ChanHun fic

EXO © SM Entertainment

EXO's members © Their parents

Warning: AU, OOC, Typo(s), weird, crossdress, etc

.

.

Don't like, don't read

.

.

Oh Sehun selalu mengagumi Park Chanyeol.

Bukan, bukan karena dia adalah istri Park Chanyeol. Dia benar-benar mengagumi laki-laki itu dari lubuk hatinya yang paling dalam. Dia seorang psikiater muda yang cantik, tak punya cacat sedikit pun di mata orang lain. Hanya Chanyeol yang mengetahui kekurangannya; dan anehnya tetap mencintainya dengan tulus.

Semenjak menikahi Chanyeol, yang dirasakannya hnyalah kebahagiaan. Dia senang, dia sangat senang. Dengan Chanyeol dia bisa menikah tanpa harus menutup-nutupi apa pun. Tersenyum tanpa beban apa pun.

Chanyeol mengetahui bahwa dibalik kesempurnaan seorang Oh Sehun tersimpan kegelapan, dan Chanyeol mengetahuinya sejak awal.

Oh Sehun adalah seorang laki-laki, dan dia gay.

"Chanyeol-hyung, aku pergi belanja dulu," ujar Sehun sambil memasang sepatu miliknya, "kalau ada temanmu yang datang," Sehun memalingkan kepalanya ke arah Chanyeol yang sedang berdiri agak jauh menghadap padanya dan memasang gestur telepon ke dekat telinga kanannya, "telpon aku."

"Iya, iya, dasar cerewet."

Sehun tertawa, lalu segera beranjak sambil membawa tas kecilnya yang disandang di punggung.

Dia keluar berbelanja dengan tampilan feminim. Dia menggunakan rok putih panjang yang menutupi kakinya dan baju berwarna biru. Dengan tingginya yang semampai dan wajahnya yang cantik, tak kan ada yang menyadari keganjilan pada dirinya. Adam's apple? Dia mempunyainya, walau tak terlalu kentara (entah kenapa).

"Pergi berbelanja, Sehun-ah?"

Sehun tersenyum pada ahjumma yang barusan menyapanya, "Iya, ahjumma. Tidak terasa persediaan bulan sebelumnya sudah hampir habis," dia menepuk perutnya, "porsi makan Chanyeol dan aku memang luar biasa."

Ahjumma itu tertawa, "Mungkin karena kalian pengantin baru, jadinya suka sekali makan makanan rumah. Suamiku dan aku dulu juga seperti itu saat pertama kali menikah?"

"Ah, ahjumma bisa saja," Sehun tertawa, lalu melirik jam tangannya, "kalau begitu aku permisi dulu ahjumma, hari ini ada teman Chanyeol yang ingin berkunjung ke rumah. Tidak enak kalau nanti aku tak ada di rumah saat temannya sampai."

"Baiklah. Hati-hati, Sehun-ah!"

Sehun tersenyum, lalu bergegas pergi ke supermarket yang berada di dekat rumahnya tersebut.

Saat memasuki supermarket, ia mengambil keranjang yang tersedia. "Let's see," ia mengambil kertas berisi daftar belanjaan miliknya, "bawang putih, bawang merah, bawang bombay, daun selada, gula," sambil mengucapkan, dia juga mengambil satu-satu bahan yang harus dibelinya, "daging sapi? Emm... kurasa di sebelah sa—"

Tiba-tiba tubuhnya jatuh ke belakang; membuatnya mengalihkan perhatian dari daftar belanjaannya dan memegang punggungnya secara refleks.

Dia ingin memunguti belanjaannya. Namun, orang yang menabraknya lebih cepat daripada dirinya. Laki-laki itu mengulurkan tangannya untuk membantu dirinya berdiri. Ia menerima uluran tangan itu dan berdiri.

Laki-laki itu langsung berbicara dengan suara agak keras padanya, "Maaf! Saya tadi sedang menelepon teman saya, jadi saya tidak fokus saat sedang berjalan," lalu dilanjutkan dengan bungkukan 45 derajat.

Dia jadi merasa agak sungkan. Jadi ia hanya tersenyum dan berkata, "Ah, tidak apa-apa. Saya juga tadi salah karena terlalu fokus membaca daftar belanjaan milik saya."

Kemudian laki-laki itu berhenti membungkuk dan mengangkat kepalanya, lalu terdiam sambil menatapnya.

Membuat Sehun mengernyitkan dahi dan memegang pipinya. "Apakah ada sesuatu di wajahku?" pikirnya.

Merasa tak ada yang salah, dia menepuk pelan pundak laki-laki di depannya. "Maaf? Apa kamu baik-baik saja?"

Laki-laki itu tersadar, lalu tersenyum ke arahnya, "Ah, ya, saya baik-baik saja. Saya hanya terpikir sesuatu tadi."

Sehun balas tersenyum, "Kalu begitu saya permisi dulu. Masih banyak yang harus saya beli," ia mengangkat keranjang belanjaan yang ada di tangan kanannya, "belanja bulanan."

Tanpa sempat berkenalan, Sehun lekas pergi ke stan daging sapi. Ia tidak ingin membuat kesalahan. Dia sangat mengagumi Chanyeol, sangat mencintainya, sampai rasanya ia bisa menangani semua masalah yang menerpa dirinya. Karena itu, dia tak ingin membuat Chanyeol malu, gusar, ataupun kesepian. Chanyeol adalah pusat hidupnya, segalanya baginya. Tumpuannya saat ini; sekaligus obat baginya.

Ia tahu bagaimana Chanyeol saat masih bersekolah di Senior High School. Tak banyak yang menyukai laki-laki itu, bahkan ada yang beranggapan kalau Chanyeol hanyalah seseorang yang suka cari perhatian dan idiot sesungguhnya.

Karena itu, ia ingin lekas pulang. Pulang sebelum teman suaminya itu sampai di rumah mereka berdua. Agar suaminya tak jadi bahan olok-olokan dari teman-temannya.

Ia tak sempurna. Chanyeol tak sempurna. Tapi saat mereka berdua bersama, ia merasa mereka berdua sudah sempurna.

Sehun berjalan ke meja kasir dengan langkah cepat.


Saat Sehun sampai di rumahnya dan Chanyeol, suaminya itu sedang menonton TV dengan posisi duduk bersila di sofa. Sehun menaruh belanjaan di dapur, lalu menghampiri Chanyeol dan memeluk leher laki-laki itu dari belakang.

"Temanmu belum datang juga?"

"Mungkin mereka takkan datang."

Sehun mengernyitkan dahi, "Kenapa?"

Chanyeol memegang punggung tangan Sehun dan mengusapnya dengan lembut, "Kau tahu," ia memulai, "kau adalah yang paling berharga di hidupku," saat itu Sehun memejamkan matanya, "dan kaupun tahu bagaimana sikap mereka padaku setelah kelulusan ataupun saat pesta pernikahan kita," Sehun mulai mengeratkan pelukannya, tahu bahwa saat ini Chanyeol sedang kesakitan, "kau tahu semua tentangku, Sehun. Kau tahu, karena itu jangan buat aku mengatakannya."

"Tidak Chanyeol, tidak." Sehun menenggelamkan wajahnya ke ceruk leher Chanyeol, "Kau tak perlu mengatakannya."

Chanyeol memejamkan matanya, "Terima kasih, Sehun-ah."

Chanyeol bukan orang yang baik dalam bersosialisasi secara wajar. Dia hiperaktif, dia selalu suka menjadi pusat perhatian: entah dalam hal positif maupun negatif. Pada masa Senior High School, dia menarik perhatian dalam hal negatif. Setelah kelulusan dia menuai hasilnya.

Saat itulah, ia bertemu Sehun dan jatuh cinta. Dia menyatakan cinta, mencoba berulang kali walau sudah ditolak berkali-kali. Pada yang kelima belas, Sehun mengatakan padanya bahwa Sehun bukanlah seorang wanita seperti yang ada dalam pandangannya. Sehun hanyalah seorang laki-laki yang tak bisa menerima dirinya sendiri dan melakukan crossdress untuk menyembunyikan jenis kelaminnya.

Namun perasaan Chanyeol tak berubah. Ia mencintainya. Ia mencintai Oh Sehun dan hal itu mutlak.

"Aku selalu mencintaimu, Sehun-ah."

TBC

Per-chapter fanfic ini emang pendek. Fanfic ini penghilang stress dikala galau nunggu hasil ulangan. Maaf banget kalau jelek. Berubah pikiran ditengah-tengah; kurang srek kalau Sehun jadi cewek. Tehe~