^^My Rival^^
Chapter 2 : What happen with you?
Main Pair : ChanBaek
Other Pair : HunHan, dan Seiring berjalannya cerita
Genre : Romance and Humor
Rated : T
Dicslaimer : FF ini asli milik saya
Summary : Ayah Baekhyun menikah kembali dengan Ibu dari musuh bebuyutannya dalam merebut hati seorang Park Chanyeol. Apa saja tingkah aneh dari Baekhyun dan musuh bebuyutannya itu untuk mendapatkan seorang Park Chanyeol?
Warning : GaJe, Shounen-ai, Typos, EYD meragukan, Bahasa menyesuaikan.
.
.
.
^^BerryKyu^^
.
.
.
Presents
.
.
.
^^BerryKyu^^
Preview
"Bisakah kau memanggil Luhan, Baekkie?" Tanya Nyonya Xi meminta pertolongan. Baekhyun mengangguk dan tersenyum sejenak. Kemudian, membuka pintu toilet. Mata sipitnya membola terkejut, mulutnya terngaga tak percaya.
"ASTAGA!"
Chanyeol, Tuan Byun, dan Nyonya Xi yang berada di luar segera masuk ke dalam toilet. Mata mereka terbelalak saat melihat sebuah pemandangan yang sangat menggemparkan.
^^BerryKyu^^
"Menyerahlah, Luhan…"
Mata sipit Baekhyun membola seraya berkedip beberapa kali, mulutnya terbuka lebar. Bagaimana ekspresi Chanyeol, Tuan Byun, dan Nyonya Xi? Jelas saja tidak jauh berbeda.
Apa yang sedang terjadi sebenarnya? Mengapa ekspresi mereka terlihat err… berlebihan? Kita lihat dengan sudut pandang mereka.
Oh! Bagaimana mereka tidak berekpresi seperti itu. Lihatlah! Sekarang Sehun dan Luhan saling menempelkan bibir mereka, kedua mata mereka sama-sama terbelalak kaget.
"Luhan sudah besar, Yeobo" Ucap Tuan Byun seraya merangkul pundak Nyonya Xi dengan senyuman menggoda. Nyonya Xi yang tadinya terkejut pun hanya bisa terkekeh kecil saat melihat anaknya sudah bertumbuh dengan baik. Eh?
BRUGH
Luhan mendorong tubuh Sehun hingga punggung namja tampan yang mempunyai tinggi semampai itu menubruk tembok.
"Ouchhh" Ringis Chanyeol yang sedikit takut melihat wajah kesakitan Sehun yang di rasanya sangat berlebihan.
Luhan memandang satu per satu wajah orang-orang yang memergokinya berciuman setelah 'kecelakaan' tadi.
Mau tahu bagaimana kejadiannya? Baiklah, kita tinggalkan dulu Chanyeol dan Baekhyun yang sibuk dengan keterkejutan mereka
FLASHBACK ON
"KYAAA! OH SEHUN JELEK! MENGAPA KAU MEMELUKKU!" Teriakan Luhan menggema sampai keluar toilet. Sehun tiba-tiba saja merasakan buku kuduknya tengah meremang.
"Aku hanya tidak ingin terjadi keributan" Sehun berdalih. Ia tidak mau terkena amukan jelmaan rusa cantiknya ini. Tunggu! Cantiknya? Cantik-NYA? NYA?! Oke, itu berlebihan.
"Tidak dengan memelukku juga, 'kan?" Mata cantik Luhan membesar seolah mengancam Sehun. Sehun masih mempertahankan wajah datar bin dinginnya.
Ekor mata Sehun memandang horror Chanyeol dan Baekhyun yang keluar diam-diam dari toilet. Meninggalkannya dan Luhan yang sibuk mengomelinya seperti seorang bibi-bibi datang bulan..
'Sialan! Mau kemana mereka?' Umpat Sehun, tentunya dalam benaknya. Jika dia mengeluarkan umpatannya, bisa-bisa kepalannya akan di benapkan di dalam kloset. Itu pemikiran yang jorok sekali, Tuan Oh!
"Dan kau Baek…" Saat Luhan berbalik dan akan mengomeli namja cantik yang sedari tadi di peluk oleh Chanyeol. Namun sayang, orang yang akan di omelinya telah menghilang dari sana.
Luhan tiba-tiba saja merasakan suasana di dalam toilet ini sangat tidak nyaman. Apalagi, Sehun masih setia menatapnya dengan wajah datar dan dingin, membuatnya salah tingkah.
'Sebenarnya aku kenapa?'
"Kenapa kau memandangku seperti itu?" Tanya Luhan semakin membesarkan matanya. Ia berkacak pinggang, sangat cantik menurut Sehun. Yah, hanya menurut Sehun sendiri saja sih.
Ingin sekali Sehun menertawai sosok cantik di depannya, namun ia masih menyayangi nyawanya. Tentu saja.
"Memandangimu? Bahkah aku hanya termenung sedari tadi. Kau percaya diri sekali, sungguh" Papar Sehun masih mempertahankan ekspresi yang sama.
Semburat merah muda terlihat di kedua pipi Luhan. Sehun ingin sekali mencubit pipi menggemaskan itu. Dalam mimpinya tentu saja.
"Yak! Sudah lah! Aku keluar!" Baru saja Luhan akan meninggalkan toilet, namun tangan Sehun menarik lengannya. Otomatis, tubuh ringan Luhan terikut mendekat ke Sehun.
Sehun terlihat mencoba menyeimbangkan berdirinya, tetapi lantai toilet yang tergenang sedikit air sangatlah licin. Dan, ia pun kehilangan keseimbangannya.
Sehun mencoba bertumpu pada kedua lengan Luhan, tapi ia malah menarik tangan itu. Keduanya tidak dapat seimbang. Sampai…
CHUP
Bibir Sehun sukses mendarat di bibir Luhan.
Terdiam.
Hanya itu yang terjadi. Tidak melepaskan ciuman mereka, namun tidak merespon apapun, masih dalam keterkejutan masing-masing.
KRIET
Pintu toilet itu berdecit, menandakan ada seseorang yang akan masuk ke dalamnya. Sehun dan Luhan masih belum menyadari apa yang sedang terjadi pada mereka.
"ASTAGA"
Pekikan Baekhyun yang terdengar memekakan telinga masih belum dapat menyadarkan mereka dalam keterkejutan. Luhan dapat melihat Chanyeol, Baekhyun, Tuan Byun, dan Nyonya Xi dari ekor matanya.
Kedua tangannya yang berada di dada Sehun mendorong kasar dada Sehun. Dan berhasil membuat ciuman dadakan mereka terlepas dengan Sehun yang berakhir jatuh di lantai toilet, membuat celana bagian bokongnya basah.
Ini sungguh kesialan dan keberuntungan yang datang secara bersamaan menurutnya.
FLASHBACK OFF
Sekarang kalian tahu kan apa penyebab ekspresi lebai atau berlebihan kedua orang tua dan ChanBaek?
^^BerryKyu^^
#At The Baekhyun's School
6.15 AM
Sebuah mobil sedang berwarna silver memasuki halaman luas SM High School, sekolah Chanyeol, Baekhyun, Luhan, dan Sehun.
Dari jok penumpang, turunlah dua namja cantik yang tak lain adalah primadona sekolah ini.
Woah, bukannya mereka hebat? Mendapatkan gelar primadona, padahal mereka adalah pria. Salahkan saja wajah mereka yang terlewat cantik membuat siswi-siswi di sana iri terlewat batas.
Baru saja mereka berdua akan memasuki pintu kebesaran SM High School itu, mereka berdua sudah mendengar bisik-bisikan yang sengaja di buat-buat dengan suara yang cukup di terima baik oleh gendang telinga mereka.
'Eoh? Kau lihat dua primadona yang seperti Tom dan Jerry berangkat sekolah bersama?
'Sungguh sangat tak di sangka'
'Ini berita menghebohkan!'
'Apakah mereka berniat akan membagi tubuh Chanyeol menjadi dua setelah ini?'
Baekhyun memutar bola matanya malas saat mendengar bisik-bisikan tidak jelas itu. Oh, apalagi yang terakhir itu. Lupakan saja!
Bagaimana bisa kedua primadona kita ini bisa berangkat bersama-sama ke sekolah? Padahal mereka ini tidak pernah akur sama sekali. Bagaikan seekor kucing dan tikus.
Lagi-lagi, kalian harus menyalahkan kedua orang tua mereka yang memilih tinggal bersama sebelum menikah. Bukankah itu tidak baik?
Terserah, Mereka tidak perduli dengan hubungan orang tua mereka itu.
Baekhyun dan Luhan hanya bisa pasrah dan mereka sepertinya harus terbiasa dengan ini. Mungkin, setiap harinya mereka harus berangkat seperti ini.
CEKLEK
Baekhyun membuka pintu kelasnya yang tertutup. Ia segera mengubah air mukanya menjadi kembali ceria. Bahkan, hobinya yang sempat menghilang kemarin pun kembali muncul.
"Chanyeollie~ Aku sangat merindukanmu"
Dengan seenak jidatnya, Baekhyun mendudukan diri di pangkuan Chanyeol. Si korban hanya diam tidak menolak. Dia sudah terbiasa dengan ini, jadi dia tidak bingung lagi.
"Apakah kau memiliki alter ego?" Tanya Sehun sembarangan. Baekhyun mendeliknya tajam, kemudian kembali bermanja-manjaan dengan Chanyeol. Tidak membalas pertanyaan Sehun yang bisa di samakan dengan sebuah ejekan. Mungkin?
"Lepaskan, Yeollie-ku!" Luhan menarik tangan Baekhyun, namun Baekhyun menghempaskan tangan Luhan dan melemparinya tatapan tajamnya.
"Yeollie, kenapa kau diam saja?!" Bentak Luhan seperti seorang wanita yang sedang mengomeli pacarnya yang ketahuan selingkuh. Luhan memegang lengan Chanyeol, namun sebelum jari lentik itu menyentuhnya, tangan cantik Baekhyun terlebih dahulu menepisnya.
"Jangan menyentuh, Chanyeollie-KU!" Bentaknya menekan-KU dalam kalimatnya. Memperjelas bahwa hanya dia saja yang boleh menyentuh Chanyeol.
Chanyeol hanya dapat memeijit pangkal hidungnya yang tiba-tiba saja berdenyut sakit.
"Kau lihat! Gara-gara kau Yeollie sakit seperti itu!" Tuduh Luhan sepertinya sedikit berlebihan. Sehun menatap wajah cantik Luhan dengan sebuah senyuman tipis di bibirnya.
"Chanyeollie, kau sakitkah? Dimana sakitnya?" Tanya Baekhyun dengan nada yang terdengar seperti seorang yeoja yang sedang mengkhawatirkan namjachingunya.
"Baekhyun, berdiri!" Titah Chanyeol, nadanya terdengar memerintah dan menakutkan di telinga Baekhyun. Baekhyun segera bangkit dari pangkuan Chanyeol.
Berdiri di samping Chanyeol dengan wajah yang tertunduk dan kedua jari tangannya bertautan. Chanyeol melirik kedua tangannya itu.
'Benar-benar seperti yeoja' Bisiknya dalam hati.
"Bisakah kalian tidak berkelahi seperti yeoja? Bisakah kalian tentram barang itu sehari saja? Aku pusing mendengar mulut kalian mengoceh. Aku benci dengan orang yang berisik!" Papar Chanyeol dan sedikit meninggikan suaranya ketika akan menghabiskan kalimatnya.
Baekhyun dan Luhan terdiam. Baekhyun merasa air matanya akan jatuh. Oh tidak, sebentar lagi teman-temannya akan tahu jika ia ini adalah anak yang sangat cengeng.
"M-m-mianhae," Ucap Baekhyun terputus-putus. Chanyeol mengerinyitkan alinya bingung. Suara Baekhyun seikit serak dan terputus-putus, tidak seperti tadi.
"Luhan, jika kau mau mengganggu Chanyeollie. Ganggu saja dulu, aku akan ke toilet sebentar" Ucap namja cantik pecinta eyeliner itu dengan polosnya.
Baekhyun meletakkan tasnya di meja, lalu berjalan keluar kelas dengan pandangan yang terus saja tertuju pada lantai. Chanyeol melihat itu merasa bahwa saat ini hatinya tengah bergemuruh hebat. Rasa bersalah yang teramat besar tiba-tiba saja melingkupinya.
Ada apa sebenarnya dengannya?
"Yeollie, aku ma-"
Baru saja Luhan akan mengatakan suatu hal, Chanyeol sudah terlebih dahulu beranjak dari sana dan meninggalkan kelas tanpa satu patah kata pun.
Mulutnya ternga-nga tak percaya. Matanya mengerejap-rejap.
"Kasihan~" Kata Sehun dengan wajah prihatinnya. Tangannya di lipatkan di dada, kepalanya menggeleng prihatin, sedangkan kakinya menyilang. Luhan menatap Sehun geram. Ingin sekali ia segera mencabik-cabik wajah tampan itu, segera kalau bisa.
^^BerryKyu^^
Chanyeol memeriksa satu demi satu bilik toilet, namun ia tidak menemukan namja cantik itu.
"Aishhh! Kemana bocah itu?" Tanyanya entah pada siapa. Mencari seseorang eoh? Tapi, sepertinya orang yang sedang kau cari bukan di antara bilik-bilik termenung itu.
.
"Hiks! Hiks! Hiks! Kenapa dia berbicara seperti itu? Aku kan tidak bisa menahan air mataku ketika seseorang menegurku seperti itu" Baekhyun menyeka air matanya dengan jari-jari lentiknya. Uh, pemandangan yang sangat manis untuk seorang namja tinggi yang sedang berada di balik pintu.
"Kenapa menangis?" Tanyanya terkesan datar, namun terdengar khawatir. Aneh bukan?
"K-kau… kenapa kau tahu aku berada disini, Chanyeollie?" Tanya Baekhyun masih menyeka air matanya yang tak kunjung mereda.
"Hah~ Maafkan aku" Tulusnya. Chanyeol menghampiri namja cantik itu. Entah dari mana ia mendapatkan keberanian, Chanyeol menyeka air mata Baekhyun menggunakan kedua ibu jarinya.
"Ulijima"
Baekhyun mengerejap-rejapkan matanya, terlihat sangat menggemaskan sekali. Chanyeol mengukir sebuah senyuman di bibirnya, Baekhyun membalas senyuman itu.
Suara bel masuk telah berbunyi, memanggil para siswa untuk segera masuk ke dalam kelas masing-masing.
"Ayo, kita ke kelas, Chanyeollie" Ajak Baekhyun menarik tangan Chanyeol. Tapi, tangan Chanyeol telah menarik pergelangan tangannya, membuatnya tidak bisa meninggalkan tempatnya sekarang.
Baekhyun menatapnya bingung. Ia menatap tangan Chanyeol yang masih setia memegang pergelangan tangannya. Debaran itu kembali ia rasakan, darahnya berdesir hangat.
"Temani aku disini. Kita membolos… Bersama" Sorot mata itu. Baekhyun merasa jika sorot mata itu menyembunyikan setitik kesedihan di sana. Tapi, apa itu?
Baekhyun tidak melawan, ia menuruti permintaan namja tampan berpostur tubuh tinggi itu. Ia melirik kembali bagian tangannya dan ternyata Chanyeol belum melepaskannya.
Asal kalian tahu, saat ini perasaan Baekhyun sungguh sangat senang. Bagaimana tidak senang, ia sedang berduaan bersama namja yang ia cintai. Oh ini sungguh di luar dugaannya dan ini juga adalah hal yang membanggakan, itu pun hanya menurutnya.
Baekhyun melupakan bahwa mereka sedang membolos dari pelajaran Jung Seonsaengnim, guru matematika. Membolos sesekali tidak apa juga kan? Baik, itu memang pemikiran yang buruk untuk seorang siswa, namun ia tidak dapat menolak permintaan orang yang ia cintai. Tidak akan bisa.
Mereka terdiam, membiarkan semilir angin memainkan rambut mereka. Perasaan canggung mulai menyelimuti aura di atap sekolah ini.
'Bahkan, kehangatan ini sangat sama'
Tangan Chanyeol yang semula berada di pergelangan tangan Baekhyun pun berpindah, menggenggam tapak tangan Baekhyun, mengaitkan jemari mereka. Baekhyun yang terkejut sontak menatap Chanyeol tak percaya.
'Apa kau ada masalah, Chanyeollie?'
Baekhyun sangat ingin menanyakan hal tersebut, namun ia mengikuti kata hatinya yang menahannya dan membuat mulutnya terkatup rapat saat melihat bahu kokoh itu tampak sedikit bergetar
Mereka tidak menyadari seorang namja cantik dengan mata bening nan tajam tengah mengintip mereka dengan pandangan tidak suka.
"Sialan kau, Baekhyun! Tidak akan kubiarkan Chanyeol jatuh dalam pesonamu lebih dalam lagi! Tidak akan! Ugh!"
TBC
Annyeong, berry update lagi nih hehehe… maaf kalau pendek banget yah. Gak berry kasih tahu alasannya pun kalian tahu alasannya kenapa ff berry yang chapter itu pendek-pendek hahaha…
Itu kok terkesan maksa banget ya momentnya. Entahlah, berry juga bingung dengan tulisan berry sendiri #aneh
Udah banyak kan scene nya ChanBaek? Hahaha
Makasih yang udah support berry ya. Berry terharu banget asal kalian tahu hiks… hiks…
Rencananya berry bakal bikin ff ini jadi angst wuahahahaha #EvilLaugh. Baru RENCANA. Hehehe
Thanks for all my readers untuk RnR yang sudah kalian penuhi… makasih banget yaa…
KEEP CALM AND SHIPP WONKYU AND CHANBAEK
^^BerryKyu^^
