1 : Chanyeol, You're Mine!

Main Pair : ChanBaek

Other Pair : Seiring berjalannya cerita

Genre : Romance and Humor

Rated : T

Dicslaimer : FF ini asli milik saya

Summary : Ayah Baekhyun menikah kembali dengan Ibu dari musuh bebuyutannya dalam merebut hati seorang Park Chanyeol. Apa saja tingkah aneh dari Baekhyun dan musuh bebuyutannya itu untuk mendapatkan seorang Park Chanyeol?

Warning : GaJe, Shounen-ai, Typos, EYD meragukan, Bahasa menyesuaikan.

.

.

.

^^BerryKyu^^

.

.

.

Presents

.

.

.

^^BerryKyu^^

Preview

"Dimana mereka?"

Tuan Byun mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru restoran. Matanya menyipit saat menemukan sepasang ibu dan anak sedang duduk di pojokan restoran, atau lebih tepatnya berada di tepi jendela besar restoran tersebut.

"Itu dia!"

Baekhyun kembali pasrah ketika tangannya di tarik oleh Ayahnya. Ia rasa, nanti malam, ia akan mengadu sakit karena pergelangan tangannya memar. Oke, itu berlebihan.

"Nyonya Xi" Panggil Tuan Byun berhati-hati. Merasa namanya di panggil, yeoja itu melihat siapa orang yang memanggilnya. Anak remajanya refleks mengikuti pandangan ibunya.

Mata Baekhyun dan anak yeoja itu membola. Mulut mereka ternganga tak percaya.

"LUHAN/BAEKHYUN"

^^BerryKyu^^

"Kita bersaing secara sehat…"

"Kalian sudah saling mengenal?" Tanya Tuan Byun yang tiba-tiba saja di lingkupi rasa penasaran dan bingung.

"Ah, mereka bukannya satu sekolah? Bukan begitu, Luhannie?" Luhan tidak menjawab pertanyaan ibunya. Dirinya masih belum percaya dengan siapa ia akan bersaudara. Begitupula dengan Baekhyun.

"Ehem! Silahkan duduk," Nyonya Xi mempersilahkan anak dan ayah itu duduk di hadapannya dan luhan.

Tuan Byun menyenggol bahu Baekhyun. Baekhyun yang terkejut pun kembali lagi kea lam kesadarannya dan mengikuti sang ayah untuk duduk berhadapan dengan Luhan dan Ibunya.

"Ibu kira, kau dan Baekhyun tidak saling mengenal walaupun satu sekolah. Ternyata… ibu salah haha" Ibu luhan tertawa renyah di ikuti dengan tawaan Tuan Byun. Luhan dan Baekhyun masih terdiam.

"Ohya. Kita langsung saja ke intinya saja" Kedua namja cantik itu langsung mendongakan wajah tertunduk mereka. Seluruh tatapan terpusat pada Tuan Byun.

"Ne. Kami akan menikah minggu depan" Kali ini Nyonya Xi yang membuka suaranya. Tangannya merayap mencari tangan Tuan Byun, Tuan Byun menggenggam erat jemari Nyonya Xi.

"APA?!" Pekik namja cantik itu serempak, membuat seluruh pelanggan restoran menatap mereka aneh.

"Minggu depan? Bukannya itu terlalu cepat?" Sewot Baekhyun tergagap. Luhan menganggukan kepalanya, menyetujui pertanyaan dari Baekhyun.

"Menurut kami tidak. Kami sebenarnya sudah menjalin hubungan 3 tahun"

"UHUK!" Entah mengapa hari ini Luhan dan Baekhyun begitu serempak. Bahkan, tersedak juga serempak.

"Kalian tidak menyukainya?" Tanya Nyonya Xi terlihat sedih. Baekhyun merasa bersalah saat melihat wajah sedih Nyonya Xi.

"B-bukan seperti itu, Nyonya. Tapi, berita ini cukup membuat aku dan Luhan terkejut dan masih susah menerima kenyataan" Oke, jawaban dari Baekhyun sangat men-dramatis.

Wajah kedua paruh baya itu semakin murung. Luhan dan Baekhyun saling bertatapan, seolah-olah berbicara.

'Bagaimana ini' Luhan menatap Baekhyun, terpancar rasa bersalah di mata bening itu.

'Apanya yang bagaimana?'

'Apa kita harus menyetujuinya?'

'Aku pikir iya. Demi orang tua kita'

Luhan dan Baekhyun saling mengangguk. Mereka menghela nafas, lalu mencoba berbicara dengan kedua orang tua mereka.

"Baiklah. Kami akan menerima pernikahan kalian" Wajah kedua paruh baya itu langsung berbinar senang.

"Ah. Gomawo, Luhannie"

"Gomawo, Baekhyunnie"

.

Mereka sedang menikmati makanan yang sudah tersaji rapih di depan mereka. Baekhyun dan Luhan terlihat sangat lahap memakan makanan yang sudah mereka pilih. Kedua paruh baya yang sebentar lagi akan menjadi suami istri itu saling berpandangan, lalu saling melempar senyuman.

Baekhyun menyadarkan tubuhnya setelah menyelesaikan makannya. Matanya yang jelalatan menoleh ke sana dan kemari, mencari hal yang menarik. Perhatiannya pun terfokus pada dua namja tampan dan tinggi yang berjalan masuk ke toilet restoran

"Maaf, aku ke toilet sebentar" Pamit Baekhyun. Ia segera berlari kearah toilet, karena sesuatu yang menarik perhatiannya sedari tadi. Luhan menatapnya bingung dan penasaran.

'Pasti matanya 'bintitan' lagi'

"Aku juga pamit ke toilet sebentar" Luhan mengikuti Baekhyun yang sudah dahulu pergi. Meninggalkan orang tua mereka yang hanya tersenyum melihat anak mereka yang sudah 'berdekatan'.

Kita kembali ke Baekhyun. Ia tengah mengintip suasana toilet dari pintu, sampai matanya bertemu dengan seorang namja tampan yang tingginya semampai itu bersama seorang namja taman berkulit putih susu.

"Chanyeollie~" Baekhyun menghambur ke pelukan namja tampan itu. Orang yang di peluk mengerejapkan matanya, seperti orang linglung.

Luhan yang sedari tadi mengikuti Baekhyun pun terkejut, karena Baekhyun lagi-lagi mengambil start.

"Yeollie~" Panggilnya manja. Ia menubruk sisi lain Chanyeol, mendorong namja tampan berkulit putih susu itu. Sehun, namja tampan berkulit putih susu itu hanya tersenyum kecut saat melihat Luhan yang memeluk Chanyeol seperti seorang yeoja.

'Baru tadi pagi mereka tidak mengangguku' Batin Chanyeol bingung. Mulutnya terbuka, masih mencerna kejadian tiba-tiba ini.

"Yak! kenapa kau mengikutiku?!" Omel Baekhyun melempar wajah garangnya kepada orang di hadapannya. Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya dan membenamkan kepalanya di dada bidang Chanyeol.

DEG

Chanyeol merasakan sesuatu yang salah terjadi pada jantungnya. Oh, siapapun, tolong, sebentar lagi jantung Chanyeol akan melompat keluar.

"Kau selalu mengambil start!" Balas Luhan tidak mau kalah. Sehun yang melihatnya hanya terdiam dan memperhatikan pemandangan di depannya dengan wajah dinginnya.

"Bukannya kau yang sering mengambil start duluan?!" Tuduh Baekhyun. Luhan melepaskan pelukannya pada Chanyeol, sementara Baekhyun masih mempertahankan posisinya.

"Apa kau bilang?! Jelas-jelas saja kau yang sering mengambil start. Bahkan ciuman pertama Chanyeol kau juga yang mencurinya"

Pipi keempat namja itu memerah. Hey! Jangan melupakan Sehun yang terlupakan.

"Kau masih mengungkit itu? Aku tidak sengaja, bodoh!" Ucap Baekhyun menyelipkan kata yang tidak mengenakan.

"Yak! kemari kau!" Luhan menarik tangan Baekhyun kasar dan kuat, membuat pelukannya terlepas. Luhan menjambak rambut Baekhyun, Baekhyun yang tidak terima juga membalasnya.

Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang mencoba menghentikan tindakan Baekhyun. Matanya mengisyaratkan Sehun untuk menghentikan Luhan. Sehun mengangguk, lalu melakukan hal yang sama terhadap Luhan. Kedua namja tampan itu menahan namja cantik yang masing-masing mereka peluk agar tidak lagi bertengkar seperti yeoja.

"Yak! Kau! Jelek! Pendek! Bodoh!" Baekhyun mengatai Luhan, Luhan tidak terima dan akan kembali menyerang namja cantik itu. Namun, Sehun mempererat pelukannya pada perut Luhan.

Tunggu…

Mereka terdiam sejenak, mencerna posisi mereka saat ini. Sehun memeluk Luhan dari belakang. Chanyeol memeluk Baekhyun dari belakang juga.

1 DETIK

2 DETIK

3 DETIK

"KYAAA! OH SEHUN JELEK! MENGAPA KAU MEMELUKKU!" Teriak Luhan segera melepaskan pelukan Sehun padanya. Sehun hanya diam mendengar sumpah serapah yang di semprotkan padanya.

Saat tangan Chanyeol akan terlepas, Baekhyun menahannya, malah semakin membuat Chanyeol mempererat pelukannya.

Sepertinya, Luhan masih terlalu sibuk dengan Sehun. Dan tidak menyadari, bahwa diam-diam Baekhyun membawa Chanyeol keluar dari toilet dengan posisi yang tidak berubah.

"Dan kau Baek…" Omelan Luhan terputus, karena orang yang ia akan semprot tidak ada berada di sana. Entah hanya perasaanya saja atau apa, tiba-tiba saja suasana disana beruba menjadi canggung, apalagi di dalam toilet itu hanya ada dirinya dan Sehun.

"Kemana mereka?" Tanya Luhan kepada Sehun. Sehun menatap mata bening Luhan, namja cantik itu memutuskan kontak mata mereka. Luhan tiba-tiba saja merasa salah tingkah ketika iris mata Sehun bertemu dengan iris matanya. Sungguh mendebarkan, eh?

Di luar sana, Baekhyun tampak menguping dari luar, ia masih mempertahankan tangan Chanyeol yang melingkar di pinggang rampingnya.

Chanyeol hanya bisa terdiam, namun tanpa ia menyadari, ia malah semakin mengeratkan pelukan itu membuat Baekhyun tersenyum tipis.

"Baekkie?" Suara seseorang yang terdengar sangat familiar mengintrupsinya. Ia menoleh ke belakang dan menemukan ayah beserta calon ibu barunya. Dengan segera, ia melepaskan diri dari Chanyeol. Itu pun terpaksa.

"Kau Park Chanyeol, 'kan?" Tanya Tuan Byun seperti pencuri yang menodongkan senjatanya. Chanyeol hanya meresponnya dengan anggukan dan senyuman. Tuan Byun tersenyum manis, Chanyeol yang tadinya mengira bahwa ayah Baekhyun akan sangat marah besar padanya. Ternyata tidak.

"Mana Luhan, Baekkie?" Tanya Nyonya Xi yang tampaknya khawatir dengan anak kandungnya itu.

"Dia ada di dalam, Nyonya"

"Aish! Jangan memanggilku 'Nyonya', panggil saja 'Ibu'" Kata Nyonya Xi seraya mengacak surai cokelat Baekhyun yang sudah berantakan sejak perkelahiannya bersama Luhan.

"Baik, Ibu" Baekhyun mencoba mempraktekannya. Namun, telinganya tampak masih sangat asing dengan panggilan itu.

"Bisakah kau memanggil Luhan, Baekkie?" Tanya Nyonya Xi meminta pertolongan. Baekhyun mengangguk dan tersenyum sejenak. Kemudian, membuka pintu toilet. Mata sipitnya membola terkejut, mulutnya terngaga tak percaya.

"ASTAGA!"

Chanyeol, Tuan Byun, dan Nyonya Xi yang berada di luar segera masuk ke dalam toilet. Mata mereka terbelalak saat melihat sebuah pemandangan yang sangat menggemparkan.

TBC

Hayoloh, mikir apa yang terakhir? Maaf kalau sangat sangat sangat pendek yah? Hehehe aku berusaha untuk update tiap hari yah gak tiap hari juga sih, tapi yah aku usahain deh ya…

Maaf kalau typosnya banyak banget dan bertebaran di mana-mana. Maaf juga kalau alur dan ceritanya jelek.

Seperti selingan pair selain Chanbaek itu HunHan lha ya? Hm…

Ini udah update asap banget lho… ngebut nih ngetiknya sampai-sampai di buat pusing sendiri. Hahaha

KEEP CALM AND SHIPP WONKYU AND CHANBAEK

^^BerryKyu^^