Careful
Title : Careful
Author : Shouda Shikaku^^
Recommende Song : Paramore – Careful
Cast :
Park Chanyeol (EXO's Member) as Bryan Elison Park
Byun Baekhyun (EXO's Member) as Lawrence Valerian Byun
Nicholas Teo (Soloist) as Agen Nick
EXO's Member
Other Cast
Warning : Boys Love, Alur ngaco -_-, cerita pasaran, sekedar coretan yang terinspirasi dari lagu Paramore – Careful, nama member EXO Shika samarkan dengan nama barat dari Shika -_- (except : Kris and Tao)
Kris Wu : Wufan
Joshep Kim : Joonmyeon
Austin Do : Kyungsoo
James Kim : Jongin
Brandon Oh : Sehun
Edison Huang : Tao
Hayley Xi : Luhan
Justin Kim : Jongdae
Michael Kim : Minseok
Laurent Zhang : Yi Xing
NO FLAME! NO BASH! DLDR! NO COPYCAT!
Summary :
"Can't be too careful anymore, When all that is waiting for you
Won't come any closer, You've got to reach out a little more"_ Paramore – Careful (Chorus)
Happy Reading
Lorong – lorong gelap nan becek menghiasi pemandangan di sudut sebuah kota di daratan Transylvania. Kesunyian yang ada kian menambah kesan suram nan mencekam. Gema decitan sepatu dengan jalanan mulai mendominasi keadaan.
Sorot lampu – yang redup – di ujung gang samar–samar menampilkan bayangan sesosok manusia dengan balutan coat abu–abu panjang. Ujung bibirnya tertarik sempurna; menampilkan sebuah seringai khas yang terpampang sempurna di wajah tampan sang pemuda.
Jemari panjangnya terulur, meraih sepucuk logam senjata api yang tersembunyi dengan sempurna di balik mantel yang ia kenakan. Ia melangkah dengan yakin, keluar dari tempat kumuh itu dan mulai memusatkan tujuannya di sebuah gedung berbintang di ujung jalan.
Hembusan angin musim semi membuat ia menghela nafasnya perlahan. Ia mulai memfokuskan kinerja otak dan juga panca inderanya. Samar–samar terdengar alunan musik klasik dari cafe di seberang jalan. Heol~ ia jadi ingin tertawa sekeras mungkin.
Wush~
Angin kencang berhembus, membuat ia tersentak. Oh, sudah dimulai ternyata!_batinnya bersorak.
`krek`
Ia mengokang shotgun kebanggannya. Huhuhu.. ia sangat menantikan moment–moment seperti sekarang. Siapapun akan merasa senang bukan; berburu vampire disarangnya langsung!
~Careful~~Careful~~Careful~~Careful~~Careful~~Careful~~Careful~~Careful~~Careful~
Sementara itu...
"Antonio, apakah kau sudah menyelesaikan urusanmu dengan beberapa berkas yang ku kirimkan?"
"..."
"lalu, apa ada kejadian yang mengganjal lagi?"
"..."
"Apa? Dasar Bodoh! Apa kau akan mengorbankan warga lagi, huh? Persetan dengan ide konyolmu itu!"
"..."
"terserah! Aku tak peduli!"
Pip. Sambungan terputus.
Disana, disudut ruangan seorang pria dengan pakaian formalnya sibuk memijit tengkuknya; bermaksud menghilangkan rasa lelah dan penat yang menghampiri. Ia baru saja mendapat telephone dari salah satu anggota organisasi yang ia tugaskan di Rumania. Yeah.. Antonio Conner, pemuda berdarah Inggis-Spanyol; yang baru saja melaporkan jika warga di ujung desa 'Costesti' kembali menghilang.
Ia makin dongkol, karena Antonio yang notabene-nya adalah tangan kanan bahkan yang paling ia percaya di antara teman-temannya justru terkesan santai dan meremehkan. Dan apa itu tadi, membiarkan warga beraktifitas di dalam hutan guna memancing 'makhluk' itu lagi? Yang benar saja!
Hei, ia ingin menyelamatkan warga, bukan mengorbankannya. Lagi–lagi ia dipusingkan oleh ide konyol Antonio.
`tok`
`tok`
"Masuk!"
Siluet pemuda bertubuh tegap berwajah tampan – namun berekspresi datar – muncul dibalik kokohnya pintu kayu yang terbuka. Seulas senyum tipis terukir sempurna di wajahnya.
"ada keperluan apa kau memanggilku?" suara berat sang pemuda menggema sempurna ditengah keheningan ruangan.
"eoh, selamat datang, Bryan! Aku harap kau bersedia mengemban tugas dariku.."
"tugas? Apakah ini berhubungan dengan si Idiot Antonio lagi?"
"yeah.. bisa dibilang seperti itu. Hanya saja, fokuslah pada seseorang yang teramat penting atas berhasil tidaknya dirimu dalam menjalankan tugas utama."
"jadi, aku harus mencari seseorang, Kris?"
"yeah.. carilah orang ini.."
Pemuda yang bernama Kris menyodorkan secarik kertas yang berisi data pribadi seseorang yang harus Bryan temukan.
"kudengar orang itu jadi buruan para Vampire, Werewolves, bahkan yang berasal dari keturunan Campuran klan Devil."
"heumm.. menarik." Bryan – pemuda bersuara berat – menganggukan kepalanya.
"kau harus berhati–hati." Tegas Kris membuat Bryan mengernyit.
"kenapa? Apa orang itu berbahaya?"
"tidak, justru kunci kehancuran para makhluk itu ada pada orang itu. Sebenarnya bukan karena adanya 'bahaya' yang harus kau waspadai. Justru kau harus berhati–hati terhadap dirimu sendiri."
"..."
"orang itu tidak mudah percaya terhadap orang lain..."
~DEG
Bryan terhenyak. Entah mengapa ia merasakan persamaan dirinya dengan seseorang yang harus ia cari. Ya, tidak mudah percaya pada orang lain di sekitarnya...
"satu lagi, belajarlah untuk mengendalikan emosi dan kekuatan flame-mu."
Bryan menghela nafasnya perlahan. Ia akui jika ia termasuk sebagai pengendali emosi dan power yang terburuk. Karena jujur saja, tingkatan power-nya juga "masih" bergantung pada emosinya.
Tidak seperti super power lain yang mampu mengkontrol campur paut emosi pada kekuatan yang dikeluarkan. Dan, FYI, dia satu-satunya anggota inti dari organsasi yang Kris bentuk yang tidak memiliki soulmate.
"ini foto orang yang harus kau cari, Bryan.."
Bryan langsung mengalihkan fokusnya pada selembar kertas yang menampilkan sesosok pemuda dengan hodie besar berwarna putih dengan tudung yang melindungi kepalanya dari hembusan angin pantai – ya, latar foto itu adalah sebuah pantai di pinggiran Eropa Timur – dengan poni berwarna megenta yang menjuntai.
Bryan mematung. Mata bulatnya terarah penuh pada pencintraan wajah manis sang pemuda.
"Vale.." lirihnya.
`srekk`
Secarik kertas itu terjatuh. Menampilkan sesosok pemuda manis dengan beberapa data yang terlampir.
| Full Name : Lawrence Valerian Byun
Birth Date : May 6th, 1992
Birth Place : Uknown
Other Name : Byun Baekhyun
Family : ?
Explanation : Loss his memory at the age of 10 years, The most sought by vampire clan, werewolves and the devil's spawn even devotees
Super Power : Light
Soulmate : Not Found|
~Careful~~Careful~~Careful~~Careful~~Careful~~Careful~~Careful~~Careful~~Careful~
Costesti, December 22nd, XXXX; 11.00 p.m. Rumanian Time..
Sesosok pemuda tampak terpekur di tempatnya. Yeah, ia makin tenggelam dalam pemikirannya. Tak jauh darinya, seorang pria dengan coat abu-abu kebanggaannya asyik memainkan shotgun yang baru saja merenggut 'kehidupan' beberapa makhluk yang dijumpainya.
"Jadi, kau agen Nick?" tanya pemuda manis itu.
"hmm.. sebegitu populer-nya aku?" nada angkuh nan sombong keluar begitu saja dari bibir sang pria tampan.
"cih, pria kiriman organisasi di Singapore yang mengaku sebagai titisan dari Jhon constantine... bukankah itu kau?"
"wow, kau bahkan tahu asal–usulku..marvelous!" pria itu – agen Nick – menyeringai.
"whatever.."
Pemuda bertudung itu kembali melangkah. Entahlah, ia merasa jika akan ada bahaya yang menyambanginya jika ia terus saja terpaku – terlibat – pada obrolan yang sangat konyol – menurutnya – dengan pria bernama asli Nicholas itu.
Ia menatap sendu pada telapak tangannya. Bibirnya bergerak, melantunkan sepenggal lagu yang entah mengapa ia hafal padahal tak pernah ia dengar..
"I Settle down a twisted up frown
Disquised as a smile, well, you would have never known
I had it all, but not what I wanted
'Cause hope for me was a place uncharted and overgrown.."
Onyx indahnya tertutup, seirig dengan berhembusnya sang angin dengan kencang. Rembulan yang tadinya tampak giat memancarkan sinarnya, perlahan meredup. Aura yang merambat kian mencekam. Pemuda bersurai magenta itu asyik menutup matanya. Tanpa ia sadari, berlahan terdengar suara serak seseorang yang menyerupai bisikan.
"...You'd make your way in (Kau kan berhasil masuk)
I'd resist you just like this (Aku akan bertahan darimu seperti ini)
You can't tell me to feel (Kau tak bisa menyuruhku untuk merasakan)
The truth never set me free (Kenyataan tak pernah membebaskanku)
So I did it my self...(Maka ku lakukan itu sendiri) "
Vale – pemuda manis yang memillki nama lain Baekhyun – membelalak, pasalnya ia tahu betul siapa pemilik suara serak tersebut. Suara yang menghantui clan-nya selama 7 dekade berturut–turut; dimana sang pemilik memang menunggu – lebih tepatnya mengincar – keturunan dari generasi ke-7 yang memiliki darah murni yang mampu memusnahkan para makhluk supernatural dengan kekuatan cahaya-nya; dalam hal ini tentu saja Valerian sendiri yang diburu.
Vale langsung bersiaga. Dengan segera ia memusatkan konsentrasinya, tangannya terkepal dan langsung ia arahkan ke atas. Tepat ketika onyx-nya yang tertutup membuka perlahan...
`rawr!`
Sekumpulan vampire, werewolves juga gollum berhamburan dari penjuru kota. Membuat Agen Nick yang berdiri tak jauh dari Vale hanya mampu menahan nafas karena tercekat. Dalam hitungan detik, semua makhluk itu sudah mengelilingi Vale dan Agen Nick.
Vale hanya tersenyum tipis, iris gelapnya perlahan berubah menjadi berkilauan layaknya batu safir berwarna biru; seiring dengan menguarnya aura yang memberi efek hangat; perlahan mendesak aura mencekam dan angin malam yang berhembus kesetanan.
Surai magenta-nya bersibak, mengekspose wajah manis nan ayu sang guard.
"Light Aura Attack~!"
Kepalan tangan Vale terbuka, membiaskan sekumpulan cahaya hangat menyilaukan yang perlahan memusnahkan makhluk yang dikirim oleh sang Dracula di kastil yang terletak di pedalaman hutan.
"dia...yang dicari, Kris?" gumam Agen Nick yang terus membeku.
Setelah kesadarannya terkumpul, Agen Nick langsung mengokang senjatanya, dia pun mengarahkan Shotgun tepat ke arah jam 2 dari posisi Vale berdiri. Yup, mata tajamnya menangkap sesosok makhluk setinggi 6 kaki tengah mengintai Vale yang nampak fokus pada para pengecoh.
Dorr!
Keadaan yang tadinya ramai oleh geraman, mendadak hening. Disusul auman panjang sang sosok. Yeah~ agen Nick berhasil melesatkan timah panas yang terbuat dari perak tepat di jantung sang makhluk. Jeritan para vampire bersahutan. Tentu saja, ternyata yang ditembak oleh Nicholas adalah sang pengendali jantung kehidupan para Vampire, Lord Amustvile, sang Panglima tertinggi.
Vale membelalakkan matanya. Tiba-tiba irisnya yang kembali gelap berubah menjadi biru toska. Wajahnya memerah, ia tahu betul siapa itu Lord Amustvile, dengan segera ia nampak melenyapkan semua cahaya yang memancar dari penjuru kota. Ia juga nampak mengendalikan cahaya rembulan, membuat beberapa werewolf yang tersisa kelimpungan.
1 detik,
2 detik,
3 detik,
4 det_
"Light blaster~!"
`DUARRR~!`
Auman, jeritan dan rintihan berbaur menjadi satu. Berbeda dengan Nicholas yang justru merasa nyaman karena sapuan dari cahaya yang Vale tembakkan di udara.
Suasana berubah hangat, dan ketika Nicholas membuka mata...
.
.
.
Vale menghilang entah kemana..
Next Week, December 29nd, XXXX; 12.00 a.m. Rumanian Time..
Sesosok pemuda jangkung keluar dari sebuah bandara kecil di Bucharest. Ia melangkahkan kaki jenjangnya penuh kepastian ke sebuah penginapan kecil, dimana terdapat segerombolan anak muda seusianya atau lebih tua 3-4 tahun darinya; ada juga yang lebih muda darinya 1 tahun.
"hei, Bryan~!" sambut pemuda mungil bermata bulat dengan bibir penuh, Austin Do.
"..."
Bryan hanya tersenyum tipis untuk membalas sapaan si mungil Austin. Di sebelahnya pemuda bertubuh kekar berkulit tan, James Kim yang merupakan Soulmate dari Austin hanya terkekeh kecil. Tak lupa si bungsu Brandon Oh yang asyik memainkan hembusan kecil sang buana dari tangan kanannya.
"well, Kau Bryan Elison yang Kris utus?" suara penuh aura ketenangan terdengar.
"..yeah, kau benar." Bryan mengangguk kecil kemudian.
"oh.. kenalkan namaku Joshep Kim. Dan kali ini aku adalah pemimpin dari kelompok kalian." Seru pemuda beraura tenang tersebut.
"yep, salam kenal juga, namaku Austin dan ini Soulmate-ku, James Kim." Sambung Austin.
"..."
Si Bungsu terdiam. Haha.. sebenarnya tanpa berkenalan mereka juga tahu siapa itu Brandon Oh, keturunan bangsawan Monaco berdarah campuran Asia-Eropa yang memiliki sifat sedingin wajah tampannya.
"Brandon, kau akan terus bemain dengan 'peliharaan'mu?" tanya Joshep heran.
"tidak, tentu saja. Tapi, aku penasaran siapa yang harus kita cari selain kita harus membereskan otak si Idiot Antonio.." ok, ini adalah kalimat terpanjang yang keluar dari mulut seorang Brandon Oh.
"aku sebenarnya juga belum terlalu tahu siapa yang dimaksud Kris.." sambung yang lebih tua. "tapi ketahuilah, dia orang terpenting demi kehancuran clan Dracula.."
"Bryan, kau tahu siapa dia bukan?" suara serak khas James membuat semua – minus Bryan dan James tentu saja – nampak terlonjak namun tertarik dengan ucapan bungsu kedua setelah Brandon.
"..." Bryan hanya menatap kosong kearah teman barunya.
"ku harap iya." Austin mengharap. "Jadi Josh, apa rencanam_"
"yah, aku tahu tentang dia. Valerian..."
"oh. A-apa?" keempat pasang mata itu membulat mendengar penuturan Bryan.
"dia.. kekasihku yang menghilang 7 tahun yang lalu.." Bryan menghela nafasnya perlahan. "Vale.. menghilang disaat Dracula bangkit.."
Keempat pemuda menatap Bryan dengan berbagai macam ekspresi; Austin terkejut, Joshep tercengang, James bingung dan si Bungsu Brandon yang nampak waspada. Tunggu, waspada?
"ada apa, Brandon?" Tanya Joshep khawatir.
"entahlah, firasatku mengatakan ada yang tengah mengintai kita." Jawab Brandon lugas. FYI, dari semua 'saudara'nya, Intuisi Brandon yang paling kuat.
"huh, maksudmu..."
James menghilang, kemudian muncul kembali bersama seorang pemuda mungil bermata rusa dengan surai kemerahan.
"...dia?" sambung pemuda berkulit tan tersebut.
"yep.."
"..."
Uh, oh.. Bryan melotot. Apa dia baru saja melihat sesosok manusia berpindah tempat? Dan apa? Intuisi? Yang benar saja! Kemungkinan Brandon memanfaatkan kekuatan anginnya untuk mendeteksi keberadaan orang asing, bukan?
"jadi, siapa namamu, Tn. Penguntit?" tanya Joshep dengan santai.
"oh, aku bukan penguntit." Jelas sang pemuda.
"Lalu apa? Mata-mata, eum?" sambung James dengan nada mengintimidasi.
"tidak, justru aku akan membantu kalian."
"maksudmu?" kini suara berat Bryan terdengar. Hei, jika diperhatikan baik-baik, bukankah pemuda dihadapannya ini mirip, Kris?
"yeah, kau benar Bryan, aku adalah sepupu Kris."
"oh, a-Apa?"
"dan berhentilah memikirkan hal buruk tentangku, Austin!"
"hei! Aku tidak berma_"
"bukankah kau Hayley Xi, brain controller?" Brandon bersuara.
"you right, my soulmate."
Semua membeku ditempat.
To Be Continued
Alloha~! Shika, Back ^0^ /tebar bunga Edelweiss/
Shika bawa FF baru karena kesengsem sama lagu Paramore.
Sengaja Shika pakai plot Western, dan jangan bash jika cast kurang sreg please =_=
Shika juga manusia biasa yang kebetulan memiliki imajinasi diatas ambang batas
Uh, oh.. kalau ada greget dan unek – unek sampaikan di kolom komentar.
Yoyoyoyo~ review ditunggu...
Ada yang mau request?
.
.
Lastly..
Salam ChanBaek Shipper :*
#BAEKCROCHanyaMitos :v
